Live Shopping dari Pasar, Inovasi Kebumen Bantu Pedagang Tradisional Bertahan di Tengah Belanja Online Regional 13 Januari 2026

Live Shopping dari Pasar, Inovasi Kebumen Bantu Pedagang Tradisional Bertahan di Tengah Belanja Online
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        13 Januari 2026

Live Shopping dari Pasar, Inovasi Kebumen Bantu Pedagang Tradisional Bertahan di Tengah Belanja Online
Tim Redaksi
KEBUMEN, KOMPAS.com
— Upaya menghidupkan kembali pasar tradisional di tengah masifnya belanja daring terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Kebumen.
Salah satunya melalui peluncuran program inovatif Makan Bergizi Gratis (MBG) Nglarisi Pasar dan Petani Kebumen yang dirangkaikan dengan peresmian
Studio Live Shop Pasar
Tumenggungan, Senin (12/1/2026).
Peluncuran program tersebut dilakukan langsung oleh Bupati Kebumen Lilis Nuryani bersama Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana saat kunjungan kerja ke Kebumen.
Momentum ini sekaligus ditandai dengan penandatanganan prasasti Studio Online Shop Pasar sebagai simbol transformasi pasar rakyat menuju ekosistem digital.
Bupati Lilis Nuryani menjelaskan, program inovasi tersebut lahir dari keluhan para pedagang pasar tradisional yang selama ini menghadapi penurunan omzet akibat persaingan dengan platform belanja online serta pedagang keliling yang menjamur.
“Pasar tradisional tidak boleh kalah. Melalui program SELARAS atau Sengkuyung Nglarisi Pasar, kami menghubungkan kebutuhan dapur MBG dengan pasar rakyat dan petani lokal,” ujar Lilis dalam keterangan resminya pada Selasa (13/1/2025).
Melalui kebijakan ini, dapur-dapur MBG di Kebumen diwajibkan memprioritaskan pembelian bahan pangan dari pasar tradisional setempat.
Selain menciptakan kepastian pasar, langkah tersebut juga diharapkan mampu mengembalikan keramaian pasar rakyat yang selama ini menjadi denyut ekonomi masyarakat kecil.
“Kami dorong agar sayur dan buah lokal seperti kacang panjang, terong, mentimun, semangka, hingga kelengkeng dibeli dari pedagang pasar. Dengan begitu, pasar kembali hidup dan pedagang memiliki penghasilan yang stabil,” tambahnya.
Kepala BGN Dadan Hindayana menilai integrasi antara program MBG dengan pasar tradisional merupakan langkah strategis.
Menurutnya, Kebumen dapat menjadi contoh nasional dalam memanfaatkan program pemenuhan gizi untuk memperkuat ekonomi lokal.
“Satu SPPG mengelola dana hingga Rp 11 juta per tahun. Jika belanja bahan bakunya dilakukan di pasar rakyat, maka perputaran uang akan langsung dirasakan masyarakat,” kata Dadan.
Studio Live Shop Pasar Tumenggungan yang diresmikan pada kesempatan tersebut diharapkan menjadi sarana promosi digital bagi pedagang pasar.
Melalui siaran langsung dan penjualan daring, pedagang dapat menjangkau konsumen yang lebih luas tanpa harus meninggalkan lapak mereka.
Dampak kebijakan ini mulai dirasakan pedagang.
Susi, pedagang sayur di Pasar Tumenggungan, mengaku kini memiliki kepastian pasar setelah rutin memasok kebutuhan dapur MBG.
“Biasanya dagangan sering tidak habis. Sekarang hampir setiap hari ada permintaan dari yayasan MBG,” ujarnya.
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.