kab/kota: Surabaya

  • Balik Gratis Lebaran, Bupati Blitar Berangkatkan Warga ke Perantauan

    Balik Gratis Lebaran, Bupati Blitar Berangkatkan Warga ke Perantauan

    Blitar (beritajatim.com) – Bupati Blitar, Rijanto memberangkatkan 71 warga ke daerah perantauan seperti Surabaya dan sekitarnya. Ini merupakan program dari Bupati Blitar yakni Balik Gratis Lebaran tahun 2025.

    Program balik gratis lebaran ini merupakan upaya dari Pemerintah Kabupaten Blitar untuk meringankan beban warga Blitar yang ingin kembali ke perantauan usai mereka berlebaran di kampung halaman. Bupati Blitar berharap program ini bisa bermanfaat bagi para pekerja asal Blitar.

    “Alhamdulilah ini tadi dari Dinas Perhubungan Kabupaten Blitar telah menyiapkan segala sesuatunya bekerja sama dengan RSUD Ngudi Waluyo Wlingi,” ucap Rijanto, Bupati Blitar, Minggu (6/4/2025).

    Sebelum diberangkatkan, Bupati Blitar juga memberikan fasilitas pemeriksaan kesehatan gratis untuk warga. Pemeriksaan kesehatan gratis ini dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ngudi Waluyo Wlingi Kabupaten Blitar.

    Bupati Blitar Rijanto memberangkatkan program balik gratis lebaran tahun 2025. (foto : Winanto/beritajatim.com)

    Pemeriksaan kesehatan ini dilakukan demi memastikan kondisi para pekerja asal Blitar ini sehat. Sehingga mereka bukan hanya diantar hingga daerah perantauan, namun Pemerintah Kabupaten Blitar juga ingin memastikan bahwa pekerja tersebut sehat dan bisa langsung bekerja.

    “Mereka-mereka yang mendaftarkan untuk program balik gratis ini sebelum naik bus periksa kesehatan,” tegasnya.

    Ini merupakan program awal dari Bupati Blitar, Rijanto. Bupati Blitar pun berencana akan terus menggelar program ini setiap musim mudik lebaran di tahun berikutnya.

    “Insyaallah tahun depan akan kami rencanakan lebih baik lagi biar tidak hanya ke Surabaya tapi juga bisa ke Jakarta, ini merupakan bentuk pelayanan ke pemerintah ke masyarakatnya tentunya dalam situasi seperti ini dibutuhkan,” tandasnya. (owi/but)

  • Lansia Surabaya Tewas di Kawasan Perumahan Elit, Ada Luka Tidak Wajar

    Lansia Surabaya Tewas di Kawasan Perumahan Elit, Ada Luka Tidak Wajar

    Surabaya (beritajatim.com) – Seorang lansia di Surabaya ditemukan meninggal dunia di lahan kosong kawasan perumahan elit Jalan Darmo Permai II, Sabtu (05/04/2025) kemarin. Dari hasil pemeriksaan polisi, ditemukan luka tidak wajar pada tubuh korban.

    “Jenazah mati tidak wajar diduga ada sejumlah luka yang menyebabkan kematian korban,” kata Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Aris Purwanto dikonfirmasi awak media, Minggu (06/04/2025).

    Namun, polisi masih melakukan serangkaian penyelidikan untuk memastikan penyebab kematian lansia berinisial MS (65) itu. Saat ini, kasusnya telah diselidiki oleh Unit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya.

    “Penyelidikan masih terus berlanjut. Kami masih mengumpulkan alat bukti dan saksi-saksi untuk mengungkap penyebab kematian,” tutur Aris.

    Sementara itu, Kapolsek Sukomanunggal Kompol Zainur Rofik mengatakan jenazah MS (65) pertama kali ditemukan oleh pengurus perumahan setempat. Saat itu, posisi jenazah sudah tergeletak. Saksi yang saat itu sedang joging lantas melapor ke Call Center 110.

    “Dari pemeriksaan, jenazah atas nama inisial MS warga Pabean Cantikan,” tutur Zainur.

    Zainur menjelaskan, lokasi penemuan jenazah MS merupakan lahan kosong. Saat ditemukan korban mengenakan jam tangan dan membawa uang. Korban memakai celana panjang warna hitam dan atasan warna putih.

    “(Korban) bawa sepeda atau enggak kita periksa keluarganya dulu. Kami masih kembangkan. Termasuk dengan siapa dia terakhir tadi malam,” tegas dia. (ang/but)

  • Ini Para Kandidat Kuat Kajati Jatim Pengganti Mia Amiati

    Ini Para Kandidat Kuat Kajati Jatim Pengganti Mia Amiati

    Surabaya (beritajatim.com) – Mia Amiati resmi pensiun pada 27 Maret 2025 lalu. Jabatan terakhir dia sebagai jaksa adalah sebagai kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jawa Timur. Paska Mia pensiun, hingga saat ini Jaksa Agung Burhanuddin belum menunjuk siapa pengganti Kajati wanita pertama tersebut.

    Namun, beberapa kandidat mulai bermunculan untuk memimpin krops Adhyaksa yang ada di Jalan Ahmad Yani Surabaya tersebut.

    Ketiga nama tersebut adalah:
    Didik Farkhan Alisyahdi, yang saat ini menjabat sebagai Inspektur V pada Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan (Jamwas) Kejagung.
    Kuntadi, yang saat ini mengemban amanah sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Lampung.
    Ketut Sumedana, yang saat ini menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Bali.

    Ketiga pejabat tinggi kejaksaan tersebut diketahui telah mengikuti serangkaian seleksi, termasuk uji kompetensi calon Kepala Kejaksaan Tinggi Berkualifikasi Pemantapan Type A.

    Kejati Jatim masul dalam 7 Kejaksaan Tinggi dengan kualifikasi pemantapan atau Tipe A.

    Selain tiga nama yang santer disebut, muncul pula beberapa nama lain yang berpotensi untuk menggantikan posisi Kajati Jatim. Nama-nama tersebut di antaranya adalah:

    Harli Siregar, yang saat ini menjabat sebagai Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung.
    Siswanto, yang saat ini menjabat sebagai Kajati Banten.
    Hermon Dekristo, yang saat ini menjabat sebagai Kajati Jambi.
    Hendro Dewanto, yang saat ini menjabat sebagai Kajati Sulawesi Tenggara (Sultra).
    Patris Yusrian Jaya, yang saat ini menjabat sebagai Kepala Kejati DKI Jakarta.

    Penunjukan Kajati Jatim yang baru tentunya akan menjadi perhatian publik mengingat posisi Jawa Timur yang strategis dan banyaknya kasus yang ditangani oleh Kejati Jatim. Masyarakat menantikan sosok yang mampu memimpin Kejati Jatim dengan tegas, profesional, dan berintegritas.

    Kejagung RI diperkirakan akan segera mengumumkan nama Kajati Jatim yang baru dalam waktu dekat untuk mengisi kekosongan jabatan dan memastikan roda organisasi Kejati Jatim tetap berjalan efektif. Nama yang terpilih nantinya akan mengemban tugas berat dalam penegakan hukum di wilayah Jawa Timur. [uci/but]

  • 8.667 Penumpang Gunakan KA Di Stasiun Malang

    8.667 Penumpang Gunakan KA Di Stasiun Malang

    Malang (beritajatim.com) – PT KAI Daop 8 Surabaya mencatat jumlah penumpang yang menggunakan moda kereta api sebanyak 8.667 penumpang pada Minggu (6/4/2025) di Stasiun Malang.

    Data ini termutakhirkan pada pukul 10.00 WIB dengan rincian sebanyak 3.216 penumpang berangkat dan 5.451 penumpang turun di Stasiun Malang.

    Minggu terakhir di libur Lebaran menunjukan kepadatan masih terjadi di Stasiun Malang. Untuk arus balik angkutan Lebaran 2025, penumpang yang berangkat di Stasiun Malang lebih merata karena tidak ada lonjakan penumpang yang banyak pada hari tertentu.

    “Stasiun Malang mulai tanggal 21 Maret hingga 6 April atau 17 hari pelaksanaan masa angkutan Lebaran 2025, PT KAI Daop 8 mengangkut sebanyak 120.954 penumpang, dengan rincian 62.882 penumpang naik dan 58.072 penumpang turun di Stasiun Malang,” ujar Manager Humas PT KAI Daop 8 Surabaya Luqman Arif.

    Untuk status arus balik angkutan Lebaran 2025 dimulai 2 April atau H+1 sampai 6 April atau H+5. Stasiun Malang telah mengangkut sebanyak 39.816 penumpang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 16.477 penumpang naik dan 23.339 penumpang turun.

    Selama masa angkutan Lebaran 2025, setiap harinya di Stasiun Malang memberangkatkan 13 KA Jarak jauh, terdiri dari 11 KA jarak jauh regular dan 2 KA Jarak jauh tambahan.

    “Total tempat duduk yang disediakan perhari berjumlah 6.614 tempat duduk,” ujar Luqman.

    Tingginya animo menaiki kereta api diklaim karena kepercayaan masyarakat yang memilih kereta api sebagai moda transportasi andalan saat Lebaran.

    ‘KAI terus berkomitmen memberikan layanan terbaik, memastikan perjalanan yang aman, nyaman, dan berkesan bagi seluruh pelanggan,” ujar Luqman. (luc/but)

     

  • Pemilir pilih gunakan kereta api karena irit dan bebas macet

    Pemilir pilih gunakan kereta api karena irit dan bebas macet

    Jakarta (ANTARA) – Sebagian pemilir yang telah tiba Jakarta mengaku memilih menggunakan kereta api untuk mudik karena lebih irit dibandingkan dengan transportasi publik lainnya serta tepat waktu dan tidak terkena macet.

    Seorang pemilir asal Surabaya (Jawa Timur), Masitoh di Jakarta, Minggu, mengaku, selalu menggunakan transportasi kereta api setiap mudik dan balik ke kampung halamannya karena tiket masih terjangkau meskipun saat momentum Idul Fitri.

    “Selain terjangkau, yang terpenting tidak macet,” kata Masitoh saat ditemui di Stasiun Gambir.

    Menurut dia, transportasi umum lainnya masih tergolong mahal terutama untuk tiket pesawat yang harganya jauh dibandingkan kereta api (KA).

    Selain itu, kata dia, untuk bus juga ada kelebihan dan kekurangannya. Apalagi saat musim mudik dan balik Lebaran 2025 jalanan ramai sehingga lebih lama.

    “Dari dahulu saya pasti menggunakan kereta, nyaman dan aman. Jadi bisa sambil istirahat,” ujarnya.

    Hal serupa dikatakan Sarto, warga Nganjuk, Jawa Timur, yang lebih memilih kereta untuk pulang pergi ke kampung halamannya.

    Ia menyatakan bahwa tiket masih tergolong murah dan tidak ada kenaikan yang drastis serta masih dalam koridor wajar karena momen Lebaran.

    “Naiknya masih wajar, tidak seperti yang lainnya, biasa dua kali lipat,” katanya.

    Sebelumnya, Manajer Humas PT KAI Daop 1 Jakarta, Ixfan Hendriwintoko mengatakan, jumlah penumpang yang telah datang di Stasiun Gambir selama arus balik Lebaran 2025 mencapai 143 ribu orang dengan puncaknya terjadi pada Jumat (4/4).

    “Untuk hari ini ada 16.274 penumpang tiba di Stasiun Gambir,” kata Ixfan.

    Menurut dia, pada arus balik Lebaran 2025 hingga Minggu (6/4) jumlah penumpang yang telah tiba di Stasiun Gambir mencapai 143 ribu orang.

    Diperkirakan hingga akhir masa angkutan Lebaran pada 11 April 2025, total kedatangan penumpang di Stasiun Gambir mencapai 203.768 penumpang

    Pewarta: Khaerul Izan
    Editor: Sri Muryono
    Copyright © ANTARA 2025

  • Arus Balik Lebaran, 389.000 Kendaraan Kembali ke Jakarta via GT Cikampek Utama

    Arus Balik Lebaran, 389.000 Kendaraan Kembali ke Jakarta via GT Cikampek Utama

    loading…

    Sebanyak 389.028 kendaraan dari arah timur Tol Trans Jawa kembali ke Jakarta melewati Gerbang Tol (GT) Cikampek Utama (Cikatama). FOTO/JONATHAN SIMANJUNTAK

    CIKAMPEK – Sebanyak 389.028 kendaraan dari arah timur Tol Trans Jawa kembali ke Jakarta melewati Gerbang Tol (GT) Cikampek Utama (Cikatama). Jumlah tersebut dicatat Jasa Marga dalam periode 31 Maret sampai 5 April 2025.

    “Pada H1 s.d H+4 (31/03 s.d 05/04) periode libur Hari Raya Idulfitri 1446 H / Lebaran 2025, PT Jasa marga Transjawa Tol (JTT) mencatat sebanyak 389.028 kendaraan dari Wilayah Timur Trans Jawa melalui Gerbang Tol (GT) Cikampek Utama,” ucap Vice President Corporate Secretary & Legal PT JTT, Ria Marlinda Paallo, Minggu (6/4/2025).

    Ria menyampaikan total kendaraan yang melintas GT Cikatama itu naik 152,3 persen jika dibandingkan lalu lintas normal sebanyak 154.203 kendaraan. Sedangkan pada arah sebaliknya, sebanyak 247.496 kendaraan menuju ke wilayah Timur trans jawa, jumlah tersebut kata Ria juga mengalami kenaikan 49 persen ketimbang lalu lintas normal sebanyak 166.108 kendaraan.

    Selain itu, pihaknya juga mencatat volume lalu lintas pada periode libur Hari Raya Idulfitri 1446 H / Lebaran 2025 di Wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur sebagai berikut:

    1. Wilayah Jawa Tengah

    A. GT Kalikangkung

    Volume kendaraan GT Kalikangkung meninggalkan Semarang pada H1 sampai H+4 periode libur Hari Raya Idulfitri 1446 H / Lebaran 2025, tercatat sebanyak 258.688 kendaraan atau naik 227,14% dari lalu lintas normal sebanyak 79.075 kendaraan. Untuk kendaraan yang menuju Semarang tercatat sebanyak 156.768 kendaraan atau naik 81,29% dari lalu lintas normal sebanyak 86.473 kendaraan.

    B. GT Banyumanik

    Pada H1 sampai H+4 periode libur Hari Raya Idulfitri 1446 H / Lebaran 2025, tercatat sebanyak 275.452 kendaraan menuju Jakarta melalui GT Banyumanik atau naik 186,40% dari lalu lintas normal sebanyak 96.177 kendaraan. Untuk kendaraan yang menuju Solo tercatat sebanyak 225.785 kendaraan atau naik 76,37% terhadap lalu lintas normal sebanyak 128.020 kendaraan.
    2. Wilayah Jawa Timur

    A. GT Warugunung

    Pada H1 sampai H+4 periode libur Hari Raya Idulfitri 1446 H / Lebaran 2025, tercatat sebanyak 187.329 kendaraan menuju Jakarta melalui GT Warugunung atau naik 75,83% dari lalu lintas normal sebanyak 106.539 kendaraan. Untuk kendaraan yang menuju Surabaya melalui GT Warugunung tercatat sebanyak 201.516 kendaraan atau naik 84,32% dari lalu lintas normal sebanyak 109.327 kendaraan.

    B. GT Kejapanan Utama

    Pada H1 sampai H+4 periode libur Hari Raya Idulfitri 1446 H / Lebaran 2025, tercatat sebanyak 225.607 kendaraan menuju Surabaya atau naik 74,09% dari lalu lintas normal sebanyak 129.592 kendaraan. Untuk kendaraan menuju Malang sebanyak 217.166 kendaraan atau naik 70,31% dari lalu lintas normal sebanyak 127.509 kendaraan.

    C. GT Singosari

    Pada H1 sampai H+4 periode libur Hari Raya Idulfitri 1446 H / Lebaran 2025, tercatat sebanyak 113.807 kendaraan menuju Surabaya atau naik 74,49% dari lalu lintas normal sebanyak 65.223 kendaraan. Untuk kendaraan menuju Malang sebanyak 117.950 kendaraan atau naik 59,13% dari lalu lintas normal sebanyak 74.122 kendaraan.

    (abd)

  • Pulang Kampung untuk Cicipi Masakan Ibu, Kembali ke Perantauan Lanjutkan Pendidikan
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        6 April 2025

    Pulang Kampung untuk Cicipi Masakan Ibu, Kembali ke Perantauan Lanjutkan Pendidikan Regional 6 April 2025

    Pulang Kampung untuk Cicipi Masakan Ibu, Kembali ke Perantauan Lanjutkan Pendidikan
    Tim Redaksi
    PALANGKA RAYA, KOMPAS.com
    – Momen
    arus balik Lebaran
    2025 kerap menyimpan kisah haru dari para
    pemudik
    , terutama bagi mereka yang harus merantau jauh dari keluarga demi mengejar penghidupan yang lebih baik.
    Cerita haru datang dari mahasiswa asal
    Kalimantan Tengah
    (Kalteng) yang harus meninggalkan kampung halaman, jauh dari ibu dan teman-teman lama, demi menggapai cita-cita.
    Setelah melepas kerinduan akan keluarga di kampung, mereka harus kembali ke perantauan demi mewujudkan mimpi.
    Yudha (18), mahasiswa Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur, asal Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), nampak sibuk menenteng koper besar sembari mengecek gawai di depan pintu keberangkatan Bandar Udara Tjilik Riwut, Kota
    Palangka Raya
    , Minggu (6/4/2025).
    “Kalau dibandingkan Palangka Raya, Kotawaringin Timur lebih maju dari kabupaten lainnya di Kalteng, tapi saya memang ingin merantau ke Pulau Jawa, ingin eksplor lebih jauh di luar Kalimantan,” ungkap Yudha saat berbincang dengan Kompas.com, Minggu siang.
    Yudha memang bermimpi bisa berkuliah di luar Pulau Kalimantan untuk merasakan akses pendidikan yang lebih memadai di Pulau Jawa, salah satunya seperti di Universitas Brawijaya.
    “Karena dari review sebelumnya, lingkungan akademik di sana sangat mendukung pengembangan diri, saya merantau untuk membangun mimpi, membawa harapan besar dari keluarga,” tutur mahasiswa semester dua program studi manajemen ini.
    Sudah setahun merantau di Malang, lanjut Yudha, pulang kampung menjadi kesempatan baginya untuk merasakan kembali kerinduan akan kampung halaman, terutama masakan dari sang ibu dan kucing kesayangannya.
    “Hari ini saya harus balik lagi ke perantauan, meninggalkan masakan ibu dan kucing kesayangan, mudah-mudahan nanti bisa balik kampung lagi,” ujar lulusan SMAN 1 Sampit ini.
    Nayla (20) warga Kotawaringin Timur yang juga berkuliah di salah satu universitas swasta di Kota Malang, mengungkapkan bahwa libur lebaran selalu menjadi momen yang dia tunggu-tunggu karena mendapat kesempatan bertemu keluarga di kampung halaman.
    “Kebetulan saya pulangnya sejak satu bulan yang lalu bersamaan dengan perkuliahan daring,” ungkapnya.
    Ketika memutuskan untuk berkuliah jauh dari kampung halaman, alumnus SMAN 2 Sampit ini mengaku harus rela melepas kedekatannya dengan teman-teman lama yang memilih untuk berkuliah di kampus lokal.
    “Orangtua berharap saya bisa hidup lebih baik dari mereka, sehingga membebaskan saya untuk mengejar mimpi berkuliah jauh,” tuturnya.
    Kedua mahasiswa asal Kotawaringin Timur ini harus menempuh waktu 4-5 jam perjalanan darat ke Bandara Tjilik Riwut yang letaknya di Kota Palangka Raya, Ibu Kota Provinsi Kalteng tersebut.
    Mereka juga harus mendarat di Bandara Juanda, Surabaya. Untuk sampai ke Kota Malang, mereka kembali menempuh perjalanan darat selama kurang lebih dua jam.
    General Manager Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya, Mohamad Adiwiyatno menjelaskan, rute terbanyak tujuan keberangkatan untuk arus balik Lebaran 2025 adalah Jakarta, disusul Surabaya, Semarang, hingga Yogyakarta. Menurut Adiwiyatno, kondisi arus balik berbeda dengan arus mudik jika dilihat dari kuantitas kedatangan maupun keberangkatan.
    “Untuk arus balik, baik yang datang maupun yang pergi sama banyaknya, yakni 1.400 sekian orang, sementara waktu arus mudik kemarin agak jomplang karena keberangkatan lebih besar,” tuturnya.
    Adiwiyatno memastikan bahwa baik arus mudik hingga arus balik di bandara setempat tidak mengalami kendala berarti. Hingga kini, posko terpadu yang berada di bandara tersebut juga tidak menerima keluhan-keluhan dari pengguna jasa transportasi selama musim mudik hingga
    arus balik lebaran
    2025.
    “Alhamdulillah posko di Bandara Tjilik Riwut lancar, tidak ada keluhan-keluhan dari pengguna jasa, sehingga tidak ada laporan ke posko kita,” pungkasnya.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Jumlah Pemudik Lebaran 2025 di Bandara Halim Merosot 10% dari 2024, Ini Sebabnya – Page 3

    Jumlah Pemudik Lebaran 2025 di Bandara Halim Merosot 10% dari 2024, Ini Sebabnya – Page 3

    Liputan6.com, Jakarta – Pengelola Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur mengungkapkan tren penumpang selama periode arus mudik Lebaran Idul Fitri 1446 H/2025 M mengalami penurunan mencapai 10,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

    Hal ini diungkapkan Pengawas Posko Terpadu Angkutan Udara Lebaran Tahun 2025/1446 Hijriah, Rangga Mahardhika saat ditemui di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.

    “Kalau melihat tren penumpang di Bandara Halim Perdanakusuma dibandingkan tahun 2024 ada penurunan sekitar 10,3 persen,” kata Rangga, seperti dikutip dari Antara, Minggu (6/4/2025).

    Rangga menyebut, puncak arus balik Lebaran di Bandara Halim Perdanakusuma terjadi pada Sabtu (5/4/2025) dan Minggu (6/4/2025). Adapun jumlah penerbangan edisi mudik tahun ini menurun sekitar empat ribu orang.

    “Untuk penumpang juga kita berkurang, dari tahun 2024 itu sekitar 15.000 orang, per hari ini 2025 itu hanya 11.000. Jadi kita ada penurunan juga,” jelasnya.

    Dugaan Penyebab

    Rangga mengungkapkan penurunan jumlah penumpang tahun ini disebabkan beberapa faktor, seperti naiknya harga tiket pesawat terbang dan banyaknya pemudik yang memilih pergi ke kampung halamannya melalui jalur darat.

    “Tetap ada penurunan juga. Kalau penurunan itu kemungkinan ada banyak faktor, mungkin lebih banyak di tahun ini pemudik melalui jalur darat dibandingkan jalur udara,” ucap Rangga.

    Lebih lanjut, Rangga mengungkapkan, pada hari ini diperkirakan ada lebih dari 11.000 penumpang berangkat dan datang dengan 80 penerbangan di Bandara Halim Perdanakusuma. Sementara untuk kota tujuan terbanyak dari Jakarta menuju ke Surabaya (Jawa Timur), Denpasar (Bali), Palembang (Sumatera Selatan), Padang (Sumatera Barat), dan Kualanamu (Sumatera Utara).

  • BMW Terjun! Melihat Ujung Tol Krian-Gresik yang Belum Nyambung via Google Maps

    BMW Terjun! Melihat Ujung Tol Krian-Gresik yang Belum Nyambung via Google Maps

    Jakarta

    Mobil sedan BMW terjun dari ujung Tol Krian-Gresik yang belum tersambung, kemarin malam, Sabtu (5/4/2025). Polisi bilang sopir mobil mewah itu lewat jalur dengan panduan Google Maps. Begini penampakan ujung jalan tol yang belum tersambung.

    Silakan perbesar atau tekan tanda panah pada tampilan visual di atas untuk melihat ujung Tol Krian-Gresik. Visual di atas direkam Google Maps pada Oktober 2023 dan diakses detikOto pada Minggu (6/4/2025).

    Dalam tampilan visual google street view, terlihat masih ada celah yang bisa dilalui mobil. Lokasinya berada jauh dari lokasi ujung Tol Krian-Gresik yang belum tersambung.

    Diberitakan detikJatim, Kasat Lantas Polres Gresik AKP Rizki Julianda mengatakan kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 22.00 WIB. Saat itu, mobil berjalan dari arah Krian menuju Bunder (selatan ke Utara).

    Saat berada di lokasi kejadian, pengemudi mengikuti petunjuk dari Google Map yang mengarahkan untuk terus lurus. “Meski ada barrier, pengemudi menerobos karena ada celah yang cukup dimuat satu mobil,” kata Rizki, Minggu (6/5/2025).

    Karena mengikuti Google map, lanjut Rizki, mobil tersebut masuk ruas tol Krian Gresik yang belum terhubung atau belum tersambung dengan jalan Tol Manyar. Mobil tersebut sempat terjun dan terbang sekitar 10 meter.

    “Mobil tersebut terjun dari ruas tol yang belum tersambung. Terhempas sekitar 12 meter,” lanjut Rizki.

    Beruntung seluruh penumpang sedan bernopol P 805 INI itu selamat meski terjatuh dari ketinggian sekitar 5 meter.

    Dua penumpang mobil BMW yang terjun dari ujung tol Krian-Gresik (KLBM) selamat. Keduanya hanya mengalami luka lecet di beberapa bagian.

    Kedua penumpang BMW tersebut adalah Moch Rudie Heru Komandono (62) warga Benowo Surabaya yang mengemudikan mobil dan Endang Sri Wahyuni (48) warga Babatan Mukti Wiyung Surabaya.

    “Keduanya selamat dan mengalami luka ringan,” kata Rizki.

    (riar/riar)

  • 1.200 penumpang Masuk Pelabuhan Tanjung Perak pada Puncak Arus Balik

    1.200 penumpang Masuk Pelabuhan Tanjung Perak pada Puncak Arus Balik

    Surabaya (beritajatim.com)- 1.200 penumpang memasuki Pelabuhan Tanjung Perak pada puncak arus balik mudik, Minggu (06/04/2025). 1.200 penumpang itu kembali menggunakan 8 kapal Pelni yang disediakan untuk melayani para penumpang yang kembali ke Kota Surabaya.

    “Tercatat sebanyak 1.200 penumpang melakukan arus balik menggunakan 8 kapal. Kami pastikan tidak ada penumpukan penumpang di pelabuhan. Kami juga menyediakan anggota untuk melayani penumpang dan melaksanakan pengamanan,” kata Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP William Cornelis Tanasale.

    Pihak keamanan pelabuhan bersama dengan Polres Pelabuhan Tanjung Perak telah melakukan antisipasi untuk puncak arus balik. Ia pun sudah mengecek kesiapan sarana dan prasarana yang ada di Pelabuhan Tanjung Perak. Hal itu dilakukan agar arus balik berlangsung aman dan nyaman.

    “Kami melihat langsung pelayanan dan pengamanan arus balik lebaran di GSN ini. Kami pastikan masyarakat mudik dengan aman dan nyaman melalui jalur laut,” ujarnya.

    Selain mengecek Pelabuhan Tanjung Perak, Pihak kepolisian juga sudah bersiaga untuk melayani masyarakat di perbatasan Jembatan Suramadu. Diprediksi, puncak arus balik yang terjadi di Jembatan Suramadu juga akan terjadi pada Minggu (06/04/2025).

    “Anggota sudah kami siagakan untuk memastikan masyarakat aman dan nyaman saat arus balik nanti,” pungkasnya.

    Selain mengecek 2 objek vital untuk antisipasi puncak arus balik, pihak Polres Pelabuhan Tanjung Perak juga melakukan persiapan di sejumlah wilayah wisata seperti di Kawasan Makam Sunan Ampel. Hal ini dilakukan untuk menekan angka kemacetan juga memberikan rasa aman dan nyaman bagi wisatawan. [ang/aje]