Ada Jakarta Penuh Warna Minggu Pagi, 7 Rute Transjakarta Beroperasi Mulai Pukul 10.00 WIB
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com –
PT Transportasi Jakarta (
Transjakarta
) akan melakukan
penyesuaian rute
dan waktu operasional sejumlah layanan pada Minggu (30/11/2025) untuk mendukung penyelenggaraan acara
Jakarta Penuh Warna
(JPW) yang berlangsung di kawasan Balai Kota hingga Bundaran HI, Jakarta Pusat.
Kepala Departemen Humas dan CSR PT Transjakarta Ayu Wardhani mengatakan kebijakan ini diambil untuk menjaga kelancaran
mobilitas masyarakat
selama kegiatan berlangsung.
“Kebijakan ini dilakukan untuk memastikan kelancaran mobilitas masyarakat, sekaligus mendukung kegiatan yang diinisiasi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam menyongsong lima abad Jakarta yaitu Jakarta Penuh Warna (JPW),” ujar Ayu saat dikonfirmasi
Kompas.com
, Sabtu (29/11/2025).
Salah satu penyesuaian yang dilakukan yakni tujuh rute Transjakarta akan mulai beroperasi pukul 10.00 WIB pada hari acara. Biasanya, rute-rute tersebut beroperasi sejak pukul 05.00 WIB.
Adapun tujuh rute yang terdampak penyesuaian waktu adalah:
1P Senen – Blok M
1R Senen – Tanah Abang
2P Senen – Transport Hub Dukuh Atas
2Q Gondangdia – Balai Kota
5M Kampung Melayu – Tanah Abang via Cikini
6A Balai Kota – Ragunan via Kuningan
6B Balai Kota – Ragunan via Semanggi
Selain perubahan jam operasional, Transjakarta juga menerapkan penyesuaian layanan pada pukul 05.00–10.00 WIB khusus di Koridor 1 dan Koridor 2.
Koridor 1
– Blok M – Kota
Dialihkan melalui Koridor 9 dan 13, melayani halte: Petojo, Tarakan, Tomang Raya, Kota Bambu, Kemanggisan, Petamburan, Gerbang Pemuda, Widya Chandra, Simpang Kuningan, Tegal Parang, Pancoran, Tegal Mampang, Rawa Barat, dan Pasar Santa.
Tidak melayani: Halte Kebon Sirih hingga Masjid Agung serta ASEAN.
– Rute 1A: Pantai Maju – Balai Kota
Dialihkan via Halte Juanda.
Tidak melayani: Halte Monumen Nasional dan Balai Kota.
Menjadi melayani: Halte Pecenongan dan Juanda.
Koridor 2
– Pulo Gadung – Monumen Nasional
Tidak melayani Halte Balai Kota dan Gambir 2.
– Rute 2A: Pulo Gadung – Rawa Buaya via Balai Kota
Tidak melayani Halte Balai Kota.
Menjadi melayani: Halte Gambir, Istiqlal, Juanda, dan Pecenongan.
– Rute 5C: Cililitan – Juanda
Dialihkan via Halte Juanda.
Tidak melayani: Halte Balai Kota.
Menjadi melayani: Halte Gambir, Istiqlal, Juanda, dan Pecenongan.
– Rute 7F: Kampung Rambutan – Juanda via Cempaka Putih
Dialihkan via Halte Juanda.
Tidak melayani: Halte Balai Kota.
Menjadi melayani: Halte Gambir, Istiqlal, Juanda, dan Pecenongan.
Ayu mengimbau masyarakat untuk menyesuaikan rencana perjalanan selama penutupan dan rekayasa layanan berlangsung.
“PT Transportasi Jakarta mengimbau seluruh pelanggan untuk mengutamakan keselamatan, memperhatikan informasi terbaru, serta merencanakan perjalanan lebih awal. Informasi real-time dapat diakses melalui media sosial resmi Transjakarta atau aplikasi TJ : Transjakarta,” tambahnya.
Sebagai informasi, acara JPW akan dimulai pukul 05.30 WIB dengan rangkaian kegiatan seperti fun walk, panggung olahraga, defile olahraga, donor darah, hingga pojok UMKM. Rute fun walk dimulai dari Balai Kota dan berakhir di Bundaran HI.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
kab/kota: Kebon Sirih
-
/data/photo/2025/02/12/67aba48e68d4e.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Waspada Kepadatan Lalin Sejumlah Ruas Jalan Jakarta Minggu Pagi Imbas Event Lari Megapolitan 23 November 2025
Waspada Kepadatan Lalin Sejumlah Ruas Jalan Jakarta Minggu Pagi Imbas Event Lari
Penulis
JAKARTA, KOMPAS.com –
Lalu lintas di sejumlah ruas jalan utama Jakarta diperkirakan padat pada Minggu (23/11/2025) pagi akibat pelaksanaan Pertamina Eco Run Fest 2025.
Acara lari yang berlangsung sejak pukul 04.00 WIB ini membuat pengendara diminta mengantisipasi rekayasa lalu lintas dan mengikuti arahan petugas di lapangan.
Melalui akun Instagram @
TMCPoldaMetro
, Polda Metro Jaya menyampaikan bahwa rute Pertamina Eco Run Fest 2025 akan melintas di kawasan Sudirman, Senopati, Pattimura, Sisingamangaraja hingga JLNT Antasari.
Pengendara yang melintasi ruas-ruas tersebut diimbau untuk menyesuaikan perjalanan serta memperhatikan instruksi petugas demi kelancaran arus lalu lintas.
Acara Pertamina Eco Run Fest 2025 sendiri akan dimulai dan berakhir di Parkir Timur GBK Senayan.
Sejumlah layanan bus Transjakarta turut terdampak selama kegiatan berlangsung.
Kepala Departemen Humas dan CSR PT Transportasi
Jakarta
(Transjakarta), Ayu Wardhani, mengatakan Koridor 1 (Blok M–Kota) mengalami penyesuaian sejak dini hari.
“Mulai pukul 04.00–08.00 WIB, Transjakarta tidak melayani Halte Kebon Sirih hingga Polda Metro Jaya. Rute dialihkan melalui lintasan Koridor 13 dan 9,” kata Ayu dalam keterangan, Sabtu.
Penyesuaian layanan juga diterapkan mulai pukul 10.00–22.00 WIB pada sejumlah rute, menyesuaikan kondisi lapangan.
Rute yang terdampak yakni:
Beberapa rute lain baru mulai beroperasi pukul 09.00 WIB.
“Rute 3F (Kalideres–Senayan Bank Jakarta), 6V (Ragunan–Senayan Bank Jakarta), dan 10H (Tanjung Priok–Bundaran Senayan) mulai beroperasi pukul 09.00 WIB,” ujar Ayu.
Ayu memastikan pelayanan tetap diupayakan optimal meski terdapat penyesuaian.
“Penyesuaian ini adalah langkah yang kami ambil agar semua pihak, baik peserta lari maupun pelanggan Transjakarta, dapat beraktivitas dengan aman,” katanya.
Ia juga mengimbau pelanggan untuk memperbarui informasi perjalanan karena rute bisa berubah menyesuaikan kondisi di lapangan.
“Transjakarta mengimbau pelanggan untuk menyesuaikan rencana perjalanan. Informasi terkini dapat diakses melalui media sosial resmi Transjakarta dan aplikasi TJ:Transjakarta,” ujar Ayu.
Dengan berlangsungnya kegiatan lari berskala besar ini, pengguna kendaraan pribadi maupun transportasi umum diharapkan merencanakan perjalanan lebih awal untuk menghindari keterlambatan dan memastikan pergerakan tetap aman serta lancar.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -

Balai Kota rumah bersama bagi warga berbagai suku dan agama
Jakarta (ANTARA) – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan bahwa Balai Kota DKI Jakarta terbuka bagi seluruh masyarakat dan merupakan rumah bersama bagi seluruh warga dari berbagai latar belakang suku, ras serta agama.
“Kami berharap Balai Kota dapat dimanfaatkan sebagai ruang publik yang mendorong tumbuhnya persaudaraan, persatuan, toleransi serta kecintaan terhadap Kota Jakarta,” kata dia di Jakarta, Ahad.
Pramono menyatakan hal itu saat melepas kegiatan Jalan Sehat Hari Pahlawan 2025 peserta dari Paguyuban Warga Jakarta asal Jawa Timur (Pewarta Jatim).
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berkomitmen untuk terus memfasilitasi berbagai kegiatan yang mengedepankan nilai kebersamaan dan penghormatan terhadap perjuangan bangsa.
Ia mengatakan, ruang publik seperti Balai Kota dan kawasan Monumen Nasional (Monas) diharapkan menjadi wadah ekspresi dan kolaborasi warga.
Hal ini sejalan dengan semangat Jakarta sebagai Kota Kolaborasi, yaitu kota yang terbuka, inklusif dan penuh semangat kebersamaan.
Ia menambahkan, Balai Kota adalah rumah bagi siapa saja. Beberapa bulan lalu, Paguyuban Jawa Tengah juga diizinkan menggunakan Balai Kota.
Bahkan, beberapa pekan lalu di Monas, Paguyuban Madura juga diizinkan menggelar kegiatan di sana. Hari ini kegiatan Jalan Sehat memperingati Hari Pahlawan yang diadakan oleh Paguyuban Warga Jakarta asal Jawa Timur untuk pertama kalinya juga diselenggarakan di sini.
Kegiatan jalan sehat diikuti 2.000 peserta dari Pewarta Jatim yang dimulai dari Balai Kota DKI Jakarta di Jalan Medan Merdeka Selatan, menuju Jalan H Agus Salim, Jalan Kebon Sirih Raya, Jalan MI Ridwan Rais dan kembali lagi ke Balai Kota.
Jalan Sehat Pewarta Jatim ini digelar dalam rangka memperingati Hari Pahlawan 2025 sekaligus memperkenalkan kebudayaan Jawa Timur, antara lain melalui penampilan Reog Ponorogo.
Ini merupakan agenda tahunan Pewarta Jatim yang turut dimeriahkan dengan pentas budaya dan penampilan Campursari untuk mengenang kembali semangat heroik Arek-arek Suroboyo yang dikobarkan oleh Bung Tomo sebagai simbol keberanian rakyat Indonesia dalam melawan penjajah.
Pewarta: Mario Sofia Nasution
Editor: Sri Muryono
Copyright © ANTARA 2025Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
-
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5376252/original/044955500_1759997272-Pemandangan_Monas_di_Waktu_Malam.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Ada Demo Guru di Sekitar Monas, Simak Rekayasa Lalu Lintas Hari Ini Kamis 30 Oktober 2025
Liputan6.com, Jakarta – Sejumlah guru dari berbagai organisasi pendidikan menggelar demo di kawasan Monas Jakarta Pusat, Kamis (30/10/2025). Polisi pun menyiapkan skenario pengaturan arus lalu lintas.
Kabagops Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Robby Hefadus menerangkan, aksi diprediksi melibatkan 8.000 hingga 9.000 guru honorer dari berbagai provinsi. Terkait hal ini, ia mengatakan, telah menutup sejumlah akses menuju kawasan aksi.
“Untuk pengalihan arus kita sudah menutup jalan yang mengarah ke Medan Merdeka Selatan, termasuk juga dari arah ke Kedubes AS, kita sudah tutup namun buka-tutup bagi PNS yang mengarah ke kantor,” ujar Robby saat dihubungi, Kamis (30/10/2025).
Penutupan juga dilakukan di ruas Jalan Medan Merdeka Selatan mengarah ke Gambir.
“Sehingga memang yang mengarah ke Merdeka Selatan tidak bisa dilalui untuk sementara waktu,” ucap Robby.
Robby memgatakan, rekayasa lalu lintas tidak berpakukan di ruas Sudirman–Thamrin, hanya di sekitar lokasi aksi.
“Terus untuk di sepanjang jalan Sudirman-Thamrin tidak ada rekayasa yang sifat krusial hanya yang berada di area penyampaian pendapat di Merdeka Selatan,” terang dia.
Robby mengatakan, pihaknya juga mengatur lalu lintas di sekitar Bundaran Patung Kuda.
“Semua kendaraan dari Budi Kemuliaan kita alihkan ke utara putar di gerbang RRI untuk yang menuju ke arah selatan,” ucap dia.
Dia mengimbau masyarakat yang hendak menuju Tugu Tani agar mencari jalur alternatif.
“Bagi masyarakat yang mau mengarah ke Tugu Tani bisa melalui jalan kebon sirih arah ke Tugu Tani. Demikian,” tandas Robby.
Simak informasi dalam Fokus Pagi edisi (14/1) dengan topik-topik pilihan sebagai berikut, Demo Guru dan Kepala Sekolah Diwarnai Kericuhan, Tujuh Rumah Terbakar, Ledakan di Rumah, Dua Orang Tewas, Heboh Koin Viral Hasilkan Uang Tunai.
-

Rute Transjakarta dialihkan imbas demo di Patung Kuda
Jakarta (ANTARA) – PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) mengalihkan sejumlah rute sehubungan dengan adanya unjuk rasa di sekitar Patung Kuda, persimpangan Jalan MH Thamrin dan Jalan Medan Merdeka Barat yang menyebabkan penutupan ruas menuju Balai Kota DKI Jakarta.
“Perubahan rute ini berlaku per pukul 14.44 WIB,” kata Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta Ayu Wardhani di Jakarta, Senin.
Dia merinci rute bus yang dialihkan, yakni Koridor 2 (Pulogadung-Monas). Untuk arah Pulogadung, setelah Halte Monas, bus diluruskan melewati lampu merah Kebon Sirih, kemudian belok ke kiri.
“Halte yang tidak dilayani Halte Balai Kota (arah Pulogadung) dan Halte Gambir 2 (arah Pulogadung),” ujar Ayu.
Selanjutnya, Rute 2A (Pulogadung-Rawa Buaya) juga serupa dengan Rute 2, yakni untuk arah Pulogadung (dari Rawa Buaya), setelah Monas, di Lampu Merah Patung Kuda, bus diluruskan menuju Kebon Sirih, belok kiri, lalu lurus terus.
Dengan begitu, halte yang tidak dilayani, yaitu Halte Balai Kota (arah Pulogadung) dan Halte Gambir 2 (arah Pulogadung).
Berikutnya, rute Non-BRT 1P (Senen-Blok M). Untuk arah Senen, jalur mengalami pengalihan karena penutupan arah IRTI Monas. Rute bus menjadi Blok M-Bus Stop Monas 3-TL Patung Kuda lurus-TL BI belok kiri-Jalan Kebon Sirih-TL Tugu Tani belok kiri-Bus Stop Telkom lurus-Bus Stop Gambir dan seterusnya ke Terminal Senen.
“Bus Stop yang tidak dilayani, yakni IRTI Monas dan Gambir 2,” tutur Ayu.
Selanjutnya, rute Non-BRT 1A (Pantai Maju-Balai Kota) mengalami perpendekan rute. Rute 1A diperpendek dari yang semula Pantai Maju-Balai Kota menjadi hanya melayani Pantai Maju-Monas.
Dengan begitu, halte/bus stop yang tidak dilayani juga bus stop Balai Kota dan Halte Balai Kota.
Terakhir, Rute 6A dan 6B (Ragunan-Balai Kota) yang keduanya tetap diarahkan untuk memutar balik di sekitar Monas dan tidak melayani Halte Balai Kota.
“Pelanggan diimbau untuk menyesuaikan waktu dan rencana perjalanan. Kami memohon maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan akibat penyesuaian layanan ini,” ucap Ayu.
Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2025Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
-

Raperda KTR Bikin Hidup Makin Sulit
JAKARTA – Sejumlah pedagang mendatangi Gedung DPRD DKI di Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, untuk menyampaikan kekecewaan atas pembahasan Rancangan Peraturan Daerah Kawasan Tanpa Rokok (Raperda KTR).
Mereka menilai sejumlah pasal dalam rancangan itu memberatkan dan berpotensi mematikan mata pencaharian rakyat kecil.
Yono, salah satu pedagang di kawasan Pasar Minggu, mengaku keberatan dengan rencana penerapan zonasi larangan penjualan rokok dalam radius 200 meter dari sekolah serta perluasan kawasan tanpa rokok hingga ke warteg, toko kelontong, dan pasar tradisional.
“Aduh, sekarang makin susah. Jualan rokok itu bantu banget muterin dagangan lain. Kalau dilarang, ya habis sudah,” ungkap Yono, Selasa, 7 Oktober.
Senada, Andi, pedagang asal Tanjung Priok, menuturkan kekhawatirannya jika aturan itu tetap diberlakukan. Menurutnya, daya beli masyarakat sudah menurun, sementara pedagang masih harus berhadapan dengan syarat perizinan yang makin rumit.
“Kalau makin diribetin aturan begini, kebutuhan sehari-hari makin susah dipenuhi,” ujarnya.
Ketua Umum Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) Ali Mahsun menegaskan aksi ini merupakan kelanjutan dari deklarasi penolakan pedagang terhadap Raperda KTR beberapa pekan lalu. Ia menilai proses penyusunannya terkesan terburu-buru dan tidak mempertimbangkan kondisi ekonomi pedagang kecil.
“Kami minta DPRD lebih sensitif. Pendapatan yang kami dapat hari ini untuk hidup besok. Jangan sampai aturan ini menekan ekonomi rakyat kecil,” tegas Ali.
Ali juga mengingatkan agar DPRD tidak gegabah menetapkan kebijakan yang justru menggerus usaha kecil yang menjadi tulang punggung ekonomi ibu kota.
Aksi pedagang diterima oleh Wakil Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD DKI Jakarta, Jhonny Simanjuntak, dari Fraksi PDI Perjuangan. Ia memastikan masukan dari pedagang akan menjadi pertimbangan penting dalam tahap finalisasi Raperda KTR.
“Kami pahami kondisi ekonomi di lapangan sedang berat. Suara pedagang kecil, UMKM, dan warung akan kami pertimbangkan untuk mencari jalan tengah yang win-win,” ujar Jhonny.
-
/data/photo/2025/10/05/68e2476c32dd7.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Ketika Halaman Kantor BGN Jadi Tempat "Piknik" Warga Usai HUT TNI… Megapolitan 5 Oktober 2025
Ketika Halaman Kantor BGN Jadi Tempat “Piknik” Warga Usai HUT TNI…
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com —
Sejumlah warga menggelar piknik di halaman kantor Badan Gizi Nasional (BGN), Jalan Kebon Sirih, Jakarta, setelah mereka menghadiri acara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 TNI di Monumen Nasional, Minggu (5/10/2025).
Berdasarkan pantauan
Kompas.com
di lokasi, para pengunjung duduk di rerumputan di depan kantor BGN sambil beristirahat usai berkeliling di pameran alat utama sistem persenjataan TNI.
Kantor BGN terletak tepat di sisi jalan persimpangan Bundaran Tugu Tani, bersebelahan dengan tempat para pengunjung memarkir kendaraannya, atau turun dari Stasiun Gondangdia.
Sebagian pengunjung duduk melingkar dengan keluarga atau teman sambil memakan bekal yang sudah disiapkan dari rumah.
Sebagian lain juga terlihat menikmati jajanan dan minuman dingin yang dibeli dari pedagang keliling yang mangkal di sisi jalan dan trotoar.
Mereka beristirahat sambil memandangi sejumlah atraksi pesawat yang dilakukan oleh TNI Angkatan Udara di langit Monas.
Rubiyati (46 tahun)), salah satu warga asal Cinere, Depok, mengaku telah menyiapkan perbekalan untuk berpiknik bersama keluarganya.
Suaminya yang bernama Tri (52) terlihat tengah menghabiskan satu kotak makanan yang dimasak istrinya di rumah.
Sementara, salah satu anaknya tengah menyantap seporsi siomay yang ditempatkan di dalam plastik.
“Tadi habis keliling-keliling kan. Anak saya kepingin naik mobil tank. Ini sebelum pulang istirahat dulu, isi bensin,” ucap Rubiyati kepada
Kompas.com
.
Rubiyati mengaku datang jauh dari Depok menuju Monas menggunakan kereta commuter line.
Setelah dari Monas, ia mendapat kabar bahwa sejumlah stasiun tengah dipadati penumpang imbas berakhirnya acara HUT TNI.
Oleh karena itu, Rubiyati dan keluarga memilih untuk tidak terburu-buru pulang untuk bisa menikmati akhir pekan.
“Seru sih, tadi lihat atraksi juga. Kalau ramai di kereta sih udah biasa, udah hafal. Jadi enggak usah buru-buru pulang,” kata dia.
Ketika sebagian pengunjung asyik menggelar piknik, arus lalu lintas di Jalan Kebon Sirih tepat di depan kantor BGN terpantau macet total.
Pantauan
Kompas.com
di lokasi sekitar pukul 15.40 WIB, polisi lalu lintas yang bersiaga menerapkan rekayasa arus lalu lintas berupa sistem buka tutup di persimpangan Tugu Tani.
Kendaraan yang ingin melintas di persimpangan diminta mengikuti instruksi petugas agar tidak terjadi penyumbatan di tengah persimpangan akibat mobil yang saling serobot.
Rekayasa tersebut diterapkan untuk mengurai kemacetan yang terjadi dari seluruh arah.
Suara klakson mobil yang ingin segera menerobos kemacetan pun saling bersahutan.
Cekcok antar pengemudi yang diwarnai dengan suara klakson panjang juga beberapa kali terdengar.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
/data/photo/2024/03/21/65fc021717fed.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)

/data/photo/2025/09/01/68b4dd8be81de.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
/data/photo/2025/10/05/68e1df2580520.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)