Kerangka Manusia Muncul ke Permukaan Imbas Banjir Gerus Tanah TPU di Pasuruan Surabaya 19 Januari 2026

Kerangka Manusia Muncul ke Permukaan Imbas Banjir Gerus Tanah TPU di Pasuruan
                
                    
                        
                            Surabaya
                        
                        19 Januari 2026

Kerangka Manusia Muncul ke Permukaan Imbas Banjir Gerus Tanah TPU di Pasuruan
Tim Redaksi
PASURUAN, KOMPAS.com
– Warga Dusun Pandean, Desa Nguling, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, dikejutkan dengan penampakan tulang-belulang manusia yang muncul di area Tempat Pemakaman Umum (TPU) Rajeman.
Fenomena ini terjadi setelah hujan deras memicu banjir kiriman yang menggerus dinding tanah pemakaman yang terletak tepat di tepi aliran sungai tersebut pada Sabtu, 17 Januari 2026, malam.
Peristiwa ini sempat terekam dalam video amatir yang beredar luas di pesan singkat dan media sosial.
Dalam video tersebut, terlihat jelas sejumlah kerangka, termasuk bagian tengkorak, tergeletak di atas tanah makam yang becek dan berlumpur.
Kondisi area pemakaman juga terlihat memprihatinkan dengan tanah yang ambles dan retakan besar di sepanjang bibir sungai akibat abrasi air yang meluap.
“Tingginya debit air sungai membuat plengsengan tidak mampu menahan luapan air, sehingga tanah di sekitar pemakaman tergerus,” ujar Edy Suyitno, Kepala Desa Nguling, Senin (19/1/2026).
Edi menjelaskan bahwa setelah dilakukan pengecekan di lokasi, kerangka yang muncul berasal dari satu liang lahat yang merupakan makam lama.
Posisi makam yang berada di titik terluar pemakaman, menurut Edi, membuatnya paling rentan terkena hantaman arus sungai.
Pihak desa memastikan bahwa kejadian ini murni disebabkan oleh faktor alam, yakni tingginya intensitas hujan yang memicu erosi di sempadan sungai.
Sementara itu, pihak Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kabupaten Pasuruan menyebutkan bahwa munculnya
kerangka manusia
di TPU Rajenan, Nguling tersebut memang dampak dari banjir.
Arus deras di anak sungai meluber dari sungai besar Laweyan, sungai perbatasan antara Kabupaten Pasuruan dan Probolinggo.
“Memang saat terjadi banjir, arus sungai juga deras dan meluber ke perkampungan. Termasuk makam terkena dampaknya, tergerus,” ujar Sugeng Hariyadi, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Senin.
Sementara itu, menurut dia, kondisi genangan air tinggal menyisakan di tiga desa, yakni Desa Bandaran dan Prodo di Kecamatan Winongan. Serta, Desa Kedawung Kulon di Kecamatan Grati.
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.