Jenis Media: Regional

  • Pengusaha Thrifting di Pati Tak Terpengaruh Larangan Impor Pakaian Bekas: Barang Masih Aman
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        14 November 2025

    Pengusaha Thrifting di Pati Tak Terpengaruh Larangan Impor Pakaian Bekas: Barang Masih Aman Regional 14 November 2025

    Pengusaha Thrifting di Pati Tak Terpengaruh Larangan Impor Pakaian Bekas: Barang Masih Aman
    Tim Redaksi
    PATI, KOMPAS.com
    – Rencana pemerintah melarang impor pakaian bekas mendapat sorotan para pelaku usaha thrifting di Kabupaten Pati, Jawa Tengah.
    Namun bagi Latif, pengusaha thrift di Kecamatan Tayu, kebijakan tersebut belum berdampak pada usahanya.
    Hingga kini, Latif mengaku tak kesulitan mendapatkan stok barang.
    “Enggak berpengaruh ya sampai sekarang, barangnya masih ada. Masih aman. Pakaian jenis apa pun masih dapat,” ujarnya, Jumat (14/11/2025).
    Latif mengatakan meski sebelumnya Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyita ratusan peti kemas berisi pakaian bekas, pasokan tetap tersedia.
    “Kelihatannya kemarin udah nyita, ratusan peti kemas, tapi sekarang masih loh. Barang masih aman,” katanya.
    Menurut dia, isu
    larangan impor pakaian bekas
    bukan hal baru.
    “Hampir tiap tahun ada isu larangan pakaian bekas. Setelah itu ada kenaikan harga bal. Kemudian kebijakan tidak ada lagi,” ujarnya.
    Latif juga menerima banyak keluhan dari pelanggan yang khawatir pakaian thrift akan diblokir. Pelanggan keberatan karena thrift menawarkan kualitas bagus dengan harga murah.
    “Mereka bilang, ‘Mas, katanya ini mau diblokir ya?’… Mereka bisa dapat pakaian bagus tapi murah,” tuturnya.
    Saat ditanya mengenai harapan terhadap pemerintah, Latif mengaku tidak ingin terlalu berharap.
    “Kalau memang sudah eggak bisa kerja yang ini, ya pasti cari kerja lain. Itu naluri setiap orang yang hidup,” katanya.
    Ia juga menilai ajakan pemerintah agar pelaku thrift beralih ke sektor UMKM tidak terlalu relevan.
    “Eggak perlu dikasih tahu sama pemerintah. Kalau lapar, ya pasti nyari makan sendiri. Jadi omongan pemerintah itu omongan kosong saja,” pungkasnya.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Viral Warga Ciparay Bandung Tolak Pembangunan Koperasi di Lapangan Bola
                
                    
                        
                            Bandung
                        
                        14 November 2025

    Viral Warga Ciparay Bandung Tolak Pembangunan Koperasi di Lapangan Bola Bandung 14 November 2025

    Viral Warga Ciparay Bandung Tolak Pembangunan Koperasi di Lapangan Bola
    Tim Redaksi
    BANDUNG, KOMPAS.com
    — Sejumlah warga Desa Gunung Leutik, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, menggelar unjuk rasa di depan Kantor Desa pada Jumat (14/11/2025).
    Aksi ini dipicu oleh rencana pembangunan gerai dan gudang
    Koperasi Desa Merah Putih
    (KDMP) yang akan didirikan di atas
    lapangan bola
    yang biasa digunakan oleh warga.
    Dalam video yang beredar di media sosial Instagram, terlihat warga menyampaikan keberatan mereka terhadap proyek tersebut.
    Aksi
    unjuk rasa
    ini juga diwarnai dengan pencabutan plang proyek dan pembakaran kayu di area lapangan bola yang merupakan tanah carik desa.
    Kapolsek Ciparay, Iptu Ilmansyah, membenarkan adanya aksi unjuk rasa tersebut. Menurutnya, aksi ini terjadi setelah pelaksanaan solat Jumat.
    “Aksi ini berawal dari pihak Desa yang menerima arahan untuk segera memulai pembangunan fasilitas KDMP. Arahan itu didapatkan pihak desa pada Rabu (12/11/2025),” ujarnya.
    Ilmansyah menambahkan, arahan tersebut kemudian dibahas dalam musyawarah desa yang dihadiri ketua perangkat desa dan perwakilan warga, termasuk sejumlah ketua RW.
    Namun, diduga hasil musyawarah tersebut belum tersosialisasi secara menyeluruh kepada warga, sementara plang pemberitahuan proyek sudah dipasang.
    “Cuma mungkin terlalu cepat lah. Terlalu cepat itu masyarakat kaget, sementara kan baru beberapa orang yang tahu. Perwakilan RT, RW, sepertinya belum tersosialisasikan semua,” jelasnya.
    Warga mengira seluruh lapangan bola akan digunakan untuk pembangunan gerai KDMP, padahal rencana pembangunan tersebut tidak meniadakan fungsi ruang olahraga.
    “Lapangan bola hanya akan dialihkan menjadi mini soccer, sehingga mungkin jadi lebih kecil,” imbuh Ilmansyah.
    Setelah menerima laporan tentang aksi unjuk rasa, pihaknya bersama Koramil dan perangkat desa langsung berupaya meredam situasi.
    Warga kemudian diajak berdialog di aula kantor desa untuk mendapatkan penjelasan lebih lanjut mengenai rencana pembangunan.
    “Enggak lama, cuma nyabut (plang), bakar-bakar, sudah saja. Langsung sama Pak Kades dan kami ajak ke aula, langsung ngobrol. Enggak jadi masalah. Hanya spontanitas,” ungkapnya.
    Sambil menunggu sosialisasi, proses pembangunan ditunda, dan kemungkinan peninjauan ulang lokasi juga akan dilakukan.
    Beberapa opsi muncul untuk mencari solusi, termasuk memindahkan titik pembangunan ke lapangan voli.
    Ilmansyah menjelaskan, pembangunan gerai dan gudang KDMP ditargetkan rampung dalam 90 hari, dengan pengawasan dari TNI melalui Danramil sebagai leading sector.
    Ia menekankan bahwa tidak semua desa mendapatkan proyek serupa. Hanya desa yang memiliki tanah carik representatif yang diizinkan memulai pembangunan pada tahap pertama.
    “Pada prinsipnya, para kepala desa, pemerintah kabupaten maupun pusat, ini upaya untuk menghidupkan desa. Lebih menggeliat dengan adanya Koperasi Merah Putih. Nah, terkait penggunaan lahan yang diamanatkan berdasarkan undang-undang itu yaitu tanah carik desa. Jadi tanah carik desa yang hanya bisa dipergunakan,” ujarnya.
    Situasi di Desa Gunung Leutik kini telah kondusif setelah warga dan perangkat desa melakukan mediasi.
    Sosialisasi akan lebih digencarkan kepada masyarakat agar mereka memahami rencana pembangunan ini.
    “Iya mungkin sosialisasi lagi pendekatan, supaya masyarakat paham,” kata Ilmansyah.
    Ia juga mengimbau agar masyarakat dapat mengkomunikasikan jika terdapat ketidaksesuaian atau informasi yang simpang siur.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Dari Jalan Kunti, Ini Awal Mula Terungkapnya 15 Pelajar SMP Surabaya Positif Narkoba

    Dari Jalan Kunti, Ini Awal Mula Terungkapnya 15 Pelajar SMP Surabaya Positif Narkoba

    Liputan6.com, Jakarta Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur menemukan 15 siswa SMP positif narkoba setelah tes urine acak dilakukan di sebuah sekolah yang berlokasi dekat kawasan Jalan Kunti, Semampir, Surabaya.

    Kepala BNNP Jatim Brigjen Pol Budi Mulyanto menjelaskan bahwa pemeriksaan tersebut dilakukan setelah timnya lebih dulu melakukan operasi di sejumlah bedeng di kawasan itu, yang diduga menjadi tempat transaksi maupun penggunaan sabu.

    “Kami berada pada satu lokasi SMP dan SMA, berdekatan. Petugas kami melaksanakan kegiatan kurang lebih mengambil sampling 50 siswa,” kata Budi, Jumat (14/11).

    Dari pemeriksaan itu, sebanyak 15 pelajar SMP terdeteksi positif. Budi menyebut temuan tersebut mencerminkan bahaya paparan narkoba yang sudah menjangkau anak usia sekolah.

    “15 orang itu adalah pengguna aktif terkait dengan narkotika, adik-adik kita yang usia SMP itu,” ujarnya.

    Ia menilai penanganan permasalahan narkoba di Jalan Kunti harus melibatkan banyak pihak. Menurutnya, kolaborasi antara aparat, pemerintah daerah, sekolah, hingga masyarakat mutlak dibutuhkan untuk menekan peredaran barang terlarang di kawasan padat penduduk tersebut.

    Budi menekankan bahwa penanganan harus dimulai dari anak-anak yang terpapar, didukung oleh peran orang tua, sekolah dan lingkungan sosial.

    “Satu kita kerjakan anaknya dulu, kedua keikutsertaan orang tua, kemudian lingkungan sekolah, baru lingkungan masyarakat. Empat ini yang harus kita kerjakan bersama,” tambahnya.

    Dia juga mengingatkan bahwa potensi kerusakan akibat sabu sangat besar. Satu gram sabu, lanjut Budi, dapat merusak enam hingga 10 orang.

    “Kalau misalkan Jalan Kunti menjadi pusat peredaran, yang kita ketemukan misalkan kurang lebih 400 gram sampai 600 gram, berarti daya rusaknya kurang lebih 600 orang,” tutupnya.

  • Kabar Terbaru Jumlah Korban Longsor Cilacap

    Kabar Terbaru Jumlah Korban Longsor Cilacap

    Cilacap, Beritasatu.com – Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap korban bencana longsor di Dusun Tarukahan (worksite B) dan Dusun Cibuyut (worksite A), Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, memasuki hari kedua.

    Tim SAR Gabungan melakukan penyisiran di dua lokasi terdampak hingga akhirnya menghentikan sementara operasi pada Jumat (14/11/2025) pukul 17.00 WIB untuk evaluasi dan perencanaan lanjutan.

    Berdasarkan data sementara Jumat (14/11/2025) hingga pukul 17.00 WIB, berikut rekapitulasi korban di dua titik pencarian:

    A. Dusun Tarukahan 
        •    Selamat: 15 orang
        •    Meninggal dunia: 3 orang
        •    Dalam pencarian: 6 orang
        •    Total: 24 orang

    B. Dusun Cibuyut 
        •    Selamat: 8 orang
        •    Meninggal dunia: 0
        •    Dalam pencarian: 14 orang
        •    Total: 22 orang

    Total keseluruhan korban: 46 orang
        •    Selamat: 23 orang
        •    Meninggal dunia: 3 orang
        •    Dalam pencarian: 20 orang

    Sebanyak 20 orang masih belum ditemukan dan terus menjadi fokus utama pencarian.

    Pada pukul 10.53 WIB, Tim SAR Gabungan menemukan satu korban bernama Yuni dalam kondisi meninggal dunia yang berada di area worksite B. Jenazah kemudian dievakuasi ke RSUD Majenang untuk penanganan lebih lanjut. Temuan ini menambah daftar korban sesuai rekapitulasi sementara.

    Seluruh personel mengikuti briefing untuk mengevaluasi jalannya operasi hari ini. Penutupan sementara dilakukan guna memastikan kesiapan tim dan peralatan sebelum operasi kembali dilanjutkan.

    Operasi SAR dijadwalkan kembali berjalan Sabtu (15/11/2025) besok mulai pukul 07.00 WIB dengan strategi pencarian yang telah disesuaikan berdasarkan kondisi lapangan dan hasil evaluasi.

  • Kecelakaan Beruntun di Jalan Raya Cerme Gresik, Dua Pengendara Tewas

    Kecelakaan Beruntun di Jalan Raya Cerme Gresik, Dua Pengendara Tewas

    Gresik (beritajatim.com) – Jalan Raya Cerme, Kabupaten Gresik kembali memakan korban jiwa. Dua pengendara motor tewas dalam kecelakaan yang melibatkan dua sepeda motor dan sebuah mobil, Jumat (14/11/2025).

    Jalan nasional tersebut memang dikenal kerap menjadi lokasi kecelakaan fatal. Kontur jalan yang lurus namun memiliki tikungan membuat pengendara dituntut lebih berhati-hati dan waspada.

    Kanit Gakkum Satlantas Polres Gresik, Ipda Andri Aswoko, menjelaskan kecelakaan bermula ketika motor Honda Vario W 6069 AY yang dikendarai Saifudin Adi Ferdianto (24), warga Desa Morowudi, Cerme, menyeberang dari timur ke arah utara.

    “Saat menyeberang, pada saat bersamaan melaju motor Yamaha Aerox L 2091 OK yang dikendarai M. Khoruddin Amrullah (27) asal Medokan Ayu, Surabaya. Karena jarak sudah terlalu dekat, tabrakan tidak bisa dihindari,” jelasnya.

    Benturan keras membuat kedua pengendara motor terpental ke badan jalan. Naas, sebuah mobil Toyota Avanza S 1369 LY yang dikemudikan Dendy Andika Pramana, warga Deket, Lamongan, juga menabrak keduanya.

    “Dua pengendara mengalami luka berat. Satu meninggal dunia di lokasi. Satu lainnya sempat dirawat medis sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia,” ungkap Aswoko.

    Polisi kembali mengingatkan pentingnya kewaspadaan para pengendara, terutama saat melintas di Jalan Raya Cerme yang dikenal rawan kecelakaan.

    “Kami selalu mengimbau khususnya pengendara motor. Utamakan keselamatan, jangan ngebut, dan tetap konsentrasi saat berkendara,” tegasnya. (dny/but)

     

     

  • Kisah Polisi di Sukabumi Wakafkan Tanah untuk Bikin Kebun Edukasi

    Kisah Polisi di Sukabumi Wakafkan Tanah untuk Bikin Kebun Edukasi

    Program ini disambut antusias oleh para siswa dan guru. Tia Ariani, seorang siswi SMK Bhayangkara Cisolok, mengaku kegiatan ini sangat menyenangkan.

    “Menurut saya sangat mengasyikkan, selain bisa menambahkan wawasan baru. Selain mumet karena pelajaran, dengan diadakannya program kayak gini kita bisa belajar di luar biar lebih fresh dan kita bisa mengenal lebih jauh cara bertani tentang jagung,” tutur Tia.

    Tia menyebut, sebagai seorang pelajar yang juga lahir dari keluarga petani, adanya kegiatan tersebut semakin menambah pengetahuan tentang berkebun.

    “Kebetulan orang tua juga dari petani, terus di rumah juga tahu sedikit-sedikit cara berkebun, apalagi di sini dengan diadakannya program ini jadi lebih mengasah lagi. Hasilnya bisa dapat untung banyak walaupun modalnya sedikit, apalagi buat kita pelajar yang mau cari kerja sampingan bisa sambil berkebun,” tambahnya.

    Senada dengan Tia, guru tani di kebun edukasi, Dindin Wahyudin, melihat antusiasme siswa sangat luar biasa saat diajak praktik di lapangan.

    “Kami dari pihak guru berusaha menyampaikan manfaat dari pertanian karena leluhur kita khususnya di Kecamatan Cisolok itu petani, jadi bagaimana mempertahankan dunia pertanian dari generasi mudanya,” beber Dindin.

    Menurut Dindin, kegiatan edukasi berkebun ini disambut antusias para pelajar. Mempelajari hal baru, khususnya tentang pertanian.

    “Antusias, setelah kita melakukan observasi ke lapangan sangat luar biasa, mungkin jiwa dari bertaninya dari anak-anak yang ada dalam sanubari itu sudah ada,” imbuhnya.

    Sebagai informasi, data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2023 menunjukkan, selama kurun waktu 10 tahun terakhir (2013-2023), jumlah petani di Indonesia menurun drastis sebesar 7,42 persen, dari 31,72 juta unit usaha menjadi 29,36 juta unit usaha.

  • Jejak Pengabdian Prajurit Menjaga Merah Putih di Ujung Timur

    Jejak Pengabdian Prajurit Menjaga Merah Putih di Ujung Timur

    Liputan6.com, Jakarta Senja di Markas Yonif Raider 136/Tuah Sakti, Batam, tepatnya di halaman batalyon berubah menjadi saksi lautan doa dan haru untuk ratusan prajurit berseragam loreng yang duduk bersila, berbaur dengan anak-anak yatim.

    Dalam keheningan yang khidmat, Komandan Batalyon Letkol Inf Yudi Satria Prabowo memimpin doa bersama sebelum 450 prajuritnya diberangkatkan Pada 17 November ke medan tugas pengamanan Pucak Jaya Papua.

    Tradisi ini bukan sekadar seremoni. Bagi mereka, doa adalah bekal pertama dalam perjalanan panjang menjaga negeri.

    “Kita sebagai insan hamba Tuhan harus selalu mengingat Allah SWT di setiap langkah. Semoga tugas ini dimudahkan, diberi kelancaran dan kesuksesan,” ujar Yudi, suaranya tenang namun berwibawa, dalam cengkraman di Mako Yonif Raider TS 136, Trans Barelang, Batam, Rabu (12/11/2025).

    Dia akan turun langsung memimpin Sebanyak 450 prajurit Yonif Raider 136/Tuah Sakti akan berangkat ke Kabupaten Puncak Jaya, Papua, menjalankan misi pengamanan wilayah perbatasan (Satgas Pamtas RI–PNG) selama satu tahun penuh.

    Persiapan mereka bukan main-main. Sejak Januari 2025, pasukan ini sudah ditempa latihan bertahap, mulai dari home base di Batam, latihan medan gunung hutan, hingga latihan permukiman. Puncaknya nanti, pada akhir November, mereka akan mengikuti latihan pratugas di Pusdiklatpassus, Cipatat Bandung, sebelum berlayar ke timur Indonesia.

    “Kita berangkat dari Batu Ampar menuju Tanjung Priok, lalu melintas laut ke Papua. Semua sudah siap, baik personel, logistik, maupun dukungan medis,” jelas Yudi.

    Yudi bukan perwira biasa, ia pernah membawa nama Indonesia di misi perdamaian dunia PBB di Sudan Selatan (UNMISS) selama 15 bulan.

    “Waktu itu kami menjaga stabilitas di tengah perang saudara. Prinsipnya sama: netral, imparsial, dan melindungi masyarakat sipil,” kenangnya.

    “Di sana saya belajar, bahwa di manapun prajurit Indonesia bertugas — entah di Afrika atau di Papua — nilai utamanya tetap sama: kemanusiaan,” lanjutnya.

    Tugas Satgas bukan hanya soal menjaga keamanan dari ancaman bersenjata. Lebih dari itu, mereka mengemban misi memenangkan hati dan pikiran rakyat di wilayah tugasnya.

    “Kami berangkat bukan untuk perang,” kata Letkol Yudi pelan.

    “tapi untuk membawa damai, menjaga saudara-saudara kita, dan memastikan merah putih tetap berkibar di ujung timur negeri,” tegasnya.

    Dari kota industri di pesisir barat, mereka akan menempuh ribuan kilometer ke pegunungan timur. Dari Batam menuju Puncak Jaya, dari markas ke medan, dari doa ke pengabdian.

    Di sela-sela mendampingi Komandan Letnan Satu (Letu) Inf Ola Ditya Prabowo, perwira muda lulusan Akmil 2021, menceritakan pengalamannya pernah bertugas di Papua Barat pada 2022. Saat itu, ia menjabat Wadan Pos Meirga di Distrik Moskona Barat, Teluk Bintuni.

    “Sukanya banyak, terutama saat bisa berinteraksi dengan anak-anak Papua. Kami sering datang ke sekolah-sekolah — SD, SMP, SMA — untuk mengajar dan memberi semangat belajar,” cerita Letu Ola.

    “Dukanya, masih ada anak-anak yang lebih memilih membantu orang tua berkebun daripada sekolah. Jadi kami mendatangi rumah-rumah mereka, bicara baik-baik dengan orang tua, menjelaskan pentingnya pendidikan,” tutur Ola.

    Bagi mereka, pendidikan adalah bentuk nyata dari pertahanan. “Kalau anak-anak bisa membaca, menulis, dan punya mimpi, maka itulah kemenangan sejati,” ujar Ola dengan senyum kecil.

    Namun, di balik cerita manis, tugas di Papua tak selalu tenang. Dalam penugasannya di Moskona Barat, Letu Ola sempat menyaksikan peristiwa kelam — serangan oleh kelompok bersenjata (OPM) terhadap pekerja proyek jalan.

    “da empat korban. Dua dibakar, dua lainnya tewas dipotong,” menangnya pelan.

    “Kami dari Pos Meirga langsung evakuasi jenazah, mengamankan area, dan menyerahkan ke keluarga. Semua dilakukan dengan penuh kehati-hatian dan rasa hormat.”

    Meski keras dan berisiko, tugas itu justru memperkuat tekad mereka. “Papua bukan tempat yang harus ditakuti, tapi disayangi. Di sana banyak saudara kita yang tulus dan bersahabat,” ucapnya.

    Bagi keluarga yang ditinggalkan, perasaan haru tak bisa disembunyikan. Ada sedih, ada bangga. Tapi setiap istri dan anak prajurit sudah tahu sejak awal, cinta kepada Tanah Air adalah bagian dari pengabdian.

    “Mereka sudah siap. Saat menikah dengan prajurit, sudah tahu konsekuensinya: tugas adalah panggilan jiwa,” ujar Ola Ditya.

    Malam itu, sebelum apel doa bersama ditutup, anak-anak yatim dari panti asuhan melantunkan doa dengan suara lirih.

    Para prajurit menunduk bersimpuh doa Di hadapan mereka terbentang dua medan: Batam yang modern dan damai, serta Papua yang penuh tantangan namun menyimpan harapan.

  • Sopir Angkot Kuntit Tiap Hari Gadis Pegawai SPBU Sambil Bawa Jimat, Alasannya Mirip Istri yang Baru Meninggal

    Sopir Angkot Kuntit Tiap Hari Gadis Pegawai SPBU Sambil Bawa Jimat, Alasannya Mirip Istri yang Baru Meninggal

    Liputan6.com, Depok – Sempat viral di media sosial, seorang pria berinisial A menguntit gadis di wilayah Cinangka, Sawangan, Depok. Aksi tersebut terjadi pada Senin (10/11/2025) hingga warga menangkap A dan mendapati membawa barang berupa sejumlah jimat.

    Kapolsek Bojongsari, Kompol Fauzan Thohari membenarkan adanya aksi pria berinisial A menguntit korban yang merupakan perempuan. Awalnya korban tidak mencurigai aksi yang dilakukan pelaku terhadap dirinya.

    “Namun korban resah karena merasa diikuti setiap pulang ke rumahnya sebanyak lima kali,” ujar Fauzan, Jumat (14/11/2025).

    Fauzan menjelaskan, awalnya korban tidak menaruh curiga terhadap pelaku. Hal itu dikarenakan korban sempat melihat pelaku mengisi bensin untuk angkot yang dikemudikannya di SPBU tempat korban bekerja.

    “Namun setiap pulang kerja, pelaku selalu mengikuti korban hingga ke rumahnya,” jelas Fauzan.

    Tidak hanya itu, pelaku sempat nekat mengetuk pintu rumah sehingga korban merasa takut. Warga yang mengetahui aksi pelaku merasa geram sehingga saat korban pulang dan kembali diikuti, warga langsung menangkap pelaku.

    “Iya sempat ditangkap warga, sempat ditanya maksud dan tujuan mengikuti korban,” ucap Fauzan.

    Berdasarkan pengakuan pelaku, diketahui pelaku ingin berkenalan dengan korban. Namun aksi pelaku membuat korban merasa ketakutan karena setiap pulang ke rumah selalu diikuti pelaku.

    “Tujuannya katanya terobsesi karena korban mirip istrinya yang baru meninggal dunia,” terang Fauzan.

  • Lamsel Fest 2025 Pecah, Bupati Egi Bidik Perputaran Uang Rp 10 Miliar di HUT ke-69

    Lamsel Fest 2025 Pecah, Bupati Egi Bidik Perputaran Uang Rp 10 Miliar di HUT ke-69

    Liputan6.com, Jakarta Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-69 Kabupaten Lampung Selatan berlangsung meriah lewat gelaran Lamsel Fest 2025. Acara akbar yang dipusatkan di Lapangan Korpri, Kalianda, itu digelar selama tiga hari hingga 16 November 2025 dan menghadirkan berbagai hiburan serta agenda budaya.

    Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama mengatakan Lamsel Fest tahun ini dikemas lebih besar untuk memberikan pengalaman terbaik bagi masyarakat sekaligus mendorong perputaran ekonomi daerah.

    “Banyak yang kami tampilkan. Setiap malam ada musisi nasional, mulai dari Silet Open Up ft. Diva Aurel, Kerispatih, Drive, hingga Aldi Taher ft. Om Abidin, dan masih banyak lainnya,” kata Egi, Jumat (14/11).

    Selain konser musik, beragam acara lain juga disiapkan, seperti Parade Budaya 17 Kecamatan, Fun Run, serta Expo dan Bazaar UMKM yang menampilkan produk-produk lokal terbaik.

    Egi menargetkan perputaran uang Rp 10 miliar selama Lamsel Fest 2025. Target itu dihitung dari tingginya aktivitas pengunjung, transaksi UMKM, tingkat hunian hotel, hingga kunjungan wisata.

    “Kami perkirakan ada sekitar 15 ribu pengunjung selama tiga hari. Dampaknya bukan hanya untuk UMKM, tetapi juga hotel, restoran dan sektor wisata,” jelas dia.

    Menurut Egi, Lamsel Fest menjadi momentum penting untuk mempromosikan potensi pariwisata Lampung Selatan.

    Dia bilang, sektor ini menjadi andalan daerah, mulai dari wisata pantai, Goa Kelelawar di Minang Rua, aktivitas paralayang di Batu Alif, hingga situs bersejarah peninggalan tentara Jepang di Rajabasa.

    “Budaya juga bagian dari kekuatan pariwisata kita. Saat ini kami sedang menyusun konsep pariwisata berbasis budaya agar lebih tajam dan terarah,” ungkapnya.

    Mengusung tagline “The Crown of Krakatoa”, Egi berharap identitas Lampung Selatan sebagai daerah dengan ikon Siger dan kedekatan geografis dengan Gunung Krakatau semakin dikenal luas.

    “Di usia ke-69 ini, kami ingin Lampung Selatan semakin maju, masyarakatnya makin bahagia, dan bisa berkontribusi pada terwujudnya Indonesia Emas,” tutup Egi.

  • Keraton Surakarta Dihias, Begini Persiapan Penobatan Putra Mahkota Jadi Raja PB XIV

    Keraton Surakarta Dihias, Begini Persiapan Penobatan Putra Mahkota Jadi Raja PB XIV

    Liputan6.com, Jakarta Kesibukan mulai terlihat di kawasan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat menjelang acara Jumeneng Dalem Nata Binayangkare Sampeyandalem Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan (SISKS) Pakubuwono XIV, Sabtu (15/11/2025) besok.

    Rencananya putra mahkota Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Anom (KGPAA) Hamangkunegoro akan dinobatkan sebagai raja di Siti Hinggil, keraton Kasunanan Surakarta.

    Hamangkunegoro bergelar lengkap GRM Suryo Aryo Mustiko atau GPH Purubaya atau KGPH Purubaya atau KGPAA Hamangkunegoro Sudibya Rajaputra Narendra Mataram.

    Sejumlah abdi dalem tampak memasang hiasan daun kelapa muda atau janur di topengan depan Kori Kamandungan Keraton Kasunanan Surakarta. Semua sisi di topengan atau kanopi depan pintu masuk keraton itu dihiasi hiasan janur kuning sebagai tanda sedang punya gawe.

    Tak hanya itu, di Bangsal Wisomarto yang dekat pintu masuk kendaraan dari arah utara juga dihiasi dengan janur. Hampir semua bangunan di depan keraton tersebut dipasang hiasan janur. Sedangkan di depan Talang Paten terdapat karangan bunga ucapan selama yang ditata berjajar dari timur ke barat di sepanjang jalan tersebut.

    Putri sulung mendiang SISKS Pakubuwono XIII yang juga Ketua Panitia Pelaksana Jumeneng Dalem Binayangkare SISKS Pakubuwono XIV, GKR Timor Rumbay Kusuma Dewayani mengatakan bahwa adik bungsunya, KGPAA Hamangkunegoro akan dinobatkan sebagai raja penerus Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat sesuai dengan amanat mendiang ayahnya, Pakubuwono XIII.

    “Panjenengan (anda) tahu bahwa beliau putra mahkota yang sudah ditetapkan sesuai amanat Pakubuwono XIII. Jadi besok itu kita tetap akan berjalan upacaranya sesuai dengan rundown acara,” kata dia kepada wartawan di Sasana Talang Pateng, Keraton Kasunanan Surakarta, Jumat (14/11/2025).

    Menurut dia, tata upacara Jumeneng Dalem Nata Binayangkare SISKS Pakubuwono XIV akan diawali dengan prosesi upacara di Dalem Ageng di dalam keraton yang dilakukan secara tertutup. Setelah itu KGPAA Hamangkunegoro akan keluar dari Prabasuyasa dan berjalan menuju Siti Hinggil pada pulul 10.49 WIB.

    “Untuk awal akan dimulai jam 10.00 WIB upacara di dalem keraton, khususnya di Dalem Ageng. Kemudian akan dilanjutkan miyos dalem dari Prabasuyasa binayangkare upacara keprabon dalem tumuju dateng Siti Hinggil. Jadi Pakubuwono XIV akan berjalan ke arah Siti Hinggil,” ujar dia.

    GKR Timoer menjelaskan bahwa prosesi puncak dari penobatan SISKS Pakubuwono dipusatkan di Siti Hinggil yang terletak di sebelah utara bangunan Kori Kamandungan atau di sebelah selatan Pagelaran Sasana Sumewa. Menurut dia, Siti Hinggil itu nantinya KGPAA Hamangkunegoro akan naik tahta menjadi SISKS Pakubuwono XIV.

    “Sampai Siti Hinggil nanti beliaunya akan jumeneng di bangsal Manguntur Tangkil. Terus akan dilanjutkan dengan sumpah atau sabda dalem. Gongso (gamelan) yang berbunyi itu menandakan panghormatan itu nanti gongsonya namanya Monggang. Setelah itu nanti beliau akan duduk sebentar,” ucapnya.

    Setelah prosesi penobatan selesai di Siti Hinggil, lanjut dia, SISKS Pakubuwono XIV akan melakukan kirab. Sedangkan para tamu yang hadir dalam prosesi di Siti Hinggil akan dipersilakan untuk berjalan menunu Sasana Handrawina sembari menunggu kirab tersebut selesai.

    “Untuk kirab rutenya itu dari Sasana Sumena itu adalah Alun-Alun Lor, kemudian Gladag, Telkom, LojI Wetan, Perempatan Baturono, Perempatan Gemblegan, Kusumasari Nonongan, Gladag, Alun-Alun Lor kembali lagi ke Pagelaran. Rutenya seperti kirab Sura,” katanya.

    GKR Timoer mengatakan setelah kirab rampung, SISKS Pakubuwono XIV akan kembali ke keraton dari Pagelaran Sasana Sumewa, Siti Hinggil, dan kembali ke dalam keraton.

    “Kondur dalem dateng Kedaton miyos Siti Hinggil, Kori Brojonolo, Bangsal Kamandungan, Sirmanti, Dalem Ageng Prabasuyasa,” ujarnya.