Kementrian Lembaga: Kemenkes

  • Riwayat Sakit Ray Sahetapy Sebelum Meninggal, Sempat Dirawat karena Stroke

    Riwayat Sakit Ray Sahetapy Sebelum Meninggal, Sempat Dirawat karena Stroke

    Jakarta

    Aktor senior Ray Sahetapy meninggal dunia. Kabar meninggalnya Ray Sahetapy ini pertama kali disampaikan melalui unggahan di akun Instagram anaknya, Surya Sahetapy.

    “Selamat jalan, Ayah! @raysahetapy. We always cherish the memories of our time with you. ❤️ Titip salam cinta dan kangen ke kak Gisca! 🤍,” tulis Surya Sahetapy di akun Instagramnya, Senin (1/4/2025).

    Sampai saat ini belum ada informasi lebih lanjut mengenai penyebab meninggalnya aktor berumur 68 tahun itu. Namun dia sempat dirawat di rumah sakit akibat stroke di tahun 2023.

    Saat itu, kondisi Ray Sahetapy disebut tidak bisa berdiri sendiri dan harus dibantu. Dia mengalami stroke akibat penyumbatan di pembuluh darahnya.

    “Terkena stroke, ada penyumbatan di pembuluh darah otaknya,” kata anaknya, Rama, saat mengisi Pagi Pagi Ambyar di Transmedia, Jakarta Selatan, Senin (7/8/2023).

    Stroke adalah penyakit pembuluh darah otak yang dapat menyebabkan kecacatan dan kematian. Stroke terjadi ketika aliran darah ke otak berkurang atau terganggu.

    Dikutip dari laman Kemenkes RI, hasil Riskesdas menunjukkan prevalensi stroke di Indonesia meningkat 56% dari 7 per 1000 penduduk pada tahun 2013, menjadi 10,9 per 1000 penduduk pada tahun 2018.

    Ada dua jenis utama stroke, yaitu stroke iskemik dan stroke hemoragik. Stroke iskemik disebabkan oleh penyumbatan pembuluh darah arteri atau vena. Sementara stroke hemoragik disebabkan oleh perdarahan.

    Untuk mencegah stroke berdampak buruk, ketahui gejala-gejala yang biasanya terjadi pada penderita. Gejala dan tanda stroke ingat SeGeRa Ke RS:

    Senyum tidak simetris (mencong ke satu sisi), tersedak, sulit menelan air minum secara tiba-tibaGerak separuh anggota tubuh melemah tiba-tibaBicaRa pelo/tiba-tiba tidak dapat bicara/tidak mengerti kata-kata/bicara tidak nyambungKebas atau baal, atau kesemutan separuh tubuhRabun, pandangan satu mata kabur, terjadi tiba-tibaSakit kepala hebat yang muncul tiba-tiba dan tidak pernah dirasakan sebelumnya, Gangguan fungsi keseimbangan, seperti terasa berputar, gerakan sulit dikoordinasi (tremor / gemetar, sempoyongan).

    (kna/kna)

  • Pemerintah Indonesia Kirim Personel USAR ke Myanmar

    Pemerintah Indonesia Kirim Personel USAR ke Myanmar

    Jakarta (beritajatim.com) – Pemerintah Indonesia mengirimkan Tim Urban Search and Rescue (USAR) ke Myanmar. Hal ini memyusul gempabumi yang mengguncang Myanmar dengan magnitudo 7,7 dan berdampak pada korban jiwa serta kerusakan infrastruktur pada Jumat (28/3/2025) lalu.

    “Kita bergerak atas permintaan negara Myanmar, dari Pemerintah Myanmar meminta bantuan melalui Kemenlu kemudian berkoordinasi,” kata Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto saat melepas Tim USAR di Lapangan Udara Halim Perdana Kusuma, Selasa (1/4/2025).

    Menurutnya, bantuan ini merupakan kebutuhan yang dibutuhkan Myanmar dan juga sebagai bentuk dukungan Indonesia kepada negara yang sedang dilanda bencana. Pengiriman bantuan ini juga telah disepakati dalam rapat tingkat menteri yang telah dilaksanakan satu hari setelah kejadian gempa dan dipimpin Menko PMK.

    “Hari minggu meskipun suasananya masih lebaran, langsung rakor di bawah pimpinan Menko PMK, rapat ini memutuskan pengiriman bantuan kepada masyarakat terdampak di Myanmar,” ujarnya.

    Pelepasan kali ini tidak hanya berisikan Tim USAR saja, namun juga perwakilan Kemenlu dan TNI total 73 personel. Untuk sementara waktu bertugas selama dua minggu dan bisa menyesuaikan jika masih dibutuhkan.

    Letjen TNI Suharyanto mengungkap, bantuan pada Myanmar ini merupakan salah satu yang terbesar. “Bantuan yang diberikan adalah yang terbesar, TNI mengerahkan kekuatan dan armada, Kemenkes menyiapkan 1 tim kesehatan lengkap dokter spesialis dan umum serta obat-obatan baik dari pemerintah atau swasta,” tuturnya.

    “Basarnas kemarin membawa tim gabungan TNI, Polri dan BNPB. Baznas dan beberapa organisasi kemasyarakatan turut membantu dan mendukung tim,” imbuh Suharyanto.

    Dengan bantuan yang diberikan, tujuannya meringankan penderitaan rakyat Myanmar yang terdampak bencana gempabumi. “Bantuan ini paling tidak, bentuk dukungan indonesia bisa berkontribusi kepada rakyat Myanmar,” pungkasnya.

    Pemerintah Indonesia kemarin dan dini hari tadi telah memberangkatkan Tim Aju dan sejumlah bantuan logistik dan peralatan ke Myanmar dengan menggunakan Hercules TNI AU.

    Adapun logistik peralatan yang telah dikirimkan kemarin (31/3) antara lain Bantuan BNPB berupa Biskuit Protein 1.300 pouch, Makanan Siap Saji 500 paket, Pakaian 100 pcs dan Selimut 600 pcs. Bantuan Kemenhan ialah Tenda Pengungsi 20 set, Sarong 1.000 pcs dan Mie Intans 100 dus. Kemudian Basarnas mengirimkan satu unit truk dan dua unit genset.

    Sementara itu bantuan logistik dan peralatan yang dikirimkan pada Selasa (1/4) dini hari juga menggunakan Hercules, berisikan Bantuan Basarnas berupa satu unit truk, 3 anjing K9 dan peralatan penyelamatan. Kemudian dari Kemenhan berupa Tenda Pengungsi 17 set serta tim Pengawal Satwa. [kun]

  • Indonesia Kirim 12 Ton Bantuan Logistik untuk Korban Gempa Myanmar

    Indonesia Kirim 12 Ton Bantuan Logistik untuk Korban Gempa Myanmar

    Bisnis.com, JAKARTA — Indonesia melalui Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI mengirim sebanyak 12 ton bantuan logistik bagi korban gempa bumi Myanmar, Senin (31/3/2025).

    Kemhan RI menyatakan bahwa pengiriman bantuan tersebut dilakukan dengan menggunakan pesawat Hercules TNI AU yang membawa personel dan bantuan logistik, Senin (31/3/2025).

    Tim Aju bantuan Indonesia yang berangkat berjumlah 39 orang, terdiri dari personel TNI, BNPB, Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Basarnas, Baznas, dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

    Tim Aju ini diberangkatkan menggunakan Pesawat Hercules C-130J-30 Super Hercules A-1342 yang memiliki kapasitas muatan logistik dan alat kelengkapan sebanyak 12 ton hingga 15 ton.

    Adapun bantuan logistik tersebut berasal dari TNI, Basarnas, Baznas, serta berbagai elemen pemerintah dan masyarakat. 

    Melansir laman resmi TNI, bantuan logistik yang dikirim meliputi 20 unit tenda serba guna, selimut, sarung, dan makanan siap saji dari Kementerian Pertahanan RI, bantuan logistik tambahan dari BNPB, serta satu unit truk dari Basarnas untuk operasional di lokasi.

    Pesawat Hercules diberangkatkan dari Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta, pada pukul 15.30 WIB, Senin (31/3/2025), dengan rute Halim Perdanakusuma, melalui Banda Aceh ke Naypyidaw, Myanmar.

    Setelah mengantar bantuan, pesawat Hercules akan langsung kembali ke Indonesia pada Selasa (1/4/2025) dengan rute Naypyidaw Myanmar, ke Banda Aceh, lalu menuju Halim Perdanakusuma, Jakarta.

    Adapun pengiriman bantuan ini sebagai bentuk komitmen Indonesia dalam membantu masyarakat yang terdampak gempa di Myanmar dan akan dilakukan dalam beberapa tahap pemberangkatan. 

    Seperti diketahui, gempa bumi berkekuatan 7,7 Skala Richter (SR) mengguncang Myanmar, Jumat (28/3/2025) dengan guncangan gempa terasa kuat hingga ke Bangkok, Thailand. Korban tewas sudah lebih dari 2.000 orang hingga Selasa (1/4/2025).

  • Kemenkes Thailand Belum Izinkan 6 RS Beroperasi, Dinilai Beresiko Tinggi bila Gempa Susulan Terjadi – Halaman all

    Kemenkes Thailand Belum Izinkan 6 RS Beroperasi, Dinilai Beresiko Tinggi bila Gempa Susulan Terjadi – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Kementerian Kesehatan Thailand masih enggan memberikan izin operasional terhadap 6 rumah sakit yang ditutup semenjak gempa besar terjadi pada tanggal 28 Maret 2025 lalu.

    Hal ini disebabkan masih tingginya resiko dari 6 bangunan rumah sakit tersebut, apabila gempa susulan terjadi.

    Kebijakan tersebut, disampaikan oleh Menteri Kesehatan Masyarakat Thailand, Somsak Thepsuthin, dalam jumpa pers pada Senin (31/3/2025).

    Dikutip dari Thairath, Somsak mengungkapkan, evaluasi pascagempa menunjukkan bahwa beberapa bangunan di area 6 rumah sakit yang ditutup dikategorikan beresiko tinggi.

    Adapun 6 rumah sakit yang dimaksud tersebut adalah:

    Rumah Sakit Thepparat Wetchachanukul, Provinsi Chiang Mai
    Rumah Sakit Phran Kratai, Provinsi Kamphaeng Phet
    Rumah Sakit Bang Mun Nak, Provinsi Phichit
    Rumah Sakit Wiset Chai Chan, Provinsi Ang Thong.
    Rumah Sakit Samut Sakhon
    Rumah Sakit Phra Yuen, Provinsi Khon Kaen

    Sementara itu Kementerian Kesehatan Thailand masih mengevaluasi kelayakan operasional di 2 rumah sakit di Bangkok yang juga terdampak yakni:

    Rumah Sakit Lerdsi
    Ditemukan kerusakan yang tidak memengaruhi struktur, kecuali bagian yang terhubung ke Gedung Kanchanaphisek yang masih tidak dapat digunakan.
    Rumah Sakit Rajavithi, Gedung Nawamintharathiraj
    Ditemukan kerusakan yang berpotensi memengaruhi struktur bangunan, sehingga gedung tidak digunakan dan 133 pasien dipindahkan ke rumah sakit terdekat. 

    Ia menegaskan, pemeriksaan detail harus dilakukan secara mendalam sebelum layanan dibuka untuk publik. 

    Guna mewujudkan hal tersebut, Somsak memerintahkan Pusat Operasi Darurat Medis untuk memantau terus situasi di 6 rumah sakit tersebut secara ketat dan mengirim tim untuk memantau bangunan serta mengevakuasi orang.

    Pada jumpa pers tersebut, Somsak juga berbicara mengenai kasus evakuasi warga dari beberapa gedung bertingkat di Bangkok.

    Ia menekankan bahwa keselamatan harus menjadi pertimbangan utama dalam proses evakuasi.

    Sebelumnya, Kementerian Kesehatan Masyarakat Thailand telah memberikan panduan evakuasi aman yang harus diikuti masyarakat. 

    Oleh karena itu, ia meminta masyarakat untuk mematuhinya secara ketat dan tidak terlalu khawatir karena dapat memicu stres dan gangguan kesehatan.

    Masyarakat diminta mengutamakan informasi dari lembaga pemerintah agar tidak mengalami masalah kesehatan mental.

    Jika ada yang merasa cemas atau mengalami gejala tidak biasa, mereka dapat menghubungi layanan hotline kesehatan mental yang beroperasi 24 jam nonstop di nomor 1323.

    Di jumpa pers tersebut, Somsak juga menekankan agar pusat operasi darurat medis dan kesehatan publik ikut memantau gedung bertingkat mana saja yang perlu dievaluasi jika skenario gempa kembali terjadi.

    Somsak pun meminta tim medis darurat untuk mengevaluasi jalur evakuasi semua gedung bertingkat tersebut guna mempersiapkan bantuan darurat bagi warga jika terjadi insiden

    Hal ini termasuk membantu menilai gejala mereka yang mungkin sakit atau terluka selama evakuasi.

    Somsak juga mengaku, pelayanan unit layanan Kementerian Kesehatan Masyarakat terus digalakkan di sejumlah tempat yang terdampak gempa.

    (Tribunnews.com/Bobby)

  • Bakal Ada 1.000 Rumah Subsidi untuk Wartawan, di Mana Lokasinya? – Page 3

    Bakal Ada 1.000 Rumah Subsidi untuk Wartawan, di Mana Lokasinya? – Page 3

    Pada kesempatan yang sama, Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menuturkan, pihaknya telah menerima total 1,362 juta data tenaga kesehatan yang terdiri dari 781.664 tenaga perawat, 542.805 data bidan, dan 38.056 tenaga kesehatan masyarakat lainnya dari Kemenkes.

    Data tersebut kemudian direkonsiliasikan dengan DTSEN, dengan hasilnya disampaikan kembali kepada Kemenkes yang akan digunakan oleh kementerian untuk dijadikan dasar bagi intervensi kebijakan untuk bantuan perumahan terhadap tenaga kesehatan.

    Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menuturkan, pihaknya telah mengerucutkan data tenaga kesehatan tersebut menjadi 30 ribu orang yang memenuhi persyaratan atau masuk sebagai kategori masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang belum memiliki rumah dengan penghasilan Rp7 juta untuk individu yang belum menikah dan Rp8 juta bagi yang sudah menikah.

    “Kami (Kemenkes) berterima kasih. Kenapa? Karena 30 ribu ini kalau dikalikan 80 meter persegi, ini mesti disiapkan 2,4 juta meter persegi tanah oleh pemerintah melalui Pak Presiden dan Pak Ara. Kalau dikalikan Rp160 juta (perkiraan harga satu unit rumah subsidi), itu ada Rp4,8 triliun disediakan (total nilai pembiayaan),” ujar Budi.

    Adapun 30 ribu unit rumah subsidi untuk tenaga kesehatan ini diharapkan dapat disalurkan seluruhnya pada 2025. Kementerian PKP memberikan target agar BP Tapera dan BTN menyiapkan 300 unit sebagai langkah awal untuk serah terima kunci yang dilakukan pada 28 April 2025.

    Penyediaan perumahan bagi tenaga kesehatan ditargetkan dapat tersebar di delapan titik, antara lain Aceh, Papua, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kalimantan Utara, Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Sumatera Utara.

  • dari Menkeu hingga Kepala Otorita IKN

    dari Menkeu hingga Kepala Otorita IKN

    loading…

    Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono menghadiri halalbihalal di kediaman Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri di Jalan Teuku Umar, Jakarta Pusat, Senin (31/3/2025). FOTO/ACHMAD AL FIQRI

    JAKARTA – Sejumlah menteri yang tergabung dalam Kabinet Merah Putih turut menghadiri halalbihalal di kediaman Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri di Jalan Teuku Umar, Jakarta Pusat, Senin (31/3/2025). Dari pantauan SindoNews, menteri yang hadir seperti Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani, hingga Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin.

    Terlihat, mereka kompak keluar dari kediaman Megawati sekitar pukul 12.30 WIB. Basuki mengaku turut menyantap sejumlah hidangan di kediaman Megawati.

    “Makan nasi padang terus apalagi tadi,” tutur Basuki saat hendak meninggalkan kediaman Megawati.

    Ia mengaku tak mengobrol hal yang berat dengan Megawati. Baginya, pertemuan itu sebatas silaturahmi. “Ya namanya silaturahmi dengan beliau. Ngobrol lebaran,” tutur Basuki.

    Selain Megawati, Basuki turut berbincang dengan putra Presiden Prabowo Subianto, Ragowo Hediprasetyo Djojohadikusumo atau dikenal sebagai Didit Hediprasetyo.

    “Ya saya cuma, Pak Didit, nanti kan habis lebaran Pak Presiden mau ke IKN. Tadi beliau pesan, kalau memang Pak Didit boleh ikut,” kata Basuki sambil menirukan percakapan dengan Didit.

    Sementara itu, Budi mengaku mendapat pesan dari Megawati. Ia berkata Megawati menitipkan pesan agar dibangun fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) di wilayah Indonesia Timur.

    “Beliau titip, banyak saudara-saudaranya yang kena stroke gitu. Jadi di (wilayah) timur tolong dikasih RS yang bagus. Saya lapor di Makassar sudah jadi,” kata Budi.

    Baca juga: Sekjen Gerindra Sebut Didit Anak Prabowo Nikmati Suasana Lebaran di Kediaman Megawati

    “Beliau pesan, jagain Pak Bas sama Bu Ani biar sehat selalu,” katanya.

    (abd)

  • Cara Mengatasi Darah Tinggi Karena Makan Daging Saat Lebaran

    Cara Mengatasi Darah Tinggi Karena Makan Daging Saat Lebaran

    Jakarta

    Saat Lebaran, detikers wajib selalu menjaga diri agar tidak kalap makan semua jenis olahan daging yang mengandung kolesterol tinggi. Terutama jika kalian memiliki riwayat darah tinggi, dengan risiko stroke dan gangguan jantung.

    Selain mengawasi porsi makan, detikers harus mengetahui cara kontrol dan mengatasi darah tinggi agar tidak mengganggu perayaan Idul Fitri. Cara ini meliputi pengaturan pola hidup dan konsumsi makanan.

    Hubungan Darah Tinggi dengan Makan Daging

    Dikutip dari situs Ayo Sehat Kemenkes, daging merah memiliki kandungan kolesterol yang cukup tinggi. Daging merah ini mencakup daging sapi, kambing, atau domba. Kolesterol jahat di dalamnya bisa menumpuk dalam tubuh, terutama pada pembuluh darah.

    Pembuluh darah ini bisa menyempit dan mengeras. Jika sudah terjadi demikian, jantung harus bekerja lebih ekstra dalam memompa darah karena pasokan darah ke seluruh tubuh yang berkurang.

    Hal inilah yang membuat tekanan darah menjadi tinggi atau hipertensi. Orang dikatakan hipertensi jika tekanan darahnya melebihi 140/90 mmHg.

    Pola Hidup untuk Mengatasi Darah Tinggi

    Cara mengatasi darah tinggi atau hipertensi bersumber dari penerapan pola hidup sehat setiap saat. Berikut gaya hidup untuk kontrol dan mengatasi gangguan hipertensi:

    Kurangi asupan garam, termasuk dalam masakan, penggunaan keju dan mentega, konsumsi makanan cepat saji, hingga makanan kemasan.Kurangi makanan tinggi lemak, seperti makanan yang digoreng, daging merah, santan, dll.Tingkatkan aktivitas fisik dengan rajin berolahraga.Tidur dengan waktu cukup dan hindari stres yang berlebihan.Kontrol berat badan, jangan sampai berlebihan.Jangan merokok dan minum alkohol.Konsumsi obat sesuai petunjuk dokter. Jangan dihentikan tanpa petunjuk dokter.Periksa tekanan darah secara berkala dan berkonsultasi dengan dokter jika tekanan darah belum terkendali.Makanan untuk Penderita Darah Tinggi

    Selain melalui pola hidup di atas, penderita darah tinggi juga sebaiknya mengonsumsi makanan tertentu. Dilansir dari Healthline, berikut 9 makanan untuk penderita darah tinggi:

    1. Ikan

    Ikan salmon dan ikan berlemak lainnya mengandung omega-3 yang sangat baik untuk jantung. Lemak pada ikan dapat membantu mengurangi tekanan darah dan menurunkan peradangan.

    2. Daging Tanpa Lemak

    Penderita hipertensi masih boleh makan daging, tapi hindari lemaknya. Kalian bisa makan dada ayam tanpa kulit, sirloin sapi, dan daging kalkun giling tanpa lemak.

    3. Buah Jeruk

    Jeruk kaya akan vitamin, mineral, dan senyawa tanaman, yang membantu menurunkan tekanan darah dan menjaga jantung tetap sehat. Jeruk ini juga termasuk lemon, jeruk bali, dan jeruk nipis.

    4. Sayuran Hijau

    Sayuran hijau baik dikonsumsi untuk penderita darah tinggi, terutama lobak swiss dan bayam. Sayuran hijau ini merupakan sumber kalium dan magnesium, yang mendukung tingkat tekanan darah yang optimal.

    5. Kacang-kacangan dan Biji-bijian

    Kacang-kacangan dan biji-bijian merupakan sumber serat dan arginin. Arginin adalah asam amino yang dibutuhkan untuk memproduksi oksida nitrat, senyawa penting untuk relaksasi pembuluh darah.

    Kacang-kacangan dan biji-bijian ini mencakup biji labu, biji rami, biji chia, pistachio, kenari, dan kacang almond.

    6. Buah Beri

    Buah beri merupakan sumber antioksidan, termasuk antosianin yang dapat meningkatkan kadar oksida nitrat dalam darah, sehingga dapat membantu menurunkan tingkat tekanan darah.

    Buah beri ini termasuk stroberi, rasberi, blueberry, chokeberry, anggur, dan cranberry. Buah ini bisa dimakan langsung atau dibuat jus.

    7. Wortel

    Wortel merupakan sayuran yang sering dimasukkan dalam berbagai masakan. Kandungannya memungkinkan tekanan darah tinggi bisa turun 10% untuk setiap 100 gram wortel yang dimakan setiap hari.

    8. Tomat

    Tomat kaya akan banyak nutrisi, termasuk kalium dan pigmen karotenoid likopen. Likopen dikaitkan dengan efek positif pada kesehatan jantung.

    9. Kentang

    Terakhir adalah kentang yang memiliki beberapa senyawa nabati yang dapat berguna dalam mengelola tingkat tekanan darah dan membantu menyehatkan jantung.

    Demikian cara mengatasi darah tinggi karena makan daging saat Lebaran. Pastikan untuk mengatur pola aktivitas dan pola makan yang sehat.

    (bai/row)

  • Pemerintah Diminta Perhatikan Industri Tembakau yang Jadi Sektor Padat Karya

    Pemerintah Diminta Perhatikan Industri Tembakau yang Jadi Sektor Padat Karya

    Jakarta

    Industri tembakau di dalam negeri menjadi salah satu sektor padat karya. Selain itu industri tembakau dan olahannya juga mampu menciptakan jutaan lapangan kerja bagi masyarakat.

    Karena itu dibutuhkan koordinasi antara kementerian dan lembaga yang terkait dengan industri tembakau seperti Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, dan Kementerian Ketenagakerjaan untuk memastikan kebijakan yang berimbang sebelum mengesahkan rancangan tersebut.

    Mengingat industri tembakau merupakan industri yang kompleks di Tanah Air dan melibatkan banyak tenaga kerja serta sektor lain yang saling berkaitan.

    Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia (UI), Prof. Hikmahanto Juwana mengungkapkan pemerintah juga diminta untuk menjaga kedaulatan dan kebebasan dalam membuat kebijakan yang sesuai dengan kondisi lokal.

    Keputusan Amerika Serikat (AS) keluar dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menjadi topik hangat, diikuti oleh beberapa negara yang mengikuti jejak AS untuk melepas afiliasinya dari WHO. Keluarnya AS sebagai pemberi dana terbesar menimbulkan berbagai pertanyaan baru terkait kebijakan yang dibentuk melalui WHO, salah satunya Framework Convention on Tobacco Control (FCTC).

    Aturan global tersebut telah menjadi landasan dari wacana penyeragaman kemasan rokok tanpa identitas merek yang diinisiasi oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dalam Rancangan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) di Indonesia. Dengan adanya keputusan berbagai negara keluar dari WHO, muncul spekulasi dan pertanyaan mengenai kredibilitas kebijakan WHO untuk tetap dijalankan di negara-negara lain.

    Hikmahanto menjelaskan bahwa FCTC berprinsip untuk mengatur negara produsen tembakau di seluruh dunia agar tunduk terhadap batasan-batasan penggunaan tembakau. Mirisnya, perjanjian FCTC ini diinisiasi oleh negara-negara non-produsen tembakau yang disinyalir menunggangi isu kesehatan untuk mematikan industri strategis di negara seperti di Indonesia.

    “Bila dicermati, intervensi saat ini dilakukan melalui perjanjian internasional yang apabila sudah ikut, maka negara tersebut memiliki kewajiban untuk mentransformasikan ikatan perjanjian internasional ke dalam hukum nasional,” tuturnya.

    Hikmahanto berpendapat bahwa FCTC seharusnya menjadi tidak relevan lagi setelah keluarnya AS dari WHO. Ini menunjukkan bahwa WHO tidak seharusnya menjadi otoritas tertinggi bagi negara-negara yang tergabung untuk menjalankan kebijakannya. Dalam hal ini, AS telah mengambil keputusan yang tepat untuk menjaga kedaulatan negaranya.

    Terkait penerapan aturan di Indonesia yang mengadopsi FCTC, Hikmahanto menjelaskan bahwa pemerintah perlu berhati-hati. Indonesia adalah produsen tembakau dengan mata rantai yang besar, di mana industri tembakau menyerap tenaga kerja dalam jumlah signifikan dan berkontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

    Selain itu, demi menjaga kedaulatan negara seperti halnya AS, pemerintah harus secara tegas menegakkan kedaulatan dari ancaman intervensi asing, sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. “Pemerintah harus hati-hati dalam menerapkan FCTC di Indonesia, terutama karena negara ini tidak meratifikasi aturan global tersebut. Pemerintah juga harus mempertimbangkan kondisi nasional sehingga kebijakan ini menjadi tidak tepat bila diterapkan. Di sinilah pemerintah harus memiliki kebebasan dan kedaulatan negara harus ditegakkan,” tegasnya.

    Rancangan Permenkes pun bisa menjadi ancaman nyata untuk keberlangsungan sektor tembakau, salah satu sektor padat karya yang menjadi perhatian Presiden Prabowo Subianto. Dalam rapat terbatas bersama menteri-menteri Kabinet Merah Putih di Hambalang, Kabupaten Bogor, Presiden Prabowo meminta untuk menganalisa proyek-proyek yang menciptakan lapangan pekerjaan, seperti industri padat karya.

    Penciptaan lapangan kerja menjadi proyek prioritas yang terus didorong oleh pemerintahan Presiden Prabowo. Industri tembakau dan olahannya diketahui telah membuka jutaan lapangan kerja bagi masyarakat. Namun, keberlangsungannya semakin terancam dengan munculnya inisiatif kebijakan yang tidak mendukung sektor tersebut.

    (kil/kil)

  • Menkes Budi Gunadi Pantau Arus Mudik di Bandara Soetta, Pastikan Pemudik Bisa Cek Kesehatan – Page 3

    Menkes Budi Gunadi Pantau Arus Mudik di Bandara Soetta, Pastikan Pemudik Bisa Cek Kesehatan – Page 3

    Liputan6.com, Jakarta – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mantau arus mudik Lebaran di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), bersama Menteri PMK, Menteri Perhubungan, dan Kapolri, Sabtu (29/3/2025).

    Dalam kesempatan tersebut, Budi Gunadi sempat berbincang dengan salah satu calon penumpang yang menggunakan kursi roda lantaran tengah sakit.

    “Saat ini di setiap bandara, pelabuhan, dan terminal ada cek kesehatan gratis hadiah dari Bapak Presiden enggak perlu ulang tahun, bisa cek tekanan darah, gula darah, dan lain sebagainya,” katanya.

    Dia juga mengungkapkan, berdasarkan data yang diterima, terdapat 2 kelompok kesehatan yang paling banyak dialami pemudik, yakni penyebab virus atau bakteri.

    “Gangguan kesehatannya misal, sakit perut, diare, batuk, pilek itu disebabkan bakteri dan virus masuk ke tubuh kita baik saat makan dan bernafas,” ujarnya.

    Untuk itu, Menkes Budi meminta para pemudik untuk bisa menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat saat perjalanan mudik, seperti mencuci tangan sebelum makan, mengenakan masker ketika sedang flu, dan sebagainya.

    Sementara, untuk kelompok kedua, yakni pemudik yang kerap mengalami pegal-pegal dan sakit kepala di perjalanan. Penyebabnya karena biasanya dari penyakit metabolik seperti darah tinggi dan gula darah tinggi.

    “Makanya, harus sstirahat yang cukup dan silahkan mendatangi tempat pemeriksaan kesehatan karena gratis,” jelasnya.

     

  • Menkes: Sopir Bus Mudik yang Konsumsi Narkoba Bakal Langsung Ditindak – Halaman all

    Menkes: Sopir Bus Mudik yang Konsumsi Narkoba Bakal Langsung Ditindak – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan pihaknya akan menindak langsung jika mendapati sopir bus yang mengonsumsi narkoba. 

    Hal ini disampaikan saat ia meninjau Terminal Pulo Gebang, Jakarta Timur, pada H-2 Lebaran atau Sabtu (29/3/2025).

    “Kalau misalnya ada pengemudi yang mengkonsumsi narkoba, jadi bisa segera kita tindak lanjuti,” ujarnya. 

    Lebih lanjut, Menkes Budi menekankan pentingnya aspek keselamatan, kenyamanan, keamanan, dan kesehatan dalam perjalanan mudik. 

    Ia menyoroti kecelakaan dalam perjalanan menggunakan bus kerap menyebabkan banyak korban meninggal atau cacat, yang sebagian besar bergantung pada kondisi pengemudi.

    “Tadi pak Kapolri mengecek, bantu sosialisasikan pengemudi setiap 4-5 jam harus beristirahat 15-30 menit kalau tidak, fatigue, mudah kehilangan konsentrasi,” katanya. 

    Ia juga menambahkan pengemudi harus dalam kondisi sehat, termasuk memiliki tekanan darah yang stabil. Oleh karena itu, telah disediakan posko pengecekan kesehatan gratis bagi para pengemudi.

    Dalam proses peninjauan kali ini, Budi turut didampingi Menko PMK Pratikno, Menteri Perhubungan Dudy Purwaghandi, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.