Misteri Pengiriman Amunisi dari Makassar ke Semarang: Pelaku Ditangkap, Ini Sosoknya

Misteri Pengiriman Amunisi dari Makassar ke Semarang: Pelaku Ditangkap, Ini Sosoknya

Dari hasil interogasi, MIA mengakui paket tersebut berisi 65 butir amunisi kaliber 7,62 yang sudah tidak aktif karena tidak mengandung bubuk mesiu. Amunisi itu disebut dijual dengan alasan sebagai aksesoris.

“Dari pengakuannya, amunisi itu dijual dengan alasan sebagai aksesoris. Penggunaan nama palsu dalam pengiriman dilakukan agar barang tersebut bisa lolos,” ungkap Ridwan.

Pelaku juga mengaku memperoleh amunisi tersebut dari seorang rekannya sebagai hadiah pernikahan, kemudian berniat menjualnya karena kebutuhan ekonomi. Polisi menegaskan, pengiriman tersebut baru pertama kali dilakukan oleh MIA.

“Pelaku ini memang senang dengan metal, makanya amunisi itu ia jadikan aksesoris. Dia baru pertama kali juga mengirim benda seperti ini,” ucapnya.

Meski telah diamankan, polisi menyatakan status MIA belum ditetapkan sebagai tersangka. Penyidik masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium forensik untuk memastikan status hukum barang tersebut, apakah murni amunisi atau hanya dikategorikan sebagai aksesoris.

“Saat ini statusnya masih dalam tahap penyelidikan karena unsur pidananya belum sepenuhnya terpenuhi. Kami masih menunggu hasil pemeriksaan forensik,” kata Ridwan.

Ia juga menambahkan, asal-usul amunisi tersebut masih didalami untuk memastikan apakah berkaitan dengan institusi tertentu atau tidak.

“Untuk dugaan asal amunisi, apakah milik institusi tertentu atau tidak, belum bisa kami pastikan karena masih menunggu hasil pemeriksaan dan laporan resmi,” tutupnya.