Fadli menyampaikan keyakinannya bahwa Tedjowulan dapat berperan dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang terjadi di internal Keraton Surakarta. Dia menilai, dukungan dari para sesepuh Keraton menjadi faktor penting dalam proses tersebut.
“Saya yakin beliau bisa menjadi bagian yang menyelesaikan persoalan di Keraton tentu didukung oleh para senior-senior lain yang ada di Keraton Solo. Dengan Wali Kota Solo juga nanti dari kami dari Dirjen perlindungan kebudayaan dan tradisi,” ucap dia.
Menurut Fadli, Keraton Surakarta memiliki potensi besar sebagai kawasan cagar budaya. Hal itu dia lihat secara langsung saat meninjau area Keraton yang selama ini tidak seluruhnya terbuka untuk umum.
“Saya baru pertama kali juga melihat. Biasanya hanya di tempat-tempat yang terbuka untuk umum, tapi setelah melihat ke belakang ya ini luas keraton ini yang 8,5 hektar baru kelihatan. Ternyata banyak bangunan-bangunan yang bisa bercerita sendiri bangunan-bangunan tua itu,” paparnya.
Dia menambahkan, para raja Kasunanan Surakarta, mulai dari PB IX, PB X, PB XII, hingga PB XIII, telah meninggalkan jejak pembangunan bersejarah yang perlu direvitalisasi dan dijaga keberlanjutannya.
Terkait insiden yang terjadi saat penyerahan SK, Fadli menilai hal tersebut merupakan dinamika yang lazim terjadi. Dia berharap persoalan tersebut dapat diselesaikan secara bijaksana oleh Tedjowulan.
“Kalau tadi melihat ada sedikit ini insiden. Ya saya kira itu hal yang biasa. Ini bagian yang memang perlu diselesaikan Tedjowulan. Saya yakin beliau ini bijaksana. Jadi bisa mengundang kerabat semua keluarga besar Keraton Solo,” kata dia.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5476737/original/040448700_1768797000-20260118_130833.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)