Meningkatnya Kesadaran Masyarakat tentang Epilepsi di Solo Regional 25 Maret 2025

Meningkatnya Kesadaran Masyarakat tentang Epilepsi di Solo
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        25 Maret 2025

Meningkatnya Kesadaran Masyarakat tentang Epilepsi di Solo
Tim Redaksi
SOLO, KOMPAS.com
– Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Solo Retno Erawati Wulandari mengatakan,
kesadaran masyarakat
Solo, Jawa Tengah, terhadap penyakit Epilepsi makin meningkat.
Menurut Retno, persepsi masyarakat terhadap penyakit epilepsi tak lagi seperti dulu yang seringkali mereka langsung dikucilkan.
“Kalau dulu mungkin dikucilkan. Sekarang masyarakat sudah lebih sadar. Sehingga kalau terjadi serangan, itu yang penting mengamankan saluran napas supaya tidak tersumbat,”ungkap Retno kepada
Kompas.com
di Solo, Jawa Tengah, Senin (24/3/2025).
Epilepsi merupakan gangguan pada sistem saraf pusat yang menyebabkan aktivitas otak menjadi tidak normal.
Penderita epilepsi
biasanya mengalami kejang dengan gerakan tubuh yang mendadak dan berulang, diikuti dengan rahang yang menutup rapat atau menggigit lidah.
“Biasanya ini kaku ya rahangnya. Supaya tidak menggigit lidah atau bibir, harus diberi bantalan. Bisa pakai sendok yang dilapisi kain bersih atau kasa yang diselipkan di antara gigi atas dan bawah,” kata Retno.
Di Solo sendiri, tercatat ada sekitar 1.000 kasus berdasarkan data tahun 2024.
“Di Solo masih ada. Cuma sudah jarang sekali,” katanya.
Retno juga menekankan pentingnya kontrol rutin bagi
penderita epilepsi
untuk mengendalikan kejang.
“Mungkin apa yang menjadi trigger atau pencetus dari kejang itu bisa diketahui, sehingga dapat menghindari hal tersebut,” ujarnya.
Tanda-tanda epilepsi umumnya terlihat ketika seseorang mengalami kejang secara tiba-tiba. Namun, penyebab kejang tidak selalu disebabkan oleh aktivitas yang berlebihan.
“Belum tentu (aktivitas banyak). Masing-masing triggernya, pencetusnya sendiri-sendiri. Tidak mesti itu ya (aktivitas banyak). Pada saat mereka ada triggernya, jika memang sensitif, mereka akan mengalami serangan (kejang),” tutup Retno.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.