Kronologi Pedagang di Bali Kehilangan Tas Isi Rp 60 Juta dan Emas 300 Gram
Tim Redaksi
DENPASAR, KOMPAS.com
– Nasib pilu menimpa Ni Komang Merta (62), pedagang lanjut usia di Pasar Gunung Agung, Kota Denpasar, Provisi
Bali
, Senin (7/4/2025).
Dia kehilangan uang Rp 60 juta dan emas 300 gram setelah tas miliknya tertinggal saat berbelanja barang daganganya di Pasar Galiran, Kecamatan klungkung, Kabupaten Klungkung, Provinsi Bali.
Kepala Seksi Humas Polres Klungkung Agus Widiono mengatakan, pihaknya langsung melakukan penyelidikan setelah menerima laporan dari korban.
Namun, Agus belum mengetahui pasti alasan korban membawa uang tunai puluhan juta dan emas ratusan gram di dalam tasnya tersebut.
Ia hanya menduga para
pedagang di Bali
sudah terbiasa membawa barang berharga dan uang tunai sebagai modal mereka berusaha.
“Mungkin dia habis belanja dan itu (tas beriisi uang Rp 60 Juta dan emas 300 gram hilang) menurut pengakuannya. Ini masik kita lidik,” kata dia pada Selasa (8/4/2025).
Agus mengatakan, kasus ini bermula ketika Merta berbelanja di Pasar Galiran, Kabupaten Klungkung, pada Senin (7/4/2024).
Saat itu, dia berbelanja cabai di pedagang grosir setempat bernam Mek Taman, yang berjualan mengubakan mobil pikap.
Ketika sedang melakukan tawar menawar, korban meletakan tas kulit waran kuning miliknya di atas dek mobil pikap pedagang tersebut
Selesai berbelanja, korban langsung berangkat menuju Pasar Gunung Agung, Kota Denpasar, untuk menjual barang dagangannya.
Kemudian, sekitar pukul 07.00 Wita, tepatnya saat hendak berjualan Merabaru menyadari tasnya hilang.
“Kemudian korban langsung menuju ke rumah Mek Taman untuk menanyakan tas kulit berwarna kuning miliknya namun Mek Taman mengatakan tidak ada mengambil tas milik korban,” kata dia.
Perempuan lanjut usia ini pun langsung melaporkan kehilangan tas berikut barang berharga di dalam ke Polres Klungkung. Total kerugian yang dialaminya diperkirakan Rp 600 juta.
Saat ini, polisi telah memeriksa sejumlah saksi dan mengecek rekaman CCTV yang ada di sekitar lokasi kejadian untuk mencari pelaku pencurian tersebut.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
kab/kota: Gunung
-
/data/photo/2024/11/25/674438bb8a93e.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
5 Kronologi Pedagang di Bali Kehilangan Tas Isi Rp 60 Juta dan Emas 300 Gram Denpasar
-

Kamis, Pelni Jakarta berangkatkan ribuan penumpang ke Pelabuhan Kijang
Jakarta (ANTARA) – PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Jakarta menyebutkan ribuan penumpang akan diberangkatkan ke Pelabuhan Kijang dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Kamis (10/4).
“Arus balik masih berjalan hingga 16 April 2025 dan sejauh ini ada 1.400 orang sudah membeli tiket kapal yang berangkat pada Kamis (10/4), namun hingga saat pembelian tiket maish dibuka,” kata Kepala Cabang PT Pelni Jakarta Dicky Dermawan di Jakarta, Selasa.
Menurut dia, kapal yang berangkat ke Pelabuhan Kijang pada Kamis (10/4) adalah KM Tidar dengan kapasitas 2.000 penumpang.
“Jumlah penumpang bisa saja terus bertambah hingga waktu keberangkatan,” ujarnya.
Dicky mengatakan puncak arus balik di Pelabuhan Tanjung Priok terjadi pada Jumat (4/4), tapi setiap harinya ada penumpang yang datang dan berangkat dari pelabuhan yang ada di Jakarta Utara ini.
“Sejauh ini sejak arus mudik hingga arus balik jumlah penumpang cukup padat dan untuk jumlah pastinya akan didapatkan setelah operasi ini berakhir pada 16 April 2025,” kata dia.
Dia menuturkan animo masyarakat selama libur Lebaran ini cukup luar biasa dan pihaknya bersama pemangku kebijakan bersama-sama melakukan mobilisasi di pelabuhan agar semua dapat berjalan dengan lancar.
“Kami berkomitmen meningkatkan layanan mulai penjualan tiket secara daring melalui aplikasi dan laman Pelni, sehingga lebih memudahkan masyarakat untuk mengakses tiket,” kata dia.
Sebelumnya PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) Cabang DKI Jakarta menyiapkan sembilan kapal penumpang untuk melayani angkutan mudik 2025 atau Idul Fitri 1446 Hijriah.
“Kami memiliki satu kapal dengan muatan 3.000 penumpang, enam kapal dengan kapasitas 2.000 penumpang dan dua kapal dengan muatan 1.000 penumpang,” katanya.
Ia mengatakan sembilan kapal tersebut adalah KM Ciremai, KM Dobonsolo, KM Gunung Dempo, KM Labobar, KM Tidar, KM Kelud, KM Bukit Raya, KM Ngappulu dan KM Kelimutu.
Sembilan kapal ini melayani rute pelayaran ke sejumlah pelabuhan mulai dari pelabuhan di wilayah barat seperti Belawan dan Batam. Kemudian jalur tengah ke Ambon, Banda, Bau-Bau, Larantuka, Kupang hingga ke wilayah timur di Papua.
Pewarta: Mario Sofia Nasution
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2025





/data/photo/2025/04/07/67f3a8a441659.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4488577/original/021573500_1688352825-eugenia-clara-uCkq6wj3hm0-unsplash.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
