Jenis Media: Kesehatan

  • Pengadilan India Perintahkan Dokter Perjelas Tulisan Resep, Jangan ‘Cakar Ayam’

    Pengadilan India Perintahkan Dokter Perjelas Tulisan Resep, Jangan ‘Cakar Ayam’

    Jakarta

    Pada saat sebagian besar orang beralih menggunakan keyboard untuk menulis, apakah tulisan tangan masih penting? Ya, kata pengadilan di India, terutama jika penulisnya adalah seorang dokter.

    Lelucon tentang tulisan tangan buruk para dokter yang hanya bisa dipecahkan oleh apoteker memang umum di India, bahkan di seluruh dunia. Namun, perintah terbaru yang menekankan pentingnya tulisan tangan yang jelas datang dari Pengadilan Tinggi Punjab dan Haryana. Pengadilan menyatakan bahwa “resep medis yang jelas adalah hak fundamental” karena dapat menjadi pembeda antara hidup dan mati.

    Berawal dari Laporan yang Tak Terbaca

    Diberitakan BBC, perintah pengadilan tersebut muncul dari kasus yang awalnya tidak ada hubungannya dengan masalah medis (tuduhan pemerkosaan, penipuan, dan pemalsuan).

    Hakim Justice Jasgurpreet Singh Puri yang memimpin sidang kasus tersebut mengaku terkejut ketika membaca laporan medico-legal yang ditulis oleh dokter pemerintah yang memeriksa wanita tersebut.

    “Hal itu mengguncang hati nurani pengadilan ini karena tidak ada satu pun kata atau huruf pun yang dapat dibaca,” tulisnya dalam putusan.

    Tuntutan Pengadilan dan Reaksi Asosiasi Dokter

    Untuk mengatasi masalah ini, pengadilan meminta pemerintah memasukkan pelajaran tulisan tangan ke dalam kurikulum sekolah kedokteran dan menetapkan batas waktu dua tahun untuk meluncurkan sistem resep digital. Sampai hal itu terjadi, Hakim Puri memerintahkan semua dokter harus menulis resep dengan jelas menggunakan huruf kapital.

    Dr Dilip Bhanushali, presiden Indian Medical Association yang memiliki lebih dari 330.000 anggota, mengatakan pihaknya bersedia membantu mencari solusi. Ia mengakui bahwa di kota-kota besar, dokter sudah beralih ke resep digital, tetapi hal itu sangat sulit diterapkan di daerah pedesaan.

    “Sudah menjadi fakta umum bahwa banyak dokter memiliki tulisan tangan yang buruk, tetapi itu karena sebagian besar praktisi medis sangat sibuk, terutama di rumah sakit pemerintah yang ramai,” jelasnya.

    “Seorang dokter yang melihat tujuh pasien sehari bisa melakukannya, tetapi jika Anda melihat 70 pasien sehari, Anda tidak bisa melakukannya.”

    Konsekuensi Fatal di Balik Tulisan Tangan yang Ambigu

    Para ahli medis menekankan bahwa penekanan pada tulisan tangan dokter bukan tentang estetika atau kenyamanan, melainkan karena resep medis yang menyisakan ruang untuk ambiguitas atau salah tafsir dapat memiliki konsekuensi yang serius, bahkan tragis.

    Secara global, kesalahan medis yang disebabkan oleh tulisan tangan yang ceroboh pernah mengakibatkan kematian. Di AS pada tahun 1999, diperkirakan 7.000 kematian setiap tahun disebabkan oleh tulisan tangan yang buruk.

    Baru-baru ini, di Skotlandia, seorang wanita menderita luka kimia setelah ia salah diberi krim disfungsi ereksi untuk kondisi mata kering.

    Di India, meskipun tidak ada data kuat, salah pembacaan resep di masa lalu telah menyebabkan keadaan darurat kesehatan dan banyak kematian. Salah satu kasus yang dilaporkan adalah seorang wanita menderita kejang setelah meminum obat diabetes yang memiliki nama mirip dengan obat pereda nyeri yang diresepkan untuknya.

    Halaman 2 dari 2

    (kna/kna)

  • Sering Terbangun dan Pipis Tengah Malam, Tanda Gagal Ginjal? Ini Kata Dokter

    Sering Terbangun dan Pipis Tengah Malam, Tanda Gagal Ginjal? Ini Kata Dokter

    Jakarta

    Banyak orang seringkali terbangun di tengah malam karena kebelet buang air kecil. Kondisi ini sebenarnya umum terjadi, namun beberapa orang perlu mewaspadai terkait masalah gagal ginjal.

    Spesialis penyakit dalam dr Tunggul Situmorang, SpPD-KGH mengatakan bahwa sering terbangun di tengah malam untuk kencing bisa menjadi ‘alarm’ tubuh bahwa ada yang bermasalah dengan ginjal.

    “Itu sebenarnya, kalau (ginjal) sudah gagal, yang mengatur irama kencing itu kan ginjal. Membuat konsentrasi urinenya sebagaimana normal. Membuat pada malam hari lebih bisa di-keep,” kata dr Tunggul saat ditemui detikcom di Siloam Hospitals TB Simatupang, Selasa (30/9/2025).

    “Jadi kalau dia mulai terganggu, akan macam-macam (gejalanya), bisa itu kencing malam, bisa kencing berbusa, bisa kencing yang makin sedikit, bisa warnanya beda,” katanya.

    Namun, tanda-tanda ini belum tentu menjadi patognomonik atau gejala khas penyakit ginjal, sehingga dr Tunggul menegaskan perlunya pemeriksaan lebih lanjut.

    “Katakanlah bahwa kencingnya bisa berbusa, atau jumlahnya makin sedikit, tapi juga tergantung dari penyebabnya,” kata dr Tunggul.

    “Penyebab sakit ginjal kan banyak, kalau misal penyebabnya diabetes tidak terkontrol mungkin dia akan sering kencing. Bukan hanya malam, tapi siang dan seterusnya,” tutupnya.

    (dpy/kna)

  • Video IDAI: Banyak Kasus Pneumonia Anak di RI Disebabkan Influenza

    Video IDAI: Banyak Kasus Pneumonia Anak di RI Disebabkan Influenza

    Video IDAI: Banyak Kasus Pneumonia Anak di RI Disebabkan Influenza

  • Cuma yang Punya Fokus Kuat Bisa Jawab Semua Asah Otak Ini!

    Cuma yang Punya Fokus Kuat Bisa Jawab Semua Asah Otak Ini!

    Asah Otak

    Aida Adha Siregar – detikHealth

    Rabu, 01 Okt 2025 08:01 WIB

    Jakarta – Tantangan timbangan ini sekilas memang terlihat sederhana, tapi jangan salah, hanya si teliti yang bisa menemukan jawabannya dengan tepat.

  • Ibunda Tasya Kamila Jalani Operasi Bariatrik usai 25 Tahun Gagal Diet

    Ibunda Tasya Kamila Jalani Operasi Bariatrik usai 25 Tahun Gagal Diet

    Jakarta

    Selebriti Tasya Kamila membagikan pengalaman sang ibu, Isverina Andriany, yang menjalani operasi bariatrik atau pemotongan lambung belum lama ini.

    Tasya mengatakan operasi bariatrik itu dilakukan setelah ibunya gagal diet selama 25 tahun.

    “Gagal diet selama 25 tahun berujung obesitas tingkat 3 akhirnya Mamaku jalani Operasi Bariatrik potong lambung,” tulis Tasya dalam keterangan unggahannya dikutip detikcom, Rabu (1/10/2025).

    Tasya bercerita, sang bunda sudah menjalani diet di tahun 2000. Kala itu ibunya berhasil menurunkan berat badan sebanyak belasan kilogram. Tetapi setelah itu, beratnya naik secara drastis.

    Meski telah mencoba banyak cara, upaya penurunan berat badan ibunya tidak berhasil. Sejak 2020 hingga saat ini berat badan ibunda Tasya stagnan di antara 105-110 kilogram.

    Kondisi tersebut berdampak buruk terhadap kesehatan ibunda Tasya Kamila.

    “Mamaku sudah obesitas tingkat tiga dan dampaknya mamaku menderita: diabetes melitus dan komplikasinya, fatty liver, kolesterol, darah tinggi, sleep apnea (mendengkur parah), Mobilitas terganggu, lutut bermasalah, susah gerak, dan makin nggak suka olahraga,” ungkapnya.

    Putuskan operasi bariatrik

    Ibu Tasya Kamila juga kehilangan kepercayaan diri karena penampilannya sampai tak mau difoto. Setelah berkonsultasi dengan dokter, sang ibu akhirnya memutuskan untuk operasi bariatrik pemotongan lambung.

    “Dengan potong lambung, otomatis volume kemampuan makannya berkurang. Selain itu, di lambung juga ada pusat selera makan yang mana itu juga akan dibuang,” ungkapnya.

    Menyoal operasi bariatrik

    Operasi bariatrik atau potong lambung adalah kategori operasi bedah yang bertujuan membantu penyandang obesitas menurunkan berat badan. Dokter dapat merekomendasikan operasi bariatrik jika metode penurunan berat badan lain tidak berhasil dan jika obesitas tampaknya menimbulkan risiko kesehatan yang lebih besar.

    Dikutip dari Cleveland Clinic, prosedur bedah bariatrik bekerja dengan memodifikasi sistem pencernaan, biasanya lambung, dan terkadang juga usus halus, untuk mengatur jumlah kalori yang dikonsumsi dan serap. Prosedur ini juga dapat mengurangi sinyal lapar yang dikirim dari sistem pencernaan ke otak.

    Sebagai catatan, operasi bariatrik tidak cocok untuk semua orang yang obesitas. Pasien perlu memenuhi pedoman medis tertentu agar memenuhi syarat untuk operasi penurunan berat badan. Pasien juga harus bersedia melakukan perubahan permanen untuk menjalani gaya hidup yang lebih sehat.

    Halaman 2 dari 2

    (kna/kna)

  • Berapa Detak Jantung Normal Manusia?

    Berapa Detak Jantung Normal Manusia?

    Jakarta

    Denyut jantung adalah jumlah detak jantung dalam satu menit. Tubuh secara otomatis menyesuaikan kecepatan detak jantung sesuai dengan aktivitas yang dilakukan maupun kondisi sekitar. Karena itu, detak jantung akan meningkat saat seseorang aktif, bersemangat, atau merasa takut, dan melambat ketika sedang beristirahat, tenang, atau nyaman.

    Dikutip dari Cleveland Clinic, tenaga kesehatan dapat memeriksa denyut jantung kapan saja, misalnya saat pemeriksaan tahunan, setelah cedera, atau sebelum operasi. Seseorang juga dapat memeriksanya sendiri untuk mengetahui apakah latihan yang dilakukan sudah cukup intens. Denyut jantung yang terlalu cepat atau terlalu lambat bisa menjadi tanda adanya masalah jantung atau kondisi kesehatan lain.

    Denyut Jantung Normal Manusia

    Pada orang dewasa, denyut jantung istirahat yang normal biasanya berada di kisaran 60-100 denyut per menit (bpm). ‘Istirahat’ berarti dalam kondisi duduk atau berbaring tetapi tetap terjaga.

    Pada atlet, denyut jantung istirahat bisa lebih rendah, yaitu sekitar 40-50 bpm. Bayi dan anak-anak umumnya memiliki denyut jantung istirahat yang lebih tinggi dibanding orang dewasa. Berikut kisaran normal berdasarkan usia:

    Lahir – 4 minggu (bayi baru lahir): 100-205 bpm4 minggu – 1 tahun (bayi): 100-180 bpm1 – 3 tahun (balita): 98-140 bpm3 – 5 tahun (prasekolah): 80-120 bpm5 – 12 tahun (usia sekolah): 75-118 bpm13 – 17 tahun (remaja): 60-100 bpm18 tahun ke atas (dewasa): 60-100 bpm

    Angka-angka tersebut berlaku saat seseorang terjaga dan tidak sedang berolahraga. Denyut jantung biasanya lebih rendah saat tidur, dan lebih tinggi saat beraktivitas.

    Perlu diingat bahwa ada rentang ‘normal’ untuk denyut jantung sehat. Mengetahui kisaran normal berdasarkan usia memang penting, tetapi yang lebih penting adalah mengenali pola pribadi. Misalnya, jika denyut jantung istirahat biasanya berada di angka 60-an, lalu tiba-tiba sering tercatat 90, kondisi ini dapat menandakan adanya perubahan yang patut diperhatikan.

    Ciri-ciri Denyut Jantung Tidak Normal

    Secara umum, denyut jantung istirahat yang lebih rendah dari 60 atau lebih tinggi dari 100 denyut per menit dapat menjadi tanda masalah. Namun, hal ini tetap bergantung pada kondisi individu dan situasi.

    Denyut jantung rendah di kisaran 40-50 bpm sering ditemui pada atlet, sehingga bukan hal yang berbahaya.

    Kondisi ini juga umum terjadi pada orang yang mengonsumsi obat tertentu, seperti beta-blocker atau calcium channel blocker yang diresepkan oleh dokter.

    Sebaliknya, denyut jantung istirahat di atas 100 bpm biasanya dianggap tidak normal. Namun, hal ini bisa bersifat sementara, misalnya ketika seseorang sedang mengalami stres atau cemas. Dalam kasus seperti itu, sebaiknya denyut jantung diperiksa kembali setelah beberapa waktu untuk melihat apakah kembali normal.

    Jika denyut jantung terlalu rendah atau terlalu tinggi secara konsisten, tenaga medis perlu mencari penyebab yang mendasarinya.

    Faktor yang Mempengaruhi Kecepatan Denyut Jantung

    Beberapa hal yang dapat memengaruhi denyut jantung istirahat antara lain:

    1. Kondisi medis kronis

    Penyakit tertentu bisa berdampak pada denyut jantung. Misalnya, kelenjar tiroid yang terlalu aktif (hipertiroidisme) dapat menyebabkan denyut jantung meningkat di atas 100 bpm.

    2. Emosi dan kesehatan mental

    Saat stres atau cemas, denyut jantung cenderung meningkat. Sebaliknya, ketika tenang dan rileks, denyut jantung bisa menurun.

    3. Kebugaran fisik

    Atlet biasanya memiliki denyut jantung istirahat lebih rendah, bahkan bisa berada di kisaran 40-an bpm. Sebaliknya, orang yang jarang berolahraga cenderung memiliki denyut jantung lebih tinggi dalam rentang normal.

    4. Obat-obatan

    Beberapa jenis obat dapat menurunkan atau menaikkan denyut jantung. Efek ini bergantung pada obat yang dikonsumsi dan perlu dikonsultasikan dengan dokter.

    5. Kehamilan

    Saat hamil, denyut jantung istirahat cenderung lebih tinggi. Denyut jantung juga meningkat lebih cepat ketika berolahraga dibandingkan sebelum hamil.

    6. Kualitas tidur

    Tidur yang buruk dapat meningkatkan denyut jantung, sementara istirahat yang cukup membantu menjaganya tetap rendah.

    7. Zat tertentu

    Alkohol, kafein, dan rokok dapat menyebabkan peningkatan denyut jantung.

    8. Berat badan

    Indeks massa tubuh (IMT) di atas 25, yang menunjukkan kelebihan berat badan atau obesitas, dapat berhubungan dengan denyut jantung istirahat yang lebih tinggi.

    Kadang, penyebab denyut jantung yang terlalu rendah atau terlalu tinggi berasal dari jantung itu sendiri. Kondisi ini disebut aritmia, yaitu gangguan irama jantung akibat aktivitas listrik yang tidak normal. Aritmia dapat membuat jantung berdetak terlalu cepat, terlalu lambat, atau tidak teratur. Beberapa jenis aritmia memerlukan pengobatan untuk mencegah komplikasi serius.

    Target Denyut Jantung Saat Berolahraga

    Target denyut jantung adalah kisaran ideal denyut jantung selama aktivitas fisik. Kisaran ini cukup tinggi untuk memberikan manfaat bagi kesehatan jantung, tetapi tidak sampai berbahaya. Pada umumnya, target denyut jantung saat berolahraga adalah 60 hingga 85 persen dari denyut jantung maksimal.

    Denyut jantung maksimal adalah kecepatan detak tercepat yang bisa dicapai jantung saat aktivitas fisik berat. Cara sederhana untuk memperkirakan angka ini adalah dengan rumus: 220 dikurangi usia. Misalnya, pada usia 50 tahun, denyut jantung maksimal diperkirakan 220 – 50 = 170 bpm.

    Namun, usia bukan satu-satunya faktor. Banyak hal lain dapat memengaruhi seberapa cepat jantung berdetak. Tenaga medis dapat melakukan tes latihan fisik (exercise stress test) untuk menghitung denyut jantung maksimal yang lebih akurat.

    (suc/suc)

  • Mengenal Jenis dan Kualifikasi Ahli Gizi, Profesi yang Lagi ‘Hits’ di Garda Depan MBG

    Mengenal Jenis dan Kualifikasi Ahli Gizi, Profesi yang Lagi ‘Hits’ di Garda Depan MBG

    Jakarta

    Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah saat ini menjadi sorotan publik. Di balik niat baik untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat, muncul pertanyaan besar: siapa yang seharusnya merancang dan memastikan program ini berjalan efektif?

    Idealnya, posisi penting dalam kebijakan pangan dan gizi diisi oleh tenaga profesional dengan latar belakang ilmu gizi. Faktanya, keterlibatan tenaga gizi banyak jadi sorotan karena dinilai belum optimal. Bahkan beberapa posisi strategis dalam program ini bukan ditempati oleh profesional di bidang gizi.

    Berbekal kompetensi khusus yang dibentuk melalui pendidikan formal, sertifikasi, hingga kode etik profesi, peran ahli gizi sejatinya bukan sekadar menentukan menu atau membantu diet penurunan berat badan. Fungsi dan tanggung jawab ahli gizi juga mencakup perencanaan, intervensi, mengawasi kualitas dan keamanan serta evaluasi program gizi berskala individu hingga populasi.

    Tapi sebenarnya, siapa saja sih yang dikategorikan sebagai tenaga gizi atau ahli gizi? Kualifikasi apa yang dimiliki, dan apa bedanya dengan profesi lain yang juga bersinggungan dengan nutrisi?

    Untuk memahami lebih jauh, mari dikupas satu persatu.

    Kualifikasi Profesi Ahli Gizi, Nutrisionis, dan Dietisien

    Di kalangan awam, istilah ‘ahli gizi‘ punya makna yang luas, mencakup siapapun yang punya pengetahuan tentang ilmu gizi. Namun jika merujuk pada regulasi yang berlaku, ternyata ada kualifikasi tertentu untuk dapat menjalankan profesi tenaga gizi atau ahli gizi.

    Berdasarkan UU No. 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan serta Permenkes No. 26 Tahun 2013, tenaga gizi di Indonesia terdiri dari dua kategori yakni nutrisionis dan dietisien.

    Lulusan D3 Gizi (A.Md.Gz), ahli madya giziLulusan D4 Gizi (S.Tr.Gz), sarjana terapan giziLulusan S1 Gizi (S.Gz), sarjana gizi/nutrisionisLulusan pendidikan profesi (RD), Dietisien

    Nutrisionis adalah istilah umum yang digunakan untuk profesional yang memiliki latar belakang pendidikan di bidang gizi dan memiliki pengetahuan luas tentang nutrisi dan dapat memberikan edukasi serta konseling gizi secara umum. Nutrisionis memiliki fokus pada promotif dan preventif gizi di masyarakat.

    Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/MENKES/342/2020 tentang standar profesi nutrisionis, yang termasuk nutrisionis adalah:

    Lulusan D3 Gizi (A.Md.Gz) atau ahli madya giziLulusan D4 Gizi (S.Tr.Gz) atau sarjana terapan giziLulusan S1 Gizi (S.Gz) atau sarjana gizi/nutrisionisLulusan magister gizidan lulusan doktoral gizi.

    Dietisien adalah ahli gizi yang telah menempuh pendidikan profesi dietisien dan memiliki kualifikasi tertinggi dalam memberikan terapi gizi medis, asesmen status gizi pasien, serta praktik mandiri. Dietisien memiliki kewenangan tersebut karena telah mendapatkan Surat Tanda Registrasi (STR) yang berlaku seumur hidup serta Surat Izin Praktik (SIP) yang harus diperpanjang setiap 5 tahun sebagai syarat legal untuk berpraktik.

    Kedua kategori ini diakui secara resmi oleh negara berdasarkan peraturan terbaru pada UU No. 17 Tahun 2023 sebagai tenaga kesehatan bidang gizi, sehingga sah disebut ahli gizi.

    Di Indonesia, secara resmi tidak ada gelar khusus untuk profesi ini. Namun di beberapa negara seperti Amerika Serikat, gelar RD (Registered Dietitien) atau RDN (Registered Dietitien Nutritionist) dapat dilekatkan di belakang nama. Begitupun jika melanjutkan ke jenjang doktor klinis (S3), dapat mencantumkan gelar DCN (Doctor of Clinical Nutrition).

    Gelar ‘Ahli Gizi’ dalam Konteks Akademis

    Di luar profesi ahli gizi yang mencakup nutrisionis dan dietisien, ada juga sebutan ‘ahli gizi’ untuk profesi lain yang juga mendalami ilmu gizi. Salah satu contoh yang belakangan cukup populer adalah dr Tan Shot Yen, seorang dokter (tentunya dengan latar belakang sarjana ilmu kedokteran) yang mengambil pendidikan S3 di bidang ilmu gizi masyarakat, sehingga kerap dijuluki ‘ahli gizi’ dalam berbagai publikasi di media massa meski profesinya terdaftar sebagai dokter atau tenaga medis.

    Menurut regulasi yang berlaku, jenjang S2 atau S3 bidang ilmu gizi memang tidak mensyaratkan latar belakang profesi ahli gizi. Karenanya, jenjang pendidikan ini tidak otomatis memberi kewenangan praktik jika tidak menempuh pendidikan sarjana gizi dan pendidikan profesi dietisien sebagai nutrisionis atau dietisien sebelumnya.

    Secara akademik, lulusan magister dan doktor tetap diakui sebagai ‘ahli gizi’ atau ‘pakar gizi’ dalam konteks keilmuan, yang dimaknai bukan sebagai profesi melainkan ahli dengan kepakaran di bidang ilmu gizi. Para pakar ini umumnya berkarier sebagai peneliti, dosen, konsultan kebijakan, atau pimpinan program gizi berskala nasional maupun internasional.

    Dengan demikian, ahli gizi dalam pengertian legal-profesional adalah mereka yang memenuhi syarat pendidikan vokasi, sarjana, atau profesi dietisien sesuai aturan. Sementara itu, jenjang pascasarjana lebih memperkuat peran di ranah akademik dan riset, bukan praktik klinis langsung.

    Jenis-jenis Profesi Ahli Gizi

    Peran seorang ahli gizi dapat dikelompokkan berdasarkan fokus kerja dan lingkungannya. Secara umum, terdapat tiga spesialisasi utama yang menunjukkan beragamnya kontribusi ahli gizi.

    Gizi Masyarakat

    Ahli gizi yang berfokus pada gizi masyarakat memiliki peran penting dalam meningkatkan status gizi secara luas. Nutrisionis lebih difokuskan pada pelayanan kerja ini. Beberapa contoh bidang kerja dalam Gizi Masyarakat meliputi:

    Puskesmas atau Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama: Merancang dan melaksanakan program edukasi gizi untuk publik, seperti kampanye pencegahan stunting, promosi ASI eksklusif, atau sosialisasi gizi seimbang.Peneliti Gizi: Melakukan studi dan riset untuk mengidentifikasi masalah gizi di suatu populasi dan mencari solusi berbasis bukti.Lembaga Pemerintah atau Nonpemerintah: Bekerja di dinas kesehatan, Kementerian Kesehatan, atau organisasi internasional seperti UNICEF dan WHO untuk menyusun kebijakan dan program gizi berskala besar.

    Gizi Klinik

    Dietisien difokuskan berpraktik di fasilitas pelayanan kesehatan, seperti rumah sakit atau klinik. Fokus utama Ahli Gizi Klinik adalah memberikan asuhan gizi terintegrasi untuk pasien dengan kondisi medis tertentu. Bidang pekerjaan ahli gizi klinik mencakup:

    Konsultan Gizi Praktik Mandiri: Membuka klinik pribadi untuk memberikan konseling gizi individual kepada klien yang membutuhkan penanganan gizi spesifik, seperti manajemen berat badan atau diet untuk kondisi alergi.Rumah Sakit: Melakukan asesmen status gizi pasien, merancang intervensi gizi (terapi diet), dan memantau perkembangan gizi pasien rawat inap dan rawat jalan. Ini termasuk penanganan gizi untuk pasien diabetes, penyakit jantung, gagal ginjal, atau pasien kritis.Ahli Gizi Olahraga (Sport Nutritionist): Merancang program nutrisi untuk atlet, memastikan kebutuhan energi dan nutrisi mereka terpenuhi untuk mengoptimalkan performa dan pemulihan.

    Gizi Institusi

    Spesialis gizi institusi berfokus pada manajemen penyelenggaraan makanan dalam skala besar. Ahli gizi yang bekerja di gizi institusi memastikan bahwa makanan yang disajikan memenuhi standar gizi, kebersihan, dan keamanan pangan. Bidang kerja di Gizi Institusi meliputi:

    Layanan Makanan di Rumah Sakit: Merencanakan menu, mengawasi proses produksi, dan mendistribusikan makanan yang sesuai dengan kondisi medis pasien di rumah sakit.Katering atau Layanan Makanan Massal: Mengelola layanan katering untuk perusahaan, sekolah, atau acara besar, memastikan menu yang disajikan sehat, bervariasi, dan memenuhi standar gizi.Industri Pangan: Terlibat dalam pengembangan produk makanan baru, memastikan kandungan nutrisi, dan menyusun label nutrisi yang akurat pada kemasan produk. Mereka juga berperan dalam quality control.

    Organisasi yang Menaungi Profesi Ahli Gizi

    Di Indonesia, profesi ahli gizi dinaungi oleh Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI). Organisasi ini memiliki peran vital dalam menjaga profesionalisme, etika, dan kompetensi para anggotanya. PERSAGI menetapkan Kode Etik Ahli Gizi Indonesia yang harus dipatuhi oleh setiap praktisi. Kode etik ini mengatur perilaku profesional, kerahasiaan informasi klien, dan standar praktik yang berbasis bukti ilmiah.

    Keberadaan organisasi profesi juga menjamin bahwa setiap praktik yang dilakukan oleh anggotanya selalu mengikuti perkembangan terbaru dalam ilmu gizi. PERSAGI juga berperan dalam menyelenggarakan seminar, lokakarya, dan pelatihan untuk meningkatkan kapasitas profesional.

    Selain itu, PERSAGI juga memiliki peran advokasi, yakni memperjuangkan hak dan posisi ahli gizi dalam sistem kesehatan nasional. Dengan demikian, profesi ini mendapat pengakuan yang jelas dalam kerangka tenaga kesehatan, sejajar dengan profesi medis lainnya.

    Kemiripan dengan Profesi Sejenis

    Profesi ahli gizi seringkali dianggap sama saja seperti profesi lain yang bersinggungan dengan pangan dan nutrisi misalnya dokter spesialis gizi klinis dan pakar teknologi pangan. Padahal, sebenarnya masing-masing punya jalur pendidikan, kewenangan, dan lingkup kerja yang berbeda.

    Sebagai perbandingan, berikut rangkuman singkatnya:

    Ahli Gizi (Nutrisionis/Dietisien)Latar belakang: D3, S1 Gizi, atau Profesi Dietisien.Fokus: Konseling gizi, edukasi masyarakat, manajemen diet, hingga terapi gizi medis.Status: Tenaga kesehatan resmi, memiliki STR dan SIP untuk praktik.Dokter Spesialis Gizi Klinik (SpGK)Latar belakang: Dokter umum yang menempuh pendidikan spesialisasi gizi klinik.Fokus: Menegakkan diagnosis penyakit, memberikan terapi medis, termasuk obat, serta merancang intervensi gizi.Peran: Sering bekerja sama dengan dietisien dalam menangani pasien dengan kondisi klinis kompleks.Kewenangan: SpGK merupakan spesialisasi dalam profesi dokter, sehingga berwenang melakukan tindakan medis dan meresepkan obat.Lulusan Teknologi Pangan (‘Tekpang’)Latar belakang: Sarjana Teknologi Pangan atau Ilmu Pangan.Fokus: Ilmu dan teknologi pengolahan makanan, pengawetan, inovasi produk pangan, keamanan pangan, serta quality control di industri makanan.Peran: Memastikan makanan aman, bergizi, dan sesuai standar produksi massal.Kewenangan: Teknologi pangan lebih ke arah proses produksi dan pengembangan makanan. Tugasnya berbeda dengan ahli gizi yang lebih fokus pada kebutuhan nutrisi individu atau populasi.

    Halaman 2 dari 7

    Simak Video “Video: Ahli Gizi Soroti Suhu Penyimpanan Menu Makan Gratis”
    [Gambas:Video 20detik]
    (mal/up)

    Gaduh Keracunan MBG

    22 Konten

    Ribuan anak sekolah dilaporkan mengalami keracunan usai menerima Makan Bergizi Gratis (MBG). Apa saja kemungkinan penyebabnya, dan bagaimana mencegahnya di kemudian hari?

    Konten Selanjutnya

    Lihat Koleksi Pilihan Selengkapnya

  • Video: Tips Meningkatkan Kesuburan Wanita yang Ingin Cepat Hamil

    Video: Tips Meningkatkan Kesuburan Wanita yang Ingin Cepat Hamil

    Jakarta – Bagi banyak pasangan, kehadiran buah hati adalah anugerah yang sangat dinanti. Namun, tidak sedikit wanita yang membutuhkan upaya ekstra untuk memperbesar peluang terjadinya kehamilan.

    Salah satu kunci penting adalah memahami tubuh sendiri, terutama dengan memenuhi kebutuhan tubuh yang bisa mendukung kehamilan.

    (/)

  • Berkali-kali Positif COVID, Wanita Ini Ungkap Gejala Terparah saat Kena Varian Stratus

    Berkali-kali Positif COVID, Wanita Ini Ungkap Gejala Terparah saat Kena Varian Stratus

    Jakarta

    Beberapa waktu lalu, varian COVID-19 baru yang dikenal sebagai Stratus meningkat di sejumlah negara. Di tengah lonjakan kasus itu, seorang wanita menceritakan pengalamannya yang dites positif terinfeksi COVID-19 Stratus.

    Meskipun tidak menjelaskan sudah berapa kali terinfeksi, wanita di Inggris itu mengatakan infeksi kali ini yang terburuk yang pernah dialaminya. Lewat akun TikTok @nivismad, wanita bernama Nev itu menjelaskan kronologinya.

    Nev mulai merasa tidak enak badan pada 30 Agustus 2025, dengan hidung tersumbat.

    “Lalu, tenggorokan saya agak gatal,” katanya yang dikutip dari Mirror UK.

    Keesokan harinya, Nev masih mengalami hidung tersumbat yang tidak separah sebelumnya. Tetapi, keadaan itu berubah di malam hari, karena muncul gejala yang lebih mengkhawatirkan.

    “Ketika saya tidur malam itu, gigi saya sakit, rahang sakit, dan kepala saya sangat sakit,” tutur Nev.

    Tanda atau gejala awal yang paling umum dari varian Stratus adalah suara serak atau parau, berbeda dengan varian COVID-19 yang pernah ada sebelumnya. Para ahli medis juga mencatat bahwa gejala Stratus lainnya meliputi hidung tersumbat, sakit tenggorokan, masalah pencernaan, dan kelelahan.

    Gejala yang dialami Nev berlanjut keesokan harinya. Ia merasakan lelah yang sangat parah sampai tidak bisa berdiri.

    Di hari yang sama, Nev merasakan nyeri yang sangat hebat pada tubuhnya dan menggigil. Saat itu, kondisi tubuhnya sudah sangat tidak nyaman.

    “Saya sudah beberapa kali terkena COVID-19. Sudah satu atau dua tahun sejak terakhir saya terkena, tetapi ini yang terburuk,” kata Nev.

    “Di hari ketiga atau keempat COVID, saya masih kelelahan. Bahkan, berdiri saja terasa melelahkan,” tambahnya.

    Dalam postingannya, Nev merasa bersyukur karena masih bisa mengecap rasa, mencium bau, dan tidak batuk.

    “Tapi astaga, ini adalah sakit dan dingin badan terburuk yang pernah saya alami seumur hidup. Jaga kesehatan kalian semua. Saya juga cukup yakin tertular dari seorang wanita di penerbangan saya ke Meksiko, karena dia duduk di belakang saya dalam perjalanan ke sana dan batuk-batuk sepanjang waktu tanpa masker,” tulisnya.

    Beruntung, Nev masih bisa kembali pulih sepenuhnya. Ia mulai kembali berolahraga di pusat kebugaran.

    Halaman 2 dari 2

    Simak Video “Video: Waduh! Varian Covid-19 ‘Stratus’ Mendominasi RI, Apakah Berbahaya?”
    [Gambas:Video 20detik]
    (sao/naf)

  • Ngopi Sebelum Olahraga? Ini Alasan Dr. Tirta Minum Kopi Hitam

    Ngopi Sebelum Olahraga? Ini Alasan Dr. Tirta Minum Kopi Hitam

    Jakarta

    Bagi banyak orang, secangkir kopi hitam adalah pengantar hari. Tapi ternyata, kopi juga bisa jadi teman berolahraga. Kandungan kafeinnya mampu meningkatkan fokus, mengurangi rasa lelah, sekaligus membantu tubuh lebih siap menjalani latihan.

    Beberapa penelitian bahkan menyebut kafein berperan mendukung pemulihan otot setelah olahraga. Tak heran jika kebiasaan minum kopi hitam sebelum atau sesudah latihan mulai populer di kalangan pecinta gym.

    Dokter sekaligus pecinta olahraga, dr. Tirta, juga mengaku menjadikan kopi hitam sebagai bagian dari rutinitasnya.

    “Kafein dari kopi itu saya butuhkan sebagai PWO atau bahkan untuk recovery. Ngopi dulu mase, Kapal Api joss,” ujarnya sambil menyeruput hangatnya kopi hitam.

    Kafein, senyawa aktif dalam kopi, dikenal mampu merangsang sistem saraf pusat. Efeknya membuat tubuh terasa lebih waspada, mengurangi rasa lelah, sekaligus membantu meningkatkan performa fisik. Tak heran jika banyak atlet dan penggiat olahraga memilih kopi hitam sebagai pre-workout alami ketimbang suplemen kemasan.

    (mpr/ega)