TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Kakorlantas Polri, Irjen Agus Suryonugroho menyampaikan ihwal penerapan rekayasa lalu lintas one way dan contraflow di Tol Trans Jawa dapat dimulai lebih cepat dari jadwal yang sudah ditetapkan.
Dalam Surat Keputusan Bersama (SKB), rekayasa one way direncanakan berlaku mulai dari KM 70 Gerbang Tol (GT) Cikampek Utama hingga KM 414 GT Kalikangkung.
Sementara itu, contraflow akan diberlakukan mulai KM 40 hingga KM 70 Tol Jakarta-Cikampek.
Kedua rekayasa lalu lintas tersebut dijadwalkan mulai H-3 Lebaran, yaitu Kamis (27/3/2024) hingga Sabtu (29/3/2025).
Namun, Agus tidak menutup kemungkinan penerapan rekayasa itu dimulai lebih awal jika volume kendaraan meningkat signifikan.
“Prediksi memang H-3 ya. Tetapi kalau (tingkat) trafficnya itu (sudah tinggi) mungkin bisa besok, bisa H-5,” kata Agus kepada wartawan, Selasa (25/3/2025).
Agus menjelaskan, penerapan one way akan dilakukan jika volume kendaraan mencapai angka tertentu.
“Di kilometer 71, di sana ada radar, nanti pihak Jasa Marga menginformasikan traffic yang sudah melintasi di KM 70 itu sudah 6.200 (kendaraan per jam), nanti akan kita berlakukan one way,” ungkapnya.
Hal serupa juga berlaku untuk contraflow. Agus menyebutkan, ada tiga skema contraflow yang disiapkan pihak kepolisian berdasarkan jumlah kendaraan yang tercatat.
“Kalau contraflow itu, radar yang di kilometer 50 itu sudah (mencatat) 5.500 (kendaraan melintas per jam), baru nanti kami dengan Pak Dirut akan memperlakukan contraflow satu lajur,” jelas Agus.
“Bila sudah 6.400 (kendaraan melintas) satu jam berturut-turut di radar di kilometer 50, kami akan berlakukan contraflow dua lajur. Sampai yang ketiga, itu 7.400 (kendaraan melintas) berturut-turut satu jam (akan diberlakukan contraflow 3 lajur),” tambahnya.