Kasus: Kemacetan

  • Bandung dan Medan Masuk Daftar Kota Termacet di Dunia, Lebih Parah dari Jakarta

    Bandung dan Medan Masuk Daftar Kota Termacet di Dunia, Lebih Parah dari Jakarta

    Bisnis.com, JAKARTA – Menurut TomTom Traffic Index 2024, Bandung telah menjadi kota termacet ke-12 di dunia dan Medanjuga bertengger di posisi ke-15 dalam daftar tersebut. 

    Sebagai informasi, TomTom Traffic Index mengevaluasi 500 kota di 62 negara, di 6 benua di seluruh dunia. Mereka menganalisa berdasarkan waktu tempuh rata-rata dan tingkat kemacetan. 

    Hasilnya, Bandung menempati posisi ke-12 dengan rata-rata waktu tempuh per 10 km mencapai sebesar 32 menit 37 detik. Posisinya berada di bawah Kota Kumamoto, yang berlokasi di Jepang. 

    Tak hanya Bandung, nyatanya Medan juga menempati di posisi ke-15 dengan waktu 32 menit 37 detik, di bawah Manila, Filipina, dengan waktu 32 menit 10 detik. 

    Terlebih, untuk urutan ke-53 juga ditempati oleh Palembang dengan 27 menit 55 detik. Barulah Jakarta, menempati posisi urutan ke-90 dengan lama waktu 25 menit 31 detik.

    Mengapa Terjadi Kemacetan?

    Wakil Presiden Lalu Lintas di TomTom, Ralf-Peter Schäfer, kemudian mengungkapkan bahwa dengan kawasan perkotaan yang terus berkembang, kemacetan lalu lintas menjadi masalah yang semakin mendesak untuk diatasi. 

    “Infrastruktur yang usang dan perencanaan jalan yang tidak efisien gagal memenuhi kebutuhan yang terus meningkat. Selain itu, lonjakan e-commerce telah menyebabkan peningkatan lalu lintas pengiriman barang, yang semakin memperumit situasi,” jelasnya. 

    Adapun dia menghimbau bahwa perlunya regulasi yang lebih baik dan opsi transportasi yang berkelanjutan, untuk menghindari kemacetan yang lebih parah. 

    “Mobilitas perkotaan adalah hasil dari interaksi antara faktor statis yang menentukan potensi perjalanan yang efisien, dan faktor dinamis yang menciptakan variasi dan gangguan yang dialami oleh pengguna jalan,” tambah Schäfer.

    Terlebih, TomTom Traffic Index menggunakan data kendaraan bergerak yang dikumpulkan dari berbagai sumber. 

    Dalam edisi terbaru ini, TomTom menganalisis sampel representatif yang mencakup 458 miliar mil, atau sekitar 737 km perjalanan pada tahun 2024, memungkinkan pelacakan dan penjelasan bagaimana pola lalu lintas telah berubah di kota-kota di seluruh dunia.

    Untuk edisi terbaru Traffic Index, TomTom telah merevisi metodenya dalam mendefinisikan pusat kota dan wilayah metropolitan untuk lebih mencerminkan kondisi lalu lintas yang sebenarnya dan memungkinkan perbandingan standar antar kota.

  • Jalur Wisata Ciwidey Padat saat Libur Isra Mi’raj dan Imlek

    Jalur Wisata Ciwidey Padat saat Libur Isra Mi’raj dan Imlek

    JABAR EKSPRES – Arus lalu lintas di jalur wisata Ciwidey, tepatnya di Jalan Raya Sadu-Soreang, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung, mengalami kepadatan pada Senin (21/1). Kepadatan ini didominasi oleh kendaraan roda empat dan roda dua yang berasal dari wilayah Jakarta, Bandung, dan sekitarnya.

    Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa banyak pengendara melintas ke kawasan Ciwidey melalui jalur Sadu-Soreang, dengan panjang kemacetan diperkirakan mencapai lima kilometer.

    Kapolresta Bandung, Kombes Pol Aldi Subartono, menjelaskan bahwa pihak kepolisian telah melakukan antisipasi terhadap potensi kemacetan di jalur wisata, seperti Pangalengan, Ciwidey, dan jalur arteri lainnya. Sebanyak 103 personel kepolisian diterjunkan untuk mengamankan arus lalu lintas di titik-titik rawan macet.

    BACA JUGA: Alun-Alun Ciwidey Diresmikan, Bupati Harapkan Fasilitas Ramah Disabilitas dan Adanya Wifi Gratis

    “Kami menempatkan personel di titik-titik yang padat kemacetan, termasuk di lokasi yang terimbas hujan yang berpotensi menyebabkan kemacetan,” ujar Aldi di Soreang.

    Aldi menambahkan, selama libur panjang ini, pihaknya memperkirakan jumlah kendaraan akan meningkat hingga 30 persen. Meski demikian, ia mencatat adanya penurunan jumlah kendaraan pada hari itu dibandingkan akhir pekan sebelumnya.

    “Hari ini meskipun diperkirakan masih akan ada banyak kendaraan, laporan menunjukkan penurunan dibandingkan kemarin,” jelasnya.

    Menurut Aldi, sebagian besar kendaraan yang melintasi jalur Ciwidey dan Pangalengan berasal dari masyarakat lokal yang pulang-pergi, sementara pengunjung yang menginap lebih banyak berasal dari Jakarta. “Kebanyakan pengunjung yang menginap berasal dari Jakarta, dan mereka cenderung kembali ke Bandung pada sore hari,” tambahnya.

    Untuk mengatasi kemacetan, polisi juga menerapkan sistem one way sepenggal. Sejak awal liburan akhir pekan, polisi telah melakukan lima kali penerapan one way di jalur-jalur padat, seperti di Ciwidey dan Pangalengan, guna mengurai kemacetan.

    “Pada hari pertama weekend, kami menerapkan one way sebanyak lima kali. Jika jalur di bawah padat, kami tahan kendaraan dari bawah, sementara kendaraan dari atas diperbolehkan turun. Sebaliknya, jika jalur di atas padat, kendaraan dari bawah kami tahan dan tarik ke atas,” jelas Aldi.

  • Horor Macet Sergap Jalur Puncak Bogor saat Liburan Isra Mikraj dan Imlek

    Horor Macet Sergap Jalur Puncak Bogor saat Liburan Isra Mikraj dan Imlek

    loading…

    Horor macet menyergap jalur Puncak, Kabupaten Bogor, Senin (27/1/2025). Terjadi kemacetan di sejumlah titik di jalur tersebut. Foto: SINDOnews/Putra Ramadhani Astyawan

    BOGOR – Horor macet menyergap jalur Puncak , Kabupaten Bogor, Senin (27/1/2025). Terjadi kemacetan di sejumlah titik di jalur tersebut.

    Pantauan pukul 15.00 WIB, kemacetan parah pertama terjadi di sekitaran Pasar Cisarua. Hal itu disebabkan banyaknya pemotor dari arah Jakarta mengambil jalur berlawanan yang sedang one way arah Jakarta.

    Tak hanya itu, adanya persimpangan jalan dan keluar masuk kendaraan juga turut menyebabkan kemacetan. Dengan perlahan, anggota kepolisian yang berjaga berupaya melakukan pengaturan agar para pemotor kembali masuk jalurnya.

    Selain Pasar Cisarua, kemacetan terus mengular hingga Simpang Taman Safari dan Gunung Mas. Bahkan, kemacetan diperparah adanya angkot yang parkir di bahu jalan sekitaran Gunung Mas.

    Ternyata, sopir angkot sedang tidur di dalam mobilnya. Pengendara motor berupaya membangunkan sopir untuk memindahkan mobilnya.

    “Bangun, mobilnya pinggirin dulu,” kata salah satu pemotor membangunkan sopir angkot di lokasi, Senin (27/1/2025).

    Sang sopir langsung bangun dan memindahkan mobilnya masuk area parkir salah satu tempat wisata. Setelah angkot masuk, pemotor menuju Puncak kembali bisa melintas.

    Sebelumnya, polisi memberlakukan sistem one way menuju Jakarta di Jalur Puncak sejak pukul 11.30 WIB. Belum diketahui sampai kapan sistem one way diberlakukan karena masih situasional tergantung dari kondisi arus lalu lintas di Jalur Puncak.

    (jon)

  • Libur Isra Miraj dan Imlek, Tebet Eco Park Jadi Destinasi Favorit Keluarga
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        27 Januari 2025

    Libur Isra Miraj dan Imlek, Tebet Eco Park Jadi Destinasi Favorit Keluarga Megapolitan 27 Januari 2025

    Libur Isra Miraj dan Imlek, Tebet Eco Park Jadi Destinasi Favorit Keluarga
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com –

    Tebet Eco Park
    , Jakarta Selatan, masih menjadi destinasi wisata pilihan warga untuk menikmati libur panjang perayaan Isra Miraj dan Tahun Baru Imlek 2025.
    Pantauan
    Kompas.com
    di lokasi, Senin (27/1/2025), taman hijau yang terletak di jantung kota ini dipenuhi pengunjung dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Mayoritas pengunjung datang bersama keluarga.
    Setiap sudut taman seolah menjadi “kaveling pribadi” para pengunjung yang menggelar tikar di bawah rimbunnya pepohonan.
    Bekal makanan yang mereka bawa dari rumah berupa nasi, ikan teri, sayur, hingga aneka camilan diatur rapi di tengah tikar, untuk nantinya disantap bersama-sama.
    Di area permainan, suara tawa anak-anak nyaring terdengar. Mereka berlarian, mencoba berbagai fasilitas bermain yang ada, di antaranya ayunan, jungkat-jungkit, hingga perosotan.
    Di sisi lain, para orangtua duduk santai di bangku taman sambil mengawasi dari kejauhan. Sesekali, mereka melambaikan tangan, memberi tanda agar anak-anak mereka berhati-hati.
    Keluarga yang membawa bayi juga terlihat nyaman berjalan-jalan dengan
    stroller
    di jalanan taman yang sudah diaspal rapi.
    Tak hanya keluarga, pasangan muda-mudi juga terlihat duduk bercengkerama, menikmati waktu luang di tengah kesibukan kota.
    Namun, di balik kenyamanan ini, sesekali aroma tidak sedap dari saluran air yang melintasi taman tercium.
    Kondisi ini seakan menjadi satu-satunya gangguan kecil di tengah suasana yang menyenangkan.
    Salah satu pengunjung, Ria Riawati (42) sengaja datang dari Depok untuk menghabiskan waktu libur di Tebet Eco Park.
    Bagi Ria, menghabiskan libur panjang di Tebet Eco Park seakan menjadi obat untuk melepas penat.
    “Kalau ke mall mulu bosan, kita ke alam, cari yang hijau-hijau lah biar tidak penat. Kalau di udara terbuka ginikan enak,
    refreshing
    , anak-anak juga
    seneng
    karena bisa main permainan gratis,” kata Ria, Senin.
    Pengunjung lainnya, Wahidah (33), mengaku sengaja memilih datang ke Tebet Eco Park karena menghindari kemacetan di destinasi wisata lain yang kerap terjadi pada momen libur panjang.
    “Kalau ke mana-mana saya takut malah kejebak macet, apalagi ini libur panjang, nanti sampai tujuan tidak, malah kena macet di jalanan,” kata Wahidah.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Media Luar Negeri Beritakan Usulan Menhub Dudy agar Pegawai WFA saat Nyepi dan Idul Fitri – Halaman all

    Media Luar Negeri Beritakan Usulan Menhub Dudy agar Pegawai WFA saat Nyepi dan Idul Fitri – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Usulan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi agar pegawai kementerian hingga swasta menerapkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) saat Nyepi (29 Maret) dan Idul Fitri (31 Maret-1 April) menjadi sorotan di luar negeri.

    Media yang berbasis di Singapura, The Straits Times menjadikan usulan tersebut sebagai headline dalam topik berita Asia.

    Mereka memberikan judul ‘Menteri Perhubungan Indonesia mengusulkan bekerja dari mana saja menjelang Nyepi, Idul Fitri’.

    Dalam berita tersebut menyatakan, alasan usulan tersebut diajukan dalam rapat DPR.

    Yakni untuk mengurangi kemacetan lalu lintas yang kerap kali terjadi di Indonesia saat mudik lebaran.

    Apalagi, tulis berita tersebut, Presiden Prabowo Subianto telah menetapkan tanggal 28 Maret 2025 sebagai cuti bersama untuk Nyepi dan tanggal 2-7 April sebagai perpanjangan cuti bersama Idul Fitri.

    Lanjut berita itu, Kementerian Perhubungan berencana untuk membahas kemungkinan perluasan kebijakan WFA ke sektor swasta dengan Kementerian Ketenagakerjaan dan pemangku kepentingan bisnis.

    Jika WFA diberlakukan dalam skala tersebut, hal itu akan membantu pihak berwenang mengelola masuknya pemudik selama libur Idul Fitri.

    Sebelumnya diberitakan, Dudy menyebut, usulan tersebut akan disampaikan kepada presiden.

    “Kami akan mengusulkan mulai tanggal 24 Maret sampai 27 Maret untuk diberlakukan work from anywhere.”

    “Jadi mungkin dari pihak kementerian dan lain bisa melakukan work from anywhere untuk pegawai-pegawai. Jadi mereka bisa bekerja dari mana saja,” kata dia di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

    “Dan untuk pihak swasta, kami harus berkoordinasi dengan pihak kementerian tenaga kerja maupun dengan para pelaku usaha apakah memungkinkan untuk diberlakukan.”

    “Kalau ini diberlakukan, ini akan sangat menolong bagi para stakeholder yang mengelola angkutan Lebaran untuk dapat mengurai kepulangan dari para pemudik 2025,” imbuhnya.

    Dudy mengungkapkan, periode 28-30 Maret 2025 menjadi tantangan bagi Kemenhub untuk mengurai proses arus mudik.

    Sebab itu, dia akan mengusulkan usulan WFA kepada Presiden Prabowo Subianto.

    “Itu sebabnya, kami akan mengusulkan dan kami akan berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga lain yang nanti akan kami sampaikan kepada Presiden.”

    “Mohon izin, Bapak, ini kami belum sampaikan kepada Bapak Presiden. Kami sedang melakukan kordinasi dengan kementerian/lembaga lain,” ujarnya.

    Untuk diketahui, cuti bersama dan libur nasional Hari Suci Nyepi jatuh pada Jumat 28 Maret dan 29 Maret 2025. 

    Sementara libur nasional Idul Fitri 1446 Hijriah pada 31 Maret dan 1 April 2025.

    THR Lebih Awal

    Dudy Purwagandhi juga mengusulkan waktu pembayaran tunjangan hari raya (THR) kepada para tenaga kerja dilakukan lebih awal. 

    Hal itu dia sampaikan usai melakukan pertemuan dengan Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli pada Jumat (24/1/2025) di Kantor Kementerian Ketenagakerjaan. 

    “Pembayaran THR lebih awal diharapkan dapat memberikan keleluasaan bagi masyarakat untuk menentukan waktu dalam melakukan perjalanan mudik lebaran,” kata Menhub Dudy dalam keterangannya dikutip Minggu (26/1/2025).

    Menhub Dudy menjelaskan bahwa pertemuan ini juga bertujuan untuk membahas strategi lintas sektor guna memastikan kesiapan penyelenggaraan angkutan yang selamat, nyaman, dan efisien selama periode mudik dan arus balik Lebaran 2025.

    Ia menilai, batas waktu dimulainya dan selesainya libur akan mempengaruhi tingkat kepadatan jalan dan tingginya pemanfaatan layanan di berbagai moda transportasi.

    “Masa libur panjang akan berdampak signifikan pada lonjakan pergerakan masyarakat. Selain itu, tanggal mulai dan selesainya libur akan berpengaruh pada tingkat kepadatan selama masa angkutan Lebaran nanti. Termasuk juga penentuan puncak arus mudik dan arus balik,” ujar Menhub Dudy.

    Pada kesempatan itu, Menhub Dudy memaparkan strategi Kemenhub dalam menghadapi angkutan Lebaran mendatang. Strategi tersebut yakni implementasi buffer zone untuk mengurai kemacetan di akses menuju Pelabuhan Penyeberangan (Merak-Bakauheni).

    Kemudian optimalisasi terminal yang masih kurang dimanfaatkan untuk digunakan maskapai bertarif rendah dalam mendukung penurunan harga tiket pesawat yang berkelanjutan, pelaksanaan layanan direct train dengan tetap mempertimbangkan kesiapan lokomotif dan masinis.

    Sejumlah kendaraan memasuki Gerbang Tol Cikampek Utama menuju arah Tol Cipali di Karawang, Jawa Barat, Sabtu (6/4/2024). Korlantas Polri memberlakukan contraflow di Jalan Tol Jakarta Cikampek Km 36 – Km 72 dan one way dari Tol Cikatama Km 72-Tol Kalikangkung Km 414 untuk mengurai volume kendaraan yang meningkat pada arus mudik lebaran 2024. (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

    Optimalisasi aset infrastruktur selagi berkoordinasi dengan K/L terkait dengan tetap mempertimbangkan aspek keselamatan, penyelenggaraan program Mudik Gratis, serta perlunya digitalisasi tiket pada semua moda transportasi.

    Menhub Dudy berharap, dengan strategi tersebut, angkutan Lebaran 2025 dapat sebaik atau lebih baik dari angkutan Nataru 2024/2025 yang berjalan lancar. Masyarakat pun menilai positif penyelenggaraan angkutan Nataru 2024/2025 lalu.

    “Alhamdulillah, berkat kolaborasi pada masa angkutan Nataru kemarin, survei dari UGM menunjukkan 86 persen masyarakat puas. Nilai ini menjadi catatan berharga karena nanti jumlah penduduk yang melakukan perjalanan saat Lebaran diperkirakan jauh lebih banyak,” ujar Dudy.

    Komisi V DPR Mendukung

    Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Syaiful Huda, mendukung wacana bekerja dari mana saja atau work form anywhere (WFA) untuk menekan potensi kemacetan mudik Lebaran dan Nyepi 2025.

    Adapun wacana tersebut diusulkan oleh Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi m. Konsep WFA ini diusulkan diterapkan mulai tanggal 24-27 Maret 2025 dan 8-11 April 2025.

    Menurut Huda, penerapan WFA di kalangan pegawai negeri sipil maupun swasta akan memberikan waktu lebih panjang bagi para pemudik mempersiapkan perjalanan ke kampung halaman masing-masing.

    “Konsep WFA ini layak dikaji agar para pemudik lebaran maupun hari raya nyepi tidak menempuh perjalanan di satu waktu sehingga mengurangi potensi kemacetan di jalur tol, akses bandar udara, maupun ke pelabuhan,” ujar Syaiful kepada wartawan, Senin (27/1/2025).

    Syaiful mengatakan Lebaran 2025 diperkirakan jatuh pada tanggal 31 Maret atau 1 April 2025. Sedangkan Hari Raya Nyepi jatuh pada tanggal 29 Maret 2025. 

    Jarak dua hari besar yang berdekatan itu berpotensi menganggu arus mudik karena berhentinya layanan di Pelabuhan Gilimanuk maupun Bandara Ngurah Rai selama perayaan Nyepi.

    “Situasi ini harus diantisipasi jauh hari dan konsep WFA yang disampaikan oleh Menhub Dudy cukup masuk relevan diterapkan sehingga pemudik terutama dari Bali dan sekitarnya bisa jauh hari menyiapkan diri,” ujar Huda.

    Politisi PKB itu menilai akan ada peningkatan signifikan pergerakan orang dan barang jelang mudik Lebaran dan hari raya Nyepi. 

    Jika rata-rata pergerakan orang saat mudik lebaran saja mencapai 193 juta jiwa, maka dengan adanya mudik nyepi yang waktunya berdekatan bisa meningkatkan pergerakan orang hingga hampir 197 juta jiwa.

    “Meskipun angka pasti pergerakan orang ini menunggu hasil survei Kemenhub, tetapi situasi adanya dua hari raya yang jatuh dalam kurun waktu hampir bersamaan harus diantisipasi secara serius,” katanya.

    Huda pun menegaskan kemacetan adalah momok bagi para pemudik, dan juga bagi pemerintah, karena menimbulkan komplikasi penanganan yang tidak mudah diselesaikan, baik di jalan tol, jalan nasional dan jalan lainnya. 

    Kemacetan di berbagai ruas jalan pada saat mudik tidak jarang menimbulkan korban jiwa akibat tingkat kelelahan yang tinggi.

     “Tentu saja tidak bisa diabaikan, total kerugian materil yang sulit diukur besarannya,” katanya.

    Dengan konsep WFA, lanjutnya, para pemudik lebaran maupun Nyepi bisa jauh hari memulai perjalanan ke kampung halaman. Menurutnya, pemudik tidak akan menumpuk perjalanan mereka di cuti hari raya yang biasanya berjarak 3-4 hari menjelang hari H.

    “Dengan konsep ini maka rekayasa lalu lintas bisa dilakukan jauh hari sehingga potensi adanya kemacetan panjang tidak akan terjadi,” katanya.

    Kendati demikian, Huda menyarankan perlu ada kesiapan matang jika WFA benar-benar diterapkan. 

    Menurutnya harus ada guidelines jelas, kesiapan semua stakholders, serta dukungan infrastruktur digital yang kuat. 

    “Harus dipastikan dukungan dan aturan jelas bagi bagi pegawai atau karyawan yang akan bekerja jauh dari kantornya,” ujarnya.

    (Tribunnews.com/ Chrysnha, Chaerul Umam, Reza Deni)

  • Long Weekend, Ini Titik-titik Kepadatan di Puncak Bogor Siang Ini

    Long Weekend, Ini Titik-titik Kepadatan di Puncak Bogor Siang Ini

    Bogor

    Sejumlah titik di Jalan Raya Puncak, Bogor, Jawa Barat, terpantau padat pada pagi menjelang siang ini. Polisi mengungkap sejumlah titik kepadatannya.

    “Yang pertama ada di Pasir Muncang, itu memang geometrik persimpangannya menyempit dari 14 meter menjadi 8 meter,” kata KBO Satlantas Polres Bogor Iptu Ardian Novianto, Senin (27/1/2025).

    Titik kepadatan kedua ada di Simpang Megamendung. Sebab, di lokasi tersebut terjadi perpotongan Aris kendaraan masyarakat setempat.

    “Kemudian di Pasar Cisarua, dikarenakan pusat perekonomian masyarakat setempat,” ungkapnya.

    Titik kepadatan terakhir ada di Simpang Taman Safari. Sebab, di sana juga menjadi perpotongan arus kendaraan wisata yang menjadi salah satu tujuan wisatawan ke Puncak.

    Ardian juga mengungkap kemacetan yang terjadi di Jalan Raya Puncak. Volume kendaraan yang tinggi dan datang di waktu bersamaan menjadi pemicunya.

    Saat ini, sistem satu arah atau one way dari arah Jakarta menuju Puncak sedang diberlakukan. One way dilakukan secara situasional melihat volume kendaraan.

    Situasi di Simpang Gadog sendiri terpantau padat. Kendaraan tak bisa melaju dengan leluasa menuju Puncak.

    (rdh/mea)

    Hoegeng Awards 2025

    Usulkan Polisi Teladan di sekitarmu

  • Penampakan Macet Jalur Menuju Puncak Bogor Dipadati 12.000 Kendaraan

    Penampakan Macet Jalur Menuju Puncak Bogor Dipadati 12.000 Kendaraan

    loading…

    Jalur menuju kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat dipadati ribuan kendaraan hingga menimbulkan kemacetan pada Senin (27/1/2025). Foto/Putra Ramadhani Astyawan

    BOGOR – Jalur menuju kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat dipadati ribuan kendaraan hingga menimbulkan kemacetan pada Senin (27/1/2025). Polisi akhirnya memberlakukan sistem one way atau satu arah.

    “Saat ini sudah melaksanakan rekayasa lalu lintas berupa One Way dari Jakarta menuju ke atas semenjak pukul 07.30 WIB,” kata KBO Satlantas Polres Bogor Iptu Ardian Novianto, Senin (27/1/2025).

    Baca Juga

    Sistem One Way ini diberlakukan karena terjadi peningkatan volume kendaraan dari arah Tol Jagorawi maupun jalur arteri yang menuju kawasan wisata tersebut.

    Membeludaknya wisatawan yang berkunjung ke kawasan Puncak Bogor ini karena bertepatan dengan libur panjang Isra Mikraj dan Imlek 2025.

    “Dikarenakan antreannya sudah cukup panjang sesuai dengan pertimbangan secara visual itu nampak antrean kita laksanakan rekayasa Sistem On Way,” jelasnya.

    Baca Juga

    Berdasarkan data, hingga pukul 08.00 WIB tercatat sekitar 12.000 kendaraan yang masuk menuju Jalur Puncak. Sedangkan untuk kendaraan yang turun atau mengarah Jakarta sekitar 8.200 kendaraan.

    “Dibandingkan kemarin, volume kendaraan yang menuju Puncak memang relatif lebih sedikit,” jelasnya.

    (shf)

  • Serba-serbi Kemacetan Libur Panjang Isra Mikraj dan Imlek: Rekor Jakarta-Bandung 7 Jam!

    Serba-serbi Kemacetan Libur Panjang Isra Mikraj dan Imlek: Rekor Jakarta-Bandung 7 Jam!

    Jakarta, Beritasatu.com – Libur panjang Isra Mikraj dan Imlek 2025 mencatat fenomena menarik di dunia maya, dengan laporan kemacetan yang direspons ramai oleh netizen. Salah satu klaim yang viral adalah waktu tempuh Jakarta-Bandung yang memecahkan rekor hingga 7 jam.

    Akun Instagram @jkttoday membagikan cerita tentang padatnya lalu lintas menuju Bandung pada akhir pekan panjang ini. “Menjelang Libur Panjang Isra Mikraj dan Imlek, Bandung menjadi salah satu destinasi favorit warga Jakarta. Tapi kondisi lalu lintasnya pecah rekor, Jakarta-Bandung bisa sampai 7 jam! Untuk warga yang bepergian, tetap waspada dan hati-hati di jalan,” tulis akun tersebut dikutip Beritasatu.com, Minggu (26/1/2025).

    Selain itu, pemilik akun Instagram @ikaaa_nd menambahkan pengalaman pribadinya. Ia menempuh perjalanan Jakarta-Kuningan pada Sabtu (25/1/2025) yang biasanya hanya memakan waktu tiga hingga empat jam. Namun kali ini, ia harus menghabiskan delapan jam di jalan. “Kemarin malah rekor jadi delapan jam,” keluhnya.

    Sementara, PT Jasa Marga melaporkan peningkatan signifikan volume lalu lintas di ruas tol Jabodetabek dan Jawa Barat selama libur panjang. Menurut Senior General Manager Jasamarga Metropolitan Tollroad Regional Division, Widiyatmiko Nursejati, volume kendaraan meningkat hingga 10,10 persen dibandingkan dengan hari biasa.

    “Pada 25 Januari 2025, total 153.185 kendaraan meninggalkan Jabodetabek melalui tiga gerbang tol utama, yakni GT Cengkareng, GT Benda Utama, dan GT Ciawi 1,” ujar Widiyatmiko, Minggu (26/1/2025).

    Rincian peningkatan volume kendaraan yakni GT Cengkareng: 80.924 kendaraan (+10,34 persen), GT Benda Utama: 25.815 kendaraan (+7,29 persen), dan GT Ciawi 1: 46.446 kendaraan (+11,30 persen). Sementara di Jawa Barat, ruas tol Padaleunyi mencatat total 139.969 kendaraan yang melintas, naik 6,38 persen dibanding hari normal sehingga mengakibatkan kemacetan pada libur panjang Isra Mikraj dan Imlek 2025. 

  • Terampil Atasi Kemacetan, Semut Inspirasi Mobilitas Otonom – Halaman all

    Terampil Atasi Kemacetan, Semut Inspirasi Mobilitas Otonom – Halaman all

    Kemacetan tidak diurai dengan menambah jalur, melainkan ketertiban berkendara. Petuah ini dibuktikan oleh salah satu penjejak Bumi paling kecil: Semut.

    Karena siapapun yang bergonta-ganti lajur di tengah lalu lintas yang padat, tidak lantas melaju lebih cepat.

    Selain itu, kecepatan yang tidak berimbang akan memaksa kendaraan lain melakukan pengereman, yang akan memicu reaksi berantai dan menciptakan kemacetan atau perlambatan lalu lintas tanpa alasan jelas.

    Tertib bergerak cara semut

    Semut sejak lama dikenal tertib berbaris dan melaju dalam koloni besar. Menurut riset terbaru, satwa berstatus serangga sosial itu ternyata memiliki insting untuk tidak menyalip atau bergonta-ganti lintasan.

    Dalam sebuah eksperimen yang dilakukan oleh peneliti di Trento, Italia, semut tercatat selalu mampu bergerak sempurna secara sinkron di lintasan uji sepanjang 30 sentimeter.

    Rahasianya terletak pada jejak feromon yang ditinggalkan semut pemimpin dan diikuti oleh semut lain.

    Jejak ini biasa digunakan ketika semut pekerja ingin menandai lokasi sumber makanan. Pada satwa lain, feromon dilepaskan untuk merangsang lawan jenis atau menambah daya pikat seksual.

    Dalam riset di Trento, jejak feromon diikuti “oleh koloni semut dalam iringan padat dan tanpa menyalip,” kata Marco Guerrieri, salah satu penulis studi tersebut.

    “Semut merupakan salah satu dari sedikit spesies yang mampu mengorganisir arus lalu lintas dua arah, mirip dengan jalan raya kita, namun tetap dapat bergerak dengan lancar dan tanpa kemacetan,” jelasnya.

    Kearifan alam bagi mobilitas otonom

    Kelancaran lalu lintas menyaratkan keselarasan dalam kecepatan dan jarak antara kendaraan. Pengemudi yang tidak tertib dan acap berganti lajur cendrung mengganggu keseimbangan itu dan memicu kemacetan tanpa sebab.

    Dalam hal ini, perilaku semut bisa menjadi acuan bagi pengembangan teknologi mobilitas otonom di masa depan. Satwa mungil itu punya jawaban tentang bagaimana memaksimalkan efisiensi pergerakan manusia, kata para ilmuwan.

    “Di masa depan, sistem lalu lintas untuk kendaraan otonom bisa mengambil inspirasi dari perilaku semut,” demikian menurut studi tersebut.

    “Sebagaimana serangga berkomunikasi melalui feromon, kendaraan otonom yang bergerak secara automatis dan berjejaring di atas jalan yang canggih, bisa menggunakan teknologi komunikasi mutakhir untuk berkomunikasi antara satu sama lain atau dengan pengelola infrastruktur.”

    Betapapun sulit untuk dibayangkan, para peneliti lalu lintas mengatakan bahwa iringan kendaraan mengalir paling lancar pada kecepatan 85 km/jam.

    Seperti semut, “kendaraan otonom dapat membentuk kolom terkoordinasi yang bergerak dengan kecepatan tinggi dan berdekatan satu sama lain dalam barisan paralel. Pendekatan ini dapat meningkatkan efisiensi lalu lintas, meningkatkan tingkat layanan, dan mengurangi emisi gas.”

    rzn/hp

    Diadaptasi dari artikel DW berbahasa Jerman
    Sumber: ANTi-JAM solutions for smart roads: Ant-inspired traffic flow rules under CAVs environment

  • Pemprov Jakarta Diminta Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Kebakaran – Page 3

    Pemprov Jakarta Diminta Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Kebakaran – Page 3

    Liputan6.com, Jakarta – Anggota Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jakarta, William Aditya Sarana, meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi kebakaran yang kerap terjadi akhir-akhir ini.

    “Kesiapsiagaan pemadam kebakaran dan warga harus ditingkatkan, khususnya di kawasan-kawasan rawan kebakaran,” kata William di Jakarta, dikutip dari Antara, Minggu (26/1/2025).

    William menilai, Pemprov Jakarta harus menyadari bahwa Jakarta saat ini berada dalam situasi darurat kebakaran. Dalam sepekan terakhir saja, telah terjadi sejumlah insiden kebakaran di berbagai lokasi.

    Ia juga menyoroti kebakaran yang terjadi di kawasan padat penduduk di Mangga Besar pada Sabtu (25/1). Menurutnya, penanggulangan kebakaran tersebut terhambat oleh kondisi jalanan yang sempit dan diperburuk oleh kemacetan lalu lintas di sekitar lokasi kejadian.

    William meminta agar Pemprov DKI mengevaluasi hambatan tersebut dan memperluas jalanan di Jakarta agar penanggulangan kebakaran bisa berjalan lancar di kemudian hari.

    “Kami mendapatkan kabar baru terjadi kebakaran di Mangga Besar yang terhambat jalanan sempit dan kemacetan lalu lintas saat usaha penanggulangan. Ini harus dievaluasi oleh Pemprov DKI,” ujarnya.

    William juga mendesak Pemprov DKI untuk menggencarkan upaya sosialisasi penanganan kebakaran kepada masyarakat di Jakarta.

    “Keterlibatan masyarakat menjadi sangat penting dalam situasi yang mencekam ini. Sejatinya, mereka ada di garis depan perang melawan kebakaran ini,” katanya.