Indonesia Urutan Kedua Negara dengan Jumlah Penduduk Miskin versi Bank Dunia, Akademisi UI Ungkap Ini

Indonesia Urutan Kedua Negara dengan Jumlah Penduduk Miskin versi Bank Dunia, Akademisi UI Ungkap Ini

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — World Bank menempatkan Indonesia urutan kedua negara dengan jumlah penduduk di bawah garis kemiskinan internasional untuk tahun 2025. Hal ini menuai sorotan.

Salah satunya dari Ekonom Ronnie H Rusli. Dia menilai biaya hidup dan kesejahteraan masih jadi tantangan masyarakat Indonesia.

“Kenyataannya biaya hidup dan tingkat kesejahteraan di lapangan masih jadi tantangan besar,” kata Ronnie dikutip dari unggahannya di X, Senin (19/1/2026).

Di sisi lain, Ronnie menyebut data itu mengungkap bahwa keadilan ekonomi masih jadi hal yang terus diperjuangkan di Indonesia.

“Data ini jadi pengingat kalau urusan perut dan keadilan ekonomi rakyat masih butuh perhatian serius dari semua pihak,” terangnya.

Bagi Ronnie, data Bank Dunia itu menunjukkan kabar yang tidak enak bagi Indonesia. Apalagi, kata dia, Indonesia sudah tergolong negara berpendapatan menengah atas.

“Meskipun Indonesia udah berstatus negara berpendapatan menengah atas,” ucapnya.

Adapun data Bank Dunia tersebut, merujuk pada jumlah populasi penduduk yang secara statistik dikategorikan miskin berdasarkan garis kemiskinan internasional.

Dengan jumlah penduduk Indonesia yang saat ini telah melampaui 287 juta jiwa, penggunaan standar global tersebut secara otomatis menghasilkan angka absolut penduduk miskin yang besar, terutama jika dibandingkan antarnegara dengan populasi lebih kecil.

Data Bank Dunia yang menempatkan Indonesia di peringkat kedua tingkat kemiskinan di dunia, menggunakan pendekatan paritas daya beli atau purchasing power parity (PPP) untuk membandingkan kemiskinan lintas negara.