Kementrian Lembaga: TNI

  • KKB Papua Kocar Kacir Ditembaki TNI-Polisi Usai Bakar Puskesmas Distrik Kiwirok

    L

    OlehLiputanenamDiperbaharui 30 Sep 2025, 23:35 WIB

    Diterbitkan 30 Sep 2025, 17:33 WIB

    Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Kodap XV Ngalum Kupel membakar bangunan Puskesmas Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan, Senin (29/9/2025) sekitar pukul 06.20 WIT.

    Aksi tersebut memicu kontak tembak dengan Satgas Operasi Damai Cartenz. Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Pol Faizal Ramadhani, membenarkan peristiwa itu.

    Tim berhasil memukul mundur KKB yang kemudian melarikan diri ke arah Desa Lolim. Dari posisi ketinggian, aparat mendapati tidak hanya puskesmas yang terbakar, tetapi juga rumah dinas tenaga kesehatan.

  • Tiga Korban Selamat Kembali Dievakuasi dari Reruntuhan Ponpes Al Khoziny Sidoarjo

    Tiga Korban Selamat Kembali Dievakuasi dari Reruntuhan Ponpes Al Khoziny Sidoarjo

    Liputan6.com, Jakarta – Tim SAR gabungan kembali berhasil mengevakuasi tiga korban dalam kondisi selamat dari reruntuhan bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, pada Selasa.

    SAR Mission Coordinator (SMC) Nanang Sigit dalam keterangannya di Jakarta, Selasa malam, mengatakan korban kesembilan ditemukan di Site A1 dan dievakuasi pada pukul 03.18 WIB, kemudian dibawa ke Rumah Sakit (RS) Delta Surya.

    Sementara korban kesepuluh dievakuasi pukul 04.55 WIB, dan korban kesebelas pada pukul 06.05 WIB, keduanya langsung dirujuk ke RSUD Notopuro, Kabupaten Sidoarjo.

    “Meski menghadapi kondisi reruntuhan bangunan yang tidak stabil dan banyaknya material, tim SAR tetap berupaya mengevakuasi korban dengan mengutamakan keselamatan,” kata Nanang, yang juga Kepala Kantor SAR Surabaya itu.

    Dia menjelaskan bahwa, dengan tambahan tiga korban tersebut, total korban yang dievakuasi tim SAR gabungan menjadi 11 orang. Sementara itu, 88 orang santri diketahui menyelamatkan diri secara mandiri sesaat setelah kejadian, dan tiga orang dilaporkan meninggal dunia.

    Kendala utama proses evakuasi, kata dia, adalah struktur bangunan yang rapuh serta tumpukan material beton yang menyulitkan pergerakan tim.

    Operasi SAR ini melibatkan ratusan personel dari berbagai instansi, mulai dari Kantor SAR Surabaya, BPBD Provinsi Jawa Timur, BPBD Kabupaten Sidoarjo, unsur TNI-Polri, PMI, Damkar, hingga organisasi relawan.

     

     

  • Polda Jatim Libatkan Ahli ITS Evakuasi Korban Bangunan Ambruk Ponpes Al Khoziny Sidoarjo

    Polda Jatim Libatkan Ahli ITS Evakuasi Korban Bangunan Ambruk Ponpes Al Khoziny Sidoarjo

    Liputan6.com, Jakarta – Kapolda (Jatim) Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto meninjau lokasi ambruknya bangunan musala Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Buduran, Sidoarjo, untuk memantau langsung proses pencarian dan penyelamatan korban.

    Nanang menjelaskan, tim SAR gabungan bersama personel TNI-Polri terus melakukan upaya pencarian dan evakuasi terhadap korban yang tertimbun reruntuhan. Ia menegaskan, proses penyelamatan harus dilakukan dengan sangat hati-hati mengingat kondisi struktur bangunan yang tidak stabil, serta melibatkan pendampingan dari para ahli konstruksi.

    “Saya pastikan dulu untuk penyelamatan korban dulu ya. Itu kita fokus itu dulu. Karena masih ada beberapa korban yang masih perlu dievakuasi,” ujarnya, Selasa (30/9/2025).

    “Jangan sampai nanti membahayakan petugas yang mau melakukan evakuasi. Jadi sekarang fokusnya adalah penyelamatan korban dulu. Itu yang paling penting,” sambungnya.

    Ia menuturkan pihaknya juga akan melibatkan ahli dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya untuk menganalisis struktur bangunan. Selain itu, penggunaan alat berat dipertimbangkan untuk mempercepat proses evakuasi sisa-sisa bangunan.

    “Ini harus kita pastikan dengan ahlinya dari ITS. Mau tidak mau nantinya perlu alat berat untuk mengangkat sisa-sisa bangunan yang ambruk,” ujar dia.

     

  • Pasca Angin Puting Beliung, Personel Gabungan Gerak Cepat Melakukan Bantuan dan Bersih-Bersih

    Pasca Angin Puting Beliung, Personel Gabungan Gerak Cepat Melakukan Bantuan dan Bersih-Bersih

    Tuban (beritajatim.com) – Pasca terkena bencana angin puting beliung beserta hujan deras yang melanda wilayah Desa Tanjungrejo dan Mergosari, Kecamatan Singgahan, Kabupaten Tuban, petugas gabungan dari TNI, Polri dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tuban gerak cepat memberikan bantuan kepada masyarakat.

    Adapun dampak dari angin puting beliung tersebut, sejumlah bangunan sekolah dan rumah warga mengalami kerusakan, serta beberapa pohon juga ikut tumbang, sehingga menutup akses jalan.

    Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Tuban Sudarmadji mengatakan bahwa sejumlah aparat Kepolisian dari Polres Tuban dan Polsek Singgahan bersama TNI, BPBD dibantu masyarakat setempat mendatangi lokasi yang bertujuan untuk membantu pemulihan kondisi kedua desa pasca terjadinya bencana angin puting beliung.

    “Kita lakukan pemulihan terutama rumah warga agar bisa segera ditempati kembali,” ucap Sudarmadji. Selasa (30/09/2025).

    Sedangkan untuk fasilitas-fasilitas umum lainnya yang terdampak akan segera dilakukan assessment sebelum dilakukan pembenahan. “Untuk hari ini kita fokus pembenahan tempat tinggal,” imbuhnya.

    Sementara itu, Kapolres Tuban AKBP William Cornelis Tanasale, S.I.K., mengatakan bahwa personel Polres Tuban hari ini ikut hadir di tengah-tengah masyarakat.

    “Kami turut membantu membersihkan puing-puing dan ranting pohon yang berserakan di jalan hingga ada yang menimpa rumah warga,” tutur Kapolres Tuban.

    Dari hasil assesment sebanyak 28 rumah di Desa Tanjungrejo dan 9 rumah di Desa Mergosari mengalami kerusakan yang sebagian besar atapnya runtuh akibat di terjang angin, beruntung dalam kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.

    “Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, hanya kerugian materil,” pungkasnya. [dya/ian]

  • Ada Hari Libur Nasional Oktober 2025? Cek di Sini – Page 3

    Ada Hari Libur Nasional Oktober 2025? Cek di Sini – Page 3

    Meski tidak ada hari libur nasional, bulan Oktober 2025 tetap diwarnai oleh berbagai peringatan hari penting, baik nasional maupun internasional. Peringatan-peringatan ini memiliki makna historis dan budaya mendalam, namun tidak ditetapkan sebagai tanggal merah.

    Beberapa hari penting nasional yang diperingati pada Oktober 2025 meliputi Hari Kesaktian Pancasila pada 1 Oktober, Hari Batik Nasional pada 2 Oktober, Hari TNI pada 5 Oktober, serta Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober. Peringatan-peringatan ini menjadi momen reflektif bagi bangsa.

    Selain itu, terdapat juga peringatan hari penting internasional seperti Hari Kesehatan Mental Sedunia pada 10 Oktober dan Hari Pangan Sedunia pada 16 Oktober. Meskipun tidak libur, peringatan ini dapat menjadi pengingat akan isu-isu penting yang relevan bagi masyarakat global.

  • 6
                    
                        Sejumlah Santri Masih Terjebak di Reruntuhan Ponpes Al Khoziny Sidoarjo
                        Surabaya

    6 Sejumlah Santri Masih Terjebak di Reruntuhan Ponpes Al Khoziny Sidoarjo Surabaya

    Sejumlah Santri Masih Terjebak di Reruntuhan Ponpes Al Khoziny Sidoarjo
    Tim Redaksi
    SIDOARJO, KOMPAS.com
    – Sejumlah santri masih terjebak di dalam reruntuhan bangunan mushala Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny, Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur.
    Bangunan yang difungsikan sebagai mushala tiga lantai tersebut menimpa para santri saat sedang melakukan shalat ashar sekitar pukul 15.00 WIB pada Senin (29/9/2025).
    Akibatnya, sejumlah santri yang ada di lantai dasar terjebak di dalam reruntuhan bangunan dan hingga kini masih dalam proses evakuasi.
    Berdasarkan pantauan
    Kompas.com
    di lokasi, ribuan wali santri memenuhi Kampus 2 Al-Khoziny yang dijadikan sebagai posko. Mereka menantikan kabar anaknya yang masih belum diketahui keberadaannya.
    Selain itu, di dalam posko juga berdiri dapur darurat yang menyuplai makanan untuk keluarga maupun petugas dan dilengkapi dengan pos kesehatan.
    Kantor SAR Kelas A Surabaya mencatat, korban yang sudah terevakuasi sebanyak 102 orang. 11 di antaranya dievakuasi oleh petugas sementara lainnya mandiri.
    Seluruh korban dibawa ke Rumah Sakit Notopuro dan Rumah Sakit Siti Hajar. Namun, sebagian besar sudah dibawa kembali ke rumah.
    Sementara itu, korban yang dinyatakan meninggal dunia dilaporkan berjumlah tiga orang.
    Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya Nanang Sigit meyakini masih terdapat santri yang berada di dalam reruntuhan dengan kondisi hidup.
    “Kami meyakini bahwa masih ada yang bisa selamat. Dan yang terakhir ini justru kami masih bisa berkomunikasi ya,” kata Nanang kepada awak media, Selasa (30/9/2025).
    Pagi tadi, petugas masih bisa berkomunikasi dengan salah satu korban yang berada di dalam reruntuhan dan melakukan penanganan awal.
    “Ada satu yang masih bisa berkomunikasi kemudian kami suplai oksigen dan juga kami suplai minuman dan makanan,” ungkapnya.
    Hingga saat ini, petugas SAR gabungan juga masih melakukan evakuasi dengan penuh kehati-hatian. Dua alat berat disiagakan namun belum dipergunakan menyesuaikan kondisi.
    Penyebab pasti ambruknya bangunan tiga lantai ini juga belum diketahui. Sejak Senin malam, petugas Polri dan TNI juga berjaga di lokasi.
    Sementara itu, Nanang belum dapat memastikan semua jumlah korban yang terjebak. Data yang terhimpun cenderung fluktuatif.
    “Secara keseluruhan kami tidak bisa memastikan Tapi jika dari informasi dari pondok pesantren itu ada 140 kemudian dikurangi dengan 100 berarti masih ada sekitar 38 ya kalau enggak salah ya,” pungkasnya.
     
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Korban Mushola Ponpes Al Khoziny Buduran Sidoarjo Ambruk Bertambah, Tiga Santri Dilaporkan Meninggal

    Korban Mushola Ponpes Al Khoziny Buduran Sidoarjo Ambruk Bertambah, Tiga Santri Dilaporkan Meninggal

    Sidoarjo (beritajatim.com) – Jumlah korban dalam peristiwa ambruknya bangunan mushola di Lembaga Pesantren Al Khoziny Buduran, Sidoarjo terus bertambah. Data terbaru menyebutkan tiga santri meninggal dunia akibat musibah tersebut.

    Korban meninggal pertama diketahui atas nama Maulana Alfan Ibrahim (11), santri asal Surabaya, yang sempat dirawat di Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Hajar Sidoarjo. Menyusul kemudian, dua santri yang sebelumnya menjalani perawatan di RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo juga dikabarkan meninggal dunia, masing-masing bernama Mochammad Mashudulhaq, santri asal Kali Kendal Dukuhpakis, Surabaya, dan Muhammad Sholeh (22), santri asal Pandan, Bangka Belitung.

    Sementara itu, jumlah korban luka masih terus didata. Tercatat sekitar 49 santri dirawat di RSI Siti Hajar Sidoarjo, 38 korban sempat dirawat di RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo, dan 6 korban lainnya mendapat perawatan tim medis di RS Delta Surya Sidoarjo. Tim gabungan dari TNI, Polri, Basarnas, dan berbagai unsur relawan masih terus melakukan pencarian korban serta evakuasi puing-puing reruntuhan bangunan tiga lantai yang roboh.

    Pengasuh Pondok Pesantren Al Khoziny Buduran, KHR. Abdussalam Mujib, menyampaikan duka mendalam atas musibah yang menimpa para santri. Rois Syuriah NU Kabupaten Sidoarjo itu menjelaskan bahwa bangunan yang ambruk merupakan sebuah mushola yang masih dalam tahap akhir proses pembangunan, khususnya pada bagian pengecoran lantai atas.

    “Ambruknya bangunan itu diduga bangunan bawah yang dijadikan tempat ibadah dan lantai biasa dibuat kegiatan santri itu tidak kuat menahan beban bangunan sisi atas, cor untuk penutup atas bangunan,” terangnya, Selasa (30/9/2025). [isa/beq]

  • Pesawat T-50i baru milik TNI AU datang November tahun ini

    Pesawat T-50i baru milik TNI AU datang November tahun ini

    Jakarta (ANTARA) – Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau) Marsekal Pertama (Marsma) TNI I Nyoman Suadnyana memastikan pesawat tempur baru buatan Korea Selatan, T-50i akan datang pada November 2025.

    “Dua pesawat pertama direncanakan tiba pada November 2025, disusul pengiriman berikutnya,” kata I Nyoman dalam siaran pers resmi yang diterima di Jakarta, Selasa.

    Pembelian pesawat tempur itu dilakukan guna memperkuat kekuatan pertahanan udara TNI AU dalam menjaga kawasan udara Indonesia.

    I Nyoman mengatakan total ada enam pesawat tempur T-50i baru yang akan datang. Pesawat tersebut nantinya akan dipakai TNI AU sebagai pesawat latih tempur guna mengasah kemampuan para penerbang.

    Sebelumnya, pesawat dengan jenis yang sama juga telah dipakai TNI AU sebagai pesawat latih tempur. Pesawat T50i Golden Eagle yang sudah ada ditempatkan di Skuadron Udara 15 Tempur di Lanud Iswahjudi, Jawa Tengah.

    Saat I Nyoman ditanya ANTARA terkait penempatan pesawat T-50i yang baru ini, I Nyoman belum bisa menjelaskan dengan rinci.

    Sebelumnya, Wakil Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal Madya TNI Tedi Rizalihadi sempat meninjau enam unit pesawat T-50i di Korean Aerospace Industries (KAI), Sacheon, Korea Selatan, Senin (29/9).

    Dalam kunjungan tersebut, Tedi dan delegasi disambut Senior Executive Vice President KAI, Jae-Byoung Cha.

    Pihak KAI lalu memberikan penjelasan terkait program produksi enam unit pesawat T-50i beberapa fasilitas perawatan pesawat yang dimilik KAI.

    Pewarta: Walda Marison
    Editor: Tasrief Tarmizi
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Bupati Tulungagung Bantu Mediasi Warga dengan TNI AD Terkait Akses Listrik

    Bupati Tulungagung Bantu Mediasi Warga dengan TNI AD Terkait Akses Listrik

    Tulungagung (beritajatim.com) -Permasalahan kesulitan akses listrik yang dialami warga di kawasan eks Perkebunan Kaligentong Tulungagung menjadi perhatian Pemkab setempat. Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, menyatakan siap menjembatani warga dengan pihak Kodam V/Brawijaya terkait persoalan akses listrik.

    Hal ini dikarenakan sesuai keputusan Mahkamah Agung kawasan tersebut merupakan milik TNI AD. Selama ini, warga dari lima desa di kawasan bekas perkebunan tersebut mengeluh karena tidak bisa menikmati aliran listrik negara. Penyebabnya, permukiman mereka berdiri di atas tanah milik TNI AD.

    Gatut mengaku sudah berkunjung dan melihat kondisi langsung masyarakat yang tinggal di kawasan tersebut. Adapun desa yang termasuk dalam area perkebunan Kaligentong adalah Desa Rejosari dan Kalibatur di Kecamatan Kalidawir, Desa Kaligentong dan Panggungkalak di Kecamatan Pucanglaban, serta Desa Kersikan di Kecamatan Tanggunggunung.

    “Saya sudah berkunjung ke warga. Kondisi mereka memang sangat memprihatinkan,” ujarnya, Selasa (30/9/2025).

    Kesulitan warga untuk mengakses aliran listrik dikarenakan mereka tinggal di kawasan tanah milik TNI AD sehingga diperlukan rekomendasi khusus. Kawasan tersebut rencananya akan dibangun batalyon baru. Gatut sendiri berusaha membuka komunikasi dengan TNI AD, agar kebutuhan listrik masyarakat bisa segera terwujud.

    “TNI bagian dari rakyat, dan rakyat juga cinta dengan TNI. Kami hanya berharap ada solusi terbaik, sehingga rakyat hidup ayem, tenteram bersinergi dengan TNI dan Pemkab Tulungagung,” jelasnya.

    Selama ini, warga hanya bisa menikmati listrik secara terbatas dengan menyambung daya dari rumah kerabat yang jaraknya cukup jauh. Akibatnya, listrik hanya mampu menyalakan 3–4 lampu, tanpa bisa menghidupkan perangkat elektronik lain seperti televisi. Gatut juga menegaskan tetap menghormati keputusan Mahkamah Agung yang menetapkan bahwa bekas Perkebunan Kaligentong adalah milik TNI AD.

    “Tapi kita ini kan manusia. Kami ingin terjadi komunikasi yang baik, agar mereka juga diperhatikan, saya akan ke Jakarta lagi untuk mencari solusi masalah ini, termasuk berkomunikasi dengan anggota DPR RI dari Dapil V Jawa Timur,” pungkasnya. [nm/suf]

  • 3
                    
                        Dua Unit Pertama Pesawat Tempur T-50i Rencana Tiba November 2025
                        Nasional

    3 Dua Unit Pertama Pesawat Tempur T-50i Rencana Tiba November 2025 Nasional

    Dua Unit Pertama Pesawat Tempur T-50i Rencana Tiba November 2025
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Dua unit pertama pesawat tempur T-50i yang akan memperkuat TNI Angkatan Udara (AU) dijadwalkan tiba di Indonesia pada November 2025.
    Pesawat buatan Korea Aerospace Industries (KAI) itu merupakan bagian dari pengadaan enam unit yang akan dikirim secara bertahap.
    Wakil Kepala Staf Angkatan Udara (Wakasau) Marsekal Madya TNI Tedi Rizalihadi memimpin langsung
    commander inspection
    proses produksi pesawat tersebut di fasilitas KAI, Sacheon, Korea Selatan, pada Senin (29/9/2025).
    “Pengiriman enam unit pesawat tempur T-50i akan dilakukan secara bertahap. Dua pesawat pertama direncanakan tiba pada November 2025, disusul pengiriman berikutnya,” kata Kepala Dinas Penerangan Angkatan Udara (Kadispenau) Marsekal Pertama TNI I Nyoman Suadnyana dalam keterangannya, Selasa (30/9/2025).
    Penambahan kekuatan ini merupakan bagian dari program modernisasi alat peralatan pertahanan dan keamanan (alpalhankam) untuk meningkatkan kesiapan tempur TNI AU.
    Dalam kunjungan itu, Wakasau dan delegasi disambut Senior Executive Vice President KAI, Jae-Byoung Cha, yang memaparkan perkembangan program produksi enam unit T-50i.
    Delegasi kemudian meninjau secara langsung pesawat dan fasilitas produksi yang dimiliki KAI.
    “Kegiatan ini dilaksanakan untuk meninjau langsung perkembangan pengadaan enam unit pesawat T-50i yang nantinya akan memperkuat TNI Angkatan Udara,” ungkap Nyoman.
    Pengadaan pesawat T-50i ini merupakan bagian dari program modernisasi alpalhankam.
    TNI AU menargetkan kekuatan udara yang semakin tangguh dengan mengedepankan prinsip Adaptif, Modern, Profesional, Unggul, dan Humanis (AMPUH) seperti yang ditegaskan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI M Tonny Harjono.
    Adapun Kementerian Pertahanan (Kemenhan) menambah enam unit pesawat latih tempur jenis T-50i Golden Eagle dari Korea Selatan.
    Diberitakan
    Kompas.com
    pada 22 Juli 2021, penambahan tersebut merupakan kelanjutan kerja sama Indonesia dengan Korea Aerospace Industries (KAI).
    Penambahan keenam pesawat ini, lanjut Kemenhan, dilakukan dengan memperhatikan optimalisasi pemanfaatan komponen industri dalam negeri untuk mendukung strategi penguatan industri dalam negeri.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.