kab/kota: Semarang

  • Jumlah Pekerja Migran dari Jateng Tembus 66.611, Hongkong dan Taiwan Tetap Jadi Favorit!

    Jumlah Pekerja Migran dari Jateng Tembus 66.611, Hongkong dan Taiwan Tetap Jadi Favorit!

    TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Jumlah Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Jateng terus meningkat. 

    Berdasarkan data Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jateng, sepanjang tahun 2024 tercatat 66.611 warga Jateng bekerja di luar negeri. 

    Angka ini naik sekitar 2.000 orang dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 64.566 PMI.

    Kepala Disnakertrans Jateng, Ahmad Aziz, mengatakan mayoritas PMI asal Jateng sebanyak 64.611 orang bekerja di kawasan Asia dan Afrika. 

    Sementara itu, 1.866 PMI bekerja di Eropa dan Timur Tengah, serta 134 orang di Amerika.

    “Peningkatan ini menunjukkan bahwa minat warga Jateng untuk bekerja di luar negeri masih tinggi,” ujar Aziz, Minggu (23/2/2025).

    Aziz menjelaskan ada beberapa jalur resmi bagi warga yang ingin bekerja di luar negeri, seperti skema Government to Business (G2B), Business to Government (B2G), Government to Government (G2G), serta jalur mandiri. 

    Namun, ia mengingatkan bahwa persiapan matang sangat diperlukan sebelum memutuskan untuk bekerja di luar negeri.

    “Bekal keterampilan, baik hard skill maupun soft skill, mental yang kuat, daya tahan, dan penguasaan bahasa asing menjadi faktor kunci kesuksesan PMI,” tambahnya.

    Hongkong dan Taiwan Jadi Favorit, Jepang dan Korea Selatan untuk Sektor Industri

    Hongkong dan Taiwan menjadi tujuan favorit bagi PMI asal Jateng, terutama di sektor pekerjaan rumah tangga. 

    Faktor utama yang membuat kedua negara ini diminati adalah adanya jaminan hari libur pada Sabtu dan Minggu.

    “Banyak yang memilih Hongkong dan Taiwan karena ada hari liburnya, selain itu sektor rumah tangga juga cukup diminati,” jelas Aziz.

    Di sisi lain, PMI yang bekerja di sektor industri lebih banyak memilih Jepang dan Korea Selatan. 

    Aziz mengingatkan agar calon PMI berhati-hati dalam memilih agen penyalur tenaga kerja.

    “Pastikan lembaga penyalur memiliki sertifikasi resmi dan job desk yang jelas. PT penyalur harus memiliki pekerjaan yang sudah disahkan oleh KBRI di negara tujuan,” tegasnya.

    Tren peningkatan jumlah PMI dikatakannya terus berlanjut.

    Hingga Februari 2025, sudah ada 5.596 warga Jateng yang berangkat ke luar negeri. 

    Dari jumlah tersebut, 209 orang bekerja di Asia-Afrika, lima orang di Amerika, dan sisanya tersebar di berbagai negara lainnya.

    Aziz berharap meningkatnya jumlah PMI bisa berdampak positif bagi kesejahteraan warga Jateng. 

    Namun, ia juga mengingatkan agar para calon PMI tetap waspada dan mempersiapkan diri dengan baik sebelum berangkat.

    “Kami terus berupaya memberikan pembekalan dan pelatihan agar PMI bisa sukses dan terlindungi selama bekerja di luar negeri,” imbuhnya. (*)

  • Tradisi Jelang Ramadan, Warga Serbu Sungai Muncul Untuk Mencuci Karpet Masjid di Kabupaten Semarang

    Tradisi Jelang Ramadan, Warga Serbu Sungai Muncul Untuk Mencuci Karpet Masjid di Kabupaten Semarang

    TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN – Jernihnya air di aliran sungai Muncul, Desa Rowoboni, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang kembali dimanfaatkan warga untuk mencuci karpet serta tikar musala dan masjid yang akan digunakan untuk beribadah selama Ramadan 1446H.

    Tradisi mencuci karpet oleh warga dan para pengurus masjid tersebut biasanya dilakukan sejak sepekan sebelum mulainya bulan puasa.

    Kali ini, aktivitas tersebut kembali dilakukan pada Minggu (23/2/2025).

    Ratusan warga yang membawa gulungan karpet dan tikar tampak berdatangan di lokasi yang juga dijadikan wisata Muncul River Tubing tersebut.

    Satu di antaranya yakni Fathurrosidi, dia tampak menyikat tikar-tikar yang dibawanya ke sana.

    CUCI TIKAR – Seorang warga, Fathurrosidi mencuci dan menyikat tikar di aliran sungai Muncul, Desa Rowoboni, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, Minggu (23/2/2025). Tikar tersebut akan digunakan untuk beribadah selama Ramadan.

    Menurut dia, kotoran-kotoran yang menempel di tikar dan karpet bisa cepat hilang karena air yang mengalir.

    “Karena airnya mengalir terus, kotoran bisa menjauh dan tidak mengendap.

    Di sini merupakan sumber (air) alami, jadi airnya juga bersih,” kata warga Desa Kesongo, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang tersebut.

    Kegiatan tersebut sudah dilakukan Fathurrosidi dan teman-temannya selama bertahun-tahun setiap menjelang Ramadan.

    Sementara itu, pengelola tempat tersebut, Tukinah mengungkapkan bahwa warga sudah ramai-ramai datang ke sungai Muncul sejak Minggu pagi.

    “Sejak pukul 06.00 WIB sudah ada sembilan orang yang datang pakai satu mobil.

    Ini memang rutinitas setiap tahunnya, setiap mau bulan puasa kurang dari sepekan,” kata Tukinah.

    Dia menyebutkan, para warga dan pengurus masjid yang datang biasanya dari sekitar Muncul dan dari kecamatan-kecamatan lain.

    Beberapa di antaranya meliputi Kecamatan Ambarawa, Kecamatan Banyubiru, Kecamatan Tuntang, bahkan dari Kota Salatiga.

    “Banyak yang mencuci, banyak juga yang keceh (berwisata main air),” pungkas Tukinah. (*)

  • Meriahnya Gebyuran Bustaman, Tradisi Perang Air Khas Semarang Menyambut Bulan Ramadan 
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        23 Februari 2025

    Meriahnya Gebyuran Bustaman, Tradisi Perang Air Khas Semarang Menyambut Bulan Ramadan Regional 23 Februari 2025

    Meriahnya Gebyuran Bustaman, Tradisi Perang Air Khas Semarang Menyambut Bulan Ramadan
    Tim Redaksi
    SEMARANG, KOMPAS.com –
    Suara riuh ratusan warga memenuhi lorong-lorong sempit Kampung Bustaman, Purwodinatan, Semarang Tengah, Kota Semarang, pada Minggu (23/2/2025).
    Dengan wajah yang dihiasi beragam coretan cat, mereka bersiap membawa puluhan kantong plastik berisi air berwarna-warni untuk merayakan tradisi unik yang dikenal sebagai
    Gebyuran Bustaman
    .
    Tradisi ini telah ada sejak tahun 1742 dan dipelopori oleh Kyai Bustam.
    Prosesi Gebyuran Bustaman dimulai dengan memandikan lima anak yang mengenakan kain jarik.
    Suara beduk menggema, menandakan bahwa
    perang air
    telah dimulai.
    Warga saling lempar dan menyerang dengan kantong-kantong plastik berisi air.
    Salah satu warga Bustaman, Eva Yulianti, mengungkapkan rasa antusiasme terhadap tradisi ini.
    “Sepertinya lebih meriah di tahun ini. Saya tinggal di sini. Tadi sudah nyiapin air warna-warni yang dibungkus plastik,” kata Eva saat ditemui
    KOMPAS.com.
    Dia merasakan bahwa partisipasi warga luar Bustaman turut menambah kemeriahan tahun ini.
    Hal senada disampaikan oleh Fauzi, warga Bustaman lainnya.
    Menurutnya, Gebyuran Bustaman merupakan salah satu tradisi unik yang dimiliki Kota Semarang.
    “Dari tahun ke tahun agendanya sama, tapi ramai ini. Semoga bisa lebih baik dari yang sebelumnya,” ujarnya.
    Aulia Istiq Fani, seorang pengunjung dari Candisari, juga ingin merasakan pengalaman Gebyuran Bustaman.
    “Pertama kali ikut Gebyuran Bustaman, padahal saya asli Semarang, tapi baru sekali ini,” ujarnya.
    Aulia mengaku terpesona dengan tradisi perang air ini, yang tidak ia temukan di kampungnya atau daerah lain.
    Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang, Wing Wiyarso, menjelaskan bahwa tradisi ini awalnya dilakukan oleh Kyai Bustam bersama anak dan cucunya menjelang Ramadhan.
    “Tradisi ini dilakukan secara turun temurun dan dilestarikan oleh warga Kampung Bustaman. Meski sempat terhenti, sejak tahun 2012 Gebyuran Bustaman kembali bergeliat,” ucap Wing.
    Dia menambahkan bahwa ada filosofi di balik tradisi ini.
    “Kyai Bustaman mengingatkan umat muslim untuk senantiasa membersihkan diri menjelang bulan Ramadhan, sehingga bisa menjalankan ibadah puasa dengan khidmat dan sesuai dengan kaidah agama Islam,” jelasnya.
    Wing berharap agar tradisi yang telah mengakar selama ratusan tahun ini dapat terus dilestarikan dan bahkan diusulkan menjadi Warisan Budaya Takbenda Indonesia.
    “Ini adalah salah satu bentuk
    kearifan lokal
    menjelang bulan Ramadhan dan bisa menjadi contoh bagi masyarakat lain. Semua orang pasti senang hati. Tentunya ini upaya Kyai Bustam untuk mengangkat nilai-nilai Islam sebagai ibadah kita kepada Allah,” pungkas Wing.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Modus Pengasuh Pondok Pesantren Minta Pijat Sebelum Mencabuli 12 Santri Pria dan Wanita di Semarang

    Modus Pengasuh Pondok Pesantren Minta Pijat Sebelum Mencabuli 12 Santri Pria dan Wanita di Semarang

    TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN – Sepuluh santri dan dua santriwati di dua pondok pesantren berbeda di Kabupaten Semarang jadi korban pencabulan oleh masing-masing pengasuhnya.

    Dua pengasuh tersebut, CB (60) dan MS (53) kini ditangkap anggota Satreskrim Polres Semarang.

    Kapolres Semarang, AKBP Ratna Quratul Ainy mengatakan, CB ditangkap karena mencabuli sepuluh santri laki-laki.

    “Pada pondok pesantren berinisial MU, pelaku laki-laki berinisial CB dan 10 korban santri laki-laki berusia 13 hingga 17 tahun.

    Korban diiming-imingi rokok, reward, serta perlakuan istimewa,” kata AKBP Ratna dalam keterangan tertulis Polres Semarang, Jumat (21/2/2025).

    Modus dari pelaku, lanjut Kapolres, yakni meminta para korban untuk memijit dia di kamar masing-masing santri.

    Modus yang sama juga terjadi pada pondok pesantren lainnya yang berinisial MH.

    Pelaku, MH mencabuli santriwati saat berada di kamar dan kelas.

    “Ini dilakukan kepada dua santri perempuan, berusia 11 dan 13 tahun di waktu yang berbeda,” imbuh Kapolres.

    Dengan seluruh korban yang masih di bawah umur, Polres Semarang melibatkan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Semarang, Dinas Sosial Kabupaten Semarang.

    Selain itu, pihak Psikologi Forensik Rumah Sakit Ken Saras juga dilibatkan dan bersama-sama melakukan pendampingan kepada para korban.

    “Hal ini bertujuan sebagai pemulihan dan rehabilitasi psikis para korban,” pungkas AKBP Ratna. (*)

  • Pemuda ini Garang Rusak Rumah Orang Tua, Tapi Tertunduk saat Ditangkap Polisi: Contoh

    Pemuda ini Garang Rusak Rumah Orang Tua, Tapi Tertunduk saat Ditangkap Polisi: Contoh

    TRIBUNJATIM.COM – Nasib pemuda di Garut, Jawa Barat kini tertunduk setelah ditangkap polisi.

    Diketahui, pria itu merusak rumah orang tuanya secara membabi-buta.

    Pemuda itu mengamuk hingga merusak barang-barang yang ada di rumah.

    Insiden itu terjadi di Kampung Babakan, Desa Tanjungjaya, Kecamatan Banjarwangi, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Jumat (21/2/2025) sore.

    Kapolsek Banjarwangi, Iptu Amirudin Latif, mengatakan insiden itu dipicu masalah sang anak dengan ayahnya sendiri.

    ‘Pemuda tersebut mengamuk dan merusak barang-barang di rumahnya karenakan berantem dengan bapaknya,” ujar Amir saat dihubungi Tribunjabar.id, Sabtu (22/2/2025).

    Ia menuturkan saat kejadian sang ayah berhasil melarikan diri ke luar rumah lantaran anaknya semakin menjadi-jadi dengan merusak seisi rumah dengan membawa senjata tajam.

    Masyarakat yang melihat aksi tersebut kemudian melaporkannya langsung ke nomor layanan Taros Kapolres Garut.

    “Kemudian kami langsung amankan ke Mapolsek,” ungkapnya.

    Amir yang  aktif membagikan kesehariannya di media sosial, juga sempat membagikan video momen kebersamaannya dengan terduga pelaku.

    Ia menyebut kejadian itu harus menjadi pelajaran penting bagi masyarakat agar bisa tetap menghormati sosok orang tua.

    “Ini contoh anak yang berani sama orang tua, merusak rumah rumah orang tua dan mengancam orang tua terpaksa kami amankan,” 

    “Ini pembelajaran bagi kita semua, seburuk apapun orang tua kita, itu adalah orang tua kita yang wajib kita hormati,” ungkapnya.

    Pemuda tersebut hanya bisa tertunduk kemudian memberi gestur sepakat dengan ucapan Amir.

    “Jangan seperti orang ini sekarang ya ada di sini,” ujarnya. 

    Ancam rusak rumah

    Ia mengancam orang tuanya akan merusak rumah.  

    Pria berusia 30 tahun itu mengamuk lantaran merasa jadi anak tiri.

    Atas perbuatannya, warga Kampung Babakan, Desa Tanjungjaya, Kecamatan Banjarwangi, pun diamankan Polsek Banjarwangi pada Jumat (21/02/2025) siang. 

    Kapolsek Banjarwangi, Iptu Amiruddin Latif, menjelaskan pihaknya menerima laporan dari warga melalui aplikasi pesan “Taros Kapolres”.

    Laporan tersebut langsung ditindaklanjuti anggota kepolisian yang segera turun ke lokasi kejadian.

    “Pemuda tersebut ngamuk membawa golok dan merusak barang-barang di rumahnya karena berantem dengan orangtuanya,” ungkap Amir dalam sambungan telepon.

    Amir menambahkan pemuda yang sudah berkeluarga ini mengamuk karena merasa kesal dan dianaktirikan oleh orangtuanya, yang dianggap memperlakukan dia berbeda dibandingkan dengan kakak-kakaknya.

    “Jadi akumulasi kekesalannya itu, ditambah pengaruh minuman keras, jadi memuncak hingga merusak rumah dan mengancam orangtuanya,” jelasnya.

    Dari hasil pemeriksaan, diketahui pemuda tersebut sering berselisih paham dengan orangtuanya, terutama terkait urusan warung yang dijaganya.

    “Jadi sudah sering ribut, orangtuanya sering curiga urusan warung yang dijaga pemuda itu,” tambah Amir.

    Aksi nekat pelaku juga didorong pengaruh alkohol yang dikonsumsinya.

    “Jadi pemicunya karena miras, sekarang sudah diamankan di Mapolsek Banjarwangi,” tuturnya.

    Kasi Humas Polres Garut, Ipda Adi Susilo, menambahkan kanal informasi “Taros Kapolres” yang dibuka oleh Kapolres Garut, AKBP Muhammad Fajar Gemilang, telah membantu aparat kepolisian dalam merespons berbagai masalah gangguan keamanan dan ketertiban di masyarakat.

    “Jadi kalau ada gangguan keamanan dan ketertiban, masyarakat bisa melaporkan langsung lewat WhatsApp ‘Taros Kapolres’ ke nomor 081113404040 atau ke sosial media Polres Garut,” pungkasnya. 

    Sementara itu, seorang anak membuat onar juga pernah terjadi di Semarang, Jawa Tengah.

    Seorang ayah sudah pasrah meski sempat kaget istrinya dibunuh oleh anak kandung sendiri.

    Ayah bahkan mengungkap bagaimana tabiat dari sang anak.

    Ayah baru tahu peristiwa tragis itu ketika sedang berada di tempat kerjanya.

    Peristiwa itu diketahui terjadi di Semarang, Jawa Tengah.

    Pembunuhan tragis yang dilakukan anak terhadap ibu kandung itu terjadi di Jalan Gunungsari RT 010 RW 009, Kelurahan Jomblang, Kecamatan Candisari, Semarang, Jawa Tengah, Selasa (18/2/2025).

    Sang anak bernama Imam Ghozali (36), seorang pengangguran yang sering buat onar diduga pencandu pil koplo.

    Imam Ghozali diduga membunuh ibunya, Salamah.

    Moeh Ghozali, suami Salamah dan ayah pelaku, mengungkapkan ia tidak mengetahui kejadian tersebut hingga pagi hari.

    “Saya baru tahu pukul 07.30. Saya diberitahu teman saya  datang ke tempat kerjaan. Bahwa saya harus pulang karena istri di bunuh,” ujarnya kepada tribunjateng.com, Rabu (19/2/2025).

    Moeh menjelaskan, pada saat kejadian, ia sedang bekerja dan tidak mengetahui alasan di balik tindakan anaknya tersebut.

    “Saya tidak tahu di mana lukanya dan apa penyebabnya,” tambahnya.

    Imam Ghozali merupakan anak pertama dari lima bersaudara.

    Menurut Moeh, Imam pernah meminta warisan rumah yang mereka tinggali.

    “Adik-adiknya marah waktu itu. Kamu gimana, wong tuo (orang tua) masih ada kok ngomong warisan,” ungkapnya.

    Moeh juga mengungkapkan Imam sering membuat ulah dan pernah terlibat keributan di luar rumah.

    “Anak saya bilang katanya mau di massa. Minta tolong ke ketua RT tetapi tidak berani, yang berani menghadapi saya” jelasnya.

    Moeh Ghozali menyatakan, ia ikhlas jika anaknya dihukum seberat-beratnya.

    “Saya tidak masalah jika dihukum seberat-beratnya. Jika perlu dihukum mati,” tegasnya.

    Sementara itu, kasus anak bunuh ibu kandung juga pernah terjadi di Sleman, Yogyakarta.

    Nasib nahas dialami ibu kandung yang dibunuh anaknya sendiri di Sleman, DI Yogyakarta.

    Pelakunya adalah seorang pria berinisial A.

    A ditangkap polisi setelah diduga melakukan kekerasan hingga menyebabkan ibu kandung berinisial MM meninggal.

    Ternyata, pelaku sudah menganiaya MM pada 29 Desember 2024 dan 1 Januari 2025.

    Hal itu seperti yang diungkap oleh Kapolresta Sleman, Kombes Pol Edy Setyanto Erning Wibowo.

    “Kemudian pada 7 Januari 2025, korban meninggal dunia,” kata Edy Setyanto dalam jumpa pers, Kamis (30/01/2025), dilansir Kompas.com. 

    Kronologi Kejadian

    Kasus pembunuhan terhadap ibu kandung di Sleman ini, terungkap setelah penemuan jenazah korban di sebuah kebun kosong pada 12 Januari 2025.

    Pelaku diduga melakukan kekerasaan terhadap ibunya hingga korban meninggal dunia pada 7 Januari 2025. 

    Usai membunuh ibunya, pria berinisial A sempat membiarkan jenazah korban tergeletak di tempat tidur selama beberapa hari. 

    “Setelah beberapa hari, pada 10 Januari 2025, pelaku kemudian membawa jenazah korban ke kebun kosong di sekitar rumah dan menutupnya dengan daun,” ungkap Edy Setyanto. 

    Kapolresta Sleman mengungkapkan, ada penemuan mayat pada Minggu (12/1/2025) sekitar pukul 16.40 WIB.

    “Saat ditemukan (di kebun kosong), mayat ditutup dedaunan dan dalam kondisi mulai membusuk,” kata Kombes Pol Edy Setyanto, Kamis.

    Setelah diketahui adanya laporan penemuan mayat itu, pihak kepolisian melakukan identifikasi.

    Jenazah pun dibawa ke RS Bhayangkara untuk dilakukan autopsi.

    Hasil autopsi menunjukkan adanya luka di leher bawah dan patah tulang rusuk, yang mengindikasikan adanya tindak kekerasan.

    “Kami curigai ada tindak kekerasan dan kami lakukan pemeriksaan,” jelas Edy. 

    Pelaku Tinggal Serumah dengan Korban

    Lebih lanjut, Edy menjelaskan, pelaku adalah anak kandung korban yang tinggal satu rumah dengan korban.

    Hal tersebut, diketahui dari hasil penyelidikan polisi. 

    “Pelaku anak kandung korban yang tinggal sama-sama dengan korban,” tuturnya.
     
    Sementara itu, dari hasil keterangan yang didapat, pelaku melakukan tindak kekerasan terhadap ibu kandungnya pada 29 Desember 2024.

    Di mana pelaku memukul bagian rusuk korban bagian kanan dan kiri.

    Akibatnya, korban meninggal dunia. 

    Pelaku lantas membawa korban ke kebun kosong yang berada di sekitar rumah. 

    Pelaku Merasa Jengkel

    Edy juga mengungkapkan, pelaku tega melakukan kekerasan terhadap ibu kandungnya karena merasa jengkel.

    “Motif pelaku merasa jengkel kepada korban karena korban merasa tidak sesuai terus saat dilayani oleh pelaku dalam kehidupan sehari-hari,” ucapnya.

    Edy menyebut, selama ini, korban dan pelaku tinggal serumah, hanya berdua.

    “Kakak-kakaknya (kakak pelaku) sudah berkeluarga dan tinggal bersama keluarganya. Pelaku ini tinggal bersama korban, jadi yang merawat korban selama ini adalah pelaku,” jelas Edy. 

    Pelaku Terancam Hukuman Paling Lama 15 Tahun

    Akibat perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 44 ayat (3) jo pasal 5 huruf (a) Undang-Undang Republik Indonesia No. 23 Tahun 2024 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga.

    Adapun ancaman hukuman terhadap pelaku ini, paling lama 15 tahun penjara.

    “Ancaman hukuman paling lama 15 tahun penjara,” kata Edy.

    Penyidik juga berkoordinasi dengan pihak RSJ Grhasia, Pakem, Kabupaten Sleman untuk melakukan pemeriksaan kejiwaan pelaku.

  • Video Ederma Clinic Semarang Re-Opening, Tawarkan Layanan Kecantikan dan Bedah Terbaru

    Video Ederma Clinic Semarang Re-Opening, Tawarkan Layanan Kecantikan dan Bedah Terbaru

    TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Berikut ini video Ederma Clinic Semarang Re-Opening, Tawarkan Layanan Kecantikan dan Bedah Terbaru

    Ederma Clinic Indonesia mengumumkan re-opening cabang Semarang, di Jalan Tentara Pelajar No.48B, hal ini menjadi sebuah langkah besar dalam komitmen pelayanan kecantikan.

    Ederma Clinic tidak hanya berfokus meningkatkan penampilan namun juga menumbuhkan rasa percaya diri bagi setiap individu.

    Klinik pertama didirikan di Kota Semarang pada tahun 2019, kemudian berkembang hingga merambah operasional ke Kota Mataram, Lombok pada tahun 2021.

    Kini, Ederma terus melakukan ekspansi ke berbagai kota besar seperti Balikpapan dan Jakarta, untuk melebarkan sayap dan memperluas jangkauan pelayanannya bagi masyarakat Indonesia.

    Perjalanan Ederma Clinic dimulai dari impian sederhana sang Founder, dr. Nana Eulia, untuk menghadirkan klinik kecantikan berbasis teknologi dengan tenaga medis yang berpengalaman.

    Ederma Clinic memiliki fasiltas-fasiltas unggulan yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Dari keterangan dr. Nana Eulia saat ini Ederma Clinic untuk fasilitas baru memiliki ruang operasi dan pelayanan barunya juga ada dokter spesialis penyakit kulit kelamin.

    “Fasilitas barunya ada ruang operasi, karena ada dokter spesialis kulit kelamin kita ada ruangan khusus untuk pemeriksaan penyakit kelamin. Selain untuk estetik, kita juga ada pemeriksaan lebih ke disease,” tutur dr. Nana Eulia, Sabtu (22/2/2025).

    Seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi medis dan estetika, Ederma Clinic Indonesia terus berinovasi dengan menghadirkan berbagai layanan unggulan yang telah diperbarui.

    Yakni Facial 10 in 1 dengan teknologi terbaru seperti Superfacial (Oxylux, Aquaglow, Aquapeel), Dua laser generasi terbaru: Nd-YAG Laser dan Pico Laser, IPL Venus Versa dengan teknologi terkini tanpa rasa sakit dan minim downtime.

    Serta, Filler Lips Rossy Glow, inovasi dermatologi Jepang, sebagai filler bibir pertama di Indonesia.

    Menurutnya Ederma Clinic Indonesia memiliki fasilitas yang terbilang lengkap selain untuk estetik, juga memiliki spesialisasi kulit kelamin dan juga spesialis nutrisi atau spesialis gizi klinik, untuk slimming ataupun diet.

    “Misal ini dicombine sudah estetik, terus ada yang mau operasi sedot lemak. Mungkin bisa dilanjutkan dengan dokter spesialis gizi, itu lebih oke lagi. Kami juga punya satu paket treatment yang bisa combine,” katanya.

    Saat ini pada Ederma Clinic Indonesia memiliki lima dokter spesialis dibidangnya masing-masing untuk mendampingi para klien untuk meningkatkan penampilan sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri.

    “Kami juga memiliki packet Holiday, nah ini sudah lengkap. Untuk pasien yang dari luar kota, nanti tinggal datang saja ke Semarang. Kami sudah siapkan penginapan, laboratorium, dan segalanya sudah kami sediakan. Kalau butuh pesawat juga kami sediakan juga, termasuk antar dan jemputnya. Ini spesialnya dari kami,” katanya.

    Sebagai bentuk apresiasi kepada pelanggan setia, Ederma menghadirkan promo hingga 70 persen dengan promo yang terbatas.

    Selain itu, acara ini juga menghadirkan layanan langsung dari dokter-dokter spesialis yang ahli di bidangnya, acara re-opening ini berlangsung meriah dengan dihadiri oleh para tamu.

    Termasuk para pelanggan setia Ederma dan para pemengaruh. Acara tambah seru dengan Berbagai doorprize menarik serta promo spesial selama masa re-opening semakin menambah antusiasme para pengunjung.

    Dengan kehadiran kembali Ederma di Semarang, diharapkan semakin banyak individu yang dapat merasakan manfaat dari perawatan berkualitas tinggi serta teknologi terkini dibidang klinik kecantikan.

    Ederma Clinic Indonesia akan terus berinovasi dan berkembang demi memberikan layanan terbaik bagi masyarakat. (Rad/ADV)

  • 3 Kader PDIP Ditahan KPK Kurang dari Seminggu, Terbaru Hasto Kristiyanto

    3 Kader PDIP Ditahan KPK Kurang dari Seminggu, Terbaru Hasto Kristiyanto

    loading…

    Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto keluar menggunakan rompi tahanan usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Kamis (20/2/2025). FOTO/ARIF JULIANTO

    JAKARTA – Tiga kader PDIP ditahan KPK dalam rentang waktu kurang dari seminggu. Terbaru, ada nama Hasto Kristiyanto yang menjabat sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) partai besutan Megawati Soekarnoputri tersebut.

    Penahanan tiga kader PDIP dalam waktu berdekatan itu memicu beragam respons, termasuk dugaan adanya politisasi. Kendati begitu, Ketua KPK Setyo Budiyanto menegaskan bahwa semua proses hukum telah berjalan sesuai aturan.

    Lalu, siapa saja kader PDIP yang ditahan KPK dalam kurun kurang dari seminggu ini? Berikut daftarnya.

    Kader PDIP Ditahan KPK Kurang dari Seminggu

    1. Hevearita Gunaryanti Rahayu alias Mbak Ita

    Hevearita Gunaryanti Rahayu alias Mbak Ita sebelumnya menjabat sebagai Wali Kota Semarang. Dia ditahan oleh KPK sejak Rabu (19/2/2025) terkait kasus dugaan korupsi dalam pengadaan fasilitas sekolah di Dinas Pendidikan Kota Semarang tahun 2023.

    Pada statusnya, Mbak Ita juga termasuk salah seorang politikus dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Dia menjadi Wali Kota Semarang sejak Januari 2023.

    Sebelum itu, Mbak Ita sebenarnya adalah Wakil Wali Kota Semarang yang mendampingi Hendrar Prihadi. Namun, karena Hendrar diangkat menjadi Ketua Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintahan, posisi Wali Kota kemudian diberikan kepada Mbak Ita selaku wakilnya.

    Diberitakan sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menahan Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu pada Rabu (19/2/2025). Tak sendiri, dia ditahan bersama suami sekaligus mantan Ketua Komisi D DPRD Jawa Tengah, Alwin Basri (AB) dan dijerat tiga pasal yang disangkakan, yakni pasal suap, gratifikasi, dan pemerasan.

    2. Alwin Basri

    Sedikit dijelaskan sebelumnya, Alwin Basri adalah suami dari Mbak Ita. Kader PDIP ini sebelumnya pernah menjadi Ketua Komisi D DPRD Jawa Tengah.

    Sebagaimana Mbak Ita, Alwi Basri juga ditahan KPK dengan tuduhan serupa. Pada perkara dugaan korupsi pengadaan kursi fabrikasi SD, Alwin diduga menerima uang Rp1,75 miliar.

    Selanjutnya, Alwin juga terlibat dalam pengaturan pada proyek penunjukkan langsung pada tingkat kecamatan pada tahun anggaran 2023. Dalam proyek tersebut Alwin diduga menerima uang sebesar Rp2 miliar.

    Sementara untuk perkara permintaan uang ke Bapenda Kota Semarang, Alwin dan istrinya disebut menerima uang Rp2,4 miliar. Uang tersebut dikumpulkan pada April-Desember 2023.

  • TKI Tewas di Korea Diduga karena Keracunan Gas, Korban Meninggal 2 Hari Sebelum Ulang Tahunnya – Halaman all

    TKI Tewas di Korea Diduga karena Keracunan Gas, Korban Meninggal 2 Hari Sebelum Ulang Tahunnya – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Warga Negara Indonesia yang menjadi pekerja di Korea Selatan ditemukan meninggal dunia di asrama pabrik pada Senin (16/2/2025).

    Ia adalah Husen (29), pemuda yang bekerja di pabrik pembuatan suku cadang mobil di kawasan Cheongbuk-eup, Pyeongtaek.

    Sebelumnya, diduga Husen meninggal dunia karena serangan jantung.

    Namun, Badan Forensik Nasional melakukan autopsi dan mendapati dugaan keracunan, dikutip dari Kyeongin.com pada Minggu (23/2/2025).

    Husen diduga meninggal karena keracunan karbon monoksida.

    Pasalnya, jendela kamar Husen dan rekannya mengarah langsung ke beranda yang digunakan sebagai ruang ketel uap.

    Kejadian berlangsung dua hari sebelum ulang tahun Husen.

    Keluarga Husen sempat mencoba menghubungi, mengingat tak lama lagi adalah hari ulang tahunnya.

    TKI TEWAS – Tangkap layar media Korea kabarkan WNI asal Semarang, Husen meninggal dunia diduga karena keracunan gas, keluarga sempat mencoba menghubungi Husen namun tak ada jawaban. (kyeongin.com/ Reporter Mok Eun-soo)

    Namun, semua panggilannya tak ada yang dijawab.

    Alih-alih diangkat, sang sepupu justru mendapat telepon dari pihak Korea Selatan yang mengabarkan Husen akan dibawa dari rumah sakit ke rumah duka.

    Sang sepupu yang juga bekerja di Korea langsung bergegas ke rumah duka pada jam 12 malam.

    Saudara kembar Husen dan teman-teman di kampung halamannya yang kerja di Korea juga berkumpul di aula pemakaman.

    Mereka tak menyangka Husen meninggal secara mendadak.

    “Semua orang di sana mulai berteriak menangis keras,” ujar sepupu A yang telah menyaksikan jasad Husen terbaring di kamar mayat.

    Empat hari setelah kejadian tersebut, empat keluarga termasuk sepupu dan kembaran Husen ditemui media masih dalam wajah duka.

    “Husen adalah teman yang tertutup dan baik hati, dia telah meninggalkan kita,” terang sepupu Husen saat ditemui di dekat Stasiun Unseo, Jung-gu.

    “Ia meninggalkan orang tua dan kakak-kakaknya dan datang ke Korea pada tahun 2018 untuk mencari nafkah.”

    “Ia bekerja di sana selama lima tahun, dan terpilih sebagai ‘pekerja keras’ serta kembali ke Korea pada bulan September tahun lalu,” tambahnya.

    Husen dikenal sebagai anak yang tak pernah banyak berbagi tentang kesulitannya.

    “Husen adalah anak yang tidak banyak bicara tentang kesulita yang dialami karena dia takut orang-orang di sekitarnya akan khawatir,” jelas sang sepupu.

    “Jika adik-adik saya menginginkannya, saya akan memberi mereka sepatu, topi, dan pakaian bagus,” jelasnya lagi.

    “Adik bungsu saya, yang berusia 6 tahun, masih belum tahu sang kakak meninggal dunia. Dia baru akan tahu besok (tanggal 21),” ungkap sepupu Husen lagi.

    Mereka terdiam, mengingat hati kematian Husen hanya selisih dua hari sebelum hari ulang tahun almarhum.

    Dalam kesempatan yang sama, keluarga Husen menerangkan jika banyak pekerja asal kampung halamannya, Semarang, Jawa Tengah, yang terbang ke Korea.

    Orang-orang tersebut tersebar di Pyeongtaek, Sejong, Jochiwon, dan Asan di Provinsi Chungcheong Selatan.

    Mereka sering berkumpul di Ansan saat hari libur untuk berbagi kesulitan hidup di negeri orang.

    Husen merupakan pemuda yang gemar membawa gitarnya.

    Ia sering memainkan gitar kesayangannya di asrama, yang kini jadi tempat dirinya menghembuskan napas terakhir.

    “Apakah kecelakaan gas sering terjadi di Korea? Husen benar-benar masih sehat sebelumnya,” ujar mereka.

    Keluarga masih frustasi dengan penyebab pasti kematian Husen.

    Dikabarkan jenazah Husen akan diterbangkan ke Indonesia, dari keberangkatan Bandara Internasional Incheon pada 21 Februari 2025 pagi.

    Husen akan dimakamkan di kampung halamannya di Semarang.

    Kematian Husen adalah tragedi yang disebabkan buruknya manajemen keselamatan akomodasi asing yang buruk.

    Sampai 2022, hanya ada 10 insiden keracunan gas seperti yang dialai Husen.

    Angka yang cukup rendah, sayangnya kejadian tersebut justru yang menewaskan Husen. (*)

    (Tribunnews.com/ Siti N)

  • Tiket Kereta Api Tambahan Lebaran 2025 Bisa Dipesan Mulai Besok, Ini Daftar Keretanya

    Tiket Kereta Api Tambahan Lebaran 2025 Bisa Dipesan Mulai Besok, Ini Daftar Keretanya

    Jakarta: PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau PT KAI telah mengumumkan jadwal pemesanan tiket kereta api tambahan untuk Lebaran 2025. Tiket kereta api tambahan dapat dipesan mulai besok, Minggu 23 Februari 2025.

    “KAI membuka pemesanan tiket KA tambahan lebaran mulai Minggu, 23 Februari 2025 pukul 00.00 WIB. Bagi masyarakat yang belum mendapatkan tiket mudik pada tanggal-tanggal favorit, bisa memanfaatkan adanya KA tambahan ini,” kata Vice President Public Relation KAI, Anne Purba dalam keterangannya dikutip Sabtu, 22 Februari 2025.
    Ada 500 Ribu Tiket Tambahan
    Kamu tidak perlu khawatir tidak kebagian, pasalnya KAI menyediakan terdapat 538.280 tiket tambahan untuk 1080 perjalanan yang dioperasikan di masa angkutan Lebaran 2025.

    KA tambahan tersebut tersedia untuk KA jarak jauh maupun KA lokal dengan kelas komersial, termasuk diantaranya KA Java Priority yang akan memberikan pengalaman perjalanan mewah dan nyaman. KA tersebut akan beroperasi dengan relasi Gambir – Yogyakarta PP. 

    Pemesanan tiket KA Jarak Jauh sudah dapat dilakukan mulai H-45 sebelum keberangkatan. Sedangkan untuk KA Lokal pemesanannya dimulai H-30, sedangkan beberapa KA lainnya ada yang baru dapat dipesan H-7 sebelum keberangkatan.
     
    “KAI memahami bahwa Lebaran adalah momen penting bagi masyarakat Indonesia untuk berkumpul bersama keluarga. Oleh karena itu, KAI menambah kapasitas tempat duduk untuk memberikan lebih banyak pilihan perjalanan dan mengakomodasi tingginya permintaan pelanggan yang akan mudik ataupun berlibur pada saat lebaran,” ujarnya.
     

     

    Daftar Kereta Api Tambahan untuk Lebaran 2025
    Berikut daftar kereta api tambahan untuk Lebaran 2025 seperti dikutip dari Instagram KAI @kai121_:

    KA Argo Anjasmoro (Surabaya Pasarturi-Gambir PP)
    KA Purwojaya (Gambir-Cilacap PP)
    KA Sancaka (Surabaya Gubeng-Yogyakarta PP)
    KA Cirebon Fakultatif (Cirebon-Gambir PP)
    KA Parahyangan Fakultatif (Bandung-Gambir PP)
    KA Kaligung (Semarang Poncol-Tegal PP)
    KA Batavia (Solo Balapan-Gambir PP)
    KA Gajayana Tambahan (Malang-Gambir PP)
    KA Sembrani Tambahan (Surabaya Pasarturi-Gambir PP)
    KA Tambahan YK-GMR (Yogyakarta-Gambir PP)
    KA Tambahan SLO-PSE (Solo Balapan-Pasarsenen PP)
    KA Lodaya Tambahan (Solo Balapan-Bandung PP)
    KA Brantas Tambahan (Blitar-Pasarsenen PP)
    KA Kertajaya Tambahan (Surabaya Pasarturi-Pasarsenen PP)
    KA Kutojaya Utara (Kutojaya-Pasarsenen PP)
    KA Sribilah Utama (Rantauprapat-Medan PP)
    KA Pasundan Tambahan (Surabaya Gubeng- Kiaracondong PP)
    KA Arjuno Ekspres (Surabaya Gubeng-Malang PP)
    KA Java Priority (Yogyakarta-Gambir PP).

    Jakarta: PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau PT KAI telah mengumumkan jadwal pemesanan tiket kereta api tambahan untuk Lebaran 2025. Tiket kereta api tambahan dapat dipesan mulai besok, Minggu 23 Februari 2025.
     
    “KAI membuka pemesanan tiket KA tambahan lebaran mulai Minggu, 23 Februari 2025 pukul 00.00 WIB. Bagi masyarakat yang belum mendapatkan tiket mudik pada tanggal-tanggal favorit, bisa memanfaatkan adanya KA tambahan ini,” kata Vice President Public Relation KAI, Anne Purba dalam keterangannya dikutip Sabtu, 22 Februari 2025.
    Ada 500 Ribu Tiket Tambahan
    Kamu tidak perlu khawatir tidak kebagian, pasalnya KAI menyediakan terdapat 538.280 tiket tambahan untuk 1080 perjalanan yang dioperasikan di masa angkutan Lebaran 2025.
     
    KA tambahan tersebut tersedia untuk KA jarak jauh maupun KA lokal dengan kelas komersial, termasuk diantaranya KA Java Priority yang akan memberikan pengalaman perjalanan mewah dan nyaman. KA tersebut akan beroperasi dengan relasi Gambir – Yogyakarta PP. 

    Pemesanan tiket KA Jarak Jauh sudah dapat dilakukan mulai H-45 sebelum keberangkatan. Sedangkan untuk KA Lokal pemesanannya dimulai H-30, sedangkan beberapa KA lainnya ada yang baru dapat dipesan H-7 sebelum keberangkatan.
     
    “KAI memahami bahwa Lebaran adalah momen penting bagi masyarakat Indonesia untuk berkumpul bersama keluarga. Oleh karena itu, KAI menambah kapasitas tempat duduk untuk memberikan lebih banyak pilihan perjalanan dan mengakomodasi tingginya permintaan pelanggan yang akan mudik ataupun berlibur pada saat lebaran,” ujarnya.
     

     

    Daftar Kereta Api Tambahan untuk Lebaran 2025
    Berikut daftar kereta api tambahan untuk Lebaran 2025 seperti dikutip dari Instagram KAI @kai121_:

    KA Argo Anjasmoro (Surabaya Pasarturi-Gambir PP)
    KA Purwojaya (Gambir-Cilacap PP)
    KA Sancaka (Surabaya Gubeng-Yogyakarta PP)
    KA Cirebon Fakultatif (Cirebon-Gambir PP)
    KA Parahyangan Fakultatif (Bandung-Gambir PP)
    KA Kaligung (Semarang Poncol-Tegal PP)
    KA Batavia (Solo Balapan-Gambir PP)
    KA Gajayana Tambahan (Malang-Gambir PP)
    KA Sembrani Tambahan (Surabaya Pasarturi-Gambir PP)
    KA Tambahan YK-GMR (Yogyakarta-Gambir PP)
    KA Tambahan SLO-PSE (Solo Balapan-Pasarsenen PP)
    KA Lodaya Tambahan (Solo Balapan-Bandung PP)
    KA Brantas Tambahan (Blitar-Pasarsenen PP)
    KA Kertajaya Tambahan (Surabaya Pasarturi-Pasarsenen PP)
    KA Kutojaya Utara (Kutojaya-Pasarsenen PP)
    KA Sribilah Utama (Rantauprapat-Medan PP)
    KA Pasundan Tambahan (Surabaya Gubeng- Kiaracondong PP)
    KA Arjuno Ekspres (Surabaya Gubeng-Malang PP)
    KA Java Priority (Yogyakarta-Gambir PP).

     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
    dan follow Channel WhatsApp Medcom.id

    (RUL)

  • Rayakan HUT ke-68, BCA Gelar Expoversary 2025 Hadirkan Promo Spektakuler

    Rayakan HUT ke-68, BCA Gelar Expoversary 2025 Hadirkan Promo Spektakuler

    Jakarta: PT Bank Central Asia Tbk (BCA) kembali menggelar BCA Expoversary 2025. Acara tersebut digelar dalam rangka memperingati hari ulang tahun ke-68.
     
    BCA Expoversary 2025 berlangsung secara offline di ICE BSD City, Kabupaten Tangerang, pada 20-23 Februari 2025, serta secara online melalui website https://expo.bca.co.id mulai 20 Februari hingga 31 Maret 2025.
     
    Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja secara resmi membuka acara ini, didampingi oleh jajaran direksi BCA, termasuk Wakil Presiden Direktur BCA Armand Hartono, Wakil Presiden Direktur BCA Hendra Lembong, Direktur BCA Santoso, Direktur BCA Haryanto T. Budiman, serta Ketua Panitia BCA Expoversary 2025 yang juga menjabat sebagai Direktur BCA Finance, Petrus Karim.
     
    “BCA Expoversary 2025 hadir sebagai bentuk apresiasi kepada nasabah setia kami. Acara ini menawarkan berbagai kemudahan dan keuntungan melalui promo spesial, termasuk suku bunga KPR yang kompetitif, diskon menarik, serta beragam produk dari mitra bisnis kami,” ujar Jahja Setiaatmadja dalam sambutannya pada Kamis, 20 Februari 2025.
     
    Promo dan penawaran menarik

    Sejumlah penawaran dan promo menarik dihadirkan dalam ajang ini. Sepanjang acara, pengunjung dapat menikmati berbagai promo spektakuler, mulai dari gadget, peralatan rumah tangga, fashion, kecantikan, hingga produk lokal dari UMKM binaan Bakti BCA dan BCA Bangga Lokal.

    Salah satu promo unggulan adalah suku bunga KPR BCA sebesar 2,68 persen eff.p.a fix 3 tahun dengan penempatan sejumlah dana, biaya provisi 0,68 persen, serta diskon biaya administrasi 50 persen dan bunga 2,88 persen flat p.a. tenor 2 dan 3 tahun. Selain itu, program DP 0% juga tersedia untuk Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) dan Kredit Sepeda Motor (KSM) BCA.
     
    Nasabah juga bisa menemukan berbagai pilihan properti dari 21 developer secara offline. Pengunjung juga bisa mencari properti idaman secara online pada lebih dari 362 proyek dari 168 developer, 96 kantor property agent, dengan lebih dari 1.891 listing property yang tersebar di berbagai kota besar.
     
    Untuk sektor otomotif, tersedia berbagai kendaraan dari merek ternama seperti Mercedes-Benz, BMW, Lexus, Toyota, Honda, hingga kendaraan listrik dari BYD dan Great Wall. Sepeda motor dari merek seperti Honda, Yamaha, BMW Motorrad, Ducati, dan Harley-Davidson juga hadir dengan berbagai penawaran menarik.
     
     

     
    Selain itu, pemegang kartu kredit BCA berkesempatan mendapatkan diskon hingga Rp1,68 juta untuk produk gadget dan elektronik, serta promo eksklusif untuk kebutuhan perjalanan melalui Astindo Travel AFair.
     
    Kemudahan transaksi dan solusi perbankan
    Nasabah BCA yang menghadiri BCA Expoversary 2025 offline dapat menggunakan sistem pembayaran seamless melalui aplikasi myBCA dan BCA mobile. Pengunjung dapat memanfaatkan beberapa pilihan pembayaran, mulai dari kartu debit BCA, kartu kredit BCA, hingga QRIS BCA. Beragam solusi perbankan juga bisa diraih pengunjung BCA Expoversary 2025, mulai dari pembukaan rekening, pembuatan kartu kredit BCA, dan lainnya.
     
    BCA juga menyuguhkan berbagai penawaran khusus bagi nasabah BCA Solitaire dan Prioritas di BCA Expoversary 2025, di antaranya diskon 50 persen biaya admin KPR, diskon 0,5 persen biaya provisi KPR, biaya admin khusus KKB, bunga spesial dan pre-approved KSM BCA dengan harga maksimal Rp200 juta, tambahan unit penyertaan reksa dana hingga Rp17,5 juta untuk pembelian produk investasi, penawaran menarik dari para mitra pengembang perumahan, serta diskon 15 persen asuransi perjalanan dan hemat biaya own risk kendaraan BCA Insurance.
     
    Nasabah BCA Solitaire dan Prioritas dapat memperluas koneksi dengan sesama pebisnis di lounge BCA Solitaire dan Prioritas yang menghadirkan beragam fasilitas dan penawaran dari mitra bisnis berbagai sektor. Nasabah BCA Solitaire dan Prioritas yang melakukan pembelian rumah dan kendaraan selama BCA Expoversary 2025 juga berkesempatan mendapatkan hadiah hingga ratusan juta rupiah.
     
    Dukungan untuk UMKM dan produk lokal
    Sebagai bagian dari komitmen terhadap pengembangan UMKM, BCA turut menghadirkan produk unggulan dari Desa Bakti BCA dan UMKM Binaan Bakti BCA di area Bakti BCA. Pelibatan Desa Bakti BCA dan UMKM Binaan Bakti BCA merupakan bentuk komitmen BCA terhadap individu, komunitas, dan lingkungan untuk mendukung peningkatan daya saing dan kemandirian bangsa, sehingga dapat berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

    Beragam produk lokal, seperti batik dari Kampung Batik Gemah Sumilir Pekalongan, kopi dari Doesoen Kopi Sirap Semarang, serta kain tenun dari Baduy dan Timor Tengah Selatan, turut dipamerkan. Pengunjung juga berkesempatan mencoba nail art dan riasan wajah oleh Sahabat Disabilitas tersertifikasi, lulusan program ‘Make Up Class with BCA’ Bakti BCA.
     
    BCA juga memberikan panggung bagi ratusan merek lokal melalui program BCA Bangga Lokal, dengan menghadirkan brand seperti Compass, Kanky, HMNS, Botanical Essentials, Bagasi, dan Miwa Pattern.
     
    “Kami harap Anda dapat menikmati berbagi promo dan penawaran menarik yang dihadirkan pada BCA Expoversary 2025, dan merasakan kebahagiaan mendapatkan rumah, mobil, produk impian Anda, dan berbagai kuliner yang kami sediakan,” kata Ketua Panitia BCA Expoversary 2025 dan Direktur BCA Finance Petrus Karim.
     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
    dan follow Channel WhatsApp Medcom.id

    (ROS)