Jenis Media: Regional

  • Hingga Oktober 2025, Angka Perceraian di Bojonegoro Capai 2.433 Perkara

    Hingga Oktober 2025, Angka Perceraian di Bojonegoro Capai 2.433 Perkara

    Bojonegoro (beritajatim.com) – Pengadilan Agama (PA) Kabupaten Bojonegoro mencatat, jumlah perkara perceraian yang masuk sepanjang Januari hingga Oktober 2025 mencapai 2.433 perkara.

    Jumlah ini, naik dibanding periode yang sama tahun 2024, yakni sebanyak 2.360 perkara.

    Panitera Pengadilan Agama Bojonegoro, Solikin Jamik mengungkapkan, dari total perkara perceraian tahun 2025, cerai gugat atau yang diajukan oleh istri, yang jumlahnya mencapai 1.828 perkara, sedangkan cerai talak sebanyak 605 perkara.

    “Tren perceraian di Bojonegoro masih cukup tinggi. Rata-rata didorong oleh faktor ekonomi serta perselisihan yang terus-menerus,” ujar Solikin, Jumat (14/11/2025).

    Menurutnya, faktor penyebab perceraian tahun 2025 didominasi masalah ekonomi sebanyak 1.101 kasus dan perselisihan terus-menerus sebanyak 767 kasus. Selain itu, lanjut Solikin, kasus judi juga menempati angka cukup tinggi dengan 133 perkara.

    “Jika kita lihat, faktor ekonomi tetap menjadi penyebab utama. Banyak pasangan yang tidak mampu bertahan karena tekanan kebutuhan hidup dan penghasilan yang tidak stabil,” paparnya.

    Tokoh Muhammadiyah Bojonegoro ini membeberkan, dari sisi demografi, mayoritas pihak yang bercerai berada pada rentang usia 21 hingga 40 tahun, mencapai lebih dari 70 persen dari total perkara. Sementara itu, sebagian besar pasangan yang bercerai sudah menikah antara 5 hingga 15 tahun.

    Sedangkan, berdasarkan sisi geografis, Kecamatan Dander, Sumberrejo, dan Kedungadem mencatat jumlah perkara tertinggi. “Wilayah dengan kepadatan penduduk tinggi dan aktivitas ekonomi yang padat memang cenderung memiliki angka perceraian lebih besar,” pungkasnya. [lus/ted]

  • Polisi Senior Penganiaya Siswa SPN Polda NTT Dipatsus

    Polisi Senior Penganiaya Siswa SPN Polda NTT Dipatsus

    Liputan6.com, Bali Nusra- Polda NTT mengambil langkah cepat dan tegas terhadap Bripda Torino Tobo Dara, pelaku penganiayaan terhadap dua siswa Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Nusa Tenggara Timur (NTT), berinisial KLK dan JSU. Saat ini, Bripda Torino tengah diproses dan sudah ditempatkan khusus (patsus).

    “Sudah dipatsus. Kami sudah terbitkan surat perintah penempatan khusus sebagai langkah disiplin awal terhadap terduga pelanggar,” ujar Kabid Humas Polda NTT, Kombes Henry Novika Chandra, Jumat (14/11/2025).

    Dia menegaskan Polda NTT memastikan seluruh proses akan dilakukan sesuai koridor hukum dan etika profesi. Bidpropam Polda NTT juga telah melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap kedua korban tersebut.

    “Kami berharap kejadian seperti ini tidak kembali terjadi,” kata Henry.

    Menurut Henry, penanganan kasus itu sebagai contoh nyata penerapan nilai asah, asih, dan asuh dalam pembinaan.

    “Kekerasan tidak memiliki tempat di lingkungan Polri. Kasus ini sebagai penegasan komitmen institusi dalam menjunjung tinggi nilai pembinaan personel,” tegas Henry.

  • Tawarkan 104 Proyek Senilai Rp186 Triliun

    Tawarkan 104 Proyek Senilai Rp186 Triliun

     

    Sementara itu, Kepala DPMPTSP Jabar, Dedi Taufik, langkah pihaknya sudah sejalan dengan pemerintah pusat.

    “Harus ada konektivitas dalam investasi ini. Termasuk jaminan terkait persoalan premanisme, pengelolaan limbah, dan hal-hal teknis lainnya yang akan dijamin oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat,” kata Dedi.

    Dia menjelaskan, rangkaian WJIS 2025 tidak berdiri sendiri, tetapi merupakan hasil proses panjang, mulai dari challenge, roadshow, hingga kurasi proyek dari kabupaten/kota. Sektor yang ditawarkan pun beragam, mulai dari infrastruktur, agribisnis, hingga agriculture.

    “Harapannya, melalui one on one meeting ini ada kesempatan bagi para investor untuk benar-benar merealisasikan investasinya di Jawa Barat,” ujarnya.

    Dedi Taufik juga mengungkapkan perkembangan capaian target investasi jangka panjang dari target Rp271 triliun yang diberikan pemerintah pusat pada tahun ini, di mana Jawa Barat telah mencatat realisasi sebesar Rp218 triliun. Dia berharap target tersebut bisa tercapai di sisa waktu yang ada.

    Dia menjelaskan, bahwa perhitungan ekonomi nasional dan daerah akan menjadi faktor kunci pada tahun depan. 

    “Jawa Barat punya kontribusi besar terhadap nasional sekitar 13 persen kontribusi ekonomi nasional berasal dari Jawa Barat, sementara dibandingkan Jawa lainnya, kontribusi Jabar mencapai 23 persen Jadi sangat signifikan,” ucap dia.

  • Jamling dan Kopling Tingkatkan Kedekatan Polsek Banyuwangi dengan Warga

    Jamling dan Kopling Tingkatkan Kedekatan Polsek Banyuwangi dengan Warga

    Banyuwangi (beritajatim.com) – Program Jamu Keliling (Jamling) dan Kopi Keliling (Kopling) yang dijalankan Polsek Banyuwangi menjadi inovasi patroli humanis untuk meningkatkan kedekatan polisi dengan warga di Kecamatan Banyuwangi. Layanan ini menggabungkan patroli dialogis dengan pemberian jamu dan kopi gratis sehingga membuka ruang komunikasi dua arah yang lebih cair bagi masyarakat dalam menyampaikan aspirasi maupun keluhan terkait keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

    Dua Polwan Polsek Banyuwangi ditugaskan khusus untuk menjalankan program ini. Jamling dibawa oleh Brigpol Barani Fikarosinta, sedangkan Kopling dijalankan Brigpol Sulis Setyaningsih. Keduanya setiap hari berkeliling menyambangi titik-titik keramaian warga untuk berdialog serta memantau situasi Kamtibmas.

    “Monggo yang mau ngopi atau jamu gratis. Kalau ada aspirasi atau ada yang mau disampaikan silakan,” ujar Brigpol Sulis Setyaningsih ketika melayani kopi pesanan warga di Jl. RA Kartini Banyuwangi, Jumat (14/11/2025).

    Patroli dialogis hari ini menyasar kawasan Jl. RA Kartini, termasuk masyarakat yang berbelanja di pasar serta warga yang berolahraga di sekitar Ruang Terbuka Hijau (RTH) Blambangan. Polsek Banyuwangi memilih lokasi tersebut karena aktivitas masyarakat cukup padat sehingga interaksi dengan polisi lebih mudah terbangun.

    Kapolsek Banyuwangi, AKP Hendry Christianto, menjelaskan bahwa program Jamling dan Kopling dirancang untuk mendekatkan polisi dengan warga melalui pendekatan pelayanan yang humanis. Kedekatan tersebut dinilai mempermudah jajaran Polsek dalam menyerap aspirasi dan pengaduan yang muncul di lingkungan masyarakat.

    “Sehingga dengan aspirasi keluhan dan pengaduan yang disampaikan masyarakat, kita bisa lebih cepat merespon dan melakukan tugas tanggungjawab kita,” ujarnya.

    Selain membuka interaksi, Jamling dan Kopling juga dimanfaatkan sebagai sarana kampanye menjaga Kamtibmas serta media sosialisasi penerimaan anggota Polri yang sedang berlangsung. Pendekatan informal dengan jamu dan kopi gratis diharapkan membuat warga lebih nyaman menyampaikan informasi yang relevan dengan situasi keamanan wilayah.

    Patroli Jamling dan Kopling dilakukan setiap hari dengan lokasi yang berpindah-pindah berdasarkan kebutuhan masyarakat. Prioritas diberikan pada area yang memiliki potensi kerawanan untuk memastikan kehadiran polisi benar-benar dirasakan.

    “Kita melihat potensi ada banyak kerawanan, di sana kita akan hadir,” katanya. Pihaknya juga menegaskan bahwa seluruh jamu dan kopi yang dibagikan bersifat gratis dan disediakan khusus untuk masyarakat.

    Antusiasme terlihat dari masyarakat yang langsung memadati layanan Jamling dan Kopling. Sebagian meminta jamu, sebagian lainnya memilih kopi, bahkan beberapa warga meminta tambahan karena merasa cocok. Eva Juliati, warga Kelurahan Tukangkayu, mengaku terbantu setelah memesan jamu kunci suruh saat melintas.

    “Nggak bayar, gratis, dikasih Bu Polisi. Senang sekali, kalau bisa setiap hari enak,” tuturnya. [alr/beq]

  • Banyuwangi Diguyur Hujan dan Angin Kencang, Pohon-pohon Tumbang

    Banyuwangi Diguyur Hujan dan Angin Kencang, Pohon-pohon Tumbang

    Banyuwangi (beritajatim.com) – Hujan deras disertai angin kencang melanda wilayah Banyuwangi, Jumat (14/11/2025). Cuaca ekstrem tersebut mengakibatkan sejumlah pohon tumbang dan merusak bangunan rumah warga.

    Kepala Pelaksana BPBD Banyuwangi, Danang Hartanto, mengatakan bahwa setelah cuaca mulai membaik, pihaknya menerima sejumlah laporan dari petugas BPBD dan unsur terkait yang berada di lapangan untuk melakukan penanganan.

    Sejumlah pohon yang tumbang sempat melintang di jalan dan mengganggu aktivitas pengendara. Namun, pohon-pohon tersebut segera dievakuasi sehingga akses kembali normal.

    Hingga saat ini, BPBD mencatat sudah lima lokasi yang selesai ditangani, sementara dua titik lain, yakni di Perum Diamond dan Singotrunan, masih dalam proses penanganan.

    “Dampak hujan deras sementara ada tujuh titik lokasi pohon tumbang. Di antaranya satu lokasi di Jalan Jaksa Agung Suprapto, tiga di Jalan Brawijaya, satu di Kelurahan Kebalenan, satu di Perum Diamond, dan satu di Singotrunan,” jelas Danang.

    Selain pohon tumbang, angin kencang juga menyebabkan kerusakan rumah warga. Di Perumahan Diamond, bagian atap rumah dilaporkan rusak cukup parah. Satu unit mobil warga juga mengalami kerusakan setelah tertimpa pohon pule.

    “Sementara laporan rumah rusak hanya dari Perumahan Diamond. Kerusakannya lumayan parah karena kanopi rumah tertiup angin. Ada juga laporan mobil warga rusak tertimpa pohon,” ungkapnya.

    BPBD masih melakukan pendataan lanjutan terkait dampak kerusakan akibat cuaca ekstrem tersebut.

    “Hingga saat ini tidak ada laporan korban jiwa. Kami masih terus melakukan pendataan untuk memastikan seluruh dampak yang ditimbulkan,” pungkas Danang. (ayu/but)

     

     

     

  • Kebakaran Rumah Lansia di Jalan Bali Madiun, Pemadam Terkendala Gang Sempit

    Kebakaran Rumah Lansia di Jalan Bali Madiun, Pemadam Terkendala Gang Sempit

    Madiun (beritajatim.com) – Kebakaran melanda sebuah rumah di Jalan Bali, Kelurahan Madiun Lor, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun, pada Jumat pagi (14/11/2025) sekitar pukul 08.30 WIB ketika warga bersiap melaksanakan Sholat Jumat. Asap tebal tiba-tiba terlihat membumbung dari rumah milik Fransisca, seorang lansia yang tinggal bersama anak, cucu, dan cicitnya, sehingga membuat warga sekitar panik.

    Peristiwa kebakaran permukiman padat seperti ini menjadi salah satu kerentanan utama di wilayah urban Jawa Timur, terutama ketika akses mobil pemadam tidak memadai.

    Saksi mata, Sri Soleh, mengatakan asap pertama kali muncul dari bagian belakang rumah. Menyadari kondisi berbahaya, ia langsung berteriak meminta bantuan kepada warga sekitar.

    “Penghuninya langsung keluar, termasuk seorang anak kecil. Kejadiannya sekitar pukul 08.30 WIB,” ungkap Sri.

    Menurutnya, ada enam anggota keluarga di rumah tersebut dan ia terus berusaha mencari pertolongan sambil menunggu kedatangan petugas pemadam kebakaran.

    Kepala Bidang Pemadaman Kebakaran dan Penyelamatan, Gamal Arfan Afandi, menjelaskan bahwa akses menuju lokasi berada di gang sempit sehingga mobil pemadam tidak bisa masuk hingga titik terdekat. Petugas harus menarik selang panjang untuk menjangkau area yang terbakar.

    “Lima unit armada kami kerahkan. Di dalam rumah memang banyak tumpukan buku sehingga api cepat membesar. Kondisi bangunan juga sudah lapuk,” terang Gamal.

    Ia memastikan hanya satu rumah yang terdampak dan api berhasil dicegah agar tidak merembet ke bangunan lain, sebuah upaya yang krusial mengingat karakter permukiman padat di kawasan tersebut.

    Kapolsek Manguharjo, Kompol Lilik Sulastri, menegaskan bahwa tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Api berhasil dipadamkan seluruhnya sekitar pukul 12.00 WIB setelah proses pendinginan dilakukan.

    “Pemilik rumah yang sudah lanjut usia tinggal bersama cucu dan cicitnya. Saat kebakaran rumah dalam kondisi tidak terkunci. Kerugian ditaksir sekitar Rp15 juta,” jelasnya.

    Barang-barang berharga sebagian besar dapat diselamatkan, sementara pemilik rumah dan cicitnya yang berada di dapur saat kejadian berhasil menyelamatkan diri sebelum api membesar. [rbr/beq]

  • Persekongkolan Jahat Polwan dan 3 Anggota TNI di Gowa Peras Sopir Travel Puluhan Juta

    Persekongkolan Jahat Polwan dan 3 Anggota TNI di Gowa Peras Sopir Travel Puluhan Juta

     

    Liputan6.com, Gowa – Seorang anggota polisi wanita (Polwan) di Kabupate Gowa, Sulsel, tersandung kasus pemerasan sopir travel puluhan juta. Penyidik Bidang Propam Polda Sulsel tengah menyelidiki kasus pemerasan yang melibatkan Polwan tersebut. 

    “Kapolres sudah saya hubungi, kemudian anggota yang dilaporkan terlibat langsung kita periksa (Propam),” kata Kapolda Sulsel Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro di Makassar, Jumat (14/11/2025).

    Informasi yang berkembang, oknum Polwan tersebut bertugas di Polretabes Makassar diduga ikut serta bersama tiga oknum prajurit TNI dan tiga warga sipil lainnya memeras sopir travel bernama Aidil Isra. Sopir itu dituduh membawa tenaga kerja ilegal dan terlibat Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

    “Intinya, saat ini masih dalam proses pemeriksaan (di Propam) dan sementara proses pemeriksaan ini sedang berjalan. Ada gambaran yang kiranya berkaitan dengan ini juga akan terus kita telusuri,” tegasnya.

    Meski demikian, mantan Kasubdit IV/Poldok Direktorat Tindak Pidana Umum (Tipidum) Bareskrim Mabes Polri ini mengemukakan pihaknya tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah.

    “Salah satu oknum menyampaikan bahwa ada anggota polisi yang terlibat. Di situ kita sampaikan kepada seluruh masyarakat yang mengalami yang kita duga tindak pidana, kita tetap mengedepankan praduga tak bersalah,” katanya lagi.

    Dari pemeriksaan awal disampaikan, bahwa uang Rp30 juta tersebut ditransfer korban ke rekening seseorang.  

    “Tapi, kami tidak percaya begitu saja, kami akan melihat berkaitan dengan pembuktian, transaksi keuangan yang ada. Kami akan bekerjasama dengan perbankan, sejauh mana proses itu,” tuturnya.

    “Kalau nanti dalam pembuktian anggota kami turut terlibat, kami tidak akan sungkan dan tidak akan melindungi anggota yang salah,” katanya lagi.

    Mantan Direktur Tipidum Bareskrim Polri ini mempertegas, apabila ada tindak pidana yang dilakukan anggota, maka tidak akan mentolerir semua terkait kejahatan jalanan dan perilaku lainnya terjadi di masyarakat.

    Djuhandhani berprinsip, bagi anggota berprestasi diberikan penghargaan sama seperti pengungkapan kasus penculikan anak korban Bilqis mengarah ke TPPO, sedangkan yang melanggar atau bersalah diberikan hukuman setimpal atas perbuatannya melanggar etika dan disiplin Polri.

     

  • Banjir Gresik Belum Surut, Warga Dievakuasi dan Dapat Bantuan Logistik

    Banjir Gresik Belum Surut, Warga Dievakuasi dan Dapat Bantuan Logistik

    Gresik (beritajatim.com) – Tingginya intensitas hujan yang mengguyur kawasan Gresik Selatan serta meluapnya Kali Cermen di Kecamatan Kedamean menyebabkan banjir di sejumlah titik belum surut. Kondisi diperparah dengan jebolnya tangkis aliran air, sehingga genangan setinggi 10 hingga 20 sentimeter masih merendam permukiman warga.

    Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik mencatat, selain Kedamean, wilayah Kecamatan Menganti juga terdampak banjir. Beberapa kawasan seperti Perum Oma Indah, Maharaja, dan Graha 2 terendam dengan ketinggian air bervariasi antara 10 hingga 60 sentimeter.

    Sejumlah warga terpaksa dievakuasi ke tempat aman yang disiapkan pemerintah. Tenda darurat didirikan di Dusun Bibis, Desa Beton, Kecamatan Menganti sebagai lokasi pengungsian sementara.

    “Banjirnya belum surut. Saya terpaksa menjaga barang-barang di rumah. Sementara anak dan istri dievakuasi ke tenda darurat sambil menunggu air turun,” ujar Sutikno, salah satu warga, Jumat (14/11/2025).

    Secara terpisah, Wakil Bupati Gresik dr. Asluchul Alif meninjau langsung lokasi banjir di Desa Glindah. Ia menjelaskan bahwa jebolnya tangkis yang sebelumnya pernah diperbaiki menjadi faktor utama banjir meluas.

    “Sebelumnya sudah kita perbaiki, tapi jebol lagi. Begitu air benar-benar surut, alat berat akan masuk dan tanggul ini akan kita permanenkan,” terangnya.

    Selain merendam permukiman, banjir juga merusak area pertanian. Sekitar 70 hektare sawah milik warga tergenang dan dipastikan gagal panen, sehingga menambah kerugian masyarakat.

    Saat ini BPBD bersama pemerintah desa dan kecamatan terus melakukan pemantauan, penyedotan air, evakuasi terbatas, dan penyaluran bantuan logistik. Warga juga ikut membantu proses pemompaan agar air cepat surut.

    Untuk memenuhi kebutuhan pangan warga terdampak, BPBD dan Dinsos Gresik mendirikan dapur umum yang memasok makanan siap saji setiap hari.

    “Prioritas kita adalah keselamatan warga dan memperbaiki tanggul secara permanen,” pungkas dr. Asluchul Alif. (dny/but)

     

     

  • 5
                    
                        Bukan Ditukar, Pajero Penculik Bilqis Ditahan Suku Anak Dalam, Minta Pelaku Kembalikan Rp 85 Juta
                        Regional

    5 Bukan Ditukar, Pajero Penculik Bilqis Ditahan Suku Anak Dalam, Minta Pelaku Kembalikan Rp 85 Juta Regional

    Bukan Ditukar, Pajero Penculik Bilqis Ditahan Suku Anak Dalam, Minta Pelaku Kembalikan Rp 85 Juta
    Tim Redaksi
    JAMBI, KOMPAS.com
    – Mobil Pajero milik penculik Bilqis kini masih ditahan oleh Suku Anak Dalam (SAD) atau Orang Rimba karena belum mengembalikan uang Rp 85 juta.
    “Kalau ada dari keluarga atau penculik sendiri ingin mengembalikan duit Rp 85 juta, maka kami akan serahkan mobil
    Pajero
    miliknya,” kata tokoh
    Suku Anak Dalam
    , Temenggung Jon, di rumahnya, Desa Mentawak, Kabupaten Merangin,
    Jambi
    , Kamis (13/11/2025).
    Sebelum ada pengembalian uang, kata Jon, mobil Pajero warna putih ini, milik pelaku Adefrianto Syahputra S (36) dan Mery Ana (42), akan selamanya di rumah Jon.
    Penahanan mobil pelaku, kata Jon, bukan tanpa alasan.
    Hal itu karena pelaku tidak memiliki kemampuan untuk mengembalikan uang milik Begendang Rp 85 juta.
    Uang Begendang sebagai pengganti biaya perawatan
    Bilqis
    selama ini, jika lelaki rimba ini mau mengadopsinya.
    Karena itu, perundingan saat polisi datang ingin mengambil Bilqis menjadi alot karena Begendang pun kekeh, jika uangnya belum dikembalikan, Bilqis belum bisa dikembalikan kepada orangtuanya.
    Jon yang membantu polisi untuk mengakses kelompok Temenggung Sikar dan Begendang.
    Sang mediator pun menawarkan solusi.
    “Saya pakai dana pribadi untuk bayar Begendang. Biarlah penculik menjadi urusan saya,” kata Jon.
    Selain harus melunasi utang Rp 85 juta, penculik anak itu akan dikenakan hukum adat.
    “Bisa hukuman mati karena menipu kelompok
    SAD
    dan menculik anak orang,” kata Jon.
    Apabila penculik tidak melunasi utang itu, kata Jon, mobil tersebut akan menjadi miliknya.
    Saat Kompas.com di rumahnya, mobil Pajero putih terparkir di samping halaman rumah dan ban depan sebelah kanan sedikit kempis.
    Hasil penelusuran pelat nomor BH 1711 PY, mobil tersebut terdaftar dengan alamat Kelurahan Pematang Kandis, Kecamatan Bangko, Merangin.
    Sebelumnya diberitakan, balita berusia empat tahun bernama Bilqis diculik saat bermain di Taman Pakui Sayang, Makassar, Sulawesi Selatan, pada Minggu (2/11/2025) pagi.
    Menurut keterangan yang disampaikan kepolisian, Bilqis telah tiga kali dijual sebelum akhirnya ditemukan selamat di Provinsi Jambi.
    Empat pelaku telah ditangkap, termasuk dua pelaku yang menjual Bilqis kepada Suku Anak Dalam di Merangin, Jambi.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Viral Menu MBG di SMAN 6 Medan Ditemukan Cacing, BGN Langsung Bergerak

    Viral Menu MBG di SMAN 6 Medan Ditemukan Cacing, BGN Langsung Bergerak

    Liputan6.com, Medan- Video hidangan Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMAN 6 Medan viral karena didapati ada ulat di dalamnya. Ulat tersebut bahkan terlihat masih hidup.

    Informasi dihimpun Liputan6.com, penemuan MBG bercacing itu terjadi pada Jumat, 13 November 2025.

    “Cacing itu we, cacing itu we. Ini cacingnya,” ucap seorang siswa dalam video viral.

    Diketahui, SMAN 6 Medan beralamat di Jalan Ansari, Sei Rengas I, Kecamatan Medan Area, Kota Medan.

    Badan Gizi Nasional wilayah Sumatera Utara (BGN Sumut) turun langsung melakukan pengecekan usai video MBG bercacing itu viral di media sosial.

    “Masya Allah, bentar, ya,” kata Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sumut, Agung Kurniawan saat dikonfirmasi wartawan.