Kasus: kecelakaan

  • Kapal Penangkap Ikan Terbalik di Lepas Pantai Jepang, 5 WNI dan 1 Warga Jepang Selamat – Halaman all

    Kapal Penangkap Ikan Terbalik di Lepas Pantai Jepang, 5 WNI dan 1 Warga Jepang Selamat – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, TOKYO – Sebuah kapal penangkap ikan jenis pukat dasar, Daiichi Yamajin Maru dilaporkan terbalik di lepas pantai Gunung Kinka, Prefektur Miyagi, Jepang, pada Rabu pagi (1/5/2025).

    Kapal berbobot 9,7 ton ini diketahui sedang menjaring ikan sarden dalam jumlah besar ketika insiden terjadi.

    Beruntung, keenam awak kapal—terdiri dari satu warga Jepang dan lima warga negara Indonesia (WNI)—berhasil diselamatkan dalam keadaan selamat sekitar satu jam setelah laporan kecelakaan diterima oleh Badan Keselamatan Penjaga Pantai Miyagi.

    Menurut sumber Tribunnews.com di badan penjaga pantai, insiden terjadi akibat ketidakseimbangan kapal saat mengangkat jaring berisi sarden yang melimpah, menyebabkan kapal terbalik.

    “Kapten kapal mengaku sarden yang masuk terlalu banyak, sehingga menyebabkan kapal kehilangan keseimbangan saat jaring diangkat,” ujar petugas tersebut, Kamis (2/5/2025).

    Kecelakaan terjadi di sekitar 15 kilometer tenggara dari Kota Ishinomaki, lepas pantai Gunung Kinka.

    Kondisi cuaca dan gelombang laut saat itu dilaporkan relatif tenang, sehingga proses evakuasi berjalan cukup lancar.

    Pelajaran dari Kecelakaan Serupa

    Kecelakaan seperti ini bukan yang pertama kali terjadi.

    Enam tahun silam, tepatnya pada 2019, kapal Daini Yamajin Maru yang beroperasi dengan metode dan bobot serupa juga mengalami kecelakaan tragis di wilayah yang tak jauh dari lokasi insiden kali ini.

    Saat itu, satu awak asal Indonesia berusia 25 tahun dilaporkan meninggal dunia akibat kapal terguling ketika jaring berisi ikan diangkat ke geladak.

    “Pola kecelakaannya mirip, yakni kelebihan beban akibat hasil tangkapan yang melimpah, tapi tidak diimbangi dengan manajemen distribusi beban yang memadai,” ungkap sumber di industri perikanan lokal.

    Keselamatan Kerja Jadi Sorotan

    Insiden ini kembali mengingatkan pentingnya standar keselamatan kerja di sektor perikanan, terutama untuk kapal-kapal kecil yang menggunakan metode pukat dasar.

    Pemerintah Jepang terus mendorong operator kapal untuk memperhatikan protokol keselamatan, termasuk pelatihan rutin dan penggunaan alat keselamatan yang memadai bagi para awak kapal.

    Badan Keselamatan Penjaga Pantai Jepang juga mengimbau agar perusahaan perikanan lebih cermat dalam memperkirakan volume hasil tangkapan agar tidak melebihi batas aman kapal, serta memastikan distribusi beban saat proses penarikan jaring.

    Sebagai bagian dari edukasi dan pertukaran pengalaman, diskusi daring tentang keselamatan kerja di sektor perikanan akan kembali digelar oleh Komunitas Pencinta Jepang secara gratis.

    Bagi yang berminat, dapat mendaftar dengan mengirimkan nama lengkap, alamat, dan nomor WhatsApp ke: tkyjepang@gmail.com. (Tribunnews.com/Ricard Susilo)

     

  • 119 Ribu KK di Jakarta Tak Punya Septic Tank, Limbah Mengalir ke Got dan Sungai

    119 Ribu KK di Jakarta Tak Punya Septic Tank, Limbah Mengalir ke Got dan Sungai

    Jakarta

    Sebanyak 199.528 kepala keluarga (KK) di Jakarta tercatat belum memiliki septic tank dan masih membuang limbah jamban langsung ke badan air seperti got dan sungai. Data ini mencakup 205 kelurahan di seluruh wilayah Jakarta.

    “119.528atau sekitar 4,6 persen kepala keluarga yang tersebar di 205 kelurahan Jakarta tidak memiliki septic tank,” kata Kepala Dinas Kesehatan Jakarta, Ani Ruspitawati saat dikonfirmasi, Sabtu (3/5/2025).

    Ani menjelaskan, kondisi tersebut tergolong dalam perilaku Buang Air Besar Sembarangan (BABS) tertutup. Artinya, warga memang menggunakan jamban, tetapi pembuangan limbahnya tidak melalui septic tank melainkan langsung ke got atau sungai.

    Menurut dia, persoalan ini disebabkan oleh kurangnya pemahaman masyarakat mengenai bahaya pembuangan limbah ke badan air. Selain itu, keterbatasan lahan di lingkungan tempat tinggal warga untuk membangun septic tank.

    “Selain itu juga karena keterbatasan area rumah warga untuk dibangun septic tank,” ungkapnya

    Sebelumnya, Pramono Anung telah memenuhi janji kampanyenya dengan secara langsung meninjau pemasangan tangki septic biopal di daerah Cideng, Jakarta Pusat. Selain itu, Pramono juga berencana untuk memasang pagar pembatas antara rumah penduduk dan rel kereta api.

    Saat masa kampanye, Pramono sempat menjanjikan akan membangun pagar pembatas rumah warga yang terletak di pinggiran rel Cideng, Gambir, Jakarta Pusat. Dia menyampaikan janjinya ke warga setelah melihat kondisi pemukiman warga dekat rel yang tidak dibatasi sekat ataupun pengaman apapun.

    “Kalau pagar di belakang, nanti sudah kita buatkan. Mudah-mudahan kecelakaan yang terjadi selama ini bisa turun karena bagaimanapun memang terutama lalu lintas di sini kereta apinya kan sering banget,” ungkapnya.

    Kendati demikian, Pramono belum menyebut berapa nilai anggaran yang dikeluarkan untuk hal tersebut. “Nanti dihitung dulu. Kita lakukan sebaik mungkin,” ucapnya.

    (bel/wnv)

    Hoegeng Awards 2025

    Baca kisah inspiratif kandidat polisi teladan di sini

  • Tiap Tahun 200 Kendaraan Melaju Melawan Arah di Jalan Tol Jepang, Menewaskan Sejumlah Pengemudi – Halaman all

    Tiap Tahun 200 Kendaraan Melaju Melawan Arah di Jalan Tol Jepang, Menewaskan Sejumlah Pengemudi – Halaman all

    Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

    TRIBUNNEWS.COM, TOKYO – Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi dan Pariwisata Jepang mencatat sekitar 200 kasus kendaraan berjalan salah arah di jalan tol setiap tahun atau rata-rata dua kali dalam tiga hari.

    “Tidak sedikit pengemudi yang salah arah atau melawan arus di jalan tol. Ini bisa terjadi karena faktor usia lanjut atau tidak melihat rambu dengan jelas. Hal ini jelas membahayakan keselamatan lalu lintas,” ungkap sumber Tribunnews.com di badan pengelola jalan tol Jepang, Jumat (2/5/2025).

    Salah arah di jalan tol kerap berujung kecelakaan. Seperti pada 26 April 2025, sebuah mobil penumpang melaju sejauh sekitar 3 kilometer ke arah berlawanan di Jalan Tol Tohoku, Kota Nasushiobara, Prefektur Tochigi lalu bertabrakan langsung dengan mobil dari arah yang benar.

    Akibatnya, Yuta Maehara (42), pengemudi mobil yang salah arah, dan Masaru Hiraoka (56), pengemudi mobil yang ditabrak, tewas dalam kecelakaan tersebut.

    Mobil yang ditabrak semula mengira mobil di belakang hendak menyalip, sehingga truk di depannya berpindah jalur.

    Namun ternyata, mobil dari arah berlawanan tiba-tiba muncul, dan tabrakan pun tak terhindarkan.

    Kecelakaan lain juga terjadi akibat pengemudi yang salah arah.

    Sebuah truk besar menabrak mobil dari arah berlawanan yang dikendarai oleh Yumiko Nagashima (60) di sebuah persimpangan tol di Fukuoka, Jepang bagian selatan.

    Di lokasi tersebut, jalur utama dan jalur masuk dari persimpangan berada di ketinggian yang sama, sehingga jika pengemudi salah masuk jalur, risiko tabrakan sangat tinggi.

    Satu mobil dilaporkan melaju ke jalur kiri yang seharusnya tidak dilewati dari arah tersebut, hingga akhirnya terjadi tabrakan karena kesalahan arah.

    Apakah ada jalan dengan struktur serupa di wilayah Kansai? Ya, contohnya di Jalan Tol Kise antara Kota Tanabe dan Kota Shirahama, tepatnya di Persimpangan Kamitomita.

     

    Jalan-jalan di sana diberi kode warna, namun hanya ada satu tanda larangan masuk.

    Jika tanda ini terlewat atau tidak terlihat, pengemudi bisa saja salah arah tanpa sadar.

    Di Persimpangan Nanki-Shirahama, juga terdapat rambu untuk memperingatkan pengemudi mengenai potensi salah arah.

    Bahkan penduduk lokal yang sudah terbiasa mengakui bahwa jalur tersebut membingungkan.

    “Itu berbahaya setiap saat. Menurut saya sulit dipahami oleh pemula. Saat persimpangan (IC) jalan tol ini dibuka, sebagian dari kami bahkan harus berlatih dulu. Tidak bisa sembarangan mengemudi di sana tanpa pengalaman,” ujar salah satu warga.

    Jurnalis Jepang, Tetsuo Suzuki mengatakan, dirinya sering melewati persimpangan di Tochigi yang dianggap rawan kecelakaan.

    Waktu pertama kali ke sana, saya sendiri kesulitan memahami arahnya. Akan lebih baik jika dibuat pemisah jalur dengan kemiringan berbeda. 

    “Tapi kalau tidak ada dana, setidaknya bisa pakai papan tanda besar yang jelas bertuliskan ‘Lewat Sini’. Namun kenyataannya hanya ada satu lampu lalu lintas kecil,” katanya. 

    Menurut Suzuki, masalah salah arah ini bukan soal usia.

    “Bahkan di malam hari lebih sulit melihat jalurnya. Warna jalan juga tidak jelas. Maka dari itu, tanda arah yang besar dan mencolok atau larangan masuk yang mencolok sangat diperlukan,” tambahnya.

    Masaru Ogata dari JAF (Federasi Mobil Jepang) Cabang Fukuoka menyarankan: “Tingkatkan jarak antar kendaraan untuk meningkatkan visibilitas dan kurangi kecepatan.

    Dengan begitu, akan lebih mudah mengenali keanehan di jalan.

    Ia juga mengingatkan agar pengemudi memperhatikan papan buletin elektronik di jalan tol, karena kadang muncul peringatan mengenai kendaraan yang salah arah.

    Selama masa liburan panjang Golden Week di Jepang saat ini, kelelahan akibat menyetir dalam waktu lama bisa mengaburkan penilaian.

    Oleh karena itu, Ogata menekankan pentingnya sering beristirahat.

    Diskusi seputar jalan tol juga dilakukan oleh komunitas Pencinta Jepang. Bagi yang ingin bergabung secara gratis, bisa mengirimkan nama lengkap, alamat, dan nomor WhatsApp ke: tkyjepang@gmail.com.

  • Truk Rem Blong di Flyover Slipi Akibatkan Kecelakaan Beruntun Lima Kendaraan – Halaman all

    Truk Rem Blong di Flyover Slipi Akibatkan Kecelakaan Beruntun Lima Kendaraan – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Kecelakaan beruntun terjadi di Jalan Gatot Subroto tepatnya flyover arah Slipi, Jakarta Barat, Sabtu (3/5/2025).

    Peristiwa kecelakaan itu melibatkan lima kendaraan truk Fuso, Xpander, Luxio, Inova, dan Sigra.

    Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Ojo Ruslani mengungkapkan kronologis kecelakaan lalu lintas diduga akibat truk Fuso mengalami rem blong.

    Menurut keterangan saksi bahwa pada saat sebelum kejadian laka lantas truk Fuso yang dikemudikan FR melaju ke arah barat di jalan Gatot Subroto wilayah Jakarta Pusat.

    “Sesampainnya di TKP tepatnya pada lampu lalu lintas (Traffic Light) Slipi diduga truk Fuso Mitsubishi  rem blong kemudian menabrak Xpander dikendarai RD terdorong menabrak kendaraan Luxio dikemudikan US,” ucapnya Ojo kepada wartawan, Sabtu (3/5/2025).

    Kemudian kendaraan Luxio terdorong menabrak Inova dan terdorong lagi menabrak Sigra.

     

    Akibat dari kecelakaan tersebut kendaraan yang terlibat mengalami kerusakan.

    Truk Fuso mengalami kerusakan pada bumper depan lepas, Xpander mengalami kerusakan pada bagian kaca belakang pecah, pintu bagasi belakang penyok.

    Selanjutnya, Luxio mengalami kerusakan bagian pintu bagasi belakang penyok, Inova mengalami kerusakan pada bagian bumper belakang penyok dan kap mesin penyok, dan Sigra pada bagian pintu bagasi belakang penyok.

    Pihak kepolisian masih mendalami penyebab pasti kecelakaan yang menyebabkan kerugian materil.

    “Arus lalu lintas saat ini sudah kembali normal di lokasi kejadian,” pungkasnya.

    Informasi laka lantas diunggah akun Instagram Ditlantas Polda Metro Jaya @TMCPoldaMetro, Sabtu (3/5/2025) ini. 

    Disebutkan kecelakaan tersebut terjadi pada pukul 10.23 WIB.
     

  • Truk Fuso Tabrak 4 Mobil di Slipi, Tak Ada Korban Jiwa
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        3 Mei 2025

    Truk Fuso Tabrak 4 Mobil di Slipi, Tak Ada Korban Jiwa Megapolitan 3 Mei 2025

    Truk Fuso Tabrak 4 Mobil di Slipi, Tak Ada Korban Jiwa
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Sebuah
    truk Fuso
    Mitsubishi menabrak empat kendaraan di Jalan Gatot Subroto arah Tomang, tepatnya sebelum lampu merah Sipil, Jakarta Pusat pada Sabtu (3/5/2025).
    Empat kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan ini adalah Mitsubishi Xpander, Daihatsu Luxio, Toyota Innova, dan Daihatsu Sigra.
    Meski kecelakaan melibatkan lima kendaraan, Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Ojo Ruslani memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.
    “Korban jiwa nihil,” ujar Ojo dalam keterangannya, Sabtu.
    Namun demikian, kerugian materiil tidak dapat dihindari.
    Truk Fuso
    mengalami kerusakan pada bagian bumper depan yang terlepas.
    Kaca belakang Mitsubishi Xpander pecah, pintu bagasi belakang penyok, serta bumper belakang dan depan penyok.
    Pintu bagasi belakang Daihatsu Luxio penyok, bumper depan dan belakang penyok.
    Bumper belakang Toyota Innova penyok dan kap mesin penyok.
    Sedangkan, pintu bagasi belakang Daihatsu Sigra penyok.
    Menurut keterangan saksi, truk Fuso Mitsubishi melaju di Jalan Gatot Subroto arah Tomang.
    Sesampainya di tempat kejadian perkara (TKP) atau sebelum lampu merah Slipi, truk Fuso mengalami permasalahan.
    “Diduga kendaraan Fuso Mitsubishi NRKB mengalami
    rem blong
    kemudian menabrak kendaraan Minibus Mitsubishi Xpander NRKB,” kata Ojo.
    Mengingat kondisi jalan menurun, alhasil memicu dorongan dan menabrak kendaraan Daihatsu Luxio, Toyota Innova, dan Daihatsu Sigra.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Truk Fuso Tabrak 4 Mobil di Slipi, Tak Ada Korban Jiwa
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        3 Mei 2025

    Rem Blong, Truk Fuso Tabrak Empat Mobil di Slipi Megapolitan 3 Mei 2025

    Rem Blong, Truk Fuso Tabrak Empat Mobil di Slipi
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Kecelakaan beruntun melibatkan lima kendaraan terjadi di Jalan Gatot Subroto arah Tomang, tepatnya sebelum lampu merah Slipi, Jakarta Pusat, Sabtu (3/5/2025), akibat truk Fuso Mitsubishi mengalami
    rem blong
    .
    Menurut Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Ojo Ruslani, truk Fuso awalnya melintas di jalan menurun.
    Saat mendekati lampu merah Slipi, rem truk diduga tidak berfungsi sehingga menabrak Mitsubishi Xpander yang berada di depannya.
    “Diduga kendaraan Fuso Mitsubishi NRKB mengalami rem blong kemudian menabrak kendaraan Minibus Mitsubishi Xpander NRKB,” ujar Ojo dalam keterangannya, Sabtu.
    Benturan tersebut memicu tabrakan beruntun yang turut melibatkan Daihatsu Luxio, Toyota Innova, dan Daihatsu Sigra.
    Meski lima kendaraan terlibat dalam insiden ini, Ojo memastikan tidak ada korban jiwa.

    “Korban jiwa nihil,” tegasnya.
    Namun,
    kerusakan materiil
    tidak bisa dihindari. Truk Fuso mengalami kerusakan pada bumper depan yang terlepas.
    Mitsubishi Xpander mengalami pecah kaca belakang, pintu bagasi dan bumper depan-belakang penyok.
    Daihatsu Luxio rusak pada bagian pintu bagasi serta bumper depan dan belakang.
    Toyota Innova penyok di bumper belakang dan kap mesin, sementara Daihatsu Sigra mengalami penyok pada pintu bagasi belakang.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Pengemudi BYD Melarikan Diri Usai Tabrak Mobil di Jalan Tol Sedyatmo Jakarta, Seorang Balita Terluka – Halaman all

    Pengemudi BYD Melarikan Diri Usai Tabrak Mobil di Jalan Tol Sedyatmo Jakarta, Seorang Balita Terluka – Halaman all

    Kasat Patroli Jalan Raya (PJR) Polda Metro Jaya Kompol Dhanar Dono membenarkan tabrak lari tersebut.

    Tayang: Sabtu, 3 Mei 2025 16:23 WIB

    Tangkapan Layar

    PENGEMUDI BYD KABUR – Sebuah sedan listrik BYD berpelat nomor B1547 BNV melarikan diri setelah menabrak mobil Chevrolet dengan nomor polisi B1023 CBD yang dikendarai pria insial CI. Insiden itu terjadi di Jalan Tol Sedyatmo KM 22 B Jakarta Utara, Sabtu (4/5/2025) dini hari. 

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Sebuah sedan listrik BYD berpelat nomor B1547 BNV melarikan diri setelah menabrak mobil Chevrolet dengan nomor polisi B1023 CBD yang dikendarai pria insial CI.

    Insiden itu terjadi di Jalan Tol Sedyatmo KM 22 B Jakarta Utara, Sabtu (4/5/2025) dini hari.

    Kasat Patroli Jalan Raya (PJR) Polda Metro Jaya Kompol Dhanar Dono membenarkan tabrak lari tersebut.

    “Pengemudi kendaraan kabur meninggalkan TKP, dari PJR sudah diserahkan ke penyidik laka Jakarta Utara,” ungkapnya kepada wartawan.

    Dhanar menuturkan akibat peristiwa kecelakaan lalu lintas itu korban seorang bayi balita baru dua bulan mengalami luka ringan.

    Adapun kronologis singkat kejadian saat kedua kendaraan dari arah Kamal berjalan menuju Jaya.

    Saat di KM 22 B, kendaraan Chevrolet berada dijalur 1 ditabrak oleh kendaraan BYD dan keluar jalur posisi terakhir dibahu jalan.

    Kendaraan BYD langsung kabur dan TNKB tertinggal di TKP.

    Polisi telah mengambil keterangan terhadap Pengemudi yang ditabrak dan korban tengah dirawat di rumah sakit.

    Diketahui, kecelakaan lalu lintas sedan listrik BYD dengan mobil konvensional Chevrolet viral di media sosial, Sabtu (3/5/2025).

    Tampak kap dari mobil listrik hancur hingga kap mesinnya menganga.

    Namun pengemudi mobil listrik BYD meninggalkan korban.

    Sedangkan kondisi mobil Chevrolet remuk di bagian sisi kiri denan posisi menghalangi 1 lajur.

     

    “);
    $(“#latestul”).append(“”);
    $(“.loading”).show();
    var newlast = getLast;
    $.getJSON(“https://api.tribunnews.com/ajax/latest_section/?callback=?”, {start: newlast,section:’2′,img:’thumb2′}, function(data) {
    $.each(data.posts, function(key, val) {
    if(val.title){
    newlast = newlast + 1;
    if(val.video) {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = ” “;
    }
    else
    {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = “”;
    }
    if(val.thumb) {
    var img = “”+vthumb+””;
    var milatest = “mr140”;
    }
    else {
    var img = “”;
    var milatest = “”;
    }
    if(val.subtitle) subtitle = “”+val.subtitle+””;
    else subtitle=””;
    if(val.c_url) cat = “”+val.c_title+””;
    else cat=””;

    $(“#latestul”).append(“”+img+””);
    }
    else{
    $(“#latestul”).append(‘Tampilkan lainnya’);
    $(“#test3”).val(“Done”);
    return false;
    }
    });
    $(“.loading”).remove();
    });
    }
    else if (getLast > 150) {
    if ($(“#ltldmr”).length == 0){
    $(“#latestul”).append(‘Tampilkan lainnya’);
    }
    }
    }
    });
    });

    function loadmore(){
    if ($(“#ltldmr”).length > 0) $(“#ltldmr”).remove();
    var getLast = parseInt($(“#latestul > li:last-child”).attr(“data-sort”));
    $(“#latestul”).append(“”);
    $(“.loading”).show();
    var newlast = getLast ;
    if($(“#test3”).val() == ‘Done’){
    newlast=0;
    $.getJSON(“https://api.tribunnews.com/ajax/latest”, function(data) {
    $.each(data.posts, function(key, val) {
    if(val.title){
    newlast = newlast + 1;
    if(val.video) {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = ” “;
    }
    else
    {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = “”;
    }
    if(val.thumb) {
    var img = “”+vthumb+””;
    var milatest = “mr140”;
    }
    else {
    var img = “”;
    var milatest = “”;
    }
    if(val.subtitle) subtitle = “”+val.subtitle+””;
    else subtitle=””;
    if(val.c_url) cat = “”+val.c_title+””;
    else cat=””;
    $(“#latestul”).append(“”+img+””);
    }else{
    return false;
    }
    });
    $(“.loading”).remove();
    });
    }
    else{
    $.getJSON(“https://api.tribunnews.com/ajax/latest_section/?callback=?”, {start: newlast,section:sectionid,img:’thumb2′,total:’40’}, function(data) {
    $.each(data.posts, function(key, val) {
    if(val.title){
    newlast = newlast+1;
    if(val.video) {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = ” “;
    }
    else
    {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = “”;
    }
    if(val.thumb) {
    var img = “”+vthumb+””;
    var milatest = “mr140”;
    }
    else {
    var img = “”;
    var milatest = “”;
    }
    if(val.subtitle) subtitle = “”+val.subtitle+””;
    else subtitle=””;

    $(“#latestul”).append(“”+img+””);
    }else{
    return false;
    }
    });
    $(“.loading”).remove();
    });
    }
    }

    Berita Terkini

  • Tabrakan BYD Vs Chevrolet di Tol Sedyatmo, Bayi 2 Bulan Jadi Korban

    Tabrakan BYD Vs Chevrolet di Tol Sedyatmo, Bayi 2 Bulan Jadi Korban

    Jakarta

    Kecelakaan antara mobil listrik BYD dengan mobil Chevrolet terjadi di Tol Sedyatmo, Pluit, Jakarta Utara. Ada korban mengalami luka dalam kecelakaan ini, salah satunya bayi berusia dua bulan.

    Kasat PJR Polda Metro Jaya, Kompol Dhanar Dono mengatakan kecelakaan tersebut terjadi pada Sabtu (3/5) dinihari pukul 00.24 WIB. Dia menjelaskan kejadian kecelakaan terjadi di Km 22.00 B atas arah Jaya.

    “Kedua kendaraan dari arah Kamal berjalan menuju Jaya, di Km 22 B atas arah Jaya, kendaraan Chevrolet berada di jalur satu ditabrak oleh kendaraan BYD dan keluar jalur, posisi terakhir di bahu jalan,” kata Kompol Dhanar kepada wartawan, Sabtu (3/5/2025).

    Dia menjelaskan selepas menabrak mobil Chevrolet yang dikemudikan oleh Choirul Ilyas, kendaraan mobil listrik BYD dengan nomor polisi B 1547 BNV kabur meninggalkan lokasi. Namun, tanda nomor kendaraan bermotor (TNKB) diduga milik mobil listrik BYD tersebut tertinggal di lokasi kejadian.

    “Kendaraan BYD kabur dan TNKB ketinggalan di TKP,” ujar Dhanar.

    Akibat kecelakaan ini, bayi berusia dua bulan yang berada di dalam mobil Chevrolet mengalami luka ringan dan harus mendapatkan perawatan di rumah sakit. Sementara mobil Chevrolet mengalami kerusakan pada bagian belakang.

    (zap/mea)

    Hoegeng Awards 2025

    Baca kisah inspiratif kandidat polisi teladan di sini

  • Lamborghini ‘Bitcoin’ Ngebut 120 Km/Jam saat Hantam Suzuki S-Presso di Tol Jombang

    Lamborghini ‘Bitcoin’ Ngebut 120 Km/Jam saat Hantam Suzuki S-Presso di Tol Jombang

    Jakarta

    Supercar Lamborghini Revuelto dengan coret-coretan ‘Bitcoin’ mengalami kecelakaan maut di Km 697-B Tol Jombang-Mojokerto (Jomo). Kendaraan berkelir kuning tersebut rusak parah setelah menghantam Suzuki S-Presso dari arah belakang!

    Kepala Departemen Operasi Astra Tol Jomo Zanuar Firmanto menjelaskan, pengemudi Lamborghini Revuelto yang merupakan Chief Executive Officer (CEO) Triv, Gabriel Ray kurang antisipasi dalam menjaga jarak kendaraan. Hasilnya, kendaraan mewah itu menghantam Suzuki Ignis yang berada di depannya.

    “Indikasi pengemudi Lamborghini kurang antisipasi menjaga jarak aman berkendara. Sehingga menabrak kendaraan di depannya,” ujar Zanuar Firmanto kepada detikJatim, dikutip Sabtu (3/5).

    Lamborghini kecelakaan di Tol Jombang-Mojokerto Foto: Dokumen Pengelola Tol Jombang-Mojokerto

    Zanuar menyebut, Gabriel melaju dari timur ke barat atau dari arah Surabaya menuju Yogyakarta. Pria tersebut mengemudikan supercar-nya dengan kecepatan sekira 120 km/jam.

    Sampai di KM 697B sekira pukul 10.10 WIB, supercar menabrak bagian belakang mobil Ignis. Mobil Ignis yang dikemudikan Dimas, warga Menganti, Gresik ini melaju sekitar 90 km/jam. Lamborghini baru terhenti setelah menabrak besi pembatas atau guard rail di sisi kiri jalan tol.

    Kecelakaan tersebut mengakibatkan Lamborghini Revuelto rusak parah di bagian depan. Kap mesinnya sampai terlepas hingga bagian dalamnya terbuka. Selain itu, bumper dan headlamp-nya juga remuk. Bahkan, bisa dibilang, bagian wajahnya sudah tak terlihat lagi.

    Sementara Suzuki S-Presso yang dihantam hanya mengalami rusak ringan di bagian belakang. Beruntungnya, tak ada korban jiwa dari insiden tersebut.
    “Dari mobil Suzuki (S-Presso) ada 2 korban luka ringan,” kata Zanuar.

    Kecelakaan lalu lintas ini ditangani Unit PJR Jatim 3. Setelah menuntaskan olah TKP dan menggali keterangan para saksi, petugas mengevakuasi kedua mobil ke pos PJR.

    (sfn/lth)

  • Gabriel Rey Pemilik Lamborghini yang Kecelakaan di Jombang Dulu Jualan Selotip, Kaya dari Bitcoin

    Gabriel Rey Pemilik Lamborghini yang Kecelakaan di Jombang Dulu Jualan Selotip, Kaya dari Bitcoin

    TRIBUNJAKARTA.COM – Sosok Gabriel Rey menyorot perhatian publik setelah diketahui merupakan pemilik dari mobil lamborghini yang alami kecelakaan di tol Jombang.

    Lamborghini Revuelto berwarna kuning nyentrik dengan tulisan “Bitcoin 100K” milik Gabriel, mengalami kecelakaan di Tol Jombang, Jawa Timur, pada Jumat (2/5/2025).

    Mobil mewah itu ringsek parah usai menghantam Suzuki Ignis dari belakang karena kehilangan kendali.

    Diketahui, Gabriel Rey merupakan sosok pengusaha yang sukses.

    Ia adalah pendiri dan CEO Triv, platform aset digital terbesar di Indonesia saat ini.

    Sebelum mendirikan Triv, Gabriel memiliki latar belakang di dunia IT.

    Ia tumbuh besar di tengah keluarga pengusaha.

    Ayahnya, diketahui adalah seorang pengusaha properti sedangkan ibunya menjalani bisnis retail.

    Perjalanan Gabriel membesarkan perusahaan Triv bermula sejak tahun 2015.

    Dahulu, Gabriel bekerja di bagian IT dan mulai mengenal bitcoin sejak tahun 2012. 

    Dalam salah satu podcast di Youtube Channel Timothy Ronald, Gabriel bercerita selama dua tahun ia mengenal bitcoin dan mempelajarinya.

    Sekitar tahun 2014, Gabriel tertarik untuk berkecimpung langsung dengan dunia bitcoin.

    “Gue masuknya di 2014 pertengahan, gue inget pertama kali gue masuk harganya masih Rp 3 juta,” kata Gabriel.

    “Basenya apa? gue waktu ngerjain proyek (IT) gue lihat bitcoin ini apa, gue baca, gue running di komputer gue, gue nyoba melakukan transaksi bitcoin dan lainnya. Lalu gue berpikir ini gonna be something big. Akhirnya gue masuk beli bitcoin waktu itu,” katanya.

    Pada 2015, Gabriel awalnya ingin melakukan take profit pada tahun tersebut namun karena alasan tertentu take profit tak bisa dilakukan.

    Ia pun mencoba cari peruntungan dengan mendirikan perusahaan exchange di Indonesia.

    Triv, platform marketplace aset digital dan cryptocurrency yang didirikan oleh Gabriel nyatanya berkembang.

    Gabriel Rey telah membuat Triv menjadi platform cryptocurrency terbesar di Indonesia yang diawasi oleh Bappebti, kini digunakan oleh jutaan orang untuk berinvestasi dan bertransaksi aset digital.

    Pernah jualan selotip

    Jauh sebelum sukses seperti sekarang, Gabriel rupanya dulu pernah berjualan selotip.

    Perjalanan bisnisnya ini pernah bagikan melalui akun twitter pribadinya.

    “Jangan dikira ortu kaya dapat uang saku banyak pas sekolah ! Ortu saya ngasih saya uang saku yang sangat sedikit dan disuruh belajar cari duit sendiri dari SMA kelas 1,” tulis Gabriel bercerita.

    Gabriel yang dibesarkan oleh orangtua pengusaha rupanya tak dididik untuk hidup manja.

    Gabriel mengaku selalu diberikan uang jajan yang sangat sedikit pada masa sekolah.

    Bahkan ketika duduk di bangku SMA, Gabriel diajarkan untuk bisa bekerja keras dan mendapatkan uang jajan dengan usahanya sendiri.

    Hal ini membuat Gabriel harus putar otak untuk mendapatkan uang, terlebih dunia remajanya saat itu dihadapkan dengan kebutuhan jajan hingga pacaran.

    “Di tengah himpitan kebutuhan jajan dan uang pacaran, otomatis saya harus puter otak,” bebernya.

    Berjualan selotip, jadi bisnis pertama yang dijalankan oleh Gabriel di masa SMA.

    Gabriel memanfaatkan relasi yang dimiliki oleh orangtuanya untuk berusaha.

    Selotip yang dijualnya, disetor ke pabrik-pabrik kardus dan jasa packaging dengan tempo pembayaran 60 hari. 

    “Modalnya dari mana? Untungnya distributor selotip ini mau kasih tempo pembayaran ke saya juga karena kenal papa mama saya (Yes i know it’s privilege) . Like i said bisnis tanpa modal dan koneksi is very hard,” kata dia.

    Bisnis ini ia jalankan selama kurun waktu sekitar 1 tahun.

    Berkat bisnis tersebut, Gabriel memperoleh keuntungan yang lumayan besar bagi anak SMA seusianya.

    “Bisnis ini berlangsung 1 tahun+ dan lumayan buat modal pacaran sama jajan anak SMA ,” kata dia.

    Akses TribunJakarta.com di Google News atau WhatsAppChannel TribunJakarta.com. Pastikan Tribunners sudah install aplikasi WhatsApp ya.