kab/kota: Depok

  • Heboh TNI Masuk Kampus, Dandim Depok Klarifikasi Kedatangannya ke UI

    Heboh TNI Masuk Kampus, Dandim Depok Klarifikasi Kedatangannya ke UI

    Jakarta, Beritasatu.com – Dandim 0508/Depok Kolonel Inf Iman Widhiarto memberikan klarifikasi terkait heboh TNI masuk kampus saat berlangsung konsolidasi mahasiswa nasional di Universitas Indonesia (UI). Iman mengaku datang ke acara yang digelar BEM UI itu atas undangan seorang mahasiswa.

    “Kedatangan saya ke kampus UI pada tanggal 16 April 2025 pukul 21.00 WIB adalah atas dasar undangan dan informasi dari salah seorang mahasiswa UI atas nama F dan juga Kepala Bagian Pengamanan UI atas nama AR yang disampaikan sekitar pukul 20.00 WIB,” katanya melalui akun Instagram @kodim0508_depok.

    Pernyataan klarifikasi itu disampaikan dalam kolom komentar postingan akun Instagram @pantauaparat yang mengunggah kronologi lengkap TNI masuk kampus UI saat konsolidasi nasional mahasiswa se-Indonesia dikutip Sabtu (19/4/2025).  

    Iman menyampaikan saat tiba di UI, ia langsung mengirim pesan kepada mahasiswa F mengabarkan kalau dirinya sudah berada di Pusgiwa, lokasi acara.

    “Saya dijemput ke parkiran dan diarahkan ke kantin Pusgiwa. Di sana saya berbincang-bincang santai dengan lima mahasiswa dalam suasana keakraban sebagaimana adik-kakak hingga pukul 00.30 WIB,” katanya.

    Saat pulang, lanjut Iman, dirinya diantar oleh kelima mahasiswa tersebut sampai ke mobil dan bersalaman sebelum berpisah.

    Namun, satu hari setelahnya, Iman mengaku mendapat informasi dari mahasiswa F terkait muncul postingan di Instagram @pantauaparat yang di dalamnya terdapat foto-foto kepulangannya dengan narasi seolah-olah mengintimidasi dan mengintervensi kebebasan akademik.

    “Padahal kedatangannya saya ke kampus murni guna memenuhi undangan dari mahasiswa dengan maksud yang baik dan penuh suasana persaudaraan. Berpakaian dinas dengan identitas yang jelas, menggunakan mobil dinas dengan nomor yang jelas, menunjukkan saya datang dengan sikap terbuka, tidak ada maksud dan tujuan lain selain silaturahmi,” katanya.

    Iman menambahkan tidak ada niat mengintimidasi atau mengintervensi kegiatan kampus, melanggar kebebasan akademik, seperti disebut dalam informasi viral TNI masuk kampus.

    Sebelumnya, akun Instagram @pantauaparat mengunggah kronologi TNI masuk kampus UI hingga viral. Kejadian itu berawal saat acara konsolidasi nasional yang dihadiri sejumlah perwakilan BEM dan organisasi mahasiswa seluruh Indonesia yang dimulai, Rabu (16/4/2025) sekitar pukul 20.00 WIB.

    Agenda kegiatan tersebut meliputi diskusi, perumusan sikap, dan konsolidasi gerakan mahasiswa terhadap berbagai isu kebangsaan.

    “Sekitar pukul 23.00 WIB, beberapa anggota TNI berpakaian dinas dan menggunakan mobil dinas memasuki area Pusgiwa UI. Kehadiran mereka mengejutkan para peserta konsolidasi yang saat itu masih berada di lokasi,” tulis @pantauaparat. 

    Menurut akun itu, tidak ada interaksi langsung yang bersifat represif, namun kehadiran TNI menimbulkan kekhawatiran dan tanda tanya dari para mahasiswa.

    Mahasiswa mulai membubarkan diri secara bertahap karena kegiatan telah selesai sejak pukul 23.30 WIB hingga 00.00 WIB. Tak lama setelah mahasiswa bubar, para TNI disebutkan juga meninggalkan area kampus UI.

    “Tidak terjadi kekerasan fisik, namun situasi ini memunculkan protes dari kalangan mahasiswa yang menilai kehadiran militer di lingkungan kampus sebagai bentuk intimidasi dan pelanggaran terhadap kebebasan akademik,” tulisnya.

    Postingan akun @pantauaparat menimbulkan banyak komentar. Banyak netizen menyayangkan sikap TNI masuk kampus yang seharusnya menjadi wilayah otonom bebas militer. Mereka menganggap itu bagian dari intimidasi terhadap aksi mahasiswa.

  • Mobil Tertemper KRL di Bogor, Petugas Masih Berjibaku Lakukan Evakuasi – Halaman all

    Mobil Tertemper KRL di Bogor, Petugas Masih Berjibaku Lakukan Evakuasi – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Petugas KAI Commuter dan KAI Daop 1 Jakarta masih melakukan evakuasi rangkaian Commuter Line Bogor No. 1040 relasi Manggarai–Bogor di perlintasan sebidang JPL No. 27 lintas Cilebut–Bogor, Sabtu (19/4/2025).

    Hal itu menyusul sebuah mobil minibus Grand Livina yang diduga selip hingga tertemper KRL sore tadi.

    Hingga pukul 20.45 WIB, kereta penolong sudah berada di lokasi untuk melakukan percepatan evakuasi sarana KRL. 

    VP Corporate Secretary KAI Commuter Joni Martinus mengatakan estimasi evakuasi sarana KRL dan normalisasi jalur rel sekitar 75 menit dari pukul 20.30 WIB.

    “Petugas terkait di lokasi terus fokus untuk melakukan evakuasi sarana KRL dan jalur rel, estimasi proses evakuasi dan penanganan kendala tersebut selama 75 menit atau hingga pukul 21.45 WIB,” terangnya kepada wartawan, Sabtu (19/4/2025).

    Sebelumnya, seluruh pengguna Commuter Line No. 1040 telah dievakuasi dengan KRL pengganti untuk menuju Stasiun Bogor. 

    Pengguna dan masinis selamat dan tidak mengalami luka-luka.

    Imbas kejadian tersebut, hingga pukul 20.30 WIB, KAI Commuter melakukan rekayasa pola operasi pada perjalanan Commuter Line Bogor, antara lain:

    1. Commuter Line No. 1358 relasi Jakarta–Bogor perjalanannya hanya sampai Stasiun Cilebut untuk kembali sebagai Commuter Line No. 1415 tujuan Jakarta.

    2. Commuter Line No. 1368 relasi Jakarta–Bogor perjalanannya hanya sampai Stasiun Depok untuk kembali sebagai Commuter Line No. 1103 tujuan Jakarta.

    3. Commuter Line No. 1362 relasi Jakarta–Bogor perjalanannya hanya sampai Stasiun Bojonggede untuk kembali sebagai Commuter Line No. 1101 tujuan Depok.

    4. Commuter Line No. 1362 relasi Jakarta–Bogor perjalanannya hanya sampai Stasiun Bojonggede untuk kembali sebagai Commuter Line No. 1101 tujuan Depok. (Terdapat pengulangan yang perlu dihapus)

    5. Commuter Line No. 1372 relasi Jakarta–Bogor perjalanannya hanya sampai Stasiun Depok untuk kembali sebagai Commuter Line No. 1427 tujuan Jakarta Kota.

    6. Commuter Line No. 1046 relasi Manggarai–Bogor perjalanannya hanya sampai Stasiun Depok untuk kembali sebagai Commuter Line No. 1057 tujuan Jakarta Kota.

    7. Commuter Line No. KA 1048 relasi Manggarai–Bogor perjalanannya hanya sampai Stasiun Depok untuk kembali sebagai Commuter Line No. 1059 tujuan Jakarta Kota.

    8. Commuter Line No. KA 1050 relasi Manggarai–Bogor perjalanannya hanya sampai Stasiun Depok untuk kembali sebagai Commuter Line No. 1107 tujuan Jakarta Kota.

    9. Commuter Line No. KA 1382 relasi Jakarta Kota–Bogor perjalanannya hanya sampai Stasiun Depok untuk kembali sebagai Commuter Line No. 1059 tujuan Jakarta Kota.

    10. Commuter Line No. KA 1376 relasi Jakarta Kota–Bogor perjalanannya hanya sampai Stasiun Depok untuk kembali sebagai Commuter Line No. 1431 tujuan Jakarta Kota.

    11. Commuter Line No. KA 1370 relasi Jakarta Kota–Bogor perjalanannya hanya sampai Stasiun Bojonggede untuk kembali sebagai Commuter Line No. 1425 tujuan Jakarta Kota.

     

     

  • Viral! Kronologi TNI Masuk Kampus UI Saat Konsolidasi Mahasiswa

    Viral! Kronologi TNI Masuk Kampus UI Saat Konsolidasi Mahasiswa

    Jakarta, Beritasatu.com – Aksi TNI masuk kampus Universitas Indonesia (UI) viral di media sosial. Kejadian itu terjadi saat BEM UI menggelar konsolidasi nasional mahasiswa di Pusat Kegiatan Mahasiswa (Pusgiwa) UI, Depok, Jawa Barat, Rabu (16/4/2025) malam.

    Dikutip dari akun Instagram @pantauaparat, kronologi TNI masuk kampus UI berawal saat acara konsolidasi nasional yang dihadiri sejumlah perwakilan BEM dan organisasi mahasiswa seluruh Indonesia yang dimulai sekitar pukul 20.00 WIB.

    Agenda kegiatan tersebut meliputi diskusi, perumusan sikap, dan konsolidasi gerakan mahasiswa terhadap berbagai isu kebangsaan.

    Menurut akun itu, tidak ada interaksi langsung yang bersifat represif, namun kehadiran TNI menimbulkan kekhawatiran dan tanda tanya dari para mahasiswa.

    Mahasiswa mulai membubarkan diri secara bertahap karena kegiatan telah selesai sejak pukul 23.30 WIB hingga 00.00 WIB. Tak lama setelah mahasiswa bubar, para TNI disebutkan juga meninggalkan area kampus UI.

    “Tidak terjadi kekerasan fisik, namun situasi ini memunculkan protes dari kalangan mahasiswa yang menilai kehadiran militer di lingkungan kampus sebagai bentuk intimidasi dan pelanggaran terhadap kebebasan akademik,” tulisnya.

    Postingan akun @pantauaparat menimbulkan banyak komentar. Banyak netizen menyayangkan sikap TNI masuk kampus yang seharusnya menjadi wilayah otonom bebas militer. Mereka menganggap itu bagian dari intimidasi terhadap aksi mahasiswa.

    Dalam kolom komentar, Dandim 0508/Depok Kolonel Inf Iman Widhiarto memberikan klarifikasi soal kedatangannya di acara konsolidasi mahasiswa se-Indonesia yang digelar di Pusgiwa UI.

    “Kedatangan saya ke kampus UI pada tanggal 16 April 2025 pukul 21.00 WIB adalah atas dasar undangan dan informasi dari salah seorang mahasiswa UI atas nama F dan juga Kepala Bagian Pengamanan UI atas nama AR yang disampaikan sekitar pukul 20.00 WIB,” katanya melalui akun Instagram @kodim0508_depok.

    Iman mengaku dirinya dijemput oleh mahasiswa dan diantar pulang juga setelah acara selesai. Dia menyayangkan ada informasi TNI masuk kampus UI disebut untuk intervensi acara mahasiswa.

  • Sepak Terjang Ketua Ormas di Depok yang Diduga Sebabkan Mobil Polisi Dibakar, Mengapa Dibela Warga? – Halaman all

    Sepak Terjang Ketua Ormas di Depok yang Diduga Sebabkan Mobil Polisi Dibakar, Mengapa Dibela Warga? – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Penangkapan seorang tokoh masyarakat berinisial TS yang diduga terlibat dalam kasus pidana di Pondok Rangon, Kelurahan Harjamukti, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok, pada Jumat (18/4/2025) berakhir ricuh.

    TS melakukan perlawanan saat petugas menjelaskan proses penangkapan.

    Suara keributan saat proses penangkapan TS rupanya membangunkan warga sekitar, yang kemudian berbondong-bondong mendatangi lokasi.

    Situasi semakin tidak terkendali membuat polisi segera membawa TS ke dalam mobil.

    Warga yang melihat hal tersebut mengejar mobil rombongan polisi.

    Sepak Terjang TS

    Kasat Reskrim Polres Metro Depok AKBP Bambang Prakoso mengatakan, TS adalah tersangka kasus penguasaan lahan dan kepemilikan senjata api.

    “Terhadap dua perkara tersebut, seseorang ini sudah dilakukan pemanggilan sebanyak dua kali, untuk tiap-tiap LP-nya, namun tidak dipenuhi,” kata Bambang kepada wartawan.

    Namun, saat melakukan penjemputan, tim yang beranggotakan 14 orang itu berhadapan dengan situasi yang tak terduga.

    Keinginan untuk membawa keadilan justru berujung pada kerusuhan.

    Saat hendak dibawa, TS melakukan perlawanan hingga akhirnya membuat keributan di lokasi.

    Warga setempat tidak terima atas tindakan pihak kepolisian lantaran pelaku yang diamankan merupakan tokoh masyarakat di kampung tersebut.

    “Dalam upaya membawa tersangka Tim Satuan Reskrim membawa kendaraan roda empat di kampung tersebut. Ditemukan seseorang itu, namun saat hendak dibawa mendapat perlawanan dari warga setempat, karena yang diamankan adalah tokoh masyarakat sekitar,” kata Bambang.

    Warga yang terprovokasi kemudian mengeroyok polisi, menciptakan kekacauan yang mengancam keselamatan.

    Saat keempat mobil polisi hendak pergi meninggalkan lokasi, tiba-tiba tim Satreskrim Polres Metro langsung diserang dan dikejar oleh gerombolan OTK.

    Satu mobil polisi membawa pelaku berhasil kabur dari kejaran massa hingga sampai ke Mapolres Metro Depok.

    Namun, tiga mobil lainnya tertahan di gerbang portal hingga berakhir diamuk massa dan berujung pembakaran.

    “Nah tiga kendaraan yang tertinggal di lokasi tersebutlah yang dibakar atau dirusak oleh warga Pondok Rangon,” ujarnya.

    Beruntung, anggota Satreskrim Polres Metro tidak mengalami luka-luka yang berarti.

    “Kalau dari personel kami luka terbuka enggak ada ya Alhamdulillah, antara enggak ada sama juga belum pada merasakan sakit gitu, masih berusaha mengatasi situasi,” pungkasnya.

    Bambang menambahkan, pelaku diamankan atas dasar dua laporan polisi (LP) Pasal 351 dan 335 KUHP dan UU Darurat senjata api. 

    Kronologi peristiwa itu terjadi pada 23 Desember 2024.

    Awalnya pelaku mengklaim sebidang tanah yang hendak dibangun oleh perusahaan adalah miliknya.

    “Jadi pada peristiwa induknya ada sebuah perusahaan yang ingin membangun aset yang dimilikinya. Nah dari tanah itu, sebidang, sekitar Kampung Baru juga diklaim oleh yang bersangkutan sebagai tanah miliknya,” jelasnya.

    Perusahaan tersebut sudah melakukan somasi bersama pelaku. Namun pelaku malah membuat bangunan semi permanen dan membuang sampah menggunakan truk di lahan tersebut.

    Pelaku sempat menodongkan pistol saat proses pemasangan pagar dari proyek pembangunan. 

    Barang bukti tersebut sudah disita polisi pada 23 Desember 2024.

    3 Mobil Dirusak

    Satu mobil yang membawa TS berhasil tiba di kantor polisi.

    “Namun tiga kendaraan yang lainnya tertahan di lokasi yang dibakar atau dirusak oleh warga,” beber AKBP Bambang.

    Beruntung, anggota Satreskrim Polres Metro tidak mengalami luka-luka yang berarti.

    “Kalau dari personel kami luka terbuka enggak ada, ya Alhamdulillah, antara enggak ada sama juga belum pada merasakan sakit gitu,” pungkasnya.

  • Ribut Masalah Handphone, Wanita di Cimanggis Depok Dianiaya Kakaknya Sendiri

    Ribut Masalah Handphone, Wanita di Cimanggis Depok Dianiaya Kakaknya Sendiri

    Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

    TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN BARU – Seorang wanita berinisial SA dianiaya oleh kakaknya sendiri di Jalan GOR Banthong, Cimanggis, Depok.

    Peristiwa penganiayaan itu terjadi pada Rabu (16/4/2025) sore sekitar pukul 17.00 WIB.

    “Pelaku laki-laki berinisial MI,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi, Sabtu (19/4/2025).

    Ade Ary menjelaskan, pelaku dan korban merupakan orang yang dipercaya untuk mengelola GOR secara bergantian.

    Keduanya sempat terlibat cekcok mulut setelah handphone (HP) yang biasa digunakan untuk operasional GOR dibawa oleh korban ke kamar mandi.

    “Diduga hal tersebut membuat pelaku tidak suka, kemudian pelaku sempat berbicara dengan nada yang agak tinggi,” ungkap Kabid Humas.

    Pelaku semakin emosi ketika korban melempar HP tersebut.

    Pelaku pun menganiaya sang adik dengan dengan memukuli korban berkali-kali.

    “Pelaku secara bertubi-tubi dengan mengunakan tangan kosong dan memukul di bagian leher. Atas kejadian tersebut korban mengalami sakit pada bagian leher,” ujar Ade Ary.

    Sehari setelah aksi penganiayaan tersebut, korban mendatangi Polres Metro Depok untuk membuat laporan polisi.

    (TribunJakarta)

  • UI Bekukan Kegiatan Akademik Dokter PPDS Perekam Mahasiswi Mandi

    UI Bekukan Kegiatan Akademik Dokter PPDS Perekam Mahasiswi Mandi

    Depok, Beritasatu.com – Pihak Universitas Indonesia (UI) telah membekukan sementara kegiatan akademik satu dokter peserta program pendidikan dokter spesialis (PPDS) berinisial MAES (39) yang diduga melakukan pelecehan seksual.

    MAES telah dilaporkan ke Polres Metro Jakarta Pusat karena merekam seorang mahasiswi yang tengah mandi di kamar kos di kawasan Jakarta Pusat. MAES saat ini telah ditetapkan tersangka atas laporan tersebut.

    Direktur Humas dan Keterbukaan Informasi Publik UI Arie Afriansyah menyampaikan, pihak kampus menanggapi laporan ini dengan serius.

    “Terkait kasus ini, Universitas Indonesia tentu sangat prihatin dan menyesalkan adanya laporan kasus pelecehan seksual,” kata Arie dalam pernyataan resminya terkait kasus pelecehan seksual dokter PPDS UI, Sabtu (19/4/2025).

    Menurut Arie, terduga pelaku adalah mahasiswa aktif semester dua pada program spesialis radiologi kedokteran gigi.

    Arie menambahkan, UI akan menghormati dan menunggu hasil proses hukum yang sedang berlangsung di Polres Metro Jakarta Pusat sebelum menentukan sanksi permanen terhadap mahasiswa terduga pelaku.

    “Sebagai institusi pendidikan, UI telah dan akan terus mengikuti dan menangani kasus ini sesuai dengan prosedur yang berlaku,” ujarnya.

    Pihak UI juga menyatakan siap untuk bekerja sama penuh dengan aparat penegak hukum apabila diperlukan dalam proses penyelidikan.

    Meski belum ada putusan hukum tetap, UI telah menonaktifkan sementara status akademik mahasiswa terduga pelaku sebagai bentuk kehati-hatian institusi.

    “Tentu UI akan menunggu putusan hukum tetap, baru kami akan mengambil keputusan mengenai status permanen mahasiswa tersebut. Kegiatan mahasiswa tersebut akan dibekukan saat ini menunggu proses hukum yang berlangsung,” kata Arie terkait kasus pelecehan seksual dokter PPDS UI.

  • TNI Masuk Kampus UI, Agus Jabo Ingatkan Tugas Masing-masing
                
                    
                        
                            Nasional
                        
                        19 April 2025

    TNI Masuk Kampus UI, Agus Jabo Ingatkan Tugas Masing-masing Nasional 19 April 2025

    TNI Masuk Kampus UI, Agus Jabo Ingatkan Tugas Masing-masing
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Mantan aktivis gerakan reformasi 1998,
    Agus Jabo Priyono
    mengingatkan, agar semua pihak dapat saling menjaga dan menjalankan tugasnya masing-masing.
    Wakil Menteri Sosial ini menanggapi soal maraknya aksi prajurit TNI yang masuk ke kampus di sejumlah wilayah. Terbaru, tentara masuk kampus saat Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI) menyelenggarakan kegiatan diskusi pada Rabu (16/4/2025) lalu.
    “Saya mengajak seluruh komponen bangsa saling menjaga dan menjalankan tugasnya masing-masing,” kata Agus Jabo kepada
    Kompas.com
    , Sabtu (19/4/2025).
    Agus Jabo mengatakan penting bagi setiap komponen bangsa, termasuk TNI, untuk menjaga situasi negara tetap kondusif dan menghindari kegaduhan.
    “Agar situasi terus kondusif, tidak gaduh, mendahulukan kepentingan bangsa di atas kepentingan yang lain, serta menjaga persatuan nasional,” ucapnya.
    Ia menyebut pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka saat ini sedang fokus menjalankan program besar untuk mensejahterakan rakyat.
    Beberapa program di antaranya adalah Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih, Sekolah Rakyat, dan Makan Bergizi Gratis (MBG).
    “Tentunya agar program tersebut bisa sesuai target dan sasaran, dibutuhkan sinergi antar kementerian, lembaga negara, termasuk kampus dan masyarakat,” ucapnya.
    Sebelumnya, beredar kabar viral di media sosial bahwa tentara masuk kampus Universitas Indonesia (UI) saat ada kegiatan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM).
    Pihak rektorat UI menyatakan tidak mengundang TNI masuk area kampusnya.
    Kehadiran sejumlah anggota TNI di area Pusat Kegiatan Mahasiswa (Pusgiwa) UI, Depok, dikabarkan terpantau pada Rabu (16/4) pukul 23.00 WIB malam lalu.
    Malam itu, mahasiswa sedang menggelar
    Konsolidasi Nasional Mahasiswa
    di Pusgiwa UI.
    Pihak yang hadir adalah perwakilan BEM dari berbagai kampus dan organisasi mahasiswa lain dari seluruh Indonesia. Mereka membahas isu kebangsaan.
    Direktur Hubungan Masyarakat UI, Arie Afriansyah, menyatakan bahwa Rektorat UI tidak pernah mengundang militer untuk hadir dalam acara konsolidasi mahasiswa yang tengah berlangsung di Pusgiwa.
    “Terkait hal tersebut, pihak Rektorat UI tidak pernah mengundang militer untuk hadir dan mengikuti acara konsolidasi mahasiswa yang diadakan di Pusgiwa,” tegas Arie kepada Kompas.com.
    Terpisah, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Brigjen Kristomei Sianturi mengatakan kedatangan prajurit ke UI karena diundang oleh salah satu mahasiswa yang dikenal baik.
    Undangan tersebut, kata dia, ditujukan untuk Komandan Distrik Militer (Dandim) 0508/Depok.
    “Dandim Depok diundang/diajak oleh seorang mahasiswa atas nama F dan Kabagpam (Kepala Bagian Pengamanan -red) UI atas nama AR, yang memang dikenal baik oleh Dandim, untuk diskusi, ngobrol,” kata Kristomei saat dihubungi Kompas.com, Jumat (18/4/2025).
    Kristomei mengatakan kedatangan prajurit TNI saat itu dilakukan setelah pulang bertugas sehingga saat masuk kampus, anggotanya masih memakai seragam.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Keseruan "Alley Cat Run", Pemanasan Menuju Monas Half Marathon 2025
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        19 April 2025

    Keseruan "Alley Cat Run", Pemanasan Menuju Monas Half Marathon 2025 Megapolitan 19 April 2025

    Keseruan “Alley Cat Run”, Pemanasan Menuju Monas Half Marathon 2025
    Tim Redaksi
    TANGERANG, KOMPAS.com
    – Mentari pagi belum tinggi saat suara semangat mulai menggema di area Decathlon Alam Sutera, Tangerang, Sabtu (19/4/2025).
    Lengkap dengan
    running gear
    atau pakaian lari, 110 pelari dari berbagai komunitas olahraga mengikuti ”
    Alley Cat Run
    “, rangkaian acara dari
    Monas Half Marathon
    2025 yang akan diselenggarakan pada Minggu (15/6/2025) oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Monas Half Maraton bekerja sama dengan Harian Kompas.
    Kegiatan lari sejauh empat kilometer itu dimulai dari halaman parkiran Decathlon Alam Sutera dan berakhir di lapangan basket Decathlon Alam Sutera.
    Tidak hanya lari, mereka juga ditantang untuk melewati setiap pos yang disiapkan. Di pos pertama, sebelum mulai lari, meraka diminta untuk melewati tantangan yang diwakili oleh para ketua komunitasnya untuk lomba pasang sepatu.
    Para ketua diminta untuk melepas sepatu lari dan diletakkan tiga meter di depannya. Kemudian setelah suara pluit berbunyi, mereka harus mencari sepatunya dan dipakai kembali.
    Bagi yang selesai lebih awal, diperbolehkan untuk mulai lari bersama satu komunitasnya dan melewati pos selanjutnya.
    Ada empat pos yang harus mereka lewati dengan jarak masing-masing pos sejauh satu kilometer. Di setiap pos juga terdapat mini games yang disiapkan oleh panitia.
    “Jadi mereka ini enggak cuma lari saja, berpikir sambil bermain juga di setiap posnya. Jadi mereka benar-benar harus mecahin teka-tekinya itu sendiri untuk sampai ke tempat yang ada
    games
    -nya,” ujar Tim Creative LPSMHM, Vanya Valeria saat ditemui
    Kompas.com
    di lokasi, Sabtu (19/4/2025).
    Kemudian, kegiatan tersebut juga menjadi ajang pemanasan yang bukan hanya memacu keringat, tetapi juga mempererat ikatan antarkomunitas lari di Jabodetabek.

    Alley Cat Run
    ini lebih dari sekadar olahraga. Ini tentang kebersamaan, strategi, dan
    fun.
    Kami ingin membangun antusiasme menuju
    main event
    Monas
    Half Marathon
    nanti,” kata dia.
    Kegiatan ini merupakan bagian dari delapan rangkaian acara bertajuk “
    Run The Ground
    ” yang diadakan di Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Depok.
    Seluruh rangkaian ini menjadi jalan menuju acara puncak Monas Half Marathon 2025 yang bakal digelar di Monas, Jakarta Pusat dengan tema Time To Rise dan target 6.000 pelari.
    Diselenggarakan oleh Harian Kompas bekerja sama dengan LPS dan didukung penuh oleh Pemerintah Provinsi Jakarta, Monas Half Marathon tahun ini memasuki tahun ketiga penyelenggaraan.
    Lewat kegiatan ini, panitia berharap bisa menjangkau lebih banyak komunitas dan membawa pesan semangat untuk bangkit melalui olahraga.
    “Sekarang semakin banyak banget yang hobi lari, pengen nantang diri sendiri, lari di Jakarta, kalau maraton, apalagi kalau yang mau bikin
    personal best
    , di Jakarta enak banget,” kata dia.
    “Lewat
    event
    ini, kami ingin mengajak semua elemen masyarakat untuk berpartisipasi dan merayakan semangat kebangkitan,” sambung dia.
    Adapun kegiatan tersebut dimulai sejak pukul 06.00 WIB, para peserta tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan yang dimulai dari registrasi,
    briefing
    permainan, hingga lari berkelompok.
    Hal itu karena banyaknya tawa dan seruan yang membuat mereka terlihat jadi lebih semangat untuk mengikuti kegiatan tersebut.
    Salah satu pesertanya, Fahrudin Jamil (26), mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut karena bisa melibatkan teman satu komunitasnya.
    “Saya ikut kegiatan ini mungkin karena ramai juga ya, teman komunitas pada ikut, banyak door prize nya juga terus kebetulan saya juga ikut LPS yang 21 km, mungkin ada hal-hal baik atau info dari kegiatan ini buat nantinya,” kata Fahrudin.
    Bagi dia, kegiatan tersebut tersebut bukan hanya tentang lari tapi tentang pengalaman dan koneksi yang terbentuk di sepanjang jalan.
    Maka dari itu, ia mengaku sangat senang bisa ikut kegiatan bersama teman satu komunitasnya.
    “Kalau ada
    event
    yang mengajak komunitas kayak gini, diusahakan pasti hadir karena kan kalau lari itu lebih seru bareng-bareng dibandingkan sendiri. Banyak
    games
    -nya juga tuh kayak tadi. Kalau lari sendiri pasti bosenlah,” jelas dia
    Rangkaian
    Alley Cat Run
    ditutup dengan pengumuman pemenang
    games,
    hiburan musik, dan sesi makan siang bersama.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Dandim Depok Beberkan Alasan Pakai Seragam dan Mobil Dinas saat Temui Mahasiswa UI
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        19 April 2025

    Dandim Depok Beberkan Alasan Pakai Seragam dan Mobil Dinas saat Temui Mahasiswa UI Megapolitan 19 April 2025

    Dandim Depok Beberkan Alasan Pakai Seragam dan Mobil Dinas saat Temui Mahasiswa UI
    Tim Redaksi
    DEPOK, KOMPAS.com
    – Komandan Kodim (Dandim) 0508/Depok Kolonel Inf Iman Widhiarto mengatakan, dirinya memakai pakaian dan mobil dinas saat mendatangi kampus Universitas Indonesia (UI), Depok, sebagai bentuk keterbukaan.
    Penjelasan itu dia sampaikan melalui akun Instagram @kodim0508_depok di kolom komentar sebuah konten yang diunggah akun Instagram @Pantauaparat.
    Kompas.com
    telah meminta izin Iman untuk mengutip komentar tersebut.
    “Berpakaian dinas dengan identitas yang jelas, menggunakan mobil dinas dengan nomor yang jelas, menunjukkan bahwa saya datang dengan sikap yang sangat terbuka, tidak ada maksud dan tujuan lain, selain silaturahmi,” ujar Iman dalam komentarnya, dikutip Kompas.com, Sabtu (19/4/2025).
    Ia mengaku, tidak ada intimidasi yang dilakukannya selama berada di sana.
    Bahkan, kedatangannya ke kampus UI karena diundang oleh seorang mahasiswa UI berinisial F dan pejabat pengamanan kampus berinisial AR.
    “Tidak ada niatan mengintimidasi ataupun intervensi kegiatan kampus, melanggar kebebasan akademik seperti yang dinarasikan, selain memenuhi undangan dari mahasiswa,” kata dia.
    Peristiwa itu bermula saat Iman mendapatkan undangan dari AR dan F untuk bertemu di Pusat Kegiatan Mahasiswa (Pusgiwa), Kampus UI, Rabu (16/4/2025), pukul 21.00 WIB. Undangan tersebut ia terima satu jam sebelumnya.
    Sesampainya di sana, Iman langsung mengabari F bahwa dirinya sudah sampai di lokasi mereka janjian bertemu.
    Setelah itu, Iman dijemput ke parkiran dan diarahkan ke kantin Pusgiwa. Di sana, ia berbincang santai dengan lima mahasiswa UI hingga dini hari.
    Suasana keakraban itu terus berlanjut hingga pertemuan mereka selesai. Saat pulang pun, Iman diantar para mahasiswa itu ke parkiran mobil.
    “Bersalaman dan berpamitan dengan baik, mengucapkan salam yang dijawab juga penuh keramahan dan persaudaraan,” kata dia.
    Namun, Iman mengaku terkejut ketika mengetahui keesokan harinya ada unggahan di media sosial Instagram yang menyudutkan kunjungannya.
    Dalam unggahan tersebut, tercantum sejumlah foto dirinya saat bersalaman disertai narasi yang menyebut kehadirannya sebagai bentuk intimidasi dan intervensi terhadap kebebasan akademik.
    Sebelumnya, Direktur Hubungan Masyarakat UI, Arie Afriansyah, menyatakan bahwa Rektorat Ul tidak pernah mengundang militer untuk hadir dalam acara konsolidasi mahasiswa yang tengah berlangsung di Pusgiwa. Kegiatan mahasiswa itu sudah diizinkan oleh pihak rektorat UI.
    “Terkait hal tersebut, pihak Rektorat Ul tidak pernah mengundang militer untuk hadir dan mengikuti acara konsolidasi mahasiswa yang diadakan di Pusgiwa,” tegas Arie kepada Kompas.com.
    Kompas.com
    sudah berusaha menghubungi pihak BEM UI, yakni melalui nomor kontak narahubung bernama Ibnu sebagaimana tercantum di akun Instagram BEM UI, untuk mendapatkan keterangan mengenai peristiwa tersebut.
    Namun hingga berita ini diunggah, belum ada tanggapan dari BEM UI.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Tak Main-main Polisi Dikejar Warga Sekampung Gegara Ketua Ormas di Depok, Ternyata Bukan Orang Biasa

    Tak Main-main Polisi Dikejar Warga Sekampung Gegara Ketua Ormas di Depok, Ternyata Bukan Orang Biasa

    TRIBUNJAKARTA.COM – Polisi benar-benar mendapatkan tekanan serta ancaman saat melakukan penangkapan ketua organisasi masyarakat (ormas) berinisial TS.

    TS ditangkap di Kampung Baru, Cimanggis, Depok, Jawa Barat, Jumat (18/4/2025) dini hari.

    Ketua ormas tersebut merupakan bukan orang biasa.

    Sebab sosonya merupakan tersangka penganiayaan dan kepemilikan senjata api.

    Kasat Reskrim Polres Metro Depok AKBP Bambang Prakoso mengatakan, penangkapan sosok TS berjalan dramatis dan mendapatkan tentangan anggota kelompoknya.

    Insiden ini berawal ketika 14 personel tiba di kediaman pelaku menggunakan empat kendaraan roda empat sekitar pukul 01.30 WIB.

    “Kemudian dari lokasi berhasil didapatkan yang bersangkutan,” kata Bambang dikutip dari Kompas.com, Sabtu (19/4/2025).

    Saat menunjukkan surat perintah penangkapan, petugas langsung mendapat perlawanan dari pelaku.

    Nasib beruntung jukir liar yang patok tarif Rp60 ribu ke pengunjung Pasar Tanah Abang tak ditahan polisi. Ada hal yang bikin pelaku tidak bisa ditahan polisi, kini sudah dilepas dan diberikan ke Dinas Sosial.

    Keributan ini kemudian diketahui warga lingkungan kediaman pelaku.

    Begitu mengetahui ada keributan, warga langsung berupaya menyerang petugas.

    Keributan ini ternyata sampai ke telinga warga lingkungan kediaman pelaku.

    Warga langsung menyerang petugas dan keributan tak bisa diantisipasi. 

    “Peristiwa itu diketahui oleh lingkungan sekitarnya. Lingkungan sekitar yang mengetahui melakukan penyerangan terhadap personel kami,” jelas Bambang.

    Saat hendak bergegas ke Markas Polres Metro Depok, empat kendaraan kepolisian itu dikejar warga.

    “Ada yang dengan sepeda motor, hingga akhirnya mencapai pintu Kampung Baru yang ada portalnya,” jelasnya.

    Bambang mengatakan, satu mobil yang membawa pelaku berhasil tiba di kantor kepolisian meski sempat terhalang portal Kampung Baru.

    Sedangkan tiga kendaraan lain tertahan di lokasi.

    “Nah tiga kendaraan yang tertinggal di lokasi tersebutlah yang dibakar atau dirusak oleh warga Pondok Rangon,” ungkap dia.

    Dalam insiden tak ada anggota kepolisian yang terluka, hanya tiga mobil polisi rusak parah.

    Selain itu, satu kendaraan rusak dibakar. Ada pula kendaraan yang dibalik di tengah jalan oleh massa penyerang.

    “Kalau dari personel kami luka terbuka enggak ada. Alhamdulillah, antara enggak ada atau belum pada merasakan sakit gitu, masih berusaha mengatasi situasi,” kata dia.

    Pelaku Ketua Ormas

    BENTROKAN DI KOTA DEPOK – Pihak kepolisian mengamankan tujuh orang yang terlibat bentrok di Jalan Raya Bogor depan gerbang RW 17 Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Cilodong, Kota Depok, Jawa Barat pada Kamis (17/4/2025) sore dan mobil polisi dibakar massa OTK di wilayah Pondok Ranggon, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok, Jawa Barat pada Jumat (18/4/2025). (TribunnewsDepok.com/M Rifqi Ibnumasy/Istimewa)

    Pelaku penganiayaan dan kepemilikan senpi merupakan ketua Ormas.  

    Akibat penangkapan ini, tiga mobil polisi dibakar. 

    Peristiwa itu bermula saat polisi hendak menangkap pelaku penganiayaan yang merupakan ketua organisasi masyarakat (Ormas) setempat.

    Peristiwa itu terjadi pada Jumat (18/4/2025) dini hari. Awalnya Sat Reskrim Polres Metro Depok melaksanakan perintah untuk membawa pelaku dan saksi yang berada di Kampung Baru, Harjamukti, Depok, Jabar.

    Pelaku diamankan atas dasar dua laporan polisi (LP) Pasal 351 dan 335 KUHP dan UU Darurat senjata api.

    Pertama terkait tindak pidana perusakan atau perbuatan tidak menyenangkan. Kedua, terkait undang-undang darurat senjata api.

    “Terhadap dua perkara tersebut, seseorang ini sudah dilakukan pemanggilan sebanyak dua kali, untuk tiap-tiap LP nya, namun tidak dipenuhi. Kemudian terbit surat perintah membawa untuk diambil keterangannya di Mako Polres Metro Depok,” kata Polres Metro Depok AKBP Bambang Prakoso kepada wartawan, Jumat (18/4/2025).

    Kemudian, sekitar pukul 01.30 WIB, sebanyak 14 anggota mendatangi lokasi dan mencari pelaku. Saat pelaku berhasil didapati di lokasi, anggota mendapat perlawanan dari warga setempat.

    “Kemudian dari lokasi berhasil didapatkan yang bersangkutan. Namun ketika proses penjelasan dari surat perintah membawa, langsung mendapatkan perlawanan dari yang bersangkutan sendiri,” jelasnya.

    Perlawanan massa terhadap polisi cukup sengit. Sehingga warga sekitar turut melakukan penyerangan.

    “Terjadi pergumulan yang cukup sengit dan ada suara ribut yang cukup besar dan peristiwa itu segera diketahui oleh lingkungan sekitarnya. Lingkungan sekitar yang mengetahui melakukan penyerangan terhadap personel kami,” tuturnya.

    Pelaku berhasil diamankan dan dibawa ke Polres Metro Depok. Saat itu polisi membawa 4 unit kendaraan roda empat. Saat pelaku masuk mobil, polisi pun dikejar warga setempat sehingga membuat 3 mobil polisi terjebak.

    “Nah ketika seseorang ini naik mobil, kendaraan jalan, seluruh rombongan mobil ini dikejar oleh warga setempat. Ada yang dengan sepeda motor, hingga akhirnya mencapai pintu Kampung Baru yang ada portalnya,” ucapnya.

    “Mobil pertama sebenarnya sudah sempat terportal namun personel kami berusaha semaksimal mungkin, upaya yang bersangkutan dapat tiba di Polres, Alhamdulillah berhasil,” jelasnya.

    Bambang mengatakan 3 mobil polisi tertahan di lokasi sehingga dibakar dan dirusak warga.

    “Namun tiga kendaraan yang lainnya tertahan di lokasi. Nah tiga kendaraan yang tertinggal di lokasi tersebutlah yang dibakar atau dirusak oleh warga Pondok Rangon,” ucapnya.

    Imbas peristiwa itu, anggota mengalami luka-luka. “Kalau dari personel kami luka terbuka nggak ada ya. Alhamdulillah, antara nggak ada sama juga belum pada merasakan sakit gitu, masih berusaha mengatasi situasi,” tutupnya.

    Pemicu Pembakaran Mobil Polisi

    Kasatreskrim Polres Metro Depok AKBP Bambang Prakoso belum bisa memastikan apakah massa yang membakar tiga mobil polisi itu berasal dari ormas tertentu atau warga sekitar.

    Tetapi mereka diketahui sudah berada di lokasi untuk melindungi tersangka sebelum polisi tiba.

    Bambang menjelaskan kericuhan yang berujung tiga mobil polisi dibakar massa di Depok berawal dari klaim sepihak atas sebidang tanah.

    Seseorang mengaku memiliki lahan tersebut, namun tak bisa menunjukkan dokumen kepemilikan yang sah.

    “Dia mengaku itu miliknya. Tetapi ketika ditanyakan bukti haknya, dia tidak bisa menunjukkan,” kata Bambang.

    Menurut Bambang kasus itu tak bisa disebut sebagai sengketa lahan, karena pihak yang mengeklaim sebagai pemilik tidak memiliki bukti dokumen sah. 

    Kemudian, pihak yang yang tak memiliki dokumen sah atas kepemilikan tanah itu melawan klaim tersebut hingga terjadi penganiayaan. 

    Kasus penganiayaan itu kemudian dilaporkan ke polisi dan saat tersangka TS hendak ditangkap, massa mengadang lalu tiga mobil polisi dibakar.

    (TribunJakarta/TribunDepok/Kompas.com)

    Akses TribunJakarta.com di Google News atau WhatsApp Channel https://whatsapp.com/channel/0029VaS7FULG8l5BWvKXDa0f.

    Pastikan Tribunners sudah install aplikasi WhatsApp ya