Merangkum Semua Peristiwa
Indeks

Kami Tidak Akan Meninggalkan Gaza

Kami Tidak Akan Meninggalkan Gaza

PIKIRAN RAKYAT – Di tengah meningkatnya serangan Israel ke Gaza, Palestina, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memilih untuk mengurangi kehadirannya di Gaza. Hal ini dilakukan beberapa hari setelah serangan Israel ke markas PBB di Gaza.

Sekretaris Jenderal PBB, António Guterres mengatakan hal ini merupakan keputusan sulit yang diambil PBB. Namun, dia menegaskan PBB tetap akan membantu Gaza.

“PBB tidak akan meninggalkan Gaza. Organisasi ini tetap berkomitmen untuk terus menyediakan bantuan yang dibutuhkan warga sipil untuk bertahan hidup dan melindungi diri,” kata Juru Bicara Guterres, Stéphane Dujarric, dalam konferensi pers.

Serangan dahsyat ke Gaza dilakukan Israel dalam seminggu terakhir dan menewaskan ratusan orang termasuk anak-anak dan wanita. Personel PBB yang bertugas di Gaza juga menjadi korban serangan tersebut.

Kondisi di Gaza juga semakin diperparah dengan diblokirnya bantuan kemanusiaan ke Gaza. Blokade bantuan ini dilakukan Israel sejak awal Maret 2025 dan masih berlangsung hingga saat ini.

“Oleh karena itu, Sekretaris Jenderal telah mengambil keputusan sulit untuk mengurangi jejak Organisasi di Gaza, bahkan ketika kebutuhan kemanusiaan meningkat dan perhatian kita atas perlindungan warga sipil meningkat,” ucapnya.

Dia mengatakan Israel telah mengindikasikan bakal melanjutkan serangan ke Gaza ke depannya. Karena hal ini, PBB akan mengurangi jumlah staf internasional di Gaza, yang berjumlah 100, hingga sepertiga minggu ini.

Lebih lanjut, keputusan PBB ini bersifat sementara karena alasan keamanan dan operasional. Dia berharap agar para staf PBB bisa kembali ke Gaza sesegera mungkin.

“Berdasarkan informasi yang tersedia saat ini, serangan yang menghantam kompleks PBB di Deir Al Balah pada 19 Maret disebabkan oleh tank Israel. Serangan tersebut merenggut nyawa seorang rekan PBB dari Bulgaria dan menyebabkan enam orang lainnya – dari Prancis, Moldova, Makedonia Utara, Palestina, dan Inggris – mengalami luka parah, beberapa di antaranya mengancam jiwa,” tuturnya dilaporkan WAFA.

Sekretaris Jenderal mengutuk keras serangan ini dan menuntut penyelidikan penuh, menyeluruh dan independen atas insiden ini.

“Semua pihak harus mematuhi hukum internasional sepenuhnya setiap saat. Warga sipil harus dihormati dan dilindungi. Penolakan terhadap bantuan yang menyelamatkan nyawa harus dihentikan,” tuturnya.

Semua negara juga diminta untuk bisa menggunakan pengaruhnya agar konflik ini bisa dihentikan. Selain itu, PBB juga menegaskan bahwa semua negara harus menghormati hukum internasional.

“Sekretaris Jenderal kembali menyerukan pemulihan gencatan senjata untuk mengakhiri penderitaan,” kata Dujarric.***

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News

Merangkum Semua Peristiwa