kab/kota: Bogor

  • Keponakan Tega Habisi Nyawa Tantenya di Bogor, Emosi Pelaku Memuncak saat Disuruh Cuci Piring – Halaman all

    Keponakan Tega Habisi Nyawa Tantenya di Bogor, Emosi Pelaku Memuncak saat Disuruh Cuci Piring – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Pelaku pembunuhan terhadap Evi Latifa (EL), wanita berusia 59 tahun yang tewas di wilayah Kedungwaringin, Kecamatan Tanah Sereal, Kota Bogor, Jawa Barat, Minggu (6/4/2025), berhasil diamankan oleh pihak kepolisian.

    Polisi juga mengungkap hubungan antara korban dan pelaku yang diketahui bernama Rezky Fauzan (28).

    Menurut Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota, AKP Aji Riznaldi Nugroho, Evi adalah tante dari Rezky.

    “Jadi tersangka ini  keponakan dari korban yang merupakan tantenya,” kata AKP Aji di Mako Polresta Bogor Kota, Senin (7/4/2025), dikutip dari TribunnewsBogor.com.

    Aji melanjutkan, pelaku sudah tinggal bersama tantenya sejak usia 15 tahun.

    “Dia dirawat tantenya dari usia 15 tahun. Saat ini 28 tahun,” ujarnya.

    Ketika peristiwa pembunuhan terjadi, rumah tersebut hanya dihuni oleh Evi dan Rezky.

    Aji mengungkap motif keponakan yang tega menghabisi nyawa tantenya tersebut.

    Rezky diduga nekat melakukan aksi tersebut karena merasa jengkel terhadap Evi yang kerap melarangnya keluar rumah.

    “Bersangkutan ini anak yatim piatu yang diurus oleh tantenya atau dibiayai oleh tantenya. Tersangka ini memang sudah kesal dari sebelumnya. Karena tersangka ini sering dilarang keluar rumah oleh tantenya,” ucap Aji.

    Selama tinggal di rumah tantenya itu, pelaku sering merasa terkekang.

    “Sehingga tersangka merasa dibatasi merasa terkekang oleh si tantenya ini. Ini dibuktikan hasil dari chat-an kepada teman terdekat tersangka,” ujarnya.

    Emosi Rezky pun memuncak ketika disuruh oleh tantenya untuk mencuci piring.

    “Kemudian, dengan ada sedikit percekcokan, tantenya mencipratkan air ke muka pelaku (Rezky),” ujarnya.

    Rezky saat itu tidak terima dan melemparkan spons cuci piring ke arah tantenya.

    Saat itu juga ia melakukan pemukulan secara bertubi-tubi kepada Evi.

    “Dan pada saat itu kemudian tersangka melakukan pemukulan secara brutal, bertubi-tubi, ke arah wajah korban. Sehingga menyebabkan korban bercucuran darah,” ujarnya.

    Rezky menghabisi nyawa Evi seorang diri tanpa menggunakan senjata, hanya tangan kosong.

    “Kemudian berdasarkan pengakuan dari tersangka ini, tersangka tidak menggunakan alat.”

    “Tetapi kita coba lakukan autopsi apakah memang dari lukanya terdapat luka tusukan atau luka yang lain. Ini kita menunggu hasil dari autopsi,” ujarnya.

    Korban mengalami luka parah di bagian wajah yang menyebabkan Evi meninggal di lokasi kejadian.

    “Untuk luka-luka dari korban sendiri terdapat di pelipis. Kemudian pelipis atau dahi sebelah kanan terdapat luka robek yang lumayan besar. Kemudian daerah dagu, mata, terdapat memar,” ucapnya.

    Akibat perbuatannya, Rezky terancam hukuman 15 tahun penjara.

    “Saat ini tersangka (Rezky) diancam hukuman 15 tahun penjara, pasal 338 Jo 351 ayat 5,” tandasnya.

    Sebagian artikel ini telah tayang di TribunnewsBogor.com dengan judul Terkuak Motif Ponakan Bunuh Tante di Kedungwaringin Bogor, Amarah Memuncak Saat Cuci Piring 

    (Tribunnews.com/Falza) (TribunnewsBogor.com/Rahmat Hidayat)

  • Presiden RI Prabowo Subianto Buka-bukaan soal Pemicu Kasus TBC di RI Tinggi

    Presiden RI Prabowo Subianto Buka-bukaan soal Pemicu Kasus TBC di RI Tinggi

    Jakarta

    Penyakit Tuberkulosis (TB/TBC) masih menjadi masalah kesehatan global. Di tahun 2023 diperkirakan 10,8 juta orang sakit TBC dengan 1 juta kematian.

    Indonesia termasuk negara dengan kasus dan kematian akibat TBC tertinggi di dunia. Pada 2024, Kementerian Kesehatan RI memperkirakan terdapat sekitar 1.090.000 kasus TB di Indonesia dengan 125.000 kematian.

    Menyoroti kasus TBC yang tinggi di Indonesia, Presiden RI Prabowo Subianto membeberkan alasannya. Adapun hal tersebut ia ungkapkan saat berbincang dengan tujuh jurnalis senior di kediamannya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat.

    Menurutnya, selama ini banyak kasus TBC baru diketahui saat sudah memasuki stadium lanjut. Padahal, lanjutnya, penyakit ini sebenarnya dapat diobati jika terdeteksi sejak dini.

    Tak hanya itu, Prabowo juga mengatakan tak sedikit masyarakat Indonesia sering mengabaikan gejala awal TBC, seperti batuk berkepanjangan. Banyak yang mengira itu hanya flu biasa, masuk angin, atau alergi, sehingga enggan memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.

    “Kita punya pengidap TBC tuberkulosis salah satu yang tertinggi di dunia. Para ahli mengatakan begitu ketahuan stadium lanjut. Padahal TBC mudah diobati, banyak negara sudah tidak ada TBC,” ucapnya, dikutip dari YouTube detikcom, Selasa (8/4/2025).

    “Kita kenapa? Tidak mau mengecek, batuk-batuk dikira masuk angin, flu, abis itu batuk-batuk nggak selesai-selesai, oh alergi. Nggak mau periksa,” lanjutnya lagi.

    Karenanya, Prabowo menekankan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin bagi seluruh warga negara Indonesia. Terlebih saat ini pemerintah memberikan fasilitas cek kesehatan gratis untuk setiap warga.

    Langkah ini dianggap penting karena penyakit seperti TBC (tuberkulosis) masih menjadi masalah serius di Indonesia.

    “Kita bikin cek kesehatan gratis, kalau lebih dini ketahuan, lebih gampang, lebih murah mengobatinya. Dan korban TBC di kita bisa lebih menurun,” sambungnya lagi.

    (suc/suc)

  • Wali Kota Bogor Dedie Rachim gaungkan kemandirian-katahanan pangan

    Wali Kota Bogor Dedie Rachim gaungkan kemandirian-katahanan pangan

    Wali Kota Bogor Dedie A Rachim memimpin kegiatan panen raya di Kelurahan Pasir Jaya, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Jawa Barat, Senin (7/4/2025). (ANTARA/HO-Humas Pemkot Bogor)

    Wali Kota Bogor Dedie Rachim gaungkan kemandirian-katahanan pangan
    Dalam Negeri   
    Editor: Novelia Tri Ananda   
    Selasa, 08 April 2025 – 07:03 WIB

    Elshinta.com – Wali Kota Bogor Dedie A Rachim menggaungkan kemandirian dan ketahanan pangan dalam panen raya padi serentak di 14 provinsi di Indonesia bersama Presiden Prabowo Subianto, yang dilaksanakan secara simbolis di Majalengka, Jawa Barat, Senin.

    “Panen raya serentak ini merupakan sebuah momentum yang bagus, terutama untuk mendukung konsep pemerintah terkait kemandirian dan ketahanan pangan, seperti yang disampaikan Presiden Bapak Prabowo Subianto,” kata Dedie saat memimpin panen raya padi di Kota Bogor yang dilaksanakan di Balai Besar Pengujian Standardisasi Instrumen Tanaman Padi (BSIP Padi) Kelurahan Pasir Jaya, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor.

    Panen raya di Kota Bogor diawali dengan pemanenan padi oleh Dedie Rachim menggunakan mesin pemanen padi Crown Combine Harvester bersama Forkopimda.  Acara dilanjutkan dengan menyaksikan tayangan panen raya serentak melalui sambungan daring, serta mendengarkan arahan Presiden Prabowo Subianto dan laporan Menteri Pertanian, Amran Sulaiman.

    Dedie menyebutkan, kemandirian dan ketahanan pangan tidak lepas dari infrastruktur. Oleh karena itu, pembahasan soal panen raya tidak hanya berbicara tentang hasil, tetapi juga mencakup berbagai proses penunjang, seperti ketersediaan irigasi, alat pertanian, dan kemudahan petani dalam mengakses pupuk.

    Dengan dukungan penggunaan alat pertanian, proses panen menjadi lebih cepat dan efisien dari segi waktu maupun biaya operasional.

    “Keberadaan mesin tani ini sangat membantu, sebab di daerah perkotaan seperti Kota Bogor, jumlah petani tidak sebanyak di wilayah-wilayah produsen. Karena itu, kami memberikan apresiasi kepada para pemilik lahan dan masyarakat yang masih berprofesi sebagai petani, yang menjadi tulang punggung kemandirian pangan nasional,” ucap Dedie.

    Sementara dalam sambutannya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa panen raya ini merupakan langkah baik untuk masa depan yang lebih baik.

    “Apa yang dihasilkan ini datang dari hati yang bersih, itikad yang baik, dan rasa tanggung jawab penuh kepada bangsa dan rakyat Indonesia. Dengan keinginan melayani rakyat, membela rakyat, dan membantu rakyat, ternyata kita mampu menghasilkan,” ujarnya.

    Ia menambahkan, saat ini beberapa negara besar tengah mengalami krisis pangan, kekurangan beras dan telur. Namun Indonesia justru mengalami surplus telur, dan sebagian hasilnya telah diekspor ke luar negeri. Dalam kesempatan ini, Presiden juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak, terutama para petani.

    “Petani adalah produsen pangan. Tanpa pangan, tidak ada negara. Saya katakan berkali-kali, bertahun-tahun, tanpa pangan tidak ada negara, tidak ada NKRI. Karena itu saya sangat bahagia,” tutur Presiden.

    Sumber : Antara

  • Wawancara Prabowo dan 7 Jurnalis, PKB: Cetak Rekor Baru!

    Wawancara Prabowo dan 7 Jurnalis, PKB: Cetak Rekor Baru!

    Jakarta

    Wakil Ketua Umum PKB Jazilul Fawaid menilai wawancara Presiden Prabowo Subianto dengan tujuh jurnalis senior membawa angin segar dalam budaya demokrasi Indonesia. Momen itu juga menjadi peringatan kepada pelaku kekerasan terhadap insan pers untuk menghentikan aksinya.

    “Peringatan kepada pihak pihak yang masih melakukan ancaman dan kekerasan kepada insan pers dan media untuk menghentikan aksinya,” kata Jazilul saat dihubungi, Senin (7/4/2025).

    Wawancara Prabowo dengan tujuh jurnalis itu berlangsung selama empat jam pada Minggu (6/4). Jazilul mengatakan durasi wawancara itu merupakan rekor baru di Indonesia.

    “Hemat saya, Presiden Prabowo mencetak rekor terbaru. Sepanjang sejarah Indonesia baru kali ini ada wawancara 4 jam dengan 7 jurnalis bebas topik. Salut,” katanya.

    “Pandangan kami bukti Pak Prabowo terbuka untuk diajak diskusi dan menghargai peran media dan jurnalis,” sambung Jazilul.

    Jazilul juga menyinggung sejumlah kekerasan yang dialami insan pers dalam beberapa waktu terakhir. Dia mendorong kasus itu segera diusut tuntas. Menurutnya, keterbukaan Prabowo untuk dicecar oleh tujuh jurnalis selama empat jam nonstop merupakan bentuk penghormatan pemerintahan Prabowo kepada kerja jurnalis.

    Seperti diketahui, wawancara dilaksanakan di kediaman Prabowo di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, pada Minggu (6/4). Para jurnalis senior yang hadir mulai dari Pemimpin Redaksi tvOne Lalu Mara Satriawangsa, Pemimpin Redaksi IDN Times Uni Lubis, Founder Narasi Najwa Shihab, Pemimpin Redaksi Detikcom Alfito Deannova Gintings, Pemimpin Redaksi SCTV-Indosiar Retno Pinasti, dan Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab Harian Kompas Sutta Dharmasaputra.

    Tidak ada batasan topik dalam wawancara tersebut. Isu mulai dari UU TNI hingga jebloknya IHSG ditanyakan langsung ke Prabowo dengan semua jawaban bersifat on the record atau bisa dikutip untuk ditayangkan di media.

    (ygs/gbr)

    Hoegeng Awards 2025

    Baca kisah inspiratif kandidat polisi teladan di sini

  • Hari Kesehatan Dunia 2025, Momentum Memperkuat Kesehatan Ibu dan Bayi untuk Masa Depan Indonesia – Halaman all

    Hari Kesehatan Dunia 2025, Momentum Memperkuat Kesehatan Ibu dan Bayi untuk Masa Depan Indonesia – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Kesehatan ibu melahirkan dan bayi baru lahir masih menjadi tantangan besar di Indonesia dan banyak negara berkembang lainnya.

    Setiap tahun, ribuan ibu dan bayi menghadapi risiko komplikasi kesehatan yang sebenarnya dapat dicegah dengan layanan kesehatan yang tepat dan berkualitas.

    Ketua Umum Rabu Biru Foundation, Henny Daeng Parani, mengungkapkan bahwa berdasarkan pemeriksaan kesehatan terhadap 10.000 orang, termasuk ibu hamil, balita, dan masyarakat umum—lebih dari 50 persen mengalami masalah kesehatan.

    “Mereka menghadapi tekanan darah tinggi, gula darah tinggi, kekurangan gizi, serta faktor risiko pada ibu hamil seperti hipertensi, anemia, dan komplikasi kehamilan berisiko tinggi,” ujar Henny dalam keterangannya, Senin (7/4/2025).

    Rabu Biru Foundation menegaskan komitmennya dalam memperkuat kesehatan ibu hamil, bayi, dan anak sebagai bagian dari agenda Indonesia Emas 2045.

    Hal ini sejalan dengan seruan WHO melalui tema “Healthy Beginnings, Hopeful Futures” dalam rangkaian peringatan Hari Kesehatan Dunia 2025.

    “Kami memberikan perhatian serius pada pentingnya awal kehidupan yang sehat sebagai pondasi masa depan generasi mendatang,” tegas Henny.

    Rabu Biru Foundation aktif berkontribusi dalam upaya penurunan Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB), dan pencegahan stunting melalui program Bestari. 

    Program ini merupakan hasil kolaborasi dengan Bappenas, Kominfo Digital (Komdigi), UK FCDO, dan Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor.

    “Program Bestari menghubungkan enam puskesmas dan satu RSUD melalui sistem TeleCTG berbasis cloud,” jelas Henny.

    Model serupa telah menunjukkan dampak positif, seperti penurunan AKI hingga 70?lam uji coba di Kabupaten Kupang dan Kabupaten Selayar.

    Pada Januari 2025, Rabu Biru Foundation menandatangani Nota Kesepahaman dengan Kementerian Kesehatan RI untuk memperkuat layanan kesehatan, termasuk pemeriksaan kesehatan gratis, deteksi tuberkulosis dan penguatan layanan kesehatan digital di komunitas.

    Kolaborasi ini menunjukkan bahwa kerja sama multisektor sangat penting dalam menciptakan sistem kesehatan yang inklusif dan berkelanjutan.

    Selain itu, Rabu Biru Foundation juga mengedukasi masyarakat melalui Posyandu, khususnya bagi remaja dan ibu hamil, sebagai bekal menuju kehamilan yang sehat.

    “Program edukasi ini telah dilaksanakan di tiga Posyandu binaan di Sleman, Yogyakarta, dan mendapat respons positif dari masyarakat,” kata Henny.

    Tak hanya itu, yayasan ini juga mengembangkan skrining risiko kehamilan menggunakan layanan telemedisin seperti TeleCTG dan USG digital. 

    Program ini telah diimplementasikan di Jabodetabek, DIY, dan Malang Raya, memungkinkan ibu hamil menjalani deteksi dini tanpa harus ke rumah sakit.
    Melalui berbagai inisiatif ini, Rabu Biru Foundation turut berkontribusi dalam menciptakan awal kehidupan yang sehat bagi ibu dan bayi, sekaligus mendukung pembangunan kesehatan Indonesia menuju 2045.

    Dengan kolaborasi dan inovasi berkelanjutan, diharapkan tantangan kesehatan ibu dan bayi dapat diatasi demi masa depan Indonesia yang lebih cerah.

  • Penjelasan Lengkap Prabowo Respons Kebijakan Terbaru Tarif Trump AS

    Penjelasan Lengkap Prabowo Respons Kebijakan Terbaru Tarif Trump AS

    Jakarta, CNBC Indonesia – Presiden Prabowo Subianto memberikan penjelasan lengkap merespons kebijakan terbaru Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait tarif impor perdagangan. Hal tersebut dipaparkan Prabowo dalam wawancara dengan enam jurnalis senior di kediaman pribadinya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, kemarin.

    Dalam tanggapannya, kepala negara tidak menampik dampak berat yang akan dirasakan industri tanah air. Industri yang dimaksud antara lain tekstil, sepatu, garmen, dan furnitur.

    “Ini berat karena ini padat karya. Tapi kita akan cari jalan keluar. Kita harus berani mencari pasar baru. Kita ini terlalu terlalu manja juga,” ujar Prabowo.

    Ia menjelaskan, selama ini Indonesia tertarik dan patuh terhadap sistem perekonomian AS berupa pasar bebas hingga globalisasi.

    “Iya kan? There are no borders. Mereka ajarkan kita. Kita murid yang setia. We follow what they teach us. All the time. The 60s, the 70s, the 80s, the 90s, 98, 99, kita ikut. Paling setia, paling loyal,” kata Prabowo.

    Ketua Dewan Pembina Partai Gerakan Indonesia Raya itu mengatakan, sekarang saatnya semua bangsa bangun. Sebab, situasi sekarang berubah.

    “Dan itu yang saya sudah ingatkan, bertahun-tahun saya ingatkan, tolong. Tolong buka rekam digital saya, rekam jejak saya. Saya sudah ingatkan. Saudara-saudara sekalian, Indonesia harus berdiri di atas kaki kita sendiri,” ujar Prabowo.

    “Tapi orang bilang, ‘Oh, retorika’. Tidak. Saya dari dulu memperjuangkan. Saya sudah sadar, saya sudah mengerti bahwa suatu saat nobody is going to help us. Tidak ada yang akan bantu kita kecuali diri kita sendiri. Dan ini realita,” lanjutnya.

    Lebih lanjut, Prabowo mengungkapkan, koordinasi dengan negara-negara lain, terutama ASEAN, terus dilakukan. Ia pun telah bertemu dengan PM Malaysia Anwar Ibrahim.

    “Dan kita terus hubungan negosiasi. Saya akan kirim Pak Airlangga ke Washington. Kita sudah punya kontak dengan tokoh-tokoh di Washington. Kita akan diskusi. Iya, kita akan negosiasi,” kata Prabowo.

    Dalam kesempatan itu, kepala negara menilai AS punya hak dalam kebijakan terbarunya lantaran ingin membela kepentingan nasional. Sebab, AS mengalami defisit perdagangan dengan banyak negara.

    “Kita ini termasuk surplus yang tidak terlalu besar, 18 miliar dolar AS. Ya tapi tapi maksud saya juga ya pengusaha-pengusaha kita juga harus punya long term planning ya dan tidak tergantung kepada suatu pasar yang enak. Kita harus berani,” ujar Prabowo.

    Eks Pangkostrad itu menilai Afrika sebagai new emerging market di dunia dan merupakan pasar baru yang menjanjikan. Prabowo mengapresiasi keberanian pengusaha nasional yang berinvestasi di Afrika, seperti Salim Group.

    “Dia di mana-mana di Afrika itu. Mereka sekarang hobinya makan Indomie dan mereka kira Indomie itu makanan mereka itu. Ada di Nigeria, di Turki, di Mesir. Jadi kita we have to look for new market. Ah, yang kita concern hanya memang apa itu? Ah, garment, sepatu, ya. Iya kan?,” kata Prabowo.

    (miq/miq)

  • Prabowo Klaim Banyak Lapangan Kerja, Singgung Dampak AI ke Industri

    Prabowo Klaim Banyak Lapangan Kerja, Singgung Dampak AI ke Industri

    Jakarta, CNBC Indonesia – Kesulitan mencari pekerjaan menjadi salah satu masalah yang banyak diungkapkan masyarakat belakangan ini. Terkait hal tersebut, Presiden Prabowo Subianto memastikan lapangan kerja masih tersedia, namun harus ada kesediaan dari masyarakat.

    Kepala negara mengatakan pekerjaan di kota-kota besar terbatas. Prabowo mengatakan, yang diinginkannya adalah para sarjana bisa dikirim ke desa-desa.

    “You jadi manajer Makan Bergizi Gratis, manajer koperasi. Lebih dari itu Anda jadi penggerak. Anda guru, Anda motivator, Anda pembina koperasi,” kata Prabowo dalam wawancara dengan enam jurnalis senior di kediaman pribadinya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, kemarin.

    Harapannya akan ada pertumbuhan ekonomi dari bawah. Jadi mereka yang berada di golongan ekonomi rendah bisa naik dari penghasilan, juga daya beli, hingga konsumsi menjadi lebih kuat.

    “Jadi lapangan kerja saya optimis, hanya masalahnya adalah bersedia tidak. Saya yakin dia bersedia. Saya percaya dengan pertumbuhan ekonomi kita bisa. Tapi tentunya harus ada keberpihakan,” ujarnya.

    Prabowo juga menyinggung soal disrupsi teknologi. Indonesia harus menguasai karena ada perkembangan artificial intelligence atau AI.

    AI bisa memangkas pekerjaan dari ribuan orang di perusahaan. Ini sudah terjadi di banyak sektor dari mobil, jalan tol, hingga pemerintahan.

    “Pabrik tadinya 5.000 orang dijalankan oleh 15 orang. Mercedes-Benz itu sekarang dia bisa jalankan pabrik mobil dengan 20 orang yang tadinya 3.000 orang,” jelasnya.

    Dia menegaskan efisiensi juga harus memiliki sisi kemanusiaan dan juga keberpihakan. Misalnya yang bisa dikembangkan ada industri perikanan, dari kapal tangkap ikan, dermaga, hingga cold storage.

    “Ini lapangan kerja lagi, devisa lagi,” kata Prabowo.

    (miq/miq)

  • Prabowo Soal Efisiensi Anggaran: Saya Senang Banyak Acara yang Dihemat

    Prabowo Soal Efisiensi Anggaran: Saya Senang Banyak Acara yang Dihemat

    Jakarta, CNBC Indonesia – Salah satu kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang jadi sorotan publik adalah efisiensi anggaran. Hal tersebut juga disinggung dalam wawancara dengan enam jurnalis senior di kediaman pribadinya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, kemarin.

    “Jadi dengan pengalihan akan ada perlambatan, tapi nanti akan dikejar gitu, karena yang kita hemat tetap kita kucurkan kepada sasaran yang kita inginkan. Yang kita hemat adalah hal-hal yang kita sudah yakin akan hangus oleh korupsi, korupsi kecil, menengah dan besar,” jelasnya.

    Dia menyebut perjalanan dinas yang diperlukan memang harus dilakukan. Salah satu yang dicontohkan mengutus Airlangga Hartarto selaku Menteri Koordinator Bidang Perekonomian ke Washington DC dan Sri Mulyani selaku Menteri Keuangan untuk mewakili Indonesia di G20.

    Namun hal tersebut berbeda dengan perjalanan yang disebutnya sebagai studi banding. Kegiatan itu jika ditiadakan bisa menghemat hingga Rp 22 triliun.

    “Untuk perbaikan sekolah 17 ribu sekolah kalau tidak salah itu Rp 22 triliun. Jadi dengan Rp 22 triliun yang enggak ke sana, kita bisa perbaiki 19 ribu sekolah lagi dan sebagainya,” kata Prabowo.

    Prabowo juga menyinggung soal seremonial yang sering dilakukan oleh kementerian dan lembaga. Menurutnya, kegiatan tersebut sudah mulai berubah dan mengalami penghematan.

    “Saya senang dapat laporan nanti 16 April ulang tahun Kopassus. Tapi enggak ada apa-apa, hanya internet, potong tumpeng, ada bantuan bagikan prajurit, dari pada seremoni undang tamu-tamu,” jelasnya.

    “Ini mindset yang berubah, yang harus agak sedikit berubah. Tapi saya senang saya sudah dengar banyak acara-acara dihemat-hemat,” dia menambahkan.

    (miq/miq)

  • Emosi Seorang Keponakan di Bogor Memuncak saat Disuruh Cuci Piring Hingga Nyawa Sang Tante Melayang – Halaman all

    Emosi Seorang Keponakan di Bogor Memuncak saat Disuruh Cuci Piring Hingga Nyawa Sang Tante Melayang – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Seorang wanita berinisial EL (59) tewas dibunuh di Taman Cimanggu, Kelurahan Kedung Waringin, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Jawa Barat, Minggu (6/4/2025).

    Peristiwa pembunuhan itu langsung diungkap jajaan Polresta Bogor.

    Tak lama berselang dari ditemukannya jenazah EL, polisi bisa menangkap RF yang ternyata adalah keponakan korban.

    Belakangan diketahui bahwa aksi penganaiyaan yang berujung korban meninggal dunia itu terjadi lantaran sakit hati.

    Dilansir dari Tribun Depok, Kepala Polresta Bogor Kota Kombes Eko Prasetyo dalam keterangannya, Senin (7/4/2025) mengungkapkan bahwa pembunuhan terhadap wanita berinisial EL terjadi pada Minggu sekitar pukul 17.30 WIB.

    Berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan di lokasi kejadian polisi menemukan sejumlah luka di tubuh korban.

    Kepala Satuan Reskrim Polresta Bogor Kota Ajun Komisaris Aji Rizaldi, di Mapolresta Bogor Kota, Senin (7/4/2025) mengungkapkan bahwa hubungan pelaku dan korban adalah tante dan keponakan.

    Kata Aji Rizaldi korban tewas setelah dianiaya pelaku dengan dipukul berulang kali. Korban mengalami luka di bagian wajah.

    “Korban mengalami luka di bagian pelipis sebelah kiri. Luka sobeknya cukup besar. Bagian mata dan dagu juga lebam,” kata Aji.

    Lebih lanjut Aji mengatakan bahwa sebelum penganiayaan terjadi, korban dan pelaku sempat terlibat cekcok. 

    Perselisihan itu terjadi setelah korban meminta pelaku untuk mencuci piring. 

    “Tantenya (korban) minta kepada pelaku buat cuci piring. Terus terjadi cekcok. Korban sempat menyipratkan air keran ke wajah pelaku,” ujar Aji.

    Karena kesal, pelaku membalas melempar spons cuci piring ke arah korban lalu memukul wajah korban.

    “(Memukul) secara bertubi-tubi ke arah wajah hingga meninggal dunia,” imbuh dia. 

    Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan atau penganiayaan yang mengakibatkan kematian. “Dijerat dengan anda pidana paling lama 15 tahun penjara,” kata Aji.

    Kesal Disuruh Cuci Piring

    RF (28), pria yang membunuh bibi kandungnya berinisial EL (59) di Bogor, Jawa Barat, melakukan aksi kejinya karena merasa sakit hati. 

    Polisi menyebut, RF menghabisi nyawa EL lantaran kesal korban menyuruhnya mencuci piring.

    “Tantenya (korban) minta kepada pelaku buat cuci piring. Terus terjadi cekcok. Korban sempat menyipratkan air keran ke wajah pelaku,” kata Kepala Satuan Reskrim Polresta Bogor Kota Ajun Komisaris Aji Rizaldi, di Mapolresta Bogor Kota, Senin (7/4/2025).

    Kesal dengan EL, RF mulanya melempar spons cuci piring ke arah korban. Pelaku lalu memukul wajah EL secara bertubi-tubi hingga korban tak bernyawa.

    Aji menyebut, hubungan antara korban dengan pelaku memang tidak terlalu akur. 

    Pelaku adalah seorang yatim piatu. Ia diasuh dan tinggal bersama korban sejak usia 15 tahun.

    Selama 13 tahun tinggal bersama, keduanya kerap berselisih paham.

    Menurut pengakuan RF, ia sering dilarang oleh tantenya untuk keluar rumah ataupun kumpul bersama teman-temannya.

    “Yang bersangkutan (pelaku) ini sering dilarang oleh tantenya. Tersangka ini lalu kesal, sakit hati, merasa terkekang,” ujar Aji.

    “Kejadian cekcok yang terakhir ini bentuk akumulasi kekesalannya. Hal ini terlihat dari tindakan pelaku terhadap korban,” ucapnya.

    Aji menambahkan, korban tewas setelah dipukul berulang kali oleh pelaku. Akibatnya, korban mengalami luka di bagian wajah.

    “Korban mengalami luka di bagian pelipis sebelah kiri. Luka sobeknya cukup besar. Bagian mata dan dagu juga lebam,” tuturnya.

     

  • 1
                    
                        Dadang Dishub dan Sopir Angkot Dikonfrontasi Dedi Mulyadi, Diminta Jelaskan soal Pemotongan Uang Kompensasi
                        Bandung

    1 Dadang Dishub dan Sopir Angkot Dikonfrontasi Dedi Mulyadi, Diminta Jelaskan soal Pemotongan Uang Kompensasi Bandung

    Dadang Dishub dan Sopir Angkot Dikonfrontasi Dedi Mulyadi, Diminta Jelaskan soal Pemotongan Uang Kompensasi
    Editor
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Gubernur Jawa Barat,
    Dedi Mulyadi
    mempertemukan Kabid Lalu Lintas Angkutan Jalan Dishub Kabupaten Bogor, Dadang Kosasih dan sopir angkot Eman Hidayat atau Emen. 
    Emen mengaku uang kompensasi agar ia tidak beroperasi saat mudik Lebaran disunat sehingga dana yang ia terima tidak utuh. Video pengakuannya itu viral di media sosial. men.
    Dalam pertemuan itu, Dedi meminta Emen dan Dadang bicara jujur soal pemotongan pemotongan uang kompensasi sopir di jalur Puncak.
    “Sampaikan kepada warga Jabar dan Indonesia, Pak Dadang ini ikut nyuruh motong, ikut menikmati atau tidak? Bicara jujur,” tanya Dedi kepada Emen pada unggahan di akun media sosialnya dan dikonfirmasi
    Kompas.com
    , Senin (7/4/2025) malam
    Menurut Emen, Dadang tidak meminta agar uang itu dipotong. Ia juga yakin Dadang tidak menikmati uang kompensasi yang diberikan Pemerintah Provinsi Jawa Barat tersebut.
    Emen mengungkapkan, yang memotong atau meminta uang, lanjut dia, adalah Kelompok Kerja Sub Unit (KKSU).
    Menurut Emen, uang sebanyak Rp 4 juta diserahkan di basecamp.
    Sementara Dadang mengaku tidak hadir waktu penyerahan uang bantuan. Dishub kabupaten tidak dilibatkan dalam program itu.
    “Hanya provinsi saja. Jadi kita hanya menyaksikan terkait simbolis saja di polres,” jelasnya.
    Dedi mengkroscek pernyataan Dadang kepada Emen. Hal itu pun dibenarkan Emen bahwa Dadang tidak ada saat penyerahan bantuan.
    “Tak ada,” kata Emen.
    Dedi menjelaskan, hal ini apa adanya dan sesuai fakta.
    “Kita tidak merekayasa, kalau benar katakan benar, kalau tidak katakan tidak,” ujar Dedi.
    Dia menegaskan, pungutan liar oleh Dishub Kabupaten Bogor tidak pernah ada. Yang ada hanyalah pungutan yang dilakukan oleh KKSU.
    “Uangnya pun dinikmati oleh mereka. Yang paling penting dari itu adalah ada pungutan berdasarkan informasi, di jalur Cibedug sebesar Rp 250.000 oleh KKSU,” kata Dedi.
    Yang memungutnya, lanjut dia, menjamin sopir tetap beroperasi meskipun seharusnya mereka diliburkan.
    “Untuk Polres Bogor yang perlu ditindaklanjuti, saya yakin pungutan-pungutan itu terjadi di setiap wilayah, cuma ada yang terbuka dan tidak,” kata Dedi.

    Sebelumnya, sejumlah sopir angkot di Kabupaten Bogor mengaku uang Rp 1 juta sebagai kompensasi untuk tidak beroperasi selama arus mudik yang diberikan Pemprov Jabar, dipotong oleh oknum Dishub Bogor sebesar Rp 200.000.
    Sementara Dadang menjelaskan bahwa tidak ada pemotongan uang kompensasi sopir angkot, melainkan bentuk keikhlasan dari para sopir sendiri.
    Dadang menyebut tidak ada paksaan dalam pemberian uang tersebut. Para sopir awalnya secara sukarela menyerahkan uang kepada KKSU yang merupakan wadah bagi sopir dan pemilik angkot.
    “Tadinya sopir memberikan seikhlasnya ke KKSU, tetapi kemudian berkembang, ada pemotongan Rp 200.000,” kata Dadang saat ditemui di Pos Dishub Gadog, Puncak Bogor, Jumat (4/4/2025).
    “Terkait informasi yang di luar yang simpang siur dalam artian dari mulai Organda, Dishub, dengan KKSU, dan pemilik kendaraan kita sudah sepakat bahwa yang tersampaikan oleh kemarin di sampaikan ke Gubernur itu sama sekali tidak benar. Hal ini karena mis komunikasi,” ujarnya.
    Dishub mengeklaim telah menuntaskan persoalan tersebut dengan membantu proses pengembalian uang yang sempat dipotong. Total dana sebesar Rp 11,2 juta yang sebelumnya dikumpulkan dari para sopir telah dikembalikan sepenuhnya.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.