Kementrian Lembaga: BPBD

  • Ruangan di Lantai Dua hingga Empat Gedung Dinas Pendidikan Sumut Terbakar
                
                    
                        
                            Medan
                        
                        26 Februari 2025

    Ruangan di Lantai Dua hingga Empat Gedung Dinas Pendidikan Sumut Terbakar Medan 26 Februari 2025

    Ruangan di Lantai Dua hingga Empat Gedung Dinas Pendidikan Sumut Terbakar
    Tim Redaksi
    MEDAN, KOMPAS.com

    Kebakaran
    terjadi di salah satu Gedung Dinas Pendidikan Sumatera Utara di Jalan Cik Ditiro, Kota
    Medan
    , Rabu (25/2/2025).
    Penyebab
    kebakaran
    masih diselidiki.
    Manager Pusdalops-PB BPBD Kota Medan,
    Ahmad Untung Lubis
    , mengatakan, insiden kebakaran terjadi sekitar pukul 12.40 WIB.
    Kemudian, pemadam kebakaran langsung meluncur ke lokasi kejadian dan berhasil memadamkan api pukul 13.02.
    “Jadi, obyek terbakar itu Kantor
    Dinas Pendidikan Sumut
    pada bagian kamar mandi Lantai 2, 3, dan 4 dengan persentase kebakaran kurang lebih 20 persen,” ujar Ahmad dalam keterangan tertulisnya.
    Ahmad mengatakan, pihaknya masih menyelidiki penyebab kebakaran. Namun, dia memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden itu.
    “Korban jiwa nihil, api sudah dipadamkan,” tuturnya.
     
    Sementara itu, pantauan Kompas.com di lapangan, terlihat hanya bagian depan gedung yang terbakar.
    Di dalam ruangan sama sekali tidak terlihat obyek material yang terbakar. Tampak juga polisi memasang
    police line
    di sekitar bagian tangga gedung yang terbakar.
    Lalu, aktivitas pegawai Disdik Sumut juga terlihat tidak terganggu, hanya beberapa ruangan terlihat gelap usai kebakaran.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Viral, Warga Gresik Hendak Makamkan Jenazah di Area Pemakaman yang Terendam Banjir

    Viral, Warga Gresik Hendak Makamkan Jenazah di Area Pemakaman yang Terendam Banjir

    Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Willy Abraham

    TRIBUNJATIM.COM, GRESIK – Viral sebuah video berdurasi 2 menit yang merekam momen warga di Driyorejo Gresik memakamkan jenazah di sebuah pemakaman yang terendam banjir luapan Kali Surabaya.

    Jenazah yang dimakamkan atas nama Martawi, warga Dusun Driyorejo yang mengembuskan nafas terakhirnya di tengah bencana banjir.

    Video proses pemakaman jenazah Martawi beredar di pesan berantai Whatsapp.

    Dalam video tersebut warga harus menerjang banjir untuk mengantar jenazah ke tempat peristirahatan terakhir. 

    Tak hanya itu, proses penggalian kubur pun terkendala. Betapa tidak, air banjir berwarna kecokelatan juga menggenangi area pemakaman.

    Kapolsek Driyorejo Kompol Musihram mengungkapkan, pemakaman di tengah banjir itu terjadi pada hari ini sekitar pukul 12.00 WIB.

    “Kalau yang di video itu tadi siang sekitar waktu Dzhuhur,” ujar Musihram.

    Tampak dalam video, warga harus menerjang banjir di area pemakaman yang tingginya sekitar lutut orang dewasa. Melewati nisan-nisan yang itu terendam air.

    “Informasinya, karena area pemakamannya terendam banjir jadi proses gali kubur ini menggunakan semacam triplek atau kayu untuk menghalangi air. Kemudian air dikuras baru digali. Alhamdulillah jenazah sudah dimakamkan tadi siang,” ungkapnya.

    Musihram mengungkapkan, banjir di wilayah Desa Driyorejo disebabkan debit Kali Surabaya yang sangat tinggi. Luapannya melewati saluran pembuangan air warga lalu meluber ke permukiman warga.

    Berdasarkan data dari BPBD Kabupaten Gresik, banjir luapan Kali Surabaya di Kecamatan Driyorejo merendam Desa Driyorejo, Desa Krikilan, Desa Cangkir, dan Desa Bambe.

    Sejak siang hari, banjir di wilayah Driyorejo mengalami peningkatan sekitar 5 sentimeter. 

  • Sragen Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        25 Februari 2025

    Sragen Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi Regional 25 Februari 2025

    Sragen Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi
    Tim Redaksi
    SRAGEN, KOMPAS.com
    – Kabupaten
    Sragen
    masih berstatus siaga darurat menghadapi bencana hidrometeorologi meskipun hujan deras yang melanda pada Senin (24/2/2025) tidak berdampak signifikan di wilayah tersebut.
    Kepala BPBD Sragen, R. Triyono Putro, mengungkapkan bahwa meski hujan deras mengguyur Solo Raya, dampaknya di Sragen relatif kecil.
    Banjir hanya terjadi di satu kecamatan, yakni Sidoharjo, dan tidak sampai masuk ke dalam rumah warga.
    “Kecamatan Sidoharjo kemarin tergenang sebentar, tapi pukul 12.00 malam sudah surut di Wirun dan Kleco. Itu sudah biasa, tapi tidak masuk rumah,” ujarnya saat dihubungi, Selasa (25/2/2025).


    Dok. BPBD Kabupaten Sragen BANJIR SRAGEN: Potret wilayah Desa Sribit, Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah (Jateng), yang terendam banjir, Selasa (21/1/2025).
    BPBD Sragen terus memantau kondisi debit air di sejumlah titik.
    Berdasarkan pemantauan di Sungai Bengawan Solo di atas Jembatan Sapen, Kebakkramat, Karanganyar, yang berbatasan dengan Sragen, kondisi air terpantau stabil pada pukul 07.35 WIB.
    Sementara itu, pemantauan di Wirun, Sidoharjo, Sragen pada pukul 16.00 WIB menunjukkan debit air turun sekitar dua meter.
    “Alhamdulillah sudah aman, semoga dari hulu tidak hujan lagi. Ini saya memantau di Sidoharjo, Wirun,” kata Triyono.
    Meski situasi saat ini relatif terkendali, Triyono menegaskan bahwa Sragen masih dalam status siaga darurat bencana hidrometeorologi, mengingat potensi bencana akibat aktivitas cuaca yang masih bisa terjadi.
    “Kami secara umum siaga darurat, tidak hanya untuk sungai saja. Kami siaga darurat untuk menghadapi bencana hidrometeorologi,” katanya.
    Pada Januari 2025 lalu, banjir sempat merendam enam kecamatan di Sragen, yaitu Sragen Kota, Sidoharjo, Tanon, Sukodono, Sambungmacan, Ngrampal, dan Jenar.
    “Kami tidak tahu bencana yang akan datang seperti apa. Rekan-rekan selalu siaga. Setiap hari ada sekitar 10 personel yang bersiaga di markas komando BPBD,” tambahnya.
    Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jawa Tengah telah merilis prediksi cuaca yang menunjukkan potensi hujan disertai angin kencang di beberapa wilayah Solo Raya, termasuk Sragen, pada pukul 16.06 WIB.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Ruas Jalan Menuju Kabupaten Bandung Banjir, Ketinggian hingga 80 Cm
                
                    
                        
                            Bandung
                        
                        25 Februari 2025

    Ruas Jalan Menuju Kabupaten Bandung Banjir, Ketinggian hingga 80 Cm Bandung 25 Februari 2025

    Ruas Jalan Menuju Kabupaten Bandung Banjir, Ketinggian hingga 80 Cm
    Tim Redaksi
    BANDUNG, KOMPAS.com
    – Sejumlah ruas jalan di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, tak bisa dilalui kendaraan akibat tergenang banjir, Selasa (25/2/2025) sore.
    Hujan yang mengguyur wilayah Kabupaten Bandung sejak pukul 14.00 WIB itu menyebabkan sejumlah akses menuju wilayah Kabupaten Bandung terputus.
    Kapolsek Dayeuhkolot, Kompol Aep Suhendi, mengatakan, di Jalan Raya Dayeuhkolot menuju Kota Bandung, ketinggian air mencapai 80 sentimeter.
    Akibatnya, kendaraan roda dua tidak bisa melalui jalur tersebut.
    Di titik lain, tepatnya di Jalan Raya Sukabirus, ketinggian air juga mencapai 80 sentimeter.
    “Sama di lokasi kedua juga kendaraan roda dua enggak bisa lewat,” katanya, dikonfirmasi melalui pesan singkat.
    Arus lalu lintas lainnya, seperti di Jalan Raya Cisirung, kata dia, sudah mulai digenangi air setinggi 60 sentimeter.

    Nyambung
    ke yang Jalan Palasari juga sama 60 sentimeter,” ucap dia.
    Sementara itu, Jalan Raya Dayeuhkolot – Baleendah, kata dia, masih cenderung bisa dilalui.
    Pasalnya, ketinggian air baru mencapai 10 hingga 15 sentimeter.
    Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung, Uka Suska Puji Utama, mengatakan, banjir mulai menggenangi ruas jalan di Kabupaten Bandung pada pukul 15.15 WIB.
    “Memang yang terdampak kalau arus lalu lintas itu daerah Dayeuhkolot,” kata Uka, dikonfirmasi melalui pesan singkat.
    Banjir, kata Uka, juga melanda ruas jalan Kampung Cigempol, tepatnya di RW 10. Luapan Sungai Cipalasari melanda RT 01, 02, dan 03.
    Hingga kini, kata Uka, petugas
    BPBD Kabupaten Bandung
    beserta tim tengah melakukan pengecekan langsung di lapangan.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Banjir di Klaten dan Penyebabnya…
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        25 Februari 2025

    Banjir di Klaten dan Penyebabnya… Regional 25 Februari 2025

    Banjir di Klaten dan Penyebabnya…
    Tim Redaksi
    KLATEN, KOMPAS.com
    – Banjir dan genangan air melanda beberapa wilayah di
    Klaten
    , Jawa Tengah, akibat
    hujan deras
    yang terjadi pada Senin (24/2/2025).
    Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten, Syahruna, menjelaskan bahwa banjir disebabkan oleh luapan air Sungai Kaligawe.
    “Banjir terjadi di Desa Kaligawe Pedan, namun pukul 21.30 WIB telah surut,” ungkap Syahruna saat dikonfirmasi
    Kompas.com, 
    Selasa (25/2/2025).


    Selain itu, banjir juga melanda tiga desa di Kecamatan Karangdowo, yaitu Dukuh Sawahan, Desa Sentono, Desa Karang Wungu, dan Desa Kupang.
    “Sekitar pukul 23.00 WIB, banjir telah surut,” tambahnya.
    Di wilayah Dukuh Sawahan, Desa Sentono, Karang Wungu, dan Kupang, banjir hanya terjadi di jalan-jalan dan belum memasuki rumah warga.
    “Untuk wilayah Kecamatan Juwiring, banjir atau genangan terjadi di Desa Sawahan, Dukuh Bulurejo, Desa Jetis, Desa Ketitang, dan Desa Taji. Genangan juga terjadi di jalan kampung dan pekarangan,” imbuhnya.
    Syahruna menambahkan bahwa pihaknya telah menempatkan petugas dari Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD di Pedan, Karangdowo, dan Juwiring untuk memantau situasi.
    Meskipun demikian, pihaknya memastikan bahwa secara keseluruhan kondisi banjir masih dalam keadaan aman dan tidak ada korban jiwa.
    “Secara keseluruhan, kondisi masih aman dan tidak mengganggu keselamatan jiwa warga,” tutupnya.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Banjir di Dawarblandong Mojokerto Mulai Surut

    Banjir di Dawarblandong Mojokerto Mulai Surut

    Mojokerto (beritajatim.com) – Banjir yang merendam empat desa di Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto, akibat luapan Kali Lamong mulai surut pada Selasa (25/2/2025). Sebelumnya, air menggenangi ratusan rumah, jalan desa, serta puluhan hektare sawah sejak Senin (24/2/2025) malam setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut.

    Empat desa yang terdampak banjir adalah Desa Sumberwuluh, Talunblandong, Pulorejo, dan Banyulegi. Warga mulai membersihkan rumah mereka dari lumpur yang terbawa arus banjir.

    “Hujan mulai jam 12 siang sampai jam 9 malam. Ketinggian airnya mencapai dada orang dewasa, di sini hampir 30 rumah terendam,” kata Supadi (60), warga Dusun Klanting, Desa Pulorejo.

    Menurut Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Mojokerto, banjir sempat merendam beberapa desa lainnya, seperti Mojogebang dan Kemlagi, tetapi kini sudah surut.

    “Di Desa Pulorejo, banjir merendam pemukiman warga di tiga dusun, yakni Dusun Beru, Klanting, dan Pulo. Sementara di Desa Banyulegi, air luapan Kali Lamong merendam Dusun Ngarus, tapi sekarang mulai surut,” ujarnya.

    Ketinggian air di beberapa wilayah sempat mencapai sebahu orang dewasa, tetapi sejak Selasa pagi mulai berangsur turun. Penyebab utama banjir ini adalah tidak adanya tanggul penahan di sekitar Kali Lamong, sehingga air meluap saat debitnya meningkat.

    Sebelumnya, hujan deras yang mengguyur Kabupaten Mojokerto sejak Senin siang menyebabkan debit air di Kali Lamong naik drastis, menggenangi empat desa di utara Sungai Brantas. [tin/beq]

  • Ngonten Saat Banjir di Lampung, 2 Kreator Konten Diusir Warga

    Ngonten Saat Banjir di Lampung, 2 Kreator Konten Diusir Warga

    Bandar Lampung, Beritasatu.com – Dua kreator konten diusir warga saat membuat konten di lokasi banjir di Kecamatan Tanjung Senang, Bandar Lampung, Lampung. Warga menilai mereka hanya mencari keuntungan pribadi tanpa membantu korban banjir.

    Kejadian ini berlangsung di Komplek Perumahan Arinda Permai, Kelurahan Pematang Wangi, pada Minggu (23/2/2025). Ratusan rumah di kawasan tersebut terendam banjir akibat meluapnya sungai setelah hujan deras yang terjadi sejak Jumat (21/2/2025) malam.

    Dua kreator konten bernama Ahmad Permana dan Mak Klara itu membuat konten dengan mengajak anak-anak bermain dan berenang di lokasi banjir. Tindakan ini dinilai membahayakan keselamatan anak-anak, mengingat derasnya arus air dan kedekatan lokasi dengan aliran sungai.

    Video amatir dari ponsel warga merekam momen pengusiran tersebut. Dalam video yang viral, terdengar teriakan warga yang meminta kedua kreator konten tersebut segera meninggalkan lokasi dan menghapus rekaman yang telah dibuat.

    “Kami marah karena mereka hanya mencari sensasi, bukan membantu korban banjir,” ujar salah seorang warga.

    Setelah insiden tersebut, kedua kreator konten kreator meminta maaf kepada warga atas kegaduhan yang terjadi.

    Kasi Trantib Kelurahan Pematang Wangi Tanjung Senang Depni Arfandi menyampaikan, kemarahan warga dipicu oleh tindakan kreator yang tidak mempertimbangkan keselamatan.

    “Kita tidak mempermasalahkan apabila ada kreator yang ingin menyuarakan aspirasi warga. Namun, sebaiknya tetap memerhatikan keselamatan dan dampak yang ditimbulkan,” kata Depni, Selasa (25/2/2025).

    Banjir di Bandar Lampung telah merendam ratusan rumah di sembilan kecamatan. Komplek Perumahan Arinda Permai menjadi lokasi yang terkena dampak paling besar. Ratusan rumah terendam banjir selama empat hari. 

    Hingga Selasa petang, petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandar Lampung masih bersiaga di lokasi rawan banjir, mengingat intensitas hujan yang masih tinggi.

    Warga berharap kejadian kreator konten yang membuat konten berbahaya di lokasi banjir tidak terulang lagi. Warga juga mengingatkan agar siapa pun yang ingin membuat konten di lokasi bencana tetap memperhatikan keselamatan serta memiliki empati terhadap korban.

  • Kota Bogor Dihantui Bencana, Dedie Rachim Ingatkan Pentingnya Mitigasi Bencana

    Kota Bogor Dihantui Bencana, Dedie Rachim Ingatkan Pentingnya Mitigasi Bencana

    JABAR EKSPRES – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menekankan pentingnya kewaspadaan serta persiapan mitigasi bencana untuk mengurangi risiko, meminimalkan dampak, dan memastikan respons yang efektif. Hal itu disampaikannya disela kegiatan retret kepala daerah di Akmil, Magelang, Jawa Tengah, Selasa (25/2/2025).

    Pihaknya mencatat setiap tahun, Kota Bogor menghadapi sekitar 1.000 kejadian bencana, termasuk angin puting beliung, tanah longsor, kebakaran, pohon tumbang, banjir, dan banjir lintasan.

    Dedie menyebut, salah satu upaya yang direncanakan adalah normalisasi saluran air, drainase, kali, dan sungai di seluruh wilayah Kota Bogor untuk mencegah banjir dan banjir lintasan.

    Untuk itu, ia menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk segera memetakan lokasi prioritas yang memerlukan perbaikan guna mengurangi risiko bencana.

    BACA JUGA:Masuk Masa Peralihan Musim, BPBD Mulai Mitigasi Bencana Hidrometeorologi

    Dirinya juga mengimbau masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan dan mendorong pemberdayaan bank sampah di tingkat RT. “Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat Kota Bogor agar tidak lagi membuang sampah ke sungai. Sehingga potensi bencana bisa kita kurangi,” tegas Dedie.

    Selain itu, Ia juga menyoroti pentingnya kerja sama antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

    “Kebiasaan masyarakat dalam mengelola sampah harus lebih bijak lagi, untuk tidak membuang sampah sembarangan dan mulai secara masif memberdayakan dan menyiapkan bank sampah dari tingkat RT.” ungkapnya.

    Dengan langkah-langkah ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor berharap dapat mengurangi frekuensi dan dampak bencana yang terjadi setiap tahunnya, serta meningkatkan kualitas hidup warganya melalui lingkungan yang lebih bersih dan aman. (YUD)

  • Jembatan di Desa Sendangrejo Bojonegoro Putus Tergerus Banjir

    Jembatan di Desa Sendangrejo Bojonegoro Putus Tergerus Banjir

    Bojonegoro (beritajatim.com) – Sebuah jembatan di Desa Sendangrejo, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro putus akibat tergerus banjir bandang pada Senin malam (24/2/2025) sekitar pukul 23.45 WIB.

    Kapolsek Dander, Iptu Warsito mengatakan putusnya jembatan itu disebabkan pondasi jembatan tergerus air yang sempat menggenangi Desa Sendangrejo dan Sumberagung. “Jembatan putus dikarenakan pondasi tergerus banjir akibat hujan lebat,” ujarnya, Selasa (25/2/2025).

    Jembatan poros desa penghubung Desa Sendangrejo dengan Desa Sumberagung yang putus itu dengan panjang 8 meter dan lebar 3,5 meter. Pasca jembatan yang putus itu, Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah bersama BPBD dan Dinas PU Bina Marga dan Penataan Ruang Bojonegoro meninjau ke lokasi.

    “Dinas PUBMPR sudah melakukan assesment dilokasi jembatan yang runtuh,” ujarnya usai meninjau lokasi jembatan putus.

    Nurul Azizah juga meminta agar putusnya jembatan tersebut tidak mengganggu aksesibilitas warga desa Sendangrejo dan sekitarnya dengan membangun jembatan darurat. “Kami akan memasang jembatan darurat/sementara di samping jembatan eksisting,” pungkasnya.

    Sementara salah seorang warga Desa Sendangrejo Kecamatan Dander, Muhajir mengatakan, jika putusnya jembatan itu menyebabkan akses jalan tertutup. Sehingga warga yang akan melintas, terutama yang menggunakan mobil harus melewati jalan lain.

    “Kalau sepeda motor bisa melewati jalan sekitar, tapi kalau mobil harus melewati akses Dusun Kedungrejo yang cukup jauh,” ungkapnya. [lus/beq]

  • Banjir Rendam Empat Desa di Mojokerto, BPBD Lakukan Pendataan Warga

    Banjir Rendam Empat Desa di Mojokerto, BPBD Lakukan Pendataan Warga

    Mojokerto (beritajatim.com) – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Mojokerto sejak Senin (24/02/2025) siang menyebabkan debit air di Kali Lamong dan saluran drainase meningkat. Dampaknya, empat desa di dua kecamatan yang terletak di utara Sungai Brantas terendam banjir.

    Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto, Abdul Khakim, mengungkapkan bahwa satu desa di Kecamatan Kemlagi dan tiga desa di Kecamatan Dawarblandong terdampak banjir. “Satu desa di Kecamatan Kemlagi dan tiga desa di Kecamatan Dawarblandong,” ujarnya, Selasa (25/2/2025).

    Keempat desa tersebut adalah Desa Mojogebang di Kecamatan Kemlagi serta Desa Sumberwuluh, Desa Talunblandong, dan Desa Pulorejo di Kecamatan Dawarblandong. Di Desa Mojogebang, banjir mulai merendam Dusun Gempol Lor RT 1, 2, dan 3 RW 01 sekitar pukul 17.45 WIB.

    “Berdasarkan pantauan aplikasi BMKG Juanda, wilayah Mojokerto mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat selama kurang lebih 6 jam, sehingga menyebabkan peningkatan debit air pada saluran irigasi atau sungai di Dusun Dempol Lor, Desa Mojogebang,” jelasnya.

    Sebanyak 75 rumah warga terdampak dengan ketinggian air di jalan desa mencapai 10 cm hingga 30 cm, sementara di dalam rumah mencapai 15 cm hingga 50 cm. Selain itu, sekitar 20 hektar area pertanian yang ditanami tebu dan padi juga terdampak.

    “Tim BPBD Kabupaten Mojokerto telah menuju lokasi untuk melakukan pendataan warga terdampak. Saat ini, air masih mengenangi jalan desa maupun di dalam rumah, dengan tren air naik perlahan. Sementara itu, di Kecamatan Dawarblandong, banjir terjadi akibat meningkatnya debit Kali Lamong,” terangnya.

    Di Dusun Sumberwuluh, banjir merendam Dusun Geneng dengan ketinggian air di jalan mencapai 25 cm hingga 30 cm serta merendam sekitar 10 hektar area persawahan. Tren air di Dusun Geneng saat ini mulai surut perlahan. Di Dusun Talunbrak, Desa Talunblandong, sekitar 80 rumah terdampak banjir.

    “Genangan air di dalam rumah berkisar antara 30 cm hingga 70 cm, sementara di jalan mencapai 25 cm hingga 80 cm. Area persawahan yang terdampak sekitar 6 hektar, dengan tren air stabil. Sedangkan di Dusun Klanting, Desa Pulorejo, sekitar 93 rumah terdampak luapan Kali Lamong dengan ketinggian air dalam rumah mencapai 30 cm hingga 60 cm,” paparnya.

    Genangan air di jalan Dusun Klanting berkisar antara 70 cm hingga 120 cm, dengan tren air yang masih naik perlahan. Tim BPBD Kabupaten Mojokerto bersama TNI, Polri, dan relawan saat ini terus melakukan pemantauan serta pendataan dampak banjir di wilayah terdampak. [tin/beq]