kab/kota: Madiun

  • Hujan Ringan dan Sedang Guyur 15 Daerah Jawa Timur Besok, 22 November 2024, Wilayah Lain Berawan

    Hujan Ringan dan Sedang Guyur 15 Daerah Jawa Timur Besok, 22 November 2024, Wilayah Lain Berawan

    TRIBUNJATIM.COM – Inilah ramalan cuaca Jawa Timur besok Jumat, 22 November 2024.

    Menurut laporan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), 15 daerah akan hujan, sekira pukul 06.00, 09.00, atau 12.00 WIB.

    Intensitasnya pun ringan hingga sedang.

    Sementara wilayah lain akan berawan. 

    Sebagian besar akan mengalami cuaca ini saat siang dan sore.

    Beberapa wilayah juga akan berkabut saat malam, seperti Bangkalan, Lamongan, Pamekasan, Sampang, dan Tulungagung.

    Inilah wilayah-wilayah Jawa Timur yang akan diguyur hujan:

    Bondowoso

    Jember

    Kediri

    Blitar

    Madiun

    Lumajang

    Magetan

    Malang

    Ngawi

    Pamekasan

    Pasuruan

    Ponorogo

    Probolinggo

    Sampang

    Situbondo

    Informasi lengkap mengenai ramalan cuaca ini bisa Tribunners akses melalui tautan ini: KLIK.

    Berhubung cuaca akan hujan, warga diharapkan menyiapkan jas hujan atau payung sebelum beraktivitas di luar rumah.

    Para pengguna jalan, entah pengemudi atau pun pejalan kaki, diimbau berhati-hati sebab jalanan licin.

    Selamat beraktivitas!

    —– 

    Berita Jatim dan berita viral lainnya.

    Informasi berita menarik lainnya di Google News TribunJatim.com

  • Kunjungi Padepokan IKSPI Kera Sakti Madiun, Risma Janji Jaga Keberlanjutan Pencak Silat di Jatim
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        21 November 2024

    Kunjungi Padepokan IKSPI Kera Sakti Madiun, Risma Janji Jaga Keberlanjutan Pencak Silat di Jatim Regional 21 November 2024

    Kunjungi Padepokan IKSPI Kera Sakti Madiun, Risma Janji Jaga Keberlanjutan Pencak Silat di Jatim
    Tim Redaksi
    KOMPAS.com
    – Calon Gubernur (Cagub) Jawa Timur (Jatim) nomor urut tiga,
    Tri Rismaharini
    berjanji akan memperhatikan nasib para praktisi
    pencak silat
    di Jatim, khususnya di kota dan Kabupaten
    Madiun
    .
    Risma
    menilai bahwa pencak silat merupakan kekayaan
    budaya Indonesia
    yang sangat berharga, yang lahir dari tradisi masyarakat.
    “Jika budaya ini diangkat dengan tepat, saya yakin pencak silat bisa dikenal di seluruh dunia.
    Pencak silat
    bukan hanya soal kekuatan fisik, tetapi juga seni,” ujar Risma saat mengunjungi Padepokan Ikatan Keluarga Silat Putra Indonesia (IKSPI) Kera Sakti di Desa Buduran, Kecamatan Wonoasri, Kabupaten Madiun, Kamis (21/11/2024).
    Dalam kunjungan tersebut, Risma juga mendengarkan langsung keluhan dari Ketua Umum (Ketum) IKSPI Kera Sakti Madiun, Bambang Sunarja, terkait berbagai masalah yang dihadapi oleh para pesilat, termasuk kesulitan dalam memperoleh izin untuk menyelenggarakan acara.
    Menanggapi hal tersebut, Risma berjanji untuk berupaya mempersatukan berbagai perguruan silat dan menyelesaikan perselisihan yang ada.
    “Sebenarnya, setiap perguruan memiliki ciri khas tersendiri. Tidak perlu ada kekhawatiran, perguruan-perguruan ini bisa bersatu untuk mengembangkan pencak silat agar lebih dikenal di dunia,” tuturnya.
    Risma berharap agar generasi muda diajarkan untuk menjaga kelestarian budaya bangsa, termasuk pencak silat, sejak usia dini.
    Jika diberi kesempatan untuk memimpin, ia berkomitmen untuk duduk bersama seluruh pihak terkait, mendengarkan kebutuhan mereka, dan memastikan tidak ada pertentangan di antara perguruan silat.
    “Saya yakin jika semua pihak mau berdiskusi dengan kepala dingin, pencak silat bisa berkembang pesat dan menjadi ikon olahraga serta budaya Indonesia,” tutur Risma.
    Sebelumnya, Ketua Umum IKSPI Kera Sakti Madiun Bambang Sunarja mengungkapkan beberapa masalah yang dihadapi oleh para pesilat di Madiun.
    Selain kurangnya dukungan dana dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) untuk acara pencak silat, ia juga menyampaikan kesulitan yang sering dihadapi saat mencoba mengadakan kegiatan pencak silat. Salah satunya adalah alasan keamanan. 
    “Kenapa kegiatan pencak silat di Madiun selalu dipersulit? Jika Madiun memang dikenal sebagai ‘Kota Silat’ atau ‘Kampung Pesilat,’ kami harap dapat kebebasan untuk menyelenggarakan acara yang berhubungan dengan pencak silat,” ujarnya.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Kunjungi Padepokan IKSPI Kera Sakti di Madiun, Risma Dapat Masukan yang Dihadapi Para Pesilat

    Kunjungi Padepokan IKSPI Kera Sakti di Madiun, Risma Dapat Masukan yang Dihadapi Para Pesilat

    TRIBUNJATIM.COM, MADIUN – Calon Gubernur (Cagub) Jawa Timur nomor urut 1 Tri Rismaharini mengunjungi Padepokan IKS PI Kera Sakti Pusat Madiun di Desa Buduran, Kecamatan Wonoasri, Kabupaten Madiun, Kamis (21/11/2024).

    Risma dan rombongan diterima langsung oleh Ketua Umum IKS PI Kera Sakti, KRAT Drs. H Bambang Sunarja dan jajaran pengurus lainnya.

    Kunjungan cagub yang mantan Mensos RI itu pun dimanfaatkan Bambang Sunarja membeber beberapa masalah yang dihadapi anggota pencak silat, khususnya IKS PI Kera Sakti.

    “Kita tau IPSI (Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia) mewadahi perguruan silat yang ada, namun saat event pencak silat para pesilat kurang mendapat anggaran dana dari KONI,” ungkap Bambang kepada Risma.

    Tak hanya itu, dia menyampaikan saat mereka atau praktisi pencak silat mengadakan kegiatan, oleh pihak keamanan cukup dipersulit dengan alasan keamanan. Sehingga kerap kali agenda pencak silat di Kota maupun Kabupaten Madiun selalu gagal.

    “Apalagi kejuaraan di Kota/Kabupaten Madiun tidak boleh. Kenapa ketika mengadakan dipersulit. Kalau memang Madiun disebut Kota silat, kampung pesilat, maka bebaskan kami mengadakan kegiatan yang berhubungan dengan pencak silat,” terangnya.

    Mendengar masukan tersebut, Risma memastikan akan memikirkan nasib para praktisi pencak silat di Jawa Timur. Khususnya di Kota dan Kabupaten Madiun.

    Menurutnya, pencak silat sebetulnya adalah salah satu kekayaan budaya Indonesia, yang berangkat dari kekayaan budaya masyarakat. 

    “Kalau ini bisa diangkat, saya percaya suatu saat pencak silat ini akan bisa dilihat dunia. Karena sebetulnya pencak silat bukan hanya mengandalkan kekuatan fisik, namun juga seni,” ujar Risma.

    Soal adanya perselisihan antar perguruan silat, sehingga para praktisi pencak silat di Kota/Kabupaten Madiun susah mendapatkan izin untuk acara, Risma akan berusaha mempersatukan dan menghilangkan perselisihan.

    “Semua perguruan punya ciri khas tersendiri. Jadi sebetulnya tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Perguruan-perguruan yang ada bisa bersama untuk mengembangkan budaya ini, hingga nanti dikenal di belahan dunia,” tuturnya.

    “Saya berharap, anak-anak sejak kecil diberi pengetahuan agar terjaga kelestarian budaya bangsa. Insya Allah, jika nanti Tuhan mempercayai saya sebagai gubernur, saya akan gabungkan, duduk bersama, dan saya tanyai kebutuhan mereka apa. Mestinya tidak ada pertentangan antara mereka,” imbuh Risma.

    Jika semua pihak mau duduk bersama dengan kepala dan hati yang dingin, mantan Wali Kota Surabaya dua periode itu percaya nantinya pencak silat bisa berkembang pesat.

    “Saya nantinya akan mencoba, karena pencak silat sendiri bisa menjadi ikon dan potensi untuk olahraga, serta khasanah budaya Indonesia,” tandasnya

  • DKPP Madiun fasilitasi asuransi pertanian bagi petani terdampak banjir

    DKPP Madiun fasilitasi asuransi pertanian bagi petani terdampak banjir

    ANTARA – Banjir akibat hujan deras yang melanda sejumlah wilayah di Kota Madiun, juga menggenangi 2 hektar area persawahan yang ada di Kecamatan Kartoharjo pada 17-18 November 2024 kemarin. Terkait hal tersebut, pihak Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) setempat memfasilitasi para petani yang mengalami gagal panen untuk memperoleh ganti rugi melalui asuransi usaha pertanian. (Rindhu Dwi Kartiko/Fahrul Marwansyah/Rijalul Vikry)

  • Polhut Madiun Amankan Truk Muat Batang Kayu Jati

    Polhut Madiun Amankan Truk Muat Batang Kayu Jati

    Madiun (beritajatim.com) – Tim Polisi Kehutanan (Polhut) Mobile KPH Madiun berhasil mengamankan sebuah truk beserta sopirnya yang diduga terlibat dalam aktivitas ilegal berupa pengangkutan kayu jati hasil penebangan liar. Penangkapan dilakukan di Petak 229A, RPH Kuwiran, BKPH Dungus, tepatnya di wilayah Dusun Bringin, Desa Kuwiran, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun.

    Truk dengan nomor polisi AE 8404 NJ tersebut kedapatan mengangkut beberapa batang kayu jati yang diambil dari kawasan hutan tanpa izin resmi. Komandan Regu Polhut Mobile KPH Madiun, Tito Murbo Santoso, mengungkapkan bahwa operasi ini dilakukan berdasarkan laporan masyarakat yang mencurigai adanya aktivitas ilegal pada Selasa malam (19/11/2024).

    “Kami menduga kayu tersebut berasal dari Penebangan Pohon Tanpa Izin (PPTI) atau yang lebih dikenal dengan istilah illegal logging. Setelah menerima laporan, kami segera berkoordinasi dengan Polres Madiun untuk tindakan lebih lanjut,” ujar Tito, Rabu (20/11/2024).

    Dari hasil penangkapan, Polhut menyita 5 batang kayu jati dengan diameter berkisar antara 40 hingga 50 cm. Selain itu, identitas pengemudi juga terungkap, yaitu Sugik (35), warga Dusun Bringin, Desa Kuwiran, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun.

    “Seluruh barang bukti, termasuk truk, kayu, dan sopir, telah diamankan di Mapolres Madiun untuk diproses lebih lanjut sesuai hukum yang berlaku,” tambah Tito.

    Penindakan ini menunjukkan komitmen Polhut dalam memberantas praktik illegal logging yang merusak kelestarian hutan. Kasus ini masih dalam penyelidikan untuk mengungkap pihak-pihak lain yang terlibat.

    Dengan kejadian ini, masyarakat diimbau untuk terus berperan aktif melaporkan segala bentuk aktivitas mencurigakan di sekitar kawasan hutan kepada pihak berwenang. Upaya bersama ini diharapkan dapat menjaga kelestarian lingkungan dan sumber daya alam. [fiq/but]

  • Nasi Jotos, Menu Sederhana yang Menjamur di Madiun
                
                    
                        
                            Surabaya
                        
                        20 November 2024

    Nasi Jotos, Menu Sederhana yang Menjamur di Madiun Surabaya 20 November 2024

    Nasi Jotos, Menu Sederhana yang Menjamur di Madiun
    Tim Redaksi
    MADIUN, KOMPAS.com 

    Nasi jotos
    menjadi salah satu makanan sederhana paling populer di
    Madiun
    saat ini. Tak hanya karena harganya yang murah,
    nasi jotos
    seiring berkembangnya waktu sudah menjadi makanan khas Madiun yang banyak diburu pecinta kuliner dalam dua dekade terakhir.
    Terlebih saat ini, pecinta kuliner dapat menemukan keberadaan nasi jotos di setiap angkringan dan warung makan di Madiun.
    Bagi sebagian orang, nama jotos yang disematkan setelah kata nasi memiliki makna tersendiri. Bila ditinjau dari asal usul kata, jotos berarti pukulan dengan cara meninju.
    Diharapkan, dengan memakan sebungkus nasi jotos, pecinta kuliner mendapatkan kenikmatan nasi dicampur dengan berbagai lauk dan pedasnya sambal yang melekat pada hidangan tersebut.
    Sebagian orang menyematkan kata jotos lantaran sajian nasi dan lauk itu dibungkus seukuran kepalan tangan manusia dewasa. Kendati demikian, tidak diketahui pasti sejak kapan nasi jotos dikenal sebagai makanan khas Madiun.
    Beberapa penjual angkringan menyebut, nasi jotos sudah dijual di warung-warung di Kota Madiun sejak tahun 2000-an. Satu bungkus nasi jotos dijual mulai dengan harga Rp 5.000.
    Nasi jotos dibalut dengan daun pisang dan dibungkus dengan kertas nasi. Isinya terdiri dari nasih hangat dan lauk seperti telur dadar, tempe atau tahu potong, mi, dan sambal. Beberapa penjual angkringan banyak memodifikasi dengan lauk tambahan seperti suwir ayam dan suwir daging. Untuk tambahan lauk ini, harganya berbeda.
    Sebagai menu tambahan, biasanya di satu angkringan juga menyediakan lauk tambahan seperti bakwan, tempe, tahu, perkedel, sate telur dan kerupuk.
    Sambal nasi jotos bervariasi. Banyak pedagang yang menggunakan sambal teri, sebagian pedagang menggunakan sambal bawang dan sambal tomat.
    Saat ini, nasi jotos akan sangat mudah dijumpai di warung-warung sederhana dan angkringan. Nasi jotos menjadi candu bagi semua warga tanpa memandang kelas dan status sosial.
    Pemilik angkringan yang menyajikan nasi jotos sebagai menu utama yakni Mbah Min. Angkringannya berada di Jalan Dr. Sutomo, tepatnya di depan Hotel Mataram Baru Kota Madiun. Menurut Mbah Min, nasi jotos menjadi alternatif makanan yang murah meriah untuk mengisi perut yang keroncongan.
    “Kami sudah lama menjual nasi jotos yang sudah menjadi
    kuliner khas Madiun
    . Nasi jotos banyak dicari pecinta kuliner karena harganya yang murah dan rasanya yang enak,” kata Mbah Min.
    Selain menjual nasi jotos, Mbah Min juga menyediakan aneka hidangan dan aneka minuman lain sebagai kudapan seru di malam hari. Aneka minuman yang cocok untuk menemani menyantap nasi jotos adalah teh hangat, jeruk hangat, susu tape, susu jahe, susu tomat dan tomat hangat.
    Sedangkan aneka kudapan lain yang sangat nikmat bila dipadu dengan nasi jotos adalah tempe, tahu, kerupuk, sate ayam atau sate hati ayam. Bila masih belum nendang, pecinta kuliner dapat menikmati jadah bakar dan pisang goreng yang dibakar untuk menambah kelezatan hidangan malam khas Madiun.
    “Cari nasi jotos gampang. Tinggal datangi warung atau angkringan pasti ada. Harganya murah lagi,” kata Wiwit Prasetyo.
    Bagi Wiwit, nasi jotos merupakan kuliner legendaris Madiun setelah nasi pecel. Selain banyak ditemui di warung makan dan angkringan, cara membuatnya pun mudah.
    Senada dengan Wiwit, Sugeng Harianto, pecinta kuliner asal Kabupaten Magetan ini mengatakan, nasi jotos menjadi menu favoritnya. Untuk mendapatkan kuliner tersebut, cukup keluar ke beberapa titik angkringan.
    “Nasi jotos ini kuliner paling murah yang gampang saya dapatkan bila saya kelaparan di tengah malam.
    Nasi Jotos
    menjadi pemadam di saat saya kelaparan di tengah malam. Kalau tengah malam mau cari menu lain agak susah harus ke warung tertentu,” tutur Sugeng.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Ulos dan Songket Sumut Curi Perhatian di Pameran Nasional Yogyakarta

    Ulos dan Songket Sumut Curi Perhatian di Pameran Nasional Yogyakarta

    Yogyakarta: Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Sumatera Utara (Sumut) berhasil meraih juara pertama pada ajang Pameran Nasional Gebyar Kreasi Nusantara dan Jogja Investment, Trade, Tourism, Agriculture, Fishing (ITAFF) 2024. Capaian ini dinilai sebagai bukti bahwa produk lokal Sumut memiliki kualitas unggul dan mampu bersaing secara global.

    “Kami bersyukur Dekranasda Sumut berhasil menjadi yang terbaik. Ini membuktikan bahwa produk kita tidak hanya berkualitas, tetapi juga mampu bersaing di pasar global,” ujar Penjabat (Pj) Ketua Dekranasda Sumut, Tyas A. Fatoni, di Plaza Ambarukmo, Yogyakarta, Sabtu 16 November 2024 lalu.

    Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Wakil Ketua Harian Dekranasda Sumut, Dyan Arief S. Trinugroho. Ia berharap keberhasilan ini dapat menjadi motivasi untuk terus mengembangkan kriya dan produk UMKM Sumut.

    Pameran yang diikuti oleh 30 stan, termasuk 15 stan dari berbagai kabupaten/kota, menobatkan Dekranasda Sumut sebagai stan terbaik. Posisi kedua diraih oleh DPMTSP Kota Madiun, diikuti oleh Dinas Perdagangan Kota Samarinda di posisi ketiga.

    Selain menampilkan produk UMKM, Dekranasda Sumut juga menggelar parade fashion show yang memamerkan pakaian berbahan ulos dan songket dalam format ready to wear. Pertunjukan tari delapan etnis khas Sumut yang didukung oleh Badan Penghubung Sumut turut memeriahkan acara ini.

    “Ini salah satu langkah mempromosikan produk Sumut. Hasil membanggakan ini perlu ditindaklanjuti dengan pengembangan lebih lanjut, seperti peningkatan pemasaran, branding, dan pengemasan agar pasar produk kita semakin luas,” ujar Dyan.

    Sementara itu, Wakil Ketua Dekranasda DI Yogyakarta, Tazbir Abdullah, memberikan apresiasi kepada seluruh peserta pameran. Ia menegaskan bahwa kualitas produk lokal Indonesia semakin siap bersaing di pasar internasional.

    “Produk yang dipamerkan hari ini tidak kalah dengan produk internasional. Ini menunjukkan bahwa kita benar-benar siap bersaing di pasar global,” kata Tazbir.

    Dekranasda Sumut memamerkan berbagai kriya khas daerah, seperti ulos, songket, serta produk turunannya di bidang fashion. Produk pariwisata, suvenir, makanan, dan hasil UMKM lainnya juga ditampilkan dalam pameran yang berlangsung pada 14-17 November 2024 di Plaza Malioboro, Yogyakarta.

    Yogyakarta: Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Sumatera Utara (Sumut) berhasil meraih juara pertama pada ajang Pameran Nasional Gebyar Kreasi Nusantara dan Jogja Investment, Trade, Tourism, Agriculture, Fishing (ITAFF) 2024. Capaian ini dinilai sebagai bukti bahwa produk lokal Sumut memiliki kualitas unggul dan mampu bersaing secara global.
     
    “Kami bersyukur Dekranasda Sumut berhasil menjadi yang terbaik. Ini membuktikan bahwa produk kita tidak hanya berkualitas, tetapi juga mampu bersaing di pasar global,” ujar Penjabat (Pj) Ketua Dekranasda Sumut, Tyas A. Fatoni, di Plaza Ambarukmo, Yogyakarta, Sabtu 16 November 2024 lalu.
     
    Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Wakil Ketua Harian Dekranasda Sumut, Dyan Arief S. Trinugroho. Ia berharap keberhasilan ini dapat menjadi motivasi untuk terus mengembangkan kriya dan produk UMKM Sumut.
    Pameran yang diikuti oleh 30 stan, termasuk 15 stan dari berbagai kabupaten/kota, menobatkan Dekranasda Sumut sebagai stan terbaik. Posisi kedua diraih oleh DPMTSP Kota Madiun, diikuti oleh Dinas Perdagangan Kota Samarinda di posisi ketiga.
     
    Selain menampilkan produk UMKM, Dekranasda Sumut juga menggelar parade fashion show yang memamerkan pakaian berbahan ulos dan songket dalam format ready to wear. Pertunjukan tari delapan etnis khas Sumut yang didukung oleh Badan Penghubung Sumut turut memeriahkan acara ini.
     
    “Ini salah satu langkah mempromosikan produk Sumut. Hasil membanggakan ini perlu ditindaklanjuti dengan pengembangan lebih lanjut, seperti peningkatan pemasaran, branding, dan pengemasan agar pasar produk kita semakin luas,” ujar Dyan.
     
    Sementara itu, Wakil Ketua Dekranasda DI Yogyakarta, Tazbir Abdullah, memberikan apresiasi kepada seluruh peserta pameran. Ia menegaskan bahwa kualitas produk lokal Indonesia semakin siap bersaing di pasar internasional.
     
    “Produk yang dipamerkan hari ini tidak kalah dengan produk internasional. Ini menunjukkan bahwa kita benar-benar siap bersaing di pasar global,” kata Tazbir.
     
    Dekranasda Sumut memamerkan berbagai kriya khas daerah, seperti ulos, songket, serta produk turunannya di bidang fashion. Produk pariwisata, suvenir, makanan, dan hasil UMKM lainnya juga ditampilkan dalam pameran yang berlangsung pada 14-17 November 2024 di Plaza Malioboro, Yogyakarta.
     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
    dan follow Channel WhatsApp Medcom.id

    (ALB)

  • JATIM TERPOPULER: Mobil Pengiring Pengantin Kebakaran  – Kapolri Minta Usut Kasus Carok di Sampang

    JATIM TERPOPULER: Mobil Pengiring Pengantin Kebakaran – Kapolri Minta Usut Kasus Carok di Sampang

    TRIBUNJATIM.COM – Simak berita Jatim terpopuler yang mendapatkan sorotan pada Rabu 20 November 2024.

    Mulai dari mobil Lexus kebakaran saat antar pengantin.

    Hingga Kapolri minta kasus carok diusut tuntas.

    Simak berita terpopuler selengkapnya.

    1, Bus Sugeng Rahayu tabrak pemotor

    Seorang pengendara sepeda motor bernama Raditya Christama Putra (36), asal Jalan Kampar Timur, Kecamatan Taman, Kota Madiun, meninggal dunia usai bertabrakan dengan Bus Sugeng Rahayu, Selasa pagi (19/11/2024).

    Kecelakaan tersebut terjadi di Jalan Raya Nasional Ngawi-Maospati, masuk Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi. Kedua kendaraan rusak parah usai terlibat adu banteng.

    Kanit Gakkum Satlantas Polres Ngawi Iptu Parsidi menuturkan, sepeda motor korban nopol S 5460 OAL, melaju dari arah selatan ke utara.

    Sedangkan Bus Sugeng Rahayu nopol W 7156 UP, dikemudikan Sugiyanto (49), warga Desa Mojowono, Kecamatan, Kemlagi, Kabupaten Mojokerto, berjalan dari arah sebaliknya.

    tangkapan layar video amatir warga kecelakaan yang melibatkan pengendara sepeda motor dengan bus sugeng rahayu, di Jalan Raya Nasional Ngawi-Maospati, masuk Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi, Selasa pagi (19/11/2024).

    “Pengemudi Bus Sugeng Rahayu bermaksud mendahului truk roda 6 yang ada di depannya. Karena kurang hati hati, dan jarak sudah dekat, sehingga terjadi tabrak antara sepeda motor dan Bus Sugeng Rahayu,” tuturnya.

    Dengan kejadian tersebut, polisi selanjutnya mengamankan kedua kendaraan guna penyelidikan lebih lanjut,

    “Korban wafat saat dilakukan perawatan di RSUD dr Soeroto Kabupaten Ngawi. Saat ini kami menggali keterangan dari saksi,” pungkasnya.

    2. Kapolri minta usut tuntas kasus carok di Sampang

    Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyebutkan sudah ada tiga orang tersangka pembacokan terhadap pendukung sekaligus saksi dari Paslon Bupati dan Wakil Bupati nomor urut 2 Slamet-Mahfudz di Desa Ketapang Laok, Ketapang, Sampang, yang berhasil ditangkap. 

    Mereka berhasil ditangkap anggota gabungan dari Ditreskrimum Polda Jatim dan Satreskrim Polres Sampang, selama bergulirnya penyelidikan hingga Selasa (19/11/2024).

    Mereka diantaranya berinisial FS, IDI dan DUR. 

    Mantan Kapolda Banten itu, telah menginstruksikan kepada Polres Sampang dan Polda Jatim untuk mengusut kasus penganiayaan pembacokan ”carok’ terhadap korban beberapa hari lalu. 

    “Saya cek tadi terakhir ada menambahkan 3 orang yang sudah diamankan oleh Polres Sampang dan sudah dipegang oleh Polda Jatim. Akan terus melaksanakan pengembangan sampai dengan tuntas,” ujarnya di Mapolda Jatim, pada Selasa (19/11/2024). 

    Listyo berharap kepada seluruh jajaran Polda dan polres untuk mempersiapkan pola pengamanan sesuai dengan dinamika situasi keamanan di masing-masing daerah.

    Termasuk kepada masyarakat Indonesia khusus Jatim, ia juga berharap agar senantiasa bijaksana dan bisa menjaga diri menjaga diri untuk tidak terlibat dalam aktivitas yang merugikan secara hukum. 

    “Tentunya saya dalam hal ini mengharapkan tempat pesan kepada seluruh Polda dan saudara-saudara semua untuk bisa menjaga diri,” katanya. 

    Apalagi, proses pemungutan suara Pilkada Serentak sebentar lagi akan berlangsung, tinggal menghitung hari. 

    Sehingga, ia juga berharap adanya kejadian di Sampang tidak berdampak secara domino di wilayah lain. 

    Karena, Listyo kembali menegaskan, sosok para paslon yang berkontestasi dalam pilkada ini tak ubahnya teman, sahabat, dan keluarga yang hidup berdampingan di tengah masyarakat. 

    “Peristiwa yang tidak terulang lagi karena yang bertanding yang berhadapan yang menjadi pasangan calon ini adalah sebenarnya bagian dari teman-teman kita pada saudara-saudara kita sahabat-sahabat kita,” ungkapnya. 

    Oleh karena itu, Listyo berharap agar masyarakat senantiasa menjaga dan turut terlibat dalam pelaksanaan Pillada Serentak 2024 secara bijaksana dan konstruktif. 

    “Maka kita dukung dengan pelaksanaan Pemilu yang yang baik pemilu yang konstruktif sehingga nanti terpilih calon pemimpin khususnya di tingkat daerah yang bisa menjalankan apa yang menjadi amanat rakyat kepada pimpinan,” pungkasnya. 

    3. Mobil rombongan keluarga pengantin kebakaran

    Sebuah mobil Lexus dengan Nopol F 1701 UR terbakar di depan kantor MWC NU atau sebelah timur Kantor KUA Kecamatan Tamanan, pada Selasa (19/11/2024) siang.

    Menurut Kepala KUA Tamanan, Mukti Ali, kendaraan tersebut merupakan milik rombongan keluarga pengantin dari Desa Sukosari, Kecamatan Tamanan.

    Diketahui keluarga pengantin itu sedang menunggu proses pernikahan di KUA. Sementara kendaraannya diparkir di sebelah timur, atau halaman Kantor MWC NU Tamanan.

    Nahas, saat sopir hendak menghidupkan kendaraan. Di bagian kap mesin mobil tiba-tiba meletus. Mengeluarkan api.

    “Bawa manten ke KUA. Pemeriksaan nikah Rafa’. Setelah selesai mau pulang, distater langsung meletus,” jelasnya pada Tribun Jatim.

    Ia menerangkan, bahwa tak ada keluarga yang berada di dalam mobil saat kejadian.

    Karena keluarga sedang berada di KUA, mengikuti prosesi pernikahan. Hanya sopir saja, yang berhasil menyelamatkan diri.

    “Sekarang sudah padam, sudah ada pemadam kebakaran,” urainya.

    Paijo, salah seorang saksi mata mengatakan, berkat gerak cepat tim Damkar dan masyarakat api tak sampai menjalar ke belakang. Hanya bagian kap mesin mobil dan Cabin depan mobil yang terbakar.

    “Mungkin korsleting, kalau kerugian belum tahu,” pungkasnya.

  • Drone Elang Hitam Kembali Dikebut, Ini Jejak Pesawat Nirawak Kombat Buatan Lokal

    Drone Elang Hitam Kembali Dikebut, Ini Jejak Pesawat Nirawak Kombat Buatan Lokal

    Bisnis.com, JAKARTA – PT Dirgantara Indonesia (DI) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bakal mempercepat pengembangan pesawat terbang tanpa awak (PTTA) berkemampuan Medium-Altitude Long Endurance (MALE). Pesawat nirawak ini disebut juga Drone Elang Hitam. 

    Pesawat nirawak MALE ini merupakan satu dari 10 program prioritas industri pertahanan nasional yang dirintis sejak pemerintahan Presiden Ke-7 Jokowi Widodo dan berlanjut pada masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Jika tidak ada halangan, pesawat nirawak ini segera melakukan uji terbang. 

    “PT DI dan BRIN sudah konsolidasi untuk bisa secepatnya menerbangkan PTTA MALE ini,” kata Direktur Utama PT DI Gita Amperiawan dilansir dari Antara, Selasa (19/11/2024).  

    Drone Elang Hitam ditenagai oleh 4 mesin dengan daya 110-150 hp. Drone ini mampu mengangkut barang dengan bobot 300 kilogram. 

    Bentang sayap 16 meter dengan tinggi 2,6 meter dan panjang 8,3 meter.  

    Sementara itu, Ketua Tim Pelaksana (Katimlak) KKIP Letjen TNI (Purn.) Yoedhi Swastanto saat memimpin rapat koordinasi itu, sebagaimana disiarkan laman resmi KKIP, menyebutkan perlu ada konsorsium baru dan pemetaan industri dalam negeri terkait pengembangan PTTA berkemampuan Male untuk kebutuhan tempur/kombatan.

    Dalam rapat itu, PT DI yang diwakili Direktur Utama Gita Amperiawan, PTTA MALE Elang Hitam (EH-1B) bakal menjadi dasar pengembangan PTTA MALE kombatan buatan dalam negeri.

    “Apabila telah siap baik dari aspek teknis, anggaran, maupun pendukung lainnya, akan dilaksanakan uji terbang PTTA MALE EH-1B di Pangkalan TNI AU Iswahjudi Madiun,” demikian siaran resmi KKIP.

    Perjalanan Drone Elang Hitam

    PTTA MALE atau Drone Elang Hitam dirintis pada 2015. Kemudian 2 tahun berselang atau pada 2017 dibentuk konsorsium yang terdiri atas Kementerian Pertahanan RI, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), TNI Angkatan Udara, Institut Teknologi Bandung, PT Dirgantara Indonesia dan PT Len Industri. 

    PT DI dan BPPT kemudian melebur menjadi bagian dari BRIN. 2 Tahun setelah konsorsium dibentuk, pada 2019 BRIN membuat rangka (airframe) PTTA MALE Elang Hitam. 

    Namun pada 2020, BRIN mengumumkan program pengembangan Elang Hitam dialihkan dari versi militer menjadi drone sipil. Kepala BRIN saat itu, Laksana Tri Handoko, menjelaskan pengalihan itu karena ada kendala penguasaan sejumlah teknologi kunci. Keputusan itu juga karena hasil uji terbang yang gagal pada 2021.

    Berlanjut ke hasil Rapat Pleno KKIP pada Oktober 2024, pengembangan PTTA MALE untuk kebutuhan militer kembali berlanjut, dan dipimpin oleh PT DI sebagai lead integrator.

    Keunggulan

    Drone Elang Hitam dikabarkan memiliki waktu terbang mencapai hingga 30 jam, sehingga memungkinkan drone untuk menjalankan misi pengawasan atau pemetaan dalam jangka waktu yang lebih panjang tanpa perlu sering kembali ke basis.

    Dari sisi jangkauan, Elang Hitam dapat menjangkau area yang sangat luas yang membuatnya sangat efektif untuk misi surveilans, pemetaan, dan pencarian dan penyelamatan. Drone ini dirancang untuk terbang pada ketinggian menengah, yang memberikan pandangan yang lebih luas dan jelas terhadap area di bawahnya.

    Sebagai pesawat nirawak, Elang Hitam mampu membawa muatan yang cukup berat, termasuk sensor, kamera, dan bahkan senjata. Hal ini membuatnya sangat fleksibel untuk berbagai jenis misi baik untuk militer maupun kemanusiaan. 

  • Sebelum Rapat Akhir Pekan, Mentan Selesaikan Curhatan Peternak Madiun

    Sebelum Rapat Akhir Pekan, Mentan Selesaikan Curhatan Peternak Madiun

    Jakarta

    Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengundang dua orang peternak Kambing asal Madiun, Joko dan Husain sebelum rapat rutin akhir pekan yang digelar di kediaman pribadi Mentan di Jakarta, Minggu 17 November 2024.

    Keduanya dijemput langsung oleh staf Ditjen Tanaman Pangan untuk menjelaskan kronologi persoalan yang dihadapi para peternak secara detail.

    Di hadapan Amran, Joko menceritakan kasusnya berawal pada 13 Mei lalu, di mana saat itu dirinya sempat ditahan aparat karena menjual pupuk kompos tanpa izin. Sempat ada permintaan dana agar dapat dibebaskan, namun tidak terwujud karena telah diselesaikan secara damai berkat kekompakan para peternak Madiun.

    Menurut Joko masalah tersebut sebenarnya sudah selesai, namun efek dari kejadian tersebut, para peternak di Madiun berhenti memproduksi pupuk kompos dari kotoran kambing yang selama ini dapat memberikan nilai tambah dari usaha ternak mereka.

    Mendengar penjelasan Joko, Amran mengaku sangat geram. Namun berdasarkan informasi yang dimiliki, aparat yang melakukan hal tersebut sudah dicopot hingga kasusnya juga tidak dilanjutkan oleh perternak.

    Dirinyapun tenang mendengarkan wujud komitmen Kepolisian yang dinakhodai Listyo Sigit Prabowo dalam menindaki aparat yang bermain-main dengan nasib petani dan peternak.

    Sebagai tindak lanjut, Mentan Amran menginstruksikan Dirjen Tanaman Pangan Yudi Sastro agar memberikan pendampingan kepada peternak tersebut dalam upaya legalisasi produksi pupuk kompos mereka.

    Sebelum Joko dan Husain pulang, Menteri Pertanian 3 Periode ini memerintahkan Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Agung Suganda agar memberikan bantuan enam ekor kambing terbaik kepada kedua peternak tersebut.

    Husain menyatakan sangat terharu atas kepedulian dan respon tepat Mentan Amran terhadap kejadian ini. “Nda nyangka ada Menteri yang seperti ini, nda ada nego kalo untuk kemaslahatan peternak” ucapnya dengan suara yang tertahan karena haru.

    Keduanya mendoakan semoga Mentan Amran selalu diberi kesehatan dan kekuatan dalam mengemban amanahnya. Juga berharap bahwa pembinaan ke depannya dapat melegalkan produksi pupuk kompos mereka yang akan menyebabkan adanya nilai tambah dari usaha ternak mereka.

    Amran dikenal sangat marah jika ada yang mengganggu apalagi menyusahkan petani dan peternak.

    “Mereka itu pahlawan bangsa, jangan dianiaya dan dizhalimi, bagaimana mau swasembada kalau mereka ditakut-takuti, dirugikan dan tidak tenang,” ucapnya dalam keterangan, Senin (18/11/2024).

    “Ini juga sekaligus menjadi pengingat bagi kita semua yang memiliki wewenang, agar memuliakan petani dan peternak, serta jangan sekali-kali mempermainkan mereka,” sambungnya.

    Setelah urusan peternak Madiun selesai, Amran lalu melanjutkan rapat rutin akhir pekan bersama dengan stafnya.

    (akd/ega)