Cerita Petugas Damkar Surabaya, Evakuasi Ayam hingga Lerai Pertengkaran Mantan Pacar
Tim Redaksi
SURABAYA, KOMPAS.com
– Tidak hanya memadamkan api, petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Surabaya pernah mengevakuasi ayam sampai melerai pasangan bertengkar.
Kejadian ini dialami tim rescue Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Pemerintah Kota Surabaya selama menangani laporan.
Salah satu tim rescue DPKP Surabaya, Wilfran (28) menceritakan pada suatu malam pernah menerima laporan kendaraan roda dua tergembok di kawasan Stasiun Pasarturi, tak jauh dari pos tempat ia bertugas.
“Pertamanya laporan evakuasi gembok sepeda motor, saya berangkat berdua sama teman saya,” kata Wilfran kepada Kompas.com, Kamis (26/11/2025).
Sesampai di lokasi, Wilfran dibuat bingung sebab petugas KAI tak memberikan respon apa-apa bila memang ada laporan kejadian. Setelahnya, ia menyisir lokasi dan dipanggil oleh pelapor (perempuan).
“Saya belum sempat turun diomeli sama pelapornya. Pelapor ini melaporkan sepeda motor pacarnya (laki-laki) digembok sama mantan si pacarnya (perempuan) karena pacarnya punya utang sama mantannya.”
“Aslinya yang berdebat cewek dengan cewek, mantan dengan pacar,” ucapnya.
Pelapor meminta petugas damkar membuka gembok pada sepeda motor. Petugas memiliki tanggung jawab untuk memberikan pelayanan namun lebih dulu meminta izin kepada pihak KAI selaku pemangku kebijakan di lokasi.
“Terus saya tanyakan ke petugas KAI yang sedang koordinasi, saya tunggu di situ mereka debat lama gak selesai-selesai,” terangnya.
Wilfran pun menanyakan kembali ke pelapor apakah kunci gembok dibuka atau tidak. Tapi, terlapor atau mantan si pacar memaksa tidak. Wilfran pun semakin bingung dihadapkan dua pilihan.
“Si mantan pacarnya gak mau dibuka karena pacar pelapor punya utang. Mau gak mau, saya di tengah jadi tumbukan antara pelapor dan tukang gembok, akhirnya mereka gondok-gondokan ke saya,” jelasnya.
Wilfran pun memberikan solusi, ia bisa melayani membongkar gembok tetapi meminta persetujuan ke Polsek setempat karena terpaut ranah hukum.
“Kalau saya buka, dilaporkan bahwa saya membantu melepaskan orang yang punya masalah. Tapi kalau saya gak bantu, saya bisa dilaporkan yang gembok, jadi mau gak mau harus ke Polsek,” tuturnya.
Petugas damkar pun kembali ke pos dengan pesan apabila tetap ingin dibuka gemboknya maka silakan menghubungi kembali.
“Mereka akhirnya ke Polsek, saya pulang gak berani karena masalah uang besar,” paparnya.
Terpisah, laporan unik yang pernah diterima oleh petugas damkar DPKP Surabaya lainnya, Elfanio (34) yakni mengevakuasi ayam terlepas naik ke atas atap pabrik.
“Evakuasi ayam, yang ada di atas atap pabrik. Kita udah berangkat dengan alat rescue lengkap ternyata yang dievakuasi seekor ayam,” kata Elfanio disambut tawa.
Lebih lanjut, Elfanio bilang bahwa suatu hari saat petugas sedang bersantai di ruang rescue, didatangi seseorang yang diduga orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) untuk cek khodam.
“Pernah waktu itu ada orang masuk ke sini tiba-tiba tangannya gini (gerakan layaknya meramal) mau cek khodam. Tapi sepertinya ODGJ,” tuturnya.
Pengalaman lain, petugas damkar Abdul Aziz (33) pernah menyelam malam-malam selama 1,5 jam untuk mencari sebuah handphone yang nyemplung ke sungai.
“Cari hp ke sungai malam-malam di daerah Taman Sejarah. Hpnya milik staf area wahana bola apung di taman itu. Bilangnya Iphone tipe terbaru ternyata bukan,” katanya.
Sebetulnya, petugas tidak diperbolehkan melakukan penyelaman pada malam hari untuk keselamatan. Tetapi, petugas gak ingin mengecewakan warga sehingga memutuskan tetap menyelam.
“Sebenarnya gak boleh tapi demi pelayanan kami akhirnya nyelam belasan kali sampai 1,5 jam baru ketemu hpnya,” pungkasnya.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
Kasus: kebakaran
-
/data/photo/2025/12/01/692cb3b77923a.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Cerita Petugas Damkar Surabaya, Evakuasi Ayam hingga Lerai Pertengkaran Mantan Pacar Surabaya 1 Desember 2025
-

Terus Bertambah, Korban Tewas Kebakaran Apartemen di Hong Kong Jadi 146 Orang
Jakarta –
Jumlah korban tewas dalam insiden kebakaran apartemen di Hong Kong kembali bertambah. Hingga kini, tercatat 146 orang dinyatakan meninggal dunia.
Dilansir The Straits Times, Senin (1/12/2025), petugas dari unit identifikasi menemukan beberapa mayat lagi saat mereka memperluas pencarian ke tiga gedung bertingkat lainnya di Wang Fuk Court, yang mengalami kebakaran bangunan perumahan paling mematikan di dunia sejak 1980.
“Hingga pukul 16.00 (0800 GMT), jumlah korban tewas terbaru mencapai 146 orang. Kami tidak dapat mengesampingkan kemungkinan adanya korban jiwa lebih lanjut,” kata kepala inspektur Tsang Shuk-yin.
Lebih dari 1.000 orang dari seluruh kota di Cina berbondong-bondong ke kompleks perumahan di distrik Tai Po utara Hong Kong untuk memberikan penghormatan pada 30 November. Mereka membentuk antrean panjang.
Pihak berwenang telah membentuk gugus tugas investigasi antardepartemen untuk menyelidiki penyebab kebakaran.
Departemen Bangunan Hong Kong telah memerintahkan penghentian sementara pekerjaan pada 30 proyek bangunan swasta di seluruh kota.
(wnv/wnv)
-

WNI Korban Tewas Kebakaran Apartemen di Hong Kong Bertambah Jadi 9 Orang
Jakarta –
Jumlah warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban insiden kebakaran Apartemen di Hong Kong kembali bertambah. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI melaporkan WNI korban tewas bertambah menjadi 9 orang.
“Rilis data korban insiden kebakaran dari Hong Kong Police Force s/d hari ini (30/11) pukul 12.20 HKT jumlah WNI korban meninggal dunia bertambah 2 orang dan korban luka-luka bertambah 1 orang,” demikian keterangan resmi dari Kemlu, Minggu (30/11/2025).
“Dengan demikian, total jumlah WNI korban meninggal dunia yang telah terkonfirmasi menjadi 9 orang dan korban luka-luka menjadi 3 orang,” lanjutnya.
Sebagai informasi, kebakaran hebat itu menghanguskan sejumlah blok apartemen di kompleks permukiman di Hong Kong pada Rabu (26/11) waktu setempat. Masa berkabung selama tiga hari dimulai pada hari Sabtu (29/11) kemarin dengan mengheningkan cipta untuk 128 orang yang tewas dalam salah satu kebakaran paling mematikan di wilayah itu.
Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) masih berkoordinasi dengan Pemerintah Hong Kong terkait pemulangan WNI korban kebakaran apartemen. KJRI sudah membentuk tim koordinasi untuk proses pemulangan.
Yvonne menyatakan tim tersebut bertugas memastikan semua informasi yang diperlukan sampai ke keluarga WNI. KJRI Hong Kong pun terus menjalin komunikasi dengan keluarga korban.
Yvonne mengatakan sejumlah korban WNI telah berhasil diidentifikasi. Namun, menurut dia, identifikasi korban lainnya ada kemungkinan akan memerlukan sampel DNA dari keluarga untuk mempermudah prosesnya.
(bel/idn)
-

Hong Kong Mulai Masa berkabung Usai Kebakaran Apartemen Tewaskan 128 Orang
Jakarta –
Hong Kong memulai masa berkabung selama 3 hari usai 128 orang tewas dalam salah satu kebakaran apartemen paling mematikan di kota tersebut. Ribuan orang memberikan penghormatan terakhir dan meletakkan bunga untuk 128 orang yang tewas.
Penghormatan terakhir itu digelar pada Sabtu kemarin, sejumlah orang dari seluruh penjuru kota berbondong-bondong ke sebuah taman kecil di dekat reruntuhan kompleks apartemen Wang Fuk Court yang hangus. Sejumlah orang yang datang berbondong-bondong meletakkan bunga putih dan kuning serta meninggalkan pesan-pesan kenangan yang ditulis tangan di taman dekat kompleks perumahan yang terbakar selama lebih dari 40 jam itu.
Saat menjelang malam, pelayat terus bertambah memadati area itu dengan khidmat, banyak di antaranya mengenakan pakaian berwarna gelap.
Seorang perempuan bermarga Wong (69), yang telah tinggal di perumahan tersebut selama lebih dari empat dekade, duduk dengan linglung di dekatnya sambil menghitung daftar tetangga dan teman-teman yang telah meninggal.
“Itu adalah seorang nenek dengan bayi berusia 18 bulan… Saya sangat dekat dengan mereka,” kata Wong kepada AFP, menambahkan bahwa banyak pemilik rumah lansia memiliki ikatan yang erat.
“Kemarin dipastikan mereka meninggal,” ujarnya.
Seorang pria bermarga Ki (52) termasuk di antara puluhan orang yang mengantre untuk menandatangani buku belasungkawa dalam diam, yang hanya diselingi suara isak tangis.
“Saya tidak bisa berbuat apa-apa. Saya hanya bisa berharap mereka beristirahat dengan tenang,” ujarnya kepada AFP.
Sementara itu, pemimpin Kota John Lee dan para menteri utama berdiri dalam keheningan selama tiga menit pada pukul 08.00 pagi di luar kantor pusat pemerintah, tempat bendera Tiongkok dan Hong Kong dikibarkan setengah tiang.
Selama masa berkabung, acara-acara perayaan yang diselenggarakan oleh pemerintah akan dibatalkan atau ditunda, dan para pejabat akan mengurangi penampilan publik mereka yang tidak penting.
Lihat juga Video: Korban Tewas Akibat Kebakaran Apartemen di Hong Kong Jadi 94 Orang
(yld/knv)
-

Paniknya Korban Selamat saat Api Cepat Menyebar di Apartemen Hong Kong
Jakarta –
Salah satu warga negara Indonesia (WNI), Fita, menceritakan kepanikan saat api menyebar di apartemen Hong Kong. Fita menyebut, orang-orang kebingungan melihat api yang cepat menyebar.
Diketahui, kebakaran yang terjadi pada Rabu (26/11), itu menewaskan 128 orang. Fita yang bekerja sebagai asisten rumah tangga (ART) mendengar bunyi sirine meraung di area apartemen tinggi itu.
Ia pun melihat puing-puing yang beterbangan, dan mencium bau terbakar. Fita semat memberi tahu majikannya bahwa ada kebakaran. Namun, majikannya tidak mempercayainya.
Setelah keluar dan melihat dua gedung terbakar di kompleks Wang Fuk Court, WNI itu kembali mendesak, “Saya langsung bicara dengan majikan saya – saya bilang Anda harus turun sekarang.”
“Rasanya menakutkan. Saya hampir menangis karena melihat banyak orang kebingungan,” kata Fita, 49 tahun, dilansir kantor berita Reuters, Sabtu (29/11/2025).
Keduanya akhirnya berhasil keluar dan tinggal di rumah darurat.
Fita mengatakan ia kini berdoa bagi mereka yang masih hilang. Perempuan itu berusaha mencari teman-temannya di antara puluhan pekerja migran di kompleks delapan gedung hunian tersebut, yang tujuh di antaranya dilalap api.
128 Orang meninggal
Hong Kong hari ini memulai masa berkabung selama tiga hari atas 128 orang, yang diketahui telah meninggal dunia dalam salah satu kebakaran paling mematikan di wilayah itu sejak tahun 1948.
Jumlah korban jiwa kemungkinan akan bertambah karena 200 orang lainnya hingga saat ini masih belum ditemukan.
Konsulat Jenderal RI (KJRI) Hong Kong menyampaikan saat ini warga negara Indonesia (WNI) yang tewas akibat kebakaran apartemen di Hong Kong menjadi tujuh orang. Jumlah ini diketahui setelah KJRI Hong Kong berkoordinasi dengan polisi setempat.
“Berdasarkan hasil koordinasi dengan Hong Kong Police Force, hingga saat ini, WNI yang menjadi korban meninggal dunia total berjumlah 7 orang,” bunyi pernyataan tertulis KJRI Hong Kong dilansir Antara, Sabtu (29/11/2025).
Sementara Filipina mengatakan salah satu warga negaranya mengalami luka kritis, satu orang hilang, dan 28 orang diduga merupakan penduduk daerah tersebut, tetapi keberadaan mereka tidak diketahui.
A firefighter works in front of the multiple charred buildings of Wang Fuk Court complex following a deadly fire, in Tai Po, Hong Kong, China, November 28, 2025. REUTERS/Tyrone Siu housing estate, Foto: REUTERS/Tyrone Siu
WNI Tewas Saat Peluk Anak Majikan
Seorang pekerja migran asal Dampit, Kabupaten Malang, Erawati (37) menjadi salah satu korban tewas kebakaran apartemen di Hongkong. Erawati meninggal dalam kondisi memeluk anak majikannya.
Kebakaran terjadi di Wang Fuk Court, Tai Po, Hong Kong pada Rabu (26/11/2025). Beruntungnya, anak majikan yang dipeluk Erawati selamat.
“Informasinya, bayinya masih selamat,” kata Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Malang Tri Darmawan saat dikonfirmasi wartawan, dilansir detikJatim.
Erawati terdaftar dalam data Sistem Komputerisasi Pelayanan, Penempatan, dan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (SISKOP2MI). Tri mengaku belum mendapat informasi dari Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) maupun Konsulat jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Hongkong kapan jenazah Erawati dipulangkan ke Indonesia.
“Data korban di SISKOP2MI ada,” katanya.
Ia mengaku menerima kabar ada PMI asal Dampit yang menjadi korban kebakaran dari relawan PMI di Hongkong.
“Saya dapat informasi dari relawan PMI yang ada di Hong Kong. Tapi yang pasti pihak keluarga sudah dikabari,” tuturnya.
Lihat juga Video: Korban Tewas Akibat Kebakaran Apartemen di Hong Kong Jadi 94 Orang
Halaman 2 dari 2
(aik/aik)
-

Warga Sumbang Bojonegoro Panik Ada ‘Tamu Tak Diundang’, Damkarmat Gercep Evakuasi Biawak Masuk Rumah
Bojonegoro (beritajatim.com) — Ketenangan siang hari di kawasan perumahan Jalan Panglima Polim, Gang Mangga 3, Kelurahan Sumbang, mendadak berubah menjadi kepanikan pada Jumat (28/11/2025). Seorang warga berinisial I (27) dikejutkan oleh kehadiran seekor reptil besar yang menyelinap masuk ke area huniannya.
Khawatir hewan liar tersebut membahayakan penghuni rumah, ia segera menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Bojonegoro. Laporan masuk tepat pukul 13.49 WIB, saat matahari sedang terik-teriknya.
Merespons laporan tersebut, Regu II dari Pos Kota Damkarmat Bojonegoro langsung tancap gas. Meski harus menempuh jarak sekitar 5,9 kilometer dari pos menuju lokasi di Blok E6, RT 029 RW 006, petugas tiba di lokasi hanya dalam waktu 14 menit, tepatnya pukul 14.03 WIB.
Kabid Pemadaman dan Penyelamatan Damkarmat Bojonegoro, Ahmad Agus Salim, menjelaskan bahwa timnya langsung melakukan penyisiran begitu tiba di lokasi. Ketelitian dan kehati-hatian menjadi kunci agar hewan tidak lari dan bersembunyi lebih dalam.
“Petugas kami langsung menyisir area yang dicurigai. Alhamdulillah, tidak butuh waktu lama, seekor biawak air tawar (Varanus salvator) berhasil diamankan,” ujar Ahmad Agus Salim, Sabtu (29/11/2025).
Proses evakuasi berlangsung mulus. Dengan peralatan yang memadai dan keahlian dua personel yang diterjunkan, biawak tersebut berhasil ditangkap tanpa perlawanan berarti. Operasi dinyatakan selesai pada pukul 14.17 WIB.
“Tidak ada kendala di lapangan. Tim bekerja efisien dan situasi di rumah pelapor kembali aman,” tambah Agus.
Usai mengevakuasi hewan tersebut, petugas Damkarmat tak lupa memberikan edukasi kepada warga setempat. Ahmad Agus Salim menegaskan bahwa layanan Damkar tidak hanya terbatas pada pemadaman api, tetapi juga penyelamatan (rescue) hewan liar maupun kondisi darurat lainnya.
“Masyarakat Bojonegoro jangan ragu untuk melapor. Seluruh pelayanan kami, mulai dari pemadaman hingga evakuasi hewan, itu 100 persen gratis alias tanpa dipungut biaya,” tegasnya.
Bagi warga Bojonegoro yang membutuhkan bantuan darurat, dapat segera menghubungi nomor Damkar Pos Kota di 0823-3066-8443. [lus/ian]
-

Jack Ma Sampai Pendiri Xiaomi Guyur Donasi untuk Kebakaran Hong Kong
Jakarta –
Perusahaan-perusahaan swasta China menjanjikan puluhan juta dolar untuk mendukung upaya penyelamatan dan bantuan pasca kebakaran pemukiman mematikan di Hong Kong yang menewaskan setidaknya 94 orang dan menyebabkan ratusan lainnya hilang.
Alibaba Group dan afiliasinya, Ant Group, berkomitmen sebesar 30 juta dolar Hong Kong untuk mendukung bantuan kebakaran. Pendiri Alibaba, Jack Ma, juga menjanjikan HK$30 juta melalui yayasan amalnya untuk memberikan bantuan darurat bagi yang terdampak.
Produsen pakaian olahraga Anta, yang menaungi merek seperti Jack Wolfskin dan Fila, menyatakan akan menyumbang HK$30 juta dalam bentuk tunai dan peralatan. Xiaomi Corp dan ByteDance masing-masing menjanjikan HK$10 juta.
Dikutip detikINET dari SCMP, Tencent yang awalnya menyumbang HK$10 juta, kemudian meningkatkan komitmen jadi HK$30 juta. Lebih dari 40 perusahaan swasta berkomitmen menyumbang lebih dari HK$600 juta.
Gelombang donasi ini menyusul komentar dari Presiden Xi Jinping, yang mendorong upaya habis-habisan untuk meminimalkan korban jiwa dan menginstruksikan pihak berwenang memberikan dukungan yang diperlukan.
Para pengusaha China memang telah meningkatkan komitmen amal mereka dalam beberapa tahun terakhir untuk mematuhi seruan Beijing agar menempatkan tanggung jawab sosial di atas keuntungan, di tengah pengawasan regulasi yang semakin ketat terhadap sektor swasta.
Salah satu pendiri Xiaomi, Lei Jun, menyumbangkan lebih dari 1,7 miliar yuan sejak meluncurkan yayasan filantropinya pada 2019. Yayasan ini bertujuan mendukung pengembangan teknologi mutakhir dan memberikan bantuan keuangan kepada siswa dari keluarga berpenghasilan rendah.
Pada tahun 2021, pendiri Meituan, Wang Xing, menyumbangkan saham senilai sekitar USD 2,3 miliar ke yayasan filantropinya yang mempromosikan pendidikan dan penelitian ilmiah. Zhang Yiming dari ByteDance juga telah menyumbangkan sebagian kekayaannya untuk tujuan amal.
Xinhua melaporkan jumlah korban tewas pada bencana kebakaran di Hong Kong meningkat menjadi 94 orang. Ini adalah kebakaran paling mematikan di kota itu sejak 1948, ketika kebakaran gudang menewaskan 176 orang.
Kebakaran melahap Wang Fuk Court, kompleks perumahan rakyat yang terdiri dari delapan menara di Hong Kong utara. Menurut Reuters, kompleks ini dihuni 4.600 orang yang menempati 2.000 unit apartemen.
Kamis pagi, Reuters melaporkan kebakaran di empat dari tujuh blok yang terdampak berhasil dikendalikan, hampir satu hari setelah api mulai menyala. Petugas pemadam kebakaran masih terus berupaya memadamkan api di area tersisa.
Pejabat mengatakan kobaran api mungkin bermula dari bagian perancah bambu yang menyelubungi kompleks, kemudian menyebar ke gedung lain melalui tiang-tiang kayu dan jaring pelindung. Insiden ini memicu sorotan publik terhadap standar perumahan di kota tersebut.
(fyk/rns)
-

ART Indonesia Ungkap Kebingungan di Apartemen Hong Kong Saat Kebakaran
Jakarta –
Kebakaran apartemen di Hong Kong menewaskan 128 orang. Asisten rumah tangga (ART) asal Indonesia, Fita, menceritakan kebingungan di dalam kompleks apartemen bertingkat tinggi yang dilalap api pada hari Rabu lalu tersebut.
Di tengah suara sirene, puing-puing yang beterbangan, dan bau terbakar, Fita memberi tahu majikannya bahwa ada kebakaran. Namun, majikannya tidak mempercayainya.
Setelah keluar dan melihat dua gedung terbakar di kompleks Wang Fuk Court, WNI itu kembali mendesak: “Saya langsung bicara dengan majikan saya – saya bilang Anda harus turun sekarang.”
“Rasanya menakutkan. Saya hampir menangis karena melihat banyak orang kebingungan,” kata Fita, 49 tahun, dilansir kantor berita Reuters, Sabtu (29/11/2025).
Keduanya akhirnya berhasil keluar dan tinggal di rumah darurat.
Fita mengatakan ia kini berdoa bagi mereka yang masih hilang. Perempuan itu berusaha mencari teman-temannya di antara puluhan pekerja migran di kompleks delapan gedung hunian tersebut, yang tujuh di antaranya dilalap api.
Hong Kong hari ini memulai masa berkabung selama tiga hari atas 128 orang, yang diketahui telah meninggal dunia dalam salah satu kebakaran paling mematikan di wilayah itu sejak tahun 1948.
Jumlah korban jiwa kemungkinan akan bertambah karena 200 orang lainnya hingga saat ini masih belum ditemukan.
Konsulat Jenderal RI (KJRI) Hong Kong menyampaikan saat ini warga negara Indonesia (WNI) yang tewas akibat kebakaran apartemen di Hong Kong menjadi tujuh orang. Jumlah ini diketahui setelah KJRI Hong Kong berkoordinasi dengan polisi setempat.
“Berdasarkan hasil koordinasi dengan Hong Kong Police Force, hingga saat ini, WNI yang menjadi korban meninggal dunia total berjumlah 7 orang,” bunyi pernyataan tertulis KJRI Hong Kong dilansir Antara, Sabtu (29/11/2025).
Sementara Filipina mengatakan salah satu warga negaranya mengalami luka kritis, satu orang hilang, dan 28 orang diduga merupakan penduduk daerah tersebut, tetapi keberadaan mereka tidak diketahui.
Halaman 2 dari 2
(ita/ita)
-

Kebakaran Apartemen Tewaskan 128 Orang, Hong Kong Berkabung 3 Hari
Jakarta –
Hong Kong berduka. Masa berkabung selama tiga hari dimulai pada hari Sabtu (29/11) dengan mengheningkan cipta untuk 128 orang yang tewas dalam salah satu kebakaran paling mematikan di wilayah itu.
Dilansir kantor berita AFP, Sabtu (29/11/2025), pemimpin Hong Kong, John Lee, bersama para menteri senior dan puluhan pejabat tinggi sipil, berdiri dalam keheningan selama tiga menit pada pukul 08.00 waktu setempat di luar kantor pusat pemerintah, tempat bendera China dan Hong Kong dikibarkan setengah tiang.
Beberapa jam sebelumnya, warga meletakkan bunga di dekat reruntuhan apartemen Wang Fuk Court yang hangus terbakar selama lebih dari 40 jam.
Titik-titik belasungkawa telah didirikan di seluruh Hong Kong agar masyarakat dapat menandatangani buku belasungkawa, kata pemerintah.
Keluarga telah menyisir rumah sakit dan pos-pos identifikasi korban, berharap menemukan anggota keluarga mereka, dengan sekitar 200 orang masih dinyatakan hilang dan 89 jenazah belum teridentifikasi.
Pada hari Jumat, badan pengawas antikorupsi kota tersebut menangkap delapan orang terkait kebakaran tersebut, yang merupakan kebakaran gedung hunian terburuk di dunia sejak tahun 1980.
Api telah menyebar dengan cepat melalui kompleks hunian di distrik Tai Po di utara Hong Kong pada Rabu sore lalu, melalap tujuh dari delapan gedung apartemen di kompleks yang padat penduduk tersebut.
Pihak berwenang mengatakan penyebabnya belum dipastikan. Namun, penyelidikan awal menunjukkan kebakaran bermula dari jaring pelindung di lantai bawah salah satu menara dan papan busa yang “sangat mudah terbakar”, serta perancah bambu, turut menyebabkan penyebarannya.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Andy Yeung mengatakan mereka menemukan bahwa sistem alarm di keseluruhan delapan blok apartemen “tidak berfungsi”, dan berjanji akan menindak para kontraktor.
Halaman 2 dari 2
(ita/ita)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3276228/original/053675700_1603445464-fire-flames-black-background.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)