Pengusaha Thrifting di Pati Tak Terpengaruh Larangan Impor Pakaian Bekas: Barang Masih Aman
Tim Redaksi
PATI, KOMPAS.com
– Rencana pemerintah melarang impor pakaian bekas mendapat sorotan para pelaku usaha thrifting di Kabupaten Pati, Jawa Tengah.
Namun bagi Latif, pengusaha thrift di Kecamatan Tayu, kebijakan tersebut belum berdampak pada usahanya.
Hingga kini, Latif mengaku tak kesulitan mendapatkan stok barang.
“Enggak berpengaruh ya sampai sekarang, barangnya masih ada. Masih aman. Pakaian jenis apa pun masih dapat,” ujarnya, Jumat (14/11/2025).
Latif mengatakan meski sebelumnya Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyita ratusan peti kemas berisi pakaian bekas, pasokan tetap tersedia.
“Kelihatannya kemarin udah nyita, ratusan peti kemas, tapi sekarang masih loh. Barang masih aman,” katanya.
Menurut dia, isu
larangan impor pakaian bekas
bukan hal baru.
“Hampir tiap tahun ada isu larangan pakaian bekas. Setelah itu ada kenaikan harga bal. Kemudian kebijakan tidak ada lagi,” ujarnya.
Latif juga menerima banyak keluhan dari pelanggan yang khawatir pakaian thrift akan diblokir. Pelanggan keberatan karena thrift menawarkan kualitas bagus dengan harga murah.
“Mereka bilang, ‘Mas, katanya ini mau diblokir ya?’… Mereka bisa dapat pakaian bagus tapi murah,” tuturnya.
Saat ditanya mengenai harapan terhadap pemerintah, Latif mengaku tidak ingin terlalu berharap.
“Kalau memang sudah eggak bisa kerja yang ini, ya pasti cari kerja lain. Itu naluri setiap orang yang hidup,” katanya.
Ia juga menilai ajakan pemerintah agar pelaku thrift beralih ke sektor UMKM tidak terlalu relevan.
“Eggak perlu dikasih tahu sama pemerintah. Kalau lapar, ya pasti nyari makan sendiri. Jadi omongan pemerintah itu omongan kosong saja,” pungkasnya.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
Jenis Media: Regional
-
/data/photo/2025/11/14/69171d51b81da.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Pengusaha Thrifting di Pati Tak Terpengaruh Larangan Impor Pakaian Bekas: Barang Masih Aman Regional 14 November 2025
-
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2301357/original/066773300_1533289258-153328925860327ilustrasi-sabu-sabu-di-daerah-tambang-1533217529.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Dari Jalan Kunti, Ini Awal Mula Terungkapnya 15 Pelajar SMP Surabaya Positif Narkoba
Liputan6.com, Jakarta Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur menemukan 15 siswa SMP positif narkoba setelah tes urine acak dilakukan di sebuah sekolah yang berlokasi dekat kawasan Jalan Kunti, Semampir, Surabaya.
Kepala BNNP Jatim Brigjen Pol Budi Mulyanto menjelaskan bahwa pemeriksaan tersebut dilakukan setelah timnya lebih dulu melakukan operasi di sejumlah bedeng di kawasan itu, yang diduga menjadi tempat transaksi maupun penggunaan sabu.
“Kami berada pada satu lokasi SMP dan SMA, berdekatan. Petugas kami melaksanakan kegiatan kurang lebih mengambil sampling 50 siswa,” kata Budi, Jumat (14/11).
Dari pemeriksaan itu, sebanyak 15 pelajar SMP terdeteksi positif. Budi menyebut temuan tersebut mencerminkan bahaya paparan narkoba yang sudah menjangkau anak usia sekolah.
“15 orang itu adalah pengguna aktif terkait dengan narkotika, adik-adik kita yang usia SMP itu,” ujarnya.
Ia menilai penanganan permasalahan narkoba di Jalan Kunti harus melibatkan banyak pihak. Menurutnya, kolaborasi antara aparat, pemerintah daerah, sekolah, hingga masyarakat mutlak dibutuhkan untuk menekan peredaran barang terlarang di kawasan padat penduduk tersebut.
Budi menekankan bahwa penanganan harus dimulai dari anak-anak yang terpapar, didukung oleh peran orang tua, sekolah dan lingkungan sosial.
“Satu kita kerjakan anaknya dulu, kedua keikutsertaan orang tua, kemudian lingkungan sekolah, baru lingkungan masyarakat. Empat ini yang harus kita kerjakan bersama,” tambahnya.
Dia juga mengingatkan bahwa potensi kerusakan akibat sabu sangat besar. Satu gram sabu, lanjut Budi, dapat merusak enam hingga 10 orang.
“Kalau misalkan Jalan Kunti menjadi pusat peredaran, yang kita ketemukan misalkan kurang lebih 400 gram sampai 600 gram, berarti daya rusaknya kurang lebih 600 orang,” tutupnya.
-

Kabar Terbaru Jumlah Korban Longsor Cilacap
Cilacap, Beritasatu.com – Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap korban bencana longsor di Dusun Tarukahan (worksite B) dan Dusun Cibuyut (worksite A), Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, memasuki hari kedua.
Tim SAR Gabungan melakukan penyisiran di dua lokasi terdampak hingga akhirnya menghentikan sementara operasi pada Jumat (14/11/2025) pukul 17.00 WIB untuk evaluasi dan perencanaan lanjutan.
Berdasarkan data sementara Jumat (14/11/2025) hingga pukul 17.00 WIB, berikut rekapitulasi korban di dua titik pencarian:
A. Dusun Tarukahan
• Selamat: 15 orang
• Meninggal dunia: 3 orang
• Dalam pencarian: 6 orang
• Total: 24 orangB. Dusun Cibuyut
• Selamat: 8 orang
• Meninggal dunia: 0
• Dalam pencarian: 14 orang
• Total: 22 orangTotal keseluruhan korban: 46 orang
• Selamat: 23 orang
• Meninggal dunia: 3 orang
• Dalam pencarian: 20 orangSebanyak 20 orang masih belum ditemukan dan terus menjadi fokus utama pencarian.
Pada pukul 10.53 WIB, Tim SAR Gabungan menemukan satu korban bernama Yuni dalam kondisi meninggal dunia yang berada di area worksite B. Jenazah kemudian dievakuasi ke RSUD Majenang untuk penanganan lebih lanjut. Temuan ini menambah daftar korban sesuai rekapitulasi sementara.
Seluruh personel mengikuti briefing untuk mengevaluasi jalannya operasi hari ini. Penutupan sementara dilakukan guna memastikan kesiapan tim dan peralatan sebelum operasi kembali dilanjutkan.
Operasi SAR dijadwalkan kembali berjalan Sabtu (15/11/2025) besok mulai pukul 07.00 WIB dengan strategi pencarian yang telah disesuaikan berdasarkan kondisi lapangan dan hasil evaluasi.
-

Kecelakaan Beruntun di Jalan Raya Cerme Gresik, Dua Pengendara Tewas
Gresik (beritajatim.com) – Jalan Raya Cerme, Kabupaten Gresik kembali memakan korban jiwa. Dua pengendara motor tewas dalam kecelakaan yang melibatkan dua sepeda motor dan sebuah mobil, Jumat (14/11/2025).
Jalan nasional tersebut memang dikenal kerap menjadi lokasi kecelakaan fatal. Kontur jalan yang lurus namun memiliki tikungan membuat pengendara dituntut lebih berhati-hati dan waspada.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Gresik, Ipda Andri Aswoko, menjelaskan kecelakaan bermula ketika motor Honda Vario W 6069 AY yang dikendarai Saifudin Adi Ferdianto (24), warga Desa Morowudi, Cerme, menyeberang dari timur ke arah utara.
“Saat menyeberang, pada saat bersamaan melaju motor Yamaha Aerox L 2091 OK yang dikendarai M. Khoruddin Amrullah (27) asal Medokan Ayu, Surabaya. Karena jarak sudah terlalu dekat, tabrakan tidak bisa dihindari,” jelasnya.
Benturan keras membuat kedua pengendara motor terpental ke badan jalan. Naas, sebuah mobil Toyota Avanza S 1369 LY yang dikemudikan Dendy Andika Pramana, warga Deket, Lamongan, juga menabrak keduanya.
“Dua pengendara mengalami luka berat. Satu meninggal dunia di lokasi. Satu lainnya sempat dirawat medis sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia,” ungkap Aswoko.
Polisi kembali mengingatkan pentingnya kewaspadaan para pengendara, terutama saat melintas di Jalan Raya Cerme yang dikenal rawan kecelakaan.
“Kami selalu mengimbau khususnya pengendara motor. Utamakan keselamatan, jangan ngebut, dan tetap konsentrasi saat berkendara,” tegasnya. (dny/but)
-
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5413305/original/014052300_1763120832-20251114_160052.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Sopir Angkot Kuntit Tiap Hari Gadis Pegawai SPBU Sambil Bawa Jimat, Alasannya Mirip Istri yang Baru Meninggal
Liputan6.com, Depok – Sempat viral di media sosial, seorang pria berinisial A menguntit gadis di wilayah Cinangka, Sawangan, Depok. Aksi tersebut terjadi pada Senin (10/11/2025) hingga warga menangkap A dan mendapati membawa barang berupa sejumlah jimat.
Kapolsek Bojongsari, Kompol Fauzan Thohari membenarkan adanya aksi pria berinisial A menguntit korban yang merupakan perempuan. Awalnya korban tidak mencurigai aksi yang dilakukan pelaku terhadap dirinya.
“Namun korban resah karena merasa diikuti setiap pulang ke rumahnya sebanyak lima kali,” ujar Fauzan, Jumat (14/11/2025).
Fauzan menjelaskan, awalnya korban tidak menaruh curiga terhadap pelaku. Hal itu dikarenakan korban sempat melihat pelaku mengisi bensin untuk angkot yang dikemudikannya di SPBU tempat korban bekerja.
“Namun setiap pulang kerja, pelaku selalu mengikuti korban hingga ke rumahnya,” jelas Fauzan.
Tidak hanya itu, pelaku sempat nekat mengetuk pintu rumah sehingga korban merasa takut. Warga yang mengetahui aksi pelaku merasa geram sehingga saat korban pulang dan kembali diikuti, warga langsung menangkap pelaku.
“Iya sempat ditangkap warga, sempat ditanya maksud dan tujuan mengikuti korban,” ucap Fauzan.
Berdasarkan pengakuan pelaku, diketahui pelaku ingin berkenalan dengan korban. Namun aksi pelaku membuat korban merasa ketakutan karena setiap pulang ke rumah selalu diikuti pelaku.
“Tujuannya katanya terobsesi karena korban mirip istrinya yang baru meninggal dunia,” terang Fauzan.
-
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5413297/original/091918700_1763120571-1000757937.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Lamsel Fest 2025 Pecah, Bupati Egi Bidik Perputaran Uang Rp 10 Miliar di HUT ke-69
Liputan6.com, Jakarta Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-69 Kabupaten Lampung Selatan berlangsung meriah lewat gelaran Lamsel Fest 2025. Acara akbar yang dipusatkan di Lapangan Korpri, Kalianda, itu digelar selama tiga hari hingga 16 November 2025 dan menghadirkan berbagai hiburan serta agenda budaya.
Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama mengatakan Lamsel Fest tahun ini dikemas lebih besar untuk memberikan pengalaman terbaik bagi masyarakat sekaligus mendorong perputaran ekonomi daerah.
“Banyak yang kami tampilkan. Setiap malam ada musisi nasional, mulai dari Silet Open Up ft. Diva Aurel, Kerispatih, Drive, hingga Aldi Taher ft. Om Abidin, dan masih banyak lainnya,” kata Egi, Jumat (14/11).
Selain konser musik, beragam acara lain juga disiapkan, seperti Parade Budaya 17 Kecamatan, Fun Run, serta Expo dan Bazaar UMKM yang menampilkan produk-produk lokal terbaik.
Egi menargetkan perputaran uang Rp 10 miliar selama Lamsel Fest 2025. Target itu dihitung dari tingginya aktivitas pengunjung, transaksi UMKM, tingkat hunian hotel, hingga kunjungan wisata.
“Kami perkirakan ada sekitar 15 ribu pengunjung selama tiga hari. Dampaknya bukan hanya untuk UMKM, tetapi juga hotel, restoran dan sektor wisata,” jelas dia.
Menurut Egi, Lamsel Fest menjadi momentum penting untuk mempromosikan potensi pariwisata Lampung Selatan.
Dia bilang, sektor ini menjadi andalan daerah, mulai dari wisata pantai, Goa Kelelawar di Minang Rua, aktivitas paralayang di Batu Alif, hingga situs bersejarah peninggalan tentara Jepang di Rajabasa.
“Budaya juga bagian dari kekuatan pariwisata kita. Saat ini kami sedang menyusun konsep pariwisata berbasis budaya agar lebih tajam dan terarah,” ungkapnya.
Mengusung tagline “The Crown of Krakatoa”, Egi berharap identitas Lampung Selatan sebagai daerah dengan ikon Siger dan kedekatan geografis dengan Gunung Krakatau semakin dikenal luas.
“Di usia ke-69 ini, kami ingin Lampung Selatan semakin maju, masyarakatnya makin bahagia, dan bisa berkontribusi pada terwujudnya Indonesia Emas,” tutup Egi.
/data/photo/2025/11/14/6917297f7171d.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5413329/original/016059900_1763122170-161200.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5413306/original/073498300_1763120914-Prajurit_TNI.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5413292/original/091816800_1763120240-Keluarga_Keraton_Surakarta_menjelaskan_terkait_penobatan_putra_mahkota_jadi_raja_PB_XIV.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)