Mensos Gus Ipul Pastikan Tidak Ada Siswa Titipan di Sekolah Rakyat
Tim Redaksi
SURABAYA, KOMPAS.com
– Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) memastikan tidak ada siswa titipan di Sekolah Rakyat.
Hal itu dikatakannya usai menghadiri Bimtek Kepala Sekolah dan Tenaga Kependidikan
Sekolah Rakyat
di Surabaya, Sabtu (16/1/2026).
Ia mengatakan, kreteria siswa Sekolah Rakyat sudah ditetapkan sesuai aturan yang berlaku.
“Tidak ada
siswa titipan
, siswa Sekolah Rakyat sesuai dengan regulasi adalah siswa dari keluarga kurang mampu di Desil 1 dan Desil 2 dari data tunggal sosial ekonomi nasional,” katanya.
Sejak awal dia mengaku sudah mewanti-wanti agar kepala daerah, kepala sekolah hingga wali asuh Sekolah Rakyat tidak menerima siswa titipan bagaimanapun caranya.
Ia menambahkan, setahun beroperasi, Sekolah Rakyat dilengkapi banyak fasilitas mulai dari seragam, asrama, model pembelajaran, termasuk konsumsi siswa selama sekolah.
“Hal ini tentu saja akan memunculkan banyak keinginan masyarakat agar putranya bisa masuk di Sekolah Rakyat meski tidak sesuai dengan ketentuan,” terangnya.
Ia pun menegaskan bahwa sesuai instruksi Presiden
Prabowo Subianto
, tidak ada siswa titipan di Sekolah Rakyat.
Sampai saat ini, menurut
Gus Ipul
, sudah ada 166 Sekolah Rakyat yang tersebar di 34 provinsi dan 131 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.
Ratusan sekolah rakyat itu menampung 15.954 siswa, 2.218 guru, dan 4.889 tenaga kependidikan.
“Sebelumnya 60 titik Sekolah Rakyat telah beroperasi sejak Juli 2025, disusul 37 titik pada Agustus 2025, kemudian 66 titik di akhir September hingga awal Oktober 2025. Totalnya saat ini 166 Sekolah Rakyat,” ucapnya.
Presiden Prabowo menarget jumlah Sekolah Rakyat mencapai 500 unit sampai 2029.
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
Mensos Gus Ipul Pastikan Tidak Ada Siswa Titipan di Sekolah Rakyat Surabaya 16 Januari 2026
/data/photo/2026/01/16/696a49caccd82.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)