Liputan6.com, Jakarta – Kapal wisata KM Prestige Voyager berpenumpang 19 turis asal China dan lima wisatawan domestik sempat kandas selama sekitar empat jam di Perairan Pulau Aroborek, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya, lantaran menghindari cuaca buruk. Kapal tersebut sebelumnya mengantarkan wisatawan menyelam di Perairan Yanggefo, Selasa (13/1).
“Sekitar pukul 16.30 WIT, KM Prestige Voyager mengantarkan para tamu untuk kegiatan menyelam di Perairan Yanggefo. Kemudian sekitar pukul 17.30 WIT kapal bertolak mencari tempat berlindung karena cuaca buruk,” kata Kasat Polair Polres Raja Ampat Ipda Feni Maulana di Raja Ampat, Kamis (15/1/2026).
Dia menjelaskan nakhoda memutuskan menuju Yenbeser sebagai lokasi berlindung, karena saat itu angin bertiup cukup kencang dari arah barat laut, dengan tujuan menjaga keselamatan penumpang, kapal dan kru.
Namun dalam perjalanan mencari perlindungan, lanjutnya, kapal mengalami kandas akibat kondisi air laut surut di sekitar Perairan Pulau Aroborek.
“Kapal mengalami kandas di titik koordinat 0°30’902’’ LS dan 130°33’170’’ BT. Nakhoda kemudian berupaya melakukan olah gerak untuk mengeluarkan kapal dari lokasi kandas,” lanjutnya.
Upaya tersebut berhasil setelah kondisi air laut kembali pasang. Sekira pukul 22.30 WIT, kapal berhasil keluar dari lokasi kandas dan selanjutnya mencari tempat yang aman untuk lego jangkar.
“Sekitar empat jam kemudian, saat air pasang, kapal sudah kembali dapat beraktivitas seperti biasa,” ucapnya.
Ipda Feni memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Seluruh penumpang, baik wisatawan asing maupun domestik, tetap berada di atas kapal dalam kondisi aman.
“Total penumpang terdiri atas 19 orang warga negara China dan lima orang warga Indonesia, seluruhnya dalam keadaan baik,” ujarnya.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5474168/original/035584100_1768467954-Kapal_wisata_yang_sempat_kandas_di_Raja_Ampat.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)