kab/kota: Semarang

  • 9
                    
                        Propam Periksa Dua Polisi soal Kasus Band Sukatani: Tugas Pokok, On the Track
                        Yogyakarta

    9 Propam Periksa Dua Polisi soal Kasus Band Sukatani: Tugas Pokok, On the Track Yogyakarta

    Propam Periksa Dua Polisi soal Kasus Band Sukatani: Tugas Pokok, On the Track
    Tim Redaksi
    SEMARANG, KOMPAS.com
    – Dua anggota polisi dari
    Direktorat Reserse Siber Polda Jawa Tengah
    telah diperiksa Bidang Profesi dan Pengamanan (
    Propam
    ) Polda Jateng atas arahan Divisi Propam Polri terkait band
    Sukatani
    .
    Pemeriksaan tersebut dilakukan perihal pertemuan anggota Direktorat Reserse Siber Polda Jawa Tengah dengan personel
    band Sukatani
    di Banyuwangi, Jawa Timur.
    Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Artanto, membenarkan sudah ada dua anggota yang diperiksa oleh Propam, berhubungan dengan band Sukatani.
    “Iya, dua sudah diperiksa,” kata Artanto saat dikonfirmasi Kompas.com, Sabtu (22/2/2025).
    Dia mengungkapkan, pemeriksaan tersebut sudah dilakukan sejak Kamis (19/2/2025) yang lalu oleh Propam Polda Jawa Tengah.
    “Sudah diperiksa kemarin, saat viral itu. Kamis ya,” tambahnya.
    Hasil pemeriksaan tersebut, dua personel Direktorat Reserse Siber Polda Jawa Tengah dinilai melakukan pekerjaannya secara profesional.
    “Sesuai tugas pokok dan tetap
    on the track
    ,” ucap dia.
    Sebelumnya, grup musik asal Banyuwangi, Jawa Tengah, Sukatani, banyak diperbincangkan di media sosial beberapa hari terakhir.
    Hal itu disebabkan grup musik tersebut secara tiba-tiba menghapus lagu ”
    Bayar
    Bayar Bayar” yang telah mereka rilis di sejumlah platform, salah satunya adalah Spotify dan YouTube.
    Personel band tersebut, M Syifa Al Luthfi (gitaris) dan Novi Citra Indriyanti (vokalis), juga mengunggah video permohonan maaf kepada Kapolri dan institusi Polri terkait lagu mereka itu.
    Peristiwa itu menjadi perhatian publik.
    Banyak yang bertanya-tanya soal alasan grup band tersebut melakukan permohonan maaf hingga dugaan adanya intervensi dari polisi.
    Menanggapi kabar tersebut, Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Artanto, mengatakan Polri menghargai kritik yang membangun.
    “Kami memang sempat klarifikasi terhadap band Sukatani tersebut,” kata Artanto di Mapolda Jawa Tengah, Jumat (20/2/2025).
    Dia menegaskan Polri menghargai kebebasan berekspresi, termasuk kritik melalui lagu.
    “Hasil klarifikasi terhadap grup band tersebut, kami menghargai kegiatan berekspresi dan berpendapat melalui seni,” ungkapnya.
    Soal kabar adanya intervensi kepada Sukatani, Artanto juga membantahnya.
    Pihak kepolisian hanya bertanya soal maksud dan tujuan lagu tersebut.
    “Kritikan tersebut sebagai bukti mereka cinta Polri. Yang mengkritik terhadap Polri yang sifatnya membangun untuk perbaikan, akan menjadi temannya Bapak kapolri,” tuturnya.
    “Jadi, kami di sini apresiasi, menghargai kritikan kepada pihak kepolisian,” tuturnya.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Hasil Pemeriksaan Divpropam Polri Terhadap Anggota Polda Jateng soal Lagu ‘Bayar Bayar Bayar’ – Halaman all

    Hasil Pemeriksaan Divpropam Polri Terhadap Anggota Polda Jateng soal Lagu ‘Bayar Bayar Bayar’ – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, SEMARANG – Aparat Divisi Profesi dan Pengamanan (Divpropam) Polri memeriksa dua anggota Direktorat Reserse Siber Polda Jawa Tengah.

    Upaya pemeriksaan itu terkait penanganan viralnya lagu berjudul Bayar Bayar Bayar dari band Sukatani.

    Pada Kamis (20/2/2025), sejumlah anggota Siber Polda Jawa Tengah menemui band asal Purbalingga itu.

    Informasi pemeriksaan Divpropam Polri itu disampaikan Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Artanto.

    “Iya, Divpropam Mabes Polri melalui Bidpropam Polda Jateng sudah memeriksa dua anggota Dit Siber Polda Jateng berkaitan dengan band Sukatani,” ujarnya pada Sabtu (22/2/2025).

    Menurut dia, pemeriksaan itu dilakukan di Mapolda Jawa Tengah, Kota Semarang, pada Jumat kemarin.

    Artanto menyebut pemeriksaan kepada dua anggota itu untuk memastikan transparansi dan profesionalitas anggota dalam melaksanakan tugasnya.

    Pemeriksaan itu juga sebagai bentuk pengawasan dan kontrol dari Propam.

    “Pada prinsipnya Propam melakukan klarifikasi terhadap dua anggota Siber yang menemui grup band Sukatani,” ungkapnya.

    Dia mengaku, hasil pemeriksaan dari Propam tersebut tidak ditemukan pelanggaran.

    “Hasilnya clear, mereka profesional sesuai tugas pokok dan tidak ada permasalahan,” katanya.

    Divpropam Mabes Polri menyebut Polri selalu terbuka terhadap kritik yang membangun.

    Kemudian memahami pentingnya kebebasan berekspresi dalam masyarakat demokratis.

    “Untuk memastikan profesionalisme dalam penanganan kasus ini, Biropaminal Divpropam telah melakukan pemeriksaan terhadap anggota Dit Ressiber Polda Jateng guna mengklarifikasi permasalahan tersebut. Langkah ini diambil untuk menjaga transparansi dan akuntabilitas dalam tubuh Polri,” tulis mereka dalam postingan X di akun @Divpropam.

     

  • Sebelum dilantik, Ahmad Luthfi-Gus Yasin sempat bergurau dengan tim

    Sebelum dilantik, Ahmad Luthfi-Gus Yasin sempat bergurau dengan tim

    Sumber foto: Joko Hendrianto/elshinta.com.

    Sebelum dilantik, Ahmad Luthfi-Gus Yasin sempat bergurau dengan tim
    Dalam Negeri   
    Editor: Sigit Kurniawan   
    Jumat, 21 Februari 2025 – 18:12 WIB

    Elshinta.com – Pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Terpilih Jawa Tengah, Ahmad Luthfi dan Gus Yasin, pagi ini Kamis 20 Februari 2025, menjadi bagian dari 481 pasangan Kepala Daerah yang menuju Monas Jakarta untuk melakukan persiapan pelantikan. 

    Keduanya sudah tiba di Monas pukul 07.00 Wib, bersama pasangan kepala daerah lainya. Termasuk rombongan yang pertama tiba. 

    Ahmad Luthfi tiba lebih dulu. Lalu disusul  Gus Yasin. Menunggu persis di dekat tugu Munas, Ahmad Luthfi langsung menyambut koleganya itu. Keduanya bertemu lalu bersalaman. Berpelukan hangat. Penuh tawa kegembiraan. 

    “Selamat Gus, kabar baik ya Gus,” sapa Mantan Kapolda Jateng itu, sambil berpelukan. Gus Yasin menyambutnya dengan suka cita. 

    Keduanya tampak ganteng dan gagah. Mengenakan pakaian resmi gubernur-wakil gubernur khas warna putih. Dengan topi ciri khas kepala daerah di kepala. 

    “Ayo sini foto-foto dulu. Aku kok mesake lek ndelok wajah-wajah wong Jawa Tengah nang kene (Saya kasihan kalau lihat wajah-wajah orang Jawa Tengah di sini. Red),” gurau Ahmad Luthfi, di depan tim dari Semarang seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Joko Hendrianto, Jumat (21/2). Ada Ketua Tim Transisi Zulkifli Gayo, Muhammad Isnaeni, Beny Tan dan Berty. 

    Menemani Ahmad Luthfi adalah putri tersayangnya Sarah Aulia (27th) Sementara Gus Yasin menggandeng isteri tercintanya Ny. Hj, Nawal Arafah Yasin M.S.I. Baik Putri Ahmad Luthfi maupun Nawal Yasin tampak anggun. Mengenakan pakaian kebaya adat Jawa. 

    Setelah bercengkerama beberapa saat, keduanya berjalan kaki 100 meter menuju gate (pintu masuk) lokasi kumpul seluruh kepala daerah. Gate dijaga super ketat oleh petugas. Hanya pasangan Kepala Daerah dan Suami-Isterinya saja yang boleh masuk. Itupun harus membawa undangan resmi. Handphone dan barang lainya tidak boleh dibawa. 

    Di dalam gate Monas itulah, para Kepala Daerah mempersiapkan diri untuk melakukan kirab menuju istana kepresidenan. Berjarak sekitar 700 meter mereka akan berjalan kaki. Kecuali isterinya akan diantar naik armada. Pelantikan oleh Presiden Prabowo Subianto tepat pukul 10.00 WIB

    Panitia mengumumkan, selama duduk di dalam gate Monas dan prosesi pelantikan, setiap pasangan Kepala Daerah akan diambil fotonya. Sehingga seluruh media dan tim masing-masing kepala daerah tidak di perkenankan masuk. 

    Hingga pukul 08.30 Wib, rombongan kepala daerah masih terus berdatangan ke Monas. Setelah menurunkan rombongan, mobil pengantar langsung diputar balik keluar Monas. Masih ada waktu dua jam untuk dimulai pelantikan pukul 10.00 WIB. Komplek Tugu Monas pun penuh lautan manusia. 

    Sumber : Radio Elshinta

  • Polda Jateng Akui Sempat Panggil Band Sukatani, Bolehkan Lagu Bayar Bayar Bayar Diedarkan Lagi

    Polda Jateng Akui Sempat Panggil Band Sukatani, Bolehkan Lagu Bayar Bayar Bayar Diedarkan Lagi

    PIKIRAN RAKYAT – Polda Jawa Tengah memberikan klarifikasi perihal permintaan maaf band Sukatani yang diduga mendapatkan intimidasi dari Polisi akibat lagu ‘Bayar Bayar Bayar’. Pasalnya, lirik lagu tersebut membahas kritik terhadap institusi tersebut.

    Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol. Artanto membenarkan tentang klarifikasi yang dilakukan oleh petugas Direktorat Siber Polda Jawa Tengah terhadap personel band tersebut.

    “Kami sempat melakukan klarifikasi terhadap band Sukatani. Hasil klarifikasi, kami menghargai kegiatan berekspresi dan berpendapat melalui seni,” katanya di Semarang, Jumat 21 Februari 2025.

    Menurut Artanto, Polisi tidak meminta band tersebut untuk melakukan klarifikasi maupun melakukan intimidasi. Dia menuturkan, petugas juga tidak melarang grup musik tersebut menampilkan lagunya saat tampil di atas panggung.

    Dia menegaskan, Polri terbuka terhadap kritik sebagai bukti kecintaan terhadap institusi ini. Polisi juga mengapresiasi kritik membangun kepada kepolisian.

    “Yang memberi kritik membangun yang sifatnya untuk perbaikan Polri akan menjadi teman bapak Kapolri,” ucap Artanto.

    Permintaan Maaf Sukatani

    Band punk asal Purbalingga, Sukatani, menyampaikan permintaan maaf kepada kepolisian melalui video di akun media sosial mereka terkait lagu mereka yang berjudul “Bayar Bayar Bayar”.

    Dalam unggahan media sosial band tersebut, dua personel band Sukatani, Muhammad Syifa Al Lufti alias Alectroguy dan Novi Citra Indriyati alias Twister Angel, menyampaikan permintaan maaf kepada Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo dan Polri atas lirik lagu Bayar Bayar Bayar.

    Sebagai informasi, salah satu bagian lirik pada lagu tersebut adalah ‘mau bikin SIM, bayar polisi, ketilang di jalan, bayar polisi’.

    “Kami meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada Bapak Kapolri dan institusi Polri atas lagu ciptaan kami dengan judul Bayar Bayar Bayar yang liriknya bayar polisi, yang telah kami nyanyikan hingga menjadi viral. Lagu ini sebenarnya saya ciptakan untuk oknum kepolisian yang melanggar peraturan,” tutur Alectroguy.

    Alectroguy selaku gitaris band itu mengatakan bahwa saat ini lagu tersebut telah dicabut dari platform streaming lagu Spotify. Dia juga mengimbau kepada para pengguna platform media sosial untuk menghapus konten yang menggunakan lagu tersebut.

    “Dengan ini, saya mengimbau kepada semua pengguna platform media sosial yang telah memiliki lagu kami dengan judul Bayar Bayar Bayar, lirik lagu bayar polisi, agar menghapus dan menarik semua video yang menggunakan lagu kami karena apabila ada risiko di kemudian hari, sudah bukan tanggung jawab kami,” ujarnya.***

    Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News

  • Alasan Tak Tahu Jalan, Pengemudi Fortuner Minta Maaf Usai Lawan Arah di Pantura Demak-Semarang
                
                    
                        
                            Yogyakarta
                        
                        22 Februari 2025

    Alasan Tak Tahu Jalan, Pengemudi Fortuner Minta Maaf Usai Lawan Arah di Pantura Demak-Semarang Yogyakarta 22 Februari 2025

    Alasan Tak Tahu Jalan, Pengemudi Fortuner Minta Maaf Usai Lawan Arah di Pantura Demak-Semarang
    Tim Redaksi
    DEMAK, KOMPAS.com
    – Pengemudi mobil Fortuner,
    Harmadi
    (42), meminta maaf setelah videonya
    viral

    melawan arus
    di Pantura Semarang-Demak hingga bermanuver ke pintu keluar Tol Semarang-Demak.
    Aksi tidak terpuji di jalan raya itu sangat membahayakan nyawa dirinya sendiri dan pengguna jalan lain.
    Warga asal Kabupaten Pati, Jawa Tengah, tersebut mendatangi
    Polres Demak
    pada Jumat (21/2/2025) sore.
    Ia memenuhi panggilan polisi setelah berhasil diidentifikasi.
    Harmadi mengaku bersalah dan meminta maaf atas perbuatannya melawan arus lalu lintas yang tengah viral di media sosial.
    “Saya memohon maaf apabila sudah viral masuk ke media sosial atau apa, mengganggu lalu lintas yang lain. Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya,” kata Harmadi.
    Dia berdalih tidak hafal rute jalan tol, yang sebenarnya bertujuan ke Semarang, justru keluar di exit tol Pantura Sayung arah Demak dan terpaksa kembali lagi dengan cara melawan arah.
    “Saya tidak tahu jalan, arahnya mau ke Bandara (Semarang) malah keluar situ. Mohon maaf sebesar-besarnya,” ujar dia.
    Harmadi, yang melanggar aturan lalu lintas, kini diberi edukasi dan dikenakan sanksi tilang oleh polisi.
    “Kebetulan kami dari Polres Demak masih ada kegiatan operasi keselamatan prioritas, kami langsung merespons cepat agar ke depan tidak ada hal-hal yang demikian yang membahayakan pengguna jalan,” kata Wakapolres Demak Satya Adi Nugraha, Jumat sore.
    Dia mengimbau para pengguna jalan untuk senantiasa mengutamakan keselamatan dan taat aturan lalu lintas.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Nyapu di Pasar Dugderan, Walkot Semarang Tak Retret Ikut Arahan Megawati

    Nyapu di Pasar Dugderan, Walkot Semarang Tak Retret Ikut Arahan Megawati

    Jakarta

    Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng tidak mengikuti retret di Akademi Militer (Akmil) Magelang yang diikuti kepala daerah pemenang Pilkada 2024. Agustina terlihat berada di Semarang dan bersih-bersih di sekitar daerah Kauman.

    Agustina datang ke depan Masjid Agung Kauman Semarang Jumat (21/2) petang. Dia mengenakan setelan baju olahraga putih hitam dan topi hitam. Bendahara DPD PDIP Jateng itu membawa sapu dan langsung ikut bersih-bersih bersama sejumlah camat dan pejabat serta petugas kebersihan.

    “Kok malah dideloki, diewangi to (kok cuma dilihatin, dibantu dong),” canda Agustina ketika banyak orang yang mengerumuninya dan mengambil foto, dilansir detikJateng, Sabtu (22/2/2025).

    Agustina mengikuti instruksi Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri untuk tidak berangkat retret. Sementara menunggu instruksi lebih lanjut dari partainya, dia memilih mengecek daerah Kauman yang akan dipakai untuk acara Dugderan pada 28 Februari mendatang.

    “Perintah Ketua Umum saya keberangkatan ditunda, jadi menghabiskan waktu proses tunggu perintah lanjutan, nah saya ke sini. Karena Magelang dekat, kalau tiba-tiba boleh datang, saya pergi,” ujar Agustina.

    Saat ditanya apakah dirinya sudah berkomunikasi dengan Kemendagri soal ketidakhadirannya di acara retret, Agustina mengatakan sudah ada komunikasi. Namun dia tidak menjelaskan jawaban Kemendagri secara gamblang.

    “Sudah. (Jawabannya) ‘Baiklah’ gitu dan itu petugas ya,” ujarnya.

    Ditanya soal berapa jumlah kader PDIP yang menjadi kepala daerah di Jateng, Agustina selaku bendahara DPD PDIP Jateng mengatakan ada 19 orang. Berapa yang ikut retret dari 19 orang itu, Agustina mengaku belum tahu.

    “Jateng kita (PDIP) punya 19 kepala daerah. Ini kan ada yang jauh, ada yang dari Banyumas sudah sampai Magelang, makan tahu pojok, menunggu. Kita dekat (ke Magelang), Kabupaten Semarang dekat, Klaten dekat ya, sekarang aktivitas masing-masing,” kata Agustina.

    Baca selengkapnya di sini.

    (dek/dek)

    Hoegeng Awards 2025

    Usulkan Polisi Teladan di sekitarmu

  • Pj Bupati pamit, Wabup Bellinda Birton sementara pimpin Kudus

    Pj Bupati pamit, Wabup Bellinda Birton sementara pimpin Kudus

    Sumber foto: Sutini/elshinta.com.

    Pj Bupati pamit, Wabup Bellinda Birton sementara pimpin Kudus
    Dalam Negeri   
    Editor: Sigit Kurniawan   
    Jumat, 21 Februari 2025 – 22:45 WIB

    Elshinta.com – Kedatangan Wakil Bupati Kudus Bellinda Putri Sabrina Birton disambut masyarakat dan pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kudus, Jumat (21/2). Menempuh perjalanan dari Semarang ke Kabupaten Kudus lewat jalur Purwodadi, Bellinda yang datang bersama istri Bupati Kudus Endhah Sam’ani Intakoris langsung menuju Pendapa Kabupaten Kudus. Saat datang, Bellinda disambut Sekda Kudus bersama jajaran Kepala OPD.

    Usai melakukan ramah tamah dengan masyarakat yang menyambut, Bellinda melaksanakan manakib yang dilaksanakan di Pendapa belakang Kabupaten Kudus. Dilanjutkan dengan sungkem kepada kedua orang tua. Tangis haru Bellinda pecah saat sungkem meminta restu kepada sang ayah.

    Kegiatan dilanjutkan dengan penyambutan Bupati Kudus dan Wakil Bupati Kudus. Meski tak bisa datang langsung karena sedang menjalankan retret di Magelang, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menyampaikan pesan lewat video. Ia berterima kasih atas dukungan semua pihak. 

    “Saya dan Mbak Bellinda siap mengemban amanah mewujudkan Kudus Sejahtera, Harmoni dan Takwa. Tentu saja dengan dukungan dari seluruh masyarakat,” ucapnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Sutini, Jumat (21/2). 

    Bupati Kudus Sam’ani juga berterima kasih kepada Pj. Bupati Kudus Herda Helmijaya yang telah berdedikasi dalam mengupayakan Kudus yang sejahtera. Pihaknya mendoakan agar Herda Helmijaya terus sukses. 

    “Terima kasih kepada Bapak Pj. Bupati Kudus Herda Helmijaya yang telah bekerja keras memajukan Kabupaten Kudus,” imbuh Sam’ani.

    Pj. Bupati Kudus Herda Helmijaya berterima kasih atas kerja sama jajaran Forkopimda yang telah bersinergi. Pihaknya menyatakan Kabupaten Kudus punya banyak potensi yang bisa dikembangkan. Asalkan ada sinergi positif dari Pemkab Kudus dan masyarakat.

    “Potensi Kabupaten Kudus luar biasa, asalkan ada kolaborasi dan sinergi pemerintah Kabupaten Kudus dan masyarakat. Harus ada tiga hal yang dipegang. Yakni, passion, loyalitas, dan achievement,” terangnya. 

    Sumber : Radio Elshinta

  • PDIP Boikot Retret Kepala Daerah Usai Hasto Ditahan KPK, Apa Dampaknya? – Page 3

    PDIP Boikot Retret Kepala Daerah Usai Hasto Ditahan KPK, Apa Dampaknya? – Page 3

    Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu memastikan tegak lurus dengan perintah Ketua Umum Megawati Soekarnoputri. Politikus PDIP itu menunda keberangkatan menuju retret di Magelang.

    “Sementara saya menunda keberangkatan ke Magelang. Sampai ada arahan lanjut dari Ibu Megawati,” kata Masinton kepada Liputan6.com, Kamis, 20 Februari 2025.

    Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng menyatakan patuh pada instruksi Megawati dan menunda retret kepala daerah di Magelang.

    “Kami menunda kehadiran sesuai instruksi Ketum. Posisi di Semarang karena posisi dekat dengan Magelang,” kata Agustina saat dikonfirmasi, Jumat, 21 Februari 2025.

    Agustina mengaku hari ini sibuk beraktivitas di hari pertama menjadi wali kota. Dimulai dari peninjauan pasar hingga persiapan festival Dugderan. “Saya beraktivitas di Pemkot, hari pertama kerja,” ujar Agustina.

    Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo mengaku sudah berada di Magelang, Jawa Tengah. Namun, Hasto mengaku belum bergabung dalam kegiatan retret.

    “Belum (di Akmil), tapi sudah standby. Saya di Magelang, enggak ikutin yang di Jogja,” kata Hasto, Jumat malam, 21 Februari 2025.

    Hasto menyatakan, jika sudah ada kabar lanjutan dari DPP PDIP, barulah akan bergerak. “Kalau sudah ada petunjuk, sudah diwakili oleh DPP untuk berkomunikasi dengan pemerintah, jadi kita sudah terwakili untuk komunikasi. Jadi tinggal tunggu petunjuk kalau sudah dikomunikasikan,” ungkap Hasto.

    Hasto memastikan bukan satu-satunya kepala daerah yang sudah berada di Magelang. Dia bersama lebih dari lima kepala daerah dari PDIP yang tengah berada di salah satu warung kopi.

    “Ada banyak, (lima orang?) lebih hehe. Kita masih ngopi di kafe, sambil tunggu anu mas, tunggu perintah dari pusat. Saya kira itu dulu,” ucap Hasto.

    Sejumlah kepala daerah wilayah Jawa Barat (Jabar) yang berasal dari PDIP juga menyatakan tidak menghadiri retret di Magelang, Jawa Tengah. Hal itu ditegaskan oleh Ketua DPD PDIP Jawa Barat Ono Surono.

    “Kepala daerah kader PDI Perjuangan tegak lurus instruksi Ibu Ketua Umum Hajah Megawati Soekarnoputri, merdeka!” tutur Ono saat dikonfirmasi Liputan6.com, Jumat, 21 Februari 2025.

    Ono menyampaikan, jajaran kepala daerah dari PDIP yang tidak ikut retret yakni, Bupati Cirebon Imron Rosyadi, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono, Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang, dan Bupati Pangandaran Citra Pitriyami.

    “Beliau-beliau ini sedang menunggu instruksi lebih lanjut dari Ibu Ketua Umum Megawati Soekarnoputri, karena kemarin Ibu Ketua Umum mengeluarkan surat instruksi untuk mereka tidak hadir dulu ke Magelang sambil menunggu instruksi berikutnya,” jelas dia.

    Ono menyebut, PDIP juga melakukan kajian secara hukum terkait dengan retret kepala daerah di Magelang, termasuk juga manfaat dari kegiatan tersebut.

    “Tentang bagaimana mereka melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai kepala daerah yang semata-mata untuk bisa meningkatkan kesejahteraan rakyat, memberikan pengabdian yang maksimal kepada rakyat,” Ono menandaskan.

    Baca juga Retret di Magelang, PDIP Lampung Minta Dua Kadernya Tunggu Arahan Megawati

  • Viral Fortuner Lawan Arus Menuju Tol Semarang-Demak, Pengemudi Akhirnya Ditilang
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        21 Februari 2025

    Viral Fortuner Lawan Arus Menuju Tol Semarang-Demak, Pengemudi Akhirnya Ditilang Regional 21 Februari 2025

    Viral Fortuner Lawan Arus Menuju Tol Semarang-Demak, Pengemudi Akhirnya Ditilang
    Tim Redaksi
    DEMAK, KOMPAS.com –
    Satlantas Polres
    Demak
    memberikan sanksi tilang kepada pengemudi mobil
    Fortuner
    warna hitam yang melawan arus di Pantura Demak-Semarang.
    Diketahui, mobil Fortuner warna hitam pelat “K” viral di media sosial karena melawan arus di Pantura Demak. Tak cukup sampai di situ, pengemudi juga bermanuver masuk ke flyover pintu keluar Tol Semarang-Demak.
    Kini terungkap, mobil tersebut berplat K 1838 LG dan dikemudikan oleh Harmadi (42) warga Kabupaten Pati, Jawa Tengah.
    Usai insiden itu, polisi melakukan identifikasi untuk memberlakukan sanksi tilang kepada pengemudi.
    Terpantau mobil Fortuner warna hitam yang viral di media sosial terparkir di Polres Demak pada Jumat (21/2/2025) sore.
    Wakapolres Demak, Kompol Satya Adi Nugraha, mengatakan, pengemudi mobil Fortuner dikenakan sanksi tilang dan melakukan edukasi atas tindakannya tersebut.
    “Kebetulan kami dari Polres Demak masih ada kegiatan operasi keselamatan prioritas, kami langsung merespon cepat agar ke depan tidak ada hal-hal yang demikian yang membahayakan pengguna jalan,” kata Satya, di Polres Demak, Jumat sore.
    Lebih lanjut, dia mengungkapkan, pengemudi tersebut telah meminta maaf atas perbuatannya dan mengaku panik karena salah jalan keluar ketika menuju
    Semarang
    melalui tol.
    “Memang beliau dari luar kota mau ke arah Semarang, saat keluar tol karena memang jarang melewati tol dan bingung keluarnya, sehingga panik karena salah jalan akhirnya terpaksa melanggar,” ungkapnya.
    Dia menghimbau seluruh pengguna jalan untuk senantiasa mengutamakan keselamatan dan mentaati aturan lalu lintas.
    Sebelumnya, Kapolres Demak, AKBP Ari Cahya Nugaraha, menegaskan, tengah meminta Satuan Lalu Lintas Polres Demak untuk mengidentifikasi kendaraan Fortuner yang viral di media sosial untuk ditindak.
    “Saya sudah perintahkan Kasatlantas untuk mengidentifikasi siapa pemilik mobil tersebut datangi, dan berikan tilang,” kata Ari.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Gubernur Jateng siap ikuti rangkaian retret di Akmil

    Gubernur Jateng siap ikuti rangkaian retret di Akmil

    Saya cukup santai dan tenang mengikuti kegiatan yang akan saya lakukan.

    Semarang (ANTARA) – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi siap mengikuti rangkaian retret di Akademi Militer (Akmil), Kota Magelang, Jawa Tengah, mulai Jumat hingga 28 Februari 2025.

    “Saya cukup santai dan tenang mengikuti kegiatan yang akan saya lakukan,” katanya dalam pernyataan yang diterima di Semarang, Jumat.

    Sebelum menuju kawasan Akmil Magelang, Luthfi tampak terlebih dahulu menjalani tes kesehatan di Resimen Induk (Rindam) IV Diponegoro sekitar pukul 14.00 WIB.

    Mantan Kapolda Jateng tersebut tampak mengenakan seragam loreng ala militer, sama dengan ratusan kepala daerah lainnya.

    Setelah proses itu, sekitar pukul 15.30 WIB, Luthfi dan rombongan kepala daerah lain naik ke bus militer yang juga difasilitasi Kodam IV Diponegoro.

    Ada belasan bus untuk mengantarkan ratusan kepala daerah menuju Akmil.

    Sebagai informasi, selama sepekan para kepala daerah akan menjalani berbagai program yang dirancang untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan masing-masing, antara lain, pemahaman tugas dan fungsi kepala daerah, materi Astacita yang mencakup berbagai isu strategis, dan penanaman wawasan kebangsaan.

    Sementara itu, dalam konferensi pers di Akmil Magelang, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya menyampaikan bahwa pada tahap pertama ini jumlah kepala daerah yang diundang untuk kegiatan retret sebanyak 503 orang.

    Pada tahap kedua nanti, retret diperuntukkan bagi 40 kepala daerah lainnya, yang pelantikannya masih menunggu putusan dari Mahkamah Konstitusi (MK).

    Pewarta: Zuhdiar Laeis
    Editor: D.Dj. Kliwantoro
    Copyright © ANTARA 2025