kab/kota: Gunungkidul

  • PHRI DIY dukung moratorium hotel di kawasan Sumbu Filosofi Yogyakarta

    PHRI DIY dukung moratorium hotel di kawasan Sumbu Filosofi Yogyakarta

    Yogyakarta (ANTARA) – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyatakan mendukung penuh moratorium pembangunan hotel baru di kawasan inti Sumbu Filosofi yang dicanangkan Pemerintah Kota Yogyakarta.

    Ketua PHRI DIY Deddy Pranowo Eryono di Yogyakarta, Jumat, mengatakan pihaknya bahkan telah lebih dahulu mengusulkan kebijakan serupa termasuk di Kabupaten Sleman kepada Gubernur DIY sejak tahun lalu.

    “Sebetulnya moratorium di Kota Yogyakarta dan Sleman sudah kami sampaikan kepada Gubernur tahun lalu,” ujar dia.

    Menurut Deddy, moratorium penting dilakukan demi mencegah okupansi hotel hanya terkonsentrasi di wilayah Kota Yogyakarta dan Sleman, sekaligus mendorong pemerataan kunjungan wisata ke wilayah lain seperti Bantul, Kulon Progo, dan Gunungkidul.

    “Agar ada pemerataan okupansi, hotel-hotel di Bantul, Kulon Progo, dan Gunung Kidul,” ucap dia.

    Namun demikian, PHRI DIY juga meminta agar moratorium hotel tersebut dibarengi dengan langkah konkret untuk menertibkan penginapan ilegal yang kian marak di wilayah ini.

    “Kami mohon ada penertiban dan pendataan homestay, indekos yang dijual harian. Itu perlu izin dan juga harus membayar pajak,” tegas Deddy.

    Ia mengingatkan bahwa penginapan ilegal berpotensi mengganggu iklim usaha perhotelan yang sehat dan merugikan pendapatan asli daerah (PAD) karena tidak tercatat secara resmi.

    “Pasti nantinya di Kota Yogyakarta akan lebih menjamur homestay , indekos harian dan semacamnya,” ujar dia.

    Selain aspek ekonomi, Deddy juga menilai kebijakan moratorium dapat membantu mengurangi kepadatan lalu lintas di kawasan inti kota, terutama jika dibarengi dengan pengawasan terhadap penginapan non-hotel.

    Sebelumnya, Pemerintah Kota Yogyakarta menyatakan akan memberlakukan moratorium atau penghentian sementara pemberian izin pembangunan hotel baru di kawasan inti (core zone) Sumbu Filosofi.

    Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo mengimbau para pengelola hotel untuk tidak lagi merencanakan pembangunan di kawasan zona inti Sumbu Filosofi yang mencakup area kanan dan kiri jalur yang membentang lurus mulai dari Tugu Pal Putih, Malioboro, Keraton Yogyakarta, hingga Panggung Krapyak.

    “Saya sampaikan ke teman-teman di manajemen, manajer-manajer hotel supaya mereka jangan punya keinginan mulai sekarang ini untuk membangun di ‘core zone’ ini,” ujar Hasto.

    Pewarta: Luqman Hakim
    Editor: Biqwanto Situmorang
    Copyright © ANTARA 2025

  • Investasi Akomodasi Dorong Pariwisata Yogyakarta di Tengah Tantangan Overtourism

    Investasi Akomodasi Dorong Pariwisata Yogyakarta di Tengah Tantangan Overtourism

    Liputan6.com, Yogyakarta – Geliat sektor pariwisata di Yogyakarta yang semula menjadi motor penggerak ekonomi kini menghadapi sejumlah tantangan krusial. Ledakan jumlah wisatawan, ketimpangan infrastruktur, hingga komersialisasi budaya dinilai semakin mempersulit tata kelola pariwisata berkelanjutan di wilayah ini. Pengamat wisata sekaligus cucu dari Sri Sultan Hamengkubuwono VII, RM Kukuh Hertriyasning, menyebut bahwa Yogyakarta saat ini tengah berada di ambang krisis pariwisata jika tidak segera dilakukan pembenahan. “Yogyakarta tidak kekurangan wisatawan. Justru yang kini dibutuhkan adalah pengaturan, pembatasan, dan keberpihakan pada pelestarian lingkungan serta budaya lokal,” ujar Ndoro Aning akrab panggilannya.

    Ia menyoroti fenomena overtourism yang menyebabkan kawasan seperti Malioboro, Taman Sari, hingga pantai-pantai di Gunungkidul mengalami kepadatan ekstrem, penurunan kenyamanan, serta peningkatan volume sampah. Di sisi lain, kerusakan lingkungan akibat pembangunan tanpa kajian mendalam pun mulai terlihat di sejumlah titik.

    Tak hanya itu, minimnya fasilitas akomodasi yang seimbang dengan lonjakan kunjungan wisatawan turut memicu persoalan baru. Kukuh menilai kurangnya investasi pada sektor akomodasi alternatif membuat wisatawan kesulitan mendapatkan penginapan, terutama saat musim liburan.

    Fenomena tersebut diakui pula oleh pelaku industri properti. M. Syarief Hidayat, Board of Director Royal D’Paragon Land, menyebut bahwa keterbatasan lahan dan belum optimalnya infrastruktur mendesak pelaku usaha untuk menghadirkan solusi baru. “Ketika peak season, banyak wisatawan kesulitan mendapatkan tempat menginap. Maka dari itu, pengembangan akomodasi berbasis investasi menjadi salah satu opsi yang bisa mendukung pariwisata,” ujarnya.

    Royal D’Paragon Land mengembangkan model indekos eksklusif dan villa berbasis co-ownership untuk menjawab kebutuhan tersebut. Menurut Syarief, dua proyek yang baru dirilis pada Mei ini D’Kraton dan D’Catra menawarkan model kepemilikan bersama yang dinilai menarik oleh investor. Konsep ini juga dinilai dapat berkontribusi terhadap pendapatan daerah, terutama dari sektor pajak dan transaksi properti. Royal D’Paragon Land tercatat sebagai salah satu pengembang yang rutin membayar pajak sewa kamar dan pernah menerima penghargaan atas kepatuhannya.

    Meski begitu, Ndoro Aning menegaskan bahwa pertumbuhan pariwisata tidak cukup hanya disokong oleh pembangunan fisik. Ia menekankan pentingnya perlindungan terhadap pelaku UMKM, penataan ruang yang adil, serta pelestarian budaya sebagai bagian tak terpisahkan dari ekosistem wisata. Dengan tantangan dan peluang yang saling berdampingan, masa depan pariwisata Yogyakarta kini sangat bergantung pada keberanian semua pihak baik pemerintah, pelaku usaha, maupun masyarakat untuk menata ulang arah pembangunan dengan lebih bijak dan berkelanjutan. “Pariwisata harus memberi kehidupan yang adil bagi warga, bukan hanya keuntungan jangka pendek,” pungkas Aning.

  • Jadwal Pemadaman Listrik 8 Mei 2025: Cek Wilayah Terdampak di Palu, Yogyakarta, Jateng, dan Sulut – Halaman all

    Jadwal Pemadaman Listrik 8 Mei 2025: Cek Wilayah Terdampak di Palu, Yogyakarta, Jateng, dan Sulut – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Warga di sejumlah wilayah Indonesia perlu bersiap menghadapi pemadaman listrik sementara pada Kamis, 8 Mei 2025. PT PLN (Persero) akan melakukan pemeliharaan jaringan listrik sebagai langkah peningkatan keandalan dan keamanan pasokan listrik.

    Berikut daftar wilayah yang akan terdampak jadwal pemadaman listrik hari ini:
    1. Palu (Sulawesi Tengah)

    PLN UP3 Palu menjadwalkan pemadaman listrik mulai pukul 08.00 hingga 17.00 WITA.

    Pukul 08.00–12.00 WITA:

    Jl Dewi Sartika, Jl Ar Saleh, Kijang Raya, Jl Kijang Utara, Jl Zebra, Jl Towua, Jl Kijang Selatan, Jl Peladuk

    Jl Mawas, Jl Sekunder, Jl Adam Malik, Jl Lembaga, Jl RS Islam, Jl Dewi Ramba, Jl Keledai, Jl Banteng

    Jl Badak, Jl Tangkasi

    Wilayah: Birobuli Selatan, BTN Bumi Anggur

    Pukul 13.00–17.00 WITA:

    Jl Manggis 2, Munif Rahman, Rantogau, Cemara, Pipa Air, Kedondong, Palola, Kangkung, Durian, Langsat

    RSUD Anutapura, Sriti Ballroom, Jl Kunduri, Kemiri, Manggis, Lombok, Belimbing
    Wilayah: BTN Silae Permai

    2. Yogyakarta (DIY)

    Pemadaman dijadwalkan di berbagai wilayah, termasuk:

    Kota Yogyakarta

    Kabupaten Sleman

    Kabupaten Bantul

    Kabupaten Gunungkidul

    Informasi resmi pemadaman dapat diakses melalui akun Instagram @plnjogja atau link resmi: bit.ly/perbaikanlistrikdiy

    Ilustrasi mati listrik. Aliran listrik di Israel terancam mati jika perang Israel-Hizbullah meletus. Warga Yogyakarta diimbau bersiap menghadapi pemadaman listrik sementara demi peningkatan kualitas pasokan. (Tribunnews)

    3. Jawa Tengah

    Pemadaman dilakukan oleh PLN Jateng untuk pemeliharaan dan pemangkasan pohon.

    Semarang Barat (09.30–15.00 WIB):

    Jalan Raya Semarang–Kendal, Gudang Bulog, SMAN 8 Semarang

    SPBU Tambak Aji, Jalan Abu Bakar

    PT Vulcan Duta Yudha, PT Kayubagus International, dan sekitarnya

    Weleri (10.00–15.00 WIB):

    Kebumen, Sudagaran, Margosono, Tamanrejo, Mulyosari

    Bringinsari, Purwosari, Ngargosari, Sapen, dan sekitarnya

    4. Sulawesi Utara

    PLN UP3 Manado akan melakukan pemadaman di wilayah berikut:

    Minahasa Selatan (09.00–14.00 WITA):

    Popontolen, Lelema, Maruasey, Tangkuney, Sulu, Paslaten, Wawona, Bajo, Popareng, Wawontulap

    Minahasa Utara:

    (09.00–15.30 WITA): Perum Bumi Wusa Baru, Wusa, Winetin, Tumbohon, Patokaan, Teep, Warisa, Kampung Baru, dll

    (10.00–15.30 WITA): Batu, Werot, Maliambao, Palaes, Kulu, Lantung

    (10.00–12.00 WITA): Talawaan Bantik, Talawaan Atas, Minaesa, Kima Bajo, Budo

    Tomohon (09.00–12.00 WITA): Resort Lokon View

    Manado:

    09.00–13.00 WITA: Mr. DIY Malalayang, RS Kasih Ibu, Bahu Bay, Freshmart, Kampus Barat, dan sekitarnya

    09.00–12.30 WITA: Bengkol, Perum Puri, Pandu

    09.00–15.00 WITA: Kompleks Pengadilan Terpadu, Kima Atas, RSS Koka, dll

    Cara Cek Jadwal Pemadaman Listrik Lewat PLN Mobile

    Untuk memudahkan masyarakat, PLN menyediakan layanan digital melalui aplikasi PLN Mobile. Berikut langkah-langkahnya:

    Unduh aplikasi PLN Mobile di Google Play Store atau App Store
    Login menggunakan nomor HP atau email
    Klik menu “Pengaduan”, lalu pilih “Cek Padam di Sekitar Saya”
    Aplikasi akan menampilkan info lokasi dan waktu pemadaman secara real time

    Catatan: Jadwal dapat berubah tergantung kondisi di lapangan. Selalu periksa informasi terbaru melalui aplikasi PLN Mobile atau situs resmi PLN wilayah Anda.

    Bagikan informasi ini kepada keluarga dan tetangga agar mereka juga dapat bersiap menghadapi pemadaman listrik.

    (TRIBUNMANADO/TRIBUNJATENG/TRIBUNPALU/TRIBUNNEWS)

  • Pebalap Indonesia Bikin Merah Putih Berkibar di Portugal

    Pebalap Indonesia Bikin Merah Putih Berkibar di Portugal

    Jakarta

    Pebalap muda Indonesia binaan PT Astra Honda Motor (AHM) sukses mengibarkan bendera Merah Putih di Eropa. Muhammad Kiandra Ramadhipa menunjukkan potensinya melesat cepat di arena balap Portugal.

    Ramadhipa kini berkompetisi di ajang European Talent Cup (ETC). Pebalap muda Indonesia itu berhasil meraih podium perdana d European Talent Cup (ETC) musim 2025 di Sirkuit Estoril, Portugal, Minggu (4/5).

    Pebalap 15 tahun ini finish ketiga di balapan pertamanya yang berlangsung dalam kondisi lintasan basah. Ini menjadikannya sebagai pebalap Indonesia pertama yang mengibarkan Merah Putih di podium ETC.

    Ramadhipa, yang turun bersama Honda Asia-Dream Junior Team, melakukan start bagus dari posisi kelima dan sempat turun ke posisi keenam setelah keluar lintasan. Namun, dia terus memperkecil jarak dengan pebalap di depan, hingga akhirnya bersaing memperebutkan podium dengan pebalap unggulan lain. Dalam duel dramatis, Ramadhipa sukses mendahului lawannya di lintasan lurus terakhir dan mengunci posisi ketiga di garis finish.

    “Saya bisa menguasai situasi dengan sangat bagus, meski sempat melakukan kesalahan dan keluar lintasan. Saya terus fokus, tidak melakukan kesalahan lagi, dan akhirnya berhasil meraih podium. Saya sampai menangis saat tiba di parc ferme karena tidak menyangka bisa dapat hasil sejauh ini setelah hasil tes di Valencia. Saya sangat senang dengan apa yang kami capai. Motivasi saya semakin kuat. Kami akan bekerja lebih keras untuk mendapatkan hasil bagus di Jerez beberapa pekan ke depan,” ujar Ramadhipa dalam siaran persnya.

    Sayangnya, hasil manis tersebut tak berlanjut di balapan kedua. Saat kembali menunjukkan performa menjanjikan dan berada di posisi ketiga, Ramadhipa terlibat insiden di tikungan pertama akibat ditabrak pebalap lain. Meski mencoba melanjutkan balapan, motornya tak bisa dihidupkan kembali dan dia gagal finish. Ramadhipa menutup akhir pekan dengan torehan 16 poin dan duduk di peringkat ketujuh klasemen sementara ETC.

    Sementara itu, rekan pembinaan Ramadhipa dari Astra Honda Racing Team, Veda Ega Pratama harus mengakhiri balapan kelas JuniorGP dengan cedera. Veda mengalami highside saat berada di posisi kelima. Pebalap 16 tahun asal Gunungkidul, Yogyakarta, itu tampil luar biasa sejak awal balapan. Start dari posisi ke-10, Veda langsung merangsek ke posisi depan dan sempat memimpin grup ketiga.

    Setelah menjalani long lap penalty yang membuatnya sempat merosot ke posisi 13, Veda kembali menunjukkan determinasi tinggi dengan kembali menembus posisi kelima. Namun, saat mencoba mendekati tiga besar, dia terjatuh di antara tikungan 11 dan 12, yang membuatnya bertabrakan dengan dua pebalap lain. Veda langsung dibawa ke Medical Centre dan didiagnosa mengalami retak kecil di tulang pangkal fibula dan pergelangan kaki kanan.

    “Saya melakukan kesalahan di tikungan kedua terakhir dan mengalami highside. Saya rasa, ada pebalap yang sempat menyentuh kaki saya, tetapi saya baik-baik saja. Pada awal balap, saya berusaha keras untuk mengurangi jarak dengan pebalap di depan. Tapi saya sadar harus punya kontrol lebih baik lagi. Kami akan bertemu dokter di Barcelona untuk mengetahui apakah saya perlu menjalani operasi atau cukup beristirahat,” ujar Veda.

    Putaran berikutnya ajang FIM JuniorGP akan digelar di Circuito de Jerez-Angel Nieto pada 29 Juni-1 Juli 2025. Ramadhipa dan Veda diharapkan bisa kembali tampil dengan performa terbaik untuk membawa harum nama Indonesia di kancah balap dunia.

    (rgr/din)

  • 5 Rekomendasi Tempat Wisata Populer di Yogyakarta

    5 Rekomendasi Tempat Wisata Populer di Yogyakarta

    Liputan6.com, Yogyakarta – Yogyakarta selalu menjadi pilihan destinasi liburan bersama teman, keluarga, maupun pasangan. Banyak pilihan tempat wisata yang bisa dikunjungi, termasuk beberapa destinasi wisata populernya.

    Pilihan destinasi wisata di Yogyakarta pun beragam, mulai dari tempat healing, rekreasi, wisata sejarah, wisata budaya, dan lainnya. Berikut beberapa rekomendasi tempat wisata populer Yogyakarta:

    1. Bukit Pengilon

    Bukit Pengilon berlokasi di Dusun Wates, Desa Purwodadi, Kecamatan Tepus, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta. Tempat ini menyuguhkan pemandangan perbukitan hijau yang indah.

    Pemandangan tersebut berbatasan langsung dengan laut Samudra Hindia. Nama pengilon pada bukit ini merujuk pada kontur bukitnya yang halus, layaknya cermin. Dalam bahasa Jawa, pengilon berarti cermin.

    2. Ledok Sambi
Ledok Sambi berada di Jalan Kaliurang KM 19 No.2, Area Sawah, Pakembinangun, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Destinasi wisata ini sangat cocok untuk kamu yang sedang mencari tempat wisata bernuansa asri.

    Wisatawan dapat berpiknik di hamparan rumput hijau dengan pemandangan sungainya yang jernih. Selain menikmati makanan di bawah pohon yang rindang, wisatawan juga bisa bermain air di sungai tersebut.

    3. Puncak Sosok

    Puncak Sosok berada di Jambon, Bawuran, Kecamatan Pleret, Kabupaten Bantul, Jawa Tengah. Wisata kekinian ini menawarkan pemandangan indah saat sore hari.

    Puncak Sosok menjadi salah satu spot sempurna untuk menikmati keindahan matahari terbenam. Saat malam hari, kerap diadakan acara live music yang menambah syahdunya wisata malam di Yogyakarta.

     

  • Pesona Air Terjun Sri Gethuk di Gunungkidul, Destinasi Alam yang Wajib Anda Kunjungi

    Pesona Air Terjun Sri Gethuk di Gunungkidul, Destinasi Alam yang Wajib Anda Kunjungi

    Akses menuju air terjun ini cukup mudah. Dari Yogyakarta, perjalanan dapat ditempuh melalui dua rute utama.

    Rute pertama melewati Jalan Majapahit (sebelumnya Ring Road Timur), kemudian mengikuti jalan nasional menuju Wonosari hingga Pertigaan Gading. Dari sana, perjalanan dilanjutkan ke arah Playen dan Desa Bleberan.

    Alternatif lain melalui Jalan Imogiri Barat-Panggang-Paliyan-Playen-Bleberan. Petunjuk jalan terpasang jelas di setiap persimpangan.

    Kawasan ini sedang dikembangkan sebagai destinasi wisata unggulan Gunungkidul selain pantai dan pegunungan. Wisatawan dapat menikmati suasana alam yang masih asri, dengan pemandangan sungai, bebatuan kapur, serta tumbuhan air yang menghiasi tepian.

    Bagi yang ingin berkunjung, disarankan memilih musim kemarau saat air sungai lebih tenang dan jernih. Air terjun ini cocok untuk wisata keluarga, fotografi alam, atau sekadar menikmati ketenangan di tengah alam.

    Fasilitas seperti area parkir, warung makan, dan penyewaan perahu sudah tersedia. Tiket masuk terjangkau, membuat destinasi ini semakin menarik untuk dikunjungi.

    Penulis: Ade Yofi Faidzun

  • Gubernur DIY: Kesiapsiagaan Bencana Harus Jadi Budaya Hidup Masyarakat Yogyakarta – Halaman all

    Gubernur DIY: Kesiapsiagaan Bencana Harus Jadi Budaya Hidup Masyarakat Yogyakarta – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar puncak acara peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) 2025 di wilayah Provinsi DIY dengan tema ‘Digdaya Ngadhepi Bencana’.

    Acara ini digelar di Gedung Amphitarium Kampus IV Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Rabu (30/4/2025).

    Berbagai kegiatan digelar, diantaranya pembukaan stan pameran kebencanaan dan donor darah yang diselenggarakan di hall lantai 1.  

    Selanjutnya, dilaksanakan kegiatan sharing session yang dibagi menjadi empat kelas: Kelas Tanggap, Kelas Tangkas, Kelas Tangguh, dan Kelas Berdaya, yang bertempat di lantai 9 dan 10. 

    Selain itu, diadakan pula seminar nasional dan penganugerahan penghargaan kepada lembaga-lembaga mitra di wilayah DIY yang berperan aktif dalam upaya pengurangan risiko bencana.  

    Rangkaian puncak acara HKB DIY ini diselenggarakan oleh FPRB (Forum Pengurangan Risiko Bencana) DIY, berkolaborasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY, Human Initiative DIY, dan berbagai lembaga serta komunitas relawan yang ada di DIY. 

    Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, melalui sambutan tertulis yang dibacakan oleh Sekretaris Daerah DIY, Benny Suharsono, menegaskan pentingnya menjadikan kesiapsiagaan bencana sebagai budaya hidup masyarakat Yogyakarta.  

    “Pemerintah Daerah menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh elemen masyarakat yang telah bergotong royong bersama pemerintah dalam membangun ketangguhan menghadapi bencana. Kekuatan kita terletak pada gotong royong,” ujar Benny membacakan amanat Gubernur. 

    Gubernur juga menyampaikan bahwa kesiapsiagaan tidak boleh berhenti sebagai agenda seremonial tahunan, melainkan harus menjadi sikap dan tindakan sehari-hari di seluruh lapisan masyarakat. 

    Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah DIY memberikan penghargaan kepada sejumlah lembaga mitra, termasuk Human Initiative DIY, atas kontribusi nyata dan konsistennya selama lebih dari dua dekade dalam pengurangan risiko bencana di wilayah Yogyakarta. 

    Acara ini diikuti oleh sekitar 500 peserta dari kalangan mahasiswa, relawan, komunitas, hingga tokoh masyarakat. 

    Forum PRB DIY, BPBD DIY, Human Initiative DIY, serta berbagai komunitas relawan menjadi penyelenggara utama kegiatan ini.  

    Ketua Forum PRB DIY, M. Taufik AR, dalam sambutannya mengajak peserta menghidupkan kembali semangat pendiri Muhammadiyah Ahmad Dahlan melalui nilai-nilai Jawa: srawung (berinteraksi), tepung (menyatu), dan dunung (memahami posisi). 

    Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD DIY, Drs Noviar Rahmad, menyampaikan bahwa simulasi penanggulangan bencana telah dilaksanakan sebelumnya sebagai bagian dari rangkaian kegiatan.  

    Dirinya juga memberikan apresiasi atas sinergi yang ditunjukkan UAD sebagai tuan rumah kegiatan tahun ini. 

    Rektor UAD, Prof Dr Muchlas, MT., menyatakan bahwa keterlibatan kampus dalam kesiapsiagaan bencana adalah bentuk kontribusi nyata dunia akademik terhadap persoalan kemanusiaan dan kebencanaan. 

    Sementara Kepala Cabang Human Initiative DIY Muthori, melaporkan bahwa acara ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana. 

    Kegiatan ini juga menjadi sarana edukatif yang memberikan informasi mitigasi bencana, memperkenalkan inovasi peralatan kebencanaan, membangun sinergi lintas sektor, serta mendorong partisipasi aktif masyarakat. 

    Acara ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah DIY Benny Suharsono; Kepala Pelaksana BPBD DIY, Drs Noviar Rahmad, MSi, Rektor UAD, Prof Dr Muchlas, MT.  

    Ketua Forum PRB DIY M. Taufik AR, SIP, MPA. serta Kepala Cabang Human Initiative DIY Muthori.  

    Sekda juga menyerahkan penghargaan kepada lembaga-lembaga mitra pemerintah yang aktif berperan dalam upaya penanggulangan dan pengurangan risiko bencana di wilayah DIY. 

    Salah satu penerima penghargaan tersebut adalah Human Initiative Daerah Istimewa Yogyakarta (HI DIY).  

    “Setelah melalui proses seleksi yang ketat, HI DIY dinyatakan layak mendapatkan penghargaan karena kontribusinya yang nyata dan berkelanjutan dalam penanggulangan dan pengurangan risiko bencana di wilayah DIY,” kata Benny. 

    Penghargaan diserahkan langsung oleh Sekda DIY Benny Suharsono, dan diterima oleh Kepala Cabang Human Initiative DIY,  Muthori. 

    Perlu diketahui bahwa sejak dibukanya cabang di DIY sekitar tahun 2002, Human Initiative DIY telah aktif berperan dalam penanggulangan bencana, baik pada fase pra-bencana melalui edukasi kepada masyarakat dan satuan pendidikan. 

    Saat tanggap darurat, misalnya saat tanah longsor di Kokap Kulon Progo tahun 2002, erupsi Merapi 2004 dan 2010, gempa besar Yogyakarta 27 Mei 2006, krisis kekeringan di Gunungkidul hampir setiap tahun. 

    Demikian juga bencana  banjir akibat Badai Cempaka 2020, maupun pasca bencana melalui program rehabilitasi dan rekonstruksi seperti pembangunan kembali sekolah dan rumah warga, serta pemulihan ekonomi pasca erupsi Merapi 2010 dan lainnya. 

     

     

  • Dua Bocah Gunungkidul Tewas Tenggelam, Diduga Terpeleset Saat Memancing di Sungai Kebokuning Patuk – Halaman all

    Dua Bocah Gunungkidul Tewas Tenggelam, Diduga Terpeleset Saat Memancing di Sungai Kebokuning Patuk – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM,  GUNUNGKIDUL – Dua orang bocah berinisial RW (9), laki-laki, warga Padukuhan Ngrancahan, Kalurahan Pengkok, Kapanewon Patuk dan NAP (3), perempuan, warga Padukuhan Salak, Kalurahan Semoyo Kapanewon Patuk ditemukan meninggal dunia di dasar Sungai Kebokuning, Padukuhan Panjatan, Kalurahan Pengkok, Kapanewon Patuk, Kabupaten Gunungkidul, Minggu (27/4/2025) pukul 14.30 WIB.

    Informasi yang diperoleh, kedua korban meninggal dunia saat bersama seorang teman lainnya yakni AK (2,5) memancing di sungai itu.

     Kasi Humas Polsek Patuk, Aiptu Purwanto, mengatakan kronologi bermula saat AK  menyampaikan kepada warga sekitar kalau temannya tenggelam.

    Dua orang warga langsung mendatangi lokasi kejadian dan langsung menyelam mencari korban di dalam sungai. 

    “Setelah beberapa saat pencarian ditemukan korban pertama RW, kemudian ditemukan lagi korban kedua NAP.

    Kondisi keduanya lemas selanjutnya dibawa ke Puskesmas Patuk I, dan setelah diperiksa oleh tim medis  keduanya dinyatakan sudah meninggal dunia,”ujarnya saat dikonfirmasi pada Minggu (27/4/2025).

    Tidak ada tanda-tanda kekerasan, murni meninggal karena terpeleset saat mancing dan tenggelam. 

     “Korban meninggal dunia karena tenggelam, untuk kedalaman ditemukan di sungai sekitar 3 meteran,” tuturnya.

    Dia melanjutkan tak jauh dari lokasi kejadian, pihaknya juga menemukan dua alat pancing yang tertinggal. 

    “Dugaannya itu terpeleset saat memancing tadi,” ujarnya lagi.

    Usai dilakukan pemeriksaan medis, korban langsung diserahkan  kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

    “Keluarga menerima atas kejadian tersebut, dan kedua korban langsung dikebumikan,” ungkapnya.

    Pihak kepolisian mengimbau kepada masyarakat untuk mengawasi lingkungan anak bermain.

    Sebisa mungkin tidak membiarkan anak bermain tanpa pengawasan orang dewasa.

    “Kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas kejadian ini. Ini jadi pengingat bagi para orang tua untuk lebih waspada, terutama saat anak-anak bermain di area perairan,” urainya. (Tribun Jogja/Nanda Sagita Ginting)

  • Anggota Mapala UNS Jatuh dari Tebing Pantai Siung Yogyakarta
                
                    
                        
                            Yogyakarta
                        
                        26 April 2025

    Anggota Mapala UNS Jatuh dari Tebing Pantai Siung Yogyakarta Yogyakarta 26 April 2025

    Anggota Mapala UNS Jatuh dari Tebing Pantai Siung Yogyakarta
    Tim Redaksi
    YOGYAKARTA, KOMPAS.com
    – Seorang
    mahasiswa jatuh
    di
    Tebing Blok D
    ,
    Pantai Siung
    , Purwodadi, Tepus, Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta, pada Sabtu (26/4/2025).
    Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah Operasi I Pantai Wediombo, Sunu Handoko Bayu Sagara, menyampaikan, korban dalam kejadian itu adalah NM (24), mahasiswa Universitas Sebelas Maret (
    UNS
    ), Surakarta.
    Peristiwa bermula saat korban dan rombongan Mapala UNS melakukan kegiatan panjat tebing di Tebing Blok D Pantai Siung, sekitar pukul 10.30 WIB.
    “Korban mengalami kram pada kaki dan miskomunikasi dengan pemegang tali bawah, mengakibatkan korban terpeleset dan terjatuh,” kata Sunu saat dihubungi wartawan melalui telepon pada Sabtu.
    Korban mengalami sakit di bagian tulang ekor.
    Selanjutnya, petugas Satlinmas mengevakuasi korban bersama teman-temannya dan dibawa ke Puskesmas II Tepus untuk diperiksa lebih lanjut.
    “Pemeriksaan oleh petugas Puskesmas II Tepus menunjukkan tidak ada luka yang serius, kemudian korban diperbolehkan untuk pulang,” kata Sunu.
     
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 9 Pasangan Nikah Bareng Nasional Gratis di Pantai Gunungkidul

    9 Pasangan Nikah Bareng Nasional Gratis di Pantai Gunungkidul

    Gunungkidul, Beritasatu.com – Siapa bilang menikah harus mahal? Di tepi Pantai Sundak, Gunungkidul, Yogyakarta, sembilan pasangan muda dari berbagai daerah di Indonesia resmi mengikat janji suci dalam acara nikah bareng nasional bertema “Sunset Love Ceremony”.

    Dalam suasana senja yang indah, para pasangan melangsungkan ijab qobul di atas pasir putih, menghadirkan pengalaman sakral sekaligus estetis. Acara ini merupakan inisiatif dari Golek Garwo & Nikah Bareng Nasional bersama komunitas lokal, menghadirkan konsep pernikahan religius, estetis, dan gratis.

    Ketua pelaksana Ryan Budi Nuryanto menyoroti pentingnya gotong royong di tengah tantangan zaman, termasuk penurunan angka pernikahan nasional yang kini mencapai titik terendah dalam satu dekade.

    “Fenomena ini menunjukkan betapa pentingnya kita saling membantu generasi muda mewujudkan pernikahan sakral yang tercatat resmi,” ujar Ryan kepada Beritasatu.com, Rabu (23/4/2025).

    Tak hanya pernikahan gratis, pasangan juga mendapat fasilitas lengkap dari administrasi hingga bulan madu. Dengan iringan musik cinta dan alam, serta balutan busana berwarna-warni dari Komunitas Perias (KOPER) Gunungkidul, acara bikah bareng nasional ini tampil memikat dan menarik minat generasi Z.

    Mahar yang digunakan juga sarat makna: seperangkat alat salat, cincin kawin, dan kelapa muda melambangkan kesucian, kesetiaan, dan harapan baru. Prosesi ini dipimpin langsung kepala KUA Tepus dan turut disaksikan pejabat Kemenag serta tokoh masyarakat.

    Wakil Bupati Gunungkidul Joko Parwoto menyatakan dukungannya. Menurut dia, acara ini memperkuat posisi Gunungkidul sebagai destinasi wedding eksotis berbasis pantai. “Tidak kalah dari Bali maupun Eropa,” ucapnya.

    Inisiatif ini adalah bentuk nyata sinergi lintas sektor antara FORTAIS Indonesia, Sundak Beach House, Pemkab Gunungkidul, Kemenag, dan komunitas kreatif lokal, demi menjadikan Gunungkidul sebagai wedding destination kelas dunia.

    “Nikah bareng nasional bukan sekadar acara, tetapi ruang harapan dan kebahagiaan bagi generasi muda,” tutup Andika Susetio, pengelola Sundak Beach House.