Jenis Media: Kesehatan

  • Menkes Wacanakan Update Rutin Kasus Keracunan MBG Seperti Data COVID-19

    Menkes Wacanakan Update Rutin Kasus Keracunan MBG Seperti Data COVID-19

    Jakarta

    Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mendapat mandat untuk memperbaiki sistem pengawalan program makan bergizi gratis, khususnya terkait korban keracunan pangan.

    Budi menyebut tidak menutup kemungkinan ke depan pencatatan laporan keracunan MBG akan mirip dengan catatan COVID-19 harian maupun mingguan.

    Hal ini menjadi standarisasi pelaporan angka, berdasarkan hasil rapat koordinasi bersama Kementerian dan lembaga lain pada Kamis (2/10/2025).

    “Kita akan menggunakan angka sistem laporan yang sekarang sudah terjalin untuk keracunan pangan dari puskesmas dan Dinkes, baik apakah itu setiap hari, setiap minggu ada dan angkanya akan dikonsolidasikan antara BGN dan Kemenkes,” katanya dalam konferensi pers.

    “Kalau perlu misalnya ada update harian mingguan bulanan seperti yang dulu kita lakukan saat COVID-19,” tandas dia.

    Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyebut pemerintah akan terus melakukan gerak cepat atas laporan kejadian luar biasa keracunan pangan.

    Hal ini sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.

    “Pemerintah terus menerus memastikan program MBG berjalan aman layak sesuai SOP dan tepat sasaran MBG adalah hak dasar warga negara dalam memenuhi asupan gizi yang layak agar menjadi generasi unggul masa yg akan datang,” bebernya.

    “Program bapak presiden mendasar besar dan itu memberikan dampak yang luas juga tantangannya tidak ringan selalu ruang lingkupnya besar,” pungkasnya.

    Halaman 2 dari 2

    Simak Video “Video: Ombudsman Temukan Sederet Penyebab Kasus Keracunan MBG”
    [Gambas:Video 20detik]
    (naf/up)

  • Pernyataan FDA soal Dugaan Cengkeh Asal RI Terkontaminasi Radioaktif Cs-137

    Pernyataan FDA soal Dugaan Cengkeh Asal RI Terkontaminasi Radioaktif Cs-137

    Jakarta

    Pada awal Agustus 2025, Food and Drug Administration AS (FDA) mendeteksi radionuklida Cesium-137 (Cs-137) dalam satu sampel udang beku asal Indonesia. Untuk melindungi konsumen, FDA menambahkan PT Bahari Makmur Sejati ke dalam daftar import alert baru terkait kontaminasi kimia.

    Sebagai bagian dari upaya pemeriksaan berkelanjutan, FDA kembali menemukan keberadaan Cs-137 dalam satu sampel cengkeh dari PT Natural Java Spice. Akibatnya, produk rempah dari perusahaan tersebut yang dikirim ke AS juga masuk dalam import alert untuk kontaminasi kimia.

    Produk dari PT Bahari Makmur Sejati maupun PT Natural Java Spice tidak akan diizinkan masuk ke pasar Amerika Serikat sampai kedua perusahaan tersebut dapat memberikan bukti yang memadai kepada FDA bahwa kondisi yang menyebabkan pelanggaran telah diselesaikan.

    Saat ini, tidak ada produk yang terdeteksi positif atau terindikasi mengandung Cs-137 yang masuk ke pasar Amerika Serikat. FDA telah mengidentifikasi bahwa semua produk yang terlibat terkait dengan dua perusahaan asal Indonesia, yaitu PT Bahari Makmur Sejati dan PT Natural Java Spice.

    FDA mendeteksi Cs-137 pada satu pengiriman udang beku impor dari PT Bahari Makmur Sejati, namun produk tersebut tidak masuk ke pasar AS. Tingkat Cs-137 yang ditemukan pada pengiriman yang ditahan tercatat sekitar 68 Bq/kg, masih berada di bawah ambang Derived Intervention Level FDA untuk Cs-137 yaitu 1200 Bq/kg. U

    US Customs & Border Protection (CBP) juga memberi tahu FDA terkait temuan Cs-137 di sebuah kontainer pengiriman di pelabuhan Los Angeles/Long Beach, California. FDA kemudian mengumpulkan sejumlah sampel untuk analisis radionuklida, dan hasilnya mengonfirmasi adanya Cs-137 pada satu sampel cengkeh dengan kadar 732,43 Bq/kg.

    “Perusahaan dengan produk yang terdeteksi mengandung Cs-137 telah dimasukkan ke dalam Import Alert, sehingga produk mereka ditolak masuk ke pasar Amerika Serikat,” demikian kata FDA, dikutip dari laman resminya, Kamis (2/10/2025).

    “Untuk mencegah produk rempah apa pun dari perusahaan ini masuk ke AS sampai mematuhi Undang-Undang FD&C. FDA terus menyelidiki,” kata FDA.

    Selain bekerja sama dengan CBP, FDA juga menggunakan berbagai alat pengawasan, termasuk pemeriksaan dokumen impor dan pengambilan sampel di pelabuhan, untuk mengidentifikasi pengiriman yang berpotensi menimbulkan risiko kesehatan demi memastikan perlindungan konsumen di Amerika Serikat.

    FDA juga menjalin kerja sama dengan otoritas kompeten di Indonesia, yaitu Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM/MFQAA), melalui perjanjian pertukaran informasi resmi antara kedua lembaga.

    Seluruh pengiriman yang terkait telah ditahan di bawah import alert baru. Setiap pengiriman berikutnya dari perusahaan-perusahaan tersebut akan langsung ditahan tanpa pemeriksaan fisik, sehingga mencegah produk masuk ke pasar AS. Untuk dapat kembali mengekspor, perusahaan harus memberikan informasi yang memadai kepada FDA guna menunjukkan bahwa kondisi penyebab pelanggaran telah diperbaiki, sehingga FDA dapat yakin bahwa pengiriman berikutnya akan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

    Halaman 2 dari 2

    (suc/suc)

  • SPPG Bermasalah Bisa Dicabut Izin dan Dipidana? BGN Buka Suara

    SPPG Bermasalah Bisa Dicabut Izin dan Dipidana? BGN Buka Suara

    Jakarta

    Badan Gizi Nasional (BGN) telah memberikan sanksi administratif kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) bermasalah hingga membuat keracunan massal seperti menghentikan operasional sementara.

    Namun, apakah sanksi ini bisa menjadi lebih berat seperti pencabutan izin, bahkan potensi pidana?

    “Itu semuanya (pencabutan izin dan pidana) akan tergantung dari hasil investigasi ya,” kata Kepala BGN Dadan Hindayana kepada awak media di gedung DPR/MPR RI, Rabu (1/10/2025).

    “Anda harus tahu bahwa mitra-mitra ini merupakan pejuang Tanah Air, kenapa? Karena Badan Gizi Nasional tuh untuk membangun satuan pelayanan seperti yang mitra bangun itu kesulitan. Jadi mitra sudah mengorbankan segala materi untuk menyukseskan program ini,” sambungnya.

    Selama SPPG berhenti beroperasi, BGN akan mengevaluasi secara keseluruhan penyebab keracunan. Setelah dapat dipastikan penyebabnya dan SPPG terbukti telah melakukan perbaikan, maka izin operasional bisa dikeluarkan kembali.

    Dadan menegaskan bahwa pihaknya akan cenderung untuk melakukan evaluasi terhadap SPPG bermasalah, alih-alih mencabut izin.

    “Kalaupun ada kekeliruan pada penerapan SOP, itu kami lakukan perbaikan ya. Karena kita harus hargai apa yang sudah dikeluarkan oleh mitra. Dia sudah mengeluarkan uang yang cukup besar, kita hargai itu,” kata Dadan.

    “Mereka adalah pejuang republik dalam program intervensi pemenuhan gizi,” sambungnya.

    Bukan tanpa alasan, Dadan menambahkan bahwa saat ini BGN masih membutuhkan mitra untuk membantu membangun dan mengelola SPPG, sehingga program prioritas Presiden Prabowo Subianto ini bisa berjalan sukses.

    “Terus terang Badan Gizi sekarang punya uang, tapi untuk membangun satu SPPG saja kesulitan karena masalah administrasi, tapi mitra ini bersemangat untuk membangun itu,” tutupnya.

    Halaman 2 dari 2

    (dpy/up)

  • SPPG Bermasalah Bisa Dicabut Izin dan Dipidana? BGN Buka Suara

    SPPG Bermasalah Bisa Dicabut Izin dan Dipidana? BGN Buka Suara

    Jakarta

    Badan Gizi Nasional (BGN) telah memberikan sanksi administratif kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) bermasalah hingga membuat keracunan massal seperti menghentikan operasional sementara.

    Namun, apakah sanksi ini bisa menjadi lebih berat seperti pencabutan izin, bahkan potensi pidana?

    “Itu semuanya (pencabutan izin dan pidana) akan tergantung dari hasil investigasi ya,” kata Kepala BGN Dadan Hindayana kepada awak media di gedung DPR/MPR RI, Rabu (1/10/2025).

    “Anda harus tahu bahwa mitra-mitra ini merupakan pejuang Tanah Air, kenapa? Karena Badan Gizi Nasional tuh untuk membangun satuan pelayanan seperti yang mitra bangun itu kesulitan. Jadi mitra sudah mengorbankan segala materi untuk menyukseskan program ini,” sambungnya.

    Selama SPPG berhenti beroperasi, BGN akan mengevaluasi secara keseluruhan penyebab keracunan. Setelah dapat dipastikan penyebabnya dan SPPG terbukti telah melakukan perbaikan, maka izin operasional bisa dikeluarkan kembali.

    Dadan menegaskan bahwa pihaknya akan cenderung untuk melakukan evaluasi terhadap SPPG bermasalah, alih-alih mencabut izin.

    “Kalaupun ada kekeliruan pada penerapan SOP, itu kami lakukan perbaikan ya. Karena kita harus hargai apa yang sudah dikeluarkan oleh mitra. Dia sudah mengeluarkan uang yang cukup besar, kita hargai itu,” kata Dadan.

    “Mereka adalah pejuang republik dalam program intervensi pemenuhan gizi,” sambungnya.

    Bukan tanpa alasan, Dadan menambahkan bahwa saat ini BGN masih membutuhkan mitra untuk membantu membangun dan mengelola SPPG, sehingga program prioritas Presiden Prabowo Subianto ini bisa berjalan sukses.

    “Terus terang Badan Gizi sekarang punya uang, tapi untuk membangun satu SPPG saja kesulitan karena masalah administrasi, tapi mitra ini bersemangat untuk membangun itu,” tutupnya.

    Halaman 2 dari 2

    (dpy/up)

  • KLB Keracunan MBG di Agam, 86 Anak Jadi Korban

    KLB Keracunan MBG di Agam, 86 Anak Jadi Korban

    Foto Health

    Tripa Ramadhan – detikHealth

    Kamis, 02 Okt 2025 11:00 WIB

    Agam – Sebanyak 86 anak di Agam, Sumatera Barat, diduga keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis. Pemkab tetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB).

  • 9 Orang Terpapar Radiasi Cesium-137 di Cikande Banten

    9 Orang Terpapar Radiasi Cesium-137 di Cikande Banten

    Jakarta

    Lebih dari 1.500 orang di sekitar kawasan Industri Modern Cikande, Kabupaten Serang, Banten, telah menjalani pemeriksaan kesehatan menyusul temuan paparan zat radioaktif Cesium-137 (Cs-137). Pemerintah memastikan pemeriksaan ini dilakukan secara menyeluruh untuk mengetahui dampak radiasi terhadap masyarakat sekitar.

    Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan alias Zulhas mengatakan dari ribuan orang yang diperiksa, ada sembilan orang yang teridentifikasi terpapar.

    “Telah melakukan pemeriksaan terhadap 1.562 pekerja dan masyarakat, tidak menimbulkan dampak kesehatan serius. Hanya ada 9 orang, dan itu sudah ditangani oleh Kementerian Kesehatan,” tegasnya, dikutip dari detikFinance.

    Kini, pemerintah resmi menetapkan kawasan Industri Modern Cikande, Serang, Banten, sebagai Kejadian Khusus Cemaran Radiasi Cesium-137. Keputusan ini diumumkan oleh Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) setelah hampir dua pekan terakhir Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Radiasi Cesium-137 bekerja intensif di lapangan.

    Dengan status kejadian khusus ini, seluruh aktivitas di dalam kawasan kini sepenuhnya berada di bawah kendali Satgas sebagai langkah strategis untuk memastikan penanganan yang menyeluruh, terukur, dan aman bagi lingkungan serta kesehatan publik.

    Hingga saat ini, Satgas telah mengidentifikasi sepuluh titik yang memancarkan radiasi Cesium-137 dengan intensitas berbeda-beda. Dua titik telah berhasil didekontaminasi, dan material radioaktifnya telah dipindahkan ke gudang PT Peter Metal Technology Indonesia yang terkonfirmasi sebagai sumber lokal pencemaran.

    Aktivitas di gudang tersebut telah dihentikan sepenuhnya, sementara hasil dekontaminasi ditangani sesuai standar ketat BAPETEN dan BRIN. Delapan titik lainnya akan didekontaminasi secara bertahap setelah inventarisasi detail dilakukan untuk memastikan parameter penanganan yang presisi dan efektif.

    Untuk mencegah risiko paparan radiasi yang lebih luas, aparat kepolisian bersama BAPETEN telah memasang tanda peringatan dan garis pengaman di seluruh area teridentifikasi. Pemerintah juga mengimbau masyarakat agar tidak mendekati atau mengganggu lokasi-lokasi tersebut karena dapat membahayakan kesehatan.

    Pengawasan keluar-masuk kawasan juga akan diperketat melalui Radiation Portal Monitoring (RPM) yang mulai dipasang pada 1 Oktober. Selama masa transisi, pengawasan dilakukan secara manual menggunakan detektor milik Gegana Polri, BAPETEN, dan BRIN. Setiap barang maupun individu yang keluar dari kawasan dipastikan bebas dari paparan Cesium-137. Jika terdeteksi adanya cemaran, proses dekontaminasi wajib dilakukan sebelum diizinkan keluar.

    Dari sisi kesehatan, Kementerian Kesehatan melakukan pemantauan intensif terhadap warga sekitar kawasan. Individu yang terdeteksi memiliki kontaminasi lebih tinggi akan menjalani pemeriksaan lanjutan menggunakan Whole Body Counter (WBC) untuk memastikan kondisi tubuh mereka serta pemantauan berkelanjutan hingga benar-benar dinyatakan aman.

    Halaman 2 dari 2

    (suc/kna)

  • Ngaku Punya Mata Setajam Elang? Coba Temukan Dulu Pola yang Tepat di Gambar Ini

    Ngaku Punya Mata Setajam Elang? Coba Temukan Dulu Pola yang Tepat di Gambar Ini

    Asah Otak

    Aida Adha Siregar – detikHealth

    Kamis, 02 Okt 2025 10:07 WIB

    Jakarta – Kalau kamu ngaku punya mata setajam elang, jangan buru-buru geser jawabannya ya! Hayo, benar berapa? Kalau benar dikit, butuh cek mata nih.

  • Eks Pejabat WHO Beberkan Dampak Paparan Radioaktif Cesium-137 pada Tubuh

    Eks Pejabat WHO Beberkan Dampak Paparan Radioaktif Cesium-137 pada Tubuh

    Jakarta

    US Food and Drug Administration (FDA) atau badan pengawas makanan Amerika Serikat memblokir impor semua rempah-rempah dari PT NJS di Indonesia. Ini dilakukan setelah inspektur federal mendeteksi Cesium-137 dalam kiriman cengkeh yang dikirim ke California.

    Temuan ini menyusul peringatan impor yang diberlakukan pada Agustus terhadap perusahaan PT Bahari Makmuri Sejati (BMS foods), yang mengirimkan jutaan kilogram udang ke AS setiap tahun. Tetapi, masih belum jelas apakah ada sumber kontaminasi yang sama pada udang dan rempah-rempah tersebut.

    Dampak Paparan Radioaktif Cesium-137

    Dari kasus tersebut, mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara Prof Tjandra Yoga Aditama, sangat menyoroti dampak dari paparan radioaktif Cesium-137 (Cs-137).

    “Menurut FDA, Cs-137 yang mereka deteksi dalam impor udang beku dari Indonesia ini kadarnya sekitar 68 Bq/kg, jadi masih dibawah ambang mereka yang disebut ‘FDA’s Derived Intervention Level’ untuk Cs-137 yaitu 1200 Bq/kg,” tutur Prof Tjandra dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, Kamis(2/10/2025).

    “Pada dosis Cs-137 yang relatif rendah sekitar 68 Bq/kg maka menurut FDA tidak akan memberikan efek akut,” sambungnya.

    Meski begitu, FDA tetap menganjurkan untuk menghindari makanan yang terpapar Cs-137 dengan dosis rendah yang mungkin saja memiliki dampak bagi kesehatan, terutama jika dikonsumsi dalam waktu yang lama.

    Dampak buruk dari paparan jangka panjang dan berulang dari Cs-137 mungkin akan meningkatkan risiko terjadinya kanker melalui mekanisme kerusakan DNA dalam sel hidup tubuh manusia.

    “Dalam hal ini, perlu disampaikan bahwa memang masih diperlukan penelitian yang lebih mendalam untuk mengetahui kejelasan dampak yang mungkin terjadi,” terang Prof Tjandra.

    ‘Prof Tjandra mengungkapkan paparan radioaktif Cs-137 dalam dosis tinggi tentu amat jarang terjadi. Hanya mungkin terjadi jika ada kecelakaan bom nuklir atau bom atom.

    “Keadaan yang amat jarang terjadi ini memang akan dapat menyebabkan sindrom radiasi akut atau acute radiation syndrome, dalam bentuk keluhan mual, muntah, diare, perdarahan, bahkan sampai koma, dan mungkin kematian kalau memang paparannya amat tinggi,” pungkasnya.

    Halaman 2 dari 2

    (sao/kna)

    Cemaran Radioaktif

    12 Konten

    Jejak cemaran radioaktif Cessium 137 (Cs-137) ditemukan di wilayah Cikande, Serang. Risiko paparan serta dampaknya bagi kesehatan, jadi sorotan.

    Konten Selanjutnya

    Lihat Koleksi Pilihan Selengkapnya

  • Menkes Usul Kurikulum Keamanan Pangan Agar Anak Terhindar Keracunan MBG

    Menkes Usul Kurikulum Keamanan Pangan Agar Anak Terhindar Keracunan MBG

    Jakarta

    Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengusulkan topik soal keamanan pangan dan gizi menjadi pelajaran wajib dalam kurikulum sekolah. Menkes menuturkan cara ini dilakukan agar anak lebih paham seperti apa makanan yang masih layak konsumsi.

    Dalam rapat kerja bersama anggota DPR-RI Komisi IX, Menkes menuturkan ini sebagai upaya salah satu upaya pencegahan masalah keracunan menu makan bergizi gratis (MBG).

    “Sejak dulu waktu stunting kan sudah bikin Kurikulum Merdeka-nya sama Pak Nadiem. Beberapa kurikulum kesehatan dibikin bersama-sama dengan Mendikdasmen (Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah) dulu yang kita masukan ke Kurikulum Merdeka Belajar, sehingga mendidik anak-anak kita mengenai gizi dan keamanan makanan,” kata Menkes dalam ruang rapat DPR-RI, Jakarta Pusat, Rabu (1/10/2025).

    Budi lalu menyebut dirinya sudah berkomunikasi dengan Mendikdasmen Abdul Mu’ti, Ia mengusulkan materi keamanan pangan dan gizi ini tidak hanya dimasukkan dalam kurikulum pilihan, tapi pelajaran wajib.

    Dengan begini, pencegahan kejadian keracunan MBG bisa dilakukan secara berlapis, tidak hanya pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) saja.

    “Nah, saya sudah ngomong sama Menteri Dikdasmen kalau bisa yang mengenai pangan dan gizi dimasukin bukan hanya Merdeka Belajar, itu kan bisa pilih, nanti masuknya sebagai wajib,” kata Menkes.

    “Supaya nanti anak-anak juga tahu nggak usah diajari gurunya ‘pak, kalau ini sudah nggak sehat nih, jadi saya nggak makan’ dan melaporkannya, sehingga fungsi kontrolnya lebih baik lagi,” sambungnya.

    Berkaitan dengan peran sekolah, Menkes sebelumnya juga mengusulkan Upaya Kesehatan Sekolah (UKS) untuk membantu pengawasan MBG di sekolah. Jika selama ini UKS lebih banyak digunakan sebagai tempat pendidikan dan pembinaan, Menkes meminta UKS juga diperbantukan dalam mengawasi MBG.

    Melalui UKS, anak-anak sekolah juga diajarkan untuk lebih memahami gizi dan keamanan pangan.

    “Misalnya, nanti kita ajarin UKS kalau menerima makanan dilihat dulu. Ada warna yang aneh nggak, ada bau yang aneh nggak, ada lendirnya nggak, ini kita mau ajarin. Sehingga nanti kalau masuk, bisa mencegah nggak usah dimakan duluan,” tandasnya.

    Halaman 2 dari 2

    (avk/kna)

  • FDA Temukan Radioaktif Cs-137 di Cengkeh Indonesia, Sumber Kontaminasi dari Mana?

    FDA Temukan Radioaktif Cs-137 di Cengkeh Indonesia, Sumber Kontaminasi dari Mana?

    Jakarta

    Regulator Federal Amerika Serikat (AS) mendeteksi kemungkinan kontaminasi radioaktif pada produk makanan kedua yang dikirim ke AS dari Indonesia. Penemuan terbaru ini terjadi saat penarikan kembali (recall) udang yang berpotensi tercemar terus bertambah.

    Dikutip dari laman US Food and Drug Administration (FDA), pihaknya memblokir impor semua rempah-rempah dari PT NJS di Indonesia setelah inspektur federal mendeteksi Cesium-137 dalam kiriman cengkeh yang dikirim ke California.

    Penemuan ini menyusul peringatan impor yang diberlakukan pada Agustus terhadap perusahaan PT Bahari Makmuri Sejati (BMS foods), yang mengirimkan jutaan kilogram udang ke AS setiap tahun.

    Saat ini, masih belum jelas apakah ada sumber kontaminasi yang sama untuk udang dan rempah-rempah tersebut. FDA dan CBP mengatakan penyelidikan mereka terus berlanjut, terutama karena kedua fasilitas pengolahan tersebut berjarak sekitar 800 kilometer di Indonesia.

    Dugaan sumber kontaminasi

    Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) menyatakan bahwa besi tua atau logam cair yang terkontaminasi di lokasi industri dekat pabrik pengolahan udang di Indonesia kemungkinan merupakan sumber bahan radioaktif. Badan pengawas nuklir di Indonesia menyatakan bahwa mereka mendeteksi isotop radioaktif di lokasi tersebut di luar Jakarta.

    Pakar kedokteran nuklir di Georgia Institute of Technology Steve Biegalski, mengatakan bahwa kontaminasi semacam itu bisa berasal dari daur ulang peralatan medis lama yang mengandung Cesium-137. Selain itu, kontainer transportasi atau metode pengiriman yang terkontaminasi (seperti truk, kapal, atau bahan bersama) juga bisa menjadi sumbernya.

    Kontaminasi jenis ini kemungkinan berasal dari daur ulang peralatan medis lama yang mengandung cesium 137,” kata Steve Biegalski.

    Respons Pemerintah Indonesia

    Staf Ahli Kementerian Koordinator Bidang Pangan Bara Khrishna Hasibuan mengatakan investigasi akan dilakukan menyusul temuan cemaran radioaktif cs-137 pada produk cengkeh asal Indonesia.

    “Sebetulnya sudah beberapa hari kami menerima laporan dari AS. Ternyata produk cengkeh juga terkontaminasi. Tapi ini masih laporan awal, jadi kami akan telusuri lebih lanjut sumbernya,” ujar dia dikutip dari Antara, Kamis (2/10/2025).

    Ia menambahkan bahwa fokus penanganan sebelumnya masih tertuju pada kasus kontaminasi udang, sehingga lokasi asal cengkeh yang terpapar masih belum diketahui.

    Halaman 2 dari 2

    (kna/kna)

    Cemaran Radioaktif

    12 Konten

    Jejak cemaran radioaktif Cessium 137 (Cs-137) ditemukan di wilayah Cikande, Serang. Risiko paparan serta dampaknya bagi kesehatan, jadi sorotan.

    Konten Selanjutnya

    Lihat Koleksi Pilihan Selengkapnya