Macet di Tol Dalam Kota Jakarta, Contraflow Diberlakukan dari Halim ke Senayan
Penulis
JAKARTA, KOMPAS.com
– Kepadatan arus lalu lintas terjadi di Tol Dalam Kota Jakarta pada Senin (20/10/2025) pagi.
Melalui akun X resminya, Jasa Marga melaporkan, contraflow diterapkan setelah Gerbang Tol Halim 3 kilometer 01+300 hingga Senayan kilometer 08+100.
“07.06 WIB #Tol_DalamKota Setelah GT Halim 3 KM 01+300 – Senayan KM 08+100 DIBERLAKUKAN LAJUR CONTRAFLOW/kanan, harap tertib di antrian,” tulis Jasa Marga, Senin.
Kondisi lalu lintas di sejumlah titik lainnya juga terpantau padat, terutama di ruas Cawang–Tebet dan Kuningan kilometer 05 arah Pluit akibat tingginya volume kendaraan.
Sementara itu, ruas Tol Cengkareng–Pluit–Tomang–Cawang masih terpantau lancar.
“07.06 WIB #Tol_DalamKota Cawang–Tebet PADAT, kepadatan volume lalin. Kuningan KM 05 arah Pluit PADAT,” tulis Jasa Marga dalam laporannya.
Selain itu, di Tol Jakarta–Cikampek (Japek) kondisi arus lalu lintas terpantau lancar di kedua arah.
Meski demikian, pengguna jalan diminta berhati-hati karena sedang ada pekerjaan perbaikan jalan di sekitar Cibatu kilometer 33+800 hingga kilometer 32+800 arah Jakarta.
“Mulai tanggal 18–24 Oktober 2025, di Cibatu KM 33+800–KM 32+800 arah Jakarta ada pekerjaan perbaikan jalan (rekonstruksi rigid) di lajur 1–2–bahu luar/kiri–tengah,” tulis Jasa Marga.
PT Jasa Marga mengimbau pengguna jalan untuk tetap mematuhi rambu lalu lintas dan arahan petugas di lapangan selama pemberlakuan contraflow berlangsung.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
Jenis Media: Metropolitan
-

Ikuti Perintah Prabowo, Kejagung Pastikan Hukum Tajam ke Atas dan Humanis ke Bawah
Bisnis.com, JAKARTA — Kejaksaan Agung (Kejagung) merespons perintah Presiden Prabowo Subianto agar penindakan hukum tidak melakukan kriminalisasi terhadap rakyat kecil.
Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Anang Supriatna menekankan bahwa pihaknya memiliki prinsip penegakan hukum humanis ke bawah, namun tajam ke atas.
“Yang jelas tagline kami sudah menilaikan, bahwa kejaksaan saat ini tagline hukumnya tajam ke atas, humanis ke bawah. Itu salah satunya,” ujar Anang di Kejagung, Selasa (21/10/2025).
Dia menambahkan penegakan hukum secara humanis itu diupayakan melalui keadilan restoratif atau restorative justice (RJ). Pada intinya, RJ ini dilakukan untuk mendamaikan suatu perkara agar tidak sampai ke meja hijau alias pengadilan.
“Restoratif justice ini keadilan restoratif, di mana diusahakan sebelum naik ke pengadilan, diusahakan untuk didamaikan, dan nanti perkara ini tidak berlangsung ke pengadilan,” pungkasnya.
Sebelumnya, Prabowo Subianto menegaskan agar lembaga penegak hukum di Indonesia tidak melakukan kriminalisasi terhadap rakyat kecil. Presiden ke-8 RI itu mengingatkan Kejaksaan dan Kepolisian agar berhati-hati dalam menjalankan tugas penegakan hukum.
Dia menekankan pentingnya keadilan yang berpihak pada kebenaran dan kemanusiaan, bukan sekadar penindakan formalitas hukum.
Kepala negara pun menyinggung sejumlah kasus hukum yang menimpa masyarakat kecil, seperti anak di bawah umur yang ditangkap karena mencuri ayam dan seorang ibu yang diproses hukum karena mencuri pohon.
“Hakim, jaksa, ada apa ngejar anak kecil mencuri ayam? Itu tidak masuk akal. Penegak hukum harus punya hati, jangan tumpul ke atas, tajam ke bawah. Itu zalim, angkara murka, jahat,” ujar Prabowo di Kejagung, Senin (20/10/2025).
-

Pria paruh baya diduga tiga kali cabuli anak perempuan di Jakut
Jakarta (ANTARA) – Pria paruh baya akhir atau awal lanjut usia, K (55) mengaku telah mencabuli anak perempuan berusia tujuh tahun sebanyak tiga kali di dalam rumahnya, kawasan Sunter Agung, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara (Jakut).
“Pelaku ini mengaku berbuat cabul sebanyak tiga kali sepanjang Juni 2025 kepada korban,” kata Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Metro Jakarta Utara Kompol Onkoseno Gradiarso Sukahar di Jakarta, Selasa.
Ia mengatakan perbuatan cabul yang dilakukan adalah menyentuh bagian sensitif korban yang saat itu sedang sakit.
“Pelaku ini diduga terpicu hasratnya melihat korban yang sedang sakit,” kata dia.
Kompol Onkoseno mengatakan aksi pelaku awalnya tidak diketahui orang tua korban dan setelah merasa janggal, orang tua korban curiga terhadap pria tua tersebut dan melaporkan kepada polisi.
Pelaku ini tetangga korban yang sehari-hari bekerja sebagai buruh. Berdasarkan keterangan penyidik, pelaku mendatangi rumah korban dengan alasan menengok saat korban sedang sakit.
Sebelumnya Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Metro Jakarta Utara menangkap pria berinisial K (55) karena diduga melakukan pencabulan terhadap anak perempuan berusia tujuh tahun di wilayah Sunter Agung, Tanjung Priok pada Senin (20/10).
Berdasarkan keterangan saksi dan alat bukti, termasuk hasil visum dan rekaman CCTV, pelaku diduga kuat berbuat cabul terhadap korban.
Menurut dia, peristiwa terjadi di rumah korban pada Senin (16/6) sekitar pukul 15.30 WIB.
Penangkapan terhadap pelaku dilakukan setelah adanya laporan polisi LP/B/1146/VI/2025/SPKT/POLRES METRO JAKUT/POLDA METRO JAYA tanggal 19 Juni 2025.
Petugas mengamankan barang bukti berupa hasil visum dari RSUD Tanjung Priok, satu buah diska lepas berisi rekaman CCTV dan satu setel pakaian korban.
Pelaku dijerat dengan Pasal 82 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.
“Pelaku ini diancam pidana maksimal 15 tahun penjara,” kata dia.
Pewarta: Mario Sofia Nasution
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2025Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
-

DLH DKI gelar pelatihan pendamping bank sampah
Jakarta (ANTARA) – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi DKI Jakarta menggelar pelatihan bagi para pendamping bank sampah di seluruh kelurahan sebagai upaya mewujudkan target satu Rukun Warga (RW) satu bank sampah aktif di Ibu Kota.
“Para pendamping bank sampah akan bekerja intensif selama dua bulan untuk membentuk sekaligus mengaktifkan kembali bank-bank sampah di wilayah masing-masing,” kata Kepala DLH DKI Jakarta Asep Kuswanto di Jakarta, Selasa.
Ia menjelaskan, program tersebut menjadi bagian dari strategi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk memperkuat gerakan pengurangan sampah dari sumbernya, sekaligus mendorong partisipasi masyarakat dalam ekonomi sirkular berbasis lingkungan.
Menurutnya, keberadaan bank sampah menjadi sarana pengelolaan sampah yang efektif karena warga tidak hanya diajak memilah dan mengurangi sampah dari rumah, tetapi juga memperoleh manfaat ekonomi dari hasil pengelolaannya.
Asep menilai, Jakarta memiliki potensi besar menjadi kota percontohan pengelolaan sampah berbasis masyarakat di Indonesia.
“Jika seluruh RW memiliki bank sampah aktif dan warga konsisten memilah sampah dari rumah, maka kita tidak hanya menjaga kebersihan kota, tetapi juga membangun Jakarta yang berkelanjutan,” ujar Asep.
Wadah kebersamaan
Sementara itu Ketua Bank Sampah Budhi Luhur Tutik Sri Susilowati, menekankan bahwa bank sampah bukan sekadar tempat menimbang atau menjual sampah, tetapi juga wadah kebersamaan warga dalam menumbuhkan kesadaran lingkungan.
Menurutnya, bank sampah adalah ruang belajar bagi masyarakat untuk menumbuhkan perilaku yang lebih peduli terhadap lingkungan.
“Karena itu, sosialisasi, pembinaan dan pendampingan berkelanjutan menjadi kunci agar pengelolaan sampah berjalan efektif dan memberikan manfaat nyata,” kata Tutik.
Di sisi lain, Ketua Umum Asosiasi Bank Sampah Indonesia (ASOBSI) Wilda Yanti menegaskan pentingnya peran pendamping dalam memastikan optimalnya pengelolaan bank sampah di setiap wilayah.
Menurutnya, komunikasi yang baik dengan warga serta edukasi berkelanjutan tentang pentingnya memilah sampah dari rumah merupakan kunci utama keberhasilan program ini.
“Dengan semakin banyak bank sampah yang aktif, warga Jakarta dapat berdaya melalui ekonomi hijau berbasis komunitas, sekaligus membantu mengurangi beban sampah yang dikirim ke TPST Bantargebang,” ujar Wilda.
Situs resmi DLH DKI Jakarta, hingga Selasa pukul 16.30 WIB, jumlah sampah dari Jakarta yang masuk ke Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang sebanyak 3.744 ton.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo juga pernah menyebutkan bahwa volume sampah di Jakarta mencapai 7.700 hingga 8.000 ton per hari.
Selain itu, Pramono juga menjelaskan Jakarta memiliki cadangan timbunan sampah hingga 55 juta ton di TPST Bantar Gebang.
Pewarta: Lifia Mawaddah Putri
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2025Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
/data/photo/2015/12/24/1020395rps20151224-101813780x390.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
/data/photo/2025/10/22/68f8217383e44.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
/data/photo/2023/06/12/6486723f353ac.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
/data/photo/2025/10/21/68f760cfa0af9.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)


