Pembangunan Embung dan Kolam Retensi Digarap, Otorita IKN Pastikan Ketersediaan Air Berkelanjutan
Penulis
KOMPAS.com
– Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) memastikan ketersediaan air yang berkelanjutan di Nusantara melalui penandatanganan kontrak kerja sama pembangunan embung di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) 1B dan 1C serta kolam retensi bersama PT Bumi Karsa, PT Adhi Karya (Persero) Tbk, dan PT Nindya Karya pada Kamis (27/11/2025).
Penandatanganan dilakukan oleh Pejabat Pembuat Komitmen XXII-2025 Otorita
IKN
Iryans Muhyono dan Pejabat Pembuat Komitmen XXIII-2025
Otorita IKN
Sigit Marwanto, bersama para perwakilan masing-masing penyedia jasa. Seluruh prosesi disaksikan langsung oleh Kepala Otorita IKN
Basuki Hadimuljono
.
Kerja sama itu menegaskan komitmen Otorita IKN dalam mempercepat pembangunan
infrastruktur
air sebagai bagian dari fondasi dasar sebuah ibu kota yang aman, tangguh, dan berketahanan iklim.
Basuki menyampaikan apresiasi atas langkah strategis tersebut sebagai bagian dari percepatan pembangunan
Nusantara
.
“Ini menandakan bahwa (pembangunan) IKN memang terus berjalan dan akan kita selesaikan dalam waktu yang tidak banyak, sebelum tahun 2028. Embung-embung ini, tadi sudah disampaikan oleh Direktur Sarana dan Prasarana Sosial Agus Ahyar,” ujarnya dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Sabtu (29/11/2025).
“Kami akan membangun 24 badan air dengan total kapasitas 2 juta meter kubik, menambahi 2 juta meter kubik yang sudah kita punyai dari 30 embung yang sudah ada,” tambahnya.
Pembangunan embung dan
kolam retensi
itu memiliki fungsi strategis dalam menopang konsep Zero Delta Q atau Sponge City yang diusung Nusantara.
Infrastruktur tersebut dirancang untuk menahan, menyerap, dan mengendalikan aliran air permukaan sehingga mengurangi risiko limpasan air yang berlebihan dan menjaga keseimbangan hidrologis kawasan.
Dengan mekanisme tersebut, pembangunan IKN turut mendukung sistem konservasi air yang berkelanjutan sekaligus meningkatkan ketahanan lingkungan terhadap perubahan iklim.
Selain fungsi konservasi, keberadaan badan-badan air itu juga memberikan nilai tambah terhadap estetika dan kualitas ruang di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan.
Embung dan kolam retensi berperan memperindah lanskap kota, menciptakan ruang terbuka hijau yang memperkaya karakter Nusantara sebagai ibu kota yang hijau, teduh, dan berorientasi pada harmoni antara pembangunan modern dan keberlanjutan alam.
Ruang-ruang tersebut nantinya juga menjadi lokasi interaksi sosial, rekreasi publik, dan ruang komunal yang mendukung kualitas hidup masyarakat.
Manfaat lainnya adalah tersedianya cadangan air baku sekunder yang dapat digunakan untuk penyiraman taman, kebutuhan insidental seperti pemadaman kebakaran, hingga menurunkan suhu udara di sekitar kawasan.
Dengan fungsi pengendalian banjir skala mikro dan makro, keberadaan embung dan kolam retensi itu menjadi bagian penting dalam membangun infrastruktur dasar Nusantara yang aman, resilien, adaptif, serta berkelanjutan.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
Kasus: kebakaran
-
/data/photo/2025/11/29/692a5a021dfc0.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Pembangunan Embung dan Kolam Retensi Digarap, Otorita IKN Pastikan Ketersediaan Air Berkelanjutan Nasional 29 November 2025
-

Pengakuan Ngeri Penghuni Apartemen Hong Kong Tak Dengar Alarm Kebakaran
Hong Kong –
Kebakaran dahsyat yang terjadi di kompleks apartemen Wang Fuk Court di Hong Kong menewaskan 128 orang. Penghuni apartemen mengatakan mereka tak mendengar alarm kebakaran saat api mulai berkobar.
Salah satu penghuni apartemen di kompleks Wang Fuk Court yang bermarga Suen, seperti dilansir AFP, Jumat (28/11/2025), menuturkan bahwa dirinya dan para penghuni lainnya tidak mendengar suara alarm kebakaran dan harus berkeliling dari pintu-ke-pintu untuk memberitahu para tetangga soal kebakaran yang terjadi.
“Api menyebar begitu cepat. Saya melihat satu selang mencoba menyelamatkan beberapa bangunan, dan saya merasa itu terlalu lambat,” ucapnya kepada AFP.
“Membunyikan bel pintu, mengetuk pintu-pintu, memberitahu para tetangga, memberitahu mereka untuk pergi — begitulah situasinya,” ujar Suen.
Seorang warga lainnya, Yuen, yang berusia 65 tahun mengatakan bahwa lingkungan tempat tinggalnya banyak dihuni para lansia yang menggunakan kursi roda dan alat bantu jalan.
Dia juga menuturkan bahwa karena kompleks apartemen itu sedang dalam perbaikan, banyak penghuni yang menutup jendela mereka, yang mungkin membuat mereka tidak mendengar alarm kebakaran.
Beberapa penghuni apartemen lainnya tidak menduga bahwa api akan menyebar ke bangunan lainnya akibat angin dan terus berkobar sepanjang malam.
“Saya benar-benar merasa ini sangat menakutkan. Saya menyaksikannya menyebar dari satu gedung menjadi tiga gedung, lalu empat gedung. Sungguh mengerikan,” ucap Veezy Chan (25), seorang warga di area tersebut.
Chan mengatakan dirinya “menyaksikan api berkobar dan tidak bisa berbuat apa-apa”.
Wang Fuk Court di Hong Kong hangus terbakar (Foto: Vernon Yuen/Nexpher/ZUMA Press Wire/Shutterstock via The Guardian)
Kompleks permukiman Wang Fuk Court yang berada di distrik Tai Po terdiri atas delapan gedung atau blok, masing-masing setinggi 31 lantai, yang menyediakan total 2.000 unit apartemen. Dari delapan gedung tersebut, tujuh gedung di antaranya kini hangus dilalap api.
Pada Jumat (28/11) pagi, atau lebih dari 24 jam setelah api mulai berkobar, kebakaran hampir padam seluruhnya. Otoritas setempat mengatakan kebakaran yang melalap empat gedung di antaranya — dari tujuh gedung yang terbakar — telah dipadamkan.
Otoritas berwenang Hong Kong mulai menyelidiki apa yang memicu kebakaran tersebut, yang tercatat sebagai yang terparah dalam hampir 80 tahun terakhir.
Banyak pertanyaan yang perlu dijawab, termasuk mengapa blok-blok apartemen tidak dievakuasi lebih cepat setelah api mulai menyebar dari gedung pertama, dan apakah material yang mudah terbakar, termasuk papan polystyrene yang menghalangi jendela apartemen, turut berkontribusi pada kebakaran.
Keberadaan perancah bambu dan jaring plastik yang terpasang di luar gedung sebagai bagian renovasi besar-besaran turut menjadi fokus penyelidikan.
Badan antikorupsi Hong Kong juga meluncurkan penyelidikan terhadap pengerjaan renovasi di kompleks apartemen tersebut, beberapa jam setelah kepolisian menangkap tiga pria yang diduga melakukan kelalaian meninggalkan kemasan busa di lokasi kebakaran.
Dalam konferensi pers, Sekretaris Keamanan Hong Kong, Chris Tang juga mengungkapkan bahwa alarm kebakaran di kompleks apartemen itu tidak berfungsi dengan baik. Dia memperkirakan penyelidikan bisa memakan waktu tiga minggu hingga empat minggu ke depan.
2 WNI Tewas-2 Lainnya Selamat
Konsulat Jenderal Indonesia di Hong Kong mengatakan bahwa dua korban tewas di antaranya diidentifikasi sebagai warga negara Indonesia (WNI) yang bekerja sebagai pekerja rumah tangga migran di apartemen yang terbakar.
“KJRI Hong Kong telah berkoordinasi intensif dengan Hong Kong Police Force (HKPF) untuk memonitor kondisi lapangan. Hingga saat ini, 2 orang WNI dinyatakan meninggal dunia dan 2 orang lainnya mengalami luka-luka,” kata juru bicara Kemlu, Vahd Nabyl, saat dihubungi, Kamis (27/11/2025).
Sementara, dua WNI yang selamat dalam insiden kebakaran apartemen di Hong Kong saat ini kondisinya mulai membaik. Satu WNI bahkan sudah keluar dari rumah sakit.
“Dari 2 orang yg dirawat, as of kemarin satu orang sudah keluar dari RS dan saat ini tinggal di kediaman kerabat pemberi kerja (majikan),” ujar Jubir Kemlu RI Yvonne Mewengkang kepada wartawan, Jumat (28/11/2025).
Kemudian satu WNI lainnya masih dirawat di rumah sakit. Namun, kondisinya stabil.
Petugas mengeluarkan jenazah dari dalam apartemen Wang Fuk Court, Hong Kong, November 28, 2025. REUTERS/Tyrone Siu housing estate, Foto: REUTERS/Tyrone Siu
“Sementara satu lainnya, sudah dalam kondisi stabil dan tinggal menunggu discharge,” jelasnya.
Yvonne mengatakan saat ini Konjen RI Hong Kong terus memantau kondisi terkini. Untuk saat ini, belum ada laporan WNI lainnya yang turut menjadi korban kebakaran.
“Saat ini Konjen RI Hong Kong dan sejumlah besar Satgas Pelindungan WNI KJRI kembali menuju lokasi kebakaran untuk mengunjungi warga kita yang tinggal di beberapa shelter di dekat lokasi kejadian. Satgas juga bawa bantuan makanan, minum dan barang-barang yang dibutuhkan, tidak hanya oleh warga kita, tapi juga bagi mereka yang terdampak,” jelasnya.
Halaman 2 dari 4
(isa/isa)
-
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425541/original/048784900_1764230263-1.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Miliarder hingga Raksasa Teknologi China Janji Beri Bantuan Jutaan Dolar AS Usai Kebakaran Hong Kong
Sementara itu, Jean Eric Salata, Chairperson EQT Asia menjanjikan 10 juta dolar Hong Kong melalui family office Central Cove untuk bantuan psikologis dan duka, sumber daya pendidikan bagi anak-anak terlantar dan bantuan keuangan bagi keluarga korban.
Gelombang donasi ini menyusul pernyataan Presiden China Xi Jinping yang mendesak upaya maksimal untuk mengurangi korban jiwa dan menggalang otoritas serta pihak terkait untuk memberikan dukungan yang diperlukan.
Para pengusaha China telah meningkatkan komitmen amalnya dalam beberapa tahun terakhir untuk memenuhi seruan China agar mengutamakan tanggung jawab sosial di atas keuntungan, dan di tengah pengawasan regulasi yang semakin ketat terhadap sektor swasta.
Salah satu pendiri Xiaomi, Lei Jun, telah menyumbangkan lebih dari 1,7 miliar yuan (USD 240 juta atau Rp 3,99 triliun) sejak meluncurkan yayasan filantropisnya pada 2019 untuk mendukung pengembangan teknologi mutakhir dan memberikan bantuan keuangan kepada siswa dari keluarga berpenghasilan rendah.
Pada 2021, pendiri Meituan, Wang Xing, menyumbangkan saham senilai sekitar USD 2,3 miliar atau Rp 38,31 triliun kepada yayasan filantropisnya, yang mempromosikan pendidikan dan penelitian ilmiah. Zhang Yiming dari ByteDance juga telah menyumbangkan sebagian kekayaannya untuk kegiatan amal.
-
/data/photo/2025/11/28/6929981d05571.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Menteri Mukhtarudin: Indonesia Siaga Penuh Lindungi Pekerja Migran Korban Kebakaran Tai Po Hong Kong Nasional 28 November 2025
Menteri Mukhtarudin: Indonesia Siaga Penuh Lindungi Pekerja Migran Korban Kebakaran Tai Po Hong Kong
Tim Redaksi
KOMPAS.com
– Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin menyampaikan dukacita mendalam atas tragedi kebakaran dahsyat di Apartemen Wang Fuk Court, Tai Po, Hong Kong, yang terjadi pada Rabu (26/11/2025).
Kebakaran itu merenggut sedikitnya 75 jiwa, melukai 76 orang, dan menyebabkan 270 orang masih hilang hingga kini. Peristiwa itu juga berdampak serius bagi sejumlah
pekerja migran
Indonesia (
PMI
) yang tinggal atau bekerja di kawasan tersebut.
Pemerintah Indonesia melalui
Kementerian P2MI
memantau situasi secara intensif dan berkoordinasi dengan otoritas Hong Kong untuk memastikan keselamatan serta pemenuhan hak-hak PMI.
Berdasarkan koordinasi terbaru dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Hong Kong, kebakaran tersebut diklasifikasikan sebagai kejadian darurat alarm tingkat 5.
Kebakaran bermula dari percikan api pada perancah bambu eksternal di Wang Cheong House, bangunan paling timur kompleks tersebut, sekitar pukul 14.51 waktu setempat.
Api dengan cepat merambat ke delapan menara bangunan berusia 41 tahun itu. Dugaan sementara, kebakaran diperparah penggunaan material mudah terbakar, seperti papan polistirena untuk renovasi dinding luar senilai sekitar 42,43 juta dollar Hong Kong, serta cuaca kering dengan peringatan bahaya kebakaran dari Hong Kong Observatory.
Lebih dari 1.000 petugas pemadam kebakaran dikerahkan, dan api baru sepenuhnya terkendali setelah lebih dari 24 jam. Seorang petugas pemadam, Ho Wai Ho (37), menjadi korban jiwa pertama di antara para pahlawan penyelamat.
Otoritas Hong Kong telah menangkap tiga tersangka, dua direktur dan seorang konsultan perusahaan konstruksi yang menangani renovasi, atas dugaan kelalaian yang menyebabkan korban jiwa, termasuk keterlambatan evakuasi dan penggunaan material tidak sesuai standar keselamatan.
Investigasi mendalam tengah dilakukan oleh pasukan khusus Hong Kong, termasuk penelusuran terhadap 16 inspeksi keselamatan yang pernah dilakukan Departemen Tenaga Kerja Hong Kong.
Salah satu inspeksi terakhir mengeluarkan peringatan tertulis pada 20 November 2025 terkait pencegahan kebakaran.
Menteri Mukhtarudin mengatakan, Kementerian P2MI mendukung penuh upaya otoritas Hong Kong dan mendorong transparansi agar tragedi serupa tidak terulang.
Kompleks Wang Fuk Court diketahui merupakan permukiman padat yang dihuni ribuan warga di distrik suburban Tai Po, dekat perbatasan China Daratan.
Hingga kini, relawan dan komunitas Indonesia di Hong Kong telah membuka posko bantuan di tempat penampungan sementara, seperti Kwong Fuk Community Hall, Tai Po Community Centre, serta beberapa sekolah lokal. Mereka menyediakan makanan, pakaian, dan pendampingan emosional bagi PMI terdampak.
Kementerian P2MI juga menyelesaikan pendataan awal dan berkoordinasi dengan kepolisian Hong Kong melalui
hotline
pencarian korban di Fung Leung Kit Memorial Secondary School serta meja bantuan di Rumah Sakit Alice Ho Miu Ling Nethersole.
Berdasarkan data yang diverifikasi, sebagian besar PMI dalam kondisi aman, meskipun beberapa mengalami cedera ringan akibat menghirup asap.
“Namun, kami menyesal menyampaikan bahwa dua PMI, yaitu Novita dan Erawati, tidak terdaftar dalam program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan,” ujar Mukhtarudin dalam siaran pers.
Hal itu diketahui setelah pengecekan melalui sistem SMILE berdasarkan data paspor, nama, dan tanggal lahir mereka.
Kementerian P2MI telah memulai proses pendaftaran darurat dan penyaluran bantuan sosial bagi keduanya. Lembaga pemerintah ini juga mengimbau seluruh PMI di Hong Kong untuk memverifikasi status perlindungan sosial melalui aplikasi resmi Kementerian P2MI.
Untuk mendukung pemulihan psikologis korban dan keluarga, tersedia layanan bantuan berikut:
Bagi pekerja migran yang membutuhkan layanan dalam Bahasa Indonesia dapat menghubungi Peduli Kasih Hong Kong Hotline: +852 5688 7554.
Tim konseling Kementerian P2MI siap memberi pendampingan 24 jam, termasuk dukungan repatriasi bila diperlukan.
Menteri Mukhtarudin menegaskan, Kementerian P2MI berkomitmen menyampaikan pembaruan resmi seiring perkembangan investigasi dan koordinasi dengan otoritas Hong Kong.
Ia juga mengimbau seluruh PMI di luar negeri untuk selalu memprioritaskan keselamatan, termasuk memastikan perlindungan kerja dan mematuhi prosedur keselamatan bangunan.
“Mari kita doakan agar pencarian korban hilang segera membuahkan hasil dan proses pemulihan berjalan lancar. Indonesia bersatu untuk melindungi rakyatnya di mana pun berada,” ujar Mukhtarudin.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2025/11/28/69298c87ac69b.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Cerita Damkar Palembang Turun Tangan Tenangkan ODGJ yang Masuk Minimarket Regional 28 November 2025
Cerita Damkar Palembang Turun Tangan Tenangkan ODGJ yang Masuk Minimarket
Tim Redaksi
PALEMBANG, KOMPAS.com
– Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Palembang, Sumatera Selatan, menghadapi situasi yang tidak biasa pada Kamis (27/11/2025).
Mereka ditugaskan untuk mengamankan seorang pria dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang tiba-tiba masuk ke minimarket Alfamart di Jalan Syakhyakirti, Kecamatan Gandus.
Peristiwa ini membuat dua karyawati minimarket, Desti dan Firma, panik.
Keduanya ketakutan setelah pria tersebut tidak dapat diajak bicara dan menolak untuk keluar dari toko.
Kondisi semakin mengkhawatirkan ketika pria itu terlihat membawa tongkat dan menyentuh kabel listrik di depan minimarket.
Wakapos Damkar Gandus, Musrihardiyanto menjelaskan, pihaknya menerima laporan dari warga yang melihat pria itu berkeliaran sambil memainkan tongkat kayu di area listrik minimarket.
“Awalnya orang itu berada di luar dan memainkan area listrik toko menggunakan tongkat kayu. Di toko itu semua karyawannya perempuan, makanya mereka takut dan meminta bantuan,” ujar Musri, Jumat (28/11/2025).
Setelah menerima laporan, petugas Damkar segera menuju lokasi dan berkoordinasi dengan Polsek Gandus.
Namun, situasi berubah ketika mereka tiba di tempat kejadian.
Pria ODGJ yang mengenakan baju gamis dan berpeci tersebut sudah berada di dalam minimarket dan bahkan mengambil sebungkus rokok dari dekat kasir.
Beruntung, pria itu tidak menunjukkan tindakan agresif. Petugas kemudian menggunakan pendekatan persuasif untuk menenangkannya.
“Personel membujuknya dengan memberikan rokok agar lebih tenang. Rokok yang diambilnya juga dikembalikan ke pihak toko. Perlahan dia mau keluar,” jelas Musri.
Setelah berhasil mengeluarkan pria tersebut, petugas Damkar menggiringnya menjauh dari area Alfamart agar tidak mengganggu warga.
Namun, tak lama kemudian, pria itu kembali lagi ke minimarket.
“Saat dia datang lagi, kami menghubungi Polsek. Tidak lama setelah itu keluarganya datang dan langsung membawanya pulang,” kata Musri.
Tindakan cepat dan tepat dari petugas Damkar dan Polsek Gandus berhasil mengatasi situasi yang berpotensi membahayakan tersebut, sekaligus menunjukkan pentingnya kolaborasi antara aparat keamanan dan masyarakat dalam menangani masalah kesehatan mental.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -

128 Orang Tewas dalam Kebakaran Apartemen Hong Kong, 200 Hilang
Hong Kong –
Jumlah korban tewas akibat kebakaran dahsyat di kompleks apartemen Wang Fuk Court di Hong Kong melonjak menjadi 128 orang. Otoritas Hong Kong melaporkan sekitar 200 orang lainnya belum diketahui keberadaannya, atau dinyatakan masih hilang, sejak kebakaran terjadi pada Rabu (26/11) siang.
Kompleks apartemen Wang Fuk Court, yang ada di distrik Tai Po, terdiri atas delapan menara atau gedung, masing-masing setinggi 32 lantai, yang menyediakan 2.000 unit apartemen. Diperkirakan total ada lebih dari 4.600 orang, kebanyakan lansia, yang tinggal di apartemen-apartemen tersebut.
Para petugas pemadam kebakaran, seperti dilansir CNN dan Reuters, Jumat (28/11/2025), akhirnya berhasil mengendalikan kebakaran sekitar 42 jam setelah api mulai berkobar. Kebakaran ini tercatat sebagai yang terburuk di Hong Kong dalam hampir 80 tahun terakhir.
Bertambahnya jumlah korban tewas menjadi 128 orang diumumkan oleh Sekretaris Keamanan Hong Kong, Chris Tang, dalam konferensi pers pada Jumat (28/11).
Korban tewas termasuk seorang petugas pemadam berusia 37 tahun, yang ditemukan dengan luka bakar pada wajahnya sekitar setengah jam setelah dia kehilangan kontak dengan rekan-rekan pemadam lainnya di lokasi.
Konsulat Jenderal Indonesia di Hong Kong mengatakan bahwa dua korban tewas di antaranya diidentifikasi sebagai warga negara Indonesia (WNI) yang bekerja sebagai pekerja rumah tangga migran di apartemen yang terbakar.
Disebutkan juga oleh Tang, dalam konferensi pers, bahwa sedikitnya 79 orang, termasuk 12 petugas pemadam kebakaran, mengalami luka-luka.
Tang memperingatkan jumlah korban tewas masih dapat bertambah karena masih ada sekitar 200 orang lainnya yang kondisinya belum diketahui.
Kebakaran ini mengejutkan seluruh kota Hong Kong yang dipenuhi gedung pencakar langit dan biasanya memiliki catatan keselamatan publik serta standar konstruksi yang kuat.
Warga dan para korban selamat yang mengungsi bertanya-tanya bagaimana bencana seperti itu bisa terjadi. Sementara yang lainnya menunggu dengan cemas kabar orang-orang tercinta mereka yang dinyatakan hilang.
Penyebab kebakaran belum bisa dipastikan. Penyelidikan otoritas Hong Kong masih berlangsung, dengan berfokus pada mengapa api bisa menyebar dengan cepat dari satu gedung ke gedung lainnya, mengubah kebakaran satu blok menjadi kebakaran beruntun yang menghanguskan total tujuh blok.
Kepolisian Hong Kong telah menangkap tiga pejabat perusahaan konstruksi atas dugaan pembunuhan, karena menggunakan material yang tidak aman, termasuk papan busa yang mudah terbakar yang menghalangi jendela apartemen.
Keberadaan perancah bambu dan jaring hijau yang terpasang di bagian luar gedung untuk pekerjaan renovasi juga memicu pertanyaan.
Dalam konferensi pers, Tang juga mengungkapkan bahwa alarm kebakaran di kompleks apartemen itu tidak berfungsi dengan baik. Dia memperkirakan penyelidikan bisa memakan waktu tiga minggu hingga empat minggu ke depan.
Lihat Video: Kebakaran Hong Kong Menelan 79 Nyawa, Termasuk Satu Petugas Pemadam
Halaman 2 dari 2
(nvc/ita)
-

Heboh Kabar 2 PMI Ponorogo Jadi Korban Kebakaran di Hong Kong, Disnaker: Belum Bisa Dipastikan
Ponorogo (beritajatim.com) – Nama dua perempuan asal Ponorogo tiba-tiba memenuhi linimasa warganet setelah muncul kabar mereka ikut terjebak dalam kebakaran di Wang Fuk Court, Hong Kong. Di tengah kecemasan keluarga dan warga, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Ponorogo memastikan kabar tersebut masih perlu diverifikasi.
Nama dua Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang ramai disebut, yakni Yasmiati, warga Desa Trisono, dan Mardiana, warga Desa Cekok, Kecamatan Babadan, Ponorogo, belum terkonfirmasi keberadaannya dalam data resmi pemerintah. Kabid Pemberdayaan Tenaga Kerja Disnaker Ponorogo, Muhrodhi, menegaskan bahwa pihaknya masih akan melakukan penelusuran mendalam apakah benar kedua nama tersebut menjadi korban atau terdampak peristiwa kebakaran hebat tersebut.
“Informasi di medsos memang menyebut ada dua PMI asal Ponorogo yang jadi korban kebakaran. Tapi kami belum bisa memastikan benar atau tidaknya,” kata Muhrodhi.
Muhrodhi menjelaskan, pengecekan awal telah dilakukan melalui aplikasi SIAPkerja, namun kedua nama tersebut tidak muncul dalam sistem. Kondisi itu membuka kemungkinan bahwa keduanya sudah bekerja cukup lama di Hong Kong sehingga tidak tercatat dalam pendataan terbaru. “Nama mereka tidak ada di sistem. Kemungkinan memang sudah lama bekerja di sana,” jelas Muhrodhi.
Hingga saat ini, Disnaker Ponorogo belum menerima laporan resmi dari Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Hong Kong terkait adanya warga Ponorogo yang terdampak insiden kebakaran tersebut. KJRI sebelumnya hanya menyampaikan ucapan duka serta memastikan tengah berkoordinasi dengan otoritas setempat untuk mendata dan menangani WNI yang menjadi korban. “Hong Kong memang menjadi salah satu negara tujuan favorit PMI Ponorogo selain Taiwan,” pungkas Muhrodhi.
Untuk diketahui, Disnaker Ponorogo mencatat per 31 Oktober 2025 terdapat 1.391 PMI asal Ponorogo yang bekerja di Hong Kong. Angka tersebut menempatkan Hong Kong sebagai salah satu tujuan favorit selain Taiwan. (end/kun)
-
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5426928/original/028660000_1764321752-Kasus_pembunuhan_keluarga_polisi_di_Nganjuk.png?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Malam Mencekam di Indekos Nganjuk, Istri dan Anak Polisi Dibunuh secara Sadis
Liputan6.com, Jakarta Seorang berinisial DS (30) menghabisi nyawa seorang wanita berinisial EN (41) serta anaknya, EJ (22). Korban merupakan warga Desa Muneng, Kecamatan Purwoasri, Kabupaten Kediri. Berdasarkan informasi yang dihimpun, EN merupakan istri dari anggota Polsek Kertosono bernama Aipda Iswandi. Pelaku juga sempat membakar indekos yang ditinggali para korban.
“Setengah satu malam mendengar ramai-ramai. Lari ke sana ke sini,” kata warga bernama Supinah. Dikutip dari SCTV, Jumat (28/11/2025).
Pelaku menghabisi nyawa kedua kroban menggunakan pisau dapur. Polisi akhirnya menangkap pelaku di rumahnya.
“Begitu informasi kami terima, tim langsung bergerak melakukan penyelidikan. Alhamdulillah dalam waktu singkat terduga pelaku sudah berhasil diamankan di rumahnya,” kata Kapolres Nganjuk AKBP Henri Noveri Santoso di Nganjuk.
Kasat Reskrim Polres Nganjuk AKP Sukaca menambahkan DS merupakan warga Desa Jogomerto, Kecamatan Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk. Dia ditangkap di rumahnya tanpa perlawanan berarti.
Polisi menelusuri hubungan antara terduga pelaku dengan korban. Namun, dari keterangan sementara ada masalah sakit hati.
“Motif awal yang kami dapatkan mengarah pada sakit hati. Tim masih mengumpulkan bukti tambahan, memeriksa saksi-saksi, dan memperjelas hubungan antara terduga pelaku dan para korban,” beber dia.
Kasus tersebut terjadi pada Selasa (25/11) malam, di indekos kawasan Jalan Mongonsidi, Kelurahan Payaman, Nganjuk. Temuan kasus itu berawal dari laporan warga tentang adanya dugaan penganiayaan disertai pembakaran.
Anggota yang mendapatkan laporan itu langsung ke lokasi kejadian. Petugas mendapati tiga korban dalam kejadian itu.
Saat dilakukan pengecekan, dua korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia dengan sejumlah luka tusuk, sementara satu korban lainnya berhasil diselamatkan dan dilarikan ke RS Bhayangkara Nganjuk.
Korban adalah ibu dan anak. Korban meninggal adalah EN serta anaknya EJ (22). Sedangkan yang masih hidup adalah ED (18). Mereka warga Desa Muneng, Kecamatan Purwoasri, Kabupaten Kediri.
Korban juga dibawa ke rumah sakit untuk proses perawatan lebih lanjut. Kondisi anak kedua korban masih perawatan intensif akibat luka yang dialaminya.
Kasus tersebut juga sempat viral di media sosial. Di ruangan indekos tempat korban tinggal mengalami kebakaran.
Saat ini, ruangan tersebut juga sudah dilakukan steril dengan pemasangan garis polisi. Mereka yang tidak berkepentingan dilarang masuk.
Terkait dengan kondisi korban selamat, Sukaca menambahkan masih dalam penanganan intensif oleh tim medis dari rumah sakit.
“Korban selamat saat ini dalam penanganan intensif tenaga medis,” pungkas Sukaca.
/data/photo/2025/11/28/6929190e751bb.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)