Jenis Media: Kesehatan

  • Manfaat Selada Air, Sayuran Super untuk Kesehatan Tubuh

    Manfaat Selada Air, Sayuran Super untuk Kesehatan Tubuh

    Jakarta

    Selada air memiliki manfaat kesehatan yang luar biasa. Sayuran hijau ini kaya akan vitamin A, vitamin C, vitamin K, kalsium, hingga mangan.

    Selada air dikenal sebagai makanan yang sangat padat nutrisi. Menariknya, selada air bahkan menduduki peringkat pertama dalam daftar buah dan sayuran terbaik versi Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat.

    Manfaat Selada Air

    Selada air bermanfaat dalam menurunkan risiko penyakit kronis, mencegah jenis kanker tertentu, hingga melindungi kesehatan mata. Dikutip dari laman Healthline, berikut penjelasannya:

    Selada air kaya akan antioksidan yang berperan melindungi tubuh dari kerusakan sel akibat radikal bebas. Dikutip dari laman Healthline, radikal bebas merupakan molekul berbahaya yang dapat memicu stres oksidatif.

    Stres oksidatif sendiri dikaitkan dengan berbagai penyakit kronis, seperti diabetes, kanker, dan penyakit kardiovaskular. Pola makan yang kaya akan makanan tinggi antioksidan, termasuk selada air, dapat membantu mengurangi stres oksidatif sekaligus menurunkan risiko penyakit tersebut.

    Sebuah penelitian yang menganalisis senyawa antioksidan dalam 12 jenis sayuran silangan menemukan lebih dari 40 flavonoid unik, salah satu jenis senyawa kimia alami, pada selada air. Menariknya, selada air menempati peringkat tertinggi dibandingkan semua sayuran lain dalam penelitian tersebut, baik dari segi jumlah total fenol maupun kemampuannya menetralkan radikal bebas.

    2. Mengurangi Risiko Kanker Tertentu

    Kaya akan fitokimia, selada air bisa mengurangi risiko terkena beberapa jenis kanker. Selada air dan sayuran lainnya mengandung glukosinolat yang diaktifkan menjadi senyawa isotiosianat saat dipotong dengan pisau atau dikunyah.

    Isotiosianat mencakup bahan kimia seperti sulforafan dan fenetil isotiosianat, yang melindungi terhadap kanker. Caranya dengan menjaga sel-sel dari kerusakan, menonaktifkan bahan kimia karsinogenik dan menghalangi pertumbuhan dan penyebaran tumor.

    Isotiosianat dalam selada air telah terbukti mencegah kanker usus besar, paru-paru, prostat dan kulit. Penelitian juga menunjukkan bahwa isotiosianat dan sulforafan yang ditemukan dalam selada air bisa menghambat pertumbuhan sel kanker payudara.

    3. Menyehatkan Jantung

    Pola makan tinggi silangan, seperti selada air bisa bermanfaat untuk kesehatan jantung. Sebuah tinjauan studi pada lebih dari 500.000 individu menghubungkan konsumsi sayuran silangan dengan penurunan risiko penyakit jantung sebesar 16%.

    Selada air juga mengandung antioksidan beta karoten, zeaxanthin, dan lutein. Kadar karotenoid yang rendah dikaitkan dengan penyakit jantung dan tekanan darah tinggi.

    Penelitian menunjukkan, kadar karotenoid yang tinggi tak hanya melindungi terhadap perkembangan penyakit jantung, tapi juga menurunkan risiko serangan jantung dan stroke.

    4. Melindungi dari Osteoporosis

    Selada air mengandung banyak mineral yang diperlukan untuk kesehatan tulang, termasuk kalsium, magnesium, kalium, dan fosfor. Meski kalsium terkenal dengan efeknya pada kesehatan tulang, magnesium, vitamin K, dan kalium juga memegang peran penting.

    Diet seimbang yang kaya akan sayuran padat nutrisi berkorelasi dengan efek positif untuk kesehatan tulang. Tak hanya itu, secangkir selada air (34 g) menyediakan lebih dari 100% rekomendasi harian untuk vitamin K.

    Vitamin K merupakan komponen osteocalcin, protein yang membentuk jaringan tulang sehat dan membantu mengatur pergantian tulang. Sebuah penelitian menemukan, orang dengan asupan vitamin K tertinggi mempunyai kemungkinan 35% lebih kecil mengalami patah tulang pinggul, dibandingkan orang dengan asupan terendah.

    5. Meningkatkan Fungsi Kekebalan Tubuh

    Selada air mengandung 15 mg vitamin C per cangkir. Vitamin C dikenal dengan manfaatnya untuk kekebalan tubuh. Kekurangan vitamin C dikaitkan dengan penurunan fungsi kekebalan tubuh dan peningkatan peradangan.

    Vitamin C meningkatkan sistem kekebalan tubuh dengan meningkatkan produksi sel darah putih yang melawan infeksi. Meski penelitian pada masyarakat umum belum menunjukkan secara meyakinkan bahwa vitamin C menurunkan risiko terkena flu biasa, tapi vitamin C bisa mengurangi durasi gejalanya hingga 8 persen.

    6. Melindungi Kesehatan Mata

    Lutein dan zeaxanthin senyawa antioksidan yang penting untuk kesehatan mata dimiliki oleh selada air. Secara khusus, senyawa ini melindungi mata dari kerusakan akibat cahaya biru.

    Lutein dan zeaxanthin juga dikaitkan dengan risiko lebih rendah terkena degenerasi makula, terkait usia dan katarak. Selain itu, vitamin C dalam selada air juga dikaitkan dengan risiko lebih rendah terkena katarak.

    Ditinjau oleh:Mhd. Alrdian, S.Gz, lulusan ilmu gizi Universitas Andalas, saat ini menjadi penulis lepas di detikcom.

    (elk/elk)

  • Gendong Anak Bikin Punggung Pegal-pegal? Atasi dengan 3 Cara Ini!

    Gendong Anak Bikin Punggung Pegal-pegal? Atasi dengan 3 Cara Ini!

    Jakarta

    Menggendong bayi memang kegiatan yang sangat menyenangkan. Terutama bagi para orang tua baru, yang lagi ingin selalu dekat dengan buah hati.

    Meski begitu, kamu perlu memastikan bayi digendong dengan posisi yang tepat, ya. Sebab menggendong dengan posisi yang salah bisa menimbulkan dampak negatif. Tidak hanya bagi bayi tapi juga bagi orang dewasa yang menggendongnya.

    Adapun beberapa bahaya yang mungkin terjadi ketika Bunda dan Ayah salah menggendong bayi di antaranya risiko hip dysplasia hingga tulang belakang yang melengkung akibat sering bertumpu pada satu sisi.

    Di samping itu, cara menggendong yang salah bisa menyiksa punggung kita. Terapis fisik, Heather S. Baker, dari Swedish Covenant Hospital di Chicago menjelaskan posisi membungkuk saat akan menggendong bayi dan balita dapat memberikan tekanan pada tulang belakang dan punggung. Inilah yang menyebabkan punggung rentan cedera.

    Supaya nggak pegal-pegal, coba ikuti beberapa tips berikut ini.

    1. Lakukan olahraga untuk menguatkan otot

    2. Perhatikan postur, jangan membungkuk.

    3. Pilih baby carrier yang nyaman untuk bayi dan orang tua

    Namun jika sudah terlanjur terjadi, kamu bisa mengatasi backpain dan otot punggung yang pegal dengan mengoleskan krim analgesik hangat, seperti counterpain.

    (ega/ega)

  • Sengkarut Polemik di Balik Kasus Kanker Payudara ‘Juara 1’ di RI

    Sengkarut Polemik di Balik Kasus Kanker Payudara ‘Juara 1’ di RI

    Jakarta

    Data Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI) menunjukkan terdapat 66.271 kasus baru kanker payudara setiap tahun, dengan 22.598 kematian. Angka ini menempatkan jenis kanker tersebut menjadi yang terbanyak dan paling mematikan pada perempuan di Tanah Air, disusul kanker leher rahim atau kanker serviks, hingga kanker ovarium.

    Sengkarut persoalan dimulai dari keterlambatan diagnosis, akses layanan yang masih timpang, hingga rendahnya angka kesintasan dibandingkan negara lain. Hal ini yang juga disebut Kemenkes RI menjadi salah satu alasan di balik banyaknya pasien memilih berobat ke luar negeri.

    “Karena keterbatasan alat, itu antrenya bisa berapa bulan, bahkan sampai hitungan tahun. Saat pasien-nya didiagnosis masih stadium dini, nunggu tatalaksana-nya sudah stadium lanjut,” sesal Direktur Pencegahan Pengendalian Penyakit Tidak Menular dr Siti Nadia Tarmizi saat ditemui di sela sesi Forum Jurnalis Kesehatan Menurunkan Kematian akibat Kanker Payudara di Indonesia, Senin (29/9/2025).

    Kenyataan tersebut sejalan dengan catatan 70 persen kasus kanker payudara baru ditemukan pada stadium lanjut. Saat kasus kanker berada di stadium lanjut, peluang sembuh berkurang di bawah 50 persen.

    Ketua Perhimpunan Pusat Perhimpunan Onkologi Indonesia (POI) dr Jaya Cosphiadi Irawan menekankan tren ini bahkan jauh tertinggal dengan negara tetangga, Malaysia.

    “Malaysia angka survival-nya jauh lebih baik,” ungkapnya.

    Ia menekankan bila investasi deteksi dini serta pengobatan di Indonesia tak diperkuat, risiko beban penyakit dan biaya yang dihadapi semakin besar.

    Dalam kesempatan yang sama, Ketua Tim Kerja Kanker Kemenkes RI Endang Lukito mengakui kesiapan deteksi alat dan tenaga dokter masih terbatas di banyak kabupaten kota wilayah terpencil, dengan tren berikut:

    Baru 169 kabupaten/kota yang memiliki layanan mamografi.Sebanyak 201 kabupaten/kota memiliki SDM, tetapi tidak memiliki alat.44 kabupaten/kota bahkan tidak memiliki SDM maupun alat sama sekali.

    Antrean Berobat hingga Berbulan-bulan

    Rata-rata, waktu tunggu pengobatan kanker di Indonesia bisa mencapai 9 hingga 15 bulan sejak diagnosis ditegakkan hingga terapi definitif dimulai. Keterlambatan ini berdampak langsung pada hasil pengobatan.

    “Kalau pasien menunggu enam minggu saja, tumor sudah bisa berkembang. Apalagi kalau sampai 12 minggu atau lebih, hasil terapinya tentu berbeda. Di Indonesia, keterlambatan seperti ini masih sangat tinggi,” jelas dr Cosphiadi.

    Angka kesintasan lima tahun kanker payudara di Indonesia hanya 54,5 hingga 56 persen, sementara di negara maju rata-rata 90 persen. India, dengan populasi terbanyak di dunia, juga memiliki rata-rata kesintasan lima tahun yang lebih baik yakni 66 persen.

    Sementara yang lebih rendah tercatat berada di Afrika Selatan dengan rata-rata 40 persen.

    “Target kita tentu ingin mencapai lebih dari 70 persen. Tapi itu hanya bisa dicapai jika deteksi dini benar-benar diperluas dan tata laksana lebih cepat,” kata Endang.

    Rasa Cemas-Waswas saat Diperiksa

    Masalah kanker di Indonesia tidak hanya terjadi pada medis, tetapi juga dari sisi psikologis. Banyak pasien menolak melakukan biopsi atau menunda pemeriksaan karena khawatir dengan hasil diagnosis.

    Adapula yang beralih ke pengobatan alternatif, menghindari kemungkinan menjalani operasi dan kemoterapi, tetapi kemudian tidak berhasil dan kembali datang ke rumah sakit dalam kondisi stadium lanjut.

    Walhasil, beban finansial pasien menjadi lebih berat. dr Cosphiadi menyebut pada beberapa kasus, 80 persen pendapatan pasien dalam setahun hilang karena biaya pengobatan, kehilangan pekerjaan, dan keterbatasan produktivitas.

    Siasat Pemerintah

    Kementerian Kesehatan kemudian merumuskan Rencana Aksi Nasional (RAN) Penanggulangan Kanker 2024 hingga 2027, yang mencakup:

    Penurunan angka kematian hingga 2,5 persen.Menemukan 60 persen kasus kanker pada stadium 1 sampai 2.Memastikan diagnosis ditegakkan maksimal 60 hari sejak pasien pertama kali datang ke faskes. Setiap provinsi minimal memiliki 2 RS paripurna dan setiap kabupaten/kota minimal 1 RS madya untuk layanan kanker.

    Selain itu, metode skrining payudara kini dikombinasikan, SADANIS (pemeriksaan klinis) ditambah USG, agar deteksi lebih akurat.

    Kanker adalah penyakit kompleks dan heterogen. Penanganannya membutuhkan kolaborasi lintas sektor, termasuk pemerintah, akademisi, swasta, dan komunitas.

    “Ini bukan hanya urusan dokter. Harus ada governance yang kuat, akademisi yang mengawal, serta partisipasi masyarakat untuk edukasi dan deteksi dini. Kalau tidak, kita akan terus tertinggal,” pinta dr Cosphiadi.

    Belum lagi, layanan paliatif yang juga harus diperluas. Saat ini, hanya 1 persen dari kebutuhan yang terpenuhi, padahal 80 persen pasien kanker stadium lanjut memerlukannya.

    Meski strategi nasional sudah disusun, tantangannya tetap besar. Tanpa percepatan deteksi dini, pemerataan layanan, serta edukasi publik yang konsisten, angka kematian akibat kanker payudara akan terus tinggi.

    “Kalau kita tidak hati-hati berinvestasi sekarang, biaya sosial dan ekonomi di masa depan akan jauh lebih besar. Investasi pada deteksi dini bukan sekadar soal kesehatan, tapi juga penyelamatan generasi,” pungkas dr Cosphiadi.

    Halaman 2 dari 2

    Simak Video “Video: Perjuangan Jessie J Lawan Kanker Payudara, Kini Harus Operasi Kedua”
    [Gambas:Video 20detik]
    (naf/kna)

  • Mayapada Hospital Bandung Hadirkan Layanan untuk Jaga Performa Olahraga

    Mayapada Hospital Bandung Hadirkan Layanan untuk Jaga Performa Olahraga

    Jakarta

    Pernahkah kamu merasa cepat lelah dan kehabisan tenaga saat sedang jogging, bersepeda, bahkan saat ikut main futsal bersama teman? Jika ya, jangan dianggap sepele ya.

    Itu bisa menjadi tanda tubuh kekurangan stamina, atau kekuatan otot yang lemah dan latihan yang kurang tepat, sehingga performa fisik menurun. Untuk menjawab masalah ini, Mayapada Hospital Bandung menghadirkan Sports Injury Treatment & Performance Center (SITPEC). Di sini menyediakan layanan evaluasi medis untuk memetakan kondisi fisik secara menyeluruh, serta membantu kamu mendapatkan performa olahraga optimal, meningkatkan kekuatan otot, daya tahan, dengan latihan yang efisien.

    Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga Mayapada Hospital Bandung dr. Alvin Wiharja, Sp.KO menjelaskan salah satu metode yang bisa dilakukan untuk menilai kapasitas fisik dan menjadi dasar penyusunan program latihan efektif adalah melalui pemeriksaan VO2 Max.

    “VO2 Max berguna untuk mengetahui seberapa baik jantung memompa darah dan memasok oksigen dari darah ke otot. Oksigen ini dibutuhkan untuk menghasilkan sumber energi bernama adenosine triphosphate (ATP), yang membuat tubuh mampu bergerak lebih optimal. VO2 Max ini berperan penting untuk menyusun program latihan efektif, baik dari dari segi intensitas, durasi, hingga jenis latihan sesuai kebutuhan tiap individu,” ungkap dr. Alvin dalam keterangannya, Selasa (30/9/2025).

    Tak kalah penting, menurutnya analisis komposisi tubuh (body composition analysis) juga menjadi kunci untuk meningkatkan performa fisik.

    “Analisis komposisi tubuh dilakukan dengan mengukur kadar lemak tubuh, massa otot, serta distribusi cairan. Pemeriksaan ini membantu dokter gizi dalam menyusun pola makan yang menunjang program latihan,” imbuh dr. Alvin.

    Lebih lanjut, Dokter Spresialis Gizi Klinik Mayapada Hospital Bandung, dr. Shiela Stefani, M.Gizi, SpGK, AIFO-K, FINEM menjelaskan performa tubuh seseorang juga sangat didukung oleh asupan nutrisi yang tepat,

    “Karena otot tidak hanya membutuhkan latihan, tetapi juga asupan gizi yang seimbang agar dapat tumbuh dan pulih dengan baik. Dengan kombinasi latihan yang tepat dan pola makan yang terukur, hasilnya akan jauh lebih maksimal,” jelasnya.

    Seluruh pemeriksaan menyeluruh tersebut dapat dilakukan di layanan Sports Injury Treatment & Performance Center (SITPEC) Mayapada Hospital Bandung yang didukung oleh kolaborasi dokter multidisiplin yang terdiri dari spesialis kedokteran olahraga, spesialis ortopedi konsultan sport injury, spesialis gizi klinik, spesialis kedokteran fisik & rehabilitasi serta fisioterapis yang ahli untuk membantu meningkatkan performa fisik. Layanan ini turut dilengkapi fasilitas lengkap dan modern seperti Gym, VO2 Max dan Body Composition Analysis untuk menunjang program latihan yang sesuai dengan kebutuhan..

    Melalui Sports Injury Treatment & Performance Center (SITPEC), Mayapada Hospital menghadirkan layanan terpadu bagi masyarakat Bandung yang ingin menjaga kebugaran dan performa olahraga, termasuk bagi mereka yang memiliki lifestyle disease seperti diabetes dan hipertensi agar bisa memperoleh manfaat olahraga yang optimal.

    “Layanan ini juga mencakup screening pra-olahraga, peningkatan performa, penanganan cedera, hingga program pemulihan pasca cedera dan operasi, bersama tim dokter multidisiplin dan fisioterapis profesional. Seluruh pelayanan dirancang dengan mengutamakan kenyamanan pasien (patient experience), keamanan (patient safety), dan dengan pendekatan personal (patient-centered care),” papar Hospital Director Mayapada Hospital Bandung, dr. Irwan Susanto Hermawan, MM.

    Bagi Anda yang berdomisili di Bandung dan sekitarnya, kini layanan Sports Injury Treatment & Performance Center (SITPEC) tersedia di Mayapada Hospital Bandung. Informasi lengkap mengenai layanan, termasuk jadwal praktik Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga di SITPEC Mayapada Hospital Bandung, dapat diakses melalui aplikasi MyCare. Untuk konsultasi terkait kebugaran, penanganan cedera, maupun pemulihan pasca cedera, silakan hubungi call center 150770 atau langsung melalui aplikasi.

    Selain di Bandung, layanan SITPEC juga tersedia di Mayapada Hospital Jakarta (Lebak Bulus dan Kuningan) serta Tangerang. Informasi lengkap mengenai SITPEC dapat diperoleh melalui fitur Health Articles & Tips di aplikasi MyCare.

    MyCare juga dilengkapi fitur Personal Health untuk memantau kebugaran, mulai dari detak jantung, langkah harian, kalori terbakar, hingga Body Mass Index (BMI). Unduh MyCare sekarang dan nikmati reward point yang dapat ditukar dengan potongan harga berbagai pemeriksaan di seluruh unit Mayapada Hospital.

    (ega/ega)

  • Paparan Matahari Bikin Kulit Hitam, Bisakah Kembali Cerah? Ini Caranya dari Dokter

    Paparan Matahari Bikin Kulit Hitam, Bisakah Kembali Cerah? Ini Caranya dari Dokter

    Jakarta

    Banyak orang merasa insecure ketika kulitnya menggelap karena sering beraktivitas di luar ruangan dan terlalu lama terpapar sinar matahari. Warna kulit yang berubah menjadi lebih kusam atau gosong sering membuat kepercayaan diri menurun.

    Kondisi ini sebenarnya wajar dan bisa diatasi. Spesialis dermatologi, Dr dr I Gusti Nyoman Darmaputra, SpDVE, SubspOBK, FINSDV, FAADV, menjelaskan proses ini disebut tanning, terjadi ketika sel melanosit di kulit memproduksi lebih banyak melanin sebagai respons terhadap sinar UV.

    Setelah paparan matahari berkurang, sel-sel kulit yang terpigmentasi ini akan luruh secara alami dalam siklus pergantian kulit (14-28 hari) dan digantikan oleh sel baru yang belum terpapar.

    Namun, lanjutnya, proses ini tidak selalu sempurna, terutama jika paparan matahari berulang atau dipengaruhi faktor seperti usia atau jenis kulit.

    “Ya, kulit yang menggelap akibat sinar matahari biasanya bisa kembali ke warna aslinya,” kata pria yang akrab disapa dr Darma tersebut saat dihubungi detikcom, Selasa (30/9/2025).

    Berapa Lama Kulit Bisa Kembali Cerah?

    dr Darma mengatakan, waktu pemudaran tanning dapat bervariasi, tergantung jenis kulit, intensitas paparan, dan kedalaman tanning. Secara umum, tanning bisa memudar dalam 7-10 hari.

    “Namun, jika tanning cukup dalam atau regenerasi kulit lambat, bisa memakan waktu 2-4 minggu, bahkan berbulan-bulan. Misalnya, tanning akibat liburan panjang mungkin butuh beberapa minggu hingga hilang sepenuhnya,” lanjutnya.

    Cara Mempercepat Proses Kulit Kembali Cerah

    Menurut dr Darma, ada beberapa cara untuk mempercepat pemudaran tanning. Meski begitu, ia mengingatkan untuk menghindari perawatan berlebihan agar kulit tak teriritasi. Adapun fokus utama adalah melindungi kulit dari paparan lebih lanjut dan mendukung regenerasi sel. Berikut tipsnya.

    Gunakan sunscreen: Pakai sunscreen SPF 30+ setiap hari, bahkan di dalam ruangan, untuk mencegah tanning bertambah parah. Ini langkah terpenting.Eksfoliasi ringan: Gunakan scrub atau exfoliant lembut (misalnya mengandung AHA/BHA) 2-3 kali seminggu untuk membantu mengelupas sel kulit mati berpigmen. Hindari eksfoliasi kasar agar kulit tidak iritasi.Jaga kelembapan dan hidrasi: Kulit lembap regenerasi lebih cepat. Gunakan pelembap setiap hari dan minum banyak air untuk mendukung dari dalam.Produk pencerah: Gunakan krim dengan kandungan vitamin C atau niacinamide untuk membantu mencerahkan kulit.Kondisi Tertentu yang Membuat Kulit Tetap Gelap

    dr Darma menjelaskan ada sejumlah kondisi tertentu yang bisa menyebabkan kulit mengalami penggelapan lebih permanen atau sulit memudar, bukan hanya tanning biasa, seperti:

    Hiperpigmentasi pasca-inflamasi: Melanin berlebih akibat peradangan dari luka, jerawat, atau paparan kronis, menyebabkan bercak gelap.Melasma: Bercak cokelat di wajah, sering dipicu perubahan hormon (misalnya saat hamil atau konsumsi pil KB), sulit hilang karena dipengaruhi hormon dan matahari.

    “Jika kulit tetap gelap tanpa sebab jelas atau ada gejala lain (misalnya lelah atau gatal), segera konsultasikan ke dokter kulit untuk diagnosis dan perawatan tepat,” imbuhnya.

    (suc/suc)

  • Cuaca Tak Menentu Bisa Bikin Sakit Kepala? Begini Tipsnya dari Medis

    Cuaca Tak Menentu Bisa Bikin Sakit Kepala? Begini Tipsnya dari Medis

    Jakarta – Rutinitas padat, dari deadline kantor, kesibukan rumah tangga, hingga mobilitas ke kampus, sering tiba-tiba terusik oleh sakit kepala yang tak kenal waktu. Tiba-tiba, sakit kepala menyerang begitu saja.

    Semua jadi terhenti, konsentrasi buyar, bahkan aktivitas sederhana pun terasa berat. Situasi seperti ini sering dialami banyak orang, terutama saat musim pancaroba ketika cuaca sulit ditebak.

    Fakta Medis: Mengapa Sakit Kepala Lebih Sering Saat Pancaroba?

    Musim pancaroba ditandai dengan perubahan suhu, kelembapan, dan tekanan udara yang drastis. Kondisi ini membuat tubuh harus bekerja ekstra untuk beradaptasi.

    Perubahan cuaca ekstrem dapat melemahkan daya tahan tubuh sehingga kita lebih rentan terserang penyakit, termasuk sakit kepala. Daya tahan tubuh yang melemah di musim pancaroba membuat gejala ringan seperti pusing, flu, atau demam lebih sering muncul.

    Dehidrasi juga menjadi faktor pemicu. Kekurangan cairan tubuh dapat menyebabkan sakit kepala semakin sering muncul.

    Tips Ringan agar Aktivitas Tetap Lancar

    Tidur cukup – Hindari begadang agar tubuh bisa memulihkan energi.Tetap terhidrasi – Perbanyak minum air putih untuk mencegah dehidrasi.Atur rutinitas sehat – Konsumsi makanan bergizi dan lakukan olahraga ringan.Sedia penanganan praktis – Selalu siapkan obat sakit kepala agar keluhan cepat teratasi dan aktivitas tidak tertunda.

    Pentingnya Solusi Instan

    Saat sakit kepala menyerang di tengah kesibukan, solusi cepat sangat dibutuhkan. Memiliki persediaan obat yang tepat akan membantu Anda tetap nyaman beraktivitas tanpa terganggu oleh nyeri kepala di musim pancaroba.

    Namun harus tetap siaga di musim pancaroba dan jangan abaikan kesehatan. Dengan menjaga pola hidup sehat dan menyiapkan solusi praktis, kita bisa tetap menjalani aktivitas dengan nyaman meski cuaca tak menentu. Artikel ini didukung oleh PT Sanbe Farma, produsen Poldanmig.

    (adv/adv)

  • Kulit Bayi Sensitif Harus Dirawat dengan Tepat, Begini Caranya

    Kulit Bayi Sensitif Harus Dirawat dengan Tepat, Begini Caranya

    Jakarta

    Secara alami, kulit bayi cenderung lebih sensitif dibandingkan anak-anak atau orang dewasa. Namun tingkat sensitifitas kulit bayi berbeda-beda antara bayi satu dengan yang lain. Beberapa bayi mengalami mengalami kulit kering dan ruam setelah terpapar dengan berbagai bahan kimia.

    Adapun ciri-ciri bayi memiliki kulit sensitif

    Kulit bereaksi setelah pemakaian produk perawatan bayi misalnya sabun bayi akibat wewangian atau bahan dalam kandungannya.

    Perubahan pada kulit setelah anak berpakaian atau memakai selimut, yang mungkin disebabkan detergen atau pewarna.

    Si Kecil yang memiliki kulit sensitif perlu dirawat dengan tepat. Orang tua harus jeli dan cermat dalam memilih produk perawatan. Sebab jika salah, kulit bayi justru bisa mengalami gangguan kesehatan.

    Berikut cara tepat merawat kulit bayi yang sensitif:

    1. Mandi Air Hangat

    Untuk mencegah timbulnya ruam, orang tua bisa memandikan bayi menggunakan air hangat selama 3-5 menit. Hindari bayi bermain atau berendam terlalu lama dalam air yang dicampur sabun.

    2. Pilih Produk yang Aman untuk Kulit Sensitif

    Menjaga kulit bayi yang serba sensitif memang gampang-gampang sulit. Tapi jangan khawatir, saat ini berbagai produk perawatan yang aman untuk kulit sensitif Si Kecil. MITU 2 in 1 Body Wash misalnya, yang mengandung formula lembut dan melembapkan. Cocok untuk membersihkan sekaligus merawat kulit buah hati.

    (anl/ega)

  • Mulai Banyak Usia 30-an Sudah Pasang Ring Jantung, Dokter Sarankan Konsumsi Ini

    Mulai Banyak Usia 30-an Sudah Pasang Ring Jantung, Dokter Sarankan Konsumsi Ini

    Jakarta

    Masalah jantung semakin banyak dihadapi generasi Z, dari semula hanya umum di kalangan 40 tahun ke atas. Bukan tanpa sebab, kebiasaan sehari-hari termasuk pola makan dan aktivitas gerak menjadi pemicu utamanya.

    Spesialis jantung dr Karina Arifiani menyesalkan banyak anak muda lebih nyaman dengan aktivitas serba instan. Utamanya terkait makanan yang dikonsumsi.

    “Jadi memang betul secara tren itu orang yang kena penyakit jantung semakin muda ya, di usia 30-an sudah mulai banyak yang pasang ring,” beber dr Karina kepada detikcom Senin (29/9/2025).

    “Karena memang lifestyle itu berubah, banyak junkfood, banyak makanan olahan kemudian semuanya serba instan sedentary lifestyle jadi itu pasti akan berimpact ke penyakit jantung yang usianya akan lebih muda, dari tadinya usia 40-an ke atas,” sambungnya.

    Makanan yang Baik untuk Jantung

    Meski tidak ada spesifik makanan yang secara langsung meningkatkan kesehatan jantung, dr Karina menyarankan perbanyak konsumsi real food. Artinya, makanan dengan minim proses pengolahan.

    “Jadi sayuran, kemudian daging sebisa mungkin tidak daging olahan, jadi bukan burger patty, tapi daging ya daging empal, beef steak tapi memang bukan olahan, jadi bener-benar yang real food dan itu minimal dari zat pengawet proses lahan sumber dagingnya dari mana,” saran dia.

    dr Karina juga membenarkan edamame yang kerap dikaitkan dengan kesehatan jantung karena dinilai bisa menurunkan kadar kolesterol jahat atau low density lipo-protein (LDL) berkat kandungan protein kedelai dan seratnya, serta mengandung lemak sehat seperti asam lemak tak jenuh yakni omega-3 dan omega-6 yang meningkatkan kolesterol baik.

    Karenanya, mengurangi risiko penyakit kardiovaskular seperti penyakit jantung dan stroke.

    “Edamame, acar, semua makanan yang sifatnya oksidannya tinggi juga misalnya buah delima, itu semuanya disarankan.”

    “Terpenting real food, semakin sedikit olahan semakin banyak kita mendapatkan kadar nutrisinya,” pungkasnya.

    (naf/kna)

  • Orang Tua Wajib Tahu, Ini 4 Perbedaan Bintik Merah DBD & Biang Keringat

    Orang Tua Wajib Tahu, Ini 4 Perbedaan Bintik Merah DBD & Biang Keringat

    Jakarta

    Saat muncul bintik merah pada kulit anak, orang tua seringkali cemas. Anda mungkin akan khawatir apakah itu tanda Demam Berdarah Dengue (DBD) atau biang keringat biasa?

    Meski sekilas terlihat mirip, namun keduanya memiliki ciri khas berbeda. Karena itu dengan mengenali perbedaannya dapat membantu para orang tua untuk memberikan penanganan yang tepat, serta melindungi Si Kecil dari bahaya DBD.

    Perlu dipahami, DBD yang disebabkan gigitan nyamuk Aedes Aegypti jika terlambat ditangani bisa mengancam nyawa. Simak ulasan berikut tentang perbedaan antara bintik merah akibat DBD dan biang keringat.

    1. Waktu Muncul

    Umumnya bintik merah yang menjadi gejala DBD akan muncul pada hari ke-3 hingga ke-5 setelah demam, sebagai tanda pecahnya pembuluh darah kecil di bawah kulit. Sementara bintik merah biang keringat muncul segera setelah berkeringat. Terlebih dalam cuaca panas atau saat menggunakan pakaian yang tidak menyerap keringat.

    2. Lokasi Bintik Merah

    Bintik merah DBD menyebar di seluruh tubuh, terutama di lengan, kaki, wajah, dan dada. Bintik ini tidak terbatas pada area tertentu. Pada biang keringat, bintik merah biasanya terkonsentrasi di area lipatan kulit, seperti leher, ketiak, selangkangan, atau punggung.

    3. Bentuk dan Ukuran

    Bintik merah DBD relatif kecil, rata, dan menyebar luas. Terkadang tampak seperti ruam tanpa tonjolan. Biang keringat berbentuk bintik menonjol kecil, sering berkelompok seperti butiran pasir.

    4. Warna

    Jika diperhatikan dengan seksama, bintik merah DBD dan biang keringat memiliki warna yang sedikit berbeda. Bintik merah DBD cenderung berwarna merah terang atau gelap akibat pecahnya pembuluh darah. Sedangkan biang keringat berupa bintik berwarna merah muda hingga kemerahan, sesuai dengan tingkat iritasi pada kulit.

    Tak hanya itu, orang tua bisa memperhatikan gejala lain yang menyertai. Apabila anak mengidap DBD, selain bintik merah, biasanya juga disertai demam tinggi, nyeri otot atau sendi, mual, dan lemas.

    DBD membutuhkan penanganan medis segera karena ini bisa berkembang menjadi kondisi serius seperti dengue shock syndrome. Jika terdapat satu dari beberapa tanda bahaya DBD, seperti nyeri perut hebat, mimisan atau gusi berdarah, muntah terus menerus, sebaiknya segera bawa anak ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

    Selalu ingat bahwa mencegah lebih baik daripada mengobati. Lindungi keluarga tercinta dari risiko DBD dengan HIT Aerosol yang 5x lebih efektif membunuh nyamuk seketika. Produk ini memiliki double nozzle sehingga mampu menjangkau ke seluruh ruangan, bahkan hingga ke lokasi tersembunyi nyamuk seperti bawah meja, belakang lemari, dan sudut ruangan.

    (anl/ega)

  • Infeksi Bakteri ‘Superbug’ Mematikan Melonjak di AS, Kasusnya Ngegas 460 Persen!

    Infeksi Bakteri ‘Superbug’ Mematikan Melonjak di AS, Kasusnya Ngegas 460 Persen!

    Jakarta

    Centers for Disease Control and Prevention AS (CDC) memperingatkan dalam laporannya minggu ini antara 2019 hingga 2023, infeksi bakteri yang disebabkan oleh ‘superbug’ bernama NDM-producing carbapenem-resistant Enterobacterales (NDM-CRE) melonjak dari sekitar 0,25 menjadi 1,35 atau lebih dari 460 persen di Amerika Serikat.

    Menurut Shruti Gohil, profesor asosiasi penyakit infeksi di UC Irvine School of Medicine, NDM-CRE adalah jenis bakteri dengan gen khusus yang dapat menghancurkan antibiotik kuat, sehingga sebagian besar terapi obat menjadi tidak efektif.

    “Hal ini membuat bakteri ‘superbug’ ini sangat sulit diobati karena resisten terhadap beberapa antibiotik paling kuat yang kita miliki,” kata Gohil, dikutip dari Los Angeles Times.

    Temuan CDC, yang pertama kali dipublikasikan dalam laporan 2022, mencatat pada tahun 2020 terjadi sekitar 12.700 infeksi dan 1.100 kematian di AS akibat bakteri resisten ini.

    “Karena bakteri tersebut resisten terhadap sebagian besar antibiotik, pilihan pengobatan sangat terbatas, menyebabkan pemulihan lebih lambat dan risiko lebih tinggi terhadap komplikasi serius atau kematian,” kata Gohil.

    CDC tidak menentukan alasan pasti lonjakan tersebut, namun Neha Nanda, direktur medis program pengawasan antibiotik di Keck Medicine USC, menyebut ada kaitan dengan penggunaan antibiotik pada pasien COVID-19 di awal pandemi.

    Pejabat kesehatan masyarakat memperingatkan bahwa NDM-CRE sebelumnya jarang ditemukan di AS, sehingga tenaga medis mungkin tidak segera mencurigainya ketika menangani pasien dengan infeksi bakteri. CDC juga menegaskan peningkatan ini mengancam akan meningkatkan jumlah infeksi dan kematian terkait NDM-CRE.

    Ini adalah laporan kedua dari CDC yang menyoroti kenaikan kasus bakteri. Laporan terbaru sebelumnya dipublikasikan pada Juni lalu, berfokus pada kasus di New York City antara 2019 hingga 2024.

    “Saya pikir ini mungkin menjadi kesempatan bagi kita untuk mengubah narasi yang menyatakan bahwa semua pasien biasanya menginginkan antibiotik,” kata Nanda.

    (suc/suc)