Kasus: pencurian

  • 6 Fakta ART Curi Jam Patek Philippe Rp 3 M Lalu Dijual Rp 550 Juta

    6 Fakta ART Curi Jam Patek Philippe Rp 3 M Lalu Dijual Rp 550 Juta

    Jakarta

    Seorang Asisten Rumah Tangga (ART) mencuri jam tangan Patek Philippe dari apartemen majikannya di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Wanita bernama Isma Riyani ini kemudian menjual jam tangan tersebut ke sebuah toko di Surabaya, Jawa Timur.

    Isma melakukan pencurian tersebut setelah bekerja selama 6 bulan. Modusnya adalah menukarkan jam tangan Patek Phasli dengan yang palsu alias ‘KW’.

    Setelah berhasil menukarkan jam tangan tersebut, wanita berusia 31 tahun ini kemudian menjualnya di Surabaya. Jam Patek Philippe itu dilepas dengan harga Rp 550 juta.

    Aksi pencurian Isma ini terungkap setelah korban mengetahui jam tangannya telah diganti dengan yang palsu. Isma pun akhirnya ditangkap setelah sebelumnya memblokir nomor majikannya, pada Selasa (18/3) di Stasiun Gubeng, Surabaya. Simak fakta-faktanya sebagai berikut.

    1. Modus Operandi Tukar Jam Asli dengan yang KW

    Ksaat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Ardian Strio Utomo mengungkapkan modus operandi Isma melakukan pencurian tersebut yakni dengan menukarkan jam tangan asli milik majikannya dengan yang palsu.

    “Pelaku mengganti jam Patek Philippe yang asli dengan barang yang palsu (tanpa seijin pemilik) untuk mengelabui korban, kemudian memindahkannya di tempat di mana jam tersebut biasa disimpan,” kata Ardian, Senin (24/3).

    2. Jam Tangan Asli Dijual Rp 550 Juta

    Setelah mencuri jam Patek Philippe milik korban, tersangka Isma terbang ke Surabaya, Jawa Timur. Di sana, dia menjual jam mewah tersebut senilai Rp 550 juta.

    “(Harga) jam Rp 3 miliar. Dan untuk barang bukti sendiri di sini sudah berhasil dijual oleh pelaku senilai Rp 550 juta di wilayah Surabaya,” imbuhnya.

    3. Dalih Sakit Hati Tak Diberi Cuti

    Isma ditangkap di Stasiun Gubeng, Surabaya, pada Selasa (18/3) setelah menjual jam Patek Philippe tersebut. Isma nekat mencuri dengan alasan sakit hati karena tidak diizinkan cuti oleh majikannya.

    “Motifnya pelaku merasa kesal dengan korban karena tidak diberikan izin untuk melaksanakan cuti,” ungkap AKBP Ardian.

    Di sisi lain, Isma sudah mempersiapkan tiket untuk berlibur dengan suaminya ke luar negeri.

    “Pelaku sudah membeli tiket untuk ke Singapura bersama suaminya,” imbuhnya.

    Baca selanjutnya: modus hingga motif pencurian

    Jam Patek Philippe yang asli. (Foto: dok. Istimewa)

    2. Jam Tangan Asli Dijual Rp 550 Juta

    Setelah mencuri jam Patek Philippe milik korban, tersangka Isma terbang ke Surabaya, Jawa Timur. Di sana, dia menjual jam mewah tersebut senilai Rp 550 juta.

    “(Harga) jam Rp 3 miliar. Dan untuk barang bukti sendiri di sini sudah berhasil dijual oleh pelaku senilai Rp 550 juta di wilayah Surabaya,” imbuhnya.

    3. Dalih Sakit Hati Tak Diberi Cuti

    Isma ditangkap di Stasiun Gubeng, Surabaya, pada Selasa (18/3) setelah menjual jam Patek Philippe tersebut. Isma nekat mencuri dengan alasan sakit hati karena tidak diizinkan cuti oleh majikannya.

    “Motifnya pelaku merasa kesal dengan korban karena tidak diberikan izin untuk melaksanakan cuti,” ungkap AKBP Ardian.

    Di sisi lain, Isma sudah mempersiapkan tiket untuk berlibur dengan suaminya ke luar negeri.

    “Pelaku sudah membeli tiket untuk ke Singapura bersama suaminya,” imbuhnya.

    4. Beli Jam Palsu Rp 550 Juta di Online

    Untuk mengelabui majikannya, Isma menukar jam Patek Philippe asli tersebut dengan jam palsu ‘KW’ yang dibelinya melalui e-commerce.

    “Dia beli jam tangan palsu dari online shop seharga Rp 550 ribu,” kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Ardian Satrio Utomo kepada detikcom, Senin (24/3/2025).

    Setelah mendapatkan jam KW, Isma kemudian menaruh jam palsu tersebut di tempat di mana korban biasa menyimpan jam tersebut. Setelah itu, Isma pergi ke Surabaya untuk menjual jam tersebut.

    “Jadi dia ke Surabaya untuk transaksi barang bukti jam milik korban, dijual Rp 550 juta,” ungkapnya.

    baca selanjutnya: kronologi

    Potret jam tangan Patek Philippe asli (kanan) dan jam KW (kiri) yang ditukar ART pencuri di Jaksel. (Foto: dok. Istimewa/kolase detikcom)

    5. Motif ART Curi Jam Patek Philippe

    AKBP Ardian mengungkap motif Isma nekat mencuri arloji seharga miliaran rupiah itu demi gaya hidup mewah dan liburan ke luar negeri.

    “(Motifnya) untuk gaya hidup mewah, liburan ke Singapura,” lanjutnya.

    6. Kronologi ART Ketahuan Curi Jam

    Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Ardian Satrio Utomo mengatakan pencurian tersebut terjadi pada Jumat (14/3/2025) di apartemen korban di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Kasus ini dilaporkan oleh korban seorang pengusaha.

    “Kronologi kejadian berawal korban merasa curiga karena pelaku meninggalkan rumah tanpa izin dan memblokir nomor korban sehingga tidak dapat dihubungi,” kata Ardian saat dihubungi detikcom, Senin (24/3).

    Korban kemudian mengecek ponsel operasional yang biasa digunakan oleh Isma selaku asisten rumah tangga (ART). Dari situlah, korban mengetahui adanya jejak pembelian jam tangan palsu alias ‘KW’.

    “(Di ponsel tersebut) ada pemesanan jam Patek Philippe menyerupai dengan jam tangan milik korban tanggal 8 Maret 2025 melalui e-commerce dan diterima pada tanggal 10 Maret 2025,” jelasnya.

    Korban kemudian mengecek ponsel operasional yang biasa digunakan oleh Isma selaku asisten rumah tangga (ART). Dari situlah, korban mengetahui adanya jejak pembelian jam tangan palsu alias ‘KW’.

    “(Di ponsel tersebut) ada pemesanan jam Patek Philippe menyerupai dengan jam tangan milik korban tanggal 8 Maret 2025 melalui e-commerce dan diterima pada tanggal 10 Maret 2025,” jelasnya.

    Dari situlah, korban juga mengetahui jam tangan yang disimpan korban di tempat biasanya sudah ditukar dengan jam tangan KW.

    “Jam (palsu) tersebut digunakan oleh pelaku untuk menggantikan jam korban yang asli yang berada d dalam rumah sehingga dengan kejadian tersebut korban mengalami kerugian Rp 3 miliar,” paparnya.

    Halaman 2 dari 3

    (mea/mea)

    Hoegeng Awards 2025

    Baca kisah inspiratif kandidat polisi teladan di sini

  • Kakak Beradik di Bondowoso Bobol Motor dengan Kunci Duplikat, Dijerat Pasal 363 KUHP

    Kakak Beradik di Bondowoso Bobol Motor dengan Kunci Duplikat, Dijerat Pasal 363 KUHP

    Bondowoso (beritajatim.com) – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Bondowoso berhasil menangkap dua pelaku pencurian sepeda motor yang menggunakan modus kunci duplikat.

    Kedua pelaku yang ternyata kakak beradik itu, EG (25) dan adiknya yang masih berstatus pelajar kelas XI SMA, diketahui menghabiskan hasil kejahatannya untuk berfoya-foya.

    Keduanya yang berasal dari Desa Bataan, Kecamatan Tenggarang, tergolong nekat karena mencuri motor milik teman bermain, sahabat, hingga tetangga mereka sendiri.

    Dalam melancarkan aksinya, pelaku terlebih dahulu mengajak korban untuk nongkrong bersama.

    Saat momen tersebut, mereka meminjam motor korban dengan alasan mengambil uang atau pergi sebentar.

    Tanpa disadari, mereka memanfaatkan kesempatan itu untuk membuat duplikat kunci.

    “Ini merupakan modus baru pencurian motor,” ungkap Kapolres Bondowoso, AKBP Harto Agung Cahyono.

    Ia kemudian menjelaskan modus operandinya. Dimana motor dicuri saat korban dibuat asyik kongkow.

    “Semua korbannya diajak nongkrong bersama, lalu motornya dicuri dengan kunci duplikat yang sudah disiapkan pelaku,” ujarnya.

    Akibat perbuatannya, kedua pelaku dijerat Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan.

    “Dengan pengenaan pasal tersebut, ancaman hukuman bagi tersangka maksimal tujuh tahun penjara,” terang Kapolres. (awi/ted)

  • Jaga Keselamatan Petugas Transportasi di Tengah Lonjakan Arus Mudik

    Jaga Keselamatan Petugas Transportasi di Tengah Lonjakan Arus Mudik

    PIKIRAN RAKYAT – Keselamatan dan kesejahteraan petugas transportasi sering kali terabaikan dalam hiruk-pikuk persiapan mudik lebaran. Anggota Komisi VI DPR RI, Rieke Diah Pitaloka, mengingatkan pentingnya perhatian terhadap kondisi fisik dan mental para pekerja transportasi, terutama masinis, operator IT, dan petugas keamanan yang bertugas selama periode mudik dan arus balik Lebaran 2025.

    Pernyataan ini disampaikan oleh dirinya dalam agenda Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VI DPR RI dengan Kementerian BUMN, PT KAI (Persero), KCIC, dan Perum Damri di Stasiun Kereta Cepat Tegalluar Summarecon, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Jumat (21/3/2025). Selama agenda berlangsung, ia menekankan bahwa di balik kelancaran transportasi mudik, ada ribuan petugas yang harus bekerja tanpa libur, bahkan meninggalkan keluarga mereka di hari raya. 

    Oleh karena itu, ia meminta jaminan kesejahteraan bagi mereka agar dapat bekerja dengan optimal. Berdasarkan laporan yang ia terima, puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 28 Maret 2025, dengan 235.870 penumpang per hari, sementara puncak arus balik diprediksi pada 6 April 2025, dengan 267.613 penumpang.

    Guna mengantisipasi lonjakan ini, KAI mengerahkan 9.690 petugas keamanan, terdiri dari 8.649 petugas internal dan 1.041 petugas eksternal. Selain itu, sebanyak 2.021 petugas dikerahkan untuk pemeriksaan jalur, 327 petugas untuk penjagaan lintasan, serta 735 personel untuk pengamanan di stasiun dan perjalanan kereta api.

    Dengan jumlah tenaga kerja yang besar ini, tegas Rieke, harus diimbangi dengan perhatian terhadap kesejahteraan mereka. Ia pun menekankan mereka yang bertugas selama Lebaran—termasuk masinis dan operator teknologi di pusat pengendali IT di Bandung—harus mendapatkan perlindungan kesehatan yang memadai.

    “Jangan sampai mereka yang menjaga keselamatan jutaan pemudik justru kelelahan atau mengalami gangguan kesehatan akibat beban kerja yang berat,” ujarnya.

    Selain beban kerja yang tinggi, petugas transportasi juga menghadapi tantangan keamanan. Ia mencatat ada 342 titik rawan gangguan keamanan, dengan kasus pencurian aset, perusakan jalur, dan pelemparan batu ke kereta yang masih marak terjadi.

    Di antara tantangan ini, kasus pelemparan batu ke kereta api menjadi perhatian utama, dengan 179 insiden atau 52 persen dari total gangguan keamanan. “Kasus pelemparan batu ini bukan hanya membahayakan penumpang, tapi juga mengancam keselamatan masinis dan kru di dalam kereta. Kita harus memastikan ada langkah konkret untuk mengatasi masalah ini,” tegasnya.

    Tidak henti, Politisi Fraksi PDI-Perjuangan itu mendorong pemerintah daerah dan PT KAI bekerja sama dalam meningkatkan keamanan di jalur-jalur rawan serta menambah personel keamanan di titik-titik kritis. Di sisi lain, dirinya mengusulkan agar pemerintah dan operator transportasi memberikan insentif tambahan bagi pekerja yang bertugas selama Lebaran, termasuk tunjangan kesehatan dan dukungan mental.

    Selain itu, ia mengusulkan pemberian pemeriksaan kesehatan berkala, vitamin, serta sistem rotasi kerja yang lebih manusiawi agar pekerja tidak mengalami kelelahan ekstrem selama masa puncak mudik dan arus balik. “Kita tidak boleh menganggap mereka sekadar petugas di lapangan. Mereka adalah pahlawan transportasi yang memastikan masyarakat bisa mudik dengan aman dan nyaman,” kata Rieke.

    Sebagai penutup, dengan meningkatnya jumlah pemudik setiap tahun, Rieke mengingatkan soal kesejahteraan dan keselamatan petugas transportasi menjadi semakin penting. Tanpa mereka, menurutnya, kelancaran mudik yang dinikmati jutaan orang tidak akan mungkin terjadi.

    “Bagi yang tidak bisa berlebaran bersama keluarga karena harus bertugas, saya ingin mengucapkan terima kasih atas pengabdian kalian. Semoga ke depan ada kebijakan yang lebih baik untuk memastikan kalian mendapatkan hak yang seimbang dengan pengorbanan kalian,” pungkas legistor daerah pemilihan Jawa Barat VII itu.***

     

    Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News

  • Polisi Amankan Pelaku Jambret Anak TK di Gresik

    Polisi Amankan Pelaku Jambret Anak TK di Gresik

    Gresik (beritajatim.com)- Unit Reskrim  Polsek Menganti, Gresik, mengamankan terduga pelaku yang menjambret anak TK yang menggunakan perhiasan saat beraksi di Desa Mojotengah.

    Pelaku berinisial YK (47) asal Desa Mojowarno, Kecamatan Mojowarno, Jombang diamankan warga usai diserahkan menjalankan aksinya.

    Kapolsek Menganti AKP Moch.Dawud mengatakan, penangkapan terhadap terduga pelaku dilakukan di wilayah Kecamatan Kedamean. Setelah sebelumnya warga menyerahkan ke Polsek Kedamean.

    “Saat ditangkap ada warga yang melihat orang mencurigakan. Kemudian diamankan lalu diserahkan ke polisi,” katanya, Senin (24/3/2025).

    Masih menurut Dawud, setelah dilakukan penyelidikan terhadap pelaku. Usut punya usut, yang bersangkutan merupakan terduga pelaku pencurian perhiasan kalung milik anak di Desa Mojotengah, Kecamatan Menganti, Gresik. “Sasaran pelaku ke anak kecil yang sedang bermain. Saat lengah beraksi lalu kabur mengendarai motor,” paparnya.

    Dalam aksinya tersebut kata dia, terduga pelaku terekam kamera CCTV saat melakukan penjabretan kalung, yang mana korbanya adalah seorang anak kelas TK.

    Dari kamera CCTV itu imbuh Dawud, warga yang geram melalukan pengejaran. Namun, pelaku akhirnya diamankan warga saat melintas di wilayah Kecamatan Kedamean. “Pelaku sudah kami amankan usai menjalani pemeriksaan. Dari hasil itu, pelaku mengaku seorang diri menjalankan aksi penjambretan,” pungkasnya. [dny/kun]

  • Pencurian di RSUD Cibinong, Keluarga Pasien Hampir Kehilangan Handphone dan Tas

    Pencurian di RSUD Cibinong, Keluarga Pasien Hampir Kehilangan Handphone dan Tas

     

    JABAREKPSRES.COM, BOGOR – Kasus pencurian Pencurian di RSUD Cibinong, terjadi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cibinong, Kabupaten Bogor, pada Minggu (23/3) kemarin.

    Korban dalam insiden ini adalah NN (59), yang merupakan salah satu keluarga pasien yang sedang dirawat di rumah sakit tersebut.

    Kanit Reskrim Polsek Cibinong, AKP Yunli Pangestu, menjelaskan bahwa korban datang untuk merawat suaminya yang sedang sakit. Saat berada di rumah sakit, korban melihat pelaku membawa tas milik suaminya, sehingga ia langsung berteriak dan meminta bantuan petugas keamanan.

    “Korban datang untuk merawat suaminya yang sedang sakit. Saat itu, dia melihat pelaku membawa tas suaminya, lalu langsung berteriak dan menghubungi petugas keamanan,” ungkapnya, Senin (24/3).

    Pelaku yang berhasil diamankan adalah DW (35), warga Kecamatan Bojonggede. Saat ini, ia masih menjalani pemeriksaan di Polsek Cibinong.

    Tas yang berisi handphone dan uang tunai tersebut telah dikembalikan kepada korban. Meski demikian, korban memilih untuk tidak melaporkan kejadian tersebut ke pihak berwajib.

    “Pelaku masih kami amankan di Polsek, kami menunggu keluarga korban karena korban tidak ingin membuat laporan,” jelas AKP Yunli.

    Yunli juga menghimbau agar pihak RSUD Cibinong meningkatkan sistem keamanan di rumah sakit untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.

    “RSUD Cibinong perlu memperbaiki sistem keamanan agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” tegasnya.

  • Dubes Korsel Tegaskan Kasus Dugaan Insinyur RI Curi Data Pesawat Tempur KF-21 Jadi Prioritas Kerja

    Dubes Korsel Tegaskan Kasus Dugaan Insinyur RI Curi Data Pesawat Tempur KF-21 Jadi Prioritas Kerja

    Dubes Korsel Tegaskan Kasus Dugaan Insinyur RI Curi Data Pesawat Tempur KF-21 Jadi Prioritas Kerja
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Duta Besar RI untuk
    Korea Selatan
    , Cecep Herawan, mengungkapkan bahwa kasus dugaan
    pencurian data
    oleh insinyur Indonesia akan menjadi salah satu prioritas kerjanya.
    Cecep baru saja dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, pada Senin (24/3/2025).
    Berdasarkan tudingan Korea Selatan, data yang dicuri adalah data pesawat jet tempur
    KF-21
    .
    “Tentunya saya baru saja dilantik (sebagai) Dubes Indonesia dan (untuk) Korea Selatan. Terkait kasus yang menimpa para insinyur PTDI (Dirgantara Indonesia), itu sudah jadi perhatian kita,” kata Cecep, di Istana Negara, Senin.
    “Dan ini menjadi salah satu prioritas kerja kita sesuai pimpinan di Jakarta,” ucapnya.
    Ia mengungkapkan, secara umum, Presiden Prabowo juga sudah memberikan arahan melalui para menteri Kabinet Merah Putih.
    Ia mengaku mendapat arahan atau orientasi kerja sesuai program prioritas dan Asta Cita Presiden Prabowo.
    Cecep pun meyakini para duta besar sudah bisa memetakan kerja sama sesuai dengan kekuatan negara masing-masing.
    “Dengan apa yang diberikan kepada kami, Insya Allah kita sudah bisa
    mapping
    apa yang sudah menjadi kekuatan masing-masing negara di mana kita bertugas yang dapat berkontribusi terhadap pembangunan RI ke depan,” beber dia.
    Sebelumnya diberitakan, Korea Selatan (Korsel) menuduh warga negara Indonesia (WNI) yang bekerja sebagai insinyur di negaranya mencuri data pesawat jet tempur KF-21.
    Administrasi Program Akuisisi Pertahanan (DAPA) Korsel menyebutkan bahwa insinyur Indonesia menyimpan data tentang pengembangan KF-21 dalam sebuah USB.
    Korsel kemudian melakukan penyelidikan yang difokuskan pada data yang disimpan, yang berisi teknologi strategis terkait dengan program pengembangan KF-21.
    Insinyur Indonesia yang dituduh melakukan
    pencurian data KF-21
    saat ini dilarang meninggalkan Negeri Ginseng.
    “Penyelidikan gabungan yang terdiri dari berbagai lembaga terkait, termasuk Badan Intelijen Nasional,” ujar DAPA, dikutip dari kantor berita Yonhap.
    “Saat ini sedang dilakukan untuk menyelidiki keadaan dugaan pencurian teknologi oleh pihak Indonesia,” tambah media tersebut.
    KF-21 adalah proyek kerja sama antara Indonesia dengan Korsel bernilai 8 miliar dollar AS atau sekitar Rp 121,35 triliun.
    Kedua negara bersepakat untuk memproduksi 120 jet tempur untuk Korsel dan 48 jet tempur untuk Indonesia.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Polisi tangkap ART curi jam tangan mewah Rp3 miliar di Jaksel

    Polisi tangkap ART curi jam tangan mewah Rp3 miliar di Jaksel

    Modus yang dilakukan pelaku yakni menunggu sang majikan lengah agar bisa menukar jam tangan tersebut.

    Jakarta (ANTARA) – Polres Metro Jakarta Selatan berhasil menangkap seorang asisten rumah tangga (ART) berinisial IR (32) yang mencuri jam tangan mewah merek Patek Philippe seharga Rp3 miliar di sebuah Apartemen The Pakubuwono View, kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

    “Peristiwa terjadi pada Jumat (14/3) sekira pukul 22.00 WIB,” kata Kanit Krimum Polres Metro Jakarta Selatan AKP Igo Fazar Akbar kepada wartawan di Jakarta, Senin.

    Igo mengatakan pelaku berhasil diamankan pada Selasa (18/3) di Stasiun Gubeng Surabaya, Jawa Timur.

    Pada awalnya, Kepolisian telah menerima informasi dari masyarakat bahwa adanya tindakan pencurian di wilayah Apartemen The Pakubuwono View.

    Kemudian, Tim Opsnal berangkat ke tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan penyelidikan.

    Lalu, mendapati informasi bahwa tersangka sedang berada di Surabaya kemudian tim berhasil mengamankan.

    Dikatakan sang pelaku telah menukar jam tangan mewah merk Patek Philippe asli dengan yang palsu. Kemudian menjual jam itu dengan harga Rp550 juta.

    “Untuk barang bukti sendiri di sini sudah dijual oleh pelaku senilai Rp550 juta di wilayah Surabaya,” ucapnya.

    Modus yang dilakukan pelaku yakni menunggu sang majikan lengah agar bisa menukar jam tangan tersebut.

    IR kini telah ditahan polisi dengan disangkakan pasal 363 KUHP tentang pencurian dan pemberatan dengan ancaman maksimal hukuman tujuh tahun penjara.

    Pewarta: Luthfia Miranda Putri
    Editor: Ganet Dirgantara
    Copyright © ANTARA 2025

  • Polda Metro Buka Layanan Titip Kendaraan Bagi Pemudik, Ini Syaratnya

    Polda Metro Buka Layanan Titip Kendaraan Bagi Pemudik, Ini Syaratnya

    Jakarta

    Polda Metro Jaya dan jajaran polres hingga polsek membuka layanan penitipan kendaraan bagi masyarakat yang akan mudik Lebaran. Masyarakat bisa datang ke kantor polisi terdekat dengan membawa surat-surat kendaraan.

    “(Syaratnya) tentunya harus menunjukkan bukti kepemilikan. Nanti dilakukan pencatatan oleh petugas Polsek dan Polres, kemudian didokumentasikan, agar proses penitipannya dititipkan oleh orang yang berhak, pemilik,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi kepada wartawan, di Jakarta, Senin (24/3/2025).

    Pemilik kendaraan harus menyerahkan bukti dokumen berupa BPKB maupun STNK. Kemudian bagi kendaraan yang masih dalam cicilan, bisa juga disertakan keterangan dari pihak leasing.

    “Misalkan belum sempat balik nama, misalkan, maka apa? Ada kuitansi. Sehingga si penitip itu, si A, BPKB-nya atas nama B, tetapi ada kuitansi dari B ke A ya, sehingga sah dan legal dititipkan,” jelas Ade Ary.

    Sedangkan untuk penitipan rumah yang kosong, dia mengatakan agar pemilik rumah berkomunikasi dengan Bhabinkamtibmas setempat. Dia menyebut Bhabinkamtibmas jajaran Polda Metro Jaya ini sudah masuk ke WA Grup lingkungan, mulai dari tingkat RT maupun RW.

    “Ya silakan berkomunikasi yang baik. Di sisi lain Bapak Kapolda Metro Jaya pernah mengingatkan, kepada masyarakat agar membangun komunikasi yang baik juga dengan RT RW setempat. Untuk menitipkan juga ke tetangga. Ya karena lampu rumah di siang hari yang masih menyala, ini juga tergambar, akan tergambar oleh sindikat spesialis pencurian rumah kosong ini ya,” kata Ade Ary.

    Dia pun mengajak agar masyarakat juga ikut sama-sama memperkecil dan mempersempit ruang gerak para pelaku kejahatan dengan mengurangi kesempatan mereka melakukan kejahatan. Dia menyebut tindak kejahatan terjadi lantaran ada niat dan kesempatan.

    “Kalau kita sama-sama menghilangkan kesempatan para pelaku kejahatan yang punya niat dari rumah ini, maka kegiatan tidak akan pernah terjadi. Jadi trennya akan bergantung pada usaha kita bersama dalam mengantisipasi kegiatan,” ucap Ade Ary.

    (mea/mea)

    Hoegeng Awards 2025

    Baca kisah inspiratif kandidat polisi teladan di sini

  • 3 Kasus Kriminalitas Tertinggi di Wilayah Polda Metro Jaya, Waspada Sasarannya Perempuan – Halaman all

    3 Kasus Kriminalitas Tertinggi di Wilayah Polda Metro Jaya, Waspada Sasarannya Perempuan – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Polda Metro Jaya baru-baru ini mengungkap hasil Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) Jaya 2025, yang berhasil mengungkap 382 kasus kriminalitas dengan 448 tersangka selama periode 7 hingga 21 Maret 2025. 

    Dari sejumlah kasus yang diungkap, ada tiga jenis kriminalitas dengan tingkat kejadian tertinggi yang perlu diwaspadai, terutama yang menyasar perempuan.

    1. Pencurian dengan Pemberatan (Curat) – 128 Kasus

    Pencurian dengan pemberatan menempati urutan pertama dengan 128 kasus yang berhasil diungkap. Kejahatan ini menjadi yang paling sering terjadi selama Operasi Pekat Jaya 2025, dengan banyaknya perempuan menjadi korban. 

    Kombes Wira Satya Triputra, Dirreskrimum Polda Metro Jaya, menjelaskan bahwa modus yang digunakan oleh pelaku pun sangat beragam.

    “Ini adalah perkara yang paling banyak diungkap. Kejahatan ini menyasar perempuan sebagai target,” ujar Wira dalam konferensi pers pada Senin (24/3/2025).

    2. Pencurian dengan Kekerasan (Curas) – 32 Kasus

    Kasus pencurian dengan kekerasan, atau yang lebih dikenal dengan istilah begal, tercatat sebanyak 32 kasus.

    Kejahatan ini menargetkan korban dengan kekerasan fisik, sering kali disertai ancaman atau bahkan melukai korban. 

    Wira menekankan, “Kasus pencurian dengan kekerasan ataupun curas ataupun yang kita sebut dengan begal,” ujarnya, 

    3. Pencurian Kendaraan Bermotor – 93 Kasus

    Pencurian kendaraan bermotor menjadi salah satu kasus yang marak, dengan 93 kasus yang berhasil diungkap. Kejahatan ini tidak hanya menimpa warga yang memiliki kendaraan, tetapi juga menjadi perhatian karena sering kali dilakukan dengan modus yang semakin canggih, terutama dengan sasaran kendaraan yang diparkir di tempat umum. 

    “Alhamdulillah, kami bisa mengungkap 93 kasus,” lanjut Wira.

    Selain itu, Polda Metro Jaya juga mengungkap kasus pencurian biasa (23 kasus) dan aksi premanisme berkedok organisasi massa (7 kasus), yang semakin meresahkan masyarakat.

    Polda Metro Jaya mengimbau masyarakat untuk lebih waspada, terutama perempuan, yang menjadi sasaran utama dalam sebagian besar kasus kriminalitas ini. 

    Polda Metro Jaya dan TNI Kerahkan 164.298 Personel untuk Operasi Ketupat 2025, Pastikan Keamanan Mudik Lebaran

    Polda Metro Jaya bersama TNI akan mengerahkan 164.298 personel dalam rangka Operasi Ketupat 2025, yang berlangsung dari 23 Maret hingga 8 April 2025.

    Operasi ini bertujuan untuk memastikan keamanan dan kelancaran arus mudik serta perayaan Idul Fitri di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

    Tim gabungan akan disebar ke 2.835 pos mudik yang terdiri dari 1.738 pos pengamanan, 788 pos pelayanan, dan 309 pos terpadu yang tersebar di berbagai lokasi.

    Para personel yang berada di pos pelayanan akan mengamankan tempat-tempat vital seperti masjid untuk salat Id, terminal, pusat perbelanjaan, pelabuhan, bandara, dan stasiun kereta api, guna menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat.

    Dalam upaya mendukung kelancaran arus mudik, Polda Metro Jaya juga telah mempersiapkan sejumlah langkah pengamanan, termasuk penerapan rekayasa lalu lintas seperti sistem ganjil genap, kontraflow, dan one-way system.

    Hal ini akan diberlakukan berdasarkan analisis dan pemantauan secara real-time dari CCTV, traffic counting, serta laporan petugas di lapangan.

    Selain itu, untuk menjaga kelancaran pada jalur penyeberangan, Polda Metro Jaya akan menerapkan sistem delaying, buffer zone, dan screening tiket pada kapal, yang akan mengatur pola operasional kapal untuk keberangkatan dan kedatangan dengan lebih teratur.

    Polda Metro Jaya juga menyediakan hotline 110 untuk memudahkan masyarakat yang membutuhkan bantuan atau melaporkan kejadian mencurigakan selama masa mudik.

    Posko terpadu yang beroperasi 24 jam siap melayani masyarakat dengan berbagai kebutuhan.

    Selain itu, Polda Metro Jaya mengimbau agar masyarakat merencanakan perjalanan mudik dengan baik, menggunakan transportasi umum atau berbagi kendaraan untuk mengurangi kepadatan di jalan.

    Masyarakat juga disarankan untuk mengamankan rumah yang ditinggalkan dan melaporkan kepada pihak berwenang jika menemukan hal yang mencurigakan.

    Keamanan dan kenyamanan selama mudik Lebaran tidak lepas dari kerja sama antara masyarakat dan kepolisian.

    Polda Metro Jaya berkomitmen untuk memberikan rasa aman selama libur Lebaran dan mengantisipasi potensi gangguan keamanan, termasuk kejahatan jalanan, terorisme, serta peredaran narkoba dan miras ilegal.

  • Sebut Willie Salim Tak Bisa Dipidana, Firdaus Oiwobo Senggol Pemerintah: Kenapa Rakyatnya Kelaparan?

    Sebut Willie Salim Tak Bisa Dipidana, Firdaus Oiwobo Senggol Pemerintah: Kenapa Rakyatnya Kelaparan?

    TRIBUNJAKARTA.COM – Meski telah dilaporkan ke Polda Sumatera Selatan, Willie Salim dinilai tidak bisa dijerat hukum pidana. 

    Hal itu diungkapkan oleh seorang pengacara, Firdaus Oiwobo. 

    “Pandangan hukum saya, Willie Salim tidak bisa dijerat hukum pidana, enggak bisa. Kalau pun dijerat Pasal 335 lantas siapa korbannya? Siapa yang mau dilaporin,” ujar Firdaus seperti dikutip dari Youtube Intens Investigasi yang tayang pada Senin (24/3/2025) di Youtube. 

    Sebab, kata Firdaus, banyak warga Palembang yang turut menyaksikan hingga mencuri daging rendang yang dimasak Willie Salim. 

    Bahkan Willy Salim sebenarnya bisa melaporkan balik ke polisi. 

    “Ini kan ditonton dan dinikmati orang-orang Palembang juga, orang banyak yang nonton. Banyak juga yang ngambil, yang nyuri rendangnya Willy Salim. Kalau Willy Salim mau lapor balik, apakah rakyat itu mau dilaporin polisi karena pencurian rendang? Kan enggak lucu,” ujar Firdaus diiringi tawa. 

    Ia pun menyarankan agar kasus tersebut tidak dikait-kaitkan dengan sukuisme. 

    “Karena itu sifatnya kan kecil ya scope-nya kecil. Jangan dikaitkan dengan Palembang yang besar. Ini sarang gue. Jangan nanti takutnya ego sektoral, jadinya bahaya. Jadinya isu rasis, lebih baik dikecilkan aja,” katanya. 

    Alih-alih turut menyalahkan Wille Salim, Firdaus Oiwobo menyinggung peran pemerintah setempat. 

    Menurutnya, kasus ini menjadi bahan instropeksi diri pemerintah setempat. 

    “Pemerintah Sumatera Selatan kenapa bisa rakyatnya bisa kelaparan seperti itu, jangan malah cari pembenaran tapi harus instropeksi diri, kok bisa rakyatnya bisa sampai mau makan rendang yang enggak seberapa harganya bisa dikerubutin dan dicuri,” jelasnya. 

    Sebelumnya diberitakan, Willie Salim resmi dilaporkan ke Polda Sumatera Selatan (Sumsel) atas kontennya yang viral terkait memasak 200 kilogram rendang di Benteng Kuto Besak (BKB) Palembang.

    Konten ini memicu kontroversi karena dianggap merusak citra warga Palembang dan menimbulkan kegaduhan di masyarakat.

    Pada Sabtu (22/3/2025) malam, Kantor Hukum Ryan Gumay Lawfirm resmi melaporkan Willie Salim ke Polda Sumatera Selatan (Sumsel).

    Pengacara Muhammad Gustryan dari Ryan Gumay Lawfirm mengonfirmasi laporan tersebut kepada Sripoku.com pada Minggu (23/3/2025).

    Tuntutan Hukum terhadap Willie Salim

    Ryan Gumay menyatakan bahwa sebagai warga asli Palembang, dirinya bersama masyarakat lainnya merasa keberatan dengan konten tersebut.

    “Benar, tadi malam kami mendatangi Polda Sumsel untuk melaporkan kejadian ini sebagai pengaduan masyarakat. Laporan kami sudah diterima dengan nomor LP LAP-20250322-3F227 pada Sabtu (22/3/2025),” ujar Ryan Gumay.

    Ryan menegaskan bahwa langkah hukum ini diambil sebagai bentuk efek jera bagi para kreator konten agar lebih mempertimbangkan dampak sosial dan konsekuensi hukum dari konten yang dibuat.

    “Kami juga telah menyerahkan beberapa alat bukti ke Subdit Cyber Crime Polda Sumsel, dan laporan kami sudah direspon melalui akun Banpol Sumsel,” tambahnya.

    Ryan berharap pihak kepolisian segera menindaklanjuti laporan tersebut dan meningkatkan statusnya menjadi laporan polisi model B.

    Adapun laporan tersebut mengarah pada dugaan pelanggaran Pasal 28 Ayat 2 dan 3 juncto Pasal 45 Ayat 1, 2, dan 3 serta Pasal 27 Ayat 1 dan 3 dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

    Selain laporan dari Ryan Gumay Lawfirm, selebgram Palembang Achmad Fuadi Irawan atau yang dikenal sebagai Adi BGP juga mengajukan laporan terhadap Willie Salim.

    Adi melaporkan Willie atas konten rendang yang disebutnya telah mencoreng reputasi Kota Palembang.

    Melalui unggahan di akun TikTok @febryan.to, Adi BGP mengajak komunitas kreator dan selebgram Palembang untuk mendukung laporan ini.

    Ia juga berencana melakukan dialog dengan Kapolresta Palembang terkait permasalahan tersebut pada Senin (24/3/2025).

    “Saya mengajak seluruh TikToker, kreator konten, dan selebgram untuk bersama-sama melaporkan Willie Salim serta berdiskusi dengan Kapolresta Palembang. Mohon dukungannya untuk hadir,” kata Adi BGP.

    Di sisi lain, seorang saksi bernama Hartati Syauqi yang mengaku berada di lokasi saat kejadian, memberikan kesaksiannya.

    Hartati menyebut bahwa insiden hilangnya rendang tersebut sebenarnya telah disetting oleh Willie Salim dan timnya.

    “Saya ada di lokasi, dan memang kejadian ini sudah disetting. Willie pergi makan di mobil selama 30 menit, bukan ke toilet seperti yang dikatakan. Rendang seharusnya butuh waktu lebih lama untuk matang, tetapi mereka memutuskan untuk meninggalkan dan menyetting semuanya,” ungkap Hartati. 

    Willie Salim minta maaf

    Kreator konten Willie Salim menyatakan bahwa hilangnya rendang satu ekor sapi yang sedang dimasak di kuali bukanlah salah warga Palembang, Sumatera Selatan.

    Ia menyampaikan dalam video permintaan maaf atas kegaduhan akibat kejadian itu.

    “Ini bukan salah warga Palembang. Sepenuhnya salah saya, karena saya kurang persiapan,” kata Willie dikutip dari akun Instagram @willie27_, Sabtu (22/3/2025).

    Dirinya mengaku baru pertama kali memasak dalam porsi untuk orang banyak.

    Dalam benaknya, ia ingin warga Palembang bisa berbuka puasa dan menikmati rendangnya bersama.

    “Tidak ada kekecewaannya sama sekali terhadap rendang yang hilang itu. Malahan, aku senang sekali melihat antusias warga karena pada akhirnya rendang itu dimasak untuk dibagikan ke warga,” tutur Willie.

    Ia berujar hanya terkejut melihat antusias tinggi warga yang mengambil rendangnya.

    Gara-gara unggahan soal hilangnya rendang Willie ini, sikap warga Palembang mendapat kecaman dari netizen.

    Sebagai informasi, Willie memasak rendang pada malam hari di ruang terbuka di Palembang.

    Saat ia pergi ke toilet sejenak, rendangnya sudah ludes diboyong warga menggunakan plastik hingga gayung. Padahal, rendang itu belum matang utuh dan masih panas. (Kompas.com/TribunJakarta.com). 

    Akses TribunJakarta.com di Google News atau WhatsApp Channel. Pastikan Tribunners sudah install aplikasi WhatsApp ya