Kasus: kecelakaan

  • Korlantas Polri Bantu Usut Penyebab Kecelakaan Maut di Padang, Bakal Kirim Tim TAA – Halaman all

    Korlantas Polri Bantu Usut Penyebab Kecelakaan Maut di Padang, Bakal Kirim Tim TAA – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri akan membantu mengusut penyebab kecelakaan bus maut di Padang, Sumatera Barat.

    Salah satunya dengan mengirimkan tim Traffic Accident Analysis (TAA) yang akan diberangkatkan pada Rabu (7/6) untuk membantu pelaksanaan olah TKP.

    “Korlantas pasti akan backup untuk TAA kemudian Jasa Raharja untuk asuransi. Rencananya hari ini, cuma tidak ada pesawat untuk berangkat, tidak sempat. Jadi besok pagi baru berangkat,” kata Direktur Penegakan Hukum (Dirgakkum) Korlantas Polri Brigjen Faizal saat dihubungi, Selasa (6/5/2025).

    Faizal mengatakan saat ini juga sudah memberikan arahan kepada jajaran Ditlantas Polda Sumatera Barat untuk penanganan di lokasi serta pengevakuasian para korban. 

    “Kami sudah memberikan arahan untuk teman-teman di padang agar segera di lakukan evakuasi, bawa korban ke rumah sakit, mengevakuasi kendaraan serta beritahu keluarga korban,” tuturnya. 

    Untuk informasi, Kecelakaan maut yang melibatkan sebuah satu unit bus Antar Lintas Sumatera (ALS) terjadi di Bukit Surungan, Kota Padang Panjang, Sumatra Barat (Sumbar), pada Selasa (6/5/2025) pagi.

    Data terakhir, ada sebanyak 12 orang dikabarkan meninggal dunia dalam kecelakaan yang terjadi sekitar pukul 08.30 ini.

    Gagal fungsi pengereman atau rem blong diduga menjadi penyebab kecelakaan maut tersebut.

    “Telah terjadi laka lantas satu unit bus ALS yang diduga mengalami gagal fungsi pengereman,” kata personel Satlantas Polres Padang Panjang, Brigadir Yudha, Selasa, dilansir TribunPadang.com.

    Akibat kejadian ini, arus lalu lintas tersendat di lokasi karena proses evakuasi.

    Arus lalu lintas di tempat kejadian perkara (TKP) pun dialihkan dari kedua arah.

    “Untuk sementara arus lalu lintas dialihkan. Kendaraan yang datang dari arah Bukittinggi menuju Padang, sampai di Terminal akan diarahkan ke dalam kota,” ungkap Yudha.

    “Begitupun arah sebaliknya, kendaraan dari Padang menuju Bukittinggi bisa lewat masuk ke dalam kota,” sambungnya.

  • Pemotor Tewas Usai Gagal Menyalip Truk di Pamulang
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        6 Mei 2025

    Pemotor Tewas Usai Gagal Menyalip Truk di Pamulang Megapolitan 6 Mei 2025

    Pemotor Tewas Usai Gagal Menyalip Truk di Pamulang
    Tim Redaksi
     
    TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com
    – Seorang pengendara sepeda motor berinisial BI (43) meninggal dunia usai gagal menyalip truk boks di dekat Terminal Pondok Cabe, Jalan M Toha, Pamulang Timur, Pamulang, Tangerang Selatan, Selasa (6/5/2025) pukul 06.15 WIB.
    Peristiwa bermula saat korban berkendara dari arah Parung menuju Ciputat melalui Jalan M Toha. Setibanya di lokasi kejadian (TKP), korban berusaha menyalip truk boks yang dikemudikan S (40).
    “Saat hendak mendahului dari sisi kanan truk boks tidak mempunyai ruang gerak yang cukup sehingga terjatuh,” kata Kanit Laka Lantas Polres Metro Tangerang Selatan Ipda Marulloh dalam keterangannya, Selasa (6/5/2025).
    Akibat kecelakaan itu, BI mengalami luka lecet di wajah, leher, kedua tangan, kaki kiri, dan memar pada bagian paha.
    “Dinyatakan meninggal dunia di TKP,” ucap dia.
    BI kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Fatmawati untuk menjalani visum et repertum.
    Selain menimbulkan korban jiwa, kecelakaan ini juga menyebabkan kerugian materiil.
    Truk boks mengalami lecet pada spakbor belakang sebelah kanan, sementara sepeda motor korban rusak parah pada bodi depan dan lecet di bagian kiri.
    “Kejadian ditangani oleh Unit Gakkum Sat Lantas Polres Tangerang Selatan,” ujar Marulloh.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Abaikan Larangan Dedi Mulyadi, Pelajar di Kota Depok Nekat Berangkat ke Sekolah Pakai Sepeda Motor – Halaman all

    Abaikan Larangan Dedi Mulyadi, Pelajar di Kota Depok Nekat Berangkat ke Sekolah Pakai Sepeda Motor – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Masih banyak pelajar di Kota Depok, Jawa Barat, yang berangkat sekolah mengendarai sepeda motor.

    Padahal, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi telah melarang pelajar mengendarai sepeda motor dan membawa handphone ke sekolah per 2 Mei 2025.

    Berdasarkan pantauan TribunnewsDepok.com pada Selasa (6/5/2025), di Jalan Raya Bogor-Jakarta, seorang pelajar perempuan terlihat mengendarai sepeda motor tanpa mengenakan helm.

    Seorang pelajar pengguna sepeda motor, AH (15), mengaku menggunakan sepeda motor ke sekolah untuk mempercepat waktu.

    Meski belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM), ia tetap nekat mengendarai sepeda motor ke sekolah.

    Kemudian, terkait larangan Dedi Mulyadi, ia menilai hanya diperuntukkan bagi siswa yang rumahnya dekat.

    “Alasan pakai motor karena membantu kita lebih cepat ke sekolah,” ungkap AH, Selasa.

    Bus Sekolah untuk Pelajar di Depok

    Dedi Mulyadi telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) nomor 43/PK.03.04/KESRA yang secara khusus ditujukan ke seluruh satuan pendidikan dan siswa-siswi di wilayah Jawa Barat.

    “Peserta didik yang belum cukup umur dilarang menggunakan kendaraan bermotor, serta mengoptimalkan penggunaan angkutan umum, atau berjalan kaki dengan jangkauan sesuai dengan kemampuan fisik peserta didik,” bunyi surat tersebut.

    Wali Kota Depok, Supian Suri, meminta agar para siswa yang sekolahnya terjangkau angkutan umum agar memanfaatkannya.

    “Yang belum, nanti seiring waktu kita akan coba fasilitasi angkut ke sekolah-sekolah yang hari ini belum terfasilitasi dengan angkutan umum,” katanya, Selasa, dilansir TribunnewsDepok.com.

    Supian Suri lantas mengakui, peraturan larangan pelajar mengendarai sepeda motor masih terkendala ketersediaan angkutan umum yang menjangkau sekolah-sekolah yang ada di Kota Depok.

    “Kita juga tahu bahwa enggak semua sekolah-sekolah kita itu terfasilitasi dengan kendaraan umum. Itu yang menjadi masalah kalau kita wajibkan seluruhnya enggak boleh naik motor,” jelasnya.

    Saat ini, Pemkot Depok hanya memiliki dua unit bus sekolah.

    Jumlah tersebut masih sangat terbatas untuk melayani semua pelajar.

    Sehingga, Pemkot Depok ingin memfasilitasi ketersediaan angkutan umum ke sekolah, sebelum peraturan tersebut benar-benar ditegakkan.

    “Sehingga tadi upaya kita mengajak anak-anak kita tidak menggunakan motor, ini benar-benar bisa kita fasilitasi dulu angkutannya,” imbuh Supian Suri.

    Kata Orang Tua Murid

    Seorang wali murid, Selassie, mengaku setuju dengan larangan pelajar mengendarai sepeda motor ke sekolah.

    Selassie mengatakan, larangan tersebut dapat mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas bagi pelajar.

    Ia pun meminta agar Pemerintah Kota Depok mensosialisasikan program larangan pelajar mengendarai sepeda motor demi keselamatan.

    “Bagus, biar meminimalisir kecelakaan,” ujarnya di Kota Depok, Selasa, dikutip dari TribunnewsDepok.com.

    GUBERNUR JABAR – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat di Gedung Nusantara Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (29/4/2025). (Tribunnews.com/ Rizki Sandi Saputra)

    Sebagai informasi, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi melarang pelajar mengendarai sepeda motor ke sekolah, sesuai Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

    “Per hari ini anak SD dan SMP tidak boleh bawa sepeda motor dan HP,” ujarnya setelah memimpin upacara Hardiknas di Lapangan Rindam III Siliwangi, Jumat (2/5/2025).

    “Untuk anak SMA itu yang belum cukup umur tidak boleh bawa kendaraan bermotor.”

    “Kan itu Undang-undang lalu lintas, selama ini penegakannya tidak bisa berjalan karena ada keraguan tindakan di lapangan,” jelasnya.

    Dedi Mulyadi menilai, anak-anak yang belum cukup umur tidak diberikan kebebasan mengendarai kendaraan bermotor karena berbahaya dan melanggar aturan.

    Sedangkan, larangan membawa handphone tersebut agar para pelajar fokus saat mengikuti kegiatan belajar mengajar.

    “Kami sedang mengkaji aturan dan akan segera menerapkan larangan membawa handphone ke ruang kelas, khususnya di tingkat SD dan SMP,” imbuhnya.

    Sebagian artikel ini telah tayang di Tribundepok.com dengan judul Tak Pakai Helm, Ngerinya Pelajar Depok Kendari Motor ke Sekolah Meski sudah Dilarang Dedi Mulyadi

    (Tribunnews.com/Nuryanti) (TribunnewsDepok.com/M. Rifqi Ibnumasy)

    Berita lain terkait Dedi Mulyadi

  • Patung Tugu Tani di Depok Hancur, Diduga Ditabrak Kendaraan
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        6 Mei 2025

    Patung Tugu Tani di Depok Hancur, Diduga Ditabrak Kendaraan Megapolitan 6 Mei 2025

    Patung Tugu Tani di Depok Hancur, Diduga Ditabrak Kendaraan
    Tim Redaksi
    DEPOK, KOMPAS.com –
     Patung Tugu Tani di Sukatani, Tapos,
    Kota Depok
    hancur pada Senin (5/5/2025). 
    Dalam video yang dilihat Kompas.com, kondisi patung Tugu Tani sudah patah terbelah dan tergeletak di tanah.
    Patung yang berbentuk orang menggunakan topi caping dengan dasar warna merah dan putih itu terlihat diletakkan di pinggir jalan, terpisah dengan tugunya di perempatan.
    “Tugu Tani,
    kecelakaan
    korban, patung Tugu Tani. Bertahun-tahun (berdiri), (sekarang) roboh juga,” kata perekam video.
    Kanit Laka Satlantas Polres Metro Depok, AKP Burhan mengatakan peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 13.00 WIB.
    Petugas menuju ke lokasi tempat kejadian perkara (TKP) untuk memeriksa kamera CCTV. Patung tersebut hancur diduga ditabrak oleh kendaraan.
    “Piket sedang mencari CCTV yang merekam kendaraan yang menabrak patung tersebut,” kata Burhan saat dikonfirmasi Kompas.com, Selasa (6/5/2025).
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Donald Trump Makin Tegaskan COVID-19 Itu Awalnya dari China

    Donald Trump Makin Tegaskan COVID-19 Itu Awalnya dari China

    Jakarta

    Seakan menegaskan bahwa AS percaya virus Sars-CoV-2 penyebab COVID-19 dari China, Presiden AS Donald Trump menghentikan pendanaan riset virus untuk negara tersebut.

    Donald Trump berpesan kepada para pejabat untuk menghentikan pendanaan riset virus berbahaya di negara yang dianggap kurang tanggap dan aman dari segi regulasi serta pengawasan. Tak ragu-ragu, China dan Iran disebut secara frontal di cuitan akun X @RapidResponse47 milik Gedung Putih.

    Perintah tersebut berbunyi bahwa AS memberi wewenang kepada National Institutes of Health dan badan-badan lain untuk mengidentifikasi dan menarik dana dari penelitian biologi yang dianggap berbahaya bagi kesehatan publik atau keamanan nasional.

    “@POTUS baru saja menandatangani perintah eksekutif yang melindungi warga Amerika dari penelitian gain-of-function yang berbahaya. Perintah tersebut: – Mengakhiri semua pendanaan Federal saat ini dan di masa mendatang untuk penelitian gain-of-function yang berbahaya di negara-negara yang menjadi perhatian seperti China dan Iran dan di negara-negara asing yang dianggap memiliki pengawasan penelitian yang tidak memadai,” tulis tweet tersebut.

    Lebih lanjut, ditulis lagi bahwa AS melarang pendanaan Federal untuk berkontribusi pada penelitian asing yang kemungkinan akan menyebabkan pandemi lainnya.

    “Langkah-langkah ini akan secara drastis mengurangi potensi insiden terkait laboratorium yang melibatkan penelitian gain-of-function, seperti yang dilakukan pada virus corona kelelawar di China oleh EcoHealth Alliance dan Wuhan Institute of Virology,” lanjutnya.

    Dengan begitu, ini menegaskan bahwa pemerintah AS percaya asal mula pandemi COVID-19 lima tahun lalu adalah dari China. Trump juga menyepakati untuk melindungi warga Amerika dari kecelakaan laboratorium dan insiden biosekuriti lainnya, seperti yang kemungkinan menyebabkan COVID-19 dan flu Rusia 1977.

    Sebenarnya, pertanyaan apakah COVID-19 berasal dari China masih diperdebatkan. Yang pasti, tweet ini mendukung badan intelijen AS terkemuka, termasuk FBI, Departemen Energi, dan CIA, yang sepakat bahwa COVID-19 mungkin disebabkan oleh kecelakaan laboratorium di Wuhan.

    Pandangan ini dianut oleh mantan tokoh kesehatan seperti Dr Robert Redfield, mantan Direktur CDC, sebagaimana dilaporkan oleh New York Post.

    Namun, ada pakar yang terus mendukung hipotesis perpindahan zoonosis alami, yang menyatakan bahwa virus tersebut berpindah dari hewan ke manusia tanpa campur tangan manusia. Ini termasuk kepala penasihat medis pemerintahan Biden, Dr Anthony Fauci, dan mantan Direktur NIH Dr Francis Collins.

    (ask/ask)

  • 5 Fakta Kecelakaan Maut Bus ALS Tujuan Medan–Jakarta di Padang Panjang – Halaman all

    5 Fakta Kecelakaan Maut Bus ALS Tujuan Medan–Jakarta di Padang Panjang – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, PADANG – Kecelakaan maut melibatkan Bus ALS Medan–Jakarta dengan nomor polisi B 7152 FGA terjadi di turunan Terminal Busur, Kota Padang Panjang, pada Selasa (6/5/2025) sekitar pukul 08.15 WIB. 

    Sebanyak belasan penumpang tewas dalam insiden tersebut, sementara 23 lainnya mengalami luka-luka. Kecelakaan yang menghebohkan ini diduga disebabkan oleh rem blong, meskipun penyelidikan masih berlangsung. 

    Polisi telah mengamankan sopir dan kernet bus yang kini tengah menjalani perawatan medis, sementara Posko DVI didirikan untuk memfasilitasi identifikasi korban. 

    Berikut ini lima fakta kecelakaan bus ALS di Padang Panjang:

    Lima Fakta Kecelakaan Tragis di Padang Panjang
    Kronologi

    Insiden kecelakaan itu berawal pada saat bus berangkat dari Medan, Sumatera Utara menuju ke Bekasi, Jawa Barat.

    Kapolda Sumbar Irjen Pol Gatot Tri Suryanta mengatakan kecelakaan ini terjadi, Selasa  sekitar pukul 08.15 WIB, ketika itu bus datang dari Medan menuju Kota Padang yang selanjutnya berakhir dengan tujuan Bekasi.

    “Sesampai di turunan Terminal Busur, bus hilang kendali dan menabrak pagar rumah warga lalu terbalik,” ujarnya pada Selasa (6/5/2025).

    BUS ALS – Proses evakuasi korban dari kecelakaan bus Antar Lintas Sumatera di Kelurahan Bukit Surungan, Kecamatan Padang Panjang Barat, Kota Padang Panjang, Sumatera Barat, Selasa (6/5/2025) pagi. (Muhammad Iqbal/TribunPadang)

    Penyebab

    Dugaan awal penyebab kecelakaan adalah rem long.

    Namun, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan. Upaya mengetahui penyebab kecelakaan itu dilakukan dengan cara meminta keterangan sopir dan kernet.

    Selain itu, aparat Polda Sumatera Barat dan Tim Traffic Accident Analysis Polda Sumatera Barat melakukan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

    “Kami masih melakukan olah TKP,” ujarnya.

    Identitas Korban

    Bus ALS Medan-Jakarta membawa 35 penumpang. Sebanyak 12 orang di antaranya tewas.

    Pasca kejadian, korban dibawa ke Kota Padang Panjang, yatu RS Yarsi dan RSUD Padang Panjang.

    Korban meninggal terdiri dari lima laki-laki, termasuk satu anak-anak, dan enam perempuan, juga termasuk satu anak-anak.

    Sebanyak 23 penumpang mengalami luka-luka dalam kecelakaan Bus ALS rute Medan–Jakarta di Padang Panjang, Sumatera Barat. Para korban saat ini sedang menjalani perawatan intensif di RSUD Padangpanjang dan RS Yarsi Padangpanjang.

    Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Padangpanjang, Iptu Jamalluddin, menyampaikan bahwa lima awak bus turut menjadi korban luka. Mereka adalah tiga sopir—Muhammad Seu Sibuan (50), Zulhanuar (44), dan Ronal Maunurun (50)—serta dua kernet, Feri Sanan (32) dan Putra Irwandi (34).

    Daftar penumpang yang dirawat di RSUD Padangpanjang antara lain:

    Fitri Lia Lestari

    M. Alby Nurosyid

    Fahrudin Tanjung

    Ikbal Farabi

    Arkanalgazali

    Dan beberapa lainnya

    Sementara itu, lima korban lainnya dirawat di RS Yarsi Padangpanjang, yakni:

    Mario Rensus Parhusip

    Siti Rahaayu

    Ratna Lubis

    Desmon Lumban Gaol

    Fadillah

    Sopir dan Kernet Diamankan

    Polisi telah mengamankan sopir dan kernet bus ALS (Antar Lintas Sumatera) yang mengalami kecelakaan tunggal. 

    Sopir dan kernet bus saat ini masih harus menjalani perawatan medis.

    Mereka akan dites urine.

    Posko DVI 

    Polda Sumbar mendirikan Posko DVI Laka Maut Bus ALS di RSUD Padang Panjang. Identifikasi korban dilakukan di RSUD Kota Padang Panjang.

    Polisi menyiapkan tim trauma healing untuk memberikan pelayanan kepada korban pada anak-anak dan keluarga.

    Hal ini, karena masih ada anak mencari orang tuanya dilakukan oleh psikolog Polwan dan psikologi RSUD Padang Panjang.

    Tragedi kecelakaan bus ALS di Padang Panjang meninggalkan duka mendalam, dengan 11 korban tewas. Pihak berwenang terus menyelidiki penyebab insiden ini, sementara bantuan dan dukungan diberikan kepada keluarga korban.

  • 3 Bulan Pasca Kecelakaan, Aurelie Moeremans Masih Alami Gangguan Penglihatan dan Memori

    3 Bulan Pasca Kecelakaan, Aurelie Moeremans Masih Alami Gangguan Penglihatan dan Memori

    JAKARTA – Aktris Aurelie Moeremans mengungkap kondisi kesehatannya pasca mengalami kecelakaan mobil pada Januari lalu. Lewat unggahan Instagram pribadinya @aurelie, ia menceritakan bahwa dirinya masih harus menjalani pemeriksaan intensif terkait efek gegar otak yang dialaminya.

    “Masih terus ke dokter buat ngecek efek geger otak karena kecelakaan mobil bulan Januari lalu,” tulis Aurelie Moeremans dikutip VOI, Selasa, 6 Mei.

    Aurelie menjelaskan bahwa berbagai gejala masih ia rasakan hingga saat ini, termasuk gangguan keseimbangan, memori, dan fokus.

    “Waktu terakhir dites, ternyata balance-ku lemah banget, memori dan focus juga belum normal dan masih banyak symptoms lainnya yang masih ada aja kayak sensitive sama cahaya, berisik dan lain-lain,” ungkapnya.

    Masalah pada penglihatan juga menjadi salah satu dampak yang cukup mengganggu, terutama pada mata kanannya.

    “Pas tes mata, alatnya bahkan nggak bisa tracking mata kananku, jadi gagal terus deh tesnya. Sampai sekarang aku masih ngeliatnya agak dobel soalnya.. (yey Tylernya ada dua hahaha,” lanjut Aurelie dengan nada bercanda untuk tetap memberikan sentuhan ringan di tengah situasi sulit.

    Sebagai langkah lanjutan, Aurelie dijadwalkan menjalani MRI untuk memastikan kondisinya tidak semakin memburuk.

    “Besok aku MRI, karena udah lewat 3 bulan sejak kecelakaan jadi baru boleh MRI sekarang. Doain ya semoga hasilnya nggak ada yang lebih parah dari concussion,” ucapnya.

  • Alamuddin Dimyati Rois Meninggal Dunia, Jazilul Fawaid hingga Bupati Kendal Kenang Sosok Gus Alam – Halaman all

    Alamuddin Dimyati Rois Meninggal Dunia, Jazilul Fawaid hingga Bupati Kendal Kenang Sosok Gus Alam – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Anggota DPR RI Alamudin Dimyati Rois atau yang akrab disapa Gus Alam meninggal dunia pada hari ini, Selasa (6/5/2025).

    Diketahui Gus Alam meninggal dunia usai mengalami kecelakaan di Tol Pemalang-Batang pada Jumat (2/5/2025) kemarin.

    Akibat kecelakaan tersebut, Gus Alam sempat menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Budi Rahayu Pekalongan sebelum akhirnya meninggal dunia.

    Gus Alam disebut mengalami luka berat serta mengalami cedera kepala sedang.

    Kecelakaan itu juga membuat Gus Alam mengalami patah tulang di pergelangan tangan kanan, luka di jari manis, dan robekan di pelipis kiri.

    Meninggalnya Gus Alam mengundang banyak ungkapan duka cita dari berbagai tokoh daerah hingga tokoh nasional.

    Di antaranya datang dari Ketua Fraksi PKB DPR RI Jazilul Fawaid, Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari, hingga Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen.

    Mereka juga turut mengungkapkan kenangan mereka akan sosok Gus Alam semasa hidupnya.

    Jazilul Fawaid Kenang Gus Alam sebagai Sosok yang Sangat Alim

    Ketua Fraksi PKB DPR RI Jazilul Fawaid mengungkapkan rasa duka citanya atas kepergian Anggota DPR RI Alamudin Dimyati Rois.

    Ucapan duka cita itu diungkap Jazilul melalui akun Instagram resminya, @jazilulfawaid_real pada Selasa (6/5/2025).

    Jazilul mengaku, meninggalnya Gus Alam ini adalah kabar yang sangat mengejutkan dan menyedihkan baginya.

    Ia pun mendoakan Gus Alam agar Allah menerima seluruh amal baiknya dan mengampuni segala dosanya.

    Politisi PKB itu juga mendoakan agar keluarga yang ditinggalkan bisa diberikan kesabaran.

    Lebih lanjut Jazilul mengungkapkan kenangannya akan sosok Gus Alam yang ia kenal selama ini.

    Jazilul menilai Gus Alam sebagai sosok yang sangat alim.

    “Innalillahi wainnailaihi rojiun. Kabar yang sangat mengagetkan dan menyedihkan sahabat kami anggota Fraksi PKB DPR RI Gus @alamudin.dr dipanggil oleh Allah SWT, setelah beberapa hari kritis akibat kecelakaan.”

    “Saya bersaksi beliau sosok yang sangat alim insyaallah ini yang terbaik buat beliau. Husnul khotimah Gus. Al Fatihah,” tulis Jazilul dalam unggahan akun Instagramnya, @jazilulfawaid_real pada Selasa (6/5/2025).

    Dyah Kartika Permanasari Sebut Gus Alam Sosok Panutan Warga Kendal

    Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari ikut berduka atas meninggalnya Gus Alam.

    Bagi Tika, Gus Alam adalah sosok panutan bagi warga Kendal.

    Oleh karena itu, kepergian Gus Alam ini merupakan kehilangan besar dan mendalam bagi masyarakat Kendal.

    “Saya mewakili Pemkab Kendal ikut berduka cita atas kepergian beliau.”

    “Beliau adalah panutan warga Kendal. Tentunya ini kehilangan besar dan mendalam,” kata Tika dilansir Tribun Jateng, Selasa (6/5/2025).

    Taj Yasin Kirim Doa untuk Gus Alam

    Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen turut berbelasungkawa atas meninggalnya Gus Alam.

    Taj Yasin pun mendoakan agar amal ibadah Gus Alam bisa diterima dan ditempatkan ditempat terbaik di sisi Allah SWT.

    Ia juga turut mendoakan keluarga Gus Alam agar diberi kekuatan dan ketabahan.

    “Semoga amal ibadah beliau diterima disisi-Nya, diampuni segala dosanya, dan ditempatkan dalam keridhoan-Nya.”

    “Keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan iman dan ketabahan,” tulis Taj Yasin dalam unggahan story Instagram resminya @tajyasinmz, Selasa (6/5/2025).

    Sebagian artikel ini telah tayang di TribunJateng.com dengan judul Gus Alam Wafat, Bupati Tika: Ini Kehilangan Besar Warga Kendal.

    (Tribunnews.com/Faryyanida Putwiliani/garudea prabawati)(Tribun Jateng/Agus Salim Irsyadullah)

  • Kemenhub Libatkan KNKT Selidiki Pemicu Kecelakaan Bus ALS yang Tewaskan 12 Penumpang – Halaman all

    Kemenhub Libatkan KNKT Selidiki Pemicu Kecelakaan Bus ALS yang Tewaskan 12 Penumpang – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Kementerian Perhubungan melibatkan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk menyelidiki penyebab laka maut yang melibatkan Bus Antar Lintas Sumatera (ALS) di Padang Panjang, Sumatera Barat, Selasa (6/5/2025).

    “Saat ini Ditjen Hubdat tengah berkoordinasi dengan pihak kepolisian, Dinas Perhubungan setempat dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk mendalami penyebab kecelakaan tersebut,” kata Plt. Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Ahmad Yani dalam keterangannya, Selasa.

    Ahmad Yani menyatakan, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan turut prihatin dan berduka cita atas kecelakaan Bus Antar Lintas Sumatera (ALS) yang terjadi di Jalan Lintas Padang Panjang.

    Insiden kecelakaan tunggal ini menyebabkan 12 penumpang tewas dan 12 luka. Bus mengangkut 48 penumpang.

    “Saat ini Petugas gabungan segera dikerahkan ke lokasi untuk mengevakuasi para korban,” jelas dia.

    Setelah ditelusuri lebih lanjut melalui aplikasi Mitra Darat, bus ALS yang mengalami kecelakaan di Padang Panjang ini ternyata tidak memiliki izin operasi. Namun, masa uji berkala berlaku hingga 14 Mei 2025.

    Ditjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan mengimbau kepada seluruh Perusahaan Otobus (PO) dan pengemudi untuk memeriksa secara berkala kondisi armada dan melakukan pendaftaran izin angkutan serta rutin melakukan uji berkala kendaraan. 

    “Diimbau kepada seluruh masyarakat yang menggunakan angkutan umum bus dapat memeriksa kelayakan kendaraan sebelum keberangkatan pada aplikasi Mitra Darat yang dapat diunduh pada smartphone,” terangnya.

    Bus ALS jurusan Medan-Bekasi nomor bodi 285 yang mengalami kecelakaan tunggal di Padang Panjang, Sumatera Barat, mengangkut 48 penumpang, Selasa pagi pukul 08.15 WIB, 6 Mei 2025.

    Dari 48 penumpang, sebanyak 12 penumpang meninggal dunia dan 23 lainnya luka-luka.  Lokasi kecelakaan berada di Kelurahan Bukit Surungan, Kecamatan Padang Panjang Barat, Kota Padang Panjang.

    Pasca kecelakaan ini polisi mengamankan sopir dan kernet. Proses evakuasi bus dan penumpang yang tewas dan luka masih terus berlangsung. Polisi melakukan pengaturan lalu lintas di lokasi kejadian.

    Bus ALS berplat nomor B7512 FGA ini diduga hilang kendali dan mengalami rem blong, sebelum mengalami kecelakaan. 

    Kecelakaan tunggal bus ALS nomor bodi 285 jurusan Medan-Bekasi di Padang Panjang, Sumatera Barat, Selasa pagi pukul 08.15 WIB, 6 Mei 2025. Bus mengangkut 48 penumpang, sebanyak 23 penumpang meninggal dunia dan 23 penumpang luka-luka.  (Kolase Tribunnews)

    Bus kemudian terpelanting ke kiri. Kerasnya benturan menyebabkan bodi dan kabin bus terbelah. Lokas kecelakaan bus ini tidak jauh dari Terminal Bus Padangpanjang. 

    Semua korban sudah dibawa ke RSUD Padang Panjang dan RS Yarsi Padang Panjang untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

    Petugas gabungan bekerja keras mengeluarkan korban dari badan bus yang terguling, termasuk sejumlah jenazah korban tewas.
    Evakuasi penumpang melibatkan petugas kepolisian, BPBD, Damkar, PMI, tim medis rumah sakit dan Puskesmas, Dishub Padang Panjang, Satpol PP serta masyarakat.

     

  • Kecelakaan Maut Bus ALS Rute Medan

    Kecelakaan Maut Bus ALS Rute Medan

    GELORA.CO – Kecelakaan maut terjadi di depan Terminal Bukit Surungan, Padang Panjang, Sumatera Barat pada Selasa, 6 Mei 2025. Bus ALS dengan nomor polisi B 7512 FGA yang melayani rute Medan-Bekasi via Padang mengalami rem blong saat menuruni jalan sebelum terminal. Akibat kecelakaan itu 12 orang tewas dan 23 orang lainnya luka-luka.

    “Dugaan sementara, jika rem tidak blong, bus hendak masuk ke terminal. Karena rem blong, bus melewati terminal dan menabrak tembok di samping puskesmas,” ujar Kasat Lantas Polres Padang Panjang, Iptu Jamalludin, saat dihubungi Tempo pada Selasa, 6 Mei 2025.

    Dari total korban sementara yang berhasil dievakuasi ada 35 orang, dengan 12 orang meninggal dunia, terdiri dari tujuh laki-laki termasuk satu anak dan lima perempuan termasuk satu anak. Sementara, 23 korban lainnya mengalami luka-luka, dengan rincian 17 laki-laki dan 6 perempuan.

    “Kami telah melakukan olah TKP bersama Tim Ahli Analisis Kecelakaan (TAA) Polda Sumbar untuk menentukan penyebab pasti kecelakaan ini. Jumlah penumpang belum bisa dipastikan,” ujarnya.

    Pihak kepolisian telah mengamankan sopir dan kernet bus untuk pemeriksaan, termasuk tes urine. Korban kecelakaan telah dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Padang Panjang dengan bantuan dari berbagai pihak termasuk SAR Padang, Damkar, BPBD, Satpol PP, Dishub, PMI, dan Brimob.

    Polres Padang Panjang juga telah mendirikan pos DVI (Disaster Victim Identification) di RSUD serta menyiapkan tim trauma healing dari psikolog RSUD dan Polda untuk membantu korban. Koordinasi dengan Jasa Raharja juga telah dilakukan untuk pengurusan asuransi korban.

    Posko bersama penanganan kecelakaan telah didirikan di RSUD Padang Panjang untuk memudahkan koordinasi penanganan korban dan keluarga.

    Pihak kepolisian mengimbau kepada perusahaan bus untuk selalu melakukan pemeriksaan kendaraan secara berkala, terutama sistem pengereman untuk mencegah terjadinya kecelakaan serupa di masa mendatang. (*)