Mengintip Robot Hybrid Serangga untuk Misi Penyelamatan Karya Dosen Undip
Tim Redaksi
SEMARANG, KOMPAS.com
– Dosen tetap Departemen Teknik Mesin Universitas Diponegoro (Undip)
Mochammad Ariyanto
menciptakan inovasi robot berbasis serangga atau
cyborg insects
yang dirancang untuk misi pencarian dan penyelamatan korban bencana di wilayah perkotaan.
Penemuan ini merupakan hasil kolaborasi dengan ilmuwan di Jepang.
Cyborg insects
yang dikembangkan oleh Ariyanto mengintegrasikan dua sistem navigasi, memungkinkan robot tersebut untuk bermanuver lebih baik dalam lingkungan yang kompleks.
Kemampuan ini melampaui temuan serangga sibernetik sebelumnya yang hanya dapat bergerak di permukaan datar.
Robot ini diharapkan mampu menjalankan tugas yang lebih sulit, seperti menginspeksi lokasi pasca-bencana yang masih terlalu berbahaya bagi manusia dan mengidentifikasi pekerja penyelamat dalam kondisi ekstrem.
“Saat ini, serangga sibernetik telah diuji di laboratorium dengan sirkuit sederhana, memanfaatkan perilaku alami serangga, seperti mengikuti dinding, memanjat, serta berjalan di permukaan berpasir dan berbatu,” ungkap Ariyanto dalam keterangan tertulisnya, Selasa (25/2/2025).
Dalam berbagai uji coba di medan yang berbeda, serangga sibernetik berhasil mencapai tujuan akhir, menunjukkan potensinya untuk keperluan pengintaian dan eksplorasi di lokasi bencana.
Meskipun teknologi ini awalnya dikembangkan untuk
mitigasi bencana
gempa di Jepang, Ariyanto melihat potensi besar untuk aplikasinya di Indonesia, yang merupakan negara rawan bencana seperti gempa bumi, tanah longsor, dan banjir.
Ia juga berencana mengembangkan teknologi serupa untuk hewan lain, seperti burung dan ikan, guna memberikan manfaat lebih bagi manusia.
“Selain menggabungkan
teknologi robotika
dengan hewan, saya juga akan mengembangkan gabungan antara teknologi robotika dengan manusia, seperti tangan bionik dan exoskeleton, yang tentunya akan sangat bermanfaat bagi manusia sehat atau pasien dengan disabilitas,” tambahnya.
Cyborg insects
ini juga memiliki kemampuan untuk menjelajahi lingkungan sempit seperti pipa dan reruntuhan bangunan, serta melakukan eksplorasi di lingkungan dengan kadar oksigen rendah, termasuk eksplorasi laut dan luar angkasa.
Selain itu, robot ini dapat mengakses situs warisan budaya yang sensitif yang tidak boleh dijamah manusia.
Sementara itu, Rektor Undip Prof. Suharnomo, memberikan apresiasi terhadap pencapaian Ariyanto yang tidak hanya mendapatkan pengakuan internasional, tetapi juga memberikan manfaat besar bagi Indonesia, terutama dalam bidang mitigasi bencana dan teknologi robotika.
“Apa yang dilakukan Dr. Mochammad Ariyanto sangat mendukung
tagline
Undip Bermartabat, Undip Bermanfaat,” kata dia.
“Kami terus mendukung riset-riset unggulan yang dapat menjawab tantangan global serta memberikan solusi nyata bagi permasalahan yang dihadapi bangsa. Temuannya ini semoga bisa dikembangkan di UNDIP dan bermanfaat bagi masyarakat kita,” imbuhnya.
Diketahui, Mochammad Ariyanto merupakan alumni Sarjana Teknik dan Magister Teknik Undip, menyelesaikan studi doktoralnya di Osaka University, Jepang pada Maret 2024.
Kolaborasi penelitiannya tentang hybrid robot berbasis serangga dibiayai oleh Moonshot RND, lembaga pemberi dana penelitian bergengsi di Jepang.
Penelitiannya juga telah dipublikasikan di jurnal Soft Robotics, salah satu jurnal terkemuka di bidang robotika lunak.
Ariyanto juga dipercaya menjadi penyelenggara sekaligus pembicara di konferensi IEEE Conference on Cyborg and Bionics di Nagoya, Jepang, di mana ia berhasil meraih Best Presentation Award.
Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah ilmuwan terkemuka dari berbagai universitas, termasuk MIT di AS dan University of Tokyo di Jepang.
Kendati sempat ditawari menjadi
full time lecturer
di Osaka University, dia lebih memilih kembali dan mengembangkan ilmunya di Indonesia.
Sebagai jalan tengah, ia menjadi profesor tamu di Departemen Teknik Mesin, Osaka University, Jepang yang berlangsung dari April 2024 hingga Januari 2025.
Saat ini, ia masih menjadi profesor tamu untuk projek penelitian dengan cara daring.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
kab/kota: Semarang
-
/data/photo/2025/02/25/67bd78cb0ae90.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Mengintip Robot Hybrid Serangga untuk Misi Penyelamatan Karya Dosen Undip Regional 25 Februari 2025
-

Ganti Plastik Sekali Pakai! UMKM Ini Tawarkan Alternatif Berbahan Organik – Halaman all
TRIBUNNEWS.COM – Plastik adalah material yang memiliki dua sisi layaknya mata pisau. Di satu sisi, plastik memberikan banyak manfaat bagi manusia, tetapi di sisi lain, keberadaannya juga dapat menjadi ancaman bagi kehidupan.
Setiap harinya, manusia selalu berinteraksi dengan plastik, baik itu dalam bentuk kantong untuk membawa barang, wadah penyimpanan makanan, sedotan untuk menikmati minuman favorit, maupun di berbagai keperluan lainnya.
Namun, karena plastik menawarkan kemudahan dan efisiensi dalam kehidupan sehari-hari, penggunaannya menjadi semakin sulit dikendalikan. Akibatnya, meskipun membantu mempermudah berbagai pekerjaan, plastik juga dapat berpotensi menimbulkan dampak berbahaya.
Permasalahan plastik, atau yang dikenal sebagai polusi plastik, merupakan isu serius yang tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga berpotensi membahayakan kesehatan serta memengaruhi perekonomian.
Demi mengatasi hal ini, banyak orang kemudian mulai berupaya mengurangi penggunaan plastik dengan menciptakan berbagai alternatif produk yang dapat menggantikan plastik tanpa mengurangi fungsinya.
Salah satu UMKM yang turut berkontribusi dalam upaya pengurangan plastik ini adalah “Bukan Plastik”. Berbasis di Kota Semarang, UMKM ini menghadirkan alternatif terhadap plastik sekali pakai.
Bahan bakunya berasal dari bahan organik
Produk mereka, seperti kantong belanja dan sedotan, dibuat menggunakan bahan-bahan organik yaitu saripati ketela dan bambu serta dirancang agar mudah terurai dan lebih bersahabat dengan lingkungan.
Dalam sebuah wawancara eksklusif bersama Tribun Jateng pada (1/1/2022), pendiri Bukan Plastik, Aisa Putri Wibowo, berbagi kisah di balik lahirnya usaha Bukan Plastik pada tahun 2020. Kegemarannya dalam membaca sejak kecil membuatnya semakin sadar akan pentingnya menjaga lingkungan.
Menyaksikan dampak buruk dari penggunaan plastik yang semakin meluas, ia pun terdorong untuk mendirikan usaha yang menawarkan alternatif ramah lingkungan sebagai pengganti plastik sekali pakai. Melalui usahanya, Aisa berharap dapat mengajak masyarakat serta pelaku bisnis lain untuk turut berperan dalam mengurangi konsumsi plastik sekali pakai.
“Dalam pembuatan kantong, kami menggunakan material saripati ketela yang dapat mudah terurai di tanah dalam waktu 180 hari. Sedangkan, untuk pengganti sedotan kami memakai bambu yang dibuat secara manual,” ungkap Aisa.
Dalam usahanya memasarkan produk, Aisa memanfaatkan media sosial karena dinilai mampu menjangkau lebih banyak orang. Tidak hanya untuk mempromosikan produknya agar laku terjual, media sosial itupun ia gunakan untuk memberikan edukasi serta mengajak lebih banyak orang untuk memahami dampak negatif plastik sekali pakai dan manfaat beralih ke alternatif yang lebih ramah lingkungan.
Selain melalui media sosial, Aisa juga memfasilitasi pembelian produknya melalui e-commerce seperti Tokopedia. Hal ini bertujuan agar masyarakat serta pelaku usaha yang ingin “tobat” dari penggunaan plastik sekali pakai dapat dengan mudah mendapatkan produk dari Bukan Plastik.
“Lewat Tokopedia, ribuan lembar kantong belanja Bukan Plastik terjual setiap bulannya dan penjualan kami meningkat hingga 10x lipat bahkan telah menjangkau wilayah Gorontalo,” tutur Aisa.
Langkah Aisa dalam mengurangi penggunaan plastik sekali pakai melalui usahanya, Bukan Plastik, patut diapresiasi. Dengan semakin banyaknya inovasi alternatif pengganti plastik sekali pakai seperti Bukan Plastik, sudah tidak ada alasan lagi bagi kita untuk tidak mulai mengurangi penggunaan plastik dalam kehidupan sehari-hari.
#LokalAsri #ArahkanAksiAsrikanIndonesia #TribunNetwork #MataLokalMenjangkauIndonesia
-
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4605793/original/012614100_1696938450-WhatsApp_Image_2023-10-10_at_17.59.33.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Dirut KAI: Tak Ada Direct Train saat Mudik Lebaran 2025 – Page 3
Liputan6.com, Jakarta Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Didiek Hartantyo menegaskan tak akan ada layanan kereta api langsung atau direct train di momen mudik lebaran 2025.
Direct train sempat diuji coba pada masa libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru) lalu. Namun, Didiek memastikan tak akan menyediakan layanan itu kembali.
“Jadi, untuk angkutan lebaran ini kita tidak mengoperasikan direct train,” ungkap Didiek dalam konferensi pers di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa (25/2/2025).
Direct Train saat Nataru
Dia mengatakan, masa Nataru saat itu, ada dua direct train. Yakni, Jakarta-Semarang dan Jakarta-Yogyakarta. Keduanya tidak berhenti di stasiun antara dua kota tersebut.
“Jadi setelah evaluasi, waktu Nataru kita lakukan dua direct train, yang pertama ke Semarang, yang kedua dari Jakarta ke Jogja,” ucapnya.
Didiek mengatakan sudah melakukan evaluasi. Hasilnya, tidak akan ada lagi layanan direct train pada masa libur mudik Lebaran 2025 ini. Padahal, sebelumnya sempat diproyeksikan mendapat jadwal reguler.
“Maka berdasarkan evaluasi, untuk angkutan Lebaran in kami tidak mengoperasikan,” tegas Didiek.
-

Pramono dkk Ikut Retret, PAN: Kami Harap Tanda Tanya di Masyarakat Selesai
Jakarta –
Waketum PAN Eddy Soeparno menanggapi gabungnya Gubernur Jakarta Pramono Anung dan para kepala daerah PDIP di retret Magelang. Eddy menilai ketidakhadiran kepala daerah PDIP sempat menimbulkan tanda tanya publik.
“Saya pikir begini, dari awal kan kita sudah paham bahwa retret itu adalah program yang dilaksanakan, sudah dilakukan oleh pemerintah, sudah terkomunikasikan sejak awal bahkan sebelum pelantikan daripada kepala daerah. Jadi kepala daerah pun akan memetik banyak manfaat dari pelaksanaan retret itu,” kata Eddy Soeparno di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (25/2/2025).
Eddy mengatakan bergabungnya kepala daerah dari PDIP menunjukkan suasana yang sejuk. Ia mengatakan suasana politik yang menjadi tanda tanya publik akhirnya terpecahkan.
“Ini kan menunjukkan sebuah kesejukan politik ya, karena memang kita melihat bahwa ketidakhadiran dari sebagian Kepala Daerah dari PDIP tentu itu membangun tanda tanya yang besar, mengapa tidak hadir meskipun dugaan-dugaan sudah ada,” ujar Eddy.
“Tetapi intinya karena sejak kemarin sudah bergabung, kami berharap bahwa dinamika politik ataupun suasana politik yang sebelumnya banyak menjadi tanda tanya di masyarakat, itu sudah bisa terselesaikan dengan kehadiran teman-teman dari PDIP, kepala daerah yang sudah hadir,” sambungnya.
Adapun hampir seluruh kepala daerah kader PDIP sudah bergabung ke rangkaian retret kepala daerah di Akmil Magelang, walaupun sebagian dari mereka menyusul. Salah satu yang menyusul adalah Gubernur Jakarta Pramono Anung.
Diketahui perintah Ketum PDIP Megawai Soekarnoputri sempat meminta mereka untuk menunda untuk datang ke retret. Namun, pada akhirnya satu per satu akhirnya hadir.
Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, yang merupakan anak Pramono juga terlihat sudah hadir. Lalu Bupati Magelang Grengseng Pamuji, Wali Kota Magelang Damar Prasetyono, Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat, Bupati Semarang Ngesti Nugroho, Bupati Demak Eisti’ana.
Kemudian, Bupati Sukoharjo Etik Suryani, Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo, Bupati Wonogiri Setyo Sukarno, dan Bupati Karanganyar Rober Christanto. Kemudian dari Jawa Timur antara lain Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko.
(dwr/fca)
Hoegeng Awards 2025
Usulkan Polisi Teladan di sekitarmu
-

Cara Pengunjung Lapas Semarang Selundupkan Narkoba: Sabu-Ekstasi Dihancurkan Lalu Dimasukkan Anus – Halaman all
Penangkapan tersebut berawal dari kecurigaan petugas Lapas Kedungpane yang melihat gerak gerik tak biasa dari Hery saat berkunjung.
Tayang: Senin, 24 Februari 2025 20:44 WIB
Tribunnews.com/Fahmi Ramadhan
NARKOBA DISIMPAN DI ANUS – Ilustrasi –
Barang bukti narkoba jenis ekstasi yang berhasil diungkap oleh Satresnarkoba Polres Metro Jakarta Pusat.
Kedapatan menyembunyikan sabu dan ekstasi di anus, pengunjung Lapas Kedungpane Semarang, Jawa Tengah diringkus.
Barang haram yang diselundupkan tersebut merupakan pesanan dari narapidana. Kepala Lapas Kedungpane Semarang, Mardi Santoso menjelaskan pengunjung itu bernama Hery Supriyanto.
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Rahdyan Trijoko Pamungkas
TRIBUNNEWS.COM, SEMARANG – Kedapatan menyembunyikan sabu dan ekstasi di anus, pengunjung Lapas Kedungpane Semarang, Jawa Tengah diringkus.
Barang haram yang diselundupkan tersebut merupakan pesanan dari narapidana. Kepala Lapas Kedungpane Semarang, Mardi Santoso menjelaskan pengunjung itu bernama Hery Supriyanto.
Dia menyelundupkan sabu itu saat membesuk narapidana bernama Nursila Adi Jaya. “Petugas melakukan pemantauan terhadap pengunjung yang bersangkutan,” ujarnya, Senin (24/2/2025).
Penangkapan tersebut berawal dari kecurigaan petugas Lapas Kedungpane yang melihat gerak gerik tak biasa dari Hery saat berkunjung hendak menjenguk narapidana bernama Nursila Adi Jaya.
Petugas kemudian langsung melakukan pemeriksaan hasilnya ditemukan barang bukti sabu seberat 29,17 gram dan ekstasi yang telah dihancurkan dan telah menjadi bubuk atau serbuk seberat 3,04 gram dan disimpan di dalam anus.
“Kedua orang tersebut, baik pengunjung maupun narapidana yang menerima barang terlarang tersebut, langsung diamankan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” tuturnya.
Atas kejadian itu pihak lapas langsung berkoordinasi dengan Direktorat Narkoba Polda Jawa Tengah (Jateng).
Pihaknya akan terus berupaya memperketat pengawasan terhadap masuknya barang terlarang ke dalam lapas.
“Ini adalah bukti nyata dari komitmen kami dalam memberantas peredaran narkoba di dalam lapas. Kami akan terus meningkatkan sinergi dengan instansi terkait untuk mencegah hal serupa terjadi di masa mendatang,” ujarnya.
“);
$(“#latestul”).append(“”);
$(“.loading”).show();
var newlast = getLast;
$.getJSON(“https://api.tribunnews.com/ajax/latest_section/?callback=?”, {start: newlast,section:’9′,img:’thumb2′}, function(data) {
$.each(data.posts, function(key, val) {
if(val.title){
newlast = newlast + 1;
if(val.video) {
var vthumb = “”;
var vtitle = ” “;
}
else
{
var vthumb = “”;
var vtitle = “”;
}
if(val.thumb) {
var img = “”+vthumb+””;
var milatest = “mr140”;
}
else {
var img = “”;
var milatest = “”;
}
if(val.subtitle) subtitle = “”+val.subtitle+””;
else subtitle=””;
if(val.c_url) cat = “”+val.c_title+””;
else cat=””;$(“#latestul”).append(“”+img+””);
}
else{
$(“#latestul”).append(‘Tampilkan lainnya’);
$(“#test3”).val(“Done”);
return false;
}
});
$(“.loading”).remove();
});
}
else if (getLast > 150) {
if ($(“#ltldmr”).length == 0){
$(“#latestul”).append(‘Tampilkan lainnya’);
}
}
}
});
});function loadmore(){
if ($(“#ltldmr”).length > 0) $(“#ltldmr”).remove();
var getLast = parseInt($(“#latestul > li:last-child”).attr(“data-sort”));
$(“#latestul”).append(“”);
$(“.loading”).show();
var newlast = getLast ;
if($(“#test3”).val() == ‘Done’){
newlast=0;
$.getJSON(“https://api.tribunnews.com/ajax/latest”, function(data) {
$.each(data.posts, function(key, val) {
if(val.title){
newlast = newlast + 1;
if(val.video) {
var vthumb = “”;
var vtitle = ” “;
}
else
{
var vthumb = “”;
var vtitle = “”;
}
if(val.thumb) {
var img = “”+vthumb+””;
var milatest = “mr140”;
}
else {
var img = “”;
var milatest = “”;
}
if(val.subtitle) subtitle = “”+val.subtitle+””;
else subtitle=””;
if(val.c_url) cat = “”+val.c_title+””;
else cat=””;
$(“#latestul”).append(“”+img+””);
}else{
return false;
}
});
$(“.loading”).remove();
});
}
else{
$.getJSON(“https://api.tribunnews.com/ajax/latest_section/?callback=?”, {start: newlast,section:sectionid,img:’thumb2′,total:’40’}, function(data) {
$.each(data.posts, function(key, val) {
if(val.title){
newlast = newlast+1;
if(val.video) {
var vthumb = “”;
var vtitle = ” “;
}
else
{
var vthumb = “”;
var vtitle = “”;
}
if(val.thumb) {
var img = “”+vthumb+””;
var milatest = “mr140”;
}
else {
var img = “”;
var milatest = “”;
}
if(val.subtitle) subtitle = “”+val.subtitle+””;
else subtitle=””;$(“#latestul”).append(“”+img+””);
}else{
return false;
}
});
$(“.loading”).remove();
});
}
}Berita Terkini
/data/photo/2024/12/08/67555d5773753.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1056952/original/035887600_1447673260-pager.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
