Jenis Media: Regional

  • Mobil Jemputan Tak Cukup, MIM Di Pacitan Pakai  Ojek Motor Bonceng Lima Anak Sekaligus

    Mobil Jemputan Tak Cukup, MIM Di Pacitan Pakai Ojek Motor Bonceng Lima Anak Sekaligus

    Pacitan (beritajatim.com) – Aksi ojek motor yang mengangkut lima anak sekolah dasar di Kecamatan Kebonagung akhirnya mendapat perhatian aparat kepolisian. Anggota Satlantas Polres Pacitan bersama Polsek Kebonagung langsung mendatangi Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) Gawang setelah mendapat motor antar jemput digunakan untuk membonceng 5 anak sekaligus.

    Ojek motor itu ternyata merupakan jasa angkutan yang disiapkan pihak sekolah untuk mengatasi keterbatasan armada jemputan. Sekolah sebenarnya memiliki satu unit mobil Grandmax, namun kendaraan tersebut tidak mampu menjangkau rumah siswa yang berada di pelosok desa.

    “Pihak sekolah sudah menyediakan kendaraan jemputan, tetapi tidak bisa meng-cover siswa di wilayah terpencil. Akhirnya digunakan jasa ojek yang sudah disepakati walimurid,” kata Iptu. Haming Agus Purnama Kapolsek Kebonagung, saat dikonfirmasi usai melakukan pengecekan ke sekolah Jumat (14/11/2025).

    Menurut Haming, pihak sekolah membayar sekitar Rp500 ribu per bulan untuk jasa ojek tersebut, karena mobil jemputan tidak bisa masuk hingga ke rumah siswa. Namun model angkutan dengan membonceng lima anak sekaligus itu jelas menyalahi aturan keselamatan lalu lintas.

    Pihak sekolah akan melakukan evaluasi melalui rapat bersama wali murid. Sebab, meskipun jasa ojek tersebut sudah mendapat persetujuan, keselamatan anak tetap menjadi prioritas.

    “Motor tetap akan digunakan, namun penumpangnya maksimal dua anak,” jelasnya.

    Kasus ini sekaligus menjadi perhatian bersama agar kebutuhan transportasi pelajar di daerah terpencil dapat dicarikan solusi yang aman tanpa mengabaikan faktor keselamatan. (tri/ian)

  • Pohon Trembesi dan Kelapa Tumbang Timpa Dua Rumah di Arjosari, BPBD Lakukan Penanganan Cepat

    Pohon Trembesi dan Kelapa Tumbang Timpa Dua Rumah di Arjosari, BPBD Lakukan Penanganan Cepat

    Pacitan (beritajatim.com) – Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang melanda wilayah Kecamatan Arjosari pada Jumat dini hari (14/11/2025) menyebabkan tiga pohon tumbang dan menimpa dua rumah warga di Dusun Semo, Desa Arjosari.

    Peristiwa terjadi sekitar pukul 03.00 WIB, menimpa rumah milik Yono dan rumah milik Purwoharjono. Tiga pohon yang tumbang terdiri dari satu pohon trembesi berukuran besar dan dua pohon kelapa.

    “Bagian rumah mengalami kerusakan, Namun beruntung rumah tersebut sudah tidak ditempati, “kata Erwin Andriatmoko Kepala Pelaksana BPBD Pacitan Jumat (14/11/2025).

    BPBD Pacitan yang menerima laporan dari pemerintah desa langsung berkoordinasi dan menerjunkan tim ke lokasi.

    “Begitu laporan kami terima, tim langsung turun ke lokasi berkoordinasi dengan pemerintah desa. Pemotongan pohon dan pembersihan material sudah dilakukan untuk memastikan area aman dan tidak mengganggu aktivitas warga,”tambahnya.

    Ia juga menjelaskan bahwa kondisi cuaca menjadi salah satu faktor utama penyebab pohon tumbang. “BMKG telah mengeluarkan peringatan dini hujan intensitas sedang hingga lebat. Kondisi tanah yang mulai labil membuat pohon rentan roboh, terutama yang berukuran besar,” tambahnya.

    Erwin mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi, mengingat musim hujan mulai meningkat dan risiko pohon tumbang, tanah longsor, serta banjir dapat terjadi kapan saja. (tri/ian)

  • Emosi Ibu Meledak Usai Anaknya Dianiaya Siswa SD: Saya Tak Terima, Hukum Pelaku Seberat-beratnya
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        14 November 2025

    Emosi Ibu Meledak Usai Anaknya Dianiaya Siswa SD: Saya Tak Terima, Hukum Pelaku Seberat-beratnya Regional 14 November 2025

    Emosi Ibu Meledak Usai Anaknya Dianiaya Siswa SD: Saya Tak Terima, Hukum Pelaku Seberat-beratnya
    Tim Redaksi
    PURWOREJO, KOMPAS.com
    – Kasus dugaan penganiayaan terhadap pelajar di bawah umur kembali terjadi di Kecamatan Grabag, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.
    Seorang pelajar SMP berinisial R (13) menjadi korban pemukulan oleh G (14), siswa SD yang berasal dari luar Kecamatan Grabag.
    Kejadian ini memicu reaksi keras dari ibu korban, M (44), yang menuntut agar pelaku dijatuhi
    hukuman berat
    .
    Saat ditemui di rumahnya pada Jumat (14/11/2025), M mengungkapkan kemarahannya atas perlakuan yang diterima anaknya.
    “Saya tidak terima anak saya diperlakukan seperti itu. Saya mau dia dihukum seberat-beratnya,” tegasnya dengan nada tinggi.
    M memastikan bahwa keluarga sudah membuat laporan resmi ke kepolisian dan berharap pelaku mendapatkan hukuman setimpal atas perbuatannya.
    “Sudah melapor ke polisi, surat laporannya juga sudah ada,” tambahnya.
    Kapolsek Grabag, AKP Diyah Ayu Ida Nursanti, membenarkan kejadian tersebut.
    Ia menjelaskan bahwa insiden terjadi pada Rabu (12/11/2025), di luar jam sekolah dan di tempat umum.
    “Kejadiannya di wilayah Grabag, di luar jam sekolah. Baik pelaku maupun korban masih anak di bawah umur,” ujar Kapolsek.
    Karena status usia pelaku, Polsek Grabag tidak dapat melakukan penahanan.
    Pemeriksaan juga dilakukan dengan pendampingan orang tua korban maupun pelaku. “Untuk anak di bawah umur, tidak kita tahan. Pemeriksaan tetap dilakukan dan harus dengan pendampingan orang tua,” jelas AKP Diyah.
    Pihak kepolisian telah memeriksa korban, pelaku, dan satu saksi, dengan rencana pemeriksaan saksi tambahan dalam waktu dekat.
    Pelaku G (14) diketahui merupakan siswa kelas 6 SD di Kecamatan Bayan, sedangkan korban R (13) adalah siswa kelas 1 SMP di Grabag.
    Kapolsek menegaskan bahwa Polsek Grabag secara rutin melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah untuk mencegah terjadinya kekerasan pelajar dan tindakan perundungan.
    “Kami selalu memberikan imbauan kepada sekolah-sekolah. Kasus ini terjadi di luar jam sekolah dan pelaku bukan dari Grabag, tetapi kami tetap menangani secara profesional,” tuturnya.
    Ia juga mengingatkan peran penting orang tua dalam mengawasi penggunaan media sosial oleh anak-anak, mengingat awal permasalahan ini dipicu oleh percakapan di
    WhatsApp
    .
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Pria di Lampung Ini Hirup Udara Kebebasan Super Singkat, Baru Keluar Rutan sudah Ditangkap lagi

    Pria di Lampung Ini Hirup Udara Kebebasan Super Singkat, Baru Keluar Rutan sudah Ditangkap lagi

    Liputan6.com, Jakarta Baru beberapa menit menghirup udara bebas, langkah Haryo Maha Mukti (26) terhenti di gerbang Rutan Kelas IIB Kotabumi. Lelaki yang baru saja menuntaskan hukuman kasus perjudian itu kembali dibekuk polisi, kali ini sebagai tersangka tindak pidana pencucian uang dari hasil judi online.

    Penangkapan itu dilakukan Tim Tekab 308 Presisi bersama Unit Idik III Tipidkor Satreskrim Polres Lampung Utara, Kamis (13/11/2025) pukul 10.20 WIB.

    “Tersangka langsung kami amankan begitu keluar dari rutan,” kata Kapolres Lampung Utara AKBP Deddy Kurniawan, Jumat (14/11/2025).

    Kasus itu berawal dari pengungkapan judi togel oleh Polsek Kotabumi Kota pada 13 November 2024. Saat itu, Haryo ditangkap sebagai penyedia jasa pemasangan nomor. Dari rangkaian penyidikan, polisi menemukan pola transaksi mencurigakan.

    Sebagian uang hasil judi daring itu ternyata tak dihabiskan. Haryo menggunakannya membeli perangkat komputer dan token kripto, lalu mengonversi aset digital tersebut menjadi rupiah. Total nilai yang berhasil dilacak mencapai Rp 253,3 juta.

    Temuan itu membuat penyidik melimpahkan perkara ke Kejaksaan Negeri Lampung Utara. Pada Maret 2025, berkas perjudian dinyatakan lengkap (P-21). Namun polisi mencium dugaan lebih besar, praktik pencucian uang sebagaimana diatur Pasal 3, 4 dan 5 juncto Pasal 2 huruf T Undang-Undang 8/2010 tentang TPPU.

  • Jaksa Geledah Kantor BKPSDM Flores Timur, Uang Tunai Rp 30 Juta Disita 
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        14 November 2025

    Jaksa Geledah Kantor BKPSDM Flores Timur, Uang Tunai Rp 30 Juta Disita Regional 14 November 2025

    Jaksa Geledah Kantor BKPSDM Flores Timur, Uang Tunai Rp 30 Juta Disita
    Tim Redaksi
    FLORES TIMUR, KOMPAS.com
    – Tim penyidik Kejaksaan Negeri Kabupaten Flores Timur (Flotim) menggeledah kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Flores Timur, NTT, Jumat (14/11/2025).
    Penggeledahan ini terkait dugaan tindak pidana korupsi pengelolaan anggaran BKPSDM Kabupaten
    Flores Timur
    tahun anggaran 2023–2025.
    Kepala Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Flores Timur, Samuel L Tamba mengkonfirmasi adanya penggeledahan tersebut.
    “Betul, penyidik mencari beberapa benda-benda atau bukti yang sempat disembunyikan oleh pihak-pihak tertentu untuk menyembunyikan perannya dalam tindak pidana korupsi ini,” ujarnya.
    Samuel menyampaikan, dari penggeledahan tersebut, tim penyidik menyita sebanyak 1.297 barang bukti.
    Ribuan barang bukti itu berupa dokumen-dokumen, nota-nota kosong dari beberapa toko, catatan penggunaan hasil penyalahgunaan anggaran.
    “Nota-nota kosong itu dari beberapa toko di Larantuka, Kupang, bahkan Jakarta,” katanya.
    Selain itu, tim penyidik juga menyita uang tunai senilai Rp 30 juta yang diduga hasil korupsi.
    Samuel menambahkan penggeledahan tersebut dilakukan berdasarkan surat perintah penggeledahan yang diterbitkan Kepala Kejaksaan Negeri Flores Timur, serta penetapan izin penggeledahan dari Ketua Pengadilan Negeri Larantuka.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Polisi Pastikan Rusa yang Lepas dan Berkeliaran di Jalanan Sleman Dipelihara Ponpes Secara Legal
                
                    
                        
                            Yogyakarta
                        
                        14 November 2025

    Polisi Pastikan Rusa yang Lepas dan Berkeliaran di Jalanan Sleman Dipelihara Ponpes Secara Legal Yogyakarta 14 November 2025

    Polisi Pastikan Rusa yang Lepas dan Berkeliaran di Jalanan Sleman Dipelihara Ponpes Secara Legal
    Tim Redaksi
    YOGYAKARTA, KOMPAS.com
    – Seekor rusa timor yang lepas berkeliaran di Jalan Kabupaten, Kalurahan Trihanggo, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, ternyata merupakan hewan peliharaan salah satu pondok pesantren (ponpes).
    Berdasarkan pengecekan, ponpes tersebut telah memiliki izin penangkaran yang disahkan oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
    Kapolsek Gamping, AKP Bowo Susilo, menjelaskan bahwa rusa yang lepas adalah milik ponpes di Mlangi.
    “Untuk rusa adalah milik salah satu ponpes di Mlangi,” ujar Bowo saat dihubungi melalui chat WhatsApp pada Jumat (14/11/2025).
    Bowo menegaskan bahwa ponpes tersebut telah memiliki izin penangkaran rusa secara legal.
    “Dipelihara secara legal karena ada surat izin penangkaran dan sudah disahkan
    BKSDA DIY
    ,” ungkapnya.

    Menurut Bowo, ponpes tersebut memelihara sepasang
    rusa timor
    , di mana yang lepas adalah rusa jantan.
    Proses pencarian rusa yang lepas masih terus dilakukan.
    Pencarian ini melibatkan personel Polsek Gamping dan BKSDA.
    “Saat ini BKSDA dan Polsek masih melakukan pencarian. Ada informasi tadi pukul 16.20 WIB bahwa rusa tersebut terlihat di Dusun Baturan, Trihanggo, Gamping,” pungkasnya.
    Sebelumnya, kejadian ini menjadi viral setelah diunggah di media sosial Instagram.
    Seorang pengendara mobil yang melintas di Jalan Kabupaten merekam video rusa yang berkeliaran dan hampir menabrak kendaraannya.
    AKP Bowo membenarkan peristiwa tersebut.
    “Iya betul. Kejadian tersebut di Jalan Kabupaten, Biru, Trihanggo, Kapanewon Gamping,” ujarnya.
    Bowo menambahkan bahwa hewan yang dilihat oleh pengguna jalan tersebut adalah rusa timor yang terlepas dari kandang pemiliknya.
    “Hewan jenis rusa timor, lepas dari kandang pemiliknya,” ucapnya.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Isu BBM Tercampur Air, Pertamina Cek 17 SPBU di Kota Bogor Hasilnya Aman

    Isu BBM Tercampur Air, Pertamina Cek 17 SPBU di Kota Bogor Hasilnya Aman

    Liputan6.com, Bogor – Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (JBB) telah melakukan pengecekan kualitas BBM di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Bogor.

    Pengecekan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite maupun Pertamax tersebut sebagai bagian dari upaya memastikan keamanan dan mutu produk usai ramai dikeluhkan konsumen.

    Pengecekan dilakukan secara menyeluruh di 17 SPBU di wilayah Kota Bogor dan semua dinyatakan aman atau on spec.

    Kegiatan pengecekan SPBU ini dilakukan bersama Kepala UPTD Metrologi Legal Kota Bogor Deden Marlina, Section Head Communication & Relation Pertamina Patra Niaga Regional JBB Muslim Dharmawan serta Pengawas SPBU Pajajaran Irawan.

    Kepala UPTD Metrologi Legal Kota Bogor, Deden Marlina, menegaskan bahwa hasil inspeksi terhadap SPBU di Kota Bogor menunjukkan kondisi aman dan sesuai standar.

    “Kami menegaskan bahwa isu BBM di Kota Bogor tidak terbukti. Hingga hari ini, dari 17 SPBU yang sudah diuji, tidak satu pun menunjukkan adanya off spec. Pengecekan dilakukan menggunakan pasta air metode sederhana namun akurat dengan hasil yang konsisten tidak berubah warna, baik pada Pertamax maupun Pertalite,” ujar Deden usai pengecekan BBM di SPBU Pajajaran Kota Bogor, 34.16.102, Jumat 14 Novemver 2025.

    Section Head Communication & Relation, Muslim Dharmawan mengungkapkan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir terhadap kualitas produk BBM Pertamina.

    “Pertamina mengimbau masyarakat untuk tidak resah. Seperti yang dilihat, pasta air tidak berubah warnanya sehingga dipastikan aman. Hal ini karena setiap distribusi BBM berlangsung, Pertamina selalu uji kualitas dan kuantitasnya,” ujar Muslim.

     

  • Komandan Rindam XVII Cenderawasih Bantah Rencana Penutupan Gereja GKI Imanuel Ifar Gunung
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        14 November 2025

    Komandan Rindam XVII Cenderawasih Bantah Rencana Penutupan Gereja GKI Imanuel Ifar Gunung Regional 14 November 2025

    Komandan Rindam XVII Cenderawasih Bantah Rencana Penutupan Gereja GKI Imanuel Ifar Gunung
    Tim Redaksi
    JAYAPURA, KOMPAS.com
    – Isu pembongkaran Gereja GKI Jemaat Imanuel Ifar Gunung, Klasis Sentani, yang berada di Kompleks Resimen Induk Kodam (Rindam) XVII/Cenderawasih, membuat jemaah melakukan aksi protes pada Jumat (14/11/2025) siang.
    Dengan membawa spanduk dan sejumlah pamflet, warga menolak rencana tersebut karena keberadaan Gereja GKI Imanuel Ifar Gunung yang terletak di Kompleks Rindam XVII/Cenderawasih sah dan sudah mendapat persetujuan Kodam XVII Cenderawasih sejak dulu.
    Menyikapi insiden itu, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi
    Papua
    bersama Persekutuan Gereja-Gereja di Papua, anggota DPRD Kabupaten Jayapura, dan beberapa pihak terkait turun ke lokasi menemui pihak
    Gereja GKI Ifar Gunung
    dan
    Komandan Rindam XVII
    /Cenderawasih untuk mendengarkan pokok persoalan.
    Dari pertemuan yang berlangsung, Komandan Rindam XVII/Cenderawasih, Brigjen TNI Endra Saputra Kusuma menyampaikan bahwa
    isu penutupan gereja
    itu merupakan kesalahpahaman. 
    Komandan Rindam menegaskan bahwa tidak pernah ada perintah penutupan maupun pembongkaran Gereja GKI Imanuel Ifar Gunung sebagaimana isu yang beredar.
    “Saya pimpinan baru di sini, jadi kami tanyakan terkait dengan administrasi bangunan yang ada di pangkalan kami, baik itu kelengkapan surat-surat gereja, rumah pastori, hingga penataan area parkir di depan gereja. Jadi tidak ada pernyataan terkait penutupan gereja,” kata Brigjen TNI Endra Saputra Kusuma, pada Jumat malam usai pertemuan.
    “Untuk itu saya meminta maaf atas kesalahpahaman ini yang menyebabkan sedikit kegaduhan di Papua ini. Jadi sekali lagi saya sampaikan bahwa tak ada niat sedikit pun untuk menutup, apalagi membongkar gereja,” ucap dia.
    Ia menyebut, kehadiran Gereja GKI Imanuel Ifar Gunung justru membantu dalam membimbing kerohanian anggotanya yang beragama Nasrani.
    “Kami justru bersyukur karena kehadiran gereja di Rindam ini membantu kami dalam pelayanan, khususnya anggota kami yang beragama Nasrani. Jadi sekali lagi tidak ada niat untuk menutup gereja yang sudah lama berdiri di tempat ini,” ujarnya.
    Sementara itu, Ketua
    FKUB Provinsi Papua
    , Pendeta Lipiyus Biniluk mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap tenang, tidak terpancing isu yang tidak benar, dan menjaga kerukunan serta kedamaian menjelang perayaan Natal.
    “Kita sudah datang dan mendengarkan klarifikasi dari Bapak Komandan Rindam, yang intinya tidak ada niat untuk menutup gereja. Jadi kepada seluruh masyarakat Papua, tetap tenang dan kita menjaga situasi kedamaian menjelang perayaan Natal tahun ini,” kata dia. 
    Di samping itu, masyarakat diminta untuk menahan diri dari menyebarkan berita yang belum terverifikasi dan membantu menjaga keamanan bersama.
    “Seluruh persoalan telah diselesaikan di tingkat pelayanan GKI, situasi sudah terkendali dan tidak ada alasan untuk memperluas informasi yang keliru,” ucap dia. 
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Menteri PU soal Pembangunan Gedung Ponpes Al Khoziny: Secepatnya tapi Harus Benar
                
                    
                        
                            Surabaya
                        
                        14 November 2025

    Menteri PU soal Pembangunan Gedung Ponpes Al Khoziny: Secepatnya tapi Harus Benar Surabaya 14 November 2025

    Menteri PU soal Pembangunan Gedung Ponpes Al Khoziny: Secepatnya tapi Harus Benar
    Tim Redaksi
    SURABAYA, KOMPAS.com
    – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menyebut, pihaknya bakal secepatnya membangun gedung baru Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Sidoarjo, Jawa Timur (Jatim).
    Bangunan tiga lantai
    Ponpes Al Khoziny
    itu ambruk ketika para santri sedang shalat ashar pada Senin (29/9/20/2025). Penyebabnya diduga karena kegagalan konstruksi.
    “Mulai
    start
    -nya, kita upayakan secepat-cepatnya, secepat-sepetanya. Tapi kan teknokratnya mesti benar,” kata Dody di Universitas Airlangga (Unair), Jumat (14/11/2025).
    Dody mengatakan, pihaknya masih harus melakukan sejumlah langkah sebelum mulai proses pembangunan. Dimulai dari melaksanakan
    feasibility study
    atau studi kelayakan.
    “Teknokratisnya kan kita selesaikan dulu. Ada kajian FS (Feasibility Study) dan seterusnya, baru kita kemudian mengajukan penganggaran ke Kementerian Keuangan,” ucapnya.
    Selain itu, pihaknya harus memastikan bahwa proses pembangunan gedung itu sudah memiliki Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal).
    “Kan ada tanah baru itu kan, bisa kita cek tanahnya itu seperti apa, tanahnya siapa, kita mesti cek AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan) ada apa enggak, ada seterusnya, seterusnya,” tambahnya.
    Dody menampik kabar yang menyebut Presiden Prabowo Subianto akan datang saat
    groundbreaking
    atau penandaan dimulainya proyek pembangunan Ponpes Al Khoziny.
    “Pak Presiden enggak begitu suka
    groundbreaking
    . Kalau meresmikan beliau suka, tapi kalau sudah selesai ya, kalau belum beliau enggak begitu hobi,” ujarnya.
    Diberitakan sebelumnya, pemerintah akan membangun ulang gedung Ponpes Al Khoziny yang ambruk. Lokasi pembangunan berjarak sekitar 1,4 kilometer dari titik Ponpes Al Khoziny.
    Lahan lokasi bangunan baru Ponpes Al Khoziny ini memiliki luas 1.400 meter persegi yang disediakan oleh pihak yayasan.
    Lahan itu masih berupa lahan kosong persawahan di Jalan Siwalanpanji II, Desa Siwalanpanji, Kecamatan Buduran, Kabupaten
    Sidoarjo
    . Lokasi ini berdekatan dengan Jalan Jenggolo dan Jalan Raya utama Surabaya-Malang.
    Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR, Dewi Chomistriana mengatakan, alasan pembangunan ulang Ponpes Al Khoziny di lokasi berbeda karena aksesnya mudah.
    “Di sini kita lihat aksesnya sangat mudah, dekat dengan jalan raya, cukup lebar jalannya. Jadi kami kira pemindahan kni jalan terbaik,” kata Dewi Chomistriana saat ditanya
    Kompas.com
    di lokasi, Kamis (13/11/2025).
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Hujan Turun, Ratusan Warga Desa Cibeunying Cilacap Dekat Lokasi Longsor Diungsikan
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        14 November 2025

    Hujan Turun, Ratusan Warga Desa Cibeunying Cilacap Dekat Lokasi Longsor Diungsikan Regional 14 November 2025

    Hujan Turun, Ratusan Warga Desa Cibeunying Cilacap Dekat Lokasi Longsor Diungsikan
    Tim Redaksi
    CILACAP, KOMPAS.com
    – Ratusan warga Dusun Cibuyut, Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, diungsikan pada Jumat (14/11/2025) malam.
    Pengungsian ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi
    longsor susulan
    menyusul hujan yang mengguyur wilayah tersebut.
    “Malam ini total ada sekitar 200-an warga dari RT 1, 2, dan 4, saya imbau untuk keluar dari zona merah karena hujan,” kata Kepala
    Dusun Cibuyut
    , Ryan Hermawan, Jumat. 
    Ia mengungkapkan kekhawatirannya akan terjadinya longsor susulan, mengingat kejadian serupa yang terjadi secara tiba-tiba malam sebelumnya.
    “Apalagi cuaca malam ini hujan, seperti kemarin tiba-tiba longsor tidak ada tanda-tandanya,” tambah Ryan.
    Ia juga menjelaskan bahwa tidak semua warga mengungsi ke balai desa.
    Sebagian besar memilih untuk mengungsi di rumah sanak familinya masing-masing.
    “Ini sifatnya sementara, tapi kalau cuaca seperti ini terus (hujan) saya sarankan tidak kembali ke rumah dulu. Untuk warga di RT 2, saya minta tidak kembali ke rumah dulu karena wilayah itu yang terdampak longsor,” imbuhnya.
    Salah satu pengungsi, Heryadi (65), mengungkapkan alasannya memilih untuk mengungsi.
    “Rumah saya sebenarnya jauh dari lokasi longsor, tapi karena hujan saya khawatir terjadi longsor lagi,” ucap Heryadi.
    Ia bersama anak dan kedua cucunya mengungsi di balai desa, dan berencana kembali ke rumah jika cuaca membaik.
    Sebelumnya, operasi pencarian hari kedua ditutup pada pukul 15.30 WIB karena terkendala hujan.
    Hingga hari kedua pencarian, tiga orang ditemukan dalam kondisi meninggal, sementara 20 lainnya yang diduga tertimbun material longsor masih dalam pencarian.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.