kab/kota: Surabaya

  • Prakiraan Cuaca Hari Ini di Ngawi, Magetan, Ponorogo: Waspadai Perubahan Mendadak

    Prakiraan Cuaca Hari Ini di Ngawi, Magetan, Ponorogo: Waspadai Perubahan Mendadak

    Surabaya (beritajatim.com) – Cuaca di wilayah Ngawi, Magetan, dan Ponorogo pada Rabu, 9 April 2025 diprediksi akan mengalami variasi yang cukup mencolok. Menurut prakirawan BMKG Juanda, Oky Sukma Hakim, S.Tr., ketiga wilayah ini akan mengalami perubahan cuaca sejak pagi hingga malam hari. Perbedaan pola cuaca tersebut membuat warga diharapkan lebih memperhatikan kondisi langit, terutama jika memiliki aktivitas di luar ruangan.

    Di Ngawi, pagi hari akan dimulai dengan cuaca cerah pada pukul 06.00 WIB. Namun, kondisi ini tidak berlangsung lama. Menjelang siang hingga sore hari, langit Ngawi diperkirakan akan tertutup awan.

    “Malam harinya pun meski sedikit lebih cerah, cuaca tetap berawan,” ujar Oky pada Selasa (8/4).

    Suhu udara di wilayah ini berkisar antara 24 hingga 31 derajat Celcius, dengan kelembaban udara mencapai 68 hingga 97 persen. Sementara itu, arah angin bertiup dari Barat Laut dengan kecepatan sekitar 4 km/jam.

    Sementara itu, kondisi cuaca di Magetan menunjukkan situasi yang cukup berbeda. Pada pukul 06.00 WIB, kota ini diprediksi mengalami hujan ringan. Akan tetapi setelah itu, langit akan berubah menjadi cerah terang mulai pukul 09.00 WIB.

    Cuaca kemudian menjadi berawan mulai pukul 12.00 hingga 18.00 WIB. Menjelang malam, langit Magetan kembali cerah. Dengan suhu udara antara 22 hingga 28 derajat Celcius, kelembaban di wilayah ini cukup tinggi, yaitu antara 75 hingga 95 persen. Angin bertiup dari arah Timur dengan kecepatan 5,2 km/jam.

    Adapun di Ponorogo, pagi hari akan diawali dengan kondisi cerah berawan. Cuaca akan membaik dan berubah menjadi cerah dari pukul 09.00 hingga 12.00 WIB. Namun menjelang sore hingga malam, langit kembali diselimuti awan.

    “Kami perkirakan awan akan mendominasi langit Ponorogo mulai pukul 15.00 sampai pukul 21.00 WIB,” tambah Oky.

    Suhu udara di Ponorogo berada di kisaran 24 hingga 30 derajat Celcius dengan kelembaban udara antara 69 hingga 97 persen. Angin bertiup dari arah Selatan dengan kecepatan 10,1 km/jam.

    Dengan kondisi cuaca yang cukup dinamis ini, BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan perubahan cuaca mendadak.

    “Kami sarankan untuk terus memantau informasi cuaca terkini, khususnya bagi masyarakat yang hendak bepergian atau memiliki kegiatan di luar rumah,” tutup Oky. (mnd/ian)

  • Tragedi Kereta Jenggala di Gresik: Truk Tertabrak di Perlintasan Tanpa Penjaga, Satu Tewas – Halaman all

    Tragedi Kereta Jenggala di Gresik: Truk Tertabrak di Perlintasan Tanpa Penjaga, Satu Tewas – Halaman all

    Kecelakaan tragis terjadi di Gresik, saat Kereta Api Jenggala menabrak truk muat kayu yang melintas di perlintasan tanpa penjaga, menyebabkan seorang asisten masinis tewas dan masinis luka.

    TRIBUNNEWS.COM, GRESIK – Sebuah kecelakaan tragis terjadi pada Selasa (8/4/2025) malam, di perlintasan kereta api tanpa penjaga di Tenggulunan, Kecamatan Kebomas, Gresik. 

    Kereta Api Commuter Line Jenggala tertabrak truk muat kayu, menyebabkan asisten masinis, Abdillah Ramdan, meninggal dunia.

    Masinis Purwo Pranoto mengalami luka parah dan sedang menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

    Kecelakaan Maut di Perlintasan Tanpa Penjaga

    Kecelakaan ini terjadi tepat pukul 18.30 WIB, di perlintasan rel KA Km 7+600/700, yang terletak di Desa Tenggulunan, Kecamatan Kebomas, Gresik. 

    Di lokasi tersebut, tidak terdapat penjaga perlintasan kereta api. 

    Truk trailer yang mengangkut kayu dengan nomor polisi W 8708 US, dikendarai oleh Majuri. Truk tersebut sedang dalam perjalanan dari PT Jatisari menuju Kepatihan, Surabaya.

    Menurut keterangan yang diberikan oleh sopir truk, Majuri mengaku tidak mendengar klakson kereta yang mendekat. 

    Ia juga menyatakan bahwa jarak antara truk dan kereta api sudah sangat dekat ketika tabrakan terjadi. Bagian bak truk sebelah kanan belakang terkena hantaman keras dari kereta api.

    Proses evakuasi kecelakaan ini berlangsung lama.

    Hingga pukul 21.30 WIB, tim evakuasi masih terus bekerja untuk membersihkan lokasi kejadian.

    Beruntung, seluruh penumpang yang ada dalam kereta api, yang berjumlah sekitar 100 orang, berhasil dievakuasi dengan aman menggunakan kereta lain.

    KECELAKAAN KERETA API – Truk muat kayu tertabrak Kereta Api Jenggala di Gresik, menyebabkan asisten masinis tewas. Kecelakaan terjadi di perlintasan tanpa penjaga, proses evakuasi masih berlangsung. (Tribunjatim.com/Isya Anshori)

    Penyebab Kecelakaan dan Tantangan Perlintasan Tanpa Penjaga

    Kecelakaan ini menyoroti pentingnya pengawasan di perlintasan kereta api, khususnya yang tidak memiliki penjaga.

    Banyak pihak yang mempertanyakan apakah ketidakberadaan penjaga perlintasan menjadi faktor utama dalam insiden ini.

    Kejadian serupa menunjukkan perlunya evaluasi lebih lanjut terhadap sistem keselamatan di perlintasan kereta api yang tidak dijaga.

    Sementara itu, masinis Purwo Pranoto, yang mengendarai Kereta Api Commuter Line Jenggala, mengalami luka serius pada organ dalam akibat kecelakaan ini.

    Ia dilarikan ke Rumah Sakit Semen Gresik untuk mendapatkan perawatan intensif. Kondisinya dilaporkan stabil namun masih dalam pengawasan medis.

    Pihak berwenang kini tengah melakukan penyelidikan terkait penyebab kecelakaan tersebut.

    Penyidik akan memeriksa lebih lanjut mengenai tanggung jawab pengelola perlintasan kereta api dan kemungkinan kelalaian dari pihak yang terkait dalam insiden ini.

    Kecelakaan ini menjadi perhatian serius, mengingat pentingnya keselamatan di setiap perlintasan kereta api, terlebih di lokasi tanpa penjaga yang berisiko tinggi.

    Para pihak terkait diharapkan dapat segera memberikan solusi agar kecelakaan serupa tidak terulang lagi.

  • Hakim Pemvonis Bebas Ronald Tannur Bantah Terima Uang: Saya Operasi Gigi

    Hakim Pemvonis Bebas Ronald Tannur Bantah Terima Uang: Saya Operasi Gigi

    JAKARTA – Eks Hakim Pengadilan Negeri Surabaya, Heru Hanindyo, membantah keterangan dua hakim lainnya mengenai pembagian uang vonis bebas Gregorius Ronald Tannur senilai 140 ribu dolar Singapura.

    Kedua hakim tersebut yakni, Erintuah Damanik dan Mangapul yang sempat menjadi saksi pada perkara dugaan suap dan gratifikasi vonis bebas Gregorius Ronald Tannur untuk terdakwa Heru Hanindyo. Mereka sempat menyebut bila uang yang diberikan Lisa Rachmat dibagikan di ruang kerja Mangapul.

    Bantahan Heru Hanindyo disampaikan saat diperiksa sebagai terdakwa. Dirinya tak mengetahui perihal pembagian uang, bahkan tak pernah berada di ruang kerja Mangapul.

    “Tentang masalah pembagian uang, itu jelas saya tidak ada di ruangannya Pak Mangapul, saya tidak ada di sana. Meskipun dua saksi mengatakan begitu, faktanya saya tidak berada di sana,” ujar Heru dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa, 8 April.

    Berdasarkan keterangan Erintuah Damanik dan Mangapul, pembagian uang dilakukan kurun waktu dua pekan setelah musyawarah majelis hakim yang kedua dalam penanganan perkara Ronald Tannur.

    Heru menyebut sempat jarang berada di Pengadilan Negeri Surabaya. Sebab, kerap izin operasi saraf gigi dan tugas dinas ke luar kota pada periode Juni hingga Juli.

    Di mulai pada 3 Juni yang disebut tak masuk kantor karena izin untuk menjalani operasi saraf gigi di wilayah Pondok Indah, Jakarta Selatan.

    “Itu saya izin tidak masuk kantor karena melaporkan tugas ke Mahkamah Agung dan sorenya saya operasi saraf gigi di Pondok Indah. Ini surat tidak masuk kerjanya Yang Mulia,” sebutnya.

    Heru mengingat musyawarah dilakukan sekitar 4 hingga 6 Juni. Momen itu diingatnya karena bertepatan dengan kondisi gigi yang masih bengkak akibat operasi.

    Merujuk hal itu, pembagian uang tejadi sekitar 14 Juni. Kata Heru, pada waktu itu dirinya tak berada di kantor atau Pengadilan Negeri Surabaya.

    “Nah tadi yang dikatakan oleh saksi Pak Mangapul dan Damanik, dua minggu setelah ketemu ya yang bagi uang atau apa, ini saya katakan tanggal 14 itu saya izin tidak masuk kantor, tiketnya ada ya, dan rekam medisnya ada, tanggal 3 dan 14 itu saya tidak masuk kantor,” ucapnya.

    Ditegaskan Heru, selama periode 14 Juni hingga 7 Juli, hanya bekantor pada 27 Juni. Sebab, mesti menjalani operasi saraf gigi lanjutan di Jakarta.

    “Tanggal 14 saya terbang dari Surabaya ke Jakarta operasi lanjutan di Pondok Indah, rekam medisnya ada,” ucapnya.

    Kemudian, Heru cuti dan berada di Denpasar pada 17 sampai tanggal 20 Juni. Sehari kemudian, tak masuk kerja karena izin untuk kontrol kondisi gigi pasca operasi saraf. Lalu menjalani dinas ke Palangkaraya pada 24 hingga 26 Juni.

    ‘Saya masuk tanggal 27 Juni pada saat tuntutan Ronald Tannur dan sidang saya yang banyak sekali dua minggu lebih tertunda,” ucap Heru.

    Sehari kemudian, Heru beralibi hanya absen tanpa bertugas. Lalu, mesti pergi ke Sidoarjo untuk menghadiri acara keluarga.

    “Tanggal 1 sampai dengan 5 itu saya sudah berangkat ke Medan,” kata Heru.

    Diketahui, Erintuah Damanik bertemu dengan Lisa Rachmat di gerai Dunkin’ Donuts Bandara Ahmad Yani pada 1 Juni 2024. Pertemuan itu berkaitan dengan penyerahan uang 140 ribu dolar Singapura.

    Tiga hakim nonaktif Pengadilan Negeri Surabaya, Heru Hanindyo, Erintuah Damanik, Mangapul, didakwa menerima suap berupa hadiah atau janji sebesar Rp4,67 miliar dan gratifikasi dalam kasus dugaan suap dan gratifikasi atas pemberian vonis bebas kepada terpidana pembunuhan Ronald Tannur pada 2024.

    Selain suap, ketiganya juga didakwa menerima gratifikasi berupa uang dalam bentuk rupiah dan berbagai mata uang asing, yakni dolar Singapura, ringgit Malaysia, yen Jepang, euro, serta riyal Saudi.

    Terdakwa didakwa dengan Pasal 12 huruf c atau Pasal 6 Ayat (2) atau Pasal 5 Ayat (2) dan Pasal 12 B juncto Pasal 18 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 jo. Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHP.

    Suap yang diduga diterima oleh tiga hakim tersebut meliputi sebanyak Rp1 miliar dan 308 ribu dolar Singapura atau Rp3,67 miliar (kurs Rp11.900).

  • Jadwal Sidang Tuntutan Hakim Suap Vonis Bebas Ronald Tannur Ditetapkan pada 15 April – Halaman all

    Jadwal Sidang Tuntutan Hakim Suap Vonis Bebas Ronald Tannur Ditetapkan pada 15 April – Halaman all

    Sidang tuntutan terhadap tiga hakim Pengadilan Negeri Surabaya yang terlibat dalam suap vonis bebas Ronald Tannur akan digelar pada 15 April 2025. Proses ini semakin mendekati keputusan akhir.

    TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA – Sidang tuntutan terhadap tiga hakim nonaktif Pengadilan Negeri Surabaya yang terlibat dalam kasus suap vonis bebas Ronald Tannur akan digelar pada 15 April 2025.

    Keputusan ini disampaikan oleh Ketua Majelis Hakim Teguh Santoso setelah proses pemeriksaan kasus selesai pada sidang Selasa (8/4/2025).

    Jadwal Sidang Tuntutan

    Teguh Santoso mengungkapkan bahwa sidang tuntutan ini akan digelar pada 15 April karena masa penahanan ketiga terdakwa sudah habis pada tanggal tersebut, tepatnya pada perpanjangan pertama.

    “Pemeriksaan saudara selesai, tinggal tuntutan dari penuntut umum. Kita tunda hari Selasa 15 April 2025,” kata Teguh di Pengadilan Tipikor Jakarta.

    Ketiga hakim, Erintuah Damanik, Mangapul, dan Heru Hanindyo, didakwa menerima suap senilai Rp 1 miliar dan SGD 308.000 (sekitar Rp 3,6 miliar) terkait dengan kepengurusan perkara vonis bebas untuk terdakwa Ronald Tannur.

    Suap tersebut diterima melalui pengacara Lisa Rahmat dan Meirizka Wijaja, ibu dari Ronald Tannur.

    Jaksa Penuntut Umum menyatakan bahwa uang tersebut diberikan dengan tujuan mempengaruhi keputusan hakim dalam perkara tersebut.

    Sidang tuntutan ini menandai kelanjutan dari proses hukum yang semakin mendekati keputusan akhir terhadap ketiga hakim yang terlibat dalam praktik korupsi di Pengadilan Negeri Surabaya.

    Proses Hukum yang Sedang Berlangsung

    Pada dakwaannya, Jaksa Penuntut Umum mengungkapkan bahwa uang yang diterima para hakim dibagi dalam jumlah yang berbeda.

    Erintuah Damanik mendapatkan SGD 48.000, sementara Mangapul dan Heru menerima masing-masing SGD 36.000. Selain itu, Lisa dan Meirizka juga memberikan Rp 1 miliar dan SGD 120.000 kepada terdakwa Heru Hanindyo.

    Ketiga hakim tersebut didakwa dengan Pasal 12 huruf c Jo Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yang diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001.

    KASUS RONALD TANNUR – Kakak Kandung Hakim pemvonis bebas Gregorius Ronald Tannur, Heru Hanindyo, Arif Budi Harsono hadir sebagai saksi dalam sidang kasus suap di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (18/3/2025). Dalam sidang ini Arif tidak diambil sumpah saat jadi saksi karena punya hubungan keluarga dengan Heru. (Tribunnews.com/ Fahmi Ramadhan)

    Tuntutan dan Langkah Selanjutnya

    Dengan sidang tuntutan yang dijadwalkan pada 15 April mendatang, ketiga hakim tersebut akan menghadapi proses hukum yang menentukan.

    Keputusan sidang ini akan menjadi langkah penting dalam menuntaskan kasus suap yang telah mengguncang dunia peradilan di Indonesia.

    Jadwal sidang yang telah ditetapkan memberikan gambaran bahwa kasus ini semakin mendekati akhir proses peradilannya.

    Publik kini menantikan bagaimana tuntutan terhadap ketiga hakim ini akan berlanjut dan apa dampaknya bagi dunia hukum di Indonesia.

  • Kapolda: Arus Mudik dan Balik di Jatim Lancar, Angka Kecelakaan Menurun

    Kapolda: Arus Mudik dan Balik di Jatim Lancar, Angka Kecelakaan Menurun

    Sumenep (beritajatim.com) – Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Nanang Avianto menilai secara umum, arus mudik dan balik selama Lebaran 2025 di Jawa Timur lancar dan aman.

    “Kami telah melakukan pemantauan dan pengecekan langsung di beberapa titik, terutama di kota-kota yang ada di ujung atau perbatasan provinsi seperti Banyuwangi, Sumenep, juga Ngawi. Arus mudik dan balik relatif aman dan nyaman,” kata Irjen Pol Nanang.

    Pada Selasa (08/04/2025), Kapolda Jatim melakukan pengecekan kondisi arus balik di Terminal Arya Wiraraja Sumenep Madura. Kapolda juga menyempatkan diri untuk berbincang dengan penumpang dan sopir bus.

    “Saya minta pada para sopir untuk tidak terburu-buru dalam mengemudikan kendaraan, dan mengutamakan keselamatan. Para penumpang tadi waktu saya tanya merasa nyaman dengan kondisi terminal di arus balik lebaran,” ujar Kapolda.

    Selain di Banyuwangi dan Sumenep Kapolda Jawa Timur juga melakukan pengecekan tempat-tempat wisata di Malang dan Magetan. Kemudian juga memantau Surabaya dari udara.

    “Saya bersyukur, dari hasil pemantauan selama arus mudik dan balik tahun ini, ada tren penurunan angka kecelakaan lalu lintas dan tingkat pelanggaran di jalan raya. Selain itu, tindak kriminal juga mengalami penurunan. Ini berkat kesadaran semua pihak,” ungkapnya.

    Ia menambahkan, anggota kepolisian dan TNI didukung seluruh stake holder, terus melakukan pemantauan hingga arus balik tuntas, untuk memastikan semuanya berjalan lancar.

    Setelah pengecekan di Terminal Arya Wiraraja Sumenep, Kapolda Jawa Timur bergeser melakukan pemantauan di Bangkalan. (tem/ian)

  • Polisi Tangkap Empat Remaja Surabaya Gegara Tawuran Bawa Celurit hingga Busur Panah

    Polisi Tangkap Empat Remaja Surabaya Gegara Tawuran Bawa Celurit hingga Busur Panah

    Surabaya (beritajatim.com) – Empat remaja asal Surabaya diamankan oleh Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Senin (07/04/2025) malam karena tawuran. Keempat remaja yang masih dibawah umur ini diamankan lantaran membawa senjata tajam (sajam) dan busur panah untuk melukai lawannya.

    Aksi tawuran itu terjadi di Jalan Tengguung Karya Lor, Semampir. Video aksi tawuran dua kelompok itu sempat viral di media sosial. Setelah mendapati informasi, anggota Polsek Semampir melakukan penyelidikan dan mengamankan 4 remaja di rumahnya masing-masing.

    “Kami langsung amankan empat remaja dan barang bukti tersebut pasca tawuran,” kata Kasi Humas Polres Pelabuhan Tanjung Perak Iptu Suroto, Selasa (08/04/2025).

    Suroto mengatakan, keempat anak-anak ini berasal dari salah satu kelompok remaja yang kerap terlibat aksi tawuran. Dari tangan keempat remaja itu, polisi menyita berbagai senjata modifikasi seperti busur dan anak panah. Lalu celurit panjang yang terbuat dari paralon. Saat ini anggota kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih dalam terkait peristiwa tawuran tersebut.

    “Polsek Semampir bersama dengan Polres Pelabuhan Tanjung Perak masih melakukan penyelidikan mendalam. Tidak menutup kemungkinan akan ada pelaku tawuran lain yang akan diamankan,” tuturnya.

    Saat ini, keempat remaja ini masih dimintai keterangan polisi. Pihak kepolisian masih mengembangkan kasus ini. “Kami akan tindak tegas pelaku tawuran remaja di wilayah Polres Pelabuhan Tanjung Perak. Termasuk aksi di Semampir, Surabaya, ini,” tegasnya. (ang/ian)

  • Begini Kronologi Pembacokan Penjaga Tambak Surabaya

    Begini Kronologi Pembacokan Penjaga Tambak Surabaya

    Surabaya (beritajatim.com) – Polsek Sukolilo telah menangkap dua pelaku pembacokan terhadap Mohammad Effendi penjaga tambak di Keputih, Surabaya, Jumat (28/04/2025) dini hari di Bangsal, Mojokerto.

    Sempat kesulitan karena lokasi pembacokan berada di tengah-tengah tambak dan jauh dari pemukiman sehingga jumlah saksi terbatas, anggota Polsek Sukolilo pun akhirnya menemukan motif dan kronologi lengkap dari kedua pelaku.

    Kapolsek Sukolilo Kompol I Made Patera Negara mengatakan, pihaknya membutuhkan waktu hingga satu minggu untuk menangkap pelaku karena minimnya saksi dan bukti petunjuk. Selain itu, korban juga sempat tidak bisa dimintai keterangan karena mendapatkan luka cukup serius dan dirawat di RS Haji Surabaya.

    “Pengungkapan kasus ini berkat kerja keras dan usaha dari anggota reserse Polsek Sukolilo. Kita bersyukur akhirnya dua pelaku yang sempat melarikan diri bisa ditangkap di rumah kerabatnya di Mojokerto,” kata Made, Selasa (08/04/2025).

    Dari hasil penyelidikan peristiwa pembacokan terhadap pria yang berprofesi sebagai penjaga tambak Surabaya itu bermula ketika kedua korban mendapatkan informasi dari grup kampung Keputih.

    Dalam grup itu, korban menyebut salah satu rekan dari kedua pelaku merupakan pencuri pisang. Sebagai teman, kedua pelaku yakni Mochammad Sholeh dan Fauji pun merasa marah dan merencanakan pembalasan ke korban.

    Pada tanggal 22 April 2025 korban berangkat kerja seperti biasa ke sebuah Tambak di Keputih. Sekitar pukul 23.45 WIB, korban beranjak dari gubuk tempatnya bekerja untuk membeli rokok. Sekitar pukul 00.30 WIB korban kembali dari membeli rokok menuju pos tempat berjaga.

    Saat itulah korban bertemu dengan kedua pelaku. Mochammad Sholeh langsung memukul korban. aksi pergelutan pun terjadi karena korban melawan. Merasa terpojok, Sholeh mengambil parang yang dibawa oleh Fauji. Parang itu disabetkan ke arah kepala korban. Namun ditangkis dengan tangan hingga otot korban putus.

    “Korban lantas memilih mundur dan lari. karena kondisi gelap, korban berhasil sembunyi di semak-semak. Sementara kedua pelaku mencari korban,” tutur Made.

    Karena tidak menemukan korban, kedua pelaku pun lari. Sementara, korban berusaha menuju ke pemukiman warga. Sampai di pemukiman, korban pingsan karena kehabisan darah. Korban pun ditemukan warga sekitar dan langsung melapor ke Polsek Sukolilo.

    “Korban lantas dibawa ke Rumah Sakit Haji untuk perawatan lebih lanjut,” tutur Made.

    Atas peristiwa ini, korban mengalami luka dibagian kedua tangan hingga ototnya putus. Selain itu, kaki kanan bagian belakang lutut juga putus. Kini, kedua tersangka dijerat dengan pasal berlapis yakni pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan dan pasal 351 KUHP tentang penganiayaan. (ang/ian)

  • Polsek Sukolilo Tangkap Pelaku Pembacokan Penjaga Tambak Surabaya

    Polsek Sukolilo Tangkap Pelaku Pembacokan Penjaga Tambak Surabaya

    Surabaya (beritajatim.com) – Polsek Sukolilo menangkap pelaku pembacokan terhadap penjaga tambak di Surabaya, Jumat (28/04/2025) dini hari di rumah kerabatnya, Bangsal, Kabupaten Mojokerto. Dari peristiwa ini, polisi mengamankan dua orang pelaku pembacokan.

    Kapolsek Sukolilo Kompol I Made Patera Negara mengatakan, kedua pelaku yang diamankan adalah Mochamad Sholeh (31) dan Fauji (38). Keduanya merupakan warga Keputih Tegal Timur, Sukolilo, Surabaya. Keduanya diamankan oleh petugas setelah memeriksa bukti-bukti dan memeriksa saksi.

    “Setelah melakukan serangkaian penyelidikan, kami mendapatkan identitas kedua tersangka. Lalu kami lakukan penangkapan di Mojokerto,” kata Made, Selasa (08/04/2025).

    Dari keterangan kedua tersangka, mereka melakukan pembacokan itu karena sakit hati. Korban Mohammad Efendi disebut memfitnah salah satu teman kedua tersangka dengan mengabarkan sebagai pencuri pisang.

    “Motifnya sakit hati karena korban dianggap menyebarkan kabar di grup WhatsApp kampung jika salah satu teman dari kedua tersangka disebut pencuri pisang,” tutur Made.

    Saat ini petugas kepolisian masih menyelidiki peristiwa ini lebih lanjut. Akibat peristiwa ini, korban mengalami luka di kedua tangannya hingga otot putus. Selain itu, kaki kanan bagian lutut belakang juga robek akibat disabet dengan parang. Sementara itu, Terhadap kedua pelaku, polisi menjerat mereka dengan pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan dan pasal 351 KUHP tentang penganiayaan.

    Diberitakan sebelumnya, Seorang warga Keputih berinisial ME dibacok di tengah-tengah tambak, Minggu (23/03/2025) sekitar pukul 03.00 WIB.

    Dari informasi yang dihimpun Beritajatim.com, saat itu korban hanya berdua dengan terduga pelaku di lokasi. Diduga, pelaku mempunyai dendam kepada korban.

    “Kalau desas-desusnya itu mereka berdua aja mas di Tambak. Lalu pelaku lari waktu ada orang lain yang menghampiri ke lokasi tambak,” kata salah satu warga yang enggan namanya dipublikasikan. (ang/ian)

  • Bus Diduga Hasil Penipuan Diamankan Satlantas Mojokerto di Exit Tol Jombang

    Bus Diduga Hasil Penipuan Diamankan Satlantas Mojokerto di Exit Tol Jombang

    Mojokerto (beritajatim.com) – Petugas Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Mojokerto berhasil menghentikan sebuah bus mini yang diduga dibawa lari oleh terduga pelaku penipuan. Peristiwa ini terjadi pada Selasa (8/4/2025), saat kendaraan tersebut mengalami mogok di Exit Tol Jombang-Mojokerto.

    Bus berwarna putih dengan nomor polisi K 7874 OF tersebut berhasil diamankan setelah mendapat informasi dari salah satu radio berita di Surabaya. Informasi itu menyebutkan bahwa kendaraan telah dilarikan oleh calon pembeli yang diduga melakukan penipuan.

    Kasat Lantas Polres Mojokerto, AKP Ridho Rinaldo Harahap, menjelaskan bahwa informasi yang diterima sangat jelas menggambarkan ciri-ciri kendaraan yang dicari. “Ada info menyampaikan minibus dilarikan calon pembeli, minibus warna putih,” ungkapnya.

    Kendaraan dengan tulisan “Dita Trans Jaya” di sisi kiri dan kanan itu dilaporkan melaju dari arah Tol Penompo menuju Jombang. Anggota Satlantas yang berjaga di Pos Mertex kebetulan melihat kendaraan yang sesuai dengan ciri-ciri tersebut.

    “Kebetulan ada anggota saya di Pos Mertex melihat minibus tersebut melintas dan dikejar sampai di Exit Tol Jombang, informasi dari Kanit Patroli. Sampai sana ketemu karena mobilnya dalam keadaan mogok, terkait tindak pidana kami tidak tahu. Saat ini ditangani Satreskrim,” katanya.

    Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Mojokerto, AKP Nova Indra Pratama membenarkan bahwa pihaknya sudah menerima terduga pelaku penipuan beserta barang bukti berupa minibus. “Iya benar tapi masih dalam pemeriksaan petugas,” tegasnya.

    Kasus ini masih dalam proses pemeriksaan lebih lanjut oleh Unit Reskrim Polres Mojokerto untuk mendalami motif dan modus operandi dari terduga pelaku. [tin/suf]

  • 1 Korban Hilang Terseret Ombak di Pantai Bambang Lumajang Ditemukan Meninggal, Keponakannya Masih Dicari
                
                    
                        
                            Surabaya
                        
                        8 April 2025

    1 Korban Hilang Terseret Ombak di Pantai Bambang Lumajang Ditemukan Meninggal, Keponakannya Masih Dicari Surabaya 8 April 2025

    1 Korban Hilang Terseret Ombak di Pantai Bambang Lumajang Ditemukan Meninggal, Keponakannya Masih Dicari
    Tim Redaksi
    LUMAJANG, KOMPAS.com
    – Satu dari dua wisatawan yang hilang setelah terseret ombak di
    Pantai Bambang
    , Desa Bago, Kecamatan Pasirian, Kabupaten
    Lumajang
    , Jawa Timur, ditemukan meninggal dunia pada Selasa (8/4/2025).
    Korban tersebut bernama Paedi (42), yang merupakan warga Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang.
    Sebelumnya, Paedi dan keponakannya, Candra (13), dilaporkan hilang setelah terseret ombak saat berwisata di Pantai Bambang pada Senin (7/4/2025).
    Candra yang sedang mandi di laut terseret ombak, dan Paedi berusaha menolongnya namun justru ikut terseret.
    Kepala Bidang Kedaruratan dan Rehabilitasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang, Yudhi Cahyono, mengungkapkan bahwa Paedi ditemukan sekitar pukul 12.30 WIB.
    Lokasi penemuan jenazahnya berada di sekitar Pantai Bambang dan Pantai Watu Pecak.
    “Korban atas nama Paedi ditemukan sekitar pukul 11.30 WIB dalam kondisi meninggal dunia,” kata Yudhi di Lumajang.
    Yudhi menambahkan, jenazah Paedi telah dibawa ke rumah duka di Desa Sumbermujur untuk dilakukan pemakaman sesuai dengan permintaan keluarga.
    “Sesuai permintaan keluarga, korban langsung dibawa ke rumah duka,” terangnya.

    Sementara itu, pencarian satu korban lainnya, Candra, masih terus dilakukan oleh petugas, warga, dan keluarga.
    Yudhi menjelaskan bahwa pencarian dibagi menjadi tiga tim yang menyisir mulai dari Pantai Dampar, Pantai Bambang, hingga Pantai Watu Pecak.
    Alat modern seperti drone juga digunakan untuk membantu proses pencarian.
    Namun, tim pencari menghadapi kesulitan akibat kondisi ombak yang cukup tinggi, berkisar antara 3 hingga 4 meter.
    “Pencarian terus kita lakukan, kesulitan kami adalah ombak yang tinggi, jadi kami juga perlu berhati-hati agar tidak ada korban lagi,” jelas Yudhi.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.