Kementrian Lembaga: Kemdikbud

  • Belanda Kembalikan Fosil Koleksi Dubois kepada Indonesia
                
                    
                        
                            Nasional
                        
                        28 September 2025

    Belanda Kembalikan Fosil Koleksi Dubois kepada Indonesia Nasional 28 September 2025

    Belanda Kembalikan Fosil Koleksi Dubois kepada Indonesia
    Editor
    KOMPAS.com
    – Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon secara resmi menerima dokumen pengembalian koleksi fosil temuan ahli paleoantropologi Eugene Dubois dari pemerintah Belanda.
    Prosesi serah terima dilaksanakan di Museum Naturalis, Leiden, Belanda.
    Menurut keterangan resmi Museum Naturalis, Koleksi Dubois terdiri atas sekitar 28.000 fosil yang ditemukan di Pulau Jawa dan Sumatera.
    Koleksi ini mencakup fosil Homo erectus (dahulu disebut Pithecanthropus erectus) yang ditemukan Dubois pada 1891–1892 di Trinil, wilayah yang kini termasuk Kabupaten Ngawi, Jawa Timur.
    Menurut siaran pers pemerintah pada Sabtu, pengembalian fosil koleksi Dubois kepada pemerintah Indonesia berlangsung bertepatan dengan kunjungan kerja Presiden RI Prabowo Subianto ke Belanda.
    Fadli Zon mengatakan, pengembalian koleksi fosil yang menjadi rujukan penting dalam studi evolusi manusia menegaskan posisi Indonesia sebagai salah satu peradaban tertua di dunia.
    “Hari ini kita menutup jurang sejarah dan memulihkan martabat pengetahuan yang lahir dari Trinil,” kata Fadli, seperti dilansir dari Antara, Minggu (29/9/2025).
    “Kepulangan Koleksi Dubois adalah bukti bahwa diplomasi budaya Indonesia bekerja, kepemilikan sah NKRI diakui, dan akses riset dunia tetap terjaga,” tambah dia.
    Fadli mengatakan, pengembalian koleksi Dubois ke Indonesia merupakan hasil kerja panjang Tim Repatriasi Kementerian Kebudayaan, yang sejak awal 2025 melakukan riset asal-usul dan perundingan intensif dengan Colonial Collections Committee (CCC) Belanda.
    Menteri Pendidikan, Kebudayaan, dan Ilmu Pengetahuan Belanda Gouke Moes menyampaikan bahwa pengembalian koleksi fosil ke Indonesia merupakan wujud komitmen pemerintah Belanda dalam melaksanakan repatriasi koleksi kolonial secara bertanggung jawab.
    Kementerian Kebudayaan RI telah menyusun rencana teknis pemindahan koleksi fosil, yang sudah disepakati oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, dan Ilmu Pengetahuan Belanda.
    Kedua kementerian menyepakati pembentukan tim gabungan untuk mengamankan tahapan pemulangan koleksi fosil serta meningkatkan kerja sama riset, inventarisasi, konservasi, publikasi ilmiah, pameran, digitalisasi, dan peningkatan kapasitas peneliti maupun pengelola koleksi.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Belanda Bakal Kembalikan Koleksi Fosil Era Kolonial ke Indonesia

    Belanda Bakal Kembalikan Koleksi Fosil Era Kolonial ke Indonesia

    Bisnis.com, JAKARTA – Belanda akan mengembalikan koleksi fosil era kolonial ke Indonesia, berdasarkan kesimpulan komite penasihat independen bahwa fosil-fosil tersebut diperoleh secara tidak sah pada era kolonial.

    Keputusan pengembalian ini diresmikan dalam surat Menteri Pendidikan, Kebudayaan, dan Ilmu Pengetahuan Belanda Gouke Moes yang ditujukan kepada Menteri Kebudayaan Republik Indonesia (RI) Fadli Zon.

    Koleksi yang digali di Indonesia pada akhir abad ke-19 itu kini dikelola oleh Pusat Keanekaragaman Hayati Naturalis di Leiden, Belanda. Koleksi ini mencakup sebuah tengkorak, sebuah gigi geraham, dan sebuah tulang paha yang berkaitan dengan Homo erectus, spesies penting dalam rantai evolusi manusia.

    “Saran komite itu didasarkan pada penelitian yang ekstensif dan cermat,” ujar Moes dalam sebuah pernyataan.

    “Kami akan bekerja sama dengan Pusat Keanekaragaman Hayati Naturalis dan mitra-mitra di Indonesia dengan perhatian yang sama untuk mengatur pengembalian ini secara baik,” katanya.

    Komisi Koleksi Kolonial yang independen menyarankan restitusi tanpa syarat setelah penyelidikannya menyimpulkan bahwa koleksi tersebut tidak pernah secara sah menjadi milik Belanda.

    Komisi itu menemukan bahwa situasi pengambilan secara masuk akal menunjukkan fosil-fosil tersebut diambil bertentangan dengan kehendak penduduk setempat yang bagi mereka fosil-fosil tersebut memiliki makna spiritual dan ekonomi. Komisi itu juga menemukan bahwa aksi pemaksaan digunakan untuk mengidentifikasi lokasi penggalian.

    “Saran yang menyeluruh ini memberikan wawasan hukum baru, yang menjadikan restitusi sebagai pilihan yang tepat,” kata Marcel Beukeboom, direktur umum Pusat Keanekaragaman Hayati Naturalis.

  • Mendiktisaintek Harap Kampus Lebih Berperan Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi, Ini Alasannya

    Mendiktisaintek Harap Kampus Lebih Berperan Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi, Ini Alasannya

    Bisnis.com, SURABAYA — Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mengajak segenap unsur di perguruan tinggi untuk dapat menginspirasi munculnya medium-medium industri baru, yang berperan besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah hingga pendapatan perkapita negara.

    Menurut Brian, ruang-ruang kampus yang diisi oleh segenap akademisi merupakan harapan bagi banyak orang untuk dapat membangkitkan pertumbuhan ekonomi. Dia pun mengajak supaya segenap penelitian dan pengembangan dapat bersinergi atau linear dengan kebutuhan industri.

    “Jadi, kalau kita lihat bahwa saya lihat di pusat-pusat pertumbuhan ekonomi dunia, selalu ada universitas di belakangnya, selalu ada perguruan tinggi yang menjadi lembaga think tank. Kampus harus memiliki ruangan yang luas untuk riset yang kuat. Kampus perlu lebih berinteraksi dengan industri yang ada karena kalau akademisi-akademisi di kampus tidak mau kerja, kan maka tidak akan ada lagi yang bisa,” ucap Brian dalam kunjungannya di Surabaya, Jumat (26/9/2025).

    Guru Besar Institut Teknologi Bandung (ITB) tersebut juga telah menerima instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto, untuk dapat menjadikan kampus menjadi lokomotif kebangkitan ekonomi tanah air. Kampus, sebut Brian, dapat memilih bidang-bidang industri yang menjadi kekuatan mereka masing-masing. 

    “Silakan, kita pilih bisa masuk ke sektor mana. Pertanian, ketahanan pangan, bisa masuk ke sektor kesehatan, bisa masuk ke industri elektronika, industri kedokteran, dan lain-lain. Semua itu sangat dinantikan oleh 300 juta penduduk Indonesia,” ucapnya.

    Selain itu, Brian pun mengajak kepada segenap akademisi untuk dapat bekerja lebih keras lagi untuk dapat mewujudkan kemandirian ekonomi dari Indonesia. Dia pun mencontohkan kriteria dari negara adalah memperoleh pendapatan per kapita sebesar US$15.000 per tahun.

    “Kita berkompetisi dengan bangsa-bangsa luar negeri yang lain. Singapura pendapatan per kapita sudah US$80.000, Malaysia sudah US$12.000, sementara kita [Indonesia] masih US$5.400. Jadi, kalau kemarin kita bekerja, sekarang kerja kita harus tiga kali lipat. Effort kita harus terus-menerus mengejar ini karena memang harapan 300 juta itu sangat besar di dunia pendidikan,” tegas Brian. 

    Dirinya pun membayangkan, 10 hingga 15 tahun ke depan bakal muncul industri-industri yang berbasis temuan-temuan riset dari para akademisi yang berasal dari perguruan tinggi. Dia optimistis, lahirnya industri anak negeri di masa depan dapat mewujudkan kemandirian bangsa serta berperan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

    “Memang ini tidak mudah. Ini bukan jalan yang gampang. Kita juga masih lihat dana penelitian kita terbatas, pendapatan kita juga belum maksimal. Karena ini sulit karena ini hal yang tidak mudah, saya serahkan kepada orang-orang terbaik di negeri ini. Kita pasti bisa. Indonesia jangan mau ketinggalan,” pungkasnya.

  • Mendiktisaintek Ikut Ultra Marathon Jakarta-Bandung, Begini Persiapannya

    Mendiktisaintek Ikut Ultra Marathon Jakarta-Bandung, Begini Persiapannya

    Jakarta

    Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mengikuti ajang wondr ITB Ultra Marathon 2025 yang menempuh jarak total 180 km dari Jakarta-Bandung. Sebagai alumni dan Guru Besar ITB, ia mengikuti kategori relay 16 dengan jarak yang ia tempuh sekitar 11 km.

    Perlombaan dimulai dari Grha BNI Jakarta Pusat dan finish di kampus Institut Teknologi Bandung (ITB). Berkaitan dengan keikutsertaannya dalam lomba ini, Brian Yuliarto menuturkan tidak ada persiapan khusus.

    Namun, di tengah kesibukannya ia mencoba untuk tetap menjaga rutinitas olahraga lari setidaknya sekali dalam seminggu.

    “Saya sendiri sejak tahun 2017 selalu ikut, jadi untuk larinya karena sekarang cukup sibuk, agak ngeri-ngeri juga kuat apa nggak, apalagi sekarang malam. Tapi saya sudah coba setiap minggu lari, semoga kuat sampai etape satu ini,” kata Brian Yuliarto ketika ditemui awak media sebelum dirinya memulai start, di Grha BNI, Jumat (26/9/2025).

    Ia menambahkan tidak ada strategi khusus yang ia lakukan dalam perlombaan ini. Terpenting baginya adalah menjaga keselamatan dan kesehatan selama perjalanan, agar bisa finish dengan aman.

    “Ini banyak yang ikut, jadi kami berharap juga, acara ini bisa tetap koridor kesehatan dan keselamatan nomor satu, karena bagaimanapun alumni perguruan tinggi, tentu adalah aset bangsa juga. Jangan sangking semangatnya, lupa terhadap keselamatan dan kesehatan,” ungkapnya.

    Acara wondr ITB Ultra Marathon 2025 merupakan edisi terbaru dari acara ITB Ultra Marathon yang sudah dihelat sejak 2017. Ajang ini menjadi reuni akbar bagi alumni ITB serta mengusung tema sosial melalui penggalangan Dana Lestari ITB.

    Dana Lestari merupakan bentuk investasi jangka panjang untuk mendukung pengembangan ITB serta mahasiswa yang belajar di perguruan tinggi tersebut.

    “Banyak sekali kemudian alumni memberikan donasi-donasi, baik nantinya untuk beasiswa, mahasiswa-mahasiswa yang tidak mampu di ITB, ataupun untuk program-program lainnya, untuk penelitian, untuk pengembangan fasilitas di kampus,” katanya.

    “Jadi kami berharap acara ini tidak hanya tentunya meningkatkan kesehatan alumni, tetapi juga lebih dari itu, awareness terhadap pendidikan tinggi itu diharapkan meningkat,” tandas Brian Yuliarto.

    (avk/kna)

  • Pramono Anung Flag Off wondr ITB Ultra Marathon 2025, Rutenya Jakarta-Bandung

    Pramono Anung Flag Off wondr ITB Ultra Marathon 2025, Rutenya Jakarta-Bandung

    Jakarta

    Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung melakukan flag off di perhelatan wondr ITB Ultra Marathon 2025 di Grha BNI, Jakarta Pusat, pada Jumat (26/9/2025) malam. Peserta yang turut hadir tampak begitu antusias mengikuti perlombaan dengan total jarak sekitar 180 km dari Jakarta-Bandung ini.

    Berdasarkan pemantauan detikcom pada pukul 21.00 WIB, peserta terlihat begitu antusias mengikuti perlombaan. Pada saat flag off, Pramono didampingi oleh Rektor Institut Teknologi Bandung Tatacipta Dirgantara, dan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto, pihak sponsor, serta pimpinan panitia.

    Dirgantara menuturkan event ini bukan hanya perlombaan lari, tapi juga menjadi ajang pertemuan alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) serta pengumpulan sumbangan Dana Lestari.

    “Ini adalah event yang luar biasa dan harapannya dengan acara ini kita akan semakin guyub, semakin banyak ide-ide yang bisa dikerjakan bersama. Sampai malam ini terkumpul lebih dari Rp 950 juta rupiah untuk Dana Lestari dari 550-an donatur,” kata Dirgantara ketika membuka perlombaan, Jumat (26/9/2025).

    Ketua Panitia Pelaksana wondr ITB Ultra Marathon 2025, Aleks Suhanto mengungkapkan pihaknya akan terus memastikan keamanan pelari yang turut serta. Pihaknya telah menyiapkan tim medis, ambulans, hingga fisioterapis bagi yang membutuhkan.

    Aleks berharap acara berjalan lancar hingga selesai dan para pelari bisa menyelesaikan lomba dengan aman.

    “Nggak muluk-muluk (target pesertanya), event terakhir itu itu 3.500 pelari, tahun ini target 3.600 pelari. Alhamdulillah ternyata malah melebihi target sanking antusiasnya karena kategorinya bukan cuma alumni, tapi umum juga. Tercapai 3.775 pelari total, kami sangat bahagia sekali,” kata Aleks ketika berbincang dengan detikcom.

    wondr ITB Ultra Marathon 2025 dengan tema ‘Run for Stronger Unity in Diversity’ digelar selama 26-28 September 2025 dengan melibatkan total lebih dari 5 ribu peserta. Ini terdiri dari 3.775 pelari ultra-marathon 180 km dan 1.550 peserta fun run.

    Acara ini menjadi tradisi tahunan yang mempertemukan alumni ITB serta komunitas pelari dari seluruh Indonesia. Pada tahun ini, wondr ITB Ultra Marathon 2025 juga menegaskan komitmen dalam memperkuat Dana Lestari ITB, pilar berkelanjutan pendidikan tinggi, riset, dan kontribusi ITB bagi Indonesia.

    Ajang wondr ITB Ultra Marathon 2025 dibagi menjadi beberapa kategori. Ini meliputi individu 180K, relay 2 dengan jarak 90K, relay 4 dengan jarak 45K, relay 8 dengan jarak 22K, dan relay 16 dengan jarak 11K. Cut off time untuk kompetisi ini 38 jam berakhir pada Minggu, 28 September 2025 dengan garis finish di kampus ITB.

    wondr ITB Ultra Marathon 2025 bakal memberikan hadiah total lebih dari Rp 300 juta untuk peserta yang berhasil naik podium utama.

    (avk/kna)

  • Mendiktisaintek Jawab Isu Pencabutan Beasiswa LPDP Mahasiswa New York yang Aktif Aksi Kamisan

    Mendiktisaintek Jawab Isu Pencabutan Beasiswa LPDP Mahasiswa New York yang Aktif Aksi Kamisan

    Bisnis.com, SURABAYA – Mahasiswa yang aktif dalam gelaran Aksi Kamisan yang dilaksanakan di New York, Amerika Serikat, disebut-sebut menerima ancaman pencabutan beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

    Melansir dari unggahan akun media sosial X @barengwarga, pergerakan serta aktivitas dari para mahasiswa diaspora yang aktif dalam gerakan Aksi Kamisan New York City tersebut juga telah diawasi dengan ketat dan dilakukan secara diam-diam.

    Merespons ihwal tersebut, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendikti Saintek), Brian Yuliarto mengaku bahwa dirinya belum menerima informasi mengenai isu ancaman pencabutan beasiswa LPDP terhadap mahasiswa Indonesia yang aktif dalam Aksi Kamisan New York City tersebut.

    Guru Besar Institut Teknologi Bandung (ITB) tersebut pun menyebut akan memeriksa secara detail mengenai informasi dalam unggahan yang viral di media sosial tersebut, yang hingga pukul 16.25 WIB telah dilihat oleh sebanyak 622 ribu warganet X.

    “Oh, saya belum dapat informasi [mengenai isu ancaman pencabutan beasiswa mahasiswa Indonesia yang aktif dalam Aksi Kamisan New York City] ya, nanti saya cek seperti apa, oke,” ungkap Brian seusai meresmikan tujuh gedung Universitas Airlangga di Gedung Manajemen Kampus C UNAIR, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (25/9/2025).

    Berdasarkan pantauan Bisnis terhadap akun media sosial Instagram Aksi Kamisan New York City, @aksikamisannyc, aksi terakhir yang digelar adalah aksi Kamisan edisi ke-17 di American Museum of Natural History, Manhattan, dengan topik “Fasisme dan Rasisme dalam Pengaburan Sejarah Pemerkosaan Massal Mei 98”. Tertera dalam keterangan unggahan media sosial tersebut, acara itu digelar pada Kamis (19/6/2025) silam.

    Sebagai informasi, Aksi Kamisan pertama kali diadakan pada Kamis, 18 Januari 2007 silam, dengan nama Aksi Diam.

    Aksi Kamisan biasa diadakan setiap Kamis pukul 16.00 WIB. Selama satu jam, peserta akan berdiri mengheningkan cipta di depan Istana Kepresidenan, dengan mengenakan pakaian serba hitam dan membawa payung hitam. Peserta Aksi Kamisan akan memperingati para korban pembunuhan besar-besaran pada 1965-1966, serta penculikan pada 1998 di Indonesia. Aksi ini dipelopori oleh Katarina Sumarsih dan Suciwati, serta Jaringan Solidaritas Korban untuk Keadilan (JSKK).

    Adapun Sumarsih adalah ibu dari Bernardus Realino Norma Irmawan atau Wawan yang meninggal usai ditembak aparat saat Tragedi Semanggi I pada 13 November 1998. Sementara Suciwati adalah istri Munir Said Thalib, seorang pejuang HAM yang dibunuh dalam penerbangan saat hendak menempuh studi ke Belanda. 

    Aksi Kamisan yang rutin diselenggarakan di depan Istana Negara ini terinspirasi dari aksi damai sekelompok ibu di pusat kota Buenos Aires, Argentina yang tergabung dalam Asociacion Madres de Plaza de Mayo. Di sana, mereka menuntut tanggung jawab negara atas pembunuhan dan penghilangan paksa anak-anak oleh Junta Militer Argentina pada 1977.

    Dalam Aksi Kamisan, biasanya para demonstran menggunakan atribut serba hitam yakni kaos dan payung. Warna hitam dipilih sebagai lambang keteguhan duka cita mereka yang berubah menjadi cinta kasih kepada korban dan sesama. Payung merupakan lambang perlindungan dan Istana Presiden sebagai lambang kekuasaan.

  • Mengerikan! Guru Prancis Ditikam Siswa di Kelas

    Mengerikan! Guru Prancis Ditikam Siswa di Kelas

    Jakarta

    Mengerikan! Seorang guru musik ditikam di wajahnya oleh seorang siswa saat pelajaran berlangsung di sebuah sekolah menengah di timur laut Prancis. Kepolisian telah menangkap tersangka, seorang anak laki-laki berusia 14 tahun atas aksi penikaman itu.

    Media-media lokal melaporkan bahwa guru tersebut dibawa ke rumah sakit. Tidak disebutkan lebih lanjut mengenai kondisinya.

    Dilansir kantor berita Reuters dan Al Arabiya, Rabu (24/9/2025), tersangka ditangkap segera setelah serangan, setelah awalnya melarikan diri dari tempat kejadian, lapor outlet berita lokal Dernieres Nouvelles d’Alsace. Tersangka menikam dirinya sendiri saat penangkapan dan juga telah dibawa ke rumah sakit daerah, lapor media Prancis lainnya, BFM.

    Keamanan di sekolah-sekolah Prancis telah menjadi subjek perdebatan sengit dalam beberapa tahun terakhir. Pada bulan Juni lalu, Perdana Menteri Prancis saat itu, Francois Bayrou, mengatakan pemerintah akan menguji penambahan gerbang keamanan di sekolah-sekolah setelah seorang asisten sekolah ditikam saat penggeledahan tas.

    Sebelumnya pada tahun 2020, pembunuhan guru Samuel Paty setelah ia menunjukkan karikatur Nabi Muhammad kepada murid-muridnya di kelas tentang kebebasan berbicara, telah memicu kegemparan politik.

    Elisabeth Borne, Menteri Pendidikan Prancis, menuliskan dalam sebuah unggahan di media sosial X pada hari Rabu (24/9), bahwa unit tanggap darurat telah diaktifkan untuk membantu para siswa dan staf. Dia mengatakan bahwa dirinya akan segera mengunjungi lokasi kejadian.

    Jacky Wolforth, Wali Kota Benfeld, tempat serangan itu terjadi, mengatakan bahwa seluruh siswa dan guru sekolah tersebut telah dievakuasi.

    Lihat juga Video: Pengungsi Ukraina Tewas Ditikam di Kereta AS

    (ita/ita)

  • Wamen Stella: Pemangkasan Kuota Beasiswa LPDP Bukan Pengurangan, tapi Strategi Prioritas – Page 3

    Wamen Stella: Pemangkasan Kuota Beasiswa LPDP Bukan Pengurangan, tapi Strategi Prioritas – Page 3

    Liputan6.com, Jakarta – Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Stella Christie, menanggapi kebijakan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) yang memangkas kuota penerima beasiswa untuk periode 2025 dan 2026.

    Stella menegaskan, langkah tersebut bukan semata pengurangan, melainkan bagian dari strategi pemerintah dalam menyesuaikan kebutuhan prioritas pembangunan nasional.

    “Anggaran selalu terbatas dan kebijakan untuk LPDP ini sebenarnya itu adalah untuk menstrategiskan apa yang paling dibutuhkan negara. Jadi bukan hanya pembatasan secara absolut angka, tetapi pembatasan dengan tujuan untuk menstrategiskan,” kata Stella saat ditemui di Menara Kadin, Jakarta, Rabu (24/9/2025).

    Ia menjelaskan, salah satu fokus utama pemerintah adalah memperkuat bidang STEM (Science, Technology, Engineering, dan Mathematics). 

    Dia menuturkan, arahan Presiden menekankan pentingnya memperbanyak sumber daya manusia di bidang tersebut untuk mendukung daya saing Indonesia ke depan.

    “Jadi, bidang-bidang apa yang perlu distrategiskan. Misalnya bidang STEM. Ini arahan Bapak Presiden, bidang STEM perlu kita strategiskan, perlu kita perbanyak,” ujarnya.

    Dengan demikian, kuota penerima beasiswa LPDP akan lebih diarahkan pada bidang-bidang prioritas yang dianggap krusial bagi pembangunan nasional, tanpa mengurangi komitmen pemerintah dalam mencetak generasi unggul.

    “Jadi, bukan mengurangi ya, jadi membatasi bukan berarti mengurangi, membatasi itu menstrategiskan,” pungkasnya.

     

  • Sekolah Garuda Bisa Diakses Semua Kalangan, Termasuk Masyarakat Miskin

    Sekolah Garuda Bisa Diakses Semua Kalangan, Termasuk Masyarakat Miskin

    Bisnis.com, JAKARTA – Wakil Menteri Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi Stella Christie mengatakan keberadaan Sekolah Garuda, yang merupakan salah satu dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo Subianto, akan menjadi pelengkap dari Sekolah Rakyat.

    “Sekolah Garuda melengkapi Sekolah Rakyat yang ditujukan bagi mereka yang berasal dari desil miskin atau pun miskin ekstrem. Sekolah Garuda berkomitmen memberikan akses kepada mereka yang paling berprestasi dari kalangan manapun, termasuk dari keluarga miskin,” kata Stella di Kantor Badan Komunikasi Pemerintah, Jakarta, Senin. (22/9).

    Sekolah Garuda ditujukan untuk mencetak generasi unggul yang mampu bersaing di kancah global dan masuk ke perguruan tinggi ternama. Sekolah Garuda dirancang sebagai sekolah berasrama dengan fasilitas modern, bertujuan untuk mempercepat pembangunan sumber daya manusia berkualitas dan memutus rantai kemiskinan menuju Indonesia Emas 2045.

    Wamen Stella menjelaskan, Sekolah Garuda menerima siswa berprestasi dari keluarga menengah, bahkan keluarga mampu. Sekolah Garuda menerapkan dua skema pembiayaan: 80 persen siswanya akan mendapatkan beasiswa penuh dari pemerintah, sedangkan 20 persen sisanya berbayar.

    “Agar mereka yang berprestasi, tetapi dari keluarga yang mampu berbayar tetap bisa bersekolah di Sekolah Garuda. Tapi tentu saja karena mereka mampu berbayar, tidak perlu negara membayar mereka,” sambungnya.

    Stella juga menegaskan, siswa dari Sekolah Rakyat bisa melanjutkan di Sekolah Garuda, selama berprestasi dan memenuhi kriteria. “Kita berharap ini ada kelengkapan dan kesinambungan. Mereka yang berasal dari Sekolah Rakyat tetapi berprestasi sangat mungkin untuk melanjutkan ke SMA di Sekolah Garuda.”

    Sekolah Garuda terdiri dari Sekolah Garuda baru dan Sekolah Garuda transformasi. Untuk tahun ini, Kemendikti Saintek telah menyiapkan empat Sekolah Garuda baru yang ditargetkan rampung dan resmi beroperasi pada tahun ajaran 2026/2027. Keempatnya berlokasi di Provinsi NTT, Bangka Belitung, Kalimantan Utara, dan Sulawesi Tenggara.

    Adapun Sekolah Garuda transformasi, Stella mengatakan, sejauh ini sudah ada 12 sekolah. “Siswa kelas 12 di sekolah-sekolah itu tahun ini sudah beberapa terpilih untuk mendapatkan beasiswa. Sementara siswa kelas 11 dan kelas 12 akan mengikuti pengayaan,” jelas Stella.

    Lantas apa yang membedakan Sekolah Garuda dengan SMA pada umumnya, Stella menjelaskan, perbedaannya bukan pada kurikulum, melainkan pembelajarannya secara keseluruhan.

    “Ada tiga pilar tujuan dari sekolah Garuda, yakni pemerataan akses, inkubator pemimpin bangsa, dan prestasi akademik serta pengabdian kepada masyarakat. Jadi satu yang sangat menonjol dari Sekolah Garuda ini adalah pengabdian kepada masyarakat. Ini akan menjadi bagian yang sangat penting di dalam Sekolah Garuda,” tutup Stella.

  • Magang Fresh Graduate S1 Segera Jalan, Ini Syarat hingga Besaran Gajinya

    Magang Fresh Graduate S1 Segera Jalan, Ini Syarat hingga Besaran Gajinya

    Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah segera memulai menyalurkan program magang nasional sebagai salah satu paket bantuan ekonomi 2025 pada kuartal IV/2025. Program itu ditujukan untuk lulusan baru perguruan tinggi.

    Pada pekan lalu, Selasa (16/9/2025), Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa program magang nasional yang rencananya dilaksanakan pada tiga bulan terakhir 2025 itu ditujukan untuk lulusan baru perguruan tinggi atau fresh graduate, serta yang maksimal sudah lulus satu tahun lamanya tanpa batasan umur.

    Program itu nantinya akan dimatangkan oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendikti Saintek) lebih lanjut. “Tapi salah satunya adalah mereka yang eligible adalah yang lulus maksimal satu tahun. Sehingga bisa fresh graduate, bisa ditangkap,” ujar Airlangga usai rapat terbatas (ratas) bersama Presiden Prabowo Subianto saat itu di Istana Kepresidenan.

    Swasta dan BUMN

    Program magang itu akan terbuka untuk diselenggarakan oleh seluruh perusahaan swasta dan BUMN. Caranya melalui skema kerja sama antara perguruan tinggi dengan dunia usaha.

    “Perusahaan semuanya bisa, swasta atau milik negara dan akan ada kerja sama link and match antara perguruan tinggi dan perusahaan-perusahaan tersebut,” jelas Airlangga.

    Menko Perekonomian sejak 2019 itu menyebut program magang nasional ditargetkan dapat mulai berjalan pada kuartal IV/2025 dan dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia. Para peserta magang juga akan mendapatkan upah sesuai dengan upah minimum provinsi (UMP) di daerah masing-masing.

    “Sesuai dengan UMP daerah masing-masing,” kata politisi Partai Golkar itu.

    Biaya Upah 6 Bulan

    Lebih lanjut, nantinya peserta akan mendapatkan biaya upah selama enam bulan yang ditanggung oleh pemerintah.

    Pemerintah berharap dengan enam bulan pengalaman kerja magang itu mereka bisa memiliki kemampuan sesuai dengan yang dibutuhkan industri, serta bisa langsung terjun ke dunia kerja sesungguhnya. Harapannya juga, link and match antara perguruan tinggi dan industri bisa diterapkan untuk daerah yang sama.

    “Link and match kita atur pusat, tetapi kan perguruan tinggi di daerah diharapkan dipekerjakan dengan industri di daerah. Misalnya Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Banten. Kecuali di daerah yang 3T, kita harus pindahkan mereka sesuai dengan lapangan kerja yang tersedia,” pungkas Airlangga.