Jakarta (ANTARA) – Anggota DPRD DKI Jakarta Bebizie Sri Mulyati meminta perekrutan pengantar atau pengemudi yang mengantarkan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) untuk ke sekolah-sekolah agar lebih diperketat.
Hal itu sebagai tindak lanjut usai adanya insiden kecelakaan yang menyebabkan belasan siswa terluka di SDN 01 Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara, pada Kamis (11/12).
“Saya berharap ke depan ada evaluasi dalam penyaluran Makanan Bergizi Gratis (MBG) untuk ke sekolah-sekolah seperti perekrutan sopir yang lebih di perketat dan pengecekan secara rutin sopir-sopir SPPG,” kata dia di Jakarta, Jumat.
Dia berharap Badan Gizi Nasional (BGN) memperketat perekrutan sopir baik secara administrasi ataupun teknis dalam mengendarai kendaraan tersebut
“Selain itu harus ada pengecekan kelayakan berkendara secara berkala kepada sopir-sopir SPPG untuk menghindari hal yang sama terjadi,” kata dia.
Dia juga meminta rumah sakit yang merawat korban kecelakaan mobil Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di SDN 01 Kalibaru, Cilincing, memberikan tindakan maksimal untuk mempercepat kesembuhan korban.
“Saya sampaikan ke Ibu Dirut RSUD Koja drg. Alifianti Lestari agar para korban mendapatkan pelayanan dan tindakan yang maksimal,” kata dia
Dia mengatakan, seluruh pihak ingin para korban segera pulih dan kembali beraktivitas belajar dan mengajar dengan secepatnya.
Dia juga ingin adanya pemulihan trauma (trauma healing) bagi para korban dan siswa-siswi SDN 01 Kalibaru untuk menjaga psikologi siswa-siswi agar tetap baik dalam belajar di sekolah pascakecelakaan.
“Setelah sembuh siswa-siswi akan kita ajak berkeliling Jakarta dengan bus tingkat Transjakarta sebagai bentuk ‘trauma healing’ bagi para korban dan meningkatkan motivasi belajar mereka pasca kecelakaan” kata dia.
Pewarta: Mario Sofia Nasution
Editor: Sri Muryono
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
