kab/kota: Beijing

  • BYD dan Tesla Diprediksi Paling Rugi Jika Meksiko Terapkan Tarif Impor Mobil 50%

    BYD dan Tesla Diprediksi Paling Rugi Jika Meksiko Terapkan Tarif Impor Mobil 50%

    Bisnis.com, JAKARTA — Duo produsen mobil listrik BYD dan Tesla diprediksi akan menjadi pihak yang paling dirugikan dari tarif impor 50% yang diusulkan Meksiko terhadap mobil dari China.

    Kebijakan tersebut juga berpotensi memberikan pukulan bagi pasar mobil listrik yang sedang berkembang pesat di Meksiko, sementara produsen mobil tradisional “Big Three” AS, General Motors, Ford, dan Stellantis, terhindar dari dampak tersebut.

    Melansir dari Reuters, Minggu (14/9/2025), tarif yang diusulkan pada Rabu lalu, menargetkan mobil listrik dan bensin yang diimpor dari semua negara yang tidak memiliki perjanjian perdagangan bebas dengan Meksiko, termasuk Korea Selatan, India, Indonesia, dan Rusia.

    Namun, dalam praktiknya, tarif tersebut akan berdampak paling besar pada mobil listrik yang diproduksi di China dan dijual di Meksiko, kata analis industri.

    Tarif ini berpotensi mengubah peta pasar mobil yang tumbuh paling cepat di Amerika Utara dan menghambat kenaikan pesat BYD di Meksiko. 

    Presiden Asosiasi Mobilitas Listrik Meksiko Eugenio Grandio menyampaikan bahwa selama setahun terakhir, Meksiko telah menaikkan tarif atas mobil listrik buatan China dari 0% menjadi 15% dan kini 50%. “Ini pasti menjadi game changer. Tarif 50% adalah angka yang sangat agresif,” ujarnya. 

    Rencana tersebut masih perlu disetujui oleh Kongres Meksiko, di mana partai Morena Presiden Claudia Sheinbaum memiliki mayoritas yang signifikan.

    Meskipun tarif yang diusulkan tampaknya bersifat luas, tarif tersebut sebenarnya akan mengabaikan produsen mobil “Big Three” AS yang sudah mapan. 

    Regulasi tersebut memungkinkan perusahaan otomotif yang memiliki pabrik di Meksiko untuk mengimpor persentase kendaraan bebas tarif dari negara-negara seperti China yang tidak memiliki perjanjian perdagangan bebas dengan Meksiko. 

    Berbeda dengan Tesla dan BYD, ketiga produsen mobil AS tersebut telah memiliki pabrik di Meksiko. Alhasil, akan terbebas dari ancaman tarif 50% tersebut. 

    Sementara itu, rencana Tesla dan BYD untuk mendirikan operasi di Meksiko terhenti. Tesla menghentikan konstruksi pabriknya di utara Meksiko tahun lalu, dengan alasan tekanan suku bunga dan perlambatan ekonomi global. Pabrik yang direncanakan tersebut diperkirakan akan menjadi pabrik Tesla terbesar di dunia, menciptakan hingga 6.000 lapangan kerja lokal.

    Semua mobil Model 3 dan Model Y Tesla yang dijual di Meksiko sejak pertengahan 2023 diproduksi di pabrik Shanghai perusahaan tersebut, kata Salvador Rosas, wakil presiden Tesla Owners Club di Meksiko, sebuah kelompok penggemar yang berafiliasi dengan Tesla yang mengumpulkan nomor identifikasi kendaraan dari anggotanya.

    Grandio mengatakan Tesla kemungkinan memiliki persediaan mobil yang sudah ada di Meksiko, yang akan memberikan sedikit ruang gerak untuk mencoba beralih dan mengimpor mobil dari pabrik-pabrik lain di berbagai belahan dunia. Tesla tidak menanggapi permintaan komentar mengenai tarif yang diusulkan.

    Sementara itu, BYD mengumumkan rencana pada 2023 untuk membangun pabrik di Meksiko. Namun, rencana tersebut dibatalkan tahun ini akibat penolakan dari otoritas Meksiko, yang khawatir bahwa menyetujui pabrik China dapat memicu kemarahan Presiden AS Donald Trump dan mengancam hubungan perdagangan. 

    BYD mengatakan penghentian rencana pabrik tersebut karena ketidakpastian dari kebijakan perdagangan Trump, sementara Beijing juga menyatakan kekhawatiran tentang transfer teknologi ke Meksiko. Meskipun batal, BYD mengalami pertumbuhan pesat sejak masuk ke pasar Meksiko pada akhir 2023. 

    Produsen mobil China tersebut mengatakan telah menjual sekitar 40.000 mobil di Meksiko pada 2024, mewakili hampir setengah dari semua mobil listrik dan plug-in yang dijual di Meksiko tahun lalu. Pada Agustus, BYD mengumumkan bahwa penjualan di Meksiko telah meningkat dua kali lipat pada 2025.

    BYD mengandalkan biaya tenaga kerja yang rendah di China dan subsidi pemerintah untuk menjual mobil listriknya dengan harga termurah di dunia dan mengalahkan pesaingnya. BYD tidak dapat dihubungi untuk berkomentar tentang bagaimana tarif tersebut akan mempengaruhi harganya.

    Setelah Meksiko mengumumkan tarif yang diusulkan, China mendesak Meksiko untuk berpikir dua kali sebelum memberlakukan tarif tersebut dan mengatakan hal itu akan sangat mempengaruhi lingkungan bisnis Meksiko. 

    Sementara Presiden Asosiasi Produsen Komponen Otomotif Kanada Flavio Volpe mengatakan tarif yang diusulkan akan dilihat sangat positif oleh pemerintahan Trump karena akan memungkinkan produsen mobil AS untuk lebih mudah bersaing dengan BYD.

  • Peluncuran iPhone Air di China Ditunda, Ada Apa?

    Peluncuran iPhone Air di China Ditunda, Ada Apa?

    Jakarta

    Apple akan meluncurkan iPhone 17 series secara global pada 19 September. Namun, peluncuran iPhone Air di China harus ditunda sampai waktu yang tidak ditentukan karena terbentur masalah regulasi.

    Masalah itu terkait iPhone Air yang hanya mendukung eSIM. Seperti diketahui, untuk mendapatkan bodi ramping 5,6mm, Apple menghilangkan slot kartu SIM fisik di iPhone Air yang digantikan dengan dukungan eSIM only.

    Hal ini jadi masalah di China karena operator seluler di sana masih belum menawarkan dukungan eSIM. Karena itu, selain iPhone Air, semua model iPhone lain yang dijual Apple di China masih dilengkapi slot kartu SIM fisik.

    Pada Jumat (12/9) kemarin, saat pre-order iPhone 17 series dibuka di puluhan negara, Apple justru memperbarui website-nya di China. Mereka mengganti informasi tanggal pre-order 12 September dan tanggal peluncuran 19 September untuk iPhone Air dengan keterangan ‘informasi rilis akan diperbarui kemudian.’

    Sementara itu, peluncuran iPhone 17, iPhone 17 Pro, dan iPhone 17 Pro Max tetap mengikuti jadwal awal yaitu 19 September karena tiga model ini masih memiliki baki kartu SIM fisik dan tidak perlu menunggu persetujuan regulasi.

    Penundaan ini mengusik rencana awal Apple. Sebelumnya, Apple sudah bermitra eksklusif dengan China Unicom untuk menyediakan dukungan eSIM di iPhone Air, yang akan diikuti dengan dua operator lainnya China Telecom dan China Mobile.

    Namun, website Apple kini mengatakan China Mobile, China Telecom, dan China Unicom akan menawarkan dukungan eSIM untuk iPhone Air, tapi jadwal rilisnya masih menunggu persetujuan dari Kementerian Industri dan Teknologi Informasi China.

    Menurut laporan South China Morning Post, Apple memberi tahu media lokal bahwa mereka sudah bekerja sama dengan otoritas setempat untuk membawa iPhone Air ke China secepat mungkin, seperti dikutip dari Engadget, Minggu (14/9/2025).

    Dalam postingan di platform media sosial RedNote beberapa hari yang lalu, China Telecom cabang Beijing mengumumkan mereka akan meluncurkan layanan eSIM pada 19 September, mengikuti tanggal peluncuran awal iPhone Air. Postingan itu kini telah dihapus.

    Sementara itu, China Mobile mengunggah postingan di Weibo yang mengatakan mereka telah mengaktifkan layanan eSIM untuk ponsel, tapi informasi rinci tentang peluncurannya akan diumumkan secara terpisah.

    (vmp/fay)

  • Memanas Gara-gara Tarif Impor, Meksiko Bakal Bicara dengan Perwakilan China

    Memanas Gara-gara Tarif Impor, Meksiko Bakal Bicara dengan Perwakilan China

    JAKARTA – Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum mengatakan pejabatnya akan berbicara dengan perwakilan China minggu depan mengenai rencana tarif Meksiko atas barang-barang dari negara Asia tersebut. Ditegaskan Sheinbaum, tarif tersebut tidak dimaksudkan sebagai tindakan pemaksaan.

    Presiden Meksiko mengatakan langkah-langkah yang diusulkan, yang akan berdampak pada ratusan barang dari negara-negara yang tidak memiliki perjanjian dagang dengan Meksiko, terutama mobil yang dikirim dari China, tidak ditujukan terhadap negara mana pun secara khusus.

    Tiongkok sebelumnya mengkritik kenaikan tarif otomotif dari Beijing, dengan mengatakan langkah tersebut akan merusak kepercayaan investor dan “berdampak serius pada lingkungan bisnis Meksiko.”

    “Kami memiliki hubungan yang sangat baik dengan Tiongkok dan kami ingin mempertahankan hubungan yang sangat baik dengan mereka,” ujar Sheinbaum dalam konferensi pers pada Jumat, 12 September dilansir Reuters.

    Langkah-langkah tarif baru ini ditargetkan pada sektor-sektor yang perlu meningkatkan produksi nasional.

    Korea Selatan juga telah menghubungi pejabat Meksiko untuk memulai perundingan.

    Kamar Dagang Meksiko-China pada Kamis meminta Meksiko untuk mempertimbangkan kembali tindakan tersebut, dengan alasan tindakan tersebut mengancam daya saing barang yang dijual di Meksiko dan adopsi kendaraan listrik di negara tersebut.

    Meksiko adalah produsen utama mobil yang sebagian besar diekspor ke Amerika Serikat, tetapi juga mengimpor ratusan ribu kendaraan setiap tahun.

  • Kapal Perang AS-Inggris Lintasi Selat Taiwan, China Berang!

    Kapal Perang AS-Inggris Lintasi Selat Taiwan, China Berang!

    Beijing

    China memberikan reaksi keras terhadap aktivitas kapal-kapal perang Amerika Serikat (AS) dan Inggris melintasi perairan Selat Taiwan yang sensitif. Beijing mengecam pergerakan kapal perang kedua negara Barat itu sebagai “provokasi”.

    Aktivitas terbaru kapal perang AS dan Inggris itu terdeteksi sesaat setelah China mengumumkan kapal induk terbarunya, Fujian, berlayar melintasi perairan sensitif tersebut.

    Militer China dalam pernyataannya, seperti dilansir AFP, Sabtu (13/9/2025), menyebut kapal perang AS dan Inggris itu berlayar melintasi Selat Taiwan pada Jumat (12/9) waktu setempat.

    “Pada 12 September, kapal penghancur AS Higgins dan kapal frigate Inggris Richmond melintasi Selat Taiwan dan terlibat dalam gangguan dan provokasi,” ujar juru bicara Komando Teater Timur militer China, Kolonel Senior Shi Yi, dalam pernyataannya.

    Dikatakan oleh Shi Yi bahwa militer China “mengerahkan angkatan laut dan udara untuk melacak dan memantau pelayaran kapal-kapal itu selama proses tersebut”.

    “Tindakan tersebut… merusak perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan,” sebutnya.

    Beijing memandang Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya dan mengklaim yurisdiksi atas perairan yang memisahkan pulau yang memiliki pemerintahan demokratis itu dengan daratan utama China.

    AS, Inggris, dan negara-negara lainnya memandang Selat Taiwan sebagai perairan internasional yang terbuka untuk semua kapal.

    China mengumumkan pada Jumat (12/9) bahwa kapal induk Fujian, kapal induk ketiga Beijing, telah melintasi Selat Taiwan untuk melakukan uji coba sebagai persiapan untuk operasional di masa mendatang.

    Pekan lalu, kapal-kapal perang Australia dan Kanada juga berlayar melintasi jalur perairan tersebut, yang menuai kritikan keras China.

    Lihat juga Video ‘Kapal Rombongan Aktivis Pro-Palestina Diserang Drone Saat Menuju Gaza’:

    Halaman 2 dari 2

    (nvc/idh)

  • AS Desak Uni Eropa Patok Tarif Tinggi ke India-China Gegara Beli Minyak Rusia

    AS Desak Uni Eropa Patok Tarif Tinggi ke India-China Gegara Beli Minyak Rusia

    Jakarta

    Amerika Serikat (AS) mendesak Uni Eropa dan seluruh negara yang tergabung dalam G7 (AS, Inggris, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, dan Kanada) untuk mengenakan tarif tinggi terhadap China dan India. Hal ini dimaksudkan sebagai pemberian sanksi lebih lanjut terhadap Rusia atas perang melawan Ukraina.

    Melansir Reuters, Sabtu (13/9/2025), AS meminta sekutunya itu untuk ikut memberi sanksi terhadap negara-negara yang masih membeli minyak Rusia, yakni China dan India. Sebab menurut Negeri Paman Sam, pembelian minyak itu memungkinkan Rusia memiliki pendanaan untuk terus melakukan penyerangan ke Ukraina.

    Dalam hal ini, para menteri keuangan dari negara-negara G7 juga sudah membahas dalam sebuah panggilan telepon pada Jumat (12/9) kemarin terkait sanksi lebih lanjut terhadap Rusia dan kemungkinan tarif untuk negara-negara yang mendukungnya. Rapat ini dipimpin oleh Menteri Keuangan Kanada, Francois-Philippe Champagne.

    “Para menteri sepakat untuk mempercepat diskusi penggunaan aset Rusia yang dibekukan guna mendanai pertahanan Ukraina, dan membahas berbagai kemungkinan langkah ekonomi untuk meningkatkan tekanan terhadap Rusia, termasuk sanksi lebih lanjut dan langkah-langkah perdagangan, seperti tarif, terhadap pihak-pihak yang memungkinkan upaya perang Rusia,” tulis pernyataan pemerintah Kanada terkait pembahasan itu.

    Sementara itu, Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan kepada para menteri keuangan selama rapat panggilan tersebut bahwa mereka harus bergabung dengan AS dalam mengenakan tarif pada negara-negara yang membeli minyak dari Rusia.

    “Hanya dengan upaya terpadu yang memutus aliran dana untuk mesin perang Putin dari sumbernya, kita akan mampu memberikan tekanan ekonomi yang memadai untuk mengakhiri pembunuhan yang tidak masuk akal ini,” kata Bessent dan Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer dalam pernyataan terpisah setelah pertemuan tersebut.

    Menurut pernyataan bersama tersebut, Bessent dan Greer menyambut baik komitmen yang dibuat selama panggilan untuk meningkatkan tekanan sanksi dan menjajaki penggunaan aset kedaulatan Rusia yang tidak dapat bergerak untuk menguntungkan pertahanan Ukraina.

    Sebagai informasi, sebelumnya Presiden Donald Trump telah mengenakan tarif tambahan sebesar 25% pada impor dari India untuk menekan negara itu agar tidak lagi membeli minyak mentah Rusia.

    Dengan tarif tambahan itu, total bea masuk atas barang-barang India menjadi 50% dan memperburuk negosiasi perdagangan antara kedua negara.

    Namun, Trump menahan diri untuk tidak mengenakan tarif tambahan pada impor China atas pembelian minyak Rusia oleh China, karena pemerintahannya sedang menjalani gencatan senjata perdagangan yang rumit dengan Beijing

    (igo/eds)

  • Amerika Mulai Ditinggal, Ini Bukti China Makin Perkasa

    Amerika Mulai Ditinggal, Ini Bukti China Makin Perkasa

    Jakarta, CNBC Indonesia – Dua perusahaan asal China, Alibaba dan Baidu mulai menggunakan chip rancangan internal untuk melatih model kecerdasan buatan (AI) mereka sendiri. Langkah ini akan menggantikan chip buatan Amerika Serikat (AS0 milik Nvidia.

    Alibaba dilaporkan telah menggunakan chip buatannya sendiri untuk model AI berskala kecil sejak awal tahun ini. Sementara itu, Baidu tengah bereksperimen melatih versi baru model AI Ernie menggunakan chip Kunlun P800 miliknya, kata laporan tersebut.

    Langkah ini menandai pergeseran signifikan dalam lanskap teknologi dan AI di China tempat perusahaan sangat bergantung pada prosesor bertenaga tinggi dari Nvidia, dan berpotensi makin menggerus bisnis Nvidia di China.

    “Persaingan tidak dapat dimungkiri. Kami akan terus berupaya mendapatkan kepercayaan dan dukungan dari para pengembang utama di seluruh dunia,” kata juru bicara Nvidia, dikutip dari Reuters, Jumat (12/9/2025).

    Meningkatnya pembatasan ekspor AS terhadap pasokan chip AI canggih ke China mendorong perusahaan-perusahaan China memperkuat barisan chip AI buatan sendiri, seiring tekanan yang semakin besar dari Beijing agar perusahaan menggunakan teknologi lokal.

    Namun, laporan itu menyebutkan bahwa baik Alibaba maupun Baidu belum sepenuhnya meninggalkan Nvidia. Keduanya disebut masih menggunakan chip Nvidia untuk mengembangkan model AI paling mutakhir mereka.

    Meski chip H20 Nvidia, prosesor AI terkuat yang masih diizinkan dijual di China, tidak sebanding dengan H100 atau seri Blackwell. Performa chip tersebut tetap lebih unggul dibandingkan alternatif chip buatan China.

    Namun, chip AI buatan Alibaba kini dinilai cukup kuat untuk bersaing dengan H20 milik Nvidia, menurut The Information yang mengutip tiga sumber pernah menggunakannya.

    Sementara itu, CEO Nvidia Jensen Huang pada akhir bulan lalu mengatakan bahwa pembicaraan dengan Gedung Putih untuk mengizinkan perusahaan menjual versi kurang canggih dari chip generasi berikutnya ke China masih akan memakan waktu.

    Perusahaan tersebut juga telah mencapai kesepakatan dengan Presiden Donald Trump terkait lisensi ekspor, dengan imbalan 15% dari penjualan chip H20 di China.

    (dem/dem)

    [Gambas:Video CNBC]

  • Amerika Mulai Ditinggal, Ini Bukti China Makin Perkasa

    Amerika Mulai Ditinggal, Ini Bukti China Makin Perkasa

    Jakarta, CNBC Indonesia – Dua perusahaan asal China, Alibaba dan Baidu mulai menggunakan chip rancangan internal untuk melatih model kecerdasan buatan (AI) mereka sendiri. Langkah ini akan menggantikan chip buatan Amerika Serikat (AS0 milik Nvidia.

    Alibaba dilaporkan telah menggunakan chip buatannya sendiri untuk model AI berskala kecil sejak awal tahun ini. Sementara itu, Baidu tengah bereksperimen melatih versi baru model AI Ernie menggunakan chip Kunlun P800 miliknya, kata laporan tersebut.

    Langkah ini menandai pergeseran signifikan dalam lanskap teknologi dan AI di China tempat perusahaan sangat bergantung pada prosesor bertenaga tinggi dari Nvidia, dan berpotensi makin menggerus bisnis Nvidia di China.

    “Persaingan tidak dapat dimungkiri. Kami akan terus berupaya mendapatkan kepercayaan dan dukungan dari para pengembang utama di seluruh dunia,” kata juru bicara Nvidia, dikutip dari Reuters, Jumat (12/9/2025).

    Meningkatnya pembatasan ekspor AS terhadap pasokan chip AI canggih ke China mendorong perusahaan-perusahaan China memperkuat barisan chip AI buatan sendiri, seiring tekanan yang semakin besar dari Beijing agar perusahaan menggunakan teknologi lokal.

    Namun, laporan itu menyebutkan bahwa baik Alibaba maupun Baidu belum sepenuhnya meninggalkan Nvidia. Keduanya disebut masih menggunakan chip Nvidia untuk mengembangkan model AI paling mutakhir mereka.

    Meski chip H20 Nvidia, prosesor AI terkuat yang masih diizinkan dijual di China, tidak sebanding dengan H100 atau seri Blackwell. Performa chip tersebut tetap lebih unggul dibandingkan alternatif chip buatan China.

    Namun, chip AI buatan Alibaba kini dinilai cukup kuat untuk bersaing dengan H20 milik Nvidia, menurut The Information yang mengutip tiga sumber pernah menggunakannya.

    Sementara itu, CEO Nvidia Jensen Huang pada akhir bulan lalu mengatakan bahwa pembicaraan dengan Gedung Putih untuk mengizinkan perusahaan menjual versi kurang canggih dari chip generasi berikutnya ke China masih akan memakan waktu.

    Perusahaan tersebut juga telah mencapai kesepakatan dengan Presiden Donald Trump terkait lisensi ekspor, dengan imbalan 15% dari penjualan chip H20 di China.

    (dem/dem)

    [Gambas:Video CNBC]

  • Uji Coba, Kapal Induk Terbaru China Lintasi Selat Taiwan

    Uji Coba, Kapal Induk Terbaru China Lintasi Selat Taiwan

    Beijing

    Kapal induk terbaru China, Fujian, yang diklaim paling canggih, baru-baru ini berlayar melintasi Selat Taiwan dan memasuki perairan Laut China Selatan, keduanya merupakan jalur perairan yang sangat sensitif.

    Beijing mengklaim pergerakan kapal induk Fujian, yang merupakan kapal induk ketiga negara tersebut, seperti dilansir Reuters, Jumat (12/9/2025), merupakan bagian dari uji coba laut. Aktivitas kapal induk Fujian melintasi perairan sensitif itu terdeteksi menjelang peresmian operasionalnya.

    Pertama kali dipamerkan ke publik tahun 2022, kapal induk Fujian merupakan kapal induk ketiga China dan telah memulai uji coba laut sejak tahun lalu. Kapal induk ini belum beroperasi secara resmi.

    Angkatan Laut China, dalam pernyataannya, menyebut pelayaran tersebut dilakukan untuk melaksanakan misi penelitian dan pelatihan ilmiah.

    “Latihan uji coba dan pelatihan lintas regional untuk Fujian ini merupakan pengaturan rutin dalam proses pembangunan kapal induk tersebut dan tidak diarahkan pada target tertentu,” tegas Angkatan Laut China.

    Aktivitas pelayaran itu dilakukan saat Marinir Amerika Serikat (AS) dan sekutunya, Jepang, menggelar latihan selama dua minggu di pulau terdekat, Okinawa, dengan melibatkan sistem rudal Typhoon dan senjata antikapal canggih lainnya. Latihan gabungan itu dijadwalkan berlangsung hingga 25 September mendatang.

    Kementerian Pertahanan Jepang, pada Kamis (11/9) malam, melaporkan bahwa kapal induk Fujian telah memasuki perairan Laut China Timur, berlayar ke barat daya menuju ke Taiwan, dengan dikawal dua kapal penghancur rudal China.

    Dalam pernyataannya, Kementerian Pertahanan Taiwan mengatakan bahwa pihaknya memantau situasi dengan pengawasan intelijen gabungan dan telah mengambil langkah-langkah yang tepat.

    Seorang pejabat keamanan senior Taiwan, yang enggan disebut namanya, menuturkan kepada Reuters bahwa kapal induk Fujian kemungkinan sedang berlayar menuju ke Laut China Selatan untuk mempersiapkan seremoni peresmian operasionalnya.

    Kementerian Pertahanan China belum memberikan tanggapan langsung atas laporan tersebut.

    Kapal induk Fujian, yang dirancang dan dirakit di dalam negeri, berukuran lebih besar dan diklaim lebih canggih dibandingkan dua kapal induk China lainnya — kapal induk Shandong yang beroperasi sejak akhir tahun 2019 dan kapal induk Liaoning yang dibeli oleh Beijing dari bekas Ukraina tahun 1998 lalu.

    Dengan dek datar dan ketapel elektromagnetik untuk meluncurkan pesawat, kapal induk Fujian diperkirakan akan menampung pesawat-pesawat lebih besar dan dengan jangkauan lebih luas daripada dua kapal induk China lainnya — termasuk pesawat peringatan dini dan jet tempur siluman pertama China yang mampu diluncurkan dari kapal induk.

    Halaman 2 dari 2

    (nvc/ita)

  • Diancam Langkah Balasan, Meksiko Tegaskan Tarif Impor China Bukan untuk Cari Konflik

    Diancam Langkah Balasan, Meksiko Tegaskan Tarif Impor China Bukan untuk Cari Konflik

    Bisnis.com, JAKARTA – Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum membela rencananya untuk memberlakukan tarif baru terhadap impor asal China. Dia menegaskan langkah tersebut bukan untuk memicu konflik dengan China, melainkan melindungi industri dalam negeri.

    Sheinbaum menekankan bahwa sikap perdagangan agresif Meksiko itu tidak terkait dengan pembicaraan yang tengah berlangsung dengan Amerika Serikat (AS). Menteri Ekonomi Marcelo Ebrard memperkirakan kurang dari 9% impor akan terdampak kebijakan ini.

    “Kami ingin berdialog tanpa menciptakan konflik,” ujar Sheinbaum dalam konferensi pers hariannya dikutip dari Bloomberg, Jumat (12/9/2025).

    Pemerintah Meksiko mengusulkan tarif hingga 50% terhadap sejumlah produk dari China dan negara Asia lain, termasuk mobil, suku cadang otomotif, dan baja. Kebijakan itu langsung mendapat respons keras dari Beijing yang mendesak Meksiko untuk mempertimbangkan kembali langkahnya.

    “Meksiko harus berhati-hati dan berpikir dua kali sebelum menaikkan tarif,” demikian pernyataan pemerintah China, yang menuduh Meksiko tunduk pada tekanan AS terkait kebijakan tarif.

    Selama beberapa dekade, Meksiko dikenal sebagai negara dengan keterbukaan perdagangan melalui berbagai perjanjian bilateral maupun multilateral. Namun, dalam beberapa bulan terakhir, tekanan meningkat dari kebijakan proteksionis Presiden AS Donald Trump, khususnya terkait tarif tinggi terhadap produk China.

    Sheinbaum menambahkan bahwa pemerintahnya telah berkomunikasi dengan kedutaan besar China dan Korea Selatan untuk menjelaskan rencana tersebut. Menurutnya, kebijakan itu merupakan proyek nasional untuk memperkuat ekonomi Meksiko dan masih harus melalui evaluasi serta persetujuan kongres.

    Ebrard sebelumnya menyebut masuknya mobil murah asal China telah mendistorsi pasar otomotif, yang menjadi salah satu sektor manufaktur utama Meksiko. 

    “Mobil dari Asia, khususnya China, harganya rata-rata jauh lebih rendah dan jelas merupakan strategi merebut pangsa pasar, sehingga merugikan industri lokal,” ujarnya dalam wawancara dengan Radio Formula.

    Berdasarkan data Asosiasi Mobil Penumpang China, ekspor mobil China ke Meksiko melonjak hampir seperempat pada paruh pertama 2025 dibanding periode yang sama tahun lalu. Meksiko kini menjadi pasar ekspor utama kendaraan asal Negeri Tirai Bambu, menggantikan Rusia.

    Tarif impor baru itu direncanakan berlaku atas lebih dari 1.400 kategori produk dari negara yang tidak memiliki perjanjian dagang dengan Meksiko, termasuk China, Korea Selatan, dan India. Produk yang terdampak mencakup mainan hingga furnitur, dengan tarif antara 10% sampai 50% sesuai kategori.

    Kamar Dagang dan Teknologi China di Meksiko memperingatkan kebijakan tersebut akan merugikan konsumen akibat dampak inflasi yang belum pernah terjadi sebelumnya pada barang seperti pakaian, alas kaki, dan peralatan rumah tangga.

    Selain itu, mereka menilai tarif baru berpotensi menekan pertumbuhan sektor industri strategis, rantai pasok, serta menghambat transisi energi Meksiko karena mencakup kendaraan listrik yang belum diproduksi di dalam negeri.

  • China Dihantam Meksiko Tarif Impor Mobil Sampai 50 Persen, Presidennya Tepis Sulut Konflik dengan Beijing

    China Dihantam Meksiko Tarif Impor Mobil Sampai 50 Persen, Presidennya Tepis Sulut Konflik dengan Beijing

    JAKARTA – Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum menegaskan pemerintahnya tidak mencari konflik dengan negara-negara yang berencana menaikkan tarif termasuk China.

    “Kami tidak menginginkan konflik,” ujar Sheinbaum dalam konferensi pers Kamis, 11 September pagi waktu setempat.

    Dia mengatakan langkah-langkah yang dilakukan Meksiko bertujuan untuk mendorong perekonomian Meksiko. Saat ini pemerintahnya sedang berunding dengan para duta besar dari negara-negara yang terdampak oleh usulan kenaikan tarif tersebut.

    Meksiko pada Rabu mengumumkan akan menaikkan tarif pada mobil China hingga tingkat maksimum 50% sebagai bagian dari perombakan besar-besaran pungutan impor terhadap ratusan barang, yang berdampak pada impor sekitar $52 miliar.

    Tindakan terhadap negara-negara yang tidak memiliki perjanjian dagang dengan Meksiko memicu pernyataan Meksiko mengumumkan tindakan tersebut untuk menenangkan mitra dagang utamanya, Amerika Serikat.

    “Itu bukan tujuannya,” ujar Sheinbaum ketika ditanya tentang hal ini dalam konferensi tersebut dilansir Reuters.

    Presiden Meksiko menekankan tindakan tersebut dimaksudkan untuk memperkuat kapasitas produksi lokal sebagai bagian dari strategi industri yang diusulkan sebelum Presiden AS Donald Trump terpilih tahun lalu.

    “Yang kami inginkan adalah dapat membahas berbagai hal tanpa perlu menimbulkan konflik,” sambungnya.

    Menyusul tindakan tersebut, juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian, mengatakan pihaknya berharap kedua negara dapat bekerja sama.

    China ditegaskan Lin Jian menentang pembatasan yang diberlakukan dengan “berbagai dalih” dan akan melindungi kepentingannya.