kab/kota: Gunung

  • Kenapa Naik Gunung Harus Bawa Cokelat? Ini Alasannya

    Kenapa Naik Gunung Harus Bawa Cokelat? Ini Alasannya

    Jakarta, Beritasatu.com – Cokelat merupakan salah satu camilan wajib yang dibawa saat mendaki gunung. Namun, apa alasan naik gunung harus membawa cokelat?

    Mendaki gunung adalah kegiatan yang menantang dan membutuhkan persiapan matang, baik fisik maupun mental. Salah satu persiapan penting yang sering diabaikan adalah memilih camilan yang tepat untuk dibawa selama pendakian.

    Nah, tahukah Anda cokelat adalah salah satu camilan wajib yang sebaiknya tidak dilewatkan? Ternyata, ada alasan kuat mengapa naik gunung membawa cokelat sangat dianjurkan.

    Berikut ini alasan kenapa naik gunung harus membawa cokelat, yang dikutip dari laman North East Mountain People, Selasa (18/2/2025).

    1. Sumber energi yang cepat
    Saat mendaki gunung, tubuh membutuhkan energi ekstra untuk menghadapi medan yang berat dan cuaca yang ekstrem. Cokelat, terutama cokelat hitam, adalah sumber energi yang cepat karena mengandung kalori tinggi.

    Rata-rata, satu ons cokelat hitam mengandung sekitar 160 kalori yang dapat memberikan dorongan energi instan. Hal ini sangat berguna ketika Anda merasa lelah atau kehabisan tenaga di tengah pendakian. Jadi, membawa cokelat saat naik gunung bisa menjadi penyelamat saat energi mulai menipis.

    2. Kaya antioksidan
    Selain sebagai sumber energi, cokelat hitam juga kaya akan flavonoid, yaitu antioksidan alami yang membantu melindungi sel-sel tubuh dari stres oksidatif. Saat mendaki, tubuh Anda bekerja lebih keras dan menghirup lebih banyak oksigen, yang dapat meningkatkan produksi radikal bebas.

    Dengan mengonsumsi cokelat, Anda bisa membantu tubuh melawan efek negatif tersebut. Jadi, membawa cokelat saat naik gunung bukan hanya untuk energi, tetapi juga untuk menjaga kesehatan tubuh selama pendakian.

    3. Meningkatkan suasana hati
    Mendaki gunung bukan hanya tentang fisik, tetapi juga mental. Kadang-kadang, rasa lelah dan tekanan mental bisa membuat semangat menurun. Cokelat dikenal sebagai makanan yang bisa meningkatkan suasana hati.

    Kandungan gula dalam cokelat dapat merangsang produksi serotonin, hormon yang membuat Anda merasa bahagia dan nyaman. Jadi, ketika rasa lelah mulai menyerang, sebatang cokelat bisa menjadi penyemangat yang ampuh untuk melanjutkan perjalanan.

    4. Praktis dan mudah dibawa
    Salah satu alasan utama membawa cokelat saat naik gunung adalah kepraktisannya. Cokelat mudah dikemas dan tidak memakan banyak ruang di dalam ransel. Namun, pastikan Anda memilih jenis cokelat yang tahan terhadap cuaca hangat, seperti cokelat hitam.

    Cokelat hitam memiliki titik leleh yang lebih tinggi dibandingkan cokelat susu, sehingga lebih cocok untuk dibawa saat mendaki. Untuk mencegah cokelat meleleh, simpan dalam tas terisolasi atau bungkus dengan pakaian agar tetap padat dan siap dinikmati kapan saja.

    5. Kombinasi dengan camilan lain
    Meskipun cokelat memiliki banyak manfaat, mengonsumsinya secara berlebihan bisa menyebabkan ketidaknyamanan, seperti rasa kenyang berlebihan atau penurunan energi setelah efek gula hilang.

    Oleh karena itu, sebaiknya imbangi konsumsi cokelat dengan camilan lain yang kaya nutrisi, seperti kacang-kacangan atau buah kering. Kombinasi ini akan memberikan energi yang lebih stabil dan menjaga stamina Anda selama pendakian.

    Jadi, alasan kenapa naik gunung membawa cokelat? Jawabannya adalah karena cokelat memberikan banyak manfaat, mulai dari sumber energi cepat, kandungan antioksidan, hingga peningkatan suasana hati.

    Selain itu, cokelat juga praktis dan mudah dibawa, membuatnya menjadi camilan ideal untuk pendakian. Namun, pastikan Anda memilih jenis cokelat yang tepat, seperti cokelat hitam, dan menyimpannya dengan baik agar tidak meleleh.

  • Gunung Semeru Erupsi, Tinggi Letusan Capai 500 Meter

    Gunung Semeru Erupsi, Tinggi Letusan Capai 500 Meter

    Liputan6.com, Lumajang Gunung Semeru yang mempunyai ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laaut (mdpl) mengalami erupsi dengan letusan setinggi 500 meter di atas puncak pada Senin malam (17/2/2025).

    “Telah terjadi erupsi Gunung Semeru pada pukul 20.21 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 500 meter di atas puncak atau 4.176 meter di atas permukaan laut (mdpl),” ujar Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Mukdas Sofian, Selasa (18/2/2025).

    Kata dia, kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah timur laut, kemudian erupsi terekam di seismograf dengan amplitude maksimum 22 mm dan durasi 122 detik.

    Berdasarkan data petugas, gunung tertinggi di Pulau Jawa itu tercatat mengalami 15 kali erupsi pada Senin sejak pukul 01.25 WIB hingga pukul 20.21 WIB, tetapi 14 kali erupsi di antaranya visual letusan tidak teramati karena tertutup kabut.

    Ia menjelaskan bahwa Gunung Semeru masih berstatus Waspada, sehingga Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memberikan sejumlah rekomendasi, yakni masyarakat dilarang melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan sejauh delapan kilometer dari puncak (pusat erupsi).

    Di luar jarak tersebut, lanjut dia, masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan, karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 13 kilometer dari puncak.

    Masyarakat juga tidak boleh beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah/puncak Gunung Semeru, karena rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar,” katanya.

    Selain itu, kata dia, masyarakat juga perlu mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar hujan di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar di sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.

     

  • BPBD Lumajang Minta Warga Waspada Hujan Abu Vulkanik Tipis Gunung Semeru

    BPBD Lumajang Minta Warga Waspada Hujan Abu Vulkanik Tipis Gunung Semeru

    Liputan6.com, Lumajang – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang, meminta warga untuk mewaspadai terjadinya hujan abu vulkanik tipis dari aktivitas Gunung Semeru, seiring dengan terjadinya cuaca ekstrem selama beberapa hari terakhir ini.

    “Kami mendapat laporan hujan abu vulkanik mengguyur di Kecamatan Candipuro, namun masih tipis,” ujar Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Lumajang Yudi Cahyono, Selasa (18/2/2025)

    Kata dia, BPBD Lumajang telah melakukan monitoring terhadap titik dan arah angin yang membawa abu vulkanik Gunung Semeru, karena cuaca ekstrem berupa angin kencang bisa berubah- ubah sehingga tidak bisa diprediksi.

    Untuk itu, BPBD Lumajang juga mengantisipasi adanya bencana hidrometeorologi tersebut dan mengimbau masyarakat agar  menggunakan masker dan kacamata saat keluar rumah untuk mengantisipasi dampak hujan abu vulkanik Gunung Semeru.

    “Kami mengimbau masyarakat agar memakai masker dan kacamata untuk melindungi pernapasan dan mencegah iritasi mata, meskipun abu vulkanik yang turun tipis,” paparnya.

    Yudi menambahkan, beberapa kecamatan di kawasan kaki Gunung Semeru yang kemungkinan terdampak hujan abu vulkanik sesuai dengan arah angin yakni Kecamatan Candipuro, Pasrujambe, Pasirian, Senduro, dan Kecamatan Pronojiwo.

    “Sejauh ini hujan abu vulkanik Gunung Semeru tidak terlalu berdampak signifikan di rumah- rumah warga, karena mereka tetap bekerja seperti biasanya dan menggunakan masker saat keluar rumah,” katanya.

    Tidak ada pembagian masker kepada warga, karena guyuran abu vulkanik terkadang hanya sebentar dan akan hilang saat hujan turun di Lumajang.

    “Kami terus bersiaga dan siap memberikan bantuan jika diperlukan. Dengan koordinasi yang baik antara pemerintah desa dan masyarakat, diharapkan situasi itu dapat dihadapi dengan kesiapsiagaan dan kewaspadaan bersama,” pungkasnya.

  • Profil Bobby Nasution – Surya, Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut Periode 2025-2030

    Profil Bobby Nasution – Surya, Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut Periode 2025-2030

    Liputan6.com, Medan – Bobby Nasution dan Surya bakal dilantik sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara (Sumut) periode 2025-2030. Pasangan ini merupakan pemenang dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2024.

    Bobby-Surya bakal dilantik langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, bersama ratusan kepala daerah hasil Pilkada serentak 2024 di Istana Jakarta pada 20 Februari 2025.

    Pada Pilkada serentak 2024, Bobby-Surya mengungguli pesaingnya, Edy Rahmayadi-Hasan Basri Sagala. Bobby-Surya diusung Partai Gerindra, Golkar, NasDem, Demokrat, PAN, PKB, PKS, Perindo dan PPP. Keduanya meraih 3.645.611 suara.

    Informasi dihimpun Liputan6.com dari berbagai sumber, Muhammad Bobby Afif Nasution, nama lengkap Bobby, lahir di Kota Medan pada 5 Juli 1991. Diketahui, Bobby keturunan dari Raja Gunung Baringin Nasution di Panyabungan Timur, Mandailing Natal, Sumut.

    Bobby Nasution merupakan anak bungsu dari 3 bersaudara. Ayahnya bernama Erwin Nasution (Almarhum), bekerja di PTPN dan sempat menjabat sebagai Dirut PTPN IV. Bobby menyelesaikan sekolah di lokasi berbeda.

    Dia menyelesaikan Sekolah Dasar (SD) di Pontianak, Kalimantan Barat. Sedangkan Sekolah Menengah Pertama (SMP) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) di Lampung. Kemudian kuliah di Institut Pertanian Bogor (IPB), hingga menyelesaikan sarjana dan magister.

    Bobby Nasution awalnya seorang pengusaha. Lalu, di 2017 menikahi Kahiyang Ayu, anak Presiden Republik Indonesia ke-7, Joko Widodo (Jokowi). Sebelum maju sebagai Gubernur Sumut, Bobby Nasution menjabat sebagai Wali Kota Medan.

    Jabatan Wali Kota Medan Bobby Nasution hasil Pilwalkot Medan 2020. Kala itu, Bobby maju di Pilwalkot Medan bersama Aulia Rachman, Wakil Wali Kota Medan. Sempat jadi kader PDIP, Bobby pindah ke Gerindra pada 2024, menjelang pendaftaran Calon Gubernur Sumut (Cagubsu).

     

  • Gunung Lewotobi Laki-laki 3 Kali Erupsi Pagi Ini

    Gunung Lewotobi Laki-laki 3 Kali Erupsi Pagi Ini

    Labuan Bajo, Beritasatu.com – Gunung Lewotobi Laki-laki di Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali erupsi sebanyak tiga kali, Senin (17/2/2025) pagi.

    Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki pagi ini terjadi masing-masing pada pukul 15.58 Wita, pukul 16.22 Wita, dan pukul 23.43 Wita.

    Pada erupsi pertama tinggi kolom abu teramati berada pada 900 meter di atas puncak atau sekitar 2.484 mdpl. Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah timur laut.

    Dalam keterangan tersebut disebutkan erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 14,5 milimeter dan durasi kurang lebih satu menit 42 detik.

    Erupsi kedua kolom abu teramati berada pada 500 meter di atas puncak atau sekitar 2.084 mdpl. Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah utara dan timur laut.

    Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki tersebut terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 5,9 milimeter dan durasi kurang lebih satu menit 18 detik.

    Pada erupsi ketiga tinggi kolom abu teramati berada pada 400 meter di atas puncak atau sekitar 1.984 mdpl. Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah utara dan timur laut.

    Dilansir dari Antara, erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 3.7 mm dan durasi kurang lebih 50 detik.

    Gunung Lewotobi Laki-laki hingga kini statusnya masih level IV atau awas. Masyarakat, pengunjung, atau wisatawan diimbau untuk tidak melakukan aktivitas apapun dalam radius 6 kilometer dari pusat erupsi dan sektoral barat daya, utara, dan timur laut sejauh 7 kilometer.

    Masyarakat di sekitar Gunung Lewotobi Laki-laki juga diimbau untuk mewaspadai potensi banjir lahar hujan pada sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Lewotobi Laki-laki jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi, serta tenang dan mengikuti arahan pemerintah setempat dan tidak mempercayai isu-isu yang sumbernya tidak jelas.

  • Bulan Syaban Sampai Kapan? Ini Keutamaannya

    Bulan Syaban Sampai Kapan? Ini Keutamaannya

    Jakarta, Beritasatu.com – Bulan Syaban merupakan salah satu bulan istimewa dalam kalender Hijriah yang berada di antara dua bulan mulia, Rajab dan Ramadan. Banyak umat Islam bertanya-tanya, “bulan Syaban sampai kapan?” sebab bulan ini menjadi momen penting untuk memperbanyak amal ibadah sebelum memasuki Ramadan.

    Syaban tidak hanya menjadi bulan persiapan spiritual, tetapi juga memiliki berbagai keutamaan yang dijelaskan dalam hadis dan riwayat para ulama. Lantas, kapan bulan Syaban berakhir dan apa saja keutamaannya? Simak penjelasannya berikut ini!

    Kapan Bulan Syaban 2025/1446 H Berakhir?

    Bulan Syaban merupakan bulan kedelapan dalam kalender Hijriah yang memiliki keutamaan tersendiri bagi umat Islam. Tahun ini, Syaban 2025/1446 H dimulai pada Jumat (31/1/2025), dan diperkirakan berakhir pada Jumat (28/2/2025). Hari berikutnya, Sabtu (1/3/2025), diperkirakan menjadi awal Ramadan 1446 H, sebagaimana telah diumumkan oleh beberapa organisasi keislaman seperti Muhammadiyah.

    Namun, perlu diperhatikan bahwa penetapan akhir bulan Syaban dan awal Ramadan dapat berbeda di berbagai negara atau organisasi keagamaan. Hal ini disebabkan oleh perbedaan metode yang digunakan dalam menentukan awal bulan Hijriah, seperti metode hisab (perhitungan astronomis) dan rukyat (pengamatan hilal).

    Keutamaan Bulan Syaban

    Beberapa keutamaan bulan Syaban di antaranya adalah diangkatnya amal manusia kepada Allah Swt, disebut sebagai bulannya Rasulullah SAW, sebagai bulan penentuan ajal manusia, serta dianjurkan untuk memperbanyak sedekah. Berikut adalah penjelasan lebih lanjut:

    1. Bulan diangkatnya amal manusia

    Salah satu keutamaan bulan Syaban adalah bulan di mana amal perbuatan manusia diangkat kepada Allah Swt. Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW menyampaikan bahwa beliau ingin amalnya diangkat dalam keadaan berpuasa.
    hadis ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Imam Abu Dawud, Imam Nasa’i, dan Imam Ibnu Khuzaimah. Rasulullah SAW bersabda:

    عَنْ أُسَامَةَ بْنَ زَيْدٍ قَالَ : قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ, لَمْ أَرَكَ تَصُومُ شَهْرًا مِنْ الشُّهُورِ مَا تَصُومُ مِنْ شَعْبَانَ, قَالَ : ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ, وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الْأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ, فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ

    Artinya: “Dari Usamah bin Zaid berkata: Aku bertanya, ‘Wahai Rasulullah SAW, aku tidak melihatmu berpuasa seperti engkau berpuasa di bulan Syaban (karena seringnya).’ Beliau menjawab, ‘Bulan itu adalah bulan yang dilalaikan oleh banyak orang, yaitu antara Rajab dan Ramadan. Di bulan itu diangkat amal-amal kepada Allah Tuhan semesta alam, dan aku ingin amalku diangkat dalam keadaan aku berpuasa”.

    2. Bulannya Rasulullah SAW

    Bulan Syaban juga disebut sebagai bulan Rasulullah SAW. Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW menyebut bahwa setiap bulan memiliki keterkaitan khusus, di mana bulan Rajab disebut sebagai bulan Allah, Syaban adalah bulan Rasulullah, dan Ramadan adalah bulan umatnya. Rasulullah SAW bersabda:

    رَجَبٌ شَهْرُ اللَّهِ وَ شَعْبَانُ شَهْرِي وَ رَمَضَانُ شَهْرُ أُمَّتِي

    Artinya: “Rajab adalah bulan Allah, Syaban adalah bulanku, dan Ramadan adalah bulan umatku”.

    Keutamaan ini menunjukkan bahwa bulan Syaban menjadi waktu yang tepat untuk memperbanyak ibadah, mengikuti sunah Rasulullah SAW, serta memperbanyak selawat kepadanya.

    3. Bulan penentuan ajal manusia

    Bulan Syaban juga disebut sebagai bulan di mana malaikat maut mencatat siapa saja yang akan wafat hingga bulan Syaban berikutnya. Catatan ini terjadi pada malam Nisfu Syaban, yang merupakan malam pertengahan bulan Syaban.

    Dalam kitab Tuhfah Al-Ikhwan, disebutkan bahwa Atha’ bin Yasar berkata:

    “Jika datang malam Nisfu Syaban, malaikat maut mencatat siapa yang akan mendatangi ajalnya dari bulan Syaban itu hingga Syaban yang akan datang. Mungkin seorang laki-laki telah berbuat aniaya, berbuat maksiat, menikahi beberapa wanita, menanam pepohonan, sedang dia tidak tahu bahwa namanya telah tertulis di daftar orang-orang yang mati. Tiada satu malam pun setelah malam Lailatulqadar lebih utama daripada malam Nisfu Syaban”.

    Karena itu, malam Nisfu Syaban menjadi salah satu malam yang sangat istimewa dan dimanfaatkan oleh sebagian umat Islam untuk beribadah dan berdoa.

    4. Bulan untuk bersedekah

    Bersedekah di bulan Syaban juga memiliki keutamaan yang besar. Orang yang bersedekah di bulan ini akan mendapatkan penjagaan dari Allah Swt, serta mendapatkan pahala yang berlipat ganda di hari kiamat.

    Hal ini sebagaimana riwayat dari Imam Shadiq yang mengatakan:

    “Mengapa kalian lupa dengan puasa di bulan Syaban?” Seseorang bertanya, “Apakah pahala orang yang berpuasa satu hari di bulan Syaban?” “Demi Allah, surga adalah pahalanya,” tegas Imam Shadiq. “Apakah amalan terbaik di bulan ini?” “Bersedekah dan membaca istigfar. Barang siapa bersedekah di bulan Syaban, maka Allah Swt akan memelihara sedekah tersebut sebagaimana salah seorang dari kalian memelihara anak untanya, sehingga pada hari kiamat, sedekah tersebut sampai di tangan pemiliknya sebesar Gunung Uhud”.

    Bulan Syaban memiliki banyak keutamaan yang sebaiknya tidak dilewatkan oleh umat Islam. Selain menjadi bulan di mana amal manusia diangkat, bulan ini juga merupakan bulan yang sangat dicintai Rasulullah SAW, serta memiliki peristiwa penting seperti pencatatan ajal manusia.

  • BPBD Lumajang Ingatkan Warga di Lereng Gunung Semeru Waspadai Hujan Abu

    BPBD Lumajang Ingatkan Warga di Lereng Gunung Semeru Waspadai Hujan Abu

    LUMAJANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengimbau warga di lereng Gunung Semeru untuk mewaspadai hujan abu vulkanik tipis seiring dengan cuaca ekstrem selama beberapa hari terakhir.

    “Hari ini kami mendapat laporan hujan abu vulkanik mengguyur di Kecamatan Candipuro, namun masih tipis,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Lumajang Yudi Cahyono dilansir ANTARA, Senin, 17 Februari.

    Pihaknya melakukan monitoring terhadap titik dan arah angin yang membawa abu vulkanik Gunung Semeru, karena cuaca ekstrem berupa angin kencang bisa berubah-ubah, sehingga tidak bisa diprediksi.

    BPBD Lumajang juga mengantisipasi adanya bencana hidrometeorologi tersebut dan mengimbau masyarakat agar menggunakan masker dan kacamata saat keluar rumah untuk mengantisipasi dampak hujan abu vulkanik Gunung Semeru.

    “Kami mengimbau masyarakat agar memakai masker dan kacamata untuk melindungi pernapasan dan mencegah iritasi mata, meskipun abu vulkanik yang turun tipis,” katanya.

    Yudi mengatakan beberapa kecamatan di kaki Gunung Semeru yang kemungkinan terdampak hujan abu vulkanik sesuai dengan arah angin yakni Kecamatan Candipuro, Pasrujambe, Pasirian, Senduro, dan Pronojiwo.

    “Sejauh ini hujan abu vulkanik Gunung Semeru tidak terlalu berdampak signifikan di rumah-rumah warga, karena mereka tetap bekerja seperti biasanya dan menggunakan masker saat keluar rumah,” katanya.

    Yudi mengatakan tidak ada pembagian masker kepada warga, karena guyuran abu vulkanik terkadang hanya sebentar dan akan hilang saat hujan turun di Lumajang.

    “Kami terus bersiaga dan siap memberikan bantuan jika diperlukan. Dengan koordinasi yang baik antara pemerintah desa dan masyarakat, diharapkan situasi itu dapat dihadapi dengan kesiapsiagaan dan kewaspadaan bersama,” ujarnya.

  • Korban Pengeroyokan Jakmania di Stasiun Jatinegara Ternyata Seorang Disabilitas

    Korban Pengeroyokan Jakmania di Stasiun Jatinegara Ternyata Seorang Disabilitas

    JABAR EKSPRES – Beredar video di media sosial yang memperlihatkan sekelompok suporter Persija, Jakmania melakukan aksi pengeroyokan di Stasiun Jatinegara.

    Mereka tampak membabi buta mengeroyok seorang bapak-bapak yang kebetulan mengenakan jersey Persib.

    Aksi tindak kekerasan ini terjadi beberapa jam sebelum duel Persija vs Persib di Stadion Patriot, Bekasi, berlangsung, Minggu (16/2) kemarin.

    Beberapa Jakmania bahkan mengejar seorang bapak-bapak tersebut hingga lintas peron, sebelum akhirnya korban diamankan pihak keamanan stasiun.

    BACA JUGA: Polisi Amankan Puluhan Bobotoh Persib di Stadion Patriot, 4 Orang Babak Belur Dihajar Suporter Persija

    Video aksi kekerasan itu kemudian viral, sehingga banyak yang mengecam para pelaku dan banjir simpati terhadap korban.

    Baru-baru ini, nama korban pun diketahui bernama Iwan (32), yang merupakan warga Cicadas, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor.

    Ketua Umum Viking Persib Club Tobias Ginanjar bersama rombongan dari Bandung kemudian mengunjungi kediaman Iwan.

    Tobias bahkan memberikan hadiah sebuah jersey Persib terbaru untuk Iwan, sebagai bentuk simpati mereka.

    BACA JUGA: Perilaku Buruk Suporter Persija di Laga Kontra Persib, Keroyok Bapak-bapak hingga Diduga Peras Penonton

    Sementara itu, Penasehat Viking Bogor Timur, Fajar Arif mengungkapkan, korban adalah seorang disabilitas tunawicara.

    “Iya (disabilitas), tidak bisa bicara,” kata Fajar Arif saat dikonfirmasi, pada Senin (17/2).

    Fajar juga menyebut bahwa Iwan bukan merupakan bagian anggota Viking Gunung Putri.

    “Kalau anggota bukan, karena korban emang suka nonton Persib,” kata dia.

    Dia juga mengungkapkan bahwa dari anggota Viking Gunung Putri, tidak ada satupun yang berangkat ke Stadion Patriot.

    “Saya selaku penasehat Viking Bogor Timur mencangkup enam kecamatan, semua anggota membikin acara nobar di tiap wilayah,” ungkapnya.

  • Cuaca Jatim Besok Selasa, 18 Februari 2025: Hujan Petir Melanda 3 Daerah saat Pagi, Lainnya Sedang

    Cuaca Jatim Besok Selasa, 18 Februari 2025: Hujan Petir Melanda 3 Daerah saat Pagi, Lainnya Sedang

    TRIBUNJATIM.COM – Berikut ini ramalan cuaca Jatim besok Selasa, 18 Februari 2025.

    Ramalan cuaca ini berdasarkan pada laporan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

    Menurut BMKG, sebagian besar daerah di Jawa Timur akan hujan saat pagi.

    Tiga di antaranya bahkan dilanda hujan lebat disertai petir.

    Cuaca ini awalnya ringan, diprediksi turun di sebagian besar daerah Jawa Timur sekira pukul 06.00 WIB, kecuali Gresik, Jember, Madiun, Probolinggo, Mojokerto, Pasuruan, Sampang, Sidoarjo, Situbondo, dan Sumenep.

    Intensitas bertambah pada pukul 09.00 WIB.

    Sebagian besar daerah akan hujan berintensitas sedang.

    Situbondo, Sampang, Probolinggo, Pamekasan, Mojokerto, Madiun, Lamongan, Surabaya, Jember, Bondowoso, Banyuwangi, dan Bangkalan akan hujan ringan di waktu tersebut.

    Sementara Kota Batu, Pasuruan, dan Tulungagung akan hujan petir.

    Hujan masih mengguyur pada pukul 12.00 WIB di Banyuwangi, Blitar, Bondowoso, Gresik, Jember, Kota Batu, Madiun, Surabaya, Lamongan, Lumajang, Magetan, Malang, Ngawi, Pacitan, Ponorogo, Sidoarjo, Trenggalek, Tuban, dan Tulungagung.

    Saat sore dan malam, cuaca cenderung berawan.

    Beberapa daerah akan cerah berawan bahkan hujan ringan di Pacitan.

    Informasi lengkap mengenai ramalan cuaca Jatim besok, 18 Februari 2025, dapat disimak lewat tautan ini: KLIK.

    Jangan lupa berdoa juga saat hujan. 

    1. Doa ketika Turun Hujan

     اَللَّهُمَّ صَيِّبًا هَنِيًّا وَسَيِّبًا نَافِعًا

    Allahumma shayyiban haniyya wa sayyiban nafi‘a.

    Artinya: 

    Wahai Tuhanku, jadikan ini hujan terpuji kesudahannya dan menjadi aliran air yang bermanfaat.

    2. Doa ketika Hujan Versi Singkat

    اللَّهُمَّصَيِّباًنَافِعاً

    Allahumma shoyyiban naafi’an

    Artinya:

    Ya Allah, turunkanlah pada kami hujan yang bermanfaat.

    3. Doa ketika Hujan Deras atau Lebat

    اللَّهُمّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا,اللَّهُمَّ عَلَى الْآكَامِ وَالْجِبَالِ وَالظِّرَابِ وَبُطُونِ الْأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ

    Allahumma hawaalainaa wa laa ‘alainaa. Allahumma ‘alal akaami wal jibaali, wazh zhiroobi, wa buthunil awdiyati, wa manaabitisy syajari.

    Artinya: 

    Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami, bukan untuk merusak kami. Ya Allah, turunkanlah hujan ke dataran tinggi, gunung-gunung, bukit-bukit, perut lembah, dan tempat tumbuhnya pepohonan.

    Ilustrasi hujan. (Pexels)

    4. Doa ketika Hujan Disertai Petir

     اَلًلهُمَ لا تقتلنا بغضبك ولا تهلكنا بعذابك وعافنا قبل ذلك

    Allahumma laa taqtulna bighadhabika walaa tuhliknaa bi’adzaabika wa ‘afinaa qabla dzalika.

    Artinya:

    Ya Allah, janganlah kau bunuh diriku dengan kemarahan-Mu, dan janganlah kau rusak diriku dengan siksa-Mu, dan maafkanlah aku sebelum semua itu.

    5. Doa ketika Hujan Disertai Angin Kencang

    اللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْئَلُكَ خَيْرَهَا وَ خَيْرَ مَا فِيْهَا وَ خَيْرَمَا أُرْسِلَتْ بِهِ، وَ أَعُوْذُبِكَ مِنْ شَرِّهَا وَ شَرِّمَا فِيْهَا وَ شَرِّمَا أُرْسِلَتْ بِهِ

    Allahumma innii as-aluka khoirohaa wa khoiro maa fiihaa wa khoiro maa ursilat bih. Wa-a’uudzubika min syarrihaa wa syarri maa fiihaa wa syarri maa ursilat bih.

    Artinya: 

    Ya Allah, saya memohon kepada-Mu kebaikan angin ini, kebaikan yang ada di dalamnya, dan kebaikan yang Engkau kirim bersamanya. Dan saya berlindung kepada-Mu dari kejahatan angin ini, kejahatan yang ada di dalamnya, dan kejahatan yang Engkau kirim bersamanya.

     

    —– 

    Berita Jatim dan berita viral lainnya.

    Informasi berita menarik lainnya di Google News TribunJatim.com

  • Satu Penambang Pasir yang Tertimbun Longsor di Kaki Gunung Kelud Ditemukan Tewas
                
                    
                        
                            Surabaya
                        
                        17 Februari 2025

    Satu Penambang Pasir yang Tertimbun Longsor di Kaki Gunung Kelud Ditemukan Tewas Surabaya 17 Februari 2025

    Satu Penambang Pasir yang Tertimbun Longsor di Kaki Gunung Kelud Ditemukan Tewas
    Tim Redaksi
    BLITAR, KOMPAS.com
    – Satu dari dua
    penambang pasir
    yang tertimbun
    longsor di kaki Gunung Kelud
    , tepatnya di Sungai Kaliputih di Desa Karangrejo, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar, ditemukan dalam kondisi tewas pada Senin (17/2/2025).
    Penambang pasir
    itu bernama Rohman (31).
    Sedangkan satu penambang lagi, Nurkholis (45), belum ditemukan hingga upaya pencarian dihentikan karena turunnya hujan deras di lokasi.
    Koordinator Unit Siaga
    Tim SAR
    Malang Raya, Yoni Fariza, mengatakan bahwa Rohman, warga Desa Modangan, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar, itu ditemukan tidak jauh dari lokasi, sebagaimana penuturan para saksi.
    “Korban atas nama Rohman berhasil ditemukan sekitar pukul 12.00 WIB dalam keadaan sudah meninggal dunia,” ujar Yoni saat dikonfirmasi
    Kompas.com
    , Senin malam.
    Kata Yoni, kondisi jasad Rohman masih cukup mudah dikenali.
    Usai menemukan jasad Rohman, tim gabungan melanjutkan pencarian keberadaan Nurkholis, warga Desa Penataran, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar.
    Pencarian terpaksa dihentikan sekitar pukul 15.00 WIB karena turun hujan deras di lokasi terjadinya insiden tersebut. Pencarian akan dilanjutkan pada Selasa pagi.
    Yoni menggambarkan, proses pencarian dilakukan di bawah ancaman bahaya longsoran susulan, baik dari material yang menimbun korban maupun dari risiko longsoran baru dari tebing setinggi sekitar 50 meter itu.
    “Proses pencarian korban dibantu dengan Alco (ekskavator kecil) dengan
    back-up
    dari tim
    safety
    yang bertugas mengawasi potensi bahaya. Jika terpantau ada bahaya, mereka akan bunyikan peluit atau pun berteriak,” ungkapnya.
    Menurutnya, risiko terjadinya longsoran susulan dari tebing setinggi puluhan meter cukup besar.
    Kasi Humas Polres Blitar Ipda Putut Siswahyudi mengatakan bahwa setelah diperiksa oleh tim medis dan tim identifikasi dari kepolisian, jasad Rohman diantarkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan.
    Diberitakan sebelumnya, Rohman dan Nurkholis tertimbun material tebing setinggi sekitar 50 meter saat sedang bekerja menambang pasir di aliran Kaliputih pada Minggu, 16 Februari 2025.
     
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.