Jenis Media: Nasional

  • Presiden Prabowo Resmikan 17 Stadion, Targetkan 20 Lagi dalam Tiga Tahun

    Presiden Prabowo Resmikan 17 Stadion, Targetkan 20 Lagi dalam Tiga Tahun

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA –Presiden Prabowo Subianto meresmikan 17 stadion di berbagai daerah sebagai bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas sepak bola nasional. Dari jumlah tersebut, 16 stadion merupakan hasil renovasi, sementara satu stadion dibangun dari nol. Peresmian ini menjadi tonggak penting dalam pengembangan infrastruktur olahraga di Indonesia.

    Dalam pidatonya, Presiden menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah, klub sepak bola, dan pihak swasta dalam pengelolaan stadion. Menurutnya, aset olahraga yang telah direnovasi atau dibangun perlu dimanfaatkan dengan optimal agar dapat berkontribusi lebih besar bagi perkembangan sepak bola nasional.

    “Saya kira dengan keberhasilan 17 stadion ini, juga membangkitkan kehendak. Pemerintah menargetkan pembangunan 20 stadion baru dalam kurun waktu dua tahun hingga tiga tahun ke depan,” ujar Prabowo saat meresmikan stadion secara serentak dari Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (17/3/2025).

    Presiden berharap klub-klub sepak bola dan sektor swasta turut serta dalam pengelolaan stadion, sehingga fasilitas yang telah dibangun dapat dimanfaatkan dengan maksimal. Ia juga memastikan bahwa pembangunan stadion tidak akan berhenti di angka 17, melainkan akan terus berlanjut sesuai dengan kebutuhan.

    “Kita bertekad menambah, dua tahun hingga tiga tahun yang akan datang, kita tambah 17 atau 20 stadion akan kita bangun. Semua kabupaten, nanti ujungnya harus punya stadion yang baik,” lanjut Prabowo.

  • Pemerintah RI Tak Biarkan BBM Subsidi Mengalir ke Timor Leste

    Pemerintah RI Tak Biarkan BBM Subsidi Mengalir ke Timor Leste

    Jakarta: Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motaain di bawah manajemen Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) RI, bersama Bea Cukai Atambua, memperketat pengawasan kendaraan yang melakukan eksportasi melalui PLBN. 

    Deputi Bidang Pengelolaan Batas Wilayah Negara BNPP, Nurdin, mengatakan hal ini dilakukan untuk mencegah penyelundupan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. 

    “Utamanya pascatemuan dugaan penyelundupan BBM bersubsidi ke Timor Leste yang diduga dilakukan dengan modus menggunakan truk pengangkut ekspor barang,” kata Nurdin dalam keterangan pers, Senin, 17 Maret 2025. 
     

    Sementara Kepala PLBN Motaain, Maria Fatima Rika, mengatakan telah berkoordinasi dengan Bea Cukai Atambua untuk meningkatkan pemeriksaan terhadap kendaraan ekspor, baik yang menuju Timor Leste maupun yang menuju ke Indonesia. 

    “Setiap kendaraan ekspor yang melintas akan diperiksa secara ketat oleh petugas dari Bea Cukai dibantu bersama unsur petugas satuan pengamanan PLBN Motaain,” jelas Rika.

    Rika memastikan yang menjadi fokus utama pada pengawasan adalah kendaraan yang telah dimodifikasi. Terutama truk ekspor yang menggunakan tangki ganda, atau memiliki kapasitas bahan bakar melebihi ketentuan.

    “Beberapa truk ekspor juga didapati memodifikasi tangki BBM sehingga melebihi kapasitas sewajarnya, terhadap truk tersebut, akan ditahan sementara untuk diperiksa lebih lanjut sesuai ketentuan,” ungkap Rika.

    Sejak adanya laporan dari masyarakat terkait penyelundupan BBM yang disamarkan saat kegiatan eksportasi dengan truk barang mulai terbuka, kegiatan pengawasan terhadap para pelintas batas di PLBN Motaain juga mulai diperketat setiap harinya.

    Menurut dia peningkatan ekskalasi pengawasan ini merupakan bentuk pencegahan dan mitigasi untuk meminimalisir praktik penyelundupan dan aktifitas ilegal di perbatasan RI-Timor Leste.

    “Kami terus memperkuat koordinasi bersama dengan unsur Customs, Immigration, dan Quarantine (CIQ) serta instansi terkait lainnya. Kerja sama yang solid sangat diperlukan untuk memastikan tidak ada celah bagi praktik ilegal yang dapat merugikan negara,” ungkap Rika.

    Asisten Deputi Pengelolaan Lintas Batas Negara BNPP, Budi Setyono, menegaskan segala bentuk penyelundupan adalah kegiatan ilegal. 

    “Apalagi jika menyebabkan ekonomi di wilayah NKRI khususnya di Kabupaten Belu terganggu, ketersediaan BBM menjadi langka, maka perlu penegakan hukum,” ujarnya.

    Jakarta: Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motaain di bawah manajemen Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) RI, bersama Bea Cukai Atambua, memperketat pengawasan kendaraan yang melakukan eksportasi melalui PLBN. 
     
    Deputi Bidang Pengelolaan Batas Wilayah Negara BNPP, Nurdin, mengatakan hal ini dilakukan untuk mencegah penyelundupan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. 
     
    “Utamanya pascatemuan dugaan penyelundupan BBM bersubsidi ke Timor Leste yang diduga dilakukan dengan modus menggunakan truk pengangkut ekspor barang,” kata Nurdin dalam keterangan pers, Senin, 17 Maret 2025. 
     

    Sementara Kepala PLBN Motaain, Maria Fatima Rika, mengatakan telah berkoordinasi dengan Bea Cukai Atambua untuk meningkatkan pemeriksaan terhadap kendaraan ekspor, baik yang menuju Timor Leste maupun yang menuju ke Indonesia. 

    “Setiap kendaraan ekspor yang melintas akan diperiksa secara ketat oleh petugas dari Bea Cukai dibantu bersama unsur petugas satuan pengamanan PLBN Motaain,” jelas Rika.
     
    Rika memastikan yang menjadi fokus utama pada pengawasan adalah kendaraan yang telah dimodifikasi. Terutama truk ekspor yang menggunakan tangki ganda, atau memiliki kapasitas bahan bakar melebihi ketentuan.
     
    “Beberapa truk ekspor juga didapati memodifikasi tangki BBM sehingga melebihi kapasitas sewajarnya, terhadap truk tersebut, akan ditahan sementara untuk diperiksa lebih lanjut sesuai ketentuan,” ungkap Rika.
     
    Sejak adanya laporan dari masyarakat terkait penyelundupan BBM yang disamarkan saat kegiatan eksportasi dengan truk barang mulai terbuka, kegiatan pengawasan terhadap para pelintas batas di PLBN Motaain juga mulai diperketat setiap harinya.
     
    Menurut dia peningkatan ekskalasi pengawasan ini merupakan bentuk pencegahan dan mitigasi untuk meminimalisir praktik penyelundupan dan aktifitas ilegal di perbatasan RI-Timor Leste.
     
    “Kami terus memperkuat koordinasi bersama dengan unsur Customs, Immigration, dan Quarantine (CIQ) serta instansi terkait lainnya. Kerja sama yang solid sangat diperlukan untuk memastikan tidak ada celah bagi praktik ilegal yang dapat merugikan negara,” ungkap Rika.
     
    Asisten Deputi Pengelolaan Lintas Batas Negara BNPP, Budi Setyono, menegaskan segala bentuk penyelundupan adalah kegiatan ilegal. 
     
    “Apalagi jika menyebabkan ekonomi di wilayah NKRI khususnya di Kabupaten Belu terganggu, ketersediaan BBM menjadi langka, maka perlu penegakan hukum,” ujarnya.
     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
    dan follow Channel WhatsApp Medcom.id

    (DEN)

  • Kepala BGN Pastikan Makan Bergizi Gratis Lancar Selama Ramadan 2025

    Kepala BGN Pastikan Makan Bergizi Gratis Lancar Selama Ramadan 2025

    Jakarta, Beritasatu.com – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Handayana memastikan, program makan bergizi gratis (MBG) tetap berjalan lancar selama Ramadan 2025.

    Hal itu ia sampaikan saat menghadiri peresmian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri, yang kini memiliki empat unit di Mabes Polri dan 16 unit di polda prioritas.

    Menurut Dadan, program MBG berjalan dengan baik karena sebagian besar makanannya bersifat kering dan tahan lama sehingga minim kendala.

    Dia mengaku, variasi menu menjadi perhatian utama, agar penerima manfaat tetap mendapat makanan bergizi dan sesuai dengan kearifan lokal. Kemudian, menu Ramadan seperti pempek, batagor, dan salad diusulkan agar lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat saat berpuasa.

    Selainitu, di daerah yang tidak menjalankan puasa, menu makan bergizi gratis tetap normal dan akan kembali diberlakukan secara nasional setelah Ramadan 2025.

    “Alhamdulillah lancar, karena makanannya kering, jadi jarang terjadi masalah,” ujar Dadan di Pejaten, Jakarta Selatan, Senin (17/3/2025).

    Saat ini, ada sekitar 1.000 SPPG yang melayani 3 juta penerima manfaat. Presiden Prabowo Subianto menargetkan jumlah penerima MBG mencapai 82,9 juta orang pada akhir 2025.

    Dadan juga menegaskan, pengawasan terhadap program ini dilakukan secara ketat. BPKP (Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan) bahkan siap melakukan audit harian untuk memastikan efektivitas program.

    “Kalau pengawasan, semua orang bisa ikut mengawasi. Apalagi BPKP siap melakukan audit setiap hari,” pungkasnya terkait program makan bergizi gratis selama Ramadan 2025.

  • Stafsus Komdigi Sebut Netizen Kena Prank, Fedi Nuril: Cara Komunikasi Rezim ini Memalukan

    Stafsus Komdigi Sebut Netizen Kena Prank, Fedi Nuril: Cara Komunikasi Rezim ini Memalukan

    FAJAR.CO.ID,JAKARTA — Artis kondang sekaligus pemain film, Fedi Nuril kembali memberi sindiran menohok ke Rudi Valinka.

    Kali ini, Fedi Nuril di media sosial X pribadinya membalas cuitan dari Rudi Valinka.

    Di cuitannya itu, pria yang menjabat Staf Khusus Bidang Strategis Komunikasi menyebut netizen kena prank terkait RUU TNI.

    Hal ini yang disorot tajam oleh Fedi Nuril, menurutnya Rudi Valinka yang punya jabatan di Pemerinahan tidak selayaknya mengungkap hal seperti itu.

    “Kepada Ibu @meutya_hafid Staf Khusus Bidang Strategis Komunikasi Anda yang digaji oleh rakyat, komunikasi kepada rakyat dengan kalimat “Kena prank lagi aja deh netizen,” tulisnya dikutip Selasa (18/3/2025).

    Ia juga mengungkit kata-kata “ndamu” yang sebelumnya dikatakan Presiden Prabowo.

    Fedi dengan tegas pun mengatakan cara komunikasi di Pemerintahan saat ini menurutnya memalukan.

    “Setelah “ndasmu”, “otak kampungan”, sekarang “kena prank,” tuturnya.

    “Cara komunikasi rezim ini sangat memalukan 🤦🏻,” terangnya.

    (Erfyansyah/fajar)

  • Lafal Niat Puasa Ramadan: Ramadhana atau Ramadhani, Mana Lebih Tepat sesuai Kaidah Ilmu Nahwu?

    Lafal Niat Puasa Ramadan: Ramadhana atau Ramadhani, Mana Lebih Tepat sesuai Kaidah Ilmu Nahwu?

    Jakarta, Beritasatu.com – Perdebatan mengenai lafal niat puasa Ramadan sering penulis temukan, terlebih lagi di kalangan para pembelajar ilmu nahwu. Perdebatan ini muncul pada lafal رمضان, apakah dibaca dengan harakat akhir fathah atau kasrah?

    Niat dalam puasa Ramadan atau puasa wajib ini memang menjadi hal yang krusial karena merupakan bagian dari fardunya puasa. Di antara empat fardunya puasa adalah niat, menahan makan dan minum, menahan dari melakukan jima, serta menahan dari muntah dengan sengaja.

    Adapun kegiatan sahur yang menjadi rutinitas ketika puasa tersebut juga tidak bisa dijadikan sebagai niat, meskipun diniatkan sebagai usaha untuk dapat menjalani puasa dengan sempurna.

    Bagaimana Cara Niat Puasa?

    Meskipun demikian, niat itu tidak harus diucapkan, karena hukum pengucapannya sunah. Apabila melihat makna dari niat, yaitu قّصْدُ شَيْئٍ مُقْتَرَنًا بِفِعْلِهِ (menyengaja melakukan sesuatu yang dibarengi dengan perbuatan tersebut) di mana tempatnya di dalam hati. Oleh karena itu, di sini letak kesunahan pengucapan lafal puasa.

    Perdebatan ini juga muncul ketika tradisi masyarakat yang menjalankan tradisi melaksanakan pengucapan niat bersama setelah salat tarawih, sehingga perbedaan bacaan menjadi hal yang samar atau bias bagi masyarakat yang tidak mempelajari secara dalam ilmu nahwu. Lalu manakah bacaan niat yang benar itu?

    نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هَذِهِ السَّنَةِ لِلّهِ تَعَالَى 

    atau 

    نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانِ هَذِهِ السَّنَةِ لِلّهِ تَعَالَى

    Apabila dibahas dalam segi nahwu, perbedaan pembacaan pada kedua niat tersebut terletak pada lafal رمضان yang merupakan isim ghoiru munsarif. Secara teori, isim ghoiru munsarif yang tidak bisa menerima tanwin ini, jika diposisikan pada konteks kalimat demikian yang menjadi mudhof ilaih yang harus dibaca khofd/ jer. Maka, yang paling tepat adalah membacanya dengan harakat fathah, karena tanda jer isim ghoiru munsarif adalah fathah.

    Akan tetapi, pada hakikatnya keduanya, baik dibaca fathah atau kasrah sama-sama bisa digunakan, tetapi dengan pembenahan berikut ini:

    نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هَذِهِ السَّنَةَ لِلّهِ تَعَالَى 

    atau 

    نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانِ هَذِهِ السَّنَةِ لِلّهِ تَعَالَى

    Adapun analisis kedua kalam tersebut menurut gramatika nahwu adalah sebagaimana berikut ini.

    Lafal Niat Pertama

    Lafal ramaḍāna diharakati fathah merupakan isim ghoiru munsarif dengan kedudukan sebagai muḍāf ilayh yang wajib dibaca jer dengan tanda fathah. Adapun lafal setelahnya, هَذِهِ السَّنَةkalimat al-sanah wajib diharakati akhir fathah karena berkedudukan sebagai dharf al-zamān (keterangan waktu) yang wajib dibaca naṣab dengan tanda fathah pada kasus isim mufrad.

    Lafal Niat Kedua

    Lafal ramaḍān diharakati kasrah merupakan isim ghoiru munsarif (yang dalam hal ini telah menjadi munsarif) dengan kedudukan sebagai muḍāf ilayh yang wajib dibaca jer dengan tanda kasrah pada kasus isim mufrad serta berkedudukan sebagai muḍāf kalimat setelahnya. Adapun lafal setelahnya, هَذِهِ السَّنَةkalimat al-sanah wajib diharakati akhir kasrah karena berkedudukan sebagai muḍāf ilayh lafal رَمَضَانِ.

    Pada kedua keterangan tersebut ada perbedaan pengkategorian lafal رَمَضَانِ, dimana pada penjelasan pertama disebut sebagai isim ghoiru munsarif, sedangkan pada penjelasan kedua disebut sebagai isim yang sudah munsarif dan kembali kepada hukum isim-isim lainnya. Sebagaimana keterangan dalam kitab Alfiyyah Ibn Mālik dan Kawākib al-Durriyah, ke-ghoiru munsarif-an suatu kalimat akan hilang atau akan kembali ke munsarif, apabila di-idhofah-kan (disandarkan kepada kalimat lain) atau kembali dimasuki alif lam. 

    Dari kedua pendapat tersebut, mayoritas ulama lebih banyak atau lebih mengutamakan penggunakaan niat lafal kedua dibanding yang pertama, yaitu dengan memposisikan laafai hadhihi al-sannah sebagai susunan idhofah dengan kalimat ramaḍāni. 

    Kesimpulan dari penjelasan di atas, baik penggunaan harakat akhir fathah atau kasrah pada lafal ramadān, kedunya sama-sama diperbolehkan dengan komposisi bacaan lengkapnya sebagai berikut: 

    نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هَذِهِ السَّنَةَ لِلّهِ تَعَالَى 

    atau 

    نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانِ هَذِهِ السَّنَةِ لِلّهِ تَعَالَى

     

    Terlepas dari lafal yang disebutkan dalam Bahasa Arab tersebut, perlu diketahui bahwasanya sejatinya niat itu berada di dalam hati. Pada praktiknya nanti, apabila niat itu diucapkan sah-sah saja jika tidak menggunakan Bahasa Arab, yaitu menggunakan Bahasa Indonesia atau bahasa daerah, seperti Bahasa Jawa, Sunda, Melayu, Bugis, Sasak, dan lain sebagainya.

    Penulis adalah mahasiswi program magister Pendidikan Kader Ulama Masjid Istiqlal (PKUMI)

  • Jelang Lebaran 2025, Ini Instruksi Wamendagri untuk Kepala Daerah

    Jelang Lebaran 2025, Ini Instruksi Wamendagri untuk Kepala Daerah

    Depok, Beritasatu.com – Untuk memperlancar arus lalu lintas saat musim mudik jelang Lebaran Idul Fitri 2025, Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya menginstruksikan seluruh kepala daerah untuk memastikan jalur mudik bebas dari kemacetan.

    Sejumlah titik rawan kemacetan menjadi perhatian khusus, terutama di sekitar pasar tumpah serta ruas jalan yang mengalami kerusakan atau sedang dalam perbaikan.

    Selain itu, Wamendagri Bima Arya juga meminta kepala daerah untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok jelang Lebaran. Ia menekankan pentingnya pengawasan distribusi dan produksi agar tidak terjadi lonjakan harga maupun kelangkaan barang.

    “Kemendagri meminta seluruh kepala daerah untuk mengamankan jalur mudik. Jangan sampai ada hambatan akibat pasar tumpah atau perbaikan jalan yang berujung pada kemacetan. Selain itu, kepala daerah juga harus menjaga stabilitas harga bahan pokok agar tidak naik dan tidak langka, termasuk dalam distribusi dan produksinya,” ujar Bima Arya, Senin (17/03).

    Pernyataan tersebut disampaikan Bima Arya saat menghadiri kegiatan pembagian takjil gratis di kawasan Cilodong, Kota Depok, Jawa Barat, jelang Lebaran 2025.

  • Resmikan Pembangunan Stadion, Prabowo: Indonesia Harus Masuk Piala Dunia – Halaman all

    Resmikan Pembangunan Stadion, Prabowo: Indonesia Harus Masuk Piala Dunia – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto meresmikan renovasi dan pembangunan 17 stadion di Indonesia.

    Peresmian dilakukan terpusat di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur, pada Senin, (17/3/2025).

    Peresmian ini dilakukan setelah sebelumnya sejumlah stadion direnovasi dan dibangun serta dinyatakan memenuhi standar federasi sepak bola dunia (FIFA).

    Secara keseluruhan, renovasi dan pembangunan 17 stadion di tanah air ini menelan biaya hingga Rp1,74 triliun dengan masa pelaksanaan tahun 2023-2024.

    Dalam sambutannya, Prabowo pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras dalam mewujudkan proyek ini.

    “Saya ucapkan terima kasih atas semua unsur yang telah bekerja keras sehingga kita hari ini dapat meresmikan 17 stadion yang memiliki standar internasional, yang telah diinspeksi oleh FIFA, dan dinyatakan memenuhi syarat FIFA,” ujar Presiden.

    Di sisi lain, Presiden menekankan bahwa sepak bola bukan sekadar olahraga, melainkan juga cerminan harga diri suatu bangsa. Ia menegaskan bahwa negara yang kuat harus memiliki fisik dan mental yang tangguh serta semangat juang yang tinggi.

    “Karena itu olahraga adalah salah satu kriteria, salah satu tolok ukur untuk menilai bangsa itu punya semangat atau tidak, punya kehendak atau tidak, atau mudah menyerah, atau tidak peduli,” katanya.

    Lebih lanjut, Prabowo menyoroti bagaimana banyak negara dengan keterbatasan ekonomi mampu berprestasi di kancah sepak bola dunia berkat semangat dan tekad yang luar biasa. 

    Sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam pengembangan sepak bola nasional, Prabowo menegaskan bahwa dukungan terhadap pembinaan sepak bola terus berlanjut melalui kebijakan strategis hingga pembangunan infrastruktur tambahan.

    “Indonesia harus masuk Piala Dunia. Itu tekad kita,” ucap Prabowo.

    “Dengan keberhasilan 17 stadion ini, ini juga membangkitkan kehendak, tekad untuk kita juga menambah mungkin dalam 2-3 tahun akan datang kita akan tambah mungkin 17 stadion lagi atau 20 stadion lagi yang kita bangun. Semua kabupaten nanti ujungnya harus punya stadion yang baik. Itu sasaran kita,” lanjutnya.

    Prabowo turut menekankan pentingnya mendukung klub-klub amatir dan memastikan sekolah-sekolah memiliki fasilitas olahraga yang memadai. Ia berharap setiap sekolah di Indonesia dapat memiliki lapangan sepak bola yang layak untuk mendukung pengembangan bakat-bakat muda di dunia sepak bola.

    “Itu sasaran kita insyaallah akan tercapai. Yang penting kehendak dulu, keinginan dulu, tujuan dulu, berani dulu nanti langkah-langkahnya akan tercapai,” katanya.

  • Sri Mulyani dan Airlangga Hartarto Betulan Resign Habis Lebaran?

    Sri Mulyani dan Airlangga Hartarto Betulan Resign Habis Lebaran?

    PIKIRAN RAKYAT – Gencar kabar beredar, Menteri Keuangan (Menkeu) RI Sri Mulyani Indrawati (SMI) dan Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto akan mengundurkan diri dari Kabinet Merah Putih selepas Lebaran.

    Keduanya diterpa isu serupa dalam waktu berdekatan. Hingga saat ini, kendati simpang-siur narasi belum juga padam, belum ada kejelasan mengenai benar tidaknya isu tersebut.

    Apa Kata Airlangga dan SMI?

    Menanggapi selentingan informasi mengenai pengunduran dirinya dari jabatan saat ini, Menko Airlangga angkat bicara. Terakhir, sekira empat hari lalu, ia menegaskan bahwa dirinya bahkan tidak tahu menahu soal kabar tersebut.

    “Belum dengar,” kata Airlangga singkat, dalam keterangannya di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis, 13 Maret 2025 malam.

    Bahkan, Airlangga mengungkapkan pula dirinya belum tahu ada permintaan untuk pertemuan empat mata bersama Presiden RI Prabowo Subianto. Ia menegaskan, “(Soal) itu (juga) belum dengar.”

    Sehari sebelum wawancara terakhir itu, pertanyaan yang persis sama sudah lebih dulu dilayangkan kepada Menkeu RI Sri Mulyani. Alih-alih membenarkan atau memberi bantahan, SMI memilih diam sambil tersenyum ke arah wartawan.

    Begini Kata Gerindra

    Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gerindra, Ahmad Muzani ikut merespons isu keluarnya Menkeu RI Sri Mulyani Indrawati dari kabinet. Ia menyatakan bahwa saat ini dia justru menyaksikan gejala sebaliknya.

    Pasalnya, Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI itu mengaku bahwa ia sempat melihat situasi Sri Mulyani belakangan. Menurutnya, SMI begitu enjoy dalam jabatan Menkeu di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo.

    “Saya belum dengar (mau mundur). Bu SMI saya lihat enjoy-enjoy saja. Saya lihat ya tapi saya belum denger,” kata Muzani, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 17 Maret 2025.

    Muzani lantas melempar guyonan ke hadapan media, imbuhnya, justru pada hari raya lebaran seluruh umat muslim akan bersatu.

    “Saya denger bahwa kalau lebaran kita akan satu ya,” ucap Muzani dengan nada kelakar. ***

    Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News

  • Pramono Anung Umumkan Sejumlah Nama Stafsus, Ada Firdaus Ali hingga Yustinus Prastowo

    Pramono Anung Umumkan Sejumlah Nama Stafsus, Ada Firdaus Ali hingga Yustinus Prastowo

    PIKIRAN RAKYAT – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung akan menunjuk 15 staf khusus dan sudah mengumumkan beberapa nama di antaranya Profesor Firdaus Ali, Yustinus Prastowo, hingga Nirwono Joga yang akan membantunya di Pemprov DKI.

    Pramono mengatakan bahwa Firdaus Ali yang akan menjadi koordinator staf khusus. Selain ketiga nama tersebut, Chico Hakim juga ditunjuk menjadi juru bicara melakukan komunikasi publik. Chico merupakan politisi yang juga kader PDI Perjuangan (PDIP).

    “Jadi jumlahnya 15 di bawah koordinasi Profesor Firdaus Ali, wakilnya adalah Prastowo Yustinus,” kata Pramono di Balai Kota, Senin, 17 Maret 2025.

    Pramono mengatakan staf khusus ini memiliki latar belakang profesional. Namun Pramono baru akan mengumumkan seluruh nama pada nanti di saat tepat.

    “Kenapa saya memilih orang-orang ini? Karena memang saya tentunya membutuhkan itu. Termasuk untuk urusan keumatan, keagamaan, dan ternyata DKI Jakarta membutuhkan itu,” kata dia.

    Pramono Anung sebelumnya sempat mengungkap akan merekrut staf khusus untuk bekerja bersama di Pemprov DKI. Pramono mengatakan staf khusus telah diatur dalam peraturan perundangan-undangan.***

    Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News

  • Rapat Revisi UU TNI di Hotel Tertutup, Bukan Terbuka

    Rapat Revisi UU TNI di Hotel Tertutup, Bukan Terbuka

    PIKIRAN RAKYAT – Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Muhamad Isnur menanggapi pernyataan Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco, yang menyebut rapat membahas Revisi Undang-Undang Tentara Nasional Indonesia (UU TNI) dilaksanakan secara terbuka di hotel Fairmont. Menurutnya, pernyataan Dasco keliru dan tidak sesuai kenyataan yang terjadi.

    “Ingat hotel itu adalah wilayah private, bila orang masuk harus bayar dan lain-lain dan itu enggak ada undangan terbukanya, enggak ditayangkan live dan teman-teman koalisi pun masuk, kemudian enggak bisa dikasih forum dan lain-lain,” kata Isnur di kantor YLBHI, Jakarta Pusat, Senin, 17 Maret 2025.

    Isnur menyebut rapat tertutup juga sangat jelas terlihat ketika perwakilan KontraS masuk ke dalam ruang rapat, mereka mendapat intimidasi. Menurutnya, rapat di hotel secara tertutup juga sangat aneh lantaran para legislator biasa menggelar rapat di gedung DPR dan ditayangkan secara langsung melalui YouTube Parlemen.

    “Jadi jelas itu adalah sidang tertutup. Jadi jangan kemudian menutupi informasi yang sudah sangat terang-benderang,” ujar Isnur.

    Lebih lanjut, Isnur juga menyoroti sikap pihak hotel yang melaporkan koalisi masyarakat sipil ke Polda Metro Jaya usai aksi penggerudukan ke ruang rapat. Menurutnya, proses pemidaan itu sekali lagi sangat jelas menunjukkan bahwa rapat digelar tertutup, bukan terbuka sebagaimana dikatakan Dasco.

    “Ini jelas sekali bahwa mereka tidak menganggap itu forum ruang terbuka. Itu adalah ruang tertutup yang orang dilarang masuk. Sehingga ketika ada orang masuk, warga mau bersuara, warga mau berbicara, warga mau mengeluhkan tentang proses yang tertutup itu, dilaporkan pidana,” tutur Isnur.

    Selain itu, Isnur mengkritik respons pihak kepolisian yang memproses laporan tersebut sangat cepat dengan melayangkan surat pemanggilan ke aktivis KontraS. Ia menduga ada orkestrasi pembungkaman suara masyarakat sipil yang menolak pembahasan revisi UU TNI.

    “Ini ada apa? Panggilannya pun tidak cukup waktu. Sangat tidak layak. Jadi ini menurut kami ada orkestrasi untuk membungkam teman-teman yang bersuara,” ucap Isnur.

    Terkait dengan proses hukum yang dihadapi pihak KontraS, YLBHI menyatakan mereka telah mengirimkan surat kuasa untuk memberikan pendampingan hukum.

    Koalisi Masyarakat Tolak Revisi UU TNI

    192 lembaga yang tergabung di dalam Koalisi Masyarakat Sipil untuk Reformasi Sektor Keamanan, menolak kembalinya dwifungsi melalui Revisi Undang-Undang (UU) Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia (TNI).

    Pemerintah telah menyampaikan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) Revisi UU TNI kepada DPR, pada 11 Maret 2025. Koalisi menilai DIM itu bermasalah lantaran terdapat pasal-pasal yang akan mengembalikan militerisme atau Dwifungsi TNI di Indonesia.

    “Kami menilai agenda revisi UU TNI tidak memiliki urgensi transformasi TNI ke arah yang profesional,” kata Ketua YLBHI Muhamad Isnur mewakili tokoh-tokoh yang hadir di kantor YLBHI, Senin, 17 Maret 2025.

    Koalisi masyarakat sipil justru menilai revisi UU TNI akan melemahkan profesionalisme militer. Pasalnya, sebagai alat pertahanan negara, TNI dilatih, dididik, dan disiapkan untuk perang, bukan untuk fungsi nonpertahanan seperti duduk di jabatan-jabatan sipil.

    Lebih Baik Revisi UU Peradilan Militer

    “Dalam konteks reformasi sektor keamanan, semestinya pemerintah dan DPR mendorong agenda reformasi peradilan militer melalui revisi UU No. 31 tahun 1997 tentang Peradilan Militer,” ucap Isnur.

    Menurut koalisi, revisi UU tentang peradilan militer lebih penting daripada RUU TNI. Sebab, agenda itu merupakan kewajiban konstitusional negara untuk menjalankan prinsip persamaan di hadapan hukum bagi semua warga negara, tanpa kecuali.

    “Reformasi peradilan militer merupakan mandat TAP MPR No. VII Tahun 2000 dan UU No. 34 tahun 2004 tentang TNI,” tutur Isnur.

    Koalisi menilai RUU TNI akan mengembalikan Dwifungsi TNI, yaitu militer aktif menduduki jabatan-jabatan sipil. Koalisi juga menyebut perluasan penempatan TNI aktif tidak sesuai dengan prinsip profesionalisme TNI dan berisiko memunculkan masalah seperti eksklusi warga sipil dari jabatan sipil, menguatkan dominasi militer di ranah sipil, dan memicu terjadinya kebijakan maupun loyalitas ganda. Selain itu, merebut jabatan sipil dan memarginalkan ASN dan perempuan dalam akses posisi-posisi strategis.

    Koalisi menyebut, perluasan jabatan sipil dalam RUU TNI di antaranya adalah menempatkan militer aktif di Kejaksaan Agung hingga Kementerian Kelautan dan Perikanan. Hal yang perlu diingat, TNI adalah alat pertahanan negara untuk perang, sedangkan Kejaksaan Agung, adalah lembaga penegak hukum, maka, salah jika anggota TNI aktif duduk di institusi Kejaksaan Agung.

    “Dan salah, jika ingin menempatkan militer aktif di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Dua contoh itu cerminan praktik dwifungsi TNI,” ujar Isnur.***

    Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News