kab/kota: Semarang

  • 6
                    
                        Manuver PDIP Tunda Retreat: Instruksi Tak Tepat, Pramono Masih Abu-abu buat Ikut
                        Megapolitan

    6 Manuver PDIP Tunda Retreat: Instruksi Tak Tepat, Pramono Masih Abu-abu buat Ikut Megapolitan

    Manuver PDIP Tunda Retreat: Instruksi Tak Tepat, Pramono Masih Abu-abu buat Ikut
    Editor

    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Penundaan retreat kepala daerah yang dilakukan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) menuai sorotan.
    Instruksi Ketua Umum PDI-P, Megawati Soekarnoputri, yang meminta kepala daerah dari partainya untuk menunda keberangkatan ke Magelang dinilai tidak tepat.
    Pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Charta Politika, Yunarto Wijaya, mengatakan, kebijakan Megawati dianggap justru membingungkan.
    “Kita tidak tahu apa yang terjadi di internal PDI-P. Ada yang menafsirkan sudah boleh masuk karena beberapa kepala daerah sudah berada di Magelang. Ada juga yang menafsirkan belum boleh masuk,” kata Yunarto, dikutip dari tayangan
    Kompas TV
    , Minggu (23/2/2025).
    Yunarto juga mempertanyakan makna dari istilah ”
    commander call”
    yang digunakan dalam instruksi tersebut.
    “Apakah ini berarti harus menunggu instruksi harian berikutnya? Ini perdebatan klasik soal keseimbangan antara posisi kepala daerah sebagai perwakilan partai dan sebagai pemimpin yang dipilih rakyat,” kata Yunarto.
    Menurut Yunarto, di negara-negara lain, kepala daerah atau menteri biasanya melepaskan jabatan kepengurusan partai setelah terpilih untuk menghindari beban politik semacam ini.
    “Dengan segala hormat, saya sering disebut dekat dengan PDI-P, tapi menurut saya, instruksi kali ini tidak tepat,” tegasnya.
    Ia juga menyinggung bahwa jika penundaan ini ada kaitannya dengan kasus hukum Sekjen PDI-P Hasto Kristiyanto maka langkah yang harus diambil seharusnya tetap berada di jalur hukum.
    “Kalau ini benar terkait penahanan Mas Hasto, jangan dicampuradukkan dengan
    positioning
    politik, apalagi melibatkan kepala daerah,” ujar Yunarto.
    Di tengah polemik ini, keberadaan Gubernur Jakarta yang juga kader PDI-P, Pramono Anung, tak luput dari sorotan.
    Wakil Gubernur Jakarta Rano Karno memastikan Pramono telah berada di Magelang.
    Namun, ia tidak memberikan jawaban tegas apakah Pramono hadir untuk mengikuti retreat atau memiliki agenda lain.
    “Mas Pram di Magelang, saya di Jakarta,” ujar Rano saat ditemui di Waduk Pluit, Jakarta Utara, Minggu (23/2/2025).
    Ketika ditanya lebih lanjut apakah Pramono benar-benar mengikuti retreat atau tidak, Rano hanya menjawab singkat.
    “Tanya Mas Pram,” kata Rano.
    Sikap abu-abu ini semakin mengundang pertanyaan. Sebab, meskipun ada instruksi penundaan dari Megawati, sebanyak 53 kepala daerah dari PDI-P telah berkumpul di Magelang sejak Sabtu (22/2/2025).
    Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo mengungkapkan bahwa para kader PDI-P sebenarnya siap mengikuti retreat, tetapi waktu pastinya masih menunggu arahan.
    “Ya, tadi kan sudah dijelaskan oleh Mas Pram (Pramono Anung) bahwa kita semua ini siap untuk mengikuti retreat, dan waktunya akan ditentukan,” ujar Hasto.
    Sementara itu, Pramono disebut telah berkomunikasi intens dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terkait retreat kepala daerah ini.
    “Komunikasi intens diwakili oleh Pak Pramono dengan pemerintah maupun penyelenggara,” tambah Hasto.
    Di sisi lain, Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya mengungkapkan bahwa dalam pembicaraan antara Staf Khusus Kemendagri Herry Heryawan dan Pramono Anung, tersirat keinginan Pramono untuk bergabung dalam retreat.
    “Ada keinginan untuk bergabung segera,” kata Bima saat ditemui di Magelang, Minggu (23/2/2025).
    Meski demikian, Kemendagri tetap menunggu kehadiran sejumlah kepala daerah dari PDI-P yang belum bergabung.
    Bima menegaskan, mereka tetap diterima meskipun kehilangan sesi awal.
    “Ya, enggak apa-apa, karena sesi menteri baru dimulai malam ini dan besok. Yang belum hadir hanya kehilangan sesi Lemhanas,” jelasnya.
    Sementara itu, Bupati Tapanuli Tengah sekaligus kader PDI-P, Masinton Pasaribu, mengungkapkan bahwa Pramono telah menyampaikan kepada para kepala daerah agar tetap berpegang pada arahan Megawati.
    “Kami disampaikan bahwa kita semua bersiap untuk mengikuti retreat, tapi waktunya menunggu arahan dari Ibu Ketua Umum,” ujar Masinton.
    Saat ini, para kepala daerah dari PDI-P disebut masih berada di sekitar Magelang, tetapi belum memasuki area Akademi Militer.
    Beberapa kepala daerah bahkan menginap di Yogyakarta dan Semarang karena keterbatasan akomodasi di Magelang.
    Kini, dengan instruksi yang masih menggantung dan kehadiran Pramono yang belum jelas, pertanyaan besar pun muncul: Apakah PDI-P akan tetap pada manuvernya, atau justru memberikan ruang bagi kepala daerahnya untuk mengambil sikap sendiri?
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Imam Ghozali Anak Bunuh Ibu Kandung di Semarang Tertangkap, Sang Ayah Ikhlas Anaknya Dihukum Mati  – Halaman all

    Imam Ghozali Anak Bunuh Ibu Kandung di Semarang Tertangkap, Sang Ayah Ikhlas Anaknya Dihukum Mati  – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, SEMARANG – Kasus anak bunuh ibu kandung di Semarang, Jawa Tengah menemui titik terang.

    Imam Ghozali diduga melakukan penusukan terhadap ibunya sendiri Salamah (61) secara membabi buta di beberapa bagian tubuhnya hingga meregang nyawa.

    Pelaku berhasil ditangkap di rumah jalan Gunungsari RT 010 RW 009 Kelurahan Jomblang Kecamatan Candisari Semarang, Minggu (23/2/2025).

    Ia ditangkap di wilayah Candisari dan lokasinya tak jauh dari rumahnya.

    “Benar sudah tertangkap. Pelaku ditangkap di Karanganyar Gunung pagi tadi,” ujar Kapolsek Candisari Iptu Rudy.

    Kapolsek Candisari Iptu Rudy menuturkan Imam Ghozali ditangkap tim dari Polrestabes Semarang.

    Namun pihaknya tidak menerangkan secara detail soal penangkapan tersebut.

    “Untuk lengkapnya bisa konfirmasi ke Polrestabes Semarang,” ujarnya.

     

    Sang Ayah Iklas Imam Ghozali Dihukum Mati

    Moeh Ghozali sebagai orang tua meminta Imam Ghozali dihukum setimpal karena telah membunuh istrinya yang juga ibu kandung dari Imam Ghozali. 

    Dirinya ikhlas ketika anak pertamanya itu dihukum mati.

    “Saya tidak masalah jika dihukum seberat-beratnya. Jika perlu dihukum mati” tegasnya.

    Pada kasus pembunuhan ini Moeh Ghozali awalnya tidak mengetahui jika sang anak membunuh ibunya.

    Saat kejadian dirinya sedang bekerja.

    “Saya baru tahu pukul 07.30. Saya diberitahu teman saya  datang ke tempat kerjaan. Bahwa saya harus pulang karena istri di bunuh,” ujarnya kepada tribunjateng.com, Rabu (19/2/2025).

    Dia hanya mengetahui istrinya telah dibawa ke masjid kondisi dan akan disalatkan.

    Bahkan dia tidak tahu apa alasan anaknya membunuh ibunya.

    “Saya tidak tahu dimana lukanya apa penyebabnya,” ujarnya.

    Moeh menuturkan anaknya yang membunuh istrinya merupakan anak pertama dari lima anaknya.

    Pelaku sebelumnya pernah meminta rumah yang ditempatinya.

    “Adik-adiknya marah waktu itu. Kamu gimana wong tuo (orang tua) masih kok ngomong warisan,” imbuhnya.

    Menurutnya, pelaku sering membuat ulah ketika berada di luar rumah.

    Bahkan pelaku sempat akan dihajar massa.

    “Anak saya bilang katanya mau di massa. Minta tolong ke ketua RT tetapi tidak berani. Yang berani menghadapi saya,” katanya.

    Dikatakannya pelaku diusianya 36 masih menganggur.

    Kerjaannya hanya mabuk-mabukan dan mengkonsumsi pil koplo.

    “Bahkan meminta warisan rumah untuk itu,” ujarnya.

     

    Motif Anak Bunuh Ibu

    Peristiwa pembunuhan ini terjadi di rumah korban pada Selasa (18/2/2025) sekira pukul 23.15 WIB.

    Sejumlah saksi yang merupakan para tetangga korban sempat mendengar teriakan korban meminta tolong.

    Para tetangga lantas keluar rumah lalu melihat korban sudah bersimbah darah di teras rumahnya.

    Warga lantas melarikan korban ke rumah sakit Roemani Semarang.

    Selepas mendapatkan perawatan, korban dinyatakan meninggal dunia.

    “Soal motif masih kami dalami,” terang Andika.

    Informasi yang dihimpun Tribun, terduga pelaku melakukan pembunuhan lantaran tak dipenuhi permintaannya ketika meminta uang ke ibu korban.

    Pelaku yang pengangguran lantas marah kemudian melakukan penganiayaan pada korban dengan menggunakan pisau hingga korban alami sejumlah luka tusuk di tangan, punggung dan dada.

    Selepas membunuh ibunya pelaku kabur. (tribun network/thf/TribunSemarang.com)

  • Link Pendaftaran Mudik Gratis Jateng 2025 via Bus Dibuka Hari Ini, Cek Syaratnya – Halaman all

    Link Pendaftaran Mudik Gratis Jateng 2025 via Bus Dibuka Hari Ini, Cek Syaratnya – Halaman all

    Berikut ini link pendaftaran mudik gratis Jateng 2025 untuk pemudik lebaran yang ingin pulang kampung ke kabupaten/kota di Jateng dengan bus.

    Tayang: Senin, 24 Februari 2025 05:02 WIB

    Instagram/@penghubungjateng

    MUDIK GRATIS LEBARAN – Foto ini diambil pada Kamis (13/2/2025) dari publikasi Badan Penghubung Provinsi Jawa Tengah, memperlihatkan kolase poster program mudik gratis lebaran 2025 bagi warga ber-KTP Jateng di Jabodetabek. Berikut ini syarat dan link pendaftarannya. 

    TRIBUNNEWS.COM – Pendaftaran mudik gratis Jawa Tengah (Jateng) untuk lebaran tahun 2025 dibuka hari ini, Senin (24/2/2025) pukul 12.00 WIB.

    Pendaftaran ini dibuka untuk perantau yang memiliki KTP Jateng di Jabodetabek yang ingin pulang kampung ke Kabupaten/Kota di Jateng menggunakan armada bus.

    Calon pemudik dapat mendaftar secara online melalui laman pedamateng.penghubung.jatengprov.go.id.

    Pemudik yang berhak mengikuti program ini berasal dari profesi tertentu.

    Selengkapnya, simak syarat dan informasi di bawah ini.

    Link pendaftaran mudik gratis Jateng tahun 2025

    Syarat Daftar Mudik Gratis Jateng 2025

    Pemudik diutamakan KTP/kelahiran Jawa Tengah bagi ketua kelompok/kepala keluarga
    Pendaftar satu keluarga/kelompok maksimal 4 orang
    Bagi calon pemudik kereta, terdaftar perekaman pengenalan wajah (face recognition) setiap stasiun atau melalui aplikasi Access by KAI
    Bekerja di sektor informal dan berpenghasilan rendah, seperti asisten rumah tangga, pedagang kecil/asongan, buruh, pengemudi bajaj/online, penyandang disabilitas, dll
    Pelajar/mahasiswa dengan melampirkan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dari kampus
    Penyandang disabilitas dan lansia (berusia di atas 60 tahun) dapat mendaftar dengan datang langsung ke kantor Badan Penghubung Provinsi Jawa Tengah Jl. Darmawangsa VIII no.26 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

    Dokumen yang Diunggah

    Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau Kartu Identitas Anak (KIA)
    Kartu Keluarga (KK) bagi pendaftar satu keluarga/kelompok 
    Bukti yang menunjukkan pekerjaan pendaftar sesuai dengan persyaratan. Contohnya, foto di lokasi kerja, foto tanda pengenal/ID pekerja, foto akun ojek online, foto sedang berjualan, dll 
    Dokumen yang diunggah menggunakan format jpg/pdf dengan ukuran maksimal 5MB dan dapat terbaca jelas.

    Kota/Kabupaten Tujuan Mudik Gratis Jateng 2025 via Bus

    Pemudik akan berangkat pada Rabu, 26 Maret 2025 dan daftar ulang dilayani mulai pukul 07.00 WIB.

    Selain itu, pemudik wajib berkumpul di lokasi keberangkatan yaitu Museum Purna Bhakti Pertiwi TMII Jakarta Timur.

    Titik akhir pemberhentian bus setiap tujuan adalah di terminal masing-masing kota/kabupaten.

    KABUPATEN BANJARNEGARA (1 BUS)
    KABUPATEN BANYUMAS (1 BUS)
    KABUPATEN BATANG (1 BUS)
    KABUPATEN BLORA (3 BUS)
    KABUPATEN BOYOLALI 3 BUS
    KABUPATEN BREBES (1 BUS)
    KABUPATEN CILACAP (3 BUS)
    KABUPATEN DEMAK (1 BUS)
    KABUPATEN GROBOGAN (1 BUS)
    KABUPATEN JEPARA (1 BUS)
    KABUPATEN KARANGANYAR (1 BUS)
    KABUPATEN KEBUMEN (1 BUS)
    KABUPATEN KENDAL (1 BUS)
    KABUPATEN KLATEN (3 BUS)
    KABUPATEN KUDUS (1 BUS)
    KABUPATEN MAGELANG (2 BUS)
    KABUPATEN PATI (1 BUS)
    KABUPATEN PEKALONGAN (1 BUS)
    KABUPATEN PEMALANG (1 BUS)
    KABUPATEN PURBALINGGA (2 BUS)
    KABUPATEN PURWOREJO (2 BUS)
    KABUPATEN REMBANG (4 BUS)
    KABUPATEN SEMARANG (1 BUS)
    KABUPATEN SRAGEN (1 BUS)
    KABUPATEN SUKOHARJO (1 BUS)
    KABUPATEN TEGAL (2 BUS)
    KABUPATEN TEMANGGUNG (2 BUS)
    KABUPATEN WONOGIRI (3 BUS)
    KABUPATEN WONOSOBO (2 BUS)
    KOTA MAGELANG (1 BUS)
    KOTA PEKALONGAN (1 BUS)
    KOTA SALATIGA (1 BUS)
    KOTA SEMARANG (1 BUS)
    KOTA SURAKARTA (4 BUS)
    KOTA TEGAL (1 BUS)
    BUS KHUSUS PEMUDIK PENYANDANG DISABILITAS DAN LANSIA (5 BUS).

    (Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)

    “);
    $(“#latestul”).append(“”);
    $(“.loading”).show();
    var newlast = getLast;
    $.getJSON(“https://api.tribunnews.com/ajax/latest_section/?callback=?”, {start: newlast,section:’1′,img:’thumb2′}, function(data) {
    $.each(data.posts, function(key, val) {
    if(val.title){
    newlast = newlast + 1;
    if(val.video) {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = ” “;
    }
    else
    {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = “”;
    }
    if(val.thumb) {
    var img = “”+vthumb+””;
    var milatest = “mr140”;
    }
    else {
    var img = “”;
    var milatest = “”;
    }
    if(val.subtitle) subtitle = “”+val.subtitle+””;
    else subtitle=””;
    if(val.c_url) cat = “”+val.c_title+””;
    else cat=””;

    $(“#latestul”).append(“”+img+””);
    }
    else{
    $(“#latestul”).append(‘Tampilkan lainnya’);
    $(“#test3”).val(“Done”);
    return false;
    }
    });
    $(“.loading”).remove();
    });
    }
    else if (getLast > 150) {
    if ($(“#ltldmr”).length == 0){
    $(“#latestul”).append(‘Tampilkan lainnya’);
    }
    }
    }
    });
    });

    function loadmore(){
    if ($(“#ltldmr”).length > 0) $(“#ltldmr”).remove();
    var getLast = parseInt($(“#latestul > li:last-child”).attr(“data-sort”));
    $(“#latestul”).append(“”);
    $(“.loading”).show();
    var newlast = getLast ;
    if($(“#test3”).val() == ‘Done’){
    newlast=0;
    $.getJSON(“https://api.tribunnews.com/ajax/latest”, function(data) {
    $.each(data.posts, function(key, val) {
    if(val.title){
    newlast = newlast + 1;
    if(val.video) {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = ” “;
    }
    else
    {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = “”;
    }
    if(val.thumb) {
    var img = “”+vthumb+””;
    var milatest = “mr140”;
    }
    else {
    var img = “”;
    var milatest = “”;
    }
    if(val.subtitle) subtitle = “”+val.subtitle+””;
    else subtitle=””;
    if(val.c_url) cat = “”+val.c_title+””;
    else cat=””;
    $(“#latestul”).append(“”+img+””);
    }else{
    return false;
    }
    });
    $(“.loading”).remove();
    });
    }
    else{
    $.getJSON(“https://api.tribunnews.com/ajax/latest_section/?callback=?”, {start: newlast,section:sectionid,img:’thumb2′,total:’40’}, function(data) {
    $.each(data.posts, function(key, val) {
    if(val.title){
    newlast = newlast+1;
    if(val.video) {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = ” “;
    }
    else
    {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = “”;
    }
    if(val.thumb) {
    var img = “”+vthumb+””;
    var milatest = “mr140”;
    }
    else {
    var img = “”;
    var milatest = “”;
    }
    if(val.subtitle) subtitle = “”+val.subtitle+””;
    else subtitle=””;

    $(“#latestul”).append(“”+img+””);
    }else{
    return false;
    }
    });
    $(“.loading”).remove();
    });
    }
    }

    Berita Terkini

  • Belum Lebaran, 110.000 Tiket Kereta di Daop 8 Surabaya Ludes

    Belum Lebaran, 110.000 Tiket Kereta di Daop 8 Surabaya Ludes

    Surabaya, Beritasatu.com – Lebih dari 110.559 tiket kereta api untuk Lebaran dari keberangkatan di stasiun wilayah Daop 8 Surabaya ludes terjual.

    Sementara untuk penumpang yang turun di stasiun Daop 8 Surabaya tercatat ada lebih dari 104.790 penumpang.
    Saat ini pemesanan tiket Kereta Api (KA) jarak jauh reguler pada masa angkutan lebaran dapat dipesan hingga H+6 atau 7 April 2025.

    Sedangkan, pada H-3 dan H-2 Lebaran atau 28-29 Maret 2025 merupakan tanggal favorit pelanggan yang berangkat dari stasiun Daop 8 Surabaya, yang tercatat H-3 : 12.074 pelanggan, dan H-2 : 11.087 penumpang. KA jarak jauh reguler yang diminati didominasi oleh tujuan Semarang, Jakarta, Yogyakarta, Bandung, dan Ketapang.

    “Saat ini pemesanan tiket libur Lebaran sudah dapat di pesan. Lebih dari 110.000 tiket KA jarak jauh reguler Lebaran sudah dipesan,” kata Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Luqman Arif kepada wartawan, Minggu (23/2/2025).

    “KAI Daop 8 Surabaya mencatat pada H-3 merupakan tanggal paling favorit penumpang yang akan melakukan perjalanan libur Lebaran atau mudik,” ujarnya.

    KAI Daop 8 Surabaya mengimbau para penumpang untuk segera melakukan pemesanan tiket KA jarak jauh reguler, sehingga bisa memilih jadwal perjalanan KA yang diinginkan. Terdapat 49 KA jarak jauh reguler yang beroperasi setiap hari di Daop 8 Surabaya.

    Berikut adalah stasiun paling favorit pelanggan di Daop 8 Surabaya selama masa Angkutan Lebaran untuk arus mudik 2025 :

    – Stasiun Surabaya Gubeng

    Naik : 17.109 tiket
    Turun : 8.378 tiket

    – Stasiun Surabaya Pasarturi

    Naik : 15.377 tiket
    Turun : 19.477 tiket

    – Stasiun Malang

    Naik : 11.597 tiket
    Turun : 6.914

  • Zulhas Klaim Seluruh Kepala Daerah Ikut Retreat di Magelang

    Zulhas Klaim Seluruh Kepala Daerah Ikut Retreat di Magelang

    PIKIRAN RAKYAT – Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan alias Zulhas mengklaim seluruh Kepala Daerah yang dilantik mengikuti retreat yang digelar pada 21-28 Februari 2025 di Magelang, Jawa Tengah.

    Hal itu dia katakan untuk menanggapi adanya instuksi dari Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri guna menunda keberangkatan tersebut.

    “Saya dengar ikut semua sekarang,” ucap Zulhas di DPR RI, Senayan, Jakarta, Minggu 23 Februari 2025.

    Menurut Zulhas seluruh Kepala Daerah harus solid dan kompak agar searah dengan kebijakan Presiden Prabowo Subianto. Ia mencontohkan jika pemerintah ingin swasembada pangan maka perlu koordinasi yang baik antara pusat dan daerah untuk menggarap lahan sawah yang akan dijadikan tempat untuk swasembada pangan

    “Jadi ini kan satu tim, satu kesatuan, mulai dari komandannya bapak presiden tentu, yang berdaulat kan rakyat sudah memberikan kedaulatan kepada presiden langsung sampe ke lurah tuh, sampai ke desa,” tuturnya.

    “Jadi ini satu tim, nah kalau ada satu tim di bawah yang tidak searah, nah itu nggak bisa, ngak bisa swasembada pangan,” katanya.

    Megawati mengeluarkan instruksi kepada para kader partai berlambang banteng untuk menunda keberangkatan. Instruksi itu keluar tidak lama setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto.

    Berikut daftar kepala daerah yang belum hadir dalam retret di Akmil Magelang:

    1. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung

    2. Gubernur Bali I Wayan Koster

    3. Wali Kota Tomohon Caroll Joram Azarias Senduk

    4. Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie

    5. Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah

    6. Wali Kota Magelang Damar Prasetyono

    7. Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo

    8. Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara

    9. Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti

    10. Wali Kota Tidore Kepulauan Muhammad Sinen

    11. Bupati Minahasa Robby Dondokambey

    12. Bupati Minahasa Tenggara Ronald Kandoli

    13. Bupati Minahasa Selatan Franky Donny Wongkar

    14. Bupati Manokwari Selatan Bernard Mandacan

    15. Bupati Pegunungan Bintang Spei Yan Birdana

    16. Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono

    17. Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat

    18. Bupati Wonogiri Setyo Sukarno

    19. Bupati Karanganyar H. Rober Christanto

    20. Bupati Sukoharjo Etik Suryani

    21. Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari

    22. Bupati Temanggung Agus Setyawan

    23. Bupati Belitung Timur Kamarudin Muten

    24. Bupati Pangandaran Citra Pitriyami

    25. Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo

    26. Bupati Semarang H. Ngesti Nugraha

    27. Bupati Magelang Grengseng Pamuji

    28. Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra

    29. Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu

    30. Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya

    31. Bupati Klungkung I Made Satria

    32. Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan

    33. Bupati Gianyar I Made Mahayastra

    34. Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa

    35. Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta

    36. Bupati Musi Rawas Utara Devi Suhartoni

    37. Bupati Lampung Barat H. Parosil Mabsus

    38. Bupati Waropen Fransiscus Xaverius Mote

    39. Bupati Manggarai Herybertus Geradus Laju Nabit

    40. Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntari Ningsih

    41. Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana

    42. Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin

    43. Bupati Bangka Selatan H. Riza Herdavid

    44. Bupati Asmat Thomas Eppe Safanpo

    45. Bupati Sanggau Yohanes Ontot

    46. Bupati Banyuasin H. Askolani.***

    Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News

  • BREAKING NEWS Imam Ghozali, Anak Durhaka Yang Bunuh Ibu Kandung di Semarang Tertangkap!

    BREAKING NEWS Imam Ghozali, Anak Durhaka Yang Bunuh Ibu Kandung di Semarang Tertangkap!

    TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG – Imam Ghozali pembunuh ibu kandung di rumah jalan Gunungsari RT 010 RW 009 Kelurahan Jomblang Kecamatan Candisari Semarang tertangkap, Minggu (23/2/2025).

    Imam ditangkap pagi tadi.

    Ia ditangkap di wilayah Candisari dan lokasinya tak jauh dari rumahnya.

    “Benar sudah tertangkap. Pelaku ditangkap di Karanganyar Gunung pagi tadi,” ujar Kapolsek Candisari Iptu Rudy.

    Menurutnya, Imam Ghozali ditangkap tim dari Polrestabes Semarang.

    Namun pihaknya tidak menerangkan secara detail penangkapan tersebut.

    “Untuk lengkapnya bisa konfirmasi ke Polrestabes Semarang,” ujarnya.

    HARAPAN AYAH – Harapan Moeh Ghozali (foto kanan) terhadap anaknya Imam Ghozali (36) (foto kiri) yang telah membunuh ibu kandung Salamah (61) dihukum seberat-beratnya. Bahkan Moeh Ghozali ikhlas anaknya mendapatkan hukuman mati atas perbuatannya membunuh ibu kandung di rumah jalan Gunungsari RT 010 RW 009 Kelurahan Jomblang Kecamatan Candisari Semarang, Selasa (18/2/2025) malam. (TRIBUNJATENG/Rahdyan Trijoko Pamungkas/Istimewa Facebook)

    Pada perkara itu, ayah pelaku Moeh Ghozali awalnya tidak mengetahui jika anaknya membunuh ibunya.

    Saat kejadian dirinya sedang bekerja.

    “Saya baru tahu pukul 07.30. Saya diberitahu teman saya  datang ke tempat kerjaan. Bahwa saya harus pulang karena istri di bunuh,” ujarnya kepada tribunjateng.com, Rabu (19/2/2025).

    Dia hanya mengetahui istrinya telah dibawa ke masjid kondisi dan akan disalatkan.

    Bahkan dia tidak tahu apa alasan anaknya membunuh ibunya.

    “Saya tidak tahu dimana lukanya apa penyebabnya,” ujarnya.

    Moeh menuturkan anaknya yang membunuh istrinya merupakan anak pertama dari lima anaknya.

    Pelaku  sebelumnya pernah meminta rumah yang ditempatinya.

    “Adik-adiknya marah waktu itu. Kamu gimana wong tuo (orang tua) masih kok ngomong warisan,” imbuhnya.

    Menurutnya, pelaku sering membuat ulah ketika berada di luar rumah.

    Bahkan pelaku sempat akan dihajar massa.

    “Anak saya bilang katanya mau di massa. Minta tolong ke ketua RT tetapi tidak berani. Yang berani menghadapi saya,” katanya.

    Dikatakannya pelaku diusianya 36 masih menganggur.

    Kerjaannya hanya mabuk-mabukan dan mengkonsumsi pil koplo.

    “Bahkan meminta warisan rumah untuk itu,” ujarnya.

    Moeh sebagai orang tua meminta anaknya yang membunuh istrinya dihukum setimpal dengan perbuatannya.

    Dirinya ikhlas ketika anak dihukum mati.

    “Saya tidak masalah jika dihukum seberat-beratnya. Jika perlu dihukum mati” tegasnya.(rtp)

     

  • Ramadan 2025, Aston Inn Pandanaran Semarang Hadirkan Paket Buka Puasa Bertema Nostalgic Ramadan

    Ramadan 2025, Aston Inn Pandanaran Semarang Hadirkan Paket Buka Puasa Bertema Nostalgic Ramadan

    TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG –  Menyambut bulan suci Ramadan 2025, Aston Inn Pandanaran Semarang menghadirkan paket buka puasa bertema Nostalgic Ramadan.

    Nostalgic Ramadan menyuguhkan menu-menu internasional, yang dapat dinikmati tamu mulai tanggal 5 Maret –  28 Maret 2025 di Altitude Sky Lounge, Aston Inn Pandanaran Semarang.

    General Manager Aston Inn Pandanaran Semarang, Ibnoe Ichwan Chambali memaparkan, pemilihan tema Nostalgic Ramadan tahun ini untuk menjadi sebuah kenangan indah saat menikmati hidangan buka puasa all you can eat buffet dengan menu International, Asian, dan Indonesian bersama teman maupun keluarga.

    Selain itu, juga sebagai ajang melepas rindu akan datangnya bulan suci Ramadan bagi umat muslim serta berkumpul bersama untuk berbuka puasa.

    Paket menu buka puasa all you can eat buffet Internasional, Asia dan Indonesia dihadirkan di Aston Inn Pandanaran dengan harga Rp 200.000 nett/orang.

    Beragam hidangan menu tersaji mulai dari takjil, gorengan, salad, aneka soup, shawarma (chicken & beef), tengkleng kambing dan tongseng, roasted beef, sei sapi, peking duck, bulgogi, lamian, dimsum, sushi & california rool, maincourse, Indonesian dessert, hingga ice cream.

    “Menikmati waktu menjelang buka puasa, kami menyuguhkan alunan musik hidup yang akan membawakan lagu lagu Islami setiap harinya yang akan menambah syahdu saat berbuka puasa, disertai pemandangan yang indah Kota Semarang dari rooftop di Altitude Sky Lounge lantai 12,” ungkapnya dalam keterangannya, Minggu (23/2/2025).

    Ia menambahkan, tamu juga berkesempatan memenangkan doorprize dari Modena, Al-Fath, Margaria, Era Jaya, hingga voucher kamar dari Aston Inn Pandanaran Semarang serta Sister hotel yang tergabung dalam group Archipelago.

    Selain hiburan live musik, akan dihadirkan pula hiburan berupa Live Cooking dari Modena dengan jadwal yang telah ditentukan.

    Adapun bagi tamu yang menginginkan promo, ada promo paket all you can eat Nostalgic Ramadan yaitu buy 10 get 11 (Syarat & Ketentuan berlaku).

    “Aston Inn Pandanaran Semarang  menjadikan tema Nostalgic Ramadan untuk program ramadhan tahun ini dengan beragam rangkaian kegiatan.

    Tidak hanya paket buka puasa, akan ada juga kegiatan sosial seperti donor darah sebelum Ramadan dan pada saat bulan Ramadan mengundang anak anak yatim piatu untuk berbuka puasa bersama dan menginap di hotel,” imbuhnya. (*)

  • Universitas Terbuka Semarang Semakin Hebat

    Universitas Terbuka Semarang Semakin Hebat

    TRIBUNJATENG.COM – Universitas Terbuka (UT) Semarang kembali menggelar kegiatan  wisuda periode I tahun 2025 pada tanggal 24 Februari di Ballroom Hotel Patra Jasa Semarang.

    Wisuda kali ini diikuti oleh 1500 wisudawan  dari berbagai program studi yang tersebar di 13 kabupaten/kota mulai Kabupaten Blora sampai Kabupaten Pemalang.  

    Dalam sambutannya, Direktur UT Semarang mengatakan bahwa tidak lama lagi Univeritas Terbuka (UT) akan memasuki usia 41 tahun, usia yang boleh dikata  muda untuk ukuran sebuah perguruan tinggi.

    Jika kita bandingkan dengan perguruan tinggi tersohor di luar negeri yang usianya sudah  ratusan tahun, tentu tidak fair.

    Namun andaikata dibandingkan dengan perguruan tinggi di dalam negeri pun, UT yang diresmikan pada 4 September 1984, masih tergolong usia belia. 

    “Meskipun masuk kategori belia, UT telah menorehkan sejumlah prestasi yang membanggakan.  Ditetapkannya UT sebagai Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH) pada Oktober 2022, misalnya, menjadi bukti tak terbantahkan bahwa UT bukan perguruan tinggi ‘kaleng-kaleng’.

    Dari 184 perguruan tinggi negeri (PTN) di Indonesia, hanya 21 PTN yang menyandang level tertinggi sebagai PTN-BH, termasuk di antaranya UT. 

    Dengan menyandang status sebagai PTNBH, maka UT  mengikuti jejak perguruan tinggi negeri  lain yang sudah lebih dahulu menjadi PTNBH, seperti Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Pajajaran, Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Diponegoro, UNS, Universitas Airlangga, ITS, USU, Unhas, UB, dan Unand. Persetujuan tersebut sekaligus menggambarkan pengakuan akan kualitas UT, karena seperti kita ketahui usulan PTNBH bukan lah perkara yang mudah”, demikian kata Muzammil dalam awal sambutannya.

    Prestasi gemilang lain yang perlu diacungi jempol adalah akreditasi perguruan tiggi.

    Sebagai bukti komitmen UT pada aspek kualitas, saat ini UT telah mendapatkan akreditas A dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).

    Dari aspek program studi, banyak sekali program studi yang sudah  terakreditasi A atau Unggul antara lain Program Studi Manajemen, Akuntansi, Hukum, PGSD, PGPAUD, D3 Perpajakan, Perpustakaan, Magister Manajemen,,Magister Pendidikan Dasar dan sebagainya.

    Dalam kancah internasional, UT sudah mendapatkan akreditasi internasional dari Asian Association of Open Universities (AAOU). Selain itu UT juga mendapat  pengakuan kualitas dari ICDE (International Council for Distance Education). 

    “Di sisi lain, bukti nyata kualitas UT adalah perolehan Rekor MURI sebagai perguruan tinggi yang alumninya paling banyak lolos seleksi CPNS. Kita semua mengetahui bahwa untuk lulus seleksi CPNS itu tida mudah.

    Jika alumni UT terbanyak lolos seleksi CPNS tersebut, maka masyarakat mestinya tidak perlu ragu lagi pada kualitas UT. 

    Selain itu, UT selalu istiqomah  menjadi perguruan tinggi terbesar dan tersebar di Indonesia.  

    Dengan jumlah mahasiswa 650.000 orang atau 20 kali lebih banyak dari perguruan tinggi negeri terkemuka di Indonesia, maka  UT patut menyandang gelar sebagai mega university”, demikian tambah Muzammil. 

    Dalam akhir sambutannya, Muzammil menyampaikan terima kasih pada masyarakat, terutama para keluarga wisudawan,  yang sudah mempercayakan keluarganya kuliah di UT.  

    Ia juga berpesan kepada para wisudwan bahwa mereka wajib menjunjung tinggi  nama baik almamater dan siap menjadi ‘agen perubahan’ di kehidupan  nyata.

  • Warga Wonodri Semarang Menggelar Bazar Menjelang Bulan Puasa

    Warga Wonodri Semarang Menggelar Bazar Menjelang Bulan Puasa

    TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Warga RW 05 Wonodri bersama pengurus masjid Alfath menggelar bazar menjelang bulan Ramadan di lingkungan Jalan Wonodri I Semarang. 

    Ketua panitia, Daran Noor Patria mengatakan kegiatan ini diadakan rutin tiap tahun menjelang bulan puasa.

    Dengan adanya kegiatan ini kami berharap dapat membantu masyarakat sekitar karena kita menjual berbagai kebutuhan pokok dengan harga yang murah ungkap Daran pada saat pembukaan acara bazar tersebut. 

    Kegiatan bazar ini diselenggarakan selama satu hari pada tanggal 23 Februari 2025 mulai jam 08.00 sampai selesai.

    Dalam bazar tersebut menjual aneka pakaian, makanan serta sembako dengan harga di bawah harga pasar. 

    Warga sekitar tampak antusias berbelanja berbagai kebutuhan dengan harga yang murah. Kebanyakan dari warga membeli kebutuhan pokok seperti beras murah dan beberapa kebutuhan pokok lainnya. 

    Acara ini dihadiri juga oleh Camat Semarang Selatan, Ronny Tjahjo Nugroho yang memberikan apresiasi atas inisiasi warga menyelenggarakan kegiatan bazar pasar murah.

    Itu menandakan warga RW. 05 Wonodri ini guyub dan saling membantu dalam melaksanakan kegiatan tersebut.

    “Harapan saya kegiatan seperti ini terus diadakan tiap tahunnya, karena juga dapat membantu warga dalam memenuhi kebutuhan pokok menjelang bulan puasa dengan harga murah,” ungkap Ronny. 

    Melihat antusias warga dalam meramaikan bazar, ini sangat menggembirakan bagi kami pemerintah kecamatan, karena menunjukan bahwa roda perekonomian kembali bangkit dan sekaligus jadi upaya efektif untuk menekan inflasi, imbuhnya. (*)

  • Jadwal Libur Sekolah Selama Bulan Ramadhan 2025

    Jadwal Libur Sekolah Selama Bulan Ramadhan 2025

    Jadwal Libur Sekolah Selama Ramadhan 2025

     

    TRIBUNJATENG.COM- Berdasarkan Surat Edaran Bersama yang dikeluarkan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Menteri Agama, dan Menteri Dalam Negeri pada 21 Januari 2025, berikut adalah jadwal kegiatan pembelajaran dan libur sekolah selama bulan Ramadhan dan Idul Fitri 2025:

    27-28 Februari serta 3-5 Maret 2025: Kegiatan pembelajaran dilaksanakan secara mandiri di lingkungan keluarga, tempat ibadah, dan masyarakat sesuai penugasan dari sekolah atau madrasah.

     .
    6-25 Maret 2025: Pembelajaran berlangsung di sekolah atau madrasah. Selain kegiatan pembelajaran, siswa dianjurkan mengikuti aktivitas yang meningkatkan iman, takwa, akhlak mulia, kepemimpinan, dan kegiatan sosial yang membentuk karakter mulia.

     .
    26-28 Maret serta 2-4 dan 7-8 April 2025: Libur bersama Idul Fitri bagi sekolah dan madrasah. Selama libur ini, siswa diharapkan melaksanakan silaturahmi dengan keluarga dan masyarakat untuk meningkatkan persaudaraan dan persatuan.

    9 April 2025: Kegiatan pembelajaran di sekolah dan madrasah dilaksanakan kembali seperti biasa.

     .
    Dengan demikian, total libur yang diberikan selama Ramadhan dan Idul Fitri 2025 adalah 13 hari. Perlu diperhatikan bahwa pemerintah tidak meliburkan sekolah selama satu bulan penuh seperti yang pernah dilakukan pada masa pemerintahan Presiden ke-4 RI, Abdurrahman Wahid, pada tahun 1999.

    Selain itu, pemerintah daerah dan kantor wilayah Kementerian Agama diharapkan menyiapkan perencanaan kegiatan pembelajaran selama bulan Ramadhan untuk dipedomani oleh sekolah dan madrasah, serta menyelaraskan waktu pelaksanaan kegiatan tersebut. Orang tua atau wali juga diharapkan membimbing dan mendampingi siswa dalam melaksanakan ibadah serta memantau kegiatan belajar mandiri mereka.

    Harap dicatat bahwa jadwal ini berlaku secara nasional. Namun, untuk informasi lebih spesifik terkait jadwal di wilayah Semarang, Jawa Tengah, disarankan untuk menghubungi Dinas Pendidikan setempat atau pihak sekolah masing-masing, karena mungkin ada penyesuaian sesuai dengan kebijakan daerah.