kab/kota: Gunung

  • Warga Dengar Dentuman Besar saat Gunung Lewotobi Laki-Laki Meletus

    Warga Dengar Dentuman Besar saat Gunung Lewotobi Laki-Laki Meletus

     

    Liputan6.com, Flores Timur – Gunung Lewotobi Laki-Laki kembali meletus, Rabu pagi (16/4/2025). Kali ini, gunung di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur itu meletus disertai suara dentuman besar, mirip sewaktu bencana 3 November 2024 dan 20 Maret 2025 lalu.

    Letusan terdengar hingga Kota Larantuka yang jaraknya sekitar 50 kilometer dari Gunung Level III (Siaga) itu. Warga pusat kota mendengarnya dengan jelas.

    Warga beberapa desa di wilayah arah selatan Kecamatan Wulanggitang, panik ketika terjadi letusan. Mereka sedang pulas dikejutkan oleh bunyi yang mirip ledakan ban kendaraan itu.

    “Kami semua terkejut, orang-orang lari keluar rumah. Dari kampung kami sudah bisa melihat material letusannya tinggi sekali,” ucap Suzana Epivania (27), warga Desa Waiula.

    Ia mengatakan, warga tidak menyelamatkan diri ke tempat aman. Letak Desa Waiula sekitar 9 kilometer dari Lewotobi Laki-laki cukup aman, sesuai jarak rekomendasi yang ditetapkan oleh PVMBG yakni 6 kilometer.

    Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Lewotobi Laki-laki, mengkonfirmasi ledakan itu berasal dari erupsi pukul 05.33 Wita dengan tinggi abu mencapai 3.500 meter di atas puncak Gunung atau 5.084 meter di atas permukaan laut.

    “Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat dan barat laut. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 47.3 mm dan durasi sementara ini sekitar 5 menit 2 detik,” tulis salah satu petugas PGA Lewotobi dari Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang.

    Letusan kembali terjadi 11 menit setelahnya, yaitu pada pukul 05.44 Wita. PGA melaporkan tinggi kolom abu 2.500 meter di atas puncak Gunung. Pergerakan abu condong ke tenggara dan selatan.

    “Erupsi ini dengan amplitudo maksimum 7.4 mm dan durasi sekitar 3 menit 53 detik,” sebutnya.

    Masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas apapun dalam radius 6 kilometer dari pusat erupsi. PGA Lewotobi mengimbau warga agar tetap tenang dan mengikuti arahan pemerintah

  • Top 3: Deretan Gunung Emas di Indonesia yang Bikin Penasaran – Page 3

    Top 3: Deretan Gunung Emas di Indonesia yang Bikin Penasaran – Page 3

    Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, buka suara terkait nasib kesepakatan mineral kritis bersama Amerika Serikat di tengah perang dagang yang saat ini tengah memanas.

    Bahlil menegaskan bahwa Indonesia tetap konsisten pada prinsip politik luar negeri bebas aktif.

     “Kita ini sekarang, Indonesia itu kan mengandung asas ekonomis bebas aktif. Politik bebas aktif. Negara siapapun yang mau melakukan kerjasama dengan Indonesia, monggo. Termasuk Amerika, China, Arab, Korea,” ujar Bahlil dalam konferensi pers dalam Opening Ceremony Global Hydrogen Ecosystem Summit & Exhibition 2025, di JCC, Jakarta, Selasa (15/4/2025).

    Selengkapnya

  • Warga Dengar Dentuman Besar saat Gunung Lewotobi Laki-Laki Meletus

    Gunung Lewotobi Laki-Laki 2 Kali Meletus Hebat Rabu Pagi 16 April 2025, Kolom Abu Capai 3.500 Meter

    Liputan6.com, Jakarta – Gunung Lewotobi Laki-Laki di Flores Timur NTT kembali meletus hebat pada Rabu (16//4/2025), pukul 05.33 Wita. Laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyebutkan, tinggi kolom letusan Gunung Lewotobi Laki-Laki kali ini mencapai 3.500 meter di atas puncak, atau sekitar 5.084 meter di atas permukaan laut. Kolom abu erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat dan barat laut. 

    Kemudian pada pukul 05.44 Wita, Gunung Lewotobi Laki-Laki kembali meletus dengan kolom abu mencapai 2.500 meter. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 7.4 mm dan durasi 233 detik.

    Petuga Pos Pantau Gunung Lewotobi Laki-Laki Emanuel Rofinus mengimbau masyarakat dan wisatawan yang berada di sekitar Gunung Lewotobi Laki-Laki agar tidak melakukan aktivitas apapun dalam radius 6 Km dari pusat erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki.

    “Masyarakat agar tenang dan mengikuti arahan Pemda serta tidak mempercayai isu-isu yan tidak jelas sumbernya,” imbaunya.

    Masyarakat di sekitar Gunung Lewotobi Laki-Laki juga diimbau untuk waspada terhadap potensi banjir lahar hujan pada sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Lewotobi Laki-Laki jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi terutama daerah Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng jaya, Boru, Nawakote.

    “Masyarakat yang terdampak hujan abu Gunung Lewotobi Laki-Laki, memakai masker atau penutup hidung-mulut untuk menghindari bahaya abu vulkanik pada sistem pernapasan,” katanya.

    Sepanjang 2025, Gunung Lewotobi Laki-Laki di Flores Timur NTT tercatat sudah meletus sebanyak 263 kali. Hingga hari ini, Rabu (16/4/2025), pukul 06.07 WIB, Gunung Lewotobi Laki-Laki masih berstatus Siaga (Level III).

  • Dongeng Anak Sebelum Tidur, Kisah Ramasaur yang Iri Dengki

    Dongeng Anak Sebelum Tidur, Kisah Ramasaur yang Iri Dengki

    Dongeng Anak Sebelum Tidur, Kisah Ramasaur yang Iri Dengki

    TRIBUNJATENG.COM – Dahulu kala peri dan manusia hidup berdampingan dengan rukun. Mekhala, si peri cantik dan pandai, berguru pada Shie, seorang pertapa sakti. 

    Selain Mekhala, Guru Shie juga mempunyai murid laki-laki bernama Ramasaur.

    Murid laki-laki ini selalu iri pada Mekhala karena kalah pandai.

    Namun Guru Shie tetap menyayangi kedua muridnya. Dan tidak pernah membedakan mereka.

    Suatu hari Guru Shie memanggil mereka dan berkata, “Besok, berikan padaku secawan penuh air embun.

    Siapa yang lebih cepat mendapatkannya, beruntunglah dia. Embun itu akan kuubah menjadi permata, yang bisa mengabulkan permintaan apa pun.”

    Mekhala dan Ramasaur tertegun. Terbayang oleh Ramasaur ia akan meminta harta dan kemewahan.

    Sehingga ia bisa menjadi orang terkaya di negerinya. Namun Mekhala malah berpikir keras.

    Mendapatkan secawan air embun tentu tidak mudah, gumam Mekhala di dalam hati. Esoknya pagi-pagi sekali kedua murid itu telah berada di hutan.

    Ramasaur dengan ceroboh mencabuti rumput dan tanaman kecil lainnya.

    Tetapi hasilnya sangat mengecewakan. Air embun selalu tumpah sebelum dituang ke cawan.

    Sebaliknya, Mekhala dengan hati-hati menyerap embun dengan sehelai kain lunak.

    Perlahan diperasnya lalu dimasukan ke cawan. Hasilnya sangat menggembirakan.

    Tak lama kemudian cawannya telah penuh. Mekhala segera menemui Guru Shie dan memberikan hasil pekerjaannya.

    Guru Shie menerimanya dengan gembira. Mekhala memang murid yang cerdik.

    Seperti janjinya, Guru Shie mengubah embun itu menjadi sebuah permata sebesar ibu jari.

    “Jika kau menginginkan sesuatu, angkatlah permata ini sejajar dengan keningmu. Lalu ucapkan keinginanmu,” ujar Guru Shie.

    Mekhala mengerjakan apa yang diajarkan gurunya, lalu menyebut keinginannya.

    Dalam sekejap Mekhala telah berada di langit biru. Melayang-layang seperti Rajawali. Indah sekali.

    Sementara itu, baru pada senja hari Ramasaur berhasil mendapat secawan embun.

    Hasilnya pun tidak sejernih yang didapat Mekhala. Tergopoh-gopoh Ramasaur menyerahkannya pada Guru Shie.

    “Meskipun kalah cepat dari Mekhala, kau akan tetap mendapat hadiah atas jerih payahmu,” kata Guru Shie sambil menyerahkan sebuah kapak sakti.

    Kapak itu terbuat dari perak. Digunakan untuk membela diri bila dalam bahaya. Bila kapak itu dilemparkan ke sasaran, gunung pun bisa hancur.

    Ternyata Ramasaur menyalahgunakan hadiah itu. Ia iri melihat Mekhala yang bisa melayang-layang di angkasa.

    Ramasaur segera melemparkan kapak itu ke arah Mekhala.

    Tahu ada bahaya mengancam, Mekhala menangkis kapak itu dengan permatanya.

    Akibatnya terjadilah benturan dahsyat dan cahaya yang sangat menyilaukan.

    Benturan itu terus terjadi hingga saat ini, berupa gelegar yang memekakkan telinga. Orang-orang menyebutnya” guntur”.

    (*)

  • Desa Wisata Pentingsari, Destinasi Wisata Komplet di Yogyakarta

    Desa Wisata Pentingsari, Destinasi Wisata Komplet di Yogyakarta

    Liputan6.com, Yogyakarta – Desa Wisata Pentingsari terletak di lereng Gunung Merapi. Desa wisata ini memiliki potensi alam dan budaya yang berkembang sangat pesat, sehingga menjadi salah satu destinasi wisata komplet di Yogyakarta.

    Mengutip dari Visit Jogja, Desa Wisata Pentingsari memiliki potensi alam dan budaya yang memungkinkan wisatawan untuk dapat menikmati berbagai aktivitas seru. Beberapa di antaranya adalah berkebun, bertani, membajak sawah, belajar membuat kerajinan wayang suket, serta memainkan alat musik tradisional.

    Hal menarik lainnya yang ditawarkan oleh desa wisata ini adalah Paket Live-in. Pengunjung dapat tinggal bersama keluarga lokal dan merasakan kehidupan sehari-hari masyarakat setempat.

    Selain Paket Live-in, pengunjung juga bisa memilih berbagai paket wisata lainnya, yakni Paket Edukasi dan Budaya, Paket Wisata Alam, Paket Pertanian dan Perkebunan, Paket Kuliner dan UMKM, Paket Keluarga dan Anak-Anak, serta Paket Adventure dan Gunung Merapi. Berbagai pilihan paket wisata ini bisa disesuaikan dengan tujuan dan keinginan masing-masing wisatawan.

    Sejak menjadi desa wisata, seluruh pengelolaan desa wisata ini melibatkan partisipasi aktif masyarakat setempat yang berada di bawah payung Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Melalui Pokdarwis, pengelolaan desa wisata ini dipastikan memberi manfaat ekonomi dari sektor pariwisata bagi setiap warga.

    Warga setempat juga mengembangkan beberapa Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), seperti wedhang rempah, komi tunggak semi, kopi madu merapi, jamur gin-gin, keripik ubi ungu, amplang lele, dan batik badong. Berbagai jenis UMKM ini telah memberikan manfaat bagi warga setempat.

    Berbagai keunggulan yang dimiliki desa wisata ini membuat Desa Wisata Pentingsari dikenal sebagai desa wisata mandiri yang menerima World Green Destination Award Top 100 pada 2019. Ini adalah sebuah penghargaan bergengsi di bidang pariwisata internasional.

    Desa Wisata Pentingsari dengan segala potensi yang dimilikinya pantas menjadi salah satu destinasi wajib yang harus dikunjungi saat mampir ke Yogyakarta. Berbagai informasi menarik terkait desa wisata ini juga bisa dilihat melalui akun Instagram resmi mereka @desawisatapentingsari.

    Penulis: Resla

  • 7 Hewan Ini Disebut Bisa Selamat dari Bencana ‘Kiamat’

    7 Hewan Ini Disebut Bisa Selamat dari Bencana ‘Kiamat’

    Jakarta

    Sains memprediksi sejumlah hewan yang bisa selamat dari ‘kiamat’. Hewan-hewan ini tidak kuat dan besar secara fisik, namun mampu beradaptasi dengan perubahan lingkungan.

    Kiamat dalam tulisan ini bukan merujuk pada hari akhir seperti tertulis dalam kitab suci. Namun, kepunahan massal yang mengakibatkan banyak korban. Misal, pada peristiwa bom atom dan bencana alam pada kepunahan dinosaurus.

    Daftar Hewan Terkuat di Dunia

    Dirangkum dari Insider dan IFL Science, berikut ini 7 hewan terkuat di dunia karena diyakini bisa bertahan menghadapi alam sekitar:

    1. Kecoak

    Ilustrasi kecoak. Foto: Thinkstock

    Kemampuan kecoak dalam menghadapi kondisi alam sudah tak terbantahkan. Salah satu laporan menyebutkan, kecoak terlihat berlarian dalam peristiwa bom atom Hiroshima dan Nagasaki. Sejumlah ahli membuktikan bahwa kecoak dapat bertahan dari radiasi yang dahsyat tersebut.

    Kecoak juga mampu mengembangkan resistensi terhadap beberapa kelas insektisida sekaligus. Hewan ini bisa bertahan ketika dilawan dengan hanya dengan satu jenis insektisida. Selain itu, kecoak dapat memakan apa saja termasuk makanan busuk.

    2. Semut Kayu Merah

    Semut kayu merah (Formica rufa) memiliki kemampuan untuk mengetahui apakah semut di antara mereka telah terinfeksi patogen atau virus. Semut akan membunuh anggota mereka yang terinfeksi sebelum virusnya menyebar.

    Semut juga bisa bertahan hidup di hampir semua iklim, termasuk cuaca ekstrem di Gurun Sahara. Ada juga spesies semut air yang hidup di laut. Hewan ini terhubung di darat dan laut.

    3. Beruang Air

    Tardigrade, hewan yang bisa mati suri selama puluhan tahun. Foto: Science Faction Images—SuperStock/age fotostock

    Tardigrade alias beruang air, juga disebut sebagai hewan terkuat di Bumi karena diprediksi mampu terhindar dari kepunahan selama enam miliar tahun ke depan. Uniknya ukuran tubuh tardigrade ini tidak lebih dari satu milimeter.

    Hewan ini akan aman dari asteroid, karena dapat hidup di ventilasi vulkanik di dasar lautan. Dari segi makanan, tardigrade bisa hidup tanpa makanan atau air hingga 30 tahun, tidak terpengaruh suhu ekstrem, paparan radiasi, bahkan dapat hidup di luar angkasa.

    4. Mummichog

    Mummichog dikenal dengan beberapa nama, antara lain killifish atau ikan lumpur kecil. Beberapa jenis mummichog sudah beradaptasi untuk bertahan hidup di sungai yang 8.000 kali lebih beracun.

    Mereka dapat hidup di air asin dan air tawar, dan sepenuhnya mengendalikan genom mereka. Mumichog juga berkemampuan menghidupkan dan mematikan gen tergantung pada lingkungan mereka.

    5. Kalajengking

    Ilustrasi kalajengking. Foto: (iStock)

    Binatang beracun ini sangat mudah beradaptasi. Mereka dapat bertahan hidup di gunung, hutan, dan gurun. Para peneliti telah mencoba membekukan mereka untuk semalam dan mereka bisa tetap hidup setelah mencair.

    Kalajengking pun dapat memperlambat laju metabolisme mereka ke titik tempat mereka dapat bertahan hidup selama satu tahun penuh.

    6. Penguin Kaisar

    Penguin kaisar. Foto: CNN

    Penguin kaisar dapat bertahan hidup dalam suhu dingin ekstrem Antartika, termasuk kecepatan angin 200 kilometer (124 mil) per jam dan suhu −50°C (−58°F).

    Mereka dapat bertahan hidup beberapa minggu tanpa makan dengan mengandalkan cadangan lemak. Mereka juga tinggal di daerah paling terpencil di Bumi, sehingga berisiko rendah untuk terkena virus penyakit.

    7. Hiu

    Ilustrasi hiu. Foto: Australia Plus ABC

    Hiu Greenland terbukti berumur sangat panjang. Beberapa di antara mereka bisa bertahan hidup lebih dari 400 tahun. Mereka telah hidup melewati Perang Dunia dan uji coba senjata nuklir.

    Hiu juga sudah hidup di Bumi sejak sebelum pohon, dan sebelum Saturnus memiliki cincin, jadi ada kemungkinan besar setidaknya satu dari 500 spesies hiu akan bertahan hidup di masa datang.

    (bai/row)

  • Mengenal Posi Na Tanae Soppeng, Titik Tengah Indonesia di Tanah Sulawesi

    Mengenal Posi Na Tanae Soppeng, Titik Tengah Indonesia di Tanah Sulawesi

    Liputan6.com, Gorontalo – Jika Sabang dikenal sebagai titik paling barat Indonesia dan Merauke sebagai titik paling timurnya, maka Desa Umpungeng di Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan, menyimpan fakta menarik sebagai titik tengah Indonesia.

    Masyarakat setempat menyebut lokasi ini sebagai Posi Na Tanae, yang dalam bahasa Bugis berarti “pusar tanah” atau “pusat bumi”. Julukan ini mencerminkan kepercayaan bahwa kawasan tersebut berada tepat di tengah bentang geografis Indonesia.

    Posi Na Tanae merupakan tanah lapang yang dikelilingi batu-batu besar berbentuk melingkar. Di bagian tengahnya terdapat batu besar yang menutupi lubang di dalam tanah. Menurut warga, lubang tersebut tidak memiliki dasar dan telah ditutup sejak lama untuk keselamatan.

    “Batu itu menjadi penanda titik tengah Indonesia. Warga percaya lubangnya sangat dalam, sehingga ditutup dengan batu besar,” kata Hijrin, seorang wisatawan asal Gorontalo yang sempat mengunjungi kawasan tersebut.

    Warisan Sejarah di Situs Megalitikum Garugae

    Selain memiliki nilai geografis, Desa Umpungeng juga menyimpan situs sejarah penting, yakni situs megalitikum Garugae. Situs ini terdiri dari bebatuan datar yang tersusun membentuk lingkaran lonjong. Pada salah satu sisi lingkaran terdapat batu menyerupai singgasana, dan di tengahnya terdapat satu batu besar yang dipagari besi berwarna merah.

    Konon, Garugae merupakan tempat pertemuan para raja Bugis di masa lampau untuk bermusyawarah dan mengadakan pelantikan tokoh adat seperti datuk, raja, atau kepala pemerintahan tradisional.

    “Informasi ini saya baru ketahui saat berkunjung. Sangat menarik, karena ternyata di Soppeng ada pusat sejarah yang belum banyak dikenal,” tutur Hijrin.

    Desa Umpungeng juga menawarkan pesona alam yang sejuk dan asri. Terletak di ketinggian antara 1.000 hingga 1.500 meter di atas permukaan laut (mdpl), desa ini diapit oleh Pegunungan Neneconang dan Gunung Laposo, menciptakan lanskap yang ideal untuk ekowisata dan pelestarian budaya.

    Dari Kota Makassar, pengunjung dapat menempuh perjalanan sejauh 100 kilometer ke arah utara. Sementara dari pusat Kabupaten Soppeng, jaraknya hanya sekitar 10 kilometer.

    Dengan kekayaan sejarah dan keunikan geografisnya, Desa Umpungeng memiliki potensi besar sebagai desa situs budaya. Peran masyarakat dan pemerintah daerah menjadi penting dalam upaya pelestarian agar nilai-nilai sejarah ini dapat diwariskan kepada generasi mendatang.

    Pelestarian situs seperti Posi Na Tanae dan Garugae tidak hanya memperkuat identitas lokal, tetapi juga membuka peluang pengembangan wisata budaya di Sulawesi Selatan.

     

    Menjelajah Kawasan Batuan Purba di Cagar Geologi Karangsambung

  • Kasus Pembunuhan di Kota Wisata Gunungputri Bogor Terungkap, Kemunculan Pelaku Terekam CCTV – Halaman all

    Kasus Pembunuhan di Kota Wisata Gunungputri Bogor Terungkap, Kemunculan Pelaku Terekam CCTV – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, BEKASI – Pada pagi yang kelam, Sabtu, 12 April 2025, masyarakat di Kota Wisata, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, dikejutkan oleh penemuan seorang pria terkapar tak bernyawa.

    Kasus ini mengguncang komunitas setempat, dengan kabar duka yang menyebar dengan cepat.

    Rekaman video kasus kriminal ini sempat beredar di media sosial dinarasikan begal berlokasi di Grand Wisata, Tambun Selatan. Polisi telah melakukan pemeriksaan.

    Namun belakangan, peristiwa itu disebut terjadi di wilayah Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor.

    Detik-detik mencekam pembunuhan ini kini terkuak, berkat rekaman CCTV yang berhasil diamankan oleh pihak kepolisian.

    Informasi yang dihimpun menyebutkan, pada pukul 04.00 WIB, hari itu, polisi menerima laporan mengenai kejadian tragis tersebut.

    Korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan, dengan luka tusuk di lehernya—luka yang diduga menjadi penyebab utama hilangnya nyawa seorang manusia.

    Seorang warga yang menemukan tubuh korban tak kuasa menahan haru melihat nasib buruk yang menimpa orang lain di tengah keheningan subuh.

    Dalam perkembangan kasus ini, pihak kepolisian berhasil mengamankan seorang terduga pelaku, meskipun identitasnya hingga kini masih belum diungkap.

    Pelaku disebut memiliki kesulitan untuk diajak berkomunikasi sehingga menghambat proses penyidikan.

    Kondisi ini memaksa polisi untuk memeriksanya secara psikologis.

    Rekaman CCTV

    Rekaman CCTV menjadi kunci penting dalam mengungkap detail kejadian malam itu.

    Video tersebut memperlihatkan bagaimana pelaku muncul secara tiba-tiba sebelum melakukan penusukan terhadap korban.

    “Pelaku nyebrang, datang, terus langsung ditusuk,” tegas Kapolsek Gunungputri, AKP Aulia Robby Kartika Putra, hari ini (15/4/2025).

    Di tengah situasi yang mencekam, korban sempat melakukan perlawanan yang sayangnya tidak mampu mengubah takdir.

    “Korban sempat ngelawan, tapi kemudian meninggal di tempat,” ungkapnya, menambahkan bahwa duel itu menunjukkan upaya korban menghadapi pelaku yang tidak dikenalnya.

    Meskipun pelaku kini berada di Rumah Sakit Kramat Jati untuk pemeriksaan kejiwaan, misteri yang menyelimuti motif di balik tindakan kejam ini masih menyisakan banyak tanya.

    Kapolsek melanjutkan, “Saat kami tanyakan motifnya, dia menjawab dengan hal-hal yang tidak relevan. Ini masih kita cek apakah dia termasuk dalam kategori orang dengan gangguan jiwa atau tidak.”

    Hasil dari pemeriksaan ini diharapkan bisa memberikan sedikit pencerahan mengenai alasan di balik pembunuhan yang begitu brutal.

    Sumber: Tribunnews Bogor

     

  • Beredar Link Video Pasangan Muda di Kamar Kos Kuala Kurun, Kabupaten Gunung Mas Geger

    Beredar Link Video Pasangan Muda di Kamar Kos Kuala Kurun, Kabupaten Gunung Mas Geger

    GELORA.CO –  Link video viral Kuala Kurun tiba-tiba trending di TikTok, menarik perhatian netizen hingga mencari tahu identitas pemeran dan isi lengkapnya.

    Media sosial diramaikan dengan link video viral Kuala Kurun yang dengan cepat menarik minat banyak pengguna internet. 

    Namun, belum banyak yang tahu dengan sebutan Kuala Kurun tersebut, sehingga topik yang jadi sorotan itu diburu netizen untuk mengetahui isi video lengkapnya.

    Dikutip berbagai sumber, Selasa (15/4/2025), berikut isi link video viral Kuala Kurun yang diduga diperankan oleh sepasang remaja pelajar di Kalimantan Tengah.

    Apa Isi Link Video Viral Kuala Kurun?

    Kuala Kurun merupakan ibu kota Kabupaten Gunung Mas yang berada di wilayah Kalimantan Tengah. 

    Viralnya Kuala Kurun berawal dari warga Kabupaten Gunung Mas (Gumas), Kalimantan Tengah, yang dibuat geger oleh beredarnya video asusila tersebar di berbagai media sosial.

    Video diduga beredar dalam beberapa versi durasi, yakni 26 detik, 28 detik, dan 20 detik. Jika dikumpulkan, total durasinya mencapai lebih dari satu menit.

    Dalam link video tersebut, terlihat sepasang remaja, seorang laki-laki dan perempuan, yang diduga masih pelajar SMA, lagi bermesraan berdua di dalam kamar kos. 

    Lokasi rekaman video tersebut diduga berada di sebuah kamar kos kayu berwarna hijau-biru yang terletak di Kota Kuala Kurun.

    Link video pertama diduga menampilkan wajah seorang laki-laki dan perempuan yang tampak hanya mengenakan atasan.

    Kemudian, ada juga yang menyebut video kedua menunjukkan sosok perempuan dalam posisi rebahan sambil menutupi wajahnya.

    Sementara video ketiga belum diketahui secara pasti apa isinya dan yang membuat heboh media sosial.

    Kemunculan video asusila tersebut langsung menjadi bahan perbincangan dan mengundang berbagai komentar di Facebook, TikTok, hingga grup WhatsApp.

    Sebagian besar penasaran dengan identitas pasangan muda yang muncul dalam video itu karena diduga masih pelajar.

    Sebaiknya masyarakat tidak menyebarluaskan kembali link video viral Kuala Kurun di media sosial, karena diduga mengandung unsur pornografi. 

    Tindakan tersebut melanggar hukum dan dapat dikenai sanksi berdasarkan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

  • Tiga Terdakwa Kasus Ladang Ganja Gunung Semeru Dituntut Berbeda, Paling Berat 12 Tahun Penjara

    Tiga Terdakwa Kasus Ladang Ganja Gunung Semeru Dituntut Berbeda, Paling Berat 12 Tahun Penjara

    Lumajang (beritajatim.com) – Tiga terdakwa dari kasus ladang ganja di lereng Gunung Semeru menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Selasa (15/4/2025).

    Dalam agenda sidang kali ini Jaksa Penuntut Umum (JPU) akhirnya membacakan tuntutan kepada terdakwa Tomo, Tono, dan Bambang, warga Dusun Pusung Duwur, Desa Argosari, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

    Jaksa Penuntut Umum Prasetyo Pristanto menuntut ketiga terdakwa dengan masa kurungan yang berbeda-beda. Meski begitu, ketiga terdakwa dikenakan sanksi denda dengan nominal yang sama, yakni Rp 1 miliar.

    Diketahui, terdakwa Bambang dituntut dengan hukumam penjara selama 11 tahun dan dikenakan denda sebesar Rp 1 miliar atau subsider 4 bulan masa kurungan jika terdakwa tidak bisa membayar denda.

    “Ini untuk terdakwa Bambang dituntut hukuman selama 11 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar dengan subsider empat bulan penjara,” terangnya.

    Untuk terdakwa Tomo dijelaskan mendapat tuntutan hukuman paling berat, sedangkan terdakwa Tono menerima tuntutan hukuman paling ringan

    “Terdakwa Tomo dituntut hukuman 12 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar dengan subsider lima bulan penjara. Sedangkan Tono dituntut tujuh tahun penjara dan denda Rp 1 miliar, subsider 3 bulan penjara,” tambah JPU Prasetyo Pristanto.

    Informasinya, akan ada sidang selanjutnya yang direncanakan bakal digelar, Selasa (22/4/2025) dengan agenda pembelaan dari terdakwa.

    Sebelumnya, sejumlah tersangka dari ladang ganja di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Adapun rinciannya adalah Tomo, Tono, Jumaat, Suari dan Bambang ditangkap pada September 2024.

    Seluruhnya, diketahui memiliki peran sebagai petani ganja yang mendapat arahan dari orang bernama Edi. Hasil penyelidikan terdapat 59 ladang ganja di lereng Gunung Semeru dengan luas keseluruhan mencapai 6.000 meter persegi. (has/ted)