Padat Merayap Menuju Puncak Bogor Saat Libur HUT Ke-80 RI, Berikut “Update” Kondisi Siang Ini
Tim Redaksi
BOGOR, KOMPAS.com
– Ruas Jalan Ciawi dan Simpang Gadog, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, mulai dipadati kendaraan yang menuju kawasan wisata Puncak pada libur HUT ke 80 Republik Indonesia, Minggu (17/8/2025).
“Libur 17 gini lumayan juga antreannya, lebih banyak berhenti ini,” kata Rio (46), pengendara mobil asal Jakarta, kepada Kompas.com di Exit GT Ciawi.
Pantauan Kompas.com pukul 12.30 WIB, arus kendaraan roda empat terlihat mengular selepas pintu keluar Gerbang Tol Ciawi hingga Pasir Muncang di depan Masjid Harakatul Jannah. Antrean didominasi mobil pribadi dan bus wisata.
Sejumlah kendaraan hanya bisa berjalan perlahan dan lebih sering terhenti. Sementara pengendara motor masih bisa melaju dengan memanfaatkan celah sempit di antara antrean kendaraan roda empat.
Di tengah antrean, sejumlah pedagang asongan terlihat berjualan dan menawarkan dagangan kepada pengendara. Beberapa di antaranya bahkan membantu mengarahkan kendaraan untuk perlahan masuk ke arah Puncak.
Kondisi ini terjadi karena banyak masyarakat memanfaatkan libur akhir pekan sekaligus cuti bersama sesuai Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri Nomor 3 Tahun 2025 dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI ke 80.
Rio bersama keluarganya mengaku datang ke Puncak untuk mengisi waktu libur kemerdekaan dan memanfaatkan cuti bersama yang jatuh pada esok hari.
Tak lama setelah berbincang, antrean kendaraan di depannya mulai bergerak dan ia melanjutkan perjalanan ke arah Puncak.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
kab/kota: bandung
-
/data/photo/2025/08/17/68a16ecd88e07.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Padat Merayap Menuju Puncak Bogor Saat Libur HUT Ke-80 RI, Berikut "Update" Kondisi Siang Ini Bandung 17 Agustus 2025
-

Upacara HUT ke-80 RI Jabar gunakan tradisi kereta kencana
ANTARA – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia tingkat Provinsi Jawa Barat berlangsung meriah dengan rangkaian kirab budaya dari Gedung Pakuan menuju Lapangan Gasibu, Bandung, Minggu (17/8). Dalam prosesi tersebut, bendera pusaka dibawa menggunakan kereta kencana, sebuah tradisi kerajaan yang dipadukan dengan tata upacara kenegaraan, sehingga upacara lebih khidmat, estetik, dan tidak kaku. (Dian Hardiana/Rayyan/Yogi Rachman)
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
-
/data/photo/2018/06/29/607458220.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
18.439 Warga Binaan di Jabar Dapat Remisi, 344 Langsung Bebas Saat HUT Ke-80 RI Bandung 17 Agustus 2025
18.439 Warga Binaan di Jabar Dapat Remisi, 344 Langsung Bebas Saat HUT Ke-80 RI
Tim Redaksi
BANDUNG, KOMPAS.com
– Sebanyak 18.439 narapidana di Jawa Barat menerima remisi umum dalam rangka peringatan hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 80 pada 17 Agustus 2025.
“Remisi ini bentuk apresiasi negara bagi narapidana dan anak binaan yang telah menunjukan perilaku baik selama menjalani masa pidana,” kata Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Jawa Barat, Kusnali, dalam keterangan tertulis, Minggu (17/8/2025).
Dari total penerima remisi umum (RU), sebanyak 17.982 orang mendapatkan RU I dan 457 orang menerima RU II. Sebanyak 344 orang langsung bebas setelah mendapatkan RU tersebut.
Selain itu, remisi dasawarsa juga diberikan kepada 19.414 narapidana. Rinciannya, RD I sebanyak 16.603 orang, RD II sebanyak 339 orang, RD pidana denda I sebanyak 446 orang, dan RD pidana denda II sebanyak 26 orang. Dari 339 penerima RD II, sebanyak 233 orang langsung bebas.
Sebanyak 102 anak binaan menerima pengurangan masa pidana (PMP) umum, sementara 98 anak binaan menerima PMP dasawarsa. Beberapa di antaranya langsung bebas pada momen kemerdekaan ini.
Adapun jumlah warga binaan pemasyarakatan (WBP) di Jawa Barat per 17 Agustus 2025 tercatat sebanyak 26.858 orang, yang terdiri dari 22.249 narapidana dan 4.609 tahanan. Sementara jumlah anak binaan mencapai 169 orang.
Pemberian remisi ini didasarkan pada Undang-undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan, Keputusan Presiden Nomor 174 Tahun 1999 tentang Remisi, serta peraturan terkait lainnya.
Dengan pemberian remisi tahun ini, sejumlah 18.095 narapidana menerima remisi umum dan dasawarsa sekaligus, dan 233 narapidana langsung bebas setelah menerima kedua jenis remisi tersebut.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -

Setya Novanto Bebas Bersyarat dari Lapas Sukamiskin
GELORA.CO – – Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto buka suara terkait mantan Ketua DPR Setya Novanto (Setnov) yang bebas bersyarat. Dia mengatakan Setnov sudah memenuhi syarat untuk mendapatkan bebas bersyarat berdasarkan putusan Peninjauan Kembali (PK).
“Iya, karena sudah melalui proses asesmen, dan yang bersangkutan berdasarkan hasil pemeriksaan PK itu sudah melampaui waktunya. Harusnya tanggal 25 yang lalu,” kata Agus kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Minggu (17/8/2025).
Dia menambahkan, Setnov juga sudah membayar denda. Putusan PK Setnov mengurangi hukuman dari 15 menjadi 12,5 tahun penjara.
“Denda subsider sudah dibayar. Putusan PK kan kalau ngga salah. Putusan peninjauan kembali kepada yang bersangkutan dikurangi masa hukumannya,” jelas dia.
Diketahui, Setnov bebas bersyarat dari Lapas Sukamiskin, Kota Bandung, Jawa Barat, sejak Sabtu (16/8/2025). Terpidana kasus Korupsi E-KTP itu bebas bersyarat jelang HUT ke-80 RI.
Seharusnya Setnov menjalani hukuman hingga 2028. Artinya, tersisa 3 tahun masa hukuman bagi Setnov.
Namun karena telah menjalani lebih dari 2/3 masa hukuman, Setnov berhak mendapatkan bebas bersyarat.
“Iya benar (Setya Novanto) bebas kemarin (Sabtu 16/8/2025). Dia bebas bersyarat karena peninjauan kembalinya dikabulkan dari 15 tahun menjadi 12,5 tahun. Dihitung dua per tiganya itu mendapat pembebasan bersyarat pada 16 Agustus 2025,” kata Kepala Kantor Wilayah Ditjen Pemasyarakatan (Ditjenpas) Jabar Kusnali, Minggu (17/8/2025).
Kusnali menyatakan, Setnov masih wajib lapor meski sudah bebas bersyarat sebagaimana ketentuan yang berlaku
-

Irit Nggak Sih? Segini Konsumsi Bensin Mitsubishi Destinator
Irit atau nggak sih Mitsubishi Destinator kalau dipakai harian? Pertanyaan itu sempat bikin penasaran, apalagi SUV baru berbadan bongsor dari Mitsubishi ini datang dengan mesin 1.500 cc turbo.
Untungnya, detikOto sudah sempat mengetes langsung konsumsi BBM-nya di berbagai kondisi. Seperti biasa beragam tes kami lakukan mulai dari dalam kota, tol, hingga rute kombinasi ke luar kota.
Tes Konsumsi BBM Mitsubishi Destinator Ultimate di Rute Perkotaan Foto: Muhammad Hafizh Gemilang
Di dalam kota dengan kecepatan rata-rata 25 km per jam, konsumsi bensin yang tercatat di MID ada di angka 14,3 km per liter.
Sementara saat dibawa cruising di jalan tol dengan kecepatan rata-rata 80 km per jam, SUV ini bisa lebih irit lagi dengan catatan 16,4 km per liter. Data tersebut juga kami ambil dari MID.
Lantas kami juga melakukan tes perjalanan dari Jakarta ke Bandung menggunakan metode full to full. Dalam tes ini, mobil diisi penuh lebih dulu di Jakarta Selatan, lalu dipakai menempuh perjalanan sejauh 141,1 km dengan tiga orang penumpang dan bagasi terisi.
Di layar MID, konsumsi BBM rata-rata menunjukkan 15,6 km per liter dengan kecepatan rata-rata 66 km per jam. Namun hasil lebih akurat kami dapat setelah tangki kembali diisi penuh setibanya di Bandung.
Dibutuhkan bensin 9,15 liter atau setara sekitar Rp 111 ribuan dengan BBM RON 92. Artinya, konsumsi bensin rata-rata Destinator di rute Jakarta-Bandung adalah sekitar 15,45 km per liter.
Hasil Tes Konsumsi BBM Mitsubishi Destinator Ultimate di Rute Tol Foto: Muhammad Hafizh Gemilang
Perlu dicatat, tes ini dilakukan dengan gaya berkendara normal: tidak mengejar efisiensi berlebihan, AC tetap menyala, dan sesekali gas dipacu saat dibutuhkan.
Selama pengetesan ini, Mitsubishi Destinator yang kami gunakan merupakan tipe tertinggi yakni Ultimate Premium. Kendati demikian, mesin Destinator ini seragam baik di tipe termurah hingga termahal.
Mesin MIVEC 1.5L turbo di atas kertas bisa menghasilkan tenaga 163 PS dan torsi 250 Nm. Angka ini terasa lebih dari cukup untuk pemakaian sehari-hari. Bahkan saat kami membawanya dari Jakarta ke Bandung yang notabene menanjak dan mobil diisi penumpang performanya cukup meyakinkan.
Yang menarik, Mitsubishi memberikan berbagai mode berkendara termasuk Tarmac, fitur baru di jajaran model mereka. Mode ini membuat tarikan bawah terasa lebih responsif, plus setir jadi terasa lebih berbobot sehingga percaya diri ketika mobil dipacu di jalan.
[Gambas:Youtube]
-

Kepala BPOM Temui Mendiktisains, Bicarakan Rencana Buka PoltekPOM
Jakarta –
Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar berdiskusi dengan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof Dr Ir Brian Yuliarto, Ph.D, mengenai rencana mendirikan Politeknik Pengawasan Obat dan Makanan (PoltekPOM). Pertemuan tersebut digelar di Kampus Center Institut Teknologi Bandung (ITB), Sabtu (16/8/2025).
Prof Ikrar mengatakan PoltekPOM dirancang sebagai lembaga pendidikan vokasi di bidang pengawasan obat, makanan, kosmetik, dan produk kesehatan.
Kehadiran politeknik ini diharapkan dapat melahirkan sumber daya manusia (SDM) yang tangguh, berintegritas, dan siap menjaga kesehatan masyarakat.
“Saya percaya, pengawasan obat dan makanan adalah soal nyawa manusia dan masa depan bangsa,” ucapnya, dikutip dari Instagram pribadinya @taruna_ikrar, Minggu (17/8/2025).
Lebih lanjut, Prof Ikrar menyebut PoltekPOM bukan sekadar institusi pendidikan, melainkan investasi jangka panjang untuk melindungi kesehatan bangsa.
“Karena itu, SDM yang lahir dari PoltekPOM akan menjadi garda terdepan-menjaga kedaulatan kesehatan Indonesia, memastikan setiap produk yang dikonsumsi masyarakat aman, bermutu, dan menyehatkan,” lanjutnya.
(suc/suc)
-

Dedi Mulyadi Tantang ITB Olah Sampah Jadi Energi Terbarukan
Jakarta –
Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengajak civitas academica untuk berpartisipasi menangani masalah sampah. Inovasi dari kampus dinilai bisa menjadi solusi atas permasalahan sampah di Jabar.
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM) menantang kampus untuk memberikan inovasi dalam bidang persampahan, salah satunya kepada Institut Teknologi Bandung (ITB). KDM meminta ITB mengolah sampah menjadi energi terbarukan.
“Saya tantang ITB bikin sistem pengelolaan energi dari sampah di kelurahan sekitar kampus. Biayanya akan kami tanggung,” ucap KDM, dalam keterangan tertulis, Minggu (17/8/2025).
Hal tersebut disampaikan KDM di acara Indonesia Green Connect 2025 di Aula Timur Kampus ITB, Kamis (7/8). Dalam acara itu, KDM mencontohkan daerah tempat tinggalnya telah berhasil mengolah sampah.
Kotoran hewan diolah menjadi biogas sehingga tak ada lagi warga yang menggunakan liquefied petroleum gas (LPG). Selain ITB, ajakan serupa diserukan kepada perguruan tinggi swasta.
Sekda Jabar, Herman Suryatman menuturkan sinergi dengan berbagai pihak menjadi kunci keberhasilan pembangunan, termasuk dalam memecahkan masalah sampah. Oleh karena itu, perguruan tinggi swasta diharapkan berperan aktif membantu pemerintah mengatasi masalah sampah, salah satu caranya melalui kuliah kerja nyata (KKN).
“Dalam perspektif budaya Sunda, kita hanya akan maju apabila ada kolaborasi, sinergi antarkomponen,” ujar Herman dalam Musyawarah Nasional Ke-VII Pengurus Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) di Kampus Unikom, Bandung, Sabtu (2/8).
Herman menuturkan setiap hari volume sampah di Jabar mencapai 29.000 ton. Pemprov Jabar saat ini mengupayakan pengolahan sampah dari hulu ke hilir.
(prf/ega)
-

Simalakama BUMN di Kereta Cepat, Utang Didapat, Rugi Ditanggung
GELORA.CO – Proyek ambisius Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) atau Whoosh kembali menjadi sorotan. Meski sudah resmi beroperasi dan mengangkut jutaan penumpang, kinerja keuangannya merugi hingga triliunan.
Alhasil, sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang tergabung dalam konsorsium harus menanggung renteng kerugian besar dari beban keuangan konsorsium PT Kereta Cepat Indonesia China (PT KCIC).
Empat BUMN Indonesia tergabung dalam PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) sebagai pemegang saham pengendali PT KCIC.
Keempatnya yaitu PT Kereta Api Indonesia (Persero), PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Jasa Marga (Persero) Tbk, dan PTPN VIII, turut menanggung beban utang kepada China Development Bank (CDB) serta bunga pinjaman yang tinggi.
Sejak mulai dikerjakan pada 2016, proyek KCJB memang tak lepas dari masalah pembengkakan biaya atau cost overrun, serta beban utang yang harus dilunasi setelah proyek rampung.
Audit bersama yang dilakukan pemerintah Indonesia dan China mencatat, total biaya pembangunan membengkak hingga 7,27 miliar dolar AS, atau sekitar Rp 108,14 triliun. Angka ini naik 1,2 miliar dolar AS dari perhitungan awal.
Mayoritas dana proyek ditopang oleh pinjaman dari CDB, ditambah penyertaan modal negara melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) lewat KAI, serta investasi dari konsorsium BUMN Indonesia dan perusahaan China.
Rugi triliunan konsorsium BUMN
Kondisi finansial PT PSBI sebagai pemegang saham mayoritas KCIC babak belur. Dalam laporan keuangan PT Kereta Api Indonesia (KAI) per 30 Juni 2025 (unaudited), PSBI sebagai entitas anak usaha KAI, mencatat kerugian bersih sebesar Rp 4,195 triliun sepanjang 2024.
Kerugian berlanjut hingga pertengahan 2025. Per Juni, PSBI kembali membukukan rugi Rp 1,625 triliun. Dampaknya, BUMN yang menjadi pemegang saham PSBI harus ikut menanggung beban secara proporsional.
PT KAI, sebagai pemimpin konsorsium dengan kepemilikan 58,53 persen saham PSBI, mencatat ikut menanggung rugi Rp 951,48 miliar hanya dalam enam bulan pertama 2025.
Pada 2024, angka kerugian yang ditanggung KAI bahkan mencapai Rp 2,23 triliun. Kondisi ini membuat keuangan KAI semakin tertekan setelah ditugasi pemerintah menjadi pengendali saham Whoosh.
Rugi BUMN di konsorsium PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia, pemegang saham PT KCIC operator Kereta Cepat Jakarta Bandung Whoosh. (PT KAI)
Sebagai catatan, konsorsium PT KCIC terdiri dari sembilan perusahaan. Dari pihak Indonesia, ada empat BUMN melalui PSBI.
Sementara dari China, bergabung lima perusahaan, antara lain China Railway International Company Limited, China Railway Group Limited, Sinohydro Corporation Limited, CRRC Corporation Limited, dan China Railway Signal and Communication Corp.
Dalam struktur kepemilikan, PSBI menguasai 60 persen saham KCIC. Adapun 40 persen sisanya dimiliki konsorsium perusahaan asal China.
WIKA merugi
Proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung atau Whoosh disebut-sebut menjadi salah satu kontribusi besar membengkaknya kerugian yang dialami PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA).
Sepanjang tahun 2023, perusahaan konstruksi pelat merah ini menderita rugi sebesar Rp 7,12 triliun. Kerugian perseroan ini meningkat sangat besar dibandingkan pada tahun 2022 yang mencatat rugi Rp 59,59 miliar.
Kerugian WIKA ini jauh lebih besar dibandingkan kerugian yang juga dialami BUMN karya lainnya di tahun yang sama, PT Waskita Karya (Persero) Tbk yang pada 2023 mencatat rugi Rp 3,77 triliun. Terbaru pada 2024, WIKA juga kembali menderita rugi, mencapai Rp 2,33 triliun.
Mengutip Kontan, Direktur Utama WIKA Agung Budi Waskito, menyebut dua faktor menjadi penyebab utama pembengkakan kerugian, yakni beban bunga dan beban lain-lain.
Beban bunga meningkat akibat perusahaan harus menerbitkan surat utang (obligasi) untuk urunan membiayai mega proyek Kereta Cepat Whoosh. Beban lain yang ditanggung termasuk beban provisi dan beban administrasi dari utang yang diperoleh WIKA.
“Beban lain-lain ini di antaranya mulai tahun 2022 kami sudah mencatat adanya kerugian dari PSBI atau kereta cepat,” jelas Agung saat Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi IV DPR RI, pada Agustus tahun lalu.
Agung menyebut, WIKA sendiri menyetor modal cukup besar ke Kereta Cepat Whoosh melalui PSBI, di mana dana yang digelontorkan mencapai Rp 6,1 triliun.
“Penyertaannya saja sudah Rp 6,1 triliun (untuk konsorsium Proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung). Kemudian, yang masih dispute atau belum dibayar sekitar Rp 5,5 triliun, sehingga hampir Rp 12 triliun,” beber dia.
Yang jadi masalah, dana yang disetorkan ke konsorsium untuk permodalan kereta cepat diperoleh WIKA melalui penerbitan utang. Praktis, perusahaan harus terbebani dengan beban bunga yang tinggi.
“Untuk memenuhi uang ini, mau tidak mau WIKA harus melakukan pinjaman melalui obligasi,” ungkap Agung.
Mengutip laporan keuangan WIKA 2023, sejumlah beban WIKA memang tercatat membengkak. Paling besar, beban lain-lain naik 310,16 persen menjadi Rp 5,40 triliun dan beban keuangan meningkat 133,70 persen sebesar Rp 3,20 triliun di tahun 2023.
-

Isu Pemakzulan Menguat Buntut Sikap Arogan Gibran
GELORA.CO – Sikap arogan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, diperkirakan menjadi pemicu isu pemakzulan dirinya semakin menguat dan terus mengemuka di publik.
Pengamat politik Citra Institute, Efriza mengamati, sikap Gibran beberapa waktu lalu membuat dirinya ditinggalkan elite-elite partai politik (parpol).
“Karena sikap arogannya yang merasa lebih kuat dibandingkan para ketua umum partai-partai politik,” ujar Efriza RMOL, Sabtu 16 Agustus 2025.
Efriza mencontohkan, salah satu sikap arogan Gibran nampak dari enggannya dia menyalami sejumlah ketua-ketua umum parpol dalam momen di acara Gelar Pasukan Operasional dan Kehormatan Militer di Lapangan Udara Suparlan, Pusdiklatpassus, Batujajar, Bandung Barat, pada Minggu 10 Agustus 2025
“Padahal tanpa dukungan koalisi partai politik yang menerima Gibran maka dapat dipastikan Gibran tidak akan dicalonkan, meskipun saat itu ayahnya punya pengaruh kuat,” kata Efriza.
Menurut Efriza, isu pemakzulan yang diusahakan melalui Forum Purnawirawan Prajurit TNI hingga ke Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), bakal berbalik situasinya.
Magister ilmu politik Universitas Nasional (Unas) itu memperkirakan elite-elite parpol berkeinginan besar akan mendukung pemakzulan Gibran dari kursi Wapres.
“Ditenggarai memungkinkan, karena Gibran bisa menghadirkan permasalahan kepada para ketua umum partai-partai politik,” demikian Efriza.
-

Pertamina Gelar SMEXPO Merah Putih: Bawa UMKM Raih Transaksi Miliaran
Jakarta, CNBC Indonesia – Pertamina (Persero) siap gelar SMEXPO 2025, komitmen mengembangkan pelaku UMKM secara berkelanjutan sehingga bisa tumbuh mandiri dan produknya kompetitif di pasar global. Salah satunya lewat ajang Pertamina SMEXPO Merah Putih, yang digelar di Grha Pertamina Jakarta, pada 11-15 Agustus 2025 berhasil fasilitasi transaksi temu bisnis (business-to-business/B2B) senilai Rp9,2 miliar dan transaksi langsung kepada konsumen lebih dari Rp200 juta.
Melalui ajang SMEXPO ini, UMKM binaan Pertamina terpacu untuk menghasilkan karya berkualitas tinggi, sehingga mencapai merdeka ekonomi sebagaimana tema HUT Kemerdekaan ke-80 Republik Indonesia.
SMEXPO adalah ajang rutin tahunan Pertamina, berupa pameran produk dan karya UMKM Indonesia. Acara ini digelar sejak Agustus ke beberapa kota di Tanah Air, hingga nantinya dilakukan pameran puncak pada November 2025. Selain memberikan akses pemasaran ritel, Pertamina juga memfasilitasi temu bisnis pelaku UMKM dengan buyer industri, baik dari dalam negeri maupun mancanegara.
Vice President Corporate Communication Pertamina Fadjar Djoko Santoso mengatakan sebagai BUMN, Pertamina mendorong kemandirian UMKM melalui berbagai dukungan, mulai dari pelatihan, modal usaha, hingga fasilitasi pameran dalam dan luar negeri.
“Dengan dukungan dan pembinaan berkelanjutan, sejumlah mitra binaan Pertamina berhasil mengembangkan usahanya hingga menembus pasar internasional. Ini membuktikan kualitas produk UMKM kita sangat kompetitif di pasar global,” ujar Fadjar, Sabtu (16/8/2025).
Pertamina, imbuh Fadjar, telah memiliki program unggulan dalam pembinaan UMKM seperti UMK Academy yang dirancang sebagai sebagai wadah pembinaan UMKM agar kompetitif. Pertamina juga membuka akses permodalan yang mudah dan terjangkau untuk mendongkrak produktivitas. Pada sisi pemasaran, Pertamina telah menyediakan Pertamina SMEXPO sebagai instrumen pemasaran produk unggulan UMKM agar bisa menembus pasar lebih luas hingga ke pasar internasional.
“UMKM adalah salah satu tulang punggung ekonomi nasional yang tangguh menghadapi tantangan zaman. Pertamina sendiri telah membina lebih dari 66 ribu pelaku UMKM di seluruh Indonesia,” imbuh Fadjar.
Program pembinaan Pertamina mendapat sambutan positif pelaku usaha seperti Kainnesia dan Glory Nine Degrees, pelaku UMKM yang bergerak di sektor fashion dan kerajinan, yang kini telah mengukir prestasi di kancah global.
Nur Salam, Founder dan CEO Kainnesia menyatakan bahwa dukungan yang diberikan Pertamina kepada produknya sangatlah besar. Mulai dari pendanaan, pendampingan intensif di bidang pemasaran, hingga diikutsertakan dalam pameran di dalam, maupun luar negeri. Di antaranya Jogja Fashion Week, Inacraft, dan Trade Expo Indonesia, yang berhasil mempertemukan mereka dengan pembeli dari Malaysia dan sejumlah negara lain.
“Kami dibina mulai dari proses marketing, produksi, hingga manajemen usaha. Dampak positifnya sangat terasa,” bebernya pada ajang Pertamina SMEXPO, Rabu, 13 Agustus 2025.
Usahanya terus berkembang. Bermula dari menjalin kerjasama dengan 5 penenun dan 1 penjahit, kini Kainnesia telah merangkul 200 penenun dan 50 penjahit di berbagai daerah.
“Terima kasih kepada Pertamina yang telah mendukung Kainnesia selama lebih dari lima tahun, sehingga kami bisa terus tumbuh dan memperkenalkan budaya Indonesia, serta membuka banyak lapangan kerja bagi masyarakat,” ungkap Nur Salam.
Sani Sandyani, pemilik Glory Nine Degrees, juga merasakan manfaat nyata dari pembinaan Pertamina. Usaha konveksi yang memproduksi fesyen dan merchandise ini telah memasarkan produknya ke berbagai negara, seperti Belanda, Timor Leste, dan Amerika Serikat.
Kesempatan mengikuti ajang Ina Buyer yang difasilitasi Pertamina menjadi titik penting bagi Glory Nine Degrees. “Alhamdulillah, kami mendapatkan potensi proyek senilai Rp3,9 miliar dari pertemuan tersebut,” ujar Sani.
Lebih lanjut Sani menuturkan, melalui pendampingan Pertamina, Glory Nine Degrees mampu mengembangkan kapasitas internal, menambah tenaga kerja dan memperluas pangsa pasar, baik di dalam negeri maupun internasional.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pertamina karena dukungannya sangat membantu kami meningkatkan kualitas, kapasitas, dan jaringan pemasaran. Pertamina benar-benar menjadi mitra strategis bagi pengembangan UMKM seperti kami, agar tidak menonjol sendiri namun tetap bisa merangkul UMKM lainnya untuk berkolaborasi,” kata Sani.
Pertamina SMEXPO Regional 2025 akan digelar di beberapa kota seperti Yogyakarta, Bandung, Surabaya dan kota-kota lainnya, hingga acara puncak SMEXPO Nasional pada November 2025.
(rah/rah)
[Gambas:Video CNBC]