Jenis Media: Regional

  • 10
                    
                        Ahmad Ali: PSI Harus Menang Lawan Nasdem, Saya yang Paling Rugi kalau Kalah
                        Nasional

    10 Ahmad Ali: PSI Harus Menang Lawan Nasdem, Saya yang Paling Rugi kalau Kalah Nasional

    Ahmad Ali: PSI Harus Menang Lawan Nasdem, Saya yang Paling Rugi kalau Kalah
    Tim Redaksi
    PURWAKARTA, KOMPAS.com
    – Ketua Harian Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Ahmad Ali mengatakan, PSI harus menang melawan mantan partainya, yakni Nasdem, dalam pemilu mendatang.
    Ali menyebutkan, dirinya merupakan orang yang paling rugi jika
    PSI
    kalah dari
    Nasdem
    .
    “Siap bertanding. Dan saya harus memenangkan. PSI harus menang dari Nasdem, se-Indonesia,” kata Ali di usai pra-rapat kerja wilayah PSI Jawa Barat di Purwakarta, Jumat (14/11/2025).
    “Saya pasti orang yang paling merugi. Kalau kemudian ketika saya kalah dari Nasdem,” imbuh dia.
    Mulanya, Ali menekankan bahwa pra rakerwil ini harus diterjemahkan sebagai rivalitas politik, di mana dia harus memotivasi kader PSI.
    Ali lantas menyinggung sosok Wakil Ketua Umum Partai Nasdem
    Saan Mustopa
    yang sudah ia anggap sebagai adik sendiri.
    Ia juga bercerita bahwa Saan adalah sosok yang mengajaknya bergabung ke Nasdem, meski akhirnya Ali meninggalkan Nasdem dan pindah ke PSI.
    “Ini harus diterjemahkan sebagai satu rivalitas politik. Jadi memotivasi kader. Saan Mustopa itu kan adik saya. Yang ngajak dia masuk Nasdem itu saya. Terus kemudian saat itu saya bangga lah. Bahwa dia menggantikan saya sebagai wakil ketua umum,” ujar Ali.
    Meski begitu, Ali menegaskan bahwa tidak ada persahabatan dalam politik.
    “Tapi kan dalam politik tidak ada persahabatan, yang ada saling ‘membunuh’,” kata dia.
    Dengan demikian, meski mereka bersahabat, Ali akan berupaya agar PSI mendapatkan suara lebih banyak dari Nasdem pada pemilu mendatang.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • BPBD Bantul DIY Salurkan Logistik ke Kelurahan, Siapkan Personel Hadapi Musim Hujan Akhir Tahun 2025

    BPBD Bantul DIY Salurkan Logistik ke Kelurahan, Siapkan Personel Hadapi Musim Hujan Akhir Tahun 2025

    Menurut Fadjar, langkah-langkah yang disiapkan antara lain meliputi penyiapan personel dan peralatan di seluruh pulau berpenduduk. Kemudian, penetapan jalur evakuasi dan titik pengungsian sementara bagi warga terdampak banjir rob dan angin kencang.

    “Selanjutnya, pemantauan transportasi laut dan komunikasi darat untuk memastikan proses evakuasi serta distribusi bantuan berjalan lancar,” papar Fadjar.

    Pihaknya juga melakukan peremajaan dan pemotongan pohon dan pembersihan saluran air oleh petugas penanganan prasaran dan sarana umum (PPSU) dan unit kerja teknis (UKT).

    “Setelah itu, melakukan peningkatan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai tanda-tanda cuaca ekstrem dan langkah mitigasi bencana,” ucap Fadjar.

    Pihaknya juga melakukan penguatan koordinasi lintas sektor antara pemerintah, TNI-Polri, dunia usaha, akademisi, media dan masyarakat.

    Ia mengatakan bahwa kesiapsiagaan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.

    “Semangat gotong royong yang dimiliki warga Kepulauan Seribu adalah kekuatan besar dalam menghadapi potensi bencana,” ucap Fadjar.

    Dia menambahkan apel dan simulasi ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memperkuat kesiapan seluruh unsur menghadapi dampak musim penghujan.

    “Sekaligus menumbuhkan kesadaran kolektif dalam membangun ketangguhan masyarakat pesisir terhadap bencana alam,” kata Fadjar.

  • Usai Makan Dendeng dari MBG, 235 Siswa di Batam Tak Masuk Sekolah Besoknya

    Usai Makan Dendeng dari MBG, 235 Siswa di Batam Tak Masuk Sekolah Besoknya

    Liputan6.com, Batam – Ratusan siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Batam mengalami sakit perut dan diare setelah mengonsumsi makanan dari penyedia katering Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Selasa (11/11/2025). Total 235 siswa tercatat tidak masuk sekolah pada keesokan harinya, dan puluhan lainnya sempat mendapatkan pertolongan medis.

    Kepala MAN 2 Batam, Ernawati, mengatakan, bahwa baru kali ini terjadi keracunan MBG di sekolah tersebut.

    “Sekitar pukul 12.00 WIB, tim MBG datang seperti biasa. Siswa salat terlebih dahulu, lalu makan, kemudian kembali belajar. Hingga mereka pulang pukul 19.00 WIB, semuanya masih dalam kondisi baik,” ujarnya di Sekolah MAN 2 Bengkong Laut, Batam, Jumat (14/11/25).

    Namun kondisi berubah cepat. “Sekitar pukul 20.00 WIB kami mulai menerima laporan bahwa beberapa siswa mengeluh sakit perut dan mencret. Ada yang perutnya melilit hingga membuat orang tua cemas dan membawa anaknya ke UGD,” tuturnya.

    Dua siswa sempat dirawat di RS Elisabeth, dan dua lainnya di Klinik Nagoya, sebelum akhirnya diperbolehkan pulang usai mendapat obat. Pada Rabu paginya, pihak sekolah melakukan pendataan siswa yang tidak masuk.

    “Tercatat 235 siswa tidak hadir. Kami menelepon orang tua satu per satu dan keluhannya sama: sakit perut dan diare,” kata Ernawati.

    Beberapa siswa bahkan tetap datang ke sekolah meski dalam keadaan lemas. Mereka kemudian diberi pertolongan awal oleh UKS sebelum akhirnya dipulangkan.

    Dengan total siswa sebanyak 648 orang, maka siswa terdampak mencapai sepertiga dari jumlah keseluruhan.

    Usai kejadian, MAN 2 Batam didatangi berbagai pihak, mulai dari penyedia jasa MBG, Puskesmas Tanjung Buntung, kepolisian, hingga BIN.

    Pihak penyedia MBG disebut telah menyampaikan permohonan maaf dan bersedia mengganti biaya perawatan siswa yang sempat dibawa ke fasilitas medis.

    Dari Puskesmas Tanjung Buntung, sebanyak tujuh tenaga medis datang melakukan pemeriksaan langsung kepada siswa.

    “Tercatat ada 257 laporan keluhan hingga hari itu, dan 8 siswa masih belum pulih keesokan harinya,” kata Ernawati.

     

  • Sampah di Jabar Kembali Menggunung, Bagaimana Solusinya?

    Sampah di Jabar Kembali Menggunung, Bagaimana Solusinya?

    Liputan6.com, Bandung – Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama stakeholder terkait saat ini tengah meramu solusi untuk mengatasi permasalahan sampah. Terlebih saat ini Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti di Kabupaten Bandung Barat dinilai sudah tidak layak untuk terus menerus menampung sampah.

    “Saya katakan belum optimal, buktinya ini (sampah) masih terus, masalah lagi, masalah lagi,” kata Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan, di Gedung DPRD Jawa Barat, Kota Bandung, Jumat (14/11/2025).

    Erwan mendorong kepada seluruh kepala daerah untuk segera melakukan kordinasi guna merumuskan masalah sampah. Erwan pun tidak ingin sampah menjadi pembahasan berulang di wilayah aglomerasi Bandung Raya.

    “Para kepala daerah Bandung Raya ini memang harus segera berkumpul segera merumuskan apa yang paling tepat untuk permasalahan sampah ini. Jangan sampai setiap tahun permasalahannya itu lagi, itu lagi. Jangan sampai kita masalah itu terus hanya masalah sampah sampah,” jelas dia.

    Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, Ono Surono mengatakan, pihaknya mendukung berbagai rencana untuk mengatasi permasalahan sampah. Termasuk dengan usulan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi tentang TPA Sarimukti untuk dijadikan lokasi pelaksanaan program Waste To Energy (WTE) dengan Pengolahan Sampah Energi Listrik (PSEL).

    “Sampah kan memang dari dulu ya persoalan Bandung Raya ini belum terselesaikan. Ada beberapa opsi teknologi pengolahan sampah yang saat ini juga belum beres. Ya, problem dari mungkin 10 tahun yang lalu saya jadi anggota Komisi 4 di DPR RI,” kata Ono di tempat yang sama.

    Dia mengatakan, sejumlah rencana untuk mengatasi sampah hingga kini belum juga terealisasi. Ono menilai, pihak terkait seharusnya segera mencari penyebab rencana-rencana tersebut belum bisa berjalan sehingga sampah kembali menumpuk.

    “Kita semua tahu kan listrik Indonesia didominasi oleh PLN. Padahal kita mempunyai sumber energi ya selain batu bara dan yang lainnya seperti misalnya surya, air, sampah, geotermal, dan lain-lain,” ucap Ono.

     

  • Lawan Jusuf Kalla, Begini Pernyataan Tegas PT GMTD soal Kepemilikan Lahan di Metro Tanjung Bunga

    Lawan Jusuf Kalla, Begini Pernyataan Tegas PT GMTD soal Kepemilikan Lahan di Metro Tanjung Bunga

    Sebelumnya, Founder & Advisor Kalla Group, Jusuf Kalla (JK), angkat bicara tegas terkait polemik kepemilikan lahan seluas 16,4 hektare di depan Trans Mall, Jalan Metro Tanjung Bunga, Makassar, Sulawesi Selatan. Mantan Wakil Presiden RI dua periode itu menolak klaim PT Gowa Makassar Tourism Development (GMTD), yang disebutnya sebagai tindakan rekayasa dan bentuk perampasan hak.

    JK menegaskan bahwa lahan yang kini disengketakan telah dibelinya langsung dari ahli waris Raja Gowa sejak tiga dekade lalu, saat kawasan itu masih termasuk wilayah Kabupaten Gowa. Ia menyebut kepemilikan tanah tersebut sah secara hukum, dilengkapi dengan sertifikat dan akta jual beli.

    “Ini tanah saya sendiri yang beli, dari anak Raja Gowa, tiga puluh tahun lalu. Sudah bersertifikat dan ada akta jual belinya. Dulu memang wilayah Gowa, tapi sekarang sudah masuk Makassar,” ujar JK saat meninjau lokasi lahan yang akan dikembangkan menjadi proyek properti terintegrasi, Rabu (5/11/2025).

    Ia menuding pihak GMTD yang berafiliasi dengan Grup Lippo melakukan klaim sepihak tanpa dasar hukum yang jelas.

    “Tiba-tiba ada yang datang merekayasa segala macam, mau merampok. Mereka itu omong kosong, pembohong semua,” tegas JK. 

    Dalam kunjungan tersebut, JK sempat berbincang dengan para pekerja dan penjaga lahan. Ia menyebut tindakan GMTD sebagai bentuk penghinaan terhadap martabat masyarakat Bugis-Makassar, yang menjunjung tinggi nilai siri (harga diri).

    “Selama 30 tahun kami menjaga tanah ini, tiba-tiba ada yang mau merampas. Ini soal kehormatan. Dalam Islam, mempertahankan tanah itu jihad,” kata JK dengan nada geram.

    Seorang pekerja yang berada di lokasi pun menyatakan siap membela JK. “Harga mati membela Puang (JK), karena kebenaran sudah jelas, datanya lengkap, sertifikatnya ada,” ujarnya.

    JK juga menanggapi isu eksekusi lahan oleh GMTD. Menurutnya, tindakan itu tidak sah karena tidak melalui prosedur hukum yang berlaku.

    “Eksekusi harus ada pengukuran resmi. Mana BPN-nya? Mana camatnya? Tidak ada semua,” ucap JK.

    JK pun menantang PT GMTD untuk membuktikan legalitas klaimnya dan menunjukkan lokasi tanah yang sebenarnya menjadi objek sengketa sesuai keputusan Mahkamah Agung.

    “Kalau memang ada keputusan pengadilan, silakan cari Manyomballang, penjual ikan yang dipersoalkan itu. Jangan tanah kami yang sudah tiga puluh tahun dibeli dianggap milik mereka. Itu perampokan,” katanya.

    JK bahkan menuding GMTD dan grup afiliasinya kerap melakukan praktik serupa di berbagai daerah.

    “Itu kebohongan dan permainan. Ciri-ciri Lippo memang begitu. Tapi jangan main-main di Makassar, kita akan lawan sampai kapan pun,” tegasnya.

    Ia menduga GMTD justru menjadi korban penipuan dari pihak yang menjual tanah kepada mereka.

    “Mereka beli dari Hj. Najemiah, mungkin ditipu. Sebelum GMTD datang ke Makassar, saya sudah punya tanah itu. Kalau begini, bisa-bisa seluruh kota dimainkan. Kalau Hadji Kalla saja diganggu, bagaimana dengan rakyat biasa?” ujarnya.

    JK menegaskan pihaknya siap menghadapi proses hukum jika GMTD membawa perkara ini ke pengadilan. “Kita siap melawan ketidakadilan. Aparat penegak hukum juga harus adil, jangan mau dimainkan,” tutup JK.

     

     

  • Gus Dur, Mbah Kholil hingga Marsinah Diberi Gelar Pahlawan, PKB Blitar Syukuran

    Gus Dur, Mbah Kholil hingga Marsinah Diberi Gelar Pahlawan, PKB Blitar Syukuran

    Blitar (beritajatim.com) – Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Kabupaten Blitar dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB Kabupaten Blitar menggelar acara syukuran atas penganugerahan gelar pahlawan nasional kepada tiga tokoh penting yang mewakili berbagai spektrum perjuangan.

    Ketiga tokoh tersebut adalah KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dari Jombang, Syaikhona Muhammad Kholil dari Bangkalan, dan Marsinah, sang pejuang buruh.

    PKB Blitar melihat perayaan ini bukan sekadar seremoni politik, melainkan sebagai momentum untuk mengambil pelajaran berharga dari ketulusan perjuangan para pahlawan. Perjuangan ke 3 pahlawan nasional tersebut pun patut diteladani.

    Wakil Ketua DPRD Kabupaten Blitar, yang juga menjabat Sekretaris DPC PKB Kabupaten Blitar, M. Rifa’i, menjelaskan alasan bahwa dibalik kegiatan syukuran tersebut digelar. Selain sebagai bentuk penghormatan, syukuran ini juga bentuk meneladani nilai moral dari ke-3 tokoh tersebut.

    “Kenapa ini kita syukuri sebagai bahan salah satunya untuk pembelajaran untuk diri kita, bahwa mereka berjuang sesuai bidangnya masing-masing dulu tidak ada niatan untuk mendapatkan gelar pahlawan,” ujar M. Rifa’i, Jumat (14/11/2025).

    Menurut Rifa’i, keberagaman latar belakang tiga pahlawan yang disyukuri menjadi cerminan bahwa perjuangan sejati bisa datang dari mana saja. PKB berharap seluruh kader dan masyarakat dapat meneladani integritas mereka.

    Yang pertama, Syaikhona Muhammad Kholil (Bangkalan), ditunjukkan melalui perjuangannya yang fokus pada mendidik para ulama terdahulu yang menjadi cikal bakal kekuatan Islam di Nusantara. Sementara, KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), dikenal sebagai Bapak Toleransi, perjuangannya dicontohkan dalam upaya mencerdaskan masyarakat pinggiran dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.

    Sedang Marsinah, menjadi simbol keberanian sebagai pejuang buruh yang tanpa pamrih membela hak-hak pekerja. Ketiga tokoh pahlawan ini pun bisa diteladani dan dicontoh oleh masyarakat.

    “Dari beliau-beliau ini ada hal hal yang bisa kita ambil. Ini bisa dijadikan suri tauladan,” tegasnya.

    Syukuran ini menegaskan bahwa bagi PKB Kabupaten Blitar, gelar pahlawan bukan hanya pengakuan sejarah, tetapi juga sebuah warisan moral yang harus terus menginspirasi seluruh kader untuk berjuang dengan tulus di bidangnya masing-masing. (owi/ted)

  • Hingga Oktober 2025, Angka Perceraian di Bojonegoro Capai 2.433 Perkara

    Hingga Oktober 2025, Angka Perceraian di Bojonegoro Capai 2.433 Perkara

    Bojonegoro (beritajatim.com) – Pengadilan Agama (PA) Kabupaten Bojonegoro mencatat, jumlah perkara perceraian yang masuk sepanjang Januari hingga Oktober 2025 mencapai 2.433 perkara.

    Jumlah ini, naik dibanding periode yang sama tahun 2024, yakni sebanyak 2.360 perkara.

    Panitera Pengadilan Agama Bojonegoro, Solikin Jamik mengungkapkan, dari total perkara perceraian tahun 2025, cerai gugat atau yang diajukan oleh istri, yang jumlahnya mencapai 1.828 perkara, sedangkan cerai talak sebanyak 605 perkara.

    “Tren perceraian di Bojonegoro masih cukup tinggi. Rata-rata didorong oleh faktor ekonomi serta perselisihan yang terus-menerus,” ujar Solikin, Jumat (14/11/2025).

    Menurutnya, faktor penyebab perceraian tahun 2025 didominasi masalah ekonomi sebanyak 1.101 kasus dan perselisihan terus-menerus sebanyak 767 kasus. Selain itu, lanjut Solikin, kasus judi juga menempati angka cukup tinggi dengan 133 perkara.

    “Jika kita lihat, faktor ekonomi tetap menjadi penyebab utama. Banyak pasangan yang tidak mampu bertahan karena tekanan kebutuhan hidup dan penghasilan yang tidak stabil,” paparnya.

    Tokoh Muhammadiyah Bojonegoro ini membeberkan, dari sisi demografi, mayoritas pihak yang bercerai berada pada rentang usia 21 hingga 40 tahun, mencapai lebih dari 70 persen dari total perkara. Sementara itu, sebagian besar pasangan yang bercerai sudah menikah antara 5 hingga 15 tahun.

    Sedangkan, berdasarkan sisi geografis, Kecamatan Dander, Sumberrejo, dan Kedungadem mencatat jumlah perkara tertinggi. “Wilayah dengan kepadatan penduduk tinggi dan aktivitas ekonomi yang padat memang cenderung memiliki angka perceraian lebih besar,” pungkasnya. [lus/ted]

  • Polisi Senior Penganiaya Siswa SPN Polda NTT Dipatsus

    Polisi Senior Penganiaya Siswa SPN Polda NTT Dipatsus

    Liputan6.com, Bali Nusra- Polda NTT mengambil langkah cepat dan tegas terhadap Bripda Torino Tobo Dara, pelaku penganiayaan terhadap dua siswa Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Nusa Tenggara Timur (NTT), berinisial KLK dan JSU. Saat ini, Bripda Torino tengah diproses dan sudah ditempatkan khusus (patsus).

    “Sudah dipatsus. Kami sudah terbitkan surat perintah penempatan khusus sebagai langkah disiplin awal terhadap terduga pelanggar,” ujar Kabid Humas Polda NTT, Kombes Henry Novika Chandra, Jumat (14/11/2025).

    Dia menegaskan Polda NTT memastikan seluruh proses akan dilakukan sesuai koridor hukum dan etika profesi. Bidpropam Polda NTT juga telah melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap kedua korban tersebut.

    “Kami berharap kejadian seperti ini tidak kembali terjadi,” kata Henry.

    Menurut Henry, penanganan kasus itu sebagai contoh nyata penerapan nilai asah, asih, dan asuh dalam pembinaan.

    “Kekerasan tidak memiliki tempat di lingkungan Polri. Kasus ini sebagai penegasan komitmen institusi dalam menjunjung tinggi nilai pembinaan personel,” tegas Henry.

  • Tawarkan 104 Proyek Senilai Rp186 Triliun

    Tawarkan 104 Proyek Senilai Rp186 Triliun

     

    Sementara itu, Kepala DPMPTSP Jabar, Dedi Taufik, langkah pihaknya sudah sejalan dengan pemerintah pusat.

    “Harus ada konektivitas dalam investasi ini. Termasuk jaminan terkait persoalan premanisme, pengelolaan limbah, dan hal-hal teknis lainnya yang akan dijamin oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat,” kata Dedi.

    Dia menjelaskan, rangkaian WJIS 2025 tidak berdiri sendiri, tetapi merupakan hasil proses panjang, mulai dari challenge, roadshow, hingga kurasi proyek dari kabupaten/kota. Sektor yang ditawarkan pun beragam, mulai dari infrastruktur, agribisnis, hingga agriculture.

    “Harapannya, melalui one on one meeting ini ada kesempatan bagi para investor untuk benar-benar merealisasikan investasinya di Jawa Barat,” ujarnya.

    Dedi Taufik juga mengungkapkan perkembangan capaian target investasi jangka panjang dari target Rp271 triliun yang diberikan pemerintah pusat pada tahun ini, di mana Jawa Barat telah mencatat realisasi sebesar Rp218 triliun. Dia berharap target tersebut bisa tercapai di sisa waktu yang ada.

    Dia menjelaskan, bahwa perhitungan ekonomi nasional dan daerah akan menjadi faktor kunci pada tahun depan. 

    “Jawa Barat punya kontribusi besar terhadap nasional sekitar 13 persen kontribusi ekonomi nasional berasal dari Jawa Barat, sementara dibandingkan Jawa lainnya, kontribusi Jabar mencapai 23 persen Jadi sangat signifikan,” ucap dia.

  • Jamling dan Kopling Tingkatkan Kedekatan Polsek Banyuwangi dengan Warga

    Jamling dan Kopling Tingkatkan Kedekatan Polsek Banyuwangi dengan Warga

    Banyuwangi (beritajatim.com) – Program Jamu Keliling (Jamling) dan Kopi Keliling (Kopling) yang dijalankan Polsek Banyuwangi menjadi inovasi patroli humanis untuk meningkatkan kedekatan polisi dengan warga di Kecamatan Banyuwangi. Layanan ini menggabungkan patroli dialogis dengan pemberian jamu dan kopi gratis sehingga membuka ruang komunikasi dua arah yang lebih cair bagi masyarakat dalam menyampaikan aspirasi maupun keluhan terkait keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

    Dua Polwan Polsek Banyuwangi ditugaskan khusus untuk menjalankan program ini. Jamling dibawa oleh Brigpol Barani Fikarosinta, sedangkan Kopling dijalankan Brigpol Sulis Setyaningsih. Keduanya setiap hari berkeliling menyambangi titik-titik keramaian warga untuk berdialog serta memantau situasi Kamtibmas.

    “Monggo yang mau ngopi atau jamu gratis. Kalau ada aspirasi atau ada yang mau disampaikan silakan,” ujar Brigpol Sulis Setyaningsih ketika melayani kopi pesanan warga di Jl. RA Kartini Banyuwangi, Jumat (14/11/2025).

    Patroli dialogis hari ini menyasar kawasan Jl. RA Kartini, termasuk masyarakat yang berbelanja di pasar serta warga yang berolahraga di sekitar Ruang Terbuka Hijau (RTH) Blambangan. Polsek Banyuwangi memilih lokasi tersebut karena aktivitas masyarakat cukup padat sehingga interaksi dengan polisi lebih mudah terbangun.

    Kapolsek Banyuwangi, AKP Hendry Christianto, menjelaskan bahwa program Jamling dan Kopling dirancang untuk mendekatkan polisi dengan warga melalui pendekatan pelayanan yang humanis. Kedekatan tersebut dinilai mempermudah jajaran Polsek dalam menyerap aspirasi dan pengaduan yang muncul di lingkungan masyarakat.

    “Sehingga dengan aspirasi keluhan dan pengaduan yang disampaikan masyarakat, kita bisa lebih cepat merespon dan melakukan tugas tanggungjawab kita,” ujarnya.

    Selain membuka interaksi, Jamling dan Kopling juga dimanfaatkan sebagai sarana kampanye menjaga Kamtibmas serta media sosialisasi penerimaan anggota Polri yang sedang berlangsung. Pendekatan informal dengan jamu dan kopi gratis diharapkan membuat warga lebih nyaman menyampaikan informasi yang relevan dengan situasi keamanan wilayah.

    Patroli Jamling dan Kopling dilakukan setiap hari dengan lokasi yang berpindah-pindah berdasarkan kebutuhan masyarakat. Prioritas diberikan pada area yang memiliki potensi kerawanan untuk memastikan kehadiran polisi benar-benar dirasakan.

    “Kita melihat potensi ada banyak kerawanan, di sana kita akan hadir,” katanya. Pihaknya juga menegaskan bahwa seluruh jamu dan kopi yang dibagikan bersifat gratis dan disediakan khusus untuk masyarakat.

    Antusiasme terlihat dari masyarakat yang langsung memadati layanan Jamling dan Kopling. Sebagian meminta jamu, sebagian lainnya memilih kopi, bahkan beberapa warga meminta tambahan karena merasa cocok. Eva Juliati, warga Kelurahan Tukangkayu, mengaku terbantu setelah memesan jamu kunci suruh saat melintas.

    “Nggak bayar, gratis, dikasih Bu Polisi. Senang sekali, kalau bisa setiap hari enak,” tuturnya. [alr/beq]