Kementrian Lembaga: BRIN

  • Kata Menko Airlangga Soal THR PNS 2025 dan Pegawai Swasta

    Kata Menko Airlangga Soal THR PNS 2025 dan Pegawai Swasta

    Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan buruh perusahaan swasta akan menerima tunjangan hari raya (THR) pada 2025. Kendati demikian, dia belum bisa memastikan terkait nasib THR dan gaji ke-13 aparatur sipil negara (ASN) yang di dalamnya termasuk pegawai negeri sipil (PNS).

    Airlangga menyebut sudah berbicara dengan Menteri Ketenagakerjaan Yassierli terkait THR untuk perusahaan swasta.

    “Menteri Ketenagakerjaan akan mempersiapkan untuk itu,” ujar Airlangga dalam konferensi pers di Kantor Kemenko Perekonomian Jakarta Pusat, Rabu (5/2/2025).

    Sementara itu, politisi Partai Golkar itu menolak berkomentar tentang nasib THR dan gaji ke-13 untuk pegawai negeri. Menurutnya, THR dan gaji ke-13 untuk PNS adalah ranah Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. “Dari segi lain, tanyakan Bu Menteri Keuangan,” ujar Airlangga sambil tersenyum.

    Dia menyebut pemerintah sudah melakukan persiapan untuk itu. Sebagai informasi, belakangan banyak perbincangan di media sosial terkait isu tidak cairnya THR dan gaji ke-13 untuk PNS pada tahun ini.

    Rumor tersebut muncul usai Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan agar dilakukan penghematan anggaran belanja pemerintah hingga Rp306,69 triliun untuk tahun anggaran 2025.

    Dalam unggahan @tukin_dosenASN pada Rabu (5/2/2025) misalnya, disematkan tangkapan layar catatan efisiensi anggaran Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) 2025. Disebutkan, bahwa belanja pegawai untuk THR (gaji ke 14) dan gaji ke 13 akan dihapus bagi seluruh ASN BRIN.

    “Atas nama efisiensi, gaji ke 13 dan 14 akan dihapuskan? Mantap!” cuit @tukin_dosenASN.

  • Kode Bank BRI dan Tips Agar Transaksi Lancar

    Kode Bank BRI dan Tips Agar Transaksi Lancar

    Jakarta: Pernah bingung saat ingin transfer uang tapi tidak tahu kode bank tujuan? 
     
    Jika kamu ingin mengirim uang ke rekening Bank BRI, kamu harus memasukkan kode bank yang tepat agar transaksi berjalan lancar. Simak panduan lengkapnya di sini!

    Apa itu kode Bank BRI?
    Setiap bank memiliki kode unik sebagai identitas dalam transaksi antar bank. 
     
    Kode Bank BRI adalah 002. Kode ini wajib dimasukkan sebelum nomor rekening penerima saat melakukan transfer dari bank lain ke BRI. 

    Jika salah memasukkan kode, transaksi bisa gagal atau tertunda.
     

    Kode SWIFT Bank BRI untuk transaksi internasional
    Selain kode bank domestik, Bank BRI juga memiliki kode SWIFT untuk transaksi internasional, yaitu BRINIDJAXXX. Berikut arti dari kode tersebut:
     
    BRIN: Identifikasi Bank BRI
    ID: Kode negara Indonesia
    JA: Kode lokasi (Jakarta)
    XXX: Kode cabang tertentu (bisa berbeda sesuai lokasi cabang)
     
    Untuk transfer internasional, pastikan menggunakan kode SWIFT yang sesuai dengan cabang tujuan. Jika ragu, hubungi bank terlebih dahulu.
    Cara transfer ke Bank BRI
    Setelah mengetahui kode bank dan SWIFT, berikut cara transfer ke Bank BRI:

    Transfer sesama Bank BRI via ATM

    Masukkan kartu ATM dan PIN.
    Pilih “Transaksi Lainnya” > “Transfer”.
    Masukkan nomor rekening BRI tujuan (tanpa kode bank).
    Ketik jumlah uang yang akan ditransfer, lalu tekan “Benar”.
    Masukkan nomor referensi (opsional) > klik “Ya”.
    Pilih sumber dana (Tabungan/Giro).
    Tunggu hingga bukti transfer keluar.

    Transfer sesama Bank BRI via BRImo

    Login ke aplikasi BRImo.
    Pilih menu “Transfer”.
    Klik “Tambah Penerima”, pilih “Bank BRI”.
    Masukkan nomor rekening tujuan, lalu klik “Lanjutkan”.
    Masukkan nominal transfer > klik “Transfer”.
    Periksa kembali detail transaksi, lalu tekan “Transfer”.
    Masukkan PIN BRImo untuk menyelesaikan transaksi.

    Transfer dari bank Lain ke BRI via ATM

    Masukkan kartu ATM dan PIN.
    Pilih “Transaksi Lainnya” > “Transfer”.
    Masukkan kode Bank BRI (002) + nomor rekening tujuan.
    Ketik jumlah transfer, lalu tekan “Benar”.
    Periksa kembali data transaksi, tekan “Ya”.
    Ambil struk sebagai bukti transfer.

    Transfer dari bank lain ke BRI via BRImo

    Login ke BRImo.
    Pilih “Transfer” > “Tambah Penerima”.
    Pilih bank tujuan dan metode “Transfer Online”.
    Masukkan nomor rekening tujuan > klik “Lanjutkan”.
    Masukkan nominal > klik “Transfer”.
    Periksa kembali detail transaksi.
    Masukkan PIN BRImo dan transaksi selesai.

    Tips Agar Transfer Berjalan Lancar
    – Pastikan memasukkan kode bank yang benar.
    – Periksa kembali nomor rekening tujuan sebelum konfirmasi transaksi.
    – Jika transfer dalam jumlah besar, gunakan metode transfer real-time atau pastikan saldo mencukupi.
    – Untuk transaksi internasional, gunakan kode SWIFT yang sesuai dengan cabang penerima.
     
    Dengan informasi ini, Sobat Medcom tidak perlu bingung lagi saat ingin transfer ke Bank BRI. Pastikan mengikuti langkah-langkah di atas agar transaksi berjalan lancar!
     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
    dan follow Channel WhatsApp Medcom.id

    (ANN)

  • Megawati: Children’s Rights harapan baru masa depan anak di dunia

    Megawati: Children’s Rights harapan baru masa depan anak di dunia

    Jakarta (ANTARA) – Presiden Kelima RI Megawati Soekarnoputri meyakini bahwa World Leaders Summit on Children’s Rights yang dibahas di Vatikan pada hari ini, Senin (3/2), bisa memperkuat hubungan antar dunia untuk lebih memperhatikan anak-anak di seluruh dunia.

    “Saya percaya, bahwa Children’s Rights yang dibahas di Roma ini memiliki legitimasi historis dan akan memperkuat harapan baru bagi masa depan anak-anak kita,” kata Megawati dalam keterangannya di Jakarta, Senin.

    “Mengapa? Sebab di Roma inilah nilai-nilai cinta kasih, kemanusiaan, keadilan, dan keberpihakan pada yang miskin, atau option to the poor, selalu menjadi pegangan dalam menghadapi berbagai tantangan jaman,” sambungnya.

    Menurutnya, anak-anak di seluruh dunia menghadapi tantangan yang tidak mudah.

    Apalagi, di tengah tantangan global saat ini, anak-anak justru dihadapkan minimnya perhatian, pelayanan kesehatan, pendidikan, serta dihadapkan dengan rasa takut.

    Ketua Dewan Pengarah BRIN ini pun mengulas soal Indonesia yang telah membuat langkah signifikan dalam menegakkan hak-hak anak.

    Pasalnya, konstitusi telah menjamin hak setiap anak untuk bertahan hidup, tumbuh, dan terlindungi dari kekerasan dan diskriminasi.

    Termasuk, amanat konstitusi ini dijalankan melalui pembentukan suatu Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) yang ia ketika menjadi Presiden Kelima RI pada tahun 2002.

    “Namun demikian, ada berbagai tantangan untuk memenuhi hak-hak tersebut. Anak-anak kita akan menanggung beban terberat akibat krisis global saat ini,” ujar Megawati.

    “Krisis ini dipicu oleh perubahan iklim, kerawanan pangan, ketidakadilan digital, pertarungan geopolitik, dan kesenjangan sosial-ekonomi yang terus berlanjut,” lanjut dia.

    Putri Proklamator Bung Karno ini turut menyinggung soal perubahan iklim yang mengancam kelangsungan hidup umat manusia dan bumi.

    Megawati menilai sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dengan lebih dari 17.000 pulau, Indonesia semakin sering menghadapi bencana ekologis.

    Ia mengatakan semua aspek ini memengaruhi akses terhadap pendidikan, kesehatan, pangan dan gizi, serta kerusakan tatanan kehidupan seperti infrastruktur sekolah.

    “Dampaknya, anak-anak yang miskin dan sudah terpinggirkan menjadi semakin rentan,” ungkap Megawati.

    Ia menambahkan kesenjangan digital juga telah menciptakan penjajahan bentuk baru. Meskipun teknologi ini menawarkan peluang besar untuk belajar dan berkembang, kurangnya akses dan literasi yang merata semakin memperbesar kesenjangan yang ada.

    Dalam kesempatan ini, Megawati didampingi putranya Mohamad Rizki Pratama dan putrinya yang juga Ketua DPR RI Puan Maharani, mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Bintang Puspayoga, Dubes Indonesia untuk Tunisia Zuhairi Misrawi, dan Guru Besar Fakultas Hubungan Internasional Universitas St.Petersburg Connie Rahakundini Bakrie.

    Pemimpin Umat Katolik Dunia Paus Fransiskus pun membuka langsung pertemuan World Leaders Summit on Children’s Rights di Vatikan.

    Pewarta: Narda Margaretha Sinambela
    Editor: Budi Suyanto
    Copyright © ANTARA 2025

  • Megawati ajak dunia komitmen jamin hak dan masa depan anak di dunia

    Megawati ajak dunia komitmen jamin hak dan masa depan anak di dunia

    Mereka akan menjadi pemimpin masa depan yang akan mengarungi dunia yang kompleks dan majemuk dengan berpegang teguh pada nilai-nilai kemanusiaan, kesetaraan, dan keadilan

    Jakarta (ANTARA) – Presiden Kelima RI Megawati Soekarnoputri mengajak dunia untuk kembali menegaskan komitmen terhadap hak dan masa depan anak-anak dengan memastikan setiap anak dapat bertumbuh sehat, berpendidikan, dan bebas dari rasa takut.

    Hal itu disampaikan Megawati saat berbicara di World Leaders Summit on Children’s Rights di Vatikan, Roma, Italia, Senin.

    “Kita harus saling membangun rasa percaya dan bekerja sama untuk memenuhi hak-hak mereka, untuk membangun dunia di mana setiap anak dapat tumbuh dengan sehat, berpendidikan, dan bebas dari rasa takut,” kata Megawati dalam keterangannya di Jakarta, Senin.

    Dia juga secara khusus mengajak tokoh dunia untuk mencermati isu perubahan iklim dan digitalisasi, termasuk menawarkan Pancasila sebagai ide untuk menanamkan nilai toleransi dan gotong royong pada anak-anak di dunia.

    Megawati mengatakan perubahan iklim mengancam kelangsungan hidup umat manusia dan bumi.

    “Saya pernah berbicara kepada Holy Father mengenai global warming yang terjadi sekarang ini. Karena beliau pun mengatakan keresahannya terhadap masalah global warming tersebut,” ujarnya.

    Ketua Dewan Pengarah BRIN ini pun menyampaikan bangsa Indonesia percaya dengan menanamkan nilai-nilai Pancasila akan sangat penting di dalam membentuk kepribadian dan jati diri bangsa.

    Apalagi, hal itu bisa ditanamkan oleh anak-anak di seluruh dunia.

    “Mereka akan menjadi pemimpin masa depan yang akan mengarungi dunia yang kompleks dan majemuk dengan berpegang teguh pada nilai-nilai kemanusiaan, kesetaraan, dan keadilan,” jelas Megawati.

    Megawati pun mengutip pernyataan Presiden Pertama RI sekaligus sang ayahnya Ir Soekarno atau Bung Karno bahwa melalui pendidikan, anak-anak mampu bermimpi tanpa batas.

    “Bung Karno berpesan kepada para pemuda Indonesia: ‘Gantungkan cita-citamu setinggi langit. Sekiranya engkau jatuh, maka kau akan jatuh di antara bintang-bintang di angkasa raya’. Beliau juga pernah berkata: ‘Berilah aku 10 pemuda, maka akan aku mengubah dunia’,” ucapnya.

    Dirinya pun berharap seluruh komitmen dalam menjaga anak-anak dapat menjadi jalan yang menyatukan seluruh bangsa. Sebab, anak-anak lah pemilik masa depan dari seluruh bumi.

    “Kepada merekalah seluruh pemimpin dunia harus berjanji untuk mewujudkan bumi yang lebih berkelanjutan, lestari, adil, damai, dan menjadi milik seluruh umat manusia tanpa diskriminasi,” pungkas dia.

    Pewarta: Narda Margaretha Sinambela
    Editor: Chandra Hamdani Noor
    Copyright © ANTARA 2025

  • Megawati Undang Eks Wapres AS Diskusi dengan BRIN hingga Tanya Kebakaran LA

    Megawati Undang Eks Wapres AS Diskusi dengan BRIN hingga Tanya Kebakaran LA

    Vatikan

    Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri bertemu eks Wapres AS Al Gore di sela-sela World Leaders Summit on Children’s Rights di Vatikan. Megawati mengajak Al Gore berdiskusi dengan BRIN membahas perubahan iklim.

    Megawati duduk dan berbincang dengan delegasi Indonesia termasuk puterinya yang juga Ketua DPR RI Puan Maharani, putranya Mohamad Rizki Pratama serta Duta Besar Indonesia untuk Tunisia, Zuhairi Miswari di sela-sela acara yang berlangsung di Istana Apostolik Vatikan, Senin (3/2/2025). Megawati kemudian berbincang dengan Al Gore.

    “Bisa Bapak ceritakan bagaimana kejadian kebakaran di Los Angeles itu terjadi,” kata Megawati kepada penerima penghargaan Nobel Perdamaian tahun 2007 itu.

    Al Gore disebutkan menjelaskan soal cuaca yang tidak baik, termasuk hujan yang lama tidak turun di wilayah California Selatan, tersebut. Kebakaran itu disebut merupakan masalah yang sangat besar dan mengerikan akibat kekeringan dan masalah dalam sistem air untuk pemadaman kebakaran sehingga dampaknya sangat meluas.

    Al Gore juga mengapresiasi pidato Megawati di pertemuan tersebut, khususnya soal perubahan iklim sebagai persoalan global. Megawati dan Al Gore sempat membahas soal keluarnya Amerika Serikat dari Perjanjian Paris yang mengatur soal iklim dan kaitannya dengan sikap Indonesia ke depan.

    “Saya langsung bilang, saya kenal Presiden Megawati, itu yang tidak akan terjadi,” ujar Al Gore soal kemungkinan Indonesia mempertimbangkan keluar dari perjanjian tersebut.

    “Saya saat ini menjabat sebagai Ketua Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional. Saya mengundang Bapak untuk hadir dan berdialog dengan kami di Jakarta,” kata Megawati.

    Al Gore mengatakan dia menantikan momen tersebut bisa terwujud. Usai perbincangan dan kembali ke ruang pertemuan, Puan meminta waktu kepada Al Gore untuk berswafoto. Megawati tersenyum melihat momen tersebut.

    (gbr/maa)

    Hoegeng Awards 2025

    Usulkan Polisi Teladan di sekitarmu

  • Tsunami 1,8 Meter Ancam Jakarta, BRIN-BMKG Teriak Petaka Megathrust Tech 1 jam yang lalu

    Tsunami 1,8 Meter Ancam Jakarta, BRIN-BMKG Teriak Petaka Megathrust

    Tech

    1 jam yang lalu

  • KPPI berperan dukung perempuan berkiprah di politik

    KPPI berperan dukung perempuan berkiprah di politik

    Tarakan (ANTARA) – Penjabat (Pj) Wali Kota Tarakan, Kalimantan Utara, Bustan mengatakan bahwa Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) memiliki peran strategis dalam memberikan dukungan bagi perempuan yang ingin berkiprah di bidang politik.

    “Pentingnya keterwakilan perempuan di legislatif agar dapat mencapai kuota 30 persen sesuai dengan yang diamanatkan dalam undang-undang,” kata Bustan saat membuka secara resmi Musyawarah Daerah (Musda) KPPI Kota Tarakan, di Tarakan, Kalimantan Utara, Sabtu.

    Ia menegaskan bahwa aksi nyata partisipasi perempuan dalam politik maupun dalam pembangunan daerah sangat dibutuhkan.

    Hal ini dianggap penting untuk memastikan kebijakan yang dibuat lebih inklusif dan mewujudkan pembangunan yang adil berkelanjutan.

    Kegiatan yang diselenggarakan di Ruang Imbaya Kantor Wali Kota ini, menjadi momentum penting dalam memperkuat peran perempuan di dunia politik.

    Sebelumnya Kepala Pusat Riset Politik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Athiqah Nur Alami juga menyoroti pentingnya peran pendidikan untuk meningkatkan partisipasi dan keterwakilan perempuan di sektor politik.

    Athiqah menyebut tingkat keterpilihan perempuan untuk parlemen tingkat nasional pada Pemilu 2024 berada dalam kisaran 21-22 persen, mengalami sedikit peningkatan sekitar 1-2 persen dari 2019.

    Jumlah itu, kata dia, belum memenuhi keterwakilan 30 persen yang dituangkan dalam Undang-Undang tentang Pemilihan Umum. Hal itu memperlihatkan belum adanya kemajuan signifikan dalam keterwakilan perempuan dan masih adanya tantangan bagi partisipasi perempuan berkiprah secara lebih luas dan setara di politik.

    Hal itu disebabkan setidaknya beberapa faktor termasuk isu struktural dalam bentuk lemahnya dukungan dan komitmen partai politik terhadap kemajuan perempuan. Selain itu, ada pula isu sosial kultural di mana masih terdapat stigma tertentu yang menghalangi perempuan masuk dunia politik termasuk diskriminasi dan kekerasan berbasis gender.

    Pewarta: Susylo Asmalyah
    Editor: Rangga Pandu Asmara Jingga
    Copyright © ANTARA 2025

  • Fenomena Kumpul Kebo Makin Ramai di RI, Kota Terbanyak Bukan Jakarta

    Fenomena Kumpul Kebo Makin Ramai di RI, Kota Terbanyak Bukan Jakarta

    Jakarta, CNBC Indonesia – Belakangan muncul fenomena pasangan muda-mudi tanpa ikatan pernikahan yang tinggal bersama di Indonesia. Hal ini dikenal sebagai istilah ‘Kumpul Kebo’.

    Terbaru, fenomena kumpul kebo juga terjadi di jejeran Aparatur Sipil Negara (ASN). Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Zudan Arif memecat 8 ASN yang dinilai melanggar. 

    Adapunpelanggarannya beragam, mulai dari tidak masuk kerja, penyalahgunaan narkoba, hingga kumpul kebo.

    Sebelumnya, The Conversation melaporkan fenomena kumpul kebo disebabkan adanya pergeseran pandangan terkait relasi dan pernikahan. Saat ini, tidak sedikit anak muda yang memandang pernikahan adalah hal normatif dengan aturan yang rumit.

    Sebagai gantinya, mereka memandang ‘kumpul kebo’ sebagai hubungan yang lebih murni dan bentuk nyata dari cinta. Di wilayah Asia yang menjunjung tinggi budaya, tradisi, serta agama, ‘kumpul kebo’ masih menjadi hal tabu. Kalaupun terjadi, ‘kumpul kebo’ biasanya hanya berlangsung dalam waktu yang singkat dan dinilai sebagai langkah awal menuju pernikahan.

    Di Indonesia, studi pada 2021 berjudul The Untold Story of Cohabitation mengungkapkan bahwa ‘kumpul kebo’ lebih banyak terjadi di wilayah bagian Timur yang mayoritas penduduknya non-Muslim. Menurut peneliti ahli muda dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Yulinda Nurul Aini, setidaknya ada tiga alasan mengapa pasangan di Manado yang merupakan lokasi penelitiannya memilih untuk ‘kumpul kebo’ bersama pasangan.

    Alasan itu antara lain terkait beban finansial, prosedur perceraian yang terlalu rumit, hingga penerimaan sosial.

    “Hasil analisis saya terhadap data dari Pendataan Keluarga 2021 (PK21) milik Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) 0,6 persen penduduk kota Manado, Sulawesi Utara, melakukan kohabitasi,” ungkap Yulinda beberapa saat lalu.

    “Dari total populasi pasangan kohabitasi tersebut, 1,9% di antaranya sedang hamil saat survei dilakukan, 24,3% berusia kurang dari 30 tahun, 83,7% berpendidikan SMA atau lebih rendah, 11,6% tidak bekerja, dan 53,5% lainnya bekerja secara informal,” lanjutnya.

    Akibat Kumpul Kebo

    Yulinda menyebut, pihak yang paling berdampak secara negatif akibat ‘kumpul kebo’ adalah perempuan dan anak. Dalam konteks ekonomi, tidak ada jaminan keamanan finansial bagi anak dan ibu, seperti yang diatur dalam hukum terkait perceraian. Dalam kohabitasi, ayah tidak memiliki kewajiban hukum untuk memberi dukungan finansial berupa nafkah.

    “Ketika pasangan kohabitasi berpisah, tidak ada kerangka regulasi yang mengatur pembagian aset dan finansial, alimentasi, hak waris, penentuan hak asuh anak, dan masalah-masalah lainnya,” terang Yulinda.

    Sementara itu dari segi kesehatan, ‘kumpul kebo’ dapat menurunkan kepuasan hidup dan masalah kesehatan mental. Sejumlah penyebab dampak negatif akibat kohabitasi adalah minimnya komitmen dan kepercayaan dengan pasangan dan ketidakpastian tentang masa depan.

    Menurut data PK21, sebanyak 69,1% pasangan kohabitasi mengalami konflik dalam bentuk tegur sapa, 0,62% mengalami konflik yang lebih serius seperti pisah ranjang hingga pisah tempat tinggal, dan 0,26% lainnya mengalami konflik kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

    Lalu, anak-anak yang lahir dari hubungan kohabitasi juga cenderung mengalami gangguan pertumbuhan dan perkembangan, kesehatan, dan emosional.

    “Anak dapat mengalami kebingungan identitas dan memiliki perasaan tidak diakui karena adanya stigma dan diskriminasi terhadap status ‘anak haram’, bahkan dari anggota keluarga sendiri,” kata Yulinda.

    “Hal ini menyulitkan mereka untuk menempatkan diri dalam struktur keluarga dan masyarakat secara keseluruhan,” ia menjelaskan.

    (fab/fab)

  • Video: Jakarta Terancam Tsunami 1,8 Meter Jika Dihantam Megathrust

    Video: Jakarta Terancam Tsunami 1,8 Meter Jika Dihantam Megathrust

    Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkapkan Indonesia berada di Cincin Api Pasifik alias Ring of Fire dan berada di pertemuan 3 lempeng utama dunia yaitu Indo Australia, Pasifik, dan Eurasia.

    Kondisi geografis ini membuat Indonesia memiliki 13 segmen Megathrust, yaitu sumber gempa yang mampu memicu gempa dahsyat. Dua diantaranya adalah zona megathrust segmen Megathrust Mentawai-Suberut dan Megathrust Selat Sunda.

    Senada dengan BRIN, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga telah memberikan peringatan terhadap ancaman gempa Megathrust Selat Sunda dan Megathrust Mentawai-Siberut karena yang memberikan efek dahsyat seperti guncangan hingga tsunami dengan skala serupa di Aceh pada tahun 2004

    Disebutkan salah satu segmen Megathrust yang rawan meledak adalah Pantai Selatan Jawa hingga memanjang ke Selat Sunda. Apabila pecah, segmen Megathrust ini bisa memicu gempa dahsyat hingga M 8,7 dan tsunami setinggi 20 meter dengan
    Sementara potensi tsunami yang dihasilkan juga akan sampai ke Jakarta dengan kisarannya antara 1 sampai 1,8 meter.

    Tsunami tersebut akan tiba di Jakarta 2,5 jam setelah tsunami besar muncul di Selatan Jawa, dimana hanya daerah pesisir utara Jakarta saja yang akan terkena tsunami 1,8 meter.

    Mengantisipasi ancaman bencana maka diperlukan mitigasi melalui pendekatan struktural dan non-struktural meliputi pembangunan tanggul penahan tsunami serta penataan ruang di kawasan pesisir hingga meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat melalui edukasi mitigasi bencana.

  • Gempa Bumi Barusan Terjadi di Purworejo 2 Menit Lalu 1 Februari 2025

    Gempa Bumi Barusan Terjadi di Purworejo 2 Menit Lalu 1 Februari 2025

    TRIBUNJATENG.COM, PURWOREJO – Baru saja terjadi gempa bumi di Purworejo, Jawa Tengah, Sabtu 1 Februari 2025.

    Gempa bumi di Purworejo terjadi hanya beberapa detik sekitar pukul 07.42.

    Admin akun X BMKG menyebutkan jika pusat gempa terjadi di Gunungkidul, Yogyakarta. 

    “Mag:5.2, 01-Feb-25 07:40:14 WIB, Lok:8.81 LS,110.31 BT (96 km BaratDaya GUNUNGKIDUL-DIY), Kedlmn:10 Km, tdk berpotensi tsunami,” demikian cuitan admin. 

    Informasi ini disampaikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika.

    Sama seperti gempa sebelumnya, informasi ini disampaikan oleh BMKG dengan peringatan bahwa hasil pengolahan data masih bisa mengalami perubahan seiring dengan kelengkapan data yang lebih lanjut.

    Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai kerusakan atau dampak lebih lanjut akibat gempa ini.

    BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk tetap tenang dan waspada terhadap informasi resmi yang akan diumumkan secara lebih detail.

    15 Wilayah Potensi Gempa Megathrust

    Peneliti BRIN, Nuraini Rahma Hanifa mengungkapkan gempa megathrust berpotensi mengguncang Selat Sunda Banten dan sejumlah wilayah lain di Indonesia.

    Ia menjelaskan bahwa potensi bencana berupa gempa megathrust di wilayah selatan Jawa sangat mungkin terjadi dan dapat memicu tsunami dengan skala yang mirip dengan kejadian di Aceh pada 26 Desember 2004. 

    Megathrust sendiri merupakan jenis patahan besar yang terletak di zona subduksi, di mana lempeng tektonik yang lebih padat bergerak ke bawah lempeng yang lebih ringan. 

    Pergerakan ini menciptakan tekanan yang dapat menyebabkan gempa bumi dengan magnitudo tinggi ketika dilepaskan secara tiba-tiba. 

    Tidak hanya gempa besar, kondisi ini juga memiliki potensi untuk memicu tsunami dengan gelombang tinggi.

    Daftar zona megathrust di Indonesia

    Dilansir dari Kompas.com, Senin (13/8/2024), wilayah Indonesia dikelilingi oleh titik-titik megathrust, antara lain:

    Aceh-Andaman 

    Nias-Simeulue 

    Kepulauan Batu 

    Mentawai-Siberut 

    Mentawai–Pagai 

    Enggano 

    Selat Sunda, Banten 

    Selatan Jawa Barat 

    Selatan Jawa Tengah-Jawa Timur 

    Selatan Bali Selatan Nusa Tenggara Barat (NTB) 

    Selatan Nusa Tenggara Timur (NTT) 

    Laut Banda Selatan 

    Laut Banda Utara

     Utara Sulawesi 

    Subduksi lempeng Laut Filipina.

    Setiap zona megathrust memiliki potensi gempa yang berbeda. 

    Namun, tidak setiap gempa megathrust menimbulkan potensi tsunami. 

    Pasalnya, tsunami memiliki syarat gempa besar dengan titik pusat gempa atau hiposenter dangkal dan gerak naik. 

    Meski demikian, bukan tidak mungkin tsunami menyusul gempa di sejumlah zona megathrust tersebut.

    Potensi tsunami di Selat Sunda

    Selain itu, Rahma menuturkan bahwa segmen megathrust di selatan Jawa menyimpan energi tektonik

    Sehingga bisa melepaskan gempa berkekuatan magnitudo 8,7 hingga 9,1.

    “Potensi megathrust ini dapat memicu goncangan gempa yang besar dan tsunami, yang menjalar melalui Selat Sunda hingga ke Jakarta dengan waktu tiba sekitar 2,5 jam,” ungkap Rahma, dikutip dari laman BRIN, Kamis (26/12/2024). 

    Jika tsunami terjadi, dari simulasi yang dilakukan oleh BRIN bersama tim peneliti dari berbagai institusi, ketinggian gelombang diperkirakan bisa mencapai hingga 20 meter. 

    Menurut simulasi, gelombang tsunami berpotensi setinggi 20 meter di pesisir selatan Jawa, 3–15 meter di Selat Sunda, dan sekitar 1,8 meter di pesisir utara Jakarta. 

    Penelitian ini juga menunjukkan, fenomena serupa pernah terjadi dalam sejarah. Misalnya, saat tsunami Pangandaran 2006 yang dipicu oleh marine landslide di dekat Nusa Kambangan.  (*)