PT Antam mengklarifikasi dan meluruskan kabar yang beredar, soal adanya ledakan. Corporate Secretary PT Antam, Wisnu Danandi menuturkan, kabar yang menyebut adanya ratusan orang terjebak dalam area tambang dan gas beracun adalah tidak benar.
“Informasi yang beredar di media sosial maupun beberapa pemberitaan terkait adanya ledakan di area tambang serta klaim ratusan orang terjebak di dalam tambang adalah tidak benar (hoaks),” ujar Wisnu melalui keterangan resminya.
Terkait video yang beredar dengan narasi adanya ledakan, dia menjelaskan bahwa itu adalah dokumentasi penanganan kondisi teknis di area tambang bawah tanah. Aktivitas itu telah diantisipasi dan ditangani sesuai dengan prosedur keselamatan dan standar operasional perusahaan. Termasuk pengaturan ventilasi dan pengamanan area kerja.
“Kondisi tersebut tidak berdampak pada keselamatan karyawan Antam, dan seluruh aktivitas operasional perusahaan berada dalam kondisi terkendali,” jelasnya.
Terpisah, Bupati Bogor Rudy Susmanto menjelaskan bahwa angka 700 yang beredar di masyarakat bukan merujuk pada jumlah korban, melainkan merupakan istilah level atau portal kerja di dalam tambang.
“Yang dimaksud itu adalah level 700, bukan ada 700 orang terjebak. Ini yang perlu kami luruskan supaya masyarakat tidak panik,” pungkasnya.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5383670/original/099980000_1760687621-1.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)