Jenis Media: Kesehatan

  • Video: Pernyataan WHO Dukung Rencana Perdamaian Gaza yang Diajukan Trump

    Video: Pernyataan WHO Dukung Rencana Perdamaian Gaza yang Diajukan Trump

    Video: Pernyataan WHO Dukung Rencana Perdamaian Gaza yang Diajukan Trump

  • Video: SPPG Polri Pernah Temukan Zat Berbahaya di MBG dengan Rapid Test

    Video: SPPG Polri Pernah Temukan Zat Berbahaya di MBG dengan Rapid Test

    Video: SPPG Polri Pernah Temukan Zat Berbahaya di MBG dengan Rapid Test

  • Video: Keracunan MBG Layak Ditetapkan Jadi KLB

    Video: Keracunan MBG Layak Ditetapkan Jadi KLB

    Video: Keracunan MBG Layak Ditetapkan Jadi KLB

  • Video: Epidemiolog Sebut Data Keracunan MBG untuk Deteksi Dini

    Video: Epidemiolog Sebut Data Keracunan MBG untuk Deteksi Dini

    Video: Epidemiolog Sebut Data Keracunan MBG untuk Deteksi Dini

  • Dikira Buncit, Ternyata Ada Kista Seberat 8 Kg Bersarang di Perut Wanita Ini

    Dikira Buncit, Ternyata Ada Kista Seberat 8 Kg Bersarang di Perut Wanita Ini

    Jakarta

    Sebagian orang mungkin mengira perut yang tampak buncit hanyalah akibat penumpukan lemak. Namun, kondisi tersebut juga bisa disebabkan oleh penyakit serius, seperti kista.

    Hal ini dialami seorang wanita asal Provinsi Satun, Thailand, bernama Ratchanaporn (31). Awalnya, keluarganya mengira buncit pada perut Ratchanaporn disebabkan oleh kelebihan berat badan akibat kebiasaan makannya, hingga membuatnya kesulitan bernapas.

    Karena gejalanya semakin memburuk, sang ibu, Ratchanee, akhirnya membawa Ratchanaporn ke Rumah Sakit Satun, Thailand.

    “Anak saya mengalami sesak, kesulitan bernapas, dan mata melotot. Perutnya tampak seperti sedang hamil anak kembar,” tutur Ratchanee, dikutip dari laman The Thaiger.

    Awalnya, para dokter bingkung melihat ukuran perut Ratchanaporn yang membengkak, yang pertama kali diduga karena hamil. Tetapi, hasil USG menyatakan bahwa wanita itu memiliki kista di ovariumnya yang berukuran 30 cm dan menekan organ-organ di dalamnya.

    Operasi pengangkatan tumor dilakukan pada 31 Juli 2025 oleh tim dari Rumah Sakit Satun, yang dipimpin Dr Thamon Niamrat. Tindakan tersebut berlangsung lebih dari enam jam karena ukuran dan kompleksitas tumor.

    “Dia (Ratchanaporn) dioperasi pada siang hari dan baru keluar sekitar pukul 18.00. Waktunya sangat lama dan membuat saya stres,” beber ibunya.

    Setelah operasi, dokter memastikan kista tersebut memiliki berat 8 kg, yang kira-kira sama dengan berat seseorang yang hamil. Tim bedah juga mengambil sampel jaringan untuk pengujian lebih lanjut, dengan hasil yang diharapkan pada 19 Agustus 2025, yang disampaikan melalui akun Facebook Rumah Sakit Satun.

    Sebelum operasi, berat badan pasien adalah 86 kg. Pasca kista itu diangkat, berat badannya turun menjadi 75 kg yang membuatnya merasa lebih ringan dan nyaman.

    “Perutnya sudah lama bengkak, tapi kami pikir itu karena dia makan terlalu banyak. Kami tidak pernah membayangkan masalahnya seserius ini,” kata ibunya.

    Kasus ini dibagikan oleh Klinik Obstetri dan Ginekologi dr Thamon Satun di Facebook. Banyak orang yang memuji upaya rumah sakit dalam mengangkat tumor dengan aman dan merawat pasien selama perawatannya.

    “Ini hanyalah salah satu dari banyak kasus serupa. Tumor rahim dan kista ovarium semakin umum. Untungnya, pasien ini sekarang sedang dalam proses pemulihan.”

    Halaman 2 dari 2

    (sao/suc)

  • Kondisi Wanita Polandia Sebelum ‘Mati Kelaparan’ di Bali gegara Diet Buah Ekstrem

    Kondisi Wanita Polandia Sebelum ‘Mati Kelaparan’ di Bali gegara Diet Buah Ekstrem

    Jakarta

    Seorang wanita berusia 27 tahun meninggal dunia akibat kelaparan di Bali setelah mengikuti pola makan ekstrem fruitarian yang membuat berat badannya hanya tersisa sekitar 22 kilogram. Wanita tersebut diidentifikasi bernama Karolina Krzyzak.

    Pada Desember 2024, Karolina sempat menginap di Sumberkima Hill Resort dan meminta sebuah vila dengan kolam renang. Namun, staf resort segera menyadari kondisi tubuhnya yang sangat kurus. Mereka menggambarkan Karolina tampak ‘sangat kurus’ dengan mata cekung dan tulang selangka yang menonjol.

    Dikutip dari News18, kesehatannya memburuk dengan cepat selama menginap. Para karyawan hotel mengenang bahwa kuku jarinya berubah menjadi kuning, giginya mulai membusuk, dan ia kerap kesulitan berjalan sendiri. Bahkan, pada suatu malam, seorang petugas resepsionis harus mengantarnya kembali ke kamar. Pihak resort berulang kali mendesak Karolina untuk mencari perawatan medis, namun ia selalu menolak.

    Ditemukan Meninggal Setelah Tiga Hari

    Tiga hari setelah check-in, staf hotel mulai khawatir ketika seorang teman lokal Karolina Krzyzak menghubungi mereka karena tidak mendapat kabar sejak kedatangannya. Pihak hotel kemudian mendatangi vila tempat Karolina menginap dan menemukan dirinya dalam keadaan tak bergerak serta tidak responsif.

    Karolina kemudian dinyatakan meninggal dunia akibat malnutrisi parah. Laporan medis yang dikutip The Sun menyebutkan ia juga mengidap osteoporosis dan kekurangan albumin, kondisi yang erat kaitannya dengan kelaparan berkepanjangan dan gizi buruk.

    Teman-teman Karolina Krzyzak menyebutkan bahwa ia sudah lama bergumul dengan masalah citra tubuh dan pernah mengalami anoreksia saat remaja. Saat menempuh studi di Inggris, Karolina mulai menekuni yoga dan pola hidup vegan, yang kemudian perlahan mendorongnya beralih ke fruitarianism, pola makan yang hampir sepenuhnya hanya terdiri dari buah-buahan mentah.

    Apakah Diet Fruitarian Berbahaya?

    Ahli gizi memperingatkan bahwa fruitarianism merupakan salah satu bentuk pola makan paling ekstrem dan sangat membatasi. Meski buah mengandung vitamin serta serat, diet ini tidak menyediakan protein, lemak, dan mineral penting yang dibutuhkan tubuh untuk bertahan hidup.

    Jika dijalani dalam jangka panjang, pola makan fruitarian dapat menyebabkan kerusakan organ, tulang rapuh, penurunan fungsi imun, hingga malnutrisi parah.

    Halaman 2 dari 2

    (suc/suc)

  • Waspada! Gejala Tak Biasa Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Jantung-Stroke

    Waspada! Gejala Tak Biasa Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Jantung-Stroke

    Jakarta

    Penyakit jantung dan stroke adalah dua penyakit berbahaya yang dapat menyebabkan kematian. Meski sering dianggap ‘penyakit orang tua’, nyatanya kedua masalah kardiovaskular ini semakin banyak dialami anak muda.

    Ahli jantung dari Imperial College London Profesor Rasha Al-Lamee mengungkapkan ada beberapa gejala harian yang bisa menjadi ‘tanda peringatan’ untuk masalah jantung. Paling umum adalah sesak napas saat beraktivitas, nyeri dada yang pergi tanpa sebab jelas, serta rasa lelah tak biasa.

    Khusus pada wanita, ada beberapa gejala lain yang mungkin muncul seperti mual, gangguan pencernaan, pusing, nyeri perut bagian atas, atau pingsan.

    “Separuh pasien yang datang dengan serangan jantung tidak memiliki gejala yang jelas, tetapi hampir semuanya memiliki faktor risiko yang sebelumnya tidak terdiagnosis. Itulah sebabnya pemeriksaan rutin tekanan darah, kolesterol, dan diabetes sangat penting, serta penggunaan obat pencegahan bila diperlukan dapat menyelamatkan nyawa,” ucap Rasha dikutip dari Daily Mail, Jumat (3/10/2025).

    Gejala Lain yang Dapat Muncul

    Ada beberapa tanda lain yang mungkin kelihatannya tak ada hubungannya, tapi rupanya memiliki koneksi tidak langsung dengan penyakit jantung dan stroke. Berikut ini adalah beberapa di antaranya:

    1. Gusi Berdarah

    Masalah gusi berdarah rupanya dapat menjadi tanda adanya masalah kardiovaskular. Sebuah studi yang didanai British Heart Foundation menemukan pengidap penyakit gusi 69 persen lebih mungkin terkena diabetes tipe 2, yang pada gilirannya meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke.

    Riset lain menunjukkan mengobati penyakit gusi dapat memperbaiki fungsi arteri dan mengurangi peradangan di seluruh tubuh.

    Ilmuwan yakin ini berkaitan dengan mikrobioma mulut yang ketika keseimbangannya terganggu, bakteri berbahaya berkembang, lalu memicu penyakit gusi sekaligus masalah kesehatan lain. Bakteri ini akhirnya bisa masuk ke aliran darah dan memicu peradangan lebih luas.

    Seiring waktu, proses ini mempercepat penumpukan di arteri, sehingga meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.

    Kami percaya sebagian kaitan antara penyakit gusi dan penyakit kardiovaskular dapat dijelaskan oleh peradangan akibat bakteri di mulut,” kata Rasha.

    “Namun, belum ada hubungan sebab-akibat yang pasti, dan penting diketahui bahwa orang dengan penyakit gusi sering juga memiliki penyakit lain dan kondisi kesehatan buruk yang membuat mereka berisiko terkena penyakit kardiovaskular,” sambungnya.

    2. Disfungsi Ereksi

    Arteri kecil yang menyuplai darah ke penis bisa tersumbat dan menyempit bertahun-tahun sebelum pembuluh besar di sekitar jantung menunjukkan tanda masalah. Akibatnya, pria dengan disfungsi ereksi jauh lebih mungkin mengalami gangguan kardiovaskular serius.

    Sebuah tinjauan besar terhadap puluhan studi, diterbitkan tahun 2020 di British Journal of Urology, menganalisis data dari ratusan ribu pria dan menemukan bahwa mereka yang mengalami disfungsi ereksi jauh lebih mungkin terkena penyakit jantung.

    “Karena arteri di penis lebih kecil daripada di tempat lain, penyumbatan yang menyebabkan disfungsi ereksi bisa menjadi tanda awal aterosklerosis atau penumpukan lemak di arteri, yang juga berkembang di bagian tubuh lain,” sambungnya.

    3. Tidur Ngorok

    Tidur sambil ngorok seringkali dikaitkan dengan kondisi obstructive sleep apnoea (OSA), sebuah gangguan umum ketika dinding tenggorokan mengendur dan menutup dalam beberapa waktu ketika tidur, sehingga memicu henti napas singkat.

    Tidak semua orang mengorok mengalami OSA, tapi keduanya saling terkait.. Sebuah tinjauan tahun 2022 terhadap lebih dari 150 ribu pasien menemukan orang yang tidur ngorok memiliki peluang 28 persen lebih tinggi untuk mengalami penyakit arteri koroner dibanding yang tidak mendengkur.

    “Walau mendengkur itu sendiri tidak secara langsung terkait dengan penyakit jantung, sleep apnoea iya. Ini karena hubungannya dengan obesitas dan kondisi metabolik lain, sehingga harus dianggap sebagai tanda peringatan bila Anda belum mengelola faktor risiko tersebut,” kata Rasha.

    4 Jari-jari Mati Rasa hingga Kesemutan

    Ketika suhu turun, pembuluh darah akan secara alami menyempit. Ini akan meningkatkan tekanan darah dan memaksa jantung bekerja lebih keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh.

    Untuk melindungi organ vital seperti otak, paru, dan ginjal, sirkulasi darah ke bagian tepi akan berkurang. Ini yang membuat tangan dan kaki tampak pucat, kebiruan, mati rasa, atau kesemutan.

    Bagi kebanyakan orang ini respons normal, tapi jika jantung sedang bermasalah atau peredaran darah tidak baik, efeknya bisa lebih parah.

    “Hal ini tidak serta-merta menandakan Anda berisiko penyakit jantung. Namun, bila digabung dengan faktor lain, ini bisa menjadi petunjuk tambahan,” tandas Rasha.

    Halaman 2 dari 3

    (avk/suc)

  • Kronologi Wanita Polandia Meninggal gegara Malnutrisi, Cuma Makan Buah-BB 22 Kg

    Kronologi Wanita Polandia Meninggal gegara Malnutrisi, Cuma Makan Buah-BB 22 Kg

    Jakarta

    Seorang wanita asal Polandia bernama Karolina Krzyzak meninggal dunia pada usia 27 tahun setelah menjalani diet buah ekstrem yang membuatnya mengalami kekurangan gizi. Saat meninggal, berat badannya dilaporkan hanya sekitar 22 kilogram.

    Sebelum meninggal, Karolina kerap mengeluh kepada teman-temannya soal tubuh yang terasa lemah dan kurang bertenaga. Kondisinya yang semakin kurus juga membuat orang terdekatnya berulang kali memintanya untuk mengubah pola hidup.

    Dikutip dari laman Mothership, Karolina sangat mempercayai filosofi clean eating, yakni keyakinan mengonsumsi makanan murni dapat menyucikan pikiran dan jiwa. Gagasan ini banyak tersebar di media sosial, terutama melalui influencer yang menganjurkan menjauhi makanan olahan serta minyak biji-bijian, lalu menggantinya dengan pola makan yang dianggap lebih alami.

    Karolina diketahui beralih menjadi vegan sejak berkuliah di Universitas Leeds, Inggris Raya, dan sempat aktif mengorganisir kegiatan untuk klub vegan di kampusnya.

    Sejak remaja, Karolina memang menghadapi anoreksia. Ia bahkan sempat menghubungi seorang influencer raw-vegan untuk meminta saran bagaimana pulih dari anoreksia sekaligus mengembalikan siklus menstruasi meski hanya mengonsumsi buah-buahan. Sang influencer menyarankan Karolina melakukan puasa, detoks, ‘membersihkan diri,’ dan menyelaraskan diri dengan alam serta keinginannya.

    Pada tahun kedua kuliahnya, Karolina mulai menerapkan pola makan raw vegan atau vegan mentah. Berat badannya semakin turun, membuat orang tuanya semakin khawatir. Dikutip dari Healthline, pola makan raw vegan sebagian besar terdiri dari makanan nabati yang tidak diproses, dikonsumsi mentah, atau dipanaskan pada suhu sangat rendah.

    Pada 2018, Karolina sempat kembali ke Warsawa, Polandia, untuk menjalani perawatan inap. Namun, setelah itu ia kembali lagi pada pola makan vegan.

    Pada 2024, ia terbang ke Bali dan bergabung dengan komunitas fruitarian atau pola makan berbasis buah di Ubud. Di sana, ia akhirnya bertemu langsung dengan para influencer yang selama ini ia kagumi di dunia maya, sekaligus menghadiri pertemuan tentang raw vegan dan diskusi kesehatan terkait diet buah.

    Sayangnya, kesehatannya menurun drastis pada November 2024. Banyak pihak menyarankan agar Karolina segera ke pusat perawatan gangguan makan atau menghubungi orang tuanya, namun ia menolak. Karolina meninggal dunia di Bali pada Desember 2024.

    Komunitas penganut diet buah kemudian membantah adanya kaitan langsung antara pola makan tersebut dengan gangguan makan. Menurut mereka, kematian Karolina bukan semata karena hanya mengonsumsi buah, melainkan akibat asupan yang terlalu sedikit.

    Sahabat Karolina, Emilia, yang juga mantan penganut raw vegan, mengingatkan bahwa kehidupan influencer sering kali tidak sesuai dengan apa yang ditampilkan di media sosial. Emilia menilai, banyak dari mereka sebenarnya juga berjuang dengan masalah kesehatan pribadi. Namun, kala itu Karolina sudah terlalu tenggelam dalam fantasi diet yang ia yakini.

    “Akhirnya kamu menyadari bahwa tubuh, pada hakikatnya, tidak murni, dan jiwa itu tak terbatas, dan kamu membutuhkan tubuh yang kuat jika kamu ingin hidup di dunia ini, berbelas kasih, dan menolong sesama. Kurasa Karolina tidak pernah menyadari hal itu,” ujarnya.

    Halaman 2 dari 2

    (elk/suc)

  • Wanita Ternyata Lebih Panjang Umur daripada Pria, Ilmuwan Bongkar Alasannya

    Wanita Ternyata Lebih Panjang Umur daripada Pria, Ilmuwan Bongkar Alasannya

    Jakarta

    Perempuan diketahui memiliki harapan hidup lebih lama dibandingkan laki-laki. Fenomena ini telah berlangsung selama ratusan tahun dan tercatat di berbagai belahan dunia.

    Secara global, rata-rata harapan hidup perempuan adalah 73 tahun, sementara laki-laki 68 tahun. Di Amerika Serikat, data Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) mencatat angka yang lebih tinggi, yakni 81,1 tahun untuk perempuan dan 75,8 tahun untuk laki-laki.

    Faktor Gaya Hidup

    Salah satu penjelasan adalah perbedaan gaya hidup. Laki-laki dinilai lebih sering menjalani kebiasaan berisiko, seperti merokok, mengonsumsi alkohol, dan pola makan yang tidak sehat, yang berdampak pada kesehatan jangka panjang.

    Faktor Genetik

    Namun, penelitian terbaru menyebut faktor genetika juga berperan besar. Studi yang dipublikasikan di jurnal Science Advances mengemukakan teori seks heterogametik.

    Laki-laki memiliki kromosom XY, sedangkan perempuan XX. Kromosom ganda pada perempuan memberikan “cadangan” jika terjadi mutasi berbahaya, sehingga tubuh lebih terlindungi. Sebaliknya, laki-laki dengan kombinasi XY lebih rentan terhadap penyakit dan mutasi genetik.

    “Pada dasarnya, jika Anda memiliki dua salinan gen yang sama (seperti XX), itu lebih baik daripada hanya satu,” kata penulis studi, Dr. Johanna Stärk dari Max Planck Institute for Evolutionary Anthropology.

    Faktor Evolusi

    Selain itu, aspek evolusi juga memengaruhi. Laki-laki secara historis lebih sering terlibat dalam persaingan atau pertarungan untuk mendapatkan pasangan. Kondisi ini meningkatkan risiko cedera dan menurunkan angka harapan hidup.

    Secara umum, kombinasi gaya hidup, faktor genetik, dan sejarah evolusi membuat perempuan memiliki usia harapan hidup lebih panjang dibandingkan laki-laki. Namun, para ilmuwan menekankan, faktor lingkungan dan sosial juga dapat memengaruhi panjang usia seseorang.

    Halaman 2 dari 2

    (sao/kna)

  • Pecahkan 10 Teka Teki Gambar Ini dalam 5 Detik, Buktikan Kalau Punya Otak Encer!

    Pecahkan 10 Teka Teki Gambar Ini dalam 5 Detik, Buktikan Kalau Punya Otak Encer!

    Jakarta

    Suka dengan permainan teka-teki gambar yang membuat mata dan otak bekerja ekstra? Tak hanya sekedar hiburan visual, tapi teka-teki gamba bisa melatih ketelitian dan konsentrasi.

    Dengan menebak detail hingga menemukan perbedaan, otak ditantang untuk berpikir lebih cepat dan kreatif. Permainan ini cocok dimainkan oleh anak-anak hingga orang dewasa yang ingin mengasah kemampuan berpikir tapi sambil tetap terhibur.

    Teka Teki Gambar

    Yakin bisa menjawab semua teka-teki gambar berikut? Jangan langsung lihat jawabannya ya.

    1. Ada tiga vampir di sini. Coba tebak, vampir mana yang palsu?

    asah otak Foto: DetikHealth

    2. Kali ini menebak dari ketiga dokter di gambar. Mana yang bukan dokter sungguhan?

    asah otak Foto: DetikHealth

    3. Perhatikan kedua pemuda ini. Siapa yang membohongi orang tuanya bahwa dia tidak melukis gambar hijau di pagar?

    asah otak Foto: DetikHealth

    4. Dua orang nenek datang ke sungai untuk membawa air. Mana yang membawa lebih banyak air?

    Asah otak detikHealth. Foto: detikHealth

    5. Dari ketiga lelaki ini, siapa ayah dari bayi yang digendong sang wanita?

    Asah otak detikHealth. Foto: detikHealth

    6. Temukan rusa dengan cepat. Buktikan matamu jeli.

    Asah otak detikHealth. Foto: detikHealth

    7. Hewan apakah ini?Soal terakhir gampang deh. Cukup perlu memiliki penglihatan yang bagus. Foto: Firdaus Anwar

    8. Salah satu dari ketiga penguin ini berbeda. Bisa temukan apakah itu?

    Uji Ketajaman Mata, Bisakah Kamu Pecahkan Teka-teki Gambar Ini Foto: Firdaus Anwar/detikHealth

    Jawaban Teka-teki Gambar

    Coba lihat jawaban berikut. Berapa soal yang berhasil dijawab dengan benar?

    1. Pria di tengah adalah adalah vampir yang palsu. Coba lihat lebih dekat matanya, dia hanya manusia biasa.

    asah otak Foto: DetikHealth

    2. Pria yang berdiri di sebelah kanan bukanlah dokter. Lihat, dia punya gigi dan mata serigala, serta tidak memakai kartu identitas.

    asah otak Foto: DetikHealth

    3. Langsung bisa menjawabnya? Pria di sebelah kiri adalah orangnya. Tangan yang masuk ke saku terdapat cat hijau.

    asah otak Foto: DetikHealth

    4. Kedua nenek membawa air dengan jumlah sama. Nenek berbaju kuning membawa wadah air yang lebih besar, tapi tempat

    mengeluarkan airnya terlalu rendah. Sementara, nenek berbaju biru memiliki wadah air yang kecil dan tempat mengeluarkan air yang tinggi.

    Asah otak detikHealth. Foto: detikHealth

    5. Warna bola mata bayi biru, mirip dengan pria ketiga.

    Asah otak detikHealth. Foto: detikHealth

    6. Rusanya bersembunyi di balik pohon. Hanya tanduknya yang terlihat.

    Asah otak detikHealth. Foto: detikHealth

    7. Burung dan singa. Apa yang pertama kali kamu tebak?

    Ada yang tidak bisa lihat dua hewan tersebut? Foto: Firdaus Anwar

    8. Penguin paling kanan tidak memiliki ekor.

    Uji Ketajaman Mata, Bisakah Kamu Pecahkan Teka-teki Gambar Ini Foto: Firdaus Anwar/detikHealth

    Halaman 2 dari 6

    (elk/suc)