Jenis Media: Kesehatan

  • Pasien Sakit Jantung Semakin Muda, Dokter Beberkan Biang Keroknya

    Pasien Sakit Jantung Semakin Muda, Dokter Beberkan Biang Keroknya

    Jakarta

    Hati-hati, kini penyakit jantung dialami oleh pasien yang semakin muda. Ternyata ada banyak faktor yang meningkatkan risikonya, salah satunya adalah keseringan mager atau malas bergerak.

    Spesialis jantung dan pembuluh darah Siloam Hospitals Lippo Village dr Hasjim H, SpJP menjelaskan aktif bergerak adalah salah satu faktor penting dalam pencegahan penyakit jantung.

    Ia mengingatkan mencegah penyakit jantung lebih baik daripada mengobati. Pencegahan penyakit jantung terbaik adalah dengan mengubah pola hidup keseluruhan dengan lebih sehat.

    “Hal paling sederhana itu adalah pola hidup. Jadi itu yang terjadi. Mengapa sampai sekarang dari Kemenkes sendiri, dari 2012 ya, angka kejadian sakit jantung itu makin menuju ke usia muda. Mengapa? Salah satunya pola hidup,” ujar dr Hasjim ketika berbincang dengan awak media beberapa waktu lalu.

    “Salah satunya mager, tadi udah dijelasin. Sedentary life, orang yang jarang bergerak. Sehingga dia menjadi obesitas, gemuk,” sambungnya.

    Kondisi ini dapat diperparah juga dengan dengan kebiasaan makan yang buruk. Diet makanan tidak sehat, tinggi kalori dan lemak, serta porsi berlebihan dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.

    Masih ada anggapan di masyarakat penyakit jantung adalah masalah kesehatan yang diturunkan dari orang tua. Nyatanya, ini adalah anggapan yang kurang tepat.

    Penyakit jantung tidak serta merta diturunkan oleh orang tua. Selama gaya hidup yang diterapkan sehat, maka penyakit jantung pada akhirnya tetap bisa dicegah.

    “Penyakit jantung tidak diturunkan serta merta. Orang tuh sakit jantung, anaknya pasti sakit jantung, jawabannya tidak. Tetapi gaya hidup,” jelasnya.

    “Dengan kita tidak menjaga gaya hidup, dengan pola makan yang salah, kita akan mengembangkan penyakit kronis. Seperti apa? Kencing manis, darah tinggi, dan kolesterol tinggi. Jadi dengan kita tidak bisa menjaga gaya hidup, dan develop menjadi penyakit kronis itu, otomatis kita akan lebih rentan terkena penyakit jantung,” tandas dr Hasjim.

    Halaman 2 dari 2

    (avk/kna)

  • Pasien Sakit Jantung Semakin Muda, Dokter Beberkan Biang Keroknya

    Pasien Sakit Jantung Semakin Muda, Dokter Beberkan Biang Keroknya

    Jakarta

    Hati-hati, kini penyakit jantung dialami oleh pasien yang semakin muda. Ternyata ada banyak faktor yang meningkatkan risikonya, salah satunya adalah keseringan mager atau malas bergerak.

    Spesialis jantung dan pembuluh darah Siloam Hospitals Lippo Village dr Hasjim H, SpJP menjelaskan aktif bergerak adalah salah satu faktor penting dalam pencegahan penyakit jantung.

    Ia mengingatkan mencegah penyakit jantung lebih baik daripada mengobati. Pencegahan penyakit jantung terbaik adalah dengan mengubah pola hidup keseluruhan dengan lebih sehat.

    “Hal paling sederhana itu adalah pola hidup. Jadi itu yang terjadi. Mengapa sampai sekarang dari Kemenkes sendiri, dari 2012 ya, angka kejadian sakit jantung itu makin menuju ke usia muda. Mengapa? Salah satunya pola hidup,” ujar dr Hasjim ketika berbincang dengan awak media beberapa waktu lalu.

    “Salah satunya mager, tadi udah dijelasin. Sedentary life, orang yang jarang bergerak. Sehingga dia menjadi obesitas, gemuk,” sambungnya.

    Kondisi ini dapat diperparah juga dengan dengan kebiasaan makan yang buruk. Diet makanan tidak sehat, tinggi kalori dan lemak, serta porsi berlebihan dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.

    Masih ada anggapan di masyarakat penyakit jantung adalah masalah kesehatan yang diturunkan dari orang tua. Nyatanya, ini adalah anggapan yang kurang tepat.

    Penyakit jantung tidak serta merta diturunkan oleh orang tua. Selama gaya hidup yang diterapkan sehat, maka penyakit jantung pada akhirnya tetap bisa dicegah.

    “Penyakit jantung tidak diturunkan serta merta. Orang tuh sakit jantung, anaknya pasti sakit jantung, jawabannya tidak. Tetapi gaya hidup,” jelasnya.

    “Dengan kita tidak menjaga gaya hidup, dengan pola makan yang salah, kita akan mengembangkan penyakit kronis. Seperti apa? Kencing manis, darah tinggi, dan kolesterol tinggi. Jadi dengan kita tidak bisa menjaga gaya hidup, dan develop menjadi penyakit kronis itu, otomatis kita akan lebih rentan terkena penyakit jantung,” tandas dr Hasjim.

    Halaman 2 dari 2

    (avk/kna)

  • Peneliti Ungkap Golongan Darah yang Lebih Berisiko Kena Stroke

    Peneliti Ungkap Golongan Darah yang Lebih Berisiko Kena Stroke

    Jakarta

    Penelitian mengungkapkan ada jenis golongan darah tertentu yang meningkatkan risiko penyakit stroke. Golongan darah yang dimaksud adalah golongan A dengan karakteristik khusus.

    Peneliti menganalisis 48 studi genetik yang mencakup 17 ribu pasien stroke dan hampir 600 ribu orang tanpa stroke. Seluruh pasien berusia 18-59 tahun.

    Hasilnya, mereka menemukan adanya hubungan jelas antara gen yang bertanggung jawab atas subgolongan darah A1 dan risiko stroke dini. Pencarian skala luas pada genom menemukan dua lokasi yang berkaitan dengan risiko stroke dini, salah satunya bertepatan dengan gen penentu golongan darah.

    Analisis kedua yang berfokus pada jenis gen golongan darah mendapati orang dengan variasi tertentu dari golongan darah A memiliki risiko stroke sebelum 60 tahun sebesar 16 persen lebih tinggi dibanding orang dengan golongan darah lain.

    Sementara itu, mereka yang memiliki golongan darah O1 justru memiliki risiko stroke dini 12 persen lebih rendah.

    Meski begitu, peneliti menegaskan tambahan risiko stroke pada orang dengan golongan darah A jenis ini relatif kecil. Sehingga, tidak diperlukan kewaspadaan atau skrining ekstra sebagai pencegahan.

    “Kami masih belum tahu mengapa golongan darah A meningkatkan risiko,” kata penulis senior sekaligus ahli saraf vaskular, Steven Kittner dari University of Maryland, dikutip dari Science Direct, Selasa (30/9/2025).

    “Tetapi kemungkinan besar ini ada hubungannya dengan faktor pembekuan darah seperti trombosit, sel yang melapisi pembuluh darah, serta protein sirkulasi lain yang berperan dalam pembentukan bekuan darah,” sambungnya.

    Penelitian lanjutan berkaitan temuan ini masih perlu dilakukan. Peserta penelitian berasal dari Amerika Utara, Eropa, Jepang, Pakistan, dan Australia, dengan hanya 35 persen berasal dari populasi non-Eropa.

    Penelitian dengan sampel yang lebih beragam bisa membantu memperjelas arti temuan ini.

    “Kami jelas membutuhkan lebih banyak studi lanjutan untuk memahami mekanisme peningkatan risiko stroke ini,” tandasnya.

    Dalam pencegahan stroke, pengendalian pola hidup sehat adalah kunci utama. Dikutip dari Harvard Health Publishing, berikut ini adalah beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan:

    Menjaga tekanan darahMenjaga berat badan idealMemperbanyak olahragaMembatasi konsumsi alkoholMenjaga kadar gula darah tetap stabilMenghentikan kebiasaan merokokMelakukan pemeriksaan kardiovaskular secara rutin

    Halaman 2 dari 2

    (avk/kna)

  • Daftar Makanan yang Picu Kadar Kolesterol Tinggi

    Daftar Makanan yang Picu Kadar Kolesterol Tinggi

    Jakarta

    Beberapa makanan bisa meningkatkan kadar kolesterol yang membahayakan kesehatan. Kebanyakan orang mengira makanan yang memicu kadar kolesterol tinggi hanya seputar daging merah berlemak, daging olahan, gorengan, hingga jeroan.

    Padahal, selain itu semua masih ada beberapa makanan dan minuman yang ternyata juga bisa meningkatkan kadar kolesterol dalam tubuh. Apa saja?

    1. Makanan Tinggi Natrium

    Ahli gizi Michelle Routhenstein menjelaskan makanan tinggi natrium bisa memicu terjadinya peningkatan kadar kolesterol.

    “Meskipun Anda mungkin tidak berpikir natrium secara langsung mempengaruhi kolesterol, natrium dapat mempengaruhi kesehatan jantung secara keseluruhan,” terang Routhenstein yang dikutip dari EatingWell.

    Seseorang yang mengonsumsi makanan tinggi natrium dapat merusak lapisan pembuluh darah. Kondisi tersebut memudahkan kolesterol masuk ke dinding arteri, yang seiring waktu dapat berkontribusi pada penumpukan plak.

    Biasanya, makanan yang tinggi natrium meliputi makanan beku, makanan cepat saji, camilan olahan, hingga sup kalengan.

    2. Kopi Tanpa Filter

    Berbagai macam kopi yang tidak difilter dapat menyebabkan kadar kolesterol seseorang meningkat setelah meminumnya. Kopi tanpa filter tersebut, seperti espresso, kopi tubruk, kopi seduhan french press, kopi Skandinavia, dan kopi Turkiye.

    Menurut Routhenstein, kopi-kopi tersebut mengandung senyawa yang disebut sebagai cafestol dan kahweol. Keduanya memiliki efek yang dapat meningkatkan kolesterol.

    “Cafestol menghambat sintesis asam empedu dan juga dapat memblokir reseptor hati, yang meningkatkan produksi dan mengurangi pembuangan kolesterol,” tegas Routhenstein.

    Penggunaan filter sendiri membantu memerangkap senyawa-senyawa tersebut, yang dapat melindungi jantung sekaligus tetap menghasilkan minuman yang lezat.

    3. Minyak Sawit

    Minyak nabati tropis, seperti minyak sawit dan kelapa sering dipasarkan sebagai alternatif mentega. Menurut Routhenstein, minyak-minyak tersebut memiliki kandungan lemak jenuh yang tinggi, sehingga meningkatkan kolesterol dalam darah.

    Dia juga menyebut makanan-makanan yang mengandung minyak-minyak tersebut, seperti granola dan snack energi.

    4. Karbohidrat Olahan

    Karbohidrat olahan seperti kue kering, roti putih, kerupuk, dan sereal manis ternyata juga bisa menjadi penyebab peningkatan kolesterol. Tak hanya itu, berbagai karbohidrat olahan tersebut juga dapat memicu lonjakan gula darah hingga diabetes.

    Ahli gizi Nisha Melvani menjelaskan karbohidrat olahan memiliki efek yang meningkatkan gula darah dengan cepat. Hal itu membuat hati meresponsnya dengan memproduksi lebih banyak VLDL atau partikel yang membawa lemak melalui darah.

    Seiring waktu, partikel VLDL ini berubah menjadi kolesterol jahat atau jenis lebih kecil dan padat yang dianggap berbahaya bagi jantung.

    Halaman 2 dari 2

    Simak Video “Video: Tanda-tanda Seseorang Alami Kolesterol Kambuh”
    [Gambas:Video 20detik]
    (sao/kna)

  • Pakar Bongkar Tanda Peringatan Awal Sebelum Serangan Jantung-Stroke Terjadi

    Pakar Bongkar Tanda Peringatan Awal Sebelum Serangan Jantung-Stroke Terjadi

    Jakarta

    Sebuah studi besar mengungkapkan bahwa hampir setiap orang yang mengalami serangan jantung, stroke, atau gagal jantung menunjukkan tanda-tanda peringatan jauh sebelum kejadian pertama terjadi.

    Para ilmuwan di Amerika Serikat menemukan bahwa lebih dari 99 persen pasien memiliki setidaknya satu faktor risiko penyakit tersebut, meski merasa dirinya sehat. Mereka mengatakan empat tanda bahaya tersebut adalah tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, gula darah tinggi, dan kebiasaan merokok.

    Temuan ini, yang diambil dari catatan kesehatan lebih dari 9 juta orang dewasa di Korea Selatan dan hampir 7 ribu orang di AS, menepis mitos bahwa penyakit jantung sering menyerang tanpa peringatan.

    “Kami pikir studi ini menunjukkan dengan sangat meyakinkan bahwa paparan terhadap satu atau lebih faktor risiko non-optimal sebelum dampak kardiovaskular ini hampir 100 persen,” tulis Profesor Philip Greenland, penulis senior dari Universitas Northwestern di Chicago, dikutip dari The Sun.

    “Tujuannya sekarang adalah bekerja lebih keras untuk menemukan cara mengendalikan faktor-faktor risiko yang dapat dimodifikasi ini, daripada menyimpang dari jalur dalam mencari faktor-faktor lain yang tidak mudah diobati dan tidak kausal,” sambungnya.

    Tekanan darah tinggi sejauh ini merupakan penyebab yang paling umum, muncul pada lebih dari 95 persen pasien di Korea Selatan dan lebih dari 93 persen di AS, sebelum terjadi serangan jantung atau stroke pertama mereka.

    Bahkan, wanita di bawah 60 tahun yang sering dianggap berisiko lebih rendah, juga terpengaruh, dengan lebih dari 95 persen menunjukkan setidaknya satu tanda bahaya.

    “Mitos bahwa penyakit kardiovaskular sering terjadi tanpa tanda-tanda peringatan perlu dibantah,” tutur Dr Greenland.

    “Kita harus memfokuskan perhatian kita pada pendeteksian dan pengelolaan faktor-faktor risiko yang sangat umum dan dapat dimodifikasi ini.”

    Penelitian yang dipublikasikan di Journal of the American College of Cardiology ini muncul saat penyakit kardiovaskular menjadi penyebab kematian nomor satu di dunia. Diperkirakan, 19,8 juta orang meninggal dunia akibat penyakit jantung dan peredaran darah setiap tahun di seluruh dunia, hampir satu dari tiga kematian.

    Melihat hal itu, para ahli menegaskan untuk selalu memeriksakan tekanan darah secara teratur. Selain itu, disarankan untuk menghentikan kebiasaan merokok, mulai mengontrol kolesterol, dan gula darah yang perlahan bisa mencegah munculnya kasus ini setiap tahun.

    Simak video ‘Mengenal Dua Tipe Penyakit Jantung Bawaan’:

    Halaman 2 dari 2

    (sao/kna)

  • 7 Manfaat yang Didapat Jika Minum Air Rebusan Jahe dan Kunyit Setiap Hari

    7 Manfaat yang Didapat Jika Minum Air Rebusan Jahe dan Kunyit Setiap Hari

    Jakarta

    Berbagai jenis rempah tidak hanya dipakai sebagai bumbu dapur, tetapi juga dikenal memiliki manfaat luar biasa bagi kesehatan. Dua di antaranya adalah jahe dan kunyit, yang sejak lama digunakan sebagai obat tradisional.

    Kedua rempah ini bisa dikombinasikan menjadi minuman dengan potensi memberikan beragam khasiat bagi tubuh. Lalu, apa saja manfaat rutin minum air jahe dan kunyit setiap hari?

    1. Melancarkan Pencernaan

    Senyawa bioaktif dalam jahe, gingerol membantu makanan keluar dari lambung dan melalui sistem pencernaan dengan lebih efisien. Dikutip dari laman Very Well Health, dengan begitu, makanan cenderung tidak tinggal di usus cukup lama dan menimbulkan masalah.

    Mengonsumsi jahe juga membantu mengurangi fermentasi di usus, sembelit dan faktor lainnya yang menyebabkan perut kembung dan gas usus.

    Sementara itu, kunyit bisa membantu merangsang produksi empedu yang mendukung pencernaan dan membantu membuang limbah dari tubuh. Rempah ini bisa membantu mengatasi masalah pencernaan, seperti sakit perut, gangguan pencernaan dan sembelit.

    2. Mengurangi Peradangan dalam Tubuh

    Peradangan merupakan bagian normal dari proses penyembuhan, namun, peradangan jangka panjang dikaitkan dengan beberapa kondisi seperti, penyakit autoimun seperti reumatoid, depresi, diabetes tipe 2, parkinson, hingga jenis kanker tertentu.

    Dikutip dari laman Health, antioksidan dalam jahe dan kunyit memiliki sifat anti peradangan kuat yang bisa mencegah penyakit kronis. Sebuah studi sel hewan menemukan, kandungan shogaol dari jahe dan kurkumin dalam kunyit merupakan senyawa penting yang membantu mengurangi peradangan. Meski demikian, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menentukan apakah efek ini juga terlihat pada manusia.

    3. Mendukung Sistem Kekebalan Tubuh

    Efek anti peradangan dan antioksidan dari jahe dan kunyit bisa menjaga sistem kekebalan tubuh tetap sehat. Jahe dan kunyit memiliki sifat antimikroba yang kuat.

    Artinya, keduanya bisa membantu membunuh dan mencegah pertumbuhan bakteri. Keduanya sudah digunakan selama bertahun-tahun sebagai obat alami pilek.

    Penelitian menunjukkan, ekstrak jahe bisa membantu mencegah masuk angin, melegakan sakit tenggorokan, dan mengurangi hidung tersumbat. Sementara, kurkumin bisa memengaruhi sel darah putih dan membantu memperkuat sistem kekebalan alami tubuh.

    4. Mengatasi Mual

    Jahe telah digunakan bertahun-tahun untuk mengatasi mual akibat kemoterapi, operasi, serta mabuk perjalanan. Hal ini diduga disebabkan oleh kandungan senyawa dalam jahe, seperti gingerol dan shogaol yang membantu perut lebih cepat kosong.

    Kunyit bisa membantu mengatasi refluks asam. Sebuah studi mengungkap, kurkumin bisa sama efektifnya dengan obat omeprazole yang digunakan untuk mengobati kondisi tersebut.

    Meski demikian, mengonsumsi air jahe dan kunyit dalam jumlah banyak bisa memperburuk rasa mual.

    5. Mendukung Kesehatan Jantung

    Air jahe dan kunyit bisa membantu meningkatkan kesehatan jantung dengan menurunkn peradangan yang sangat berkaitan dengan penyakit jantung. Penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi 2-4 g jahe segar setiap hari bisa membantu menurunkan tekanan darah serta menurunkan risiko penyakit jantung. Diketahui bahwa tekanan darah tinggi merupakan salah satu faktor risiko utama penyakit jantung.

    6. Mengurangi Nyeri Kronis

    Efek anti peradangan pada jahe dan kunyit bisa membantu mengurangi rasa sakit akibat peradangan. Sebuah penelitian terhadap 60 orang dengan osteoartritis lutut membandingkan efek ekstrak kunyit, lada hitam, dan jahe dengan obat antiinflamasi naproxen.

    Para peneliti menemukan, kombinasi herbal ini sama efektifnya dengan naproxen dalam mengurangi rasa sakit dan peradangan, ketika dikonsumsi dua kali sehari selama empat minggu.

    7. Meningkatkan Penurunan Berat Badan

    Penelitian menunjukkan bahwa jahe bisa membantu menurunkan berat badan. Sebuah tinjauan uji coba terkontrol acak menemukan, mengonsumsi 2 g suplemen jahe setiap hari selama lebih dari delapan minggu paling efektif untuk menurunkan berat badan.

    Studi tabung reaksi dan hewan menunjukkan bahwa kurkumin bisa mendukung penurunan berat badan. Kurkumin menyebabkan sel-sel lemak yang sedang berkembang mati dan mencegah pembentukan sel-sel baru. Kurkumin juga bisa meningkatkan metabolisme dan memperbaiki resistensi insulin. Namun, dibutuhkan lebih banyak penelitian pada manusia untuk menentukan efektivitasnya.

    Cara Membuat Air Jahe dan Kunyit

    Dikutip dari laman Times of India, berikut cara membuat minuman jahe dan kunyit.

    Panaskan airTambahkan jahe parut, bubuk kunyit atau kunyit parut, dan sedikit lada hitam ke air hangatAduk hingga semua bahan tercampur.Sebagai opsional tambahkan satu sendok teh madu.

    Ditinjau oleh:Mhd. Alrdian, S.Gz, lulusan ilmu gizi Universitas Andalas, saat ini menjadi penulis lepas di detikcom.

    (elk/suc)

  • Studi Ungkap Waktu Terbaik Minum Kopi untuk Turunkan Risiko Serangan Jantung-Stroke

    Studi Ungkap Waktu Terbaik Minum Kopi untuk Turunkan Risiko Serangan Jantung-Stroke

    Jakarta

    Kopi menjadi salah satu minuman wajib bagi banyak orang sebelum beraktivitas. Penelitian menunjukkan bahwa kopi bisa membantu menurunkan risiko kematian akibat stroke atau serangan jantung.

    Namun, waktu konsumsi kopi juga berperan penting. Penelitian yang dipublikasikan di European Heart Journal menganalisis kebiasaan minum kopi, baik berkafein maupun tanpa kafein, dari sekitar 40 ribu orang dewasa.

    Pada awal studi, tidak ada peserta yang memiliki penyakit jantung atau gangguan peredaran darah. Hasilnya, mereka yang terbiasa minum kopi terutama di pagi hari memiliki risiko kematian 31 persen lebih rendah akibat penyakit kardiovaskular. Sebaliknya, mereka yang tidak minum kopi justru memiliki risiko lebih tinggi meninggal karena penyakit jantung atau peredaran darah selama periode pemantauan rata-rata 10 tahun.

    “Selain itu, orang yang lebih sering minum kopi setiap pagi juga lebih rendah risikonya untuk meninggal karena sebab apapun,” menurut British Heart Foundation, dikutip dari Mirror UK.

    Sebaliknya, mereka yang minum kopi sepanjang hari tidak menunjukkan risiko kematian yang jauh lebih rendah selama dekade berikutnya, dibandingkan dengan mereka yang tidak minum kopi.

    “Para peneliti berspekulasi bahwa mengonsumsi kopi di sore hari, yang berpotensi mengganggu jam biologis seseorang, dapat mengimbangi atau mengurangi manfaat kesehatan lain dari kopi,” tulis mereka.

    Studi ini juga menunjukkan mengonsumsi kopi sebelum tengah hari dapat menurunkan risiko penyakit jantung dan peredaran darah. Hal ini karena kopi mengandung zat yang mengurangi peradangan dan beberapa molekul dalam darah, yang menyebabkan peradangan lebih aktif di pagi hari.

    (sao/suc)

  • Marak Keracunan MBG, Pemerintah Tegaskan SPPG Wajib Sertifikat Higiene-Sanitasi

    Marak Keracunan MBG, Pemerintah Tegaskan SPPG Wajib Sertifikat Higiene-Sanitasi

    Jakarta

    Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi menuturkan pemerintah telah berupaya untuk mengambil langkah terbaik menanggulangi kejadian luar biasa (KLB) yang terjadi di beberapa lokasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan berkoordinasi lintas kementerian/lembaga.

    “Kami sudah berkoordinasi bersama dengan beberapa kementerian/lembaga untuk mencari solusi terbaik menangani KLB ini, ini semua tentu demi anak-anak kita,” kata Menteri PPPA Arifah Fauzi dalam keterangan yang diterima detikcom, Senin (29/9/2025).

    Hal itu dikatakannya saat menghadiri rapat penanggulangan KLB pada program prioritas Makan Bergizi Gratis (MBG).

    Rapat digelar untuk memastikan penyelenggaraan program MBG yang mengedepankan pemenuhan hak dasar anak dalam memperoleh makanan bersih, bergizi, dan sehat, serta jaminan perlindungan anak.

    Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan memimpin rapat koordinasi tingkat menteri dan pimpinan lembaga untuk merumuskan langkah konkret demi memperbaiki dan memperkuat pelaksanaan MBG.

    Sebagai tindak lanjut, pemerintah mengambil sejumlah langkah strategis. Pertama, menutup sementara Satuan Penyedia Pangan Gizi (SPPG) yang terindikasi bermasalah untuk dilakukan evaluasi dan investigasi menyeluruh.

    Kedua, melakukan evaluasi terhadap disiplin, kualitas, dan kemampuan juru masak di seluruh SPPG, tidak terbatas pada lokasi terdampak. Ketiga, memperbaiki proses sanitasi, khususnya terkait kualitas air dan pengelolaan limbah, yang kini diawasi secara nasional.

    Langkah keempat adalah memastikan keterlibatan lintas sektor, kementerian, lembaga, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan yang memiliki peran dalam program MBG diminta aktif berperan dalam proses perbaikan. Kelima, mewajibkan setiap SPPG memiliki Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi (SLHS) sebagai syarat mutlak, bukan lagi sekadar administratif.

    “SLHS sebelumnya bersifat administratif, tapi kini wajib. Tanpa itu, potensi kejadian serupa bisa terulang. Kami tidak ingin itu terjadi lagi,” ujar Zulkifli Hasan.

    Terakhir, pemerintah meminta Menteri Kesehatan, Menteri Dalam Negeri, dan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah untuk mengoptimalkan peran Puskesmas dan UKS (Usaha Kesehatan Sekolah) untuk melakukan pemantauan rutin dan berkala terhadap pelaksanaan MBG di daerah.

    “Semua langkah kami lakukan terbuka agar masyarakat yakin makanan yang disajikan aman dan bergizi bagi seluruh anak Indonesia,” pungkas Menko Zulkifli.

    Halaman 2 dari 2

    (suc/up)

  • Ayam MBG Dibeli Sabtu tapi Dimasak Rabu, Dokter Pencernaan Wanti-wanti Risiko Ini

    Ayam MBG Dibeli Sabtu tapi Dimasak Rabu, Dokter Pencernaan Wanti-wanti Risiko Ini

    Jakarta

    Badan Gizi Nasional (BGN) menemukan fakta bahwa bahan baku ayam di program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Bandung, Jawa Barat tidak segar. Ini karena ayam dibeli hari Sabtu, tapi dimasak hari Rabu, sehingga banyak siswa mengalami keracunan.

    Spesialis penyakit dalam dr Aru Ariadno, SpPD-KGEH mengatakan bahan makanan yang tanpa pengawet, dalam hal ini adalah ayam dapat mengalami pembusukan secara alami. Terlebih, jika ayam tersebut tidak disimpan di freezer.

    “Ada kuman-kuman yg menyebabkan pembusukan. Bila makanan tidak disimpan dengan baik maka kuman-kuman tersebut akan merusak makanan dan menyebabkan gangguan saat dikonsumsi,” kata dr Aru saat dihubungi detikcom, Senin (29/9/2025).

    “Kuman seperti Salmonella, Bacillus cereus, dan masih ada lagi yang lain,” sambungnya.

    dr Aru menambahkan, banyaknya kasus keracunan di MBG bisa disebabkan oleh banyak hal, mulai dari persiapan bahan-bahannya, pengolahan makanannya, penyajian, hingga penyimpanan bahan makanan.

    “Daging ayam mentah utuh dapat bertahan di freezer hingga 12 bulan, potongan ayam mentah hingga 9 bulan, daging ayam giling selama 3-4 bulan, dan ayam yang sudah matang dan dibekukan bisa bertahan sekitar 4 bulan,” kata dr Aru.

    “Waktu penyimpanan ini adalah untuk menjaga kualitas dan rasa daging, dan tetap aman untuk dikonsumsi jika disimpan dengan benar,” sambungnya.

    Kejadian di Luar Nalar

    Sebelumnya, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Komunikasi Publik & Investigasi Nanik S. Deyang buka suara perihal kasus keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Bandung. Nanik mengungkap ada temuan bahan baku MBG di Bandung dibeli Sabtu tapi dimasak Rabu.

    “Saya juga tidak menolerir bahan baku, bahan baku yang dipakai bila tidak fresh karena kejadian di Bandung ini sungguh di luar nalar. Bagaimana bahan baku dalam kondisi tidak fresh, ayam dibeli di hari Sabtu baru dimasak di hari Rabu,” ujar Nanik di kantornya, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (26/9/2025).

    Dia menyebut apa yang terjadi di Bandung di luar nalar. Dia meminta semua mitra pelaksanaan MBG ikut melakukan pengawasan.

    “Memang kalau di rumah ya nggak apa-apa itu 2 ayam kita nyimpannya, tapi kalau 350 ayam, freezer mana yang kuat menyimpan? Jadi ada berbagai hal, kami sudah mengeluarkan tindakan-tindakan,” ujarnya.

    Halaman 2 dari 2

    (dpy/up)

    Gaduh Keracunan MBG

    18 Konten

    Ribuan anak sekolah dilaporkan mengalami keracunan usai menerima Makan Bergizi Gratis (MBG). Apa saja kemungkinan penyebabnya, dan bagaimana mencegahnya di kemudian hari?

    Konten Selanjutnya

    Lihat Koleksi Pilihan Selengkapnya

  • Keseruan Berlari Relay Ultra Marathon Jakarta-Bandung

    Keseruan Berlari Relay Ultra Marathon Jakarta-Bandung

    Jakarta

    Sebanyak 8 pelari mewakili komunitas detikcom Runners secara bergantian menuntaskan jarak 180 km di event wondr ITB Ultra Marathon 2025. Banyak keseruan tercipta sejak start dari Grha BNI 46, Jakarta Selatan, Jumat (26/9/2025) malam hingga finish di Kampus ITB, Bandung, Sabtu (27/9) malam.

    Salah satunya dialami Toro, pelari ke-5 yang menempuh salah satu segmen terberat, dari Cisarua, Bogor hingga Cijedil, Cianjur. Baginya, momen paling menantang sekaligus paling dikenang adalah ketika harus bersiap untuk start kapan saja di waktu yang tak terduga.

    Jika dalam race individual semua pelari start bersamaan, dalam format relay, waktu start pelari kedua dan seterusnya bisa berbeda-beda tergantung waktu finish pelari sebelumnya. Karenanya, memprediksi target waktu finish masing-masing pelari menjadi bagian dari race plan yang harus diperhitungkan dengan cermat sebagai bagian dari team work.

    “Jadi ada beberapa pelari termasuk saya yang ekspektasinya akan start di jam 13.00, ternyata harus lebih cepat di jam 11.30,” kata Toro mengisahkan momen transisi yang lebih cepat dari rencana awal.

    “Posisi saya 15 menit sebelumnya masih leyeh-leyeh di kasur alhasil langsung meloncat dan bersiap-siap untuk segera start,” tuturnya, mengenang kepanikan yang terjadi saat itu.

    Diawali dengan start penuh drama, Toro akhirnya sukses menuntaskan segmen full tanjakan dan turunan ekstrem dengan elevation gain 200 meter dan elevation lost 500 meter. Berlari di bawah cuaca terik tengah hari dengan terpaan udara dingin-cenderung kering khas lereng Gunung Gede-Pangrango pada akhirnya bukan hanya soal adu cepat, tapi juga menjadi pengalaman unik yang tidak terlupakan oleh Toro.

    “Berhasil finish di dengan catatan waktu 3 jam 15 menit, (merupakan) sebuah pencapaian yang belum pernah terbayangkan sebelumnya,” tandasnya.

    Tim Relay-8 detikcom Runners di ITB Ultra Marathon 2025: Femi, Ludi, Uyung, Kenyol, Toro, Wawan, Sarwani, Ai. Foto: detikcom Runners

    Tidak hanya para pelari yang merasakan pengalaman seru di event ini. Pani, salah seorang tim support untuk detikcom Runners, mengaku bangga dengan pengalaman pertamanya mengawal event lari ultra marathon, terlebih ketika harus memonitor pergerakan pelari pada malam hingga dini hari.

    “Tantangan paling berkesan menurut saya ketika saya harus mengawal di posisi banyak kendaraan, karena saya takut kesengol dan rawan keserempet,” kata Pani, merujuk segmen Grha BNI 47 hingga Wisma Raharja, Jakarta Selatan yang memang terkenal dengan kemacetannya.

    “Karena ramainya kendaraan, mau tidak mau saya harus turun dari motor dan meninggalkan motor sekitar 1 km lebih, sampai macetnya terkendali,” kenang Pani.

    Situasi sebaliknya dialami Pani saat melintas dinihari di segmen Cibinong-Tajur. Jika sebelumnya ia menghadapi tantangan lalu lintas yang terlalu padat, di segmen ini ia justru mengkhawatirkan kondisi jalanan yang terlalu sepi.

    “Daerah jalan raya Bogor juga menantang. Jalanan yang sepi karena situasi maraton di malam hari butuh pengawalan yang ketat,” katanya.

    Mengusung tema ‘Run for Stronger Unity in Diversity’, wondr ITB Ultra Marathon 2025 yang digelar pada 26-28 September 2025 ini diikuti lebih dari 5.000 peserta. Sebanyak 3.775 pelari terdaftar di kategori ultra marathon 180 km dan 1.550 pelari mengikuti Fun Run 5 km.

    Mewakili detikcom sebagai official media partner, partisipasi Tim Relay-8 detikcom Runners di wondr ITB Ultra 2025 kali ini mendapat dukungan dari iForte, CBN, dan NEX Datacenter yang berperan penting menghadirkan solusi teknologi, konektivitas, serta infrastruktur digital.

    Halaman 2 dari 2

    Simak Video “Titan Run 2025 Catatkan Nama di MURI”
    [Gambas:Video 20detik]
    (up/up)